cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 166 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA KEPERAWATAN MENJADI RELAWAN BENCANA COVID-19 : STUDI LITERATUR Wijayanti, Novida Prima; Bagus Sugiarto, Kurniawan
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.135

Abstract

Covid-19 is an infectious disease caused by coronavirus with common symptoms of fever, weakness, cough, anosmia and diarrhea. In 2020, the World Health Organization has designated Covid-19 as a non-natural pandemic disaster. The increasing number of Covid-19 sufferers has caused an increase in the need for health workers from volunteers, especially from nursing students. Student preparedness can be started from the academic level to increase the desire to volunteer during a pandemic disaster. Objective: this study aims to analyze factors that can influence the desire of nursing students to volunteer during the COVID-19 disaster. Method: The type of research used is a type of quantitative research descriptively cross sectional and takes research sources that have been carried out from November 2023 to January 2024 with google scholar sources. Results: Factors that influence students' desire to volunteer are the length of education, training that has been obtained, transmission of the COVID-19 virus, availability of personal protective equipment, student housing. Conclusion: Educational institutions and volunteer institutions can work together to form guidelines in increasing the interest and skills of nursing students to volunteer during disasters by paying attention to these factors starting from the disaster learning curriculum.
PENGETAHUAN ANEMIA DAN TABLET FE TERHADAP KEPATUHAN MINUM TABLET FE Nurhayati, Lis; Marhamah, Emah; Fuady, Asiq'atul; Putri Olivia, Natasya Berliana
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.136

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi dimana jumlah konsentrasi darah yang mengangkut oksigen dan sel darah merah tidak sesuai fisiologi tubuh. Anemia lebih banyak terjadi pada remaja putri karena proses menstruasi sehingga akan mengalami kehilangan zat besi sekitar 30 mg. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja. Remaja putri merupakan calon ibu yang nantinya akan mengalami proses kehamilan dan persalinan. Kondisi kekurangan zat besi dapat memperbesar risiko kematian maternal, bayi lahir prematur dan BBLR. Anemia dapat dicegah dengan pemberian Tablet Fe, namun yang kepatuhan minum tablet Fe menjadi kendala utama, hal ini memerlukan pengetahuan yang cukup luas mengenai anemia dan konsumi tablet Fe. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe dengan kepatuhan minum tablet Fe pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 61 remaja putri, yang diambil secara non random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe dengan kepatuhan minum tablet Fe, dengan uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil: Remaja putri yang memiliki tingkat pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe tinggi, lebih banyak proporsinya tidak patuh minum tablet Fe (73,9%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang sinifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe terhadap kepatuhan minum tablet Fe pada remaja putri, dengan p value= 0,054 (>0,05) Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe terhadap kepatuhan minum tablet Fe pada remaja putri kelas 9 di SMP Negeri I Kota Magelang. Kata kunci : Kepatuhan; pengetahuan; remaja; tablet Fe Abstrack Background: Anemia is a condition where the concentration of blood that carries oxygen and red blood cells does not match the body's physiology. Anemia is more common in teenage girls due to the menstrual process, so they will experience a loss of around 30 mg of iron. Anemia in teenagers has a negative impact on reducing immunity, concentration, learning achievement, and fitness of teenagers. Young women are prospective mothers who will later experience the process of pregnancy and childbirth. Iron deficiency conditions can increase the risk of maternal death, premature birth and low birth weight babies. Anemia can be prevented by administering Fe tablets, but the problem of adherence to taking Fe tablets is the main obstacle, this requires extensive knowledge regarding the consumption of Fe tablets. Objective: To determine the relationship between knowledge about anemia and Fe tablets and adherence to taking Fe tablets in adolescents daughter. Method: This type of research uses quantitative observational analysis with a cross sectional approach. The total sample in this study was 59 female students, taken by non-random sampling. The instrument used was a questionnaire on Knowledge about Anemia and Compliance with Taking Fe tablets, with a statistical test using Chi Square. Results: Adolescent girls who had a good level of knowledge about anemia and Fe tablets were more likely to be non-compliant with taking Fe tablets (73,9%). The test results showed that there was a non-significant relationship with a p value = 0.054 (>0.05), meaning that there was no relationship between the level of knowledge about anemia and Fe tablets and compliance with taking Fe tablets in young women. Conclusion: There is no significant relationship between knowledge about anemia and Fe tablets and compliance with taking Fe tablets in grade 9 teenage girls at SMP Negeri I Kota Magelang. Key words: Compliance; knowledge; teenagers; Fe tablets
LITERATUR REVIEW PERAN BIDAN DALAM PENINGKATAN PROGRAM INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Nuzula, Firdausi
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.139

