cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 153 Documents
SENAM LANSIA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Susanti, Evy Tri; Siswanto, Siswanto; Nurhayati, Nurhayati; Egytama, Muhammad Octavian
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.119

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg, merupakan penyakit multifaktorial yang muncul karena interaksi berbagai faktor. Usia lanjut terjadi peningkatan resistensi perifer dan aktivitas simpatik. dinding arteri akan mengalami penebalan oleh adanya penumpukan zat kolagen pada lapisan otot, sehingga pembuluh darah akan berangsur-angsur menyempit menjadi kaku Konsekuensinya kemampuan aorta dan arteri besar dalam mengantar volume darah yang dipompa oleh jantung dapat menurun yang mengakibatkan penurunan curah jantung dan peningkatan tahanan perifer, tekanan di dalam pembuluh darah juga dapat menyebabkan darah bocor keluar ke otak yang menyebabkan terjadinya stroke, gagal ginjal, kebutaan, pecahnya pembuluh darah dan gangguan kognitif. Tujuan : mengetahui hubungan senam lansia terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi di BKL Kadang Wredho Kelurahan Kramat Selatan Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang. Metode : Rancangan quasi eksperimen, dengan one group pre posttest without control, sampel yang digunakan adalah 30 responden, pada bulan September hingga Oktober 2022, di BKL Kadang Wredho Kelurahan Kramat Selatan Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang, alat yang digunakan adalah tensimeter digital, lembar observasi dan SOP senam lansia. Hasil : Karakteristik usia 55-60 tahun 17 orang (56,7%), jenis kelamin perempuan 20 orang (66,7%), pendidikan SLTA 22 orang (73.4%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga 11 orang (36,7%) dan pensiunan 11 orang (36,7%), status perkawinan menikah 27 orang (90%), tekanan sistolik rata-rata sebelum senam 153,17 mmHg dan setelah senam 150, 33 mmHg, tekanan diastolik sebelum senam 89,90 mmHg dan setelah senam 89,83 mmHg. Berdasarkan hasil analisa uji t-test paired dengan taraf signifikan 0,05 didapatkan p value : 0,032. Simpulan : Hasil analisa dapat disimpulkan bahwa senam lansia efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi di BKL Kadang Wredho Kelurahan Kramat Selatan Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang. Kata kunci : Hipertensi, senam lanisa, tekanan darah
SENAM ERGONOMIK DENGAN PERUBAHAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA GOUT ATHTRITIS Marhamah, Emah; Rusminah, Rusminah; Sochibah, Nurush; Fuady, Asiq'atul
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.120

Abstract

Latar Belakang: Gout artritis merupakan terjadinya penumpukan asam urat dalam tubuh dan terjadi kelainan metabolisme purin. Tingginya kadar asam urat dalam tubuh jika tidak segera ditangani dalam jangka waktu lama maka akan menimbulkan komplikasi. Senam ergonomik merupakan kombinasi gerakan otot dan teknik pernafasan. Teknik pernafasan tersebut mampu membuka sumbatan dan memperlancar aliran darah ke jantung dan aliran darah ke seluruh tubuh. Sehingga memperlancar pengangkatan sisa pembakaran seperti asam urat oleh plasma darah dari sel ke ginjal dan usus besar. Tujuan : Mengetahui hubungan senam ergonomik terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia dengan gout artritis di BKL Kadang Wredho Kelurahan Kramat Selatan Magelang Utara. Metode: Jenis penelitian quasy eksperiment dengan pendekatan one group pre posttest without control. Sampel peserta senam ergonomik BKL Kadang Wredho sebanyak 30 orang. Analisa data yang digunakan adalah uji t-test paired. Hasil: sebelum melakukan senam ergonomik, persentase terbesar kadar asam urat tinggi yaitu 6,2 - 15,6 mg/dl sebanyak 25 responden (83,3%). Setelah melakukan senam ergonomik sebanyak 1x dalam sebulan, asam urat menurun 4,1 - 13,3 mg/dl dari 25 responden menjadi 16 responden (53,3%). Hasil analisa uji t-test paired dengan taraf signifikan 0,05 didapatkan nilai t hitung sebesar 4,643. p value : 0,000 Nilai tersebut berada di daerah penerimaan H1 (t tabel=1,69). Simpulan: Senam ergonomis sangat efektif untuk menurunkan kadar asam urat pada lansia gout athritis di BKL Kadang Wredho Kramat Selatan Magelang Utara. penelitian selanjutnya dapat meneliti ketika peserta melakukan setiap hari 15-20 menit dan menganalisa faktor-faktor lain disamping melakukan latihan senam ergonomik. Kata Kunci: Gout artritis; kadar asam urat; senam ergonomik
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (Continuity Of Care) PADA NY. SDR 27 Th G1P0A0 DI PMB NUR FAIZAH JEPARA Setyaningsih, Faridha; Dini, Putri Rahma; Astini, Astini
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.121

