cover
Contact Name
Novi Anoegrajekti
Contact Email
arif.jurnal@unj.ac.id
Phone
+6281584654042
Journal Mail Official
arif.jurnal@unj.ac.id
Editorial Address
Jl. Rawamangun Muka Barat No.11, RT.9/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
ISSN : 28303296     EISSN : 28078608     DOI : https://doi.org/10.21009/Arif.031
Jurnal ARIF bertujuan menyediakan ruang publikasi bagi peneliti bidang humaniora dalam konteks budaya Indonesia. Publikasi difokuskan pada kajian budaya, sastra, dan kearifan lokal yang meliputi bidang sosial, seni, bahasa, politik, ritual, tradisi lisan, mitos, dan identitas kelolakan Nusantara. Publikasi sebagai media komunikasi dan internalisasi nilai untuk menumbuhkan pemahaman, penghayatan, dan pemilikan bersama. Internalisasi nilai menjadi ruang bertumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mempertahankan, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai budaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan harmoni sosial
Articles 100 Documents
Eksistensi Puisi dan Kekontemporerannya sebagai Perintis Sastra Indonesia Wahyudi, Ibnu
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2023): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.022.01

Abstract

Artikel ini membahas puisi dan peranannya sebagai penanda awal keberadaan sastra Indonesia. Tradisi penelitian sastra di Indonesia, khususnya berkenaan dengan populasi dan identitas, masih kurang mendapatkan perhatian. Sebagai akibatnya, dalam konteks sejarah sastra Indonesia, terjadi pengulangan terhadap pernyataan peneliti terdahulu karena para penulis sejarah sastra pada umumnya tidak mendasarkan pandangan pada keberadaan karya sastra. Sementara itu, peta sastra Indonesia memang masih banyak rumpangnya. Sumber data penelitian ini adalah buku-buku karya sastra, khususnya puisi yang dipublikasi pada abad ke-19. Analisis dan pemaknaan data dilakukan secara kronologis, tematik, dan kontekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi puisi yang mendominasi kehidupan sastra dan keberadaannya menguatkan identitas dan perannya sebagai perintis sastra Indonesia. Ekspresi bahasa, bentuk, dan isi menunjukkan bahwa puisi-puisi yang terbit pada abad ke-19 menunjukkan kekontemporeran kehidupan sehari-hari yang dinyatakan sesuai dengan zamannya.
Sekar Pambayun dan Raden Rangga: Representasi Budaya Keagrarisan dan Kemaritiman Susanti, Theresia Nia; Wicaksono, Yoga Pradana; Macaryus, Sudartomo
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2023): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.022.02

Abstract

Artikel ini bertujuan mengeksplorasi representasi budaya keagrarisan dan kemaritiman yang ditampakkan pada tokoh Sekar Pambayun dan Raden Rangga dalam novel Sihir Pambayun (SP) karya Joko Santosa. Novel tersebut sebagai sumber data primer. Data berupa rangkaian peristiwa dengan konteksnya masing-masing dihimpun melalui pembacaan. Data pendukung diperoleh melalui studi pustaka berupa artikel, berita, seni pertunjukan, dan memori kolektif masyarakat Mangir. Analisis data dilakukan secara terus-menerus sejak tahap penyediaan data dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Identifikasi dilakukan dengan menempatkan setiap data yang menunjukkan ciri atau berkaitan dengan budaya keagrarisan dan kemaritiman yang sekaligus sebagai dasar klasifikasi data. Interpretasi data dilakukan secara kontekstual dengan menempatkan setiap data sebagai bagian dari keseluruhan dan hubungan antardata secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekar Pambayun merepresentasikan budaya keagrarisan dalam relasinya dengan keluarga, mitra, dan lawannya. Raden Rangga merepresentasikan budaya kemaritiman dengan kembalinya ke pangkuan ibundanya Kanjeng Ratu Kidul dan menyatu dengan laut dan menjauhi darat.
Posisi dan Strategi Abdullah bin Muhammad Al-Misri dalam Arena Sastra Melayu Klasik Upartini, Diyah Prilly
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2023): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.022.08