Abstract

Abstrak Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu yang dilakukan segera dalam 1 jam pertama setelah persalinan. Seringkali ibu tidak melakukan IMD disebabkan rendahnya pengetahuan para ibu mengenai manfaat ASI dan cara menyusui yang benar, kurangnya pelayanan konseling laktasi dan dukungan dari petugas kesehatan, persepsi–persepsi sosial budaya yang menentang pemberian ASI. Dengan adanya upaya kesehatan ibu bersalin maka peran tenaga kesehatan sangatlah penting, karena biasa memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada ibu bersalin. Tenaga kesehatan akan sangat berpengaruh dalam pelaksanaan IMD yang dilakukan sesaat setelah bayi lahir. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan sistematis. Sumber penelitian diperoleh dari penelusuran artikel ilmiah melalui internet dengan database Google Scholar dan Pubmed tahun 2013-2023 dengan menggunakan PICO kemudian dilakukan identifikasi, screening, dan kelayakan melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasilnya terdapat lima artikel membahas mengenai peran bidan dalam peningkatan program inisiasi menyusu dini dan pemberian asi eksklusif. Lima artikel menyatakan bahwa bidan dapat meningkatkan program inisiasi menyusu dini dan pemberian asi eksklusif, salah satu artikel menjelaskan bahwa pemberian informasi oleh tenaga kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada pelaksanaan Inisiasi menyusu dini dan pemberian asi eksklusif. Peran dari tenaga kesehatan seperti bidan merupakan faktor yang sangat penting dalam terlaksananya program IMD dan Asi Eksklusif, sehingga diharapkan semua bidan dalam berperan aktif. Kata Kunci: Asi Eksklusif, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Peran bidan Abstract Early Initiation of Breastfeeding (IMD) is the process of breastfeeding a baby which is carried out immediately within the first hour after birth. Often mothers do not carry out IMD due to low knowledge of mothers regarding the benefits of breast milk and the correct way to breastfeed, lack of lactation counseling services and support from health workers, socio-cultural perceptions that oppose breastfeeding. With the existence of health efforts for mothers giving birth, the role of health workers is very important, because they usually provide confidence and trust to mothers giving birth. Health workers will be very influential in implementing IMD which is carried out immediately after the baby is born. The research method used is a systematic review. Research sources were obtained from searching scientific articles via the internet with the Google Scholar and Pubmed databases for 2013-2023 using PICO, then identification, screening and eligibility were carried out through inclusion and exclusion criteria. Five articles met the inclusion criteria. The result was five articles discussing the role of midwives in improving early breastfeeding initiation and exclusive breastfeeding programs. Five articles state that midwives can improve early breastfeeding initiation and exclusive breastfeeding programs, one of the articles explains that providing information by health workers is a very influential factor in the implementation of early breastfeeding initiation and exclusive breastfeeding. The role of health workers such as midwives is a very important factor in the implementation of the IMD and Exclusive Breastfeeding programs, so it is hoped that all midwives will play an active role. Keywords: Exclusive breastfeeding, Early Breastfeeding Initiation (IMD), Role of the midwife
PENERAPAN POLA ASUH ORANG TUA PADA REMAJA DI KELAS XI PEMASARAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BAKTI UTAMA PATI Widiastuti, Triana; Mustaghfiroh, Lailatul; Wahyuni, Sri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.141