Abstract

Abstrak Kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masa yang rentang dialami wanita. karena dalam prosesnya terdapat beberapa kemungkinan atau suatu keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan bayi baru lahir bahkan bisa menyebabkan terjadinya suatu kematian. Indikator kesehatan ibu dan bayi salah satunya dengan menurunnya kematian ibu dan bayi, untuk itu perlu adanya perawatan yang berkelanjutan yang dilakukan pada setiap wanita. Asuhan kebidanan continuity of care (COC) merupakan salah satu cara untuk dapat memberikan perawatan serta melakukan pedokumentasian berkelanjutan untuk mengurangi komplikasi yang terjadi. Tujuan Penelitian menerapkan manajemen asuhan kebidanan pada ibu secara continuity of care (COC). Metode; Jenis penelitian deskriptif dengan menggambarkan metode studi kasus secara COC. Hasil; Asuhan kehamilan dilakukan sesuai standar asuhan 10 T pelayanan ANC, penatalaksanaan nyeri punggung menggunakan massage effleurage. Proses persalinan menerapkan asuhan persalinan normal, penatalaksanaan nyeri kala I dilakukan dengan Shake The Apple. Asuhan pada neonatus dilakukan sebanyak 3 kali, tidak ditemukan adanya tanda bahaya. Asuhan pada masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali, tidak ditemukan adanya tanda bahaya dan penyulit, mengurangi nyeri perineum dengan mengajarkan cold terapi. Pada kunjungan nifas terakhir, dilakukan pelayanan asuhan KB Implant. Hasil asuhan kebidanan COC mampu menghantarkan ibu dan bayi dalam kondisi sehat dan tanpa komplikasi Kata Kunci: Asuhan kebidanan; continuity of care; Kehamilan; Persalinan; Nifas; Neonatus
TINGGI BADAN ORANG TUA DAN TINGGI BADAN ANAK TIDAK MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING Purnamasari, Ika; Raharyani, Anisa Ell
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.124

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Stunting atau perawakan pendek pada anak seringkali dihubungkan dengan tinggi badan orang tuanya dan tidak hanya berhubungan dengan pemenuhan gizi. Dampak stunting dapat terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa faktor yang berhubungan atau berpengaruh terhadap stunting sudah banyak diteliti, diantaranya dari faktor internal termasuk tinggi badan orang tua. Tinggi badan orang tua diperkirakan berpengaruh terhadap stunting yang berhubungan dengan perkembangan masa intrauterine. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tinggi badan orang tua berhubungan dengan tinggi badan anak stunting. Metode: penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah balita stunting dan orang tua balita. Sampel berjumlah 60 balita dan orang tuanya. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner untuk mengetahui tinggi badan ayah dan tinggi badan ibu, tinggi badan anak diukur secara langsung pada saat kegiatan posyandu. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tinggi badan ayah adalah 162,63 ± 6,14. Adapun rata-rata tinggi badan ibu 151,28 ± 4,47. Analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi spearman’s menunjukkan nilai p=0,814 dan r =-0,031 pada analisis tinggi badan ibu dan pada tinggi badan ayah didapatkan nilai p=0,707 dan nilai r=0,050. Dengan demikian tidak ada ada hubungan bermakna antara tinggi badan ayah ataupun tinggi badan ibu terhadap tinggi badan anak stunting. Kata Kunci: Stunting; Tinggi Badan Ayah; Tinggi Badan Ibu Abstract Background: Stunting or short stature in children is often related to the height of their parents and not only related to nutritional needs. The impact of stunting can occur in the short term or long term. Several factors that are related or influence stunting have been widely studied, including internal factors including parental height. Parents' height is thought to have an effect on stunting associated with intrauterine development. Purpose: This study aims to determine whether parents' height is related to the height of stunted children. Methods: quantitative correlation research with a cross sectional approach. The population is stunting toddlers and parents of toddlers. The sample is 60 toddlers and their parents. Data collection was carried out by filling out a questionnaire to determine the father's height and the mother's height. The child's height was measured directly during posyandu activities. The results showed that the average father's height was 162.63 ± 6.14. The average mother's height was 151.28 ± 4.47. Bivariate analysis using the Spearman's correlation test showed a value of p = 0.814 and r = -0.031 in the analysis of the mother's height and the value of p = 0.707 and r = 0.050 for the father's height. Thus there is no significant relationship between the father's height or the mother's height on the stunted child's height. Keywords: Maternal Height; Paternal Height; Stunting
PENGARUH MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP KECEMASAN PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA BIRU Firmawati, Firmawati; Nurliah, Nurliah; Hasan, Tri Amaliya
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.126