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena kepengarangan Abdullah bin Muhammad al-Misri, salah satu pengarang Melayu di Hindia Belanda yang tidak disebutkan dalam buku-buku klasik tentang sejarah kesusastraan Melayu karangan Winstedt, Hooykaas, Liaw Yock Fang, Teuku Iskandar, serta Vladimir Braginsky. Karangan-karangan Abdullah al-Misri sedikit banyak telah terpengaruh Eropa dan menunjukkan periode modern pada masa itu. Dengan menggunakan arena produksi kultural Bourdieu, penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan jawaban atas permasalahan (1) struktur arena kekuasaan dan arena sastra Melayu klasik, dan (2) trajektori dan akumulasi modal Abdullah al-Misri dalam perebutan posisi dan legitimasi dalam arena kesusastraan Melayu klasik. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa terdapat ruang-ruang kemungkinan di dalam kesusastraan Melayu klasik yang memengaruhi struktur arena sastra Melayu klasik. Ruang-ruang kemungkinan tersebut dipengaruhi oleh struktur arena kekuasaan Melayu yang menutup kemungkinan ruang kompetisi bagi berbagai agen dengan strategi yang berbeda dari ruang-ruang kemungkinan yang telah ada.
Kritik Kemanusiaan: Menghayati Novel Perempuan Bersampur Merah, Memaknai Kasus Pembantaian Dukun Santet di Banyuwangi Saputra, Heru S.P.
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2023): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.022.05

Abstract

Artikel ini bertujuan mendiskusikan dimensi sosiologis novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru, khususnya terkait kritik kemanusiaan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Hasil kajian menunjukkan bahwa karya fiksi ini mengingatkan kembali memori kehidupan sosial dan budaya terkait pembantaian dukun santet tahun 1998 di Banyuwangi, berupa mediasi estetis dengan mengaktifkan memori historis, baik individu maupun kelompok yang mengalaminya secara langsung atau tidak langsung. Pengarang mengemas narasi dengan budaya lokal, termasuk berbagai tradisi seperti tradisi Gredhoan, ritual Kebo-keboan, hingga tari Gandrung, serta penggunaan selingan bahasa Using. Dalam novel ini, intensi pengarang dapat ditafsirkan sebagai bentuk perlawanan terhadap kasus pembantaian yang lebih didasari oleh prasangka. Ideologi pengarang dapat dimaknai sebagai gugatan terhadap penegakan hukum dan hak asasi manusia. Melalui novel ini, pengarang melakukan kritik kemanusiaan, bahwa pembantaian dukun merupakan perilaku anti-kemanusiaan.
Diskursus Keindonesiaan dalam Tonil “Rahasia Kelimutu” Karya Bung Karno: Alih Wahana dari Mitos Danau Kelimutu Banda, Maria Matildis
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2023): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.022.03

Abstract

Penelitian tentang diskursus keindonesiaan ini digali dari tonil “Rahasia Kelimutu” (RK) karya Bung Karno (1934–1938). RK ditulis berdasarkan alihwahana mitos-mitos Danau Kelimutu sebagai kampung arwah. Masalah yang dibahas: mitos Danau Kelimutu, rangkaian dramatik RK, dan diskursus keindonesiaan. Melalui pendekatan antropologi sastra, penggalian data pustaka dan data lapangan, penelitian dilakukan demi mendapatkan gambaran tentang diskursus keindonesiaan. Penelitian ini menggunakan teori mitos Rolland Barthes, lima langkah rangkaian dramatik Frey Tag, dan kajian wacana kritis Fairclough. Hasilnya menjelaskan bahwa mitos Danau Kelimutu dipercaya dengan adanya ritual pati ka (memberi makan kepada leluhur) setiap tahun. Rangkaian dramatik RK diungkapkan dalam tiga langkah pembukaan, penanjakan, dan klimaks untuk puncak cerita, peleraian, dan solusi. Diskurus keindonesiaan dijelaskan dalam ungkapan “dimana tanah dipijak di situ langit dijunjung”, hubungan antartokoh dengan berbagai latar belakang budaya dan agama, serta wawasan kebangsaan yang diperjuangkan Bung Karno bagi kemerdekaan Indonesia.
Media in the Cultural Dissemination: A Study of Cultural Filming on YouTube Irsyadi, Achmad Naufal; Madamidola, Oladele
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2023): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.022.07

Abstract

Media played a role in the dissemination of all kinds of information quickly and thoroughly, especially disseminating cultural information in order to maintain the value of culture. We studied and reviewed the potential of YouTube as a visual medium in disseminating the forms and values ​​of culture. We used Denis McQuail's theory of mass communication in the field of new media theory. In our assumption, YouTube has visual-ideological compatibility in presenting a number of cultural portraits whose elements and values ​​can be listened to, identified, and internalized by the audience as something useful and valuable. Thus, there were at least two things that could be obtained from a culture broadcast on new media, namely (a) elements and values ​​of a culture could be spread to the public and serve as useful values ​​for life, and (b) elements and values of a culture could be maintained.
Reimajinasi Pasca-Indonesia: Merefleksikan Ulang Keindonesiaan dalam Novel Burung-Burung Rantau Karya Y.B. Mangunwijaya Taufiq, Akhmad
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2023): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.022.06