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kualitas rumah tangga dan keluarga atau kehidupan jelas memainkan peran paling besar dalam membentuk kepribadian remaja. Perkembangan remaja juga sangat rentan terhadap pengeruh lingkungan. Penerapan pola asuh yang sesuai pada remaja salah satu cara menghindari perilaku yang tidak sehat Tujuan dari penelitian ini mendiskripsikan pola asuh orang tua pada remaja di Kelas IX pemasaran SMK Bakti Utama Pati. Metode penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI sejumlah 68 siswi yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan kuesioner. diolah secara editing, coding, tabulating, serta dianalisis secara univariat. Hasil penelitian pola asuh orang tua pada remaja menunjukan sebagian besar mendapatkan pola asuh orang tua yang demokratis, yaitu sebanyak 59 responden (86.8%), sebanyak 7 responden (10.3%) mendapatkan pola asuh yang otoriter, sebanyak 2 responden (2.9%) mendapatkan pola asuh yang serba boleh. Kesimpulan Sebagian besar pola asuh yang diberikan orang tua pada siswa kelas IX pemasaran SMK Bakti Utama Pati adalah pola asuh demokratis. Kata Kunci: Penerapan, Pola Asuh, orang tua, Remaja Abstract Background: The quality of household and family or life clearly plays the most role in shaping a teenager's personality. Juvenile development is also very vulnerable to environmental turbidity. The application of appropriate parenting in adolescents is one way to avoid unhealthy behavior The purpose of this study describes the parenting style of parents in adolescents in Class IX marketing of SMK Bakti Utama Pati. This research method is descriptive with a cross sectional approach. The population in this study was all class XI students totaling 68 female students who were taken in total sampling. Collection of research data using questionnaires. processed by editing, coding, tabulating, and analyzed univariately. The results of the parenting research in adolescents showed that most of them got democratic parenting, namely as many as 59 respondents (86.8%), as many as 7 respondents (10.3%) got authoritarian parenting, as many as As many as 2 respondents (2.9%) received a versatile parenting style. Conclusion Most of the parenting styles given by parents to grade IX marketing students of SMK Bakti Utama Pati are democratic parenting styles Keywords: Applicability, Parenting, Parent, Youth
LITERATUR REVIEW: PENERAPAN KOMPRES HANGAT EKSTRAK JAHE TERHADAP INTENSITAS NYERI SENDI PADA PASIEN LANSIA DENGAN GOUT ARTRHTRITIS Marhaham, Emah; Setyawati, Nia; avabf, avabf
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.142

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Penyakit asam urat merupakan penimbunan asam urat dalam tubuh dan terjadi kelainan metabolisme purin. Dampak nyeri asam urat yang dapat ditimbulkan adalah menurunnya kualitas hidup penderita karena nyeri sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan penyakit asam urat dapat dilakukan dengan teknik komplementer, salah satunya adalah pemberian kompres hangat ekstrak jahe. Tujuan: Mengetahui efektivitas kompres hangat ekstrak jahe terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia penderita gout arthritis Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-test post-test design, penelitian tinjauan pustaka dengan mengambil sumber dari Google Scholar sesuai kata kunci dan kriteria antara lain jurnal nasional Indonesia yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir , bukan jurnal. keperawatan, jurnal yang dapat diakses dalam bentuk teks lengkap.Hasil: Pemberian kompres hangat ekstrak jahe untuk mengurangi nyeri sendi dilakukan 1 kali dalam waktu 15 menit selama 3-7 hari pada lansia penderita gout arthritis yang mengalami nyeri sedang sampai nyeri ringan/tidak nyeri. Kesimpulan: Pemberian kompres hangat ekstrak jahe efektif mengurangi nyeri sendi pada lansia penderita gout arthtritis. Kata kunci: Kompres Hangat Jahe; Nyeri sendi; Gout arthtritis Abstract Background: Gout arthritis is a build-up of uric acid in the body and purine metabolism abnormalities occur. The impact of gout arthritis pain that can be caused is a decrease in the quality of life of the patient because the pain is greatly disrupted by daily activities. The management of gout arthritis can be done with complementary techniques, one of which is giving warm compresses of ginger extract. Objective: To determine the effectiveness of ginger extracts warm compresses on the intensity of joint pain in the elderly with gouty arthritis. Methods: This research design uses a pre-experimental approach with a one-group pre-test post-test design approach, literature review research by taking sources from Google Scholar according to keywords and criteria including Indonesian national journals, published in the last 5 years, not a journal. nursing care, a journal that can be accessed in full text. Results: Giving warm compresses of ginger extract to reduce joint pain was carried out 1 time within 15 minutes for 3-7 days in elderly gout arthritis who experienced moderate pain to mild pain/no pain. Conclusion: The application of a warm compress of the ginger extract is effective for reducing joint pain in the elderly with gouty arthritis. Keywords: Ginger Warm Compress; Joint Pain; Gout Arthritis; Elderly
Pemberian Terapi Mindfulness Menurunkan Insomnia dan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Dewi, Ni Kadek Windyana; Suardani, Ni Nyoman; Purwaningsih, Ni Komang
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.145