Abstract

Hipertensi penyebab utama kematian di seluruh dunia yang disebut sebagai the silent killer sehingga mengharuskan penderita hipertensi menjalani pengobatan dalam jangka waktu yang lama untuk mengontrol salah satu gejalanya yaitu peningkatan tekanan darah dan semakin banyaknya obat yang dikonsumsi ini menyebabkan penderita tersebut dapat mengalami masalah mental, dalam hal ini kecemasan. Masalah kecemasan pada penderita hipertensi apabila tidak segera diatasi dapat menyebabkan seseorang berisiko mengalami gangguan jiwa akibat penyakit kronis tersebut. Untuk itu, dibutuhkan penanganan yang dapat mengatasi masalah kecemasan pada penderita hipertensi dengan terapi murottal Al-Qur’an yang juga dapat menurunkan tekanan darah penderita hiperternsi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru. Desain penelitian pra-eksperimental dengan one group pre post test design, populasi seluruh penderita hipertensi sejumlah 58 orang, jumlah sampel 25 orang menggunakan tekhnik sampling purposive sampling dalam penelitian ini. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tingkat kecemasan sebelum murottal Al-Qur’an adalah 13,09 dengan standar deviasi 1,305 dan rata-rata tingkat kecemasan setelah murottal Al-Qur’an adalah 12,20 dengan standar deviasi 1,201. Rata-rata tekanan darah sebelum murottal Al-Qur’an adalah 147/99 mmHg dengan standar deviasi 5,424 dan rata-rata tekanan darah setelah murottal Al-Qur’an adalah 137/95 mmHg dengan standar deviasi 4,566, serta diperoleh p-value 0,000 (<α 0,05). Dapat disimpulkan ada pengaruh murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru. Kata Kunci: Kecemasan; Hipertensi; Murottal Al-Qur’an
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN PENGGUNAAN HOTPACK UNTUK MENURUNKAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN DIAGNOSA MEDIS DEMAM THYPOID DI RUANG PERAWATAN ANAK RSUD PROF. DR. H. ALOEI SABOE, KOTA GORONTALO Piola, Wiwi Susanti; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Sudirman, Andi Akifa; Suleman Tute, Delvi Mayorina
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.127

Abstract

Demam Typhoid merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran cerna dengan gejala demam satu minggu atau lebih. Demam atau suhu tubuh yang tinggi dapat di turunkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara kompres air hangat untuk menurunkan suhu tubuh. Salah satu diagnosa dari demam thypoid yakni hipertermi. Hipertermia adalah suhu tubuh meningkat di atas rentang normal tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada anak yang mengalami demam thypoid dengan fokus kasus penanganan hipertermia dengan pemberian hotpack terhadap penurunan suhu tubuh. Metode penelitian yang di lakukan yaitu kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada 2 orang anak dengan diagnosa medis demam thypoid yang dirawat di ruang perawatan anak RSUD. Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan hotpack dapat berpengaruh menurunkan suhu tubuh pada anak dengan demam thypoid.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT OAT PADA PASIEN TBC DI UPT PUSKESMAS KECAMATAN PALELEH KABUPATEN BUOL Puluhulawa, Nikmawati; Syukur, Sabirin B.; Sappe, Pebriani RL
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.129

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang besar di dunia WHO dengan Negara-Negara yang tergabung di dalamnya termasuk Indonesia mengupayakan untuk mengurangi penyakit TB Paru. Ketidakpatuhan pasien TB dalam menjalani pengobatan menyebabkan tingkat kesembuhan rendah dan juga angka kematian meningkat, salah satu faktor yang berhungan dengan kepatuhan minum obat yaitu adanya dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk meganalisis dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat OAT pada pasien TBC. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 40 penderita TBC dengan menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 40 orang. Hasil penelitian dukungan keluarga tertinggi yaitu dukungan keluarga baik sebanyak 20 orang dengan kepatuhan minum obat OAT yang tertinggi yaitu kepatuhan tinggi sebanyak 21 orang, nilai pValue = 0.000<0.05. Kesimpulan terdapat hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat OAT pada pasien TBC di UPT Puskesmas Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol. Saran diharapkan menjadi masukan untuk pihak UPT Puskesmas Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol dan juga keluarga serta masyarakat secara luas dalam meningkatkan tingkat kepatuhan pada penderita TBC.
GAMBARAN STRES PENGASUHAN IBU BAYI PREMATUR DI RUANG PERAWATAN INTENSIF NEONATUS Alviyanti, Nanda Prastika; Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.130