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan reimajinasi pasca-Indonesia dalam novel Burung-burung Rantau karya Y.B. Mangunwijaya. Dengan fokus pada tiga kajian utama, yakni transformasi manusia Indonesia, konstruksi imajinasi nasional, dan reimajinasi pasca-Indonesia, kajian ini diharapkan mampu menemukan cara pandang dan sikap baru dalam konteks Indonesiaan di tengah tata dunia global yang sedang berubah. Dengan metode kualitatif-interpretatif-reflektif, kajian ini dirancang untuk membaca, memaknai, menafsirkan, dan sekaligus merefleksikan data berupa kata, kalimat, dan paragraf dalam novel Burung-burung Rantau karya Y.B. Mangunwijaya. Berdasarkan hal tersebut, hasil dari kajian ini menyatakan bahwa dalam konteks transformasi manusia Indonesia, konstruksi imajinatif nasional, dan reimajinasi pasca-Indonesia dibutuhkan kemampuan untuk membaca, memaknai, dan memproyeksikan keindonesiaan di tengah tata dunia global yang sedang berubah. Implikasi kajian ini memperkaya secara akademis dan menghadirkan cara pandang baru terhadap realitas keindonesiaan, sedangkan secara praktis berpotensi membangun kesadaran berideologi dan bersikap di tengah tata dunia global yang sedang berlangsung tersebut.
Membaca Praktik Pengelolaan Tari Topeng Lengger Wanasaban: Antara Aset dan Industri Budaya Alaudin, Faris
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2023): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.022.09

Abstract

Tari topeng lengger, yang berkembang di wilayah geografi budaya Wonosobo, sintas sebagai pertunjukan seni tradisi yang populer. Menjamurnya grup kesenian topeng lengger di Wonosobo menjadikan daya saing mereka dalam berebut pasar makin ketat saja. Grup Kesenian Rukun Putri Budhaya, yang menjadi patron kesenian topeng lengger di Wonosobo, tidak luput dari arus dinamika seni tradisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat praktik pengelolaan tari topeng lengger grup kesenian Rukun Putri Budhaya dalam menegosiasi pasar. Metode etnografi dan pendekatan kajian tradisi lisan digunakan sebagai kacamata dalam menganalisis praktik pengelolaan topeng lengger sebagai modal budaya oleh Rukun Putri Budhaya. Sebagai hasil, Rukun Putri Budhaya menjadikan tari topeng lengger sebagai aset budaya sekaligus industri budaya. Melalui Sanggar Ciptaning, Rukun Putri Budhaya hadir untuk menyebarluaskan tradisi topeng lengger sebagai aset budaya. Selain itu, lewat gelaran wisuda lengger, Rukun Putri Budhaya mengomodifikasi topeng lengger untuk dikomersialisasikan.
Religious Hybridity of Asian Diaspora: A Postcolonial Criticism on The Buddha of Suburbia and Anita and Me Fajar, Yusri
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2023): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.022.10

Abstract

This article investigated the negotiation of Islamic and Hindu beliefs held by South Asian immigrants in British society, which resulted in religious hybridity as depicted in two diasporic fictions, The Buddha of Suburbia by Hanif Kureishi and Anita and Me by Meera Syal. This was a qualitative study. Data was collected through document studies of the two novels. The data were then analyzed using content analysis techniques in conjunction with cultural hybridity theory. The findings indicated that the religious practices of the British Asian diaspora were ambiguous. On the one hand, they continued to practice Islam and Hinduism, while on the other, they attempted to reconcile their religious beliefs with the religious, social, and cultural aspects of British society.
Merasa Asing dan Salah Tempat: Fenomena Uncanny dalam Novel Rubber Karya Madelon Syekely Lulofs Sudibyo
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2023): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.022.04

Abstract

Life on plantations in the first half of the 20th century, which was autonomous, gave a great freedom to the planters. They worked on the plantations almost without any interferences from the colonial government in Batavia. Everything related to the plantation companies was the initiative and policy of the planters themselves. However, the difference between reality and what they dreamed of before when they were still in the Netherlands eventually led to various uncanny phenomena such as feeling alienated, odd, and displaced. This paper aimed to reveal these various phenomena in Rubber's novel by using Homi K. Bhabha's postcolonialism theory which drew inspiration from Freud's psychoanalytic theory of unheimlich. The method used was the close reading method with the poststructuralism assumption that the text did not convey what appeared to be said at first, what will be said, or what is expected to be said. For this reason, reading was carried out carefully and repeatedly on lingual units in the form of text or fragments in Rubber in order that every sign, ideas and statements had meanings.

Page 4 of 10 | Total Record : 100