Abstract

Salah satu, gangguan fisik yang paling sering terjadi pada lansia adalah peningkatan tekanan darah atau biasa disebut hipertensi, gejala yang sering dialami pada lansia dengan hipertensi adalah kesulitan tidur atau yang disebut insomnia. Insomnia merupakan suatu keadaan seseorang yang mengalami sulit tidur atau tidur sering terbangun dimalam hari atau terbangun terlalu pagi. Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tekanan darah yang meningkat dan gangguan insomnia yang buruk salah satunya dengan pemberian terapi mindfulness. Terapi Mindfulness merupakan intervensi berdasarkan kesadaran dan relaksasi, praktik mindfulness serta metode relaksasi menghasilkan respons relaksasi. Penilaian insomnia pada penelitian ini menggunakan kuesioner Insomnia Rating Scale (IRS). Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi mindfulness terhadap insomnia dan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Banjar Sengguan Pasekan Desa Sading. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest design dengan jumlah responden sebanyak 20 orang lanjut usia yang mengalami tekanan darah yang meningkat dan gangguan insomnia. Responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan hasil pretest dan posttest . Ada perbedaan yang signifikan pada insomnia lansia sebelum dan sesudah diberikan intervensi terapi mindfulness dengan Z hitung sebesar 4,472 dan nilai p = 0,000 ( p value <0,005). Sedangkan perbedaan yang signifikan pada tekanan darah Pretest-posttest sistolik diberikan intervensi terapi mindfulness dengan Z hitung sebesar 3,974, pada Pretest-posttest d iastolik 3,983. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi mindfulness terhadap insomnia dan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Banjar Sengguan Pasekan Desa Sading.
Pemberian Senam Kegel terhadap Penurunan Derajat Inkontinensia Urin pada Lansia Ni Kadek Silvia Wulandari; dr. I Nyoman Sutresna, M.Kes; Ns. Ni Komang Matalia Gandari, S.Kep, MH; Ns. IGAA Sherlyna Prihandhani, S.Kep., M.Kes
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.154

Abstract

Inkontinensia urin merupakan gangguan dalam berkemih dimana urin keluar tidak dapat terkontrol. Inkontinensia urin dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup lansia. Keadaan ini menimbulkan berbagai masalah medis, sosial maupun ekonomi. Beberapa penatalaksanaan non farmakologis dapat diberikan salah satunya dengan pemberian senam kegel. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian senam kegel terhadap penurunan derajat inkontinensia urin pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Pre-Eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design dengan jumlah sampel 36 orang lansia yang mengalami inkontinensia urin, yang dipilih melalui teknik Purposive Sampling menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan standar operasional prosedur pelaksanaan senam kegel dan International Consultation on Incontinence Questionnaire Short Form (ICIQ-SF). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test untuk membandingkan hasil pretest dan posttest. Ada perbedaan derajat inkontinensia urin sebelum dan setelah pemberian senam kegel dengan nilai Z hitung sebesar -4,284 dan p value = 0,000 yang artinya bahwa p < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian senam kegel terhadap penurunan derajat inkontinensia urin pada lansia di Banjar Samuan Kangin, Desa Carangsari, Kec. Petang Badung. Disarankan agar kedepannya lansia yang mengalami inkontinensia urin menerapkan senam kegel sebagai pengobatan alternatif dalam membantu mengatasi masalah inkontinensia urin.
Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Ni Nyoman Nuri Tri Laksmi; Ni Komang Matalia Gandari; Nyoman Sutresna; I Putu Artha Wijaya
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.155

Abstract

Lansia merupakan kelompok individu yang telah memasuki tahap akhir fase kehidupan, dimana banyak sekali permasalahan yang sering dihadapi para lansia salah satunya adalah menurunnya fungsi kognitif. Fungsi kognitif merupakan proses mental yang memperoleh pengetahuan serta kemampuan kecerdasan yang meliputi aspek yang dikenal dengan domain kognitif yaitu atensi, memori, bahasa, kemampuan visual dan fungsi eksekutif. Lansia dengan menurunnya fungsi kognitif jika tidak segera ditangani akan berdampak pada aktivitas sehari-hari yang tidak normal seperti ketergantungan dan sulit berinteraksi. Salah satu terapi yang dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia adalah terapi memori . Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi memori terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan Design Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang dengan menggunakan teknik Purposive Sampling . Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner MMSE ( Mini Mental Status Examation ). Data dianalisis menggunakan uji Wilxocon Signed Rank Test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi memori dari 38 responden sebagian besar mengalami fungsi kognitif global sedang sebanyak 17 orang (44,7%) dan setelah diberikan terapi memori dari 38 responden sebagian besar mengalami fungsi kognitif global sedang sebanyak 18 orang (47,4%). ). ) meningkat (3,3%). Hasil analisis data diperoleh nilai p value 0,000<0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi memori terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia di Banjar Pengiasan, Desa Mengwi, Kab. Badung. Disarankan agar nantinya lansia yang mengalami masalah penurunan fungsi kognitif dapat melakukan terapi memori sebagai pengobatan alternatif dalam meningkatkan fungsi kognitif.
Aplikasi Modern Dressing pada Pasien Ullkus Diabetikum Wulandari, Tri Suraning; Kurniawait, Ratna; Asriyanto, Luthfy Fauzi
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.156