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Perawatan bayi prematur di ruang perawatan bayi risiko tinggi dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) merupakan pengalaman yang penuh tantangan dan stres bagi orangtua terutama ibu. Keterbatasan interaksi ibu dengan bayi menjadi faktor penyebab stres yang signifikan. Gambara tingkat stres ibu penting untuk menentukan intervensi keterlibatan ibu dalam perawatan bayi di ruang rawat intensif neonatus. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran stres pengasuhan ibu bayi prematur di ruang rawat intensif neonatus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 94 ibu bayi prematur di RS PKU Muhammadiyah Gombong, yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Parental Stressor Scale: Neonatal Intensive Care Unit (PSS: NICU), dengan uji statistik menggunakan Descriptive Statistics Frequencies. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan usia Ibu rata-rata 36,59 tahun, sebagain besar ibu berpendidikan SMA (57,4%), usia gestasi ibu rata-rata 30,73 minggu, rata-rata berat bayi lahir 1583,37 gram, sebagai besar jenis kelamin bayi laki-laki (52,1%). Tingkat stres pengasuhan ibu bayi prematur rata-rata 98,95, dengan hasil paling besar pada subskala hubungan dan peran sebagai orangtua dengan nilai rata-rata didapatkan 29,01 (29%). Kesimpulan: Ibu mengalami stres saat bayi dirawat di ruang perawatan bayi risiko tinggi dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan sumber stres paling besar adalah hubungan dan perubahan orangtua. Kata kunci: Bayi Prematur; NICU; Stres Pengasuhan Ibu ABSTRACT Background: Caring for premature babies in the high risk baby care unit and Neonatal Intensive Care Unit (NICU) is an experience full of challenges and stress for parents, especially mothers. Limited interaction between mother and baby is a significant stress factor. A description of the mother's stress level is important for determining interventions for maternal involvement in baby care in the neonatal intensive care unit. Objective:. To determine the stressful picture of maternal care of premature babies in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Methods: This study employed a descriptive quantitative research design with a cross-sectional approach. The sample size consisted of 94 mothers of premature babies, selected through purposive sampling. The instrument utilized was the Parental Stressor Scale: Neonatal Intensive Care Unit (PSS: NICU) questionnaire and descriptive statistics frequencies were employed for statistical analysis. Result: The study showed that the average maternal age was 37.32, with a majority having a high school/vocational education (57.4%). The average maternal gestational age was 30.73 weeks, and the average infant birth weight was 1583.37 grams. Male babies accounted for 52.1% of the sample. The average maternal stress level in caring for premature infants was 98.95. The results indicated that the relationship subscale and parental role were the main sources of maternal stress, with an average value of 29.01 (29%). Conclusion: This study found that relationships and parental changes were the highest sources of stress compared to the baby's appearance and behavior, as well as sights and sounds. Keywords: Premature infants, NICU, maternal stress
KEPATUHAN MINUM TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Astuti, Wahyu Tri; Rianawaty, Ida; Susanti, Evy Tri; Egytama, Muhammad Octafian
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.131