Abstract

Ulkus diabetikum adalah luka terbuka yang terjadi pada kaki akibat diabetes mellitus yang disebabkan oleh tekanan berulang pada kaki yang disertai adanya neuropati perifer, kelainan bentuk kaki, perkembangan infeksi yang mempersulit penyembuhan akibat berkurangnya sirkulasi arteri. Dampak ulkus apabila tidak ditangani dengan tepat akan menjadi lama sembuh dan berdampak besar terhadap morbiditas, mortalitas dan kualitas hidup pasien diabetes mellitus. Masalah keperawatan yang muncul pada pasien salah satunya adalah kerusakan integritas kulit yang merupakan kerusakan pada epidermis dan dermis. Penelitian ini bertujuan membuktikan efektifitas perawatan luka dengan modern dressing dalam memperbaiki integritas kulit. Metode penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (One Group Pretest posttest) dengan metode purposive sampling. Jumlah responden 10 dengan kriteria inklusi pasien diabetes melitus yang mempunyai luka stadium 1-4, usia 30-70 tahun, kesadaran compos mentis, dapat berkomunikasi dengan baik. Hasil penelitian didapatkan bahwa aplikasi modern dressing dapat memperbaiki integritas kulit antara lain peningkatan (perfusi jaringan, hidrasi), penurunan (kerusakan jaringan, kerusakan lapisan kulit, nyeri, perdarahan, kemerahan, hematoma, nekrosis) dan membaik (sensasi, suhu kulit). Kesimpulan terdapat penurunan total scoring pengkajian luka, sehingga terjadi perbaikan integritas kulit
Penerapan Pendidikan Kesehatan Untuk Mengatasi Masalah Utama Defisit Pengetahuan Pada Pasien Kejang Demam Astuti, Wahyu Tri; Hastuti, Tulus Puji; Khusniyadi, Nida
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.159

Abstract

Kejang demam adalah bangkitan kejang pada anak berumur 6 bulan sampai 5 tahun yang mengalami kenaikan suhu tubuh diatas 38°C, menyebabkan kerusakan sel otak karena aliran darah pada otak tidak lancar. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya orang tua dalam penanganan kejang demam diantaranya adalah pengetahuan, kemampuan orang tua dalam penanganan kejang demam harus didasari pengetahuan yang benar tentang kejang demam. Tingkat pengetahuan orang tua juga dipengaruhi kurangnya informasi yang diterima oleh orang tua. Tujuan : menggambarkan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan pada pasien kejang demam. Metode : deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian 2 pasien menggunakan non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling pada pasien paska kejang demam di Ruang Aster 6 Rumah Sakit Umum Tidar Kota Magelang, instrumen digunakan SAP kejang demam, format pengkajian asuhan keperawatan, dan format penilaian tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu tentang kejang demam. Hasil : kedua responden memenuhi kriteria inklusi untuk dijadikan subjek studi kasus, pengkajian keperawatan didapatkan hasil pada pasien ibu An. M menanyakan masalah yang dihadapi An. M, belum mengetahui tentang cara penanganan kejang demam demam, dan pada pasien ibu An. F tidak mengetahui penyebab dari kejang demam dan cara penanganan kejang demam. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Kondisi sebelum pelaksanaan tindakan pada ibu An. M dan ibu An. F didapatkan tingkat pengetahuan ibu An. M 50% (kurang) dan ibu An. F didapatkan tingkat pengetahuan 25% (kurang). Pelaksanaan tindakan berdasarkan perencanaan keperawatan yaitu edukasi kesehatan dengan penerapan pendidikan kesehatan. Simpulan : Kondisi setelah pelaksanaan pada ibu An. M dan ibu An. F didapatkan hasil mengalami tingkat pengetahuan meningakat, ibu An. M dari tingkat pengetahuan 50% menjadi 86% dan ibu An. F dari tingkat pengetahuan 25% menjadi 73%.