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Penyebab anemia pada remaja putri salah satunya menstruasi yang bisa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja. Volume darah yamg keluar saat menstruasi mengakibatkan kehilangan zat besi sebanyak 12-15 mg per bulan atau 0,4-0,5 mg per hari. Pada saat menstruasi wanita tidak hanya mengalami kehilangan zat besi tetapi juga mengalami kehilangan basal, jadi bila ditotal wanita perhari mengalami kehilangan zat besi sebanyak 1,25 mg. Volume darah yang keluar setiap bulannya berkisar 30-50 cc. Kondisi tersebut menyebabkan wanita mengalami anemia. Anemia ditandai dengan rendahnya konsentrasihemoglobin (Hb) atau hematokrit dari nilai ambang batas yang disebabkan oleh rendahnya produksi sel darah merah (eritrosit) dan Hb, meningkatnya kerusakan eritrosit atau kehilangan darah yang berlebihan. Tujuan: Untuk mengetahui kepatuhan minum Tablet Fe terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 123 siswi, yang diambil secara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Kepatuhan Minum tablet Fe dan tes Hb, dengan uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 106 siswi tidak patuh minum tablet Fe dan yang mengalami anemia sebanyak 66 siswi, dengan nilai p-value 0,036 (<0,05) dengan POR : 3.025. Kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada siswi kelas 9 di SMP Negeri I Magelang dan siswi yang tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe mempunyai kemungkinan 3 kali mengalami anemia dibandingkan siswi yang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe. Kata kunci : Anemia, tablet Fe, remaja Abstrack Background: Background: One of the causes of anemia in teenage girls is menstruation which can occur between the ages of 10-16 years or during early adolescence. The volume of blood lost during menstruation results in iron loss of 12-15 mg per month or 0.4-0.5 mg per day. During menstruation, women not only experience iron loss but also experience basal loss, so in total women experience iron loss per day of 1.25 mg. The volume of blood that comes out every month is around 30-50 cc. This condition causes women to experience anemia. Anemia is characterized by a low concentration of hemoglobin (Hb) or hematocrit from the threshold value caused by low production of red blood cells (erythrocytes) and Hb, increased erythrocyte damage or excessive blood loss. Objective: To determine compliance with taking Fe tablets on the incidence of anemia in adolescent girls. Method: This research is a descriptive quantitative research with a cross sectional approach. The number of samples in this study was 123 female students, taken by total sampling. The instruments used were the Adherence to Taking Fe tablets questionnaire and the Hb test, with statistical tests using Chi Square. Results: The results of this study showed that 106 female students did not comply with taking Fe tablets and 66 female students experienced anemia, with a p-value of 0.036 (<0.05) with a POR: 3.025. Conclusion: there is a significant relationship between adherence to consuming Fe tablets and the incidence of anemia in grade 9 female students at SMP Negeri I Magelang and female students who are not compliant in consuming Fe tablets are 3 times more likely to experience anemia than female students who are compliant in consuming Fe tablets. Keywords: Anemia, Fe tablets, teenagers
KECANDUAN GAME ONLINE TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA Rusminah, Rusminah; Siswanto, Siswanto; Ferdiansyah, Akbar
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.134

Abstract

Abstrak Kecanduan game online adalah penggunaan internet terus-menerus, berulang bermain game sehingga merusak hubungan kehidupan nyata, yang bersangkutan tidak mampu mengendalikan dan menghentikannya. Game yang banyak disukai adalah versi permainan kekerasan misal PUBG. Bermain terus–menerus pemain menghayati peran kekerasan pada akhirnya menginternalisasi perilaku kekerasan dalam dirinya. Tujuan: Untuk menganalisis tingkat kecanduan dan jenis game online yang berdampak pada perilaku agresif remaja pemain game online. Metode:Deskriptif analitik dengan pendekatan studi literatur review dari penelitian tentang pengaruh kecanduan game online terhadap perilaku agresif pada remaja. Sampel penelitian sesuai kriteria inklusi dan eklusi yang dipilih dengan tehnik total sampling. Hasil: Populasi remaja berusia 13 – 18 tahun rentan mengalami perilaku agresif dengan jenis permainan versi kekerasan, pertarungan; bentuk kekerasan yang paling ringan ditampilkan remaja adalah agresivitas verbal seperti berteriak keras, berkata kasar. Kata kunci: Kecanduan Game Online, Perilaku Agresifitas. Abstract Online game addiction is the countinous, repeated use of the internet to play games so that it destroys the relationship with real life, takes up a lot of time, the person is unable to control or stop it. The most popular games are versions of violent games such as PUBG. Playing continuously makes the players live the role of violence which ultimately internalizes violent behavior within them. Objective: This study aims to analyze the level of addiction and types of online games that have an impact on aggressive behavior in adolescent online game players. Methods: This research is an analytical descriptive study with a literature review approach from previous studies on the influence of online game addiction on aggressive behavior in adolescents. The sample used was 3 research journals according to the inclusion and exclusion criteria selected by total sampling technique. Results: The population of adolescents aged 13 - 18 years is prone to experience aggressive behavior with the type of game version of violence, fighting; form of violence displayed by adolescents is verbal aggressiveness such as shouting loudly, saying rude things. Keywords: Aggressive Behavior, Online Game Addiction.

Page 11 of 16 | Total Record : 153