cover
Contact Name
Novi Anoegrajekti
Contact Email
arif.jurnal@unj.ac.id
Phone
+6281584654042
Journal Mail Official
arif.jurnal@unj.ac.id
Editorial Address
Jl. Rawamangun Muka Barat No.11, RT.9/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
ISSN : 28303296     EISSN : 28078608     DOI : https://doi.org/10.21009/Arif.031
Jurnal ARIF bertujuan menyediakan ruang publikasi bagi peneliti bidang humaniora dalam konteks budaya Indonesia. Publikasi difokuskan pada kajian budaya, sastra, dan kearifan lokal yang meliputi bidang sosial, seni, bahasa, politik, ritual, tradisi lisan, mitos, dan identitas kelolakan Nusantara. Publikasi sebagai media komunikasi dan internalisasi nilai untuk menumbuhkan pemahaman, penghayatan, dan pemilikan bersama. Internalisasi nilai menjadi ruang bertumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mempertahankan, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai budaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan harmoni sosial
Articles 90 Documents
Motif Ziarah Makam Raja Brawijaya V dalam Perspektif Pilgrimage Mujibuddin, M.
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.032.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap motif pengunjung situs Brawijaya V dan Putri Campa di Trowulan Mojokerto, Jawa Timur. Situs Trowulan merupakan bukti kerajaan Majapahit menguasai Nusantara. Makam Brawijaya V dan Putri Campa tidak hanya dikenal sebagai situs sejarah tetapi juga tempat suci. Artikel ini merupakan studi lapangan etnografi dengan metode pencarian data menggunakan wawancara, observasi, dan teori haji untuk menganalisis hasil penelitian. Selain dikenal sebagai situs sejarah, Makam Brawijaya V dan Putri Campa juga dikenal sebagai surga dan pengasihan. Ada tiga motif yang melatarbelakangi para pengunjung makam tersebut. Yang pertama adalah motivasi haji. Bukti ekspedisi adalah mengikuti prosesi ritual peziarah, memilih hari suci, dan mengikuti perintah juru kunci. Kedua, peziarah sekaligus wisatawan. Peziarah dan wisatawan telah mengindikasikan wisatawan mereka mengunjungi kuburan pada hari libur untuk mengisi waktu luang mereka. Pengunjung juga berdoa secara mandiri tanpa dimediasi oleh juru kunci. Ketiga, wisatawan yang melakukan kunjungan tanpa motif religi. Dengan demikian, ziarah tidak hanya dilakukan di tempat-tempat suci tetapi juga di tempat-tempat bersejarah yang sakral.
WhatsApp sebagai media Literasi Penyebaran Pengetahuan Jamu Tradisional di Masa Pandemi Ratna, Sri Ratnawati; Handayani, Dwi; Suroyo; Anggaeni, Bea; Chasanah, Ida Nurul
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.032.08

Abstract

This article about knowledge of healthy drinks that send from whatsapp groups in time of Covid-19. The recipes using spices as an examples of participation of housewifes in maintaining immune sytem against Corona virus. The recipes sent in whatsapp groups is heritage of culture tradition from Indonesian tribes that transmitted from mouth to mouth, but when social distancing applied, that knowledge transmitted via whatsapp. This article also note that Covid-19 awaken of importance how to make healthy drinks to housewifes. If each housewifes can make healthy drinks using spices, than it can give birth of healthy generations. By analizing content that contain experience at interpret of Covid-19 based of individual or collective experience. Makalah ini membicarakan tentang kemunculan pengetahuan minuman sehat (health drink) yang dikirimkan lewat whatsapp grup di masa Covid 19. Resep-resep minuman berbahan rempah sebagai contoh partisipasi ibu rumah tangga dalam menjaga imunitas tubuh agar mampu melawan virus corona yang mematikan. Resep-resep minuman sehat yang dikirimkan ke sesama anggota merupakan warisan dari pengetahuan adat suku-suku bangsa Indonesia yang dulunya transmisikan dari mulut ke mulut namun disaat diberlakukannya social distancing pengetahuan tersebut di transmisikan lewat whatsapp. Selain ini dalam makalah ini juga mencatat bahwa Covid-19 menyadarkan akan pentingnya ketrampilan membuat minumam sehat pada masing-masing ibu rumah tangga. Jika masing-masing ibu rumah tangga traampil menyajikan minuman sehat berbahan rempah, niscaya akan melahirkan generasi bangsa yang sehat. Dengan menanganlisis konten yang berisi pengalaman seseorang dalam menginterpetasi Covid-19 berdasarkan pengalaman pribadi maupun pengalaman kolektif.
Covid-19 dalam Fiksi Mini Indonesia Saputra, Ardi Wina
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.032.06

Abstract

ujuan penelitian ini adalah menemukan prespektif budaya masyarakat Indonesia saat menghadapi covid-19 melalui fiksi mini. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutik. Sumber data dalam penelitian ini adalah sastra wabah Indonesia berjudul kumpulan fiksi mini berjudul Sepersejutamilimeter dari Corona. Data dianalisis dengan prespektif budaya dan teknik analisis hipotesis Shapir Whorf. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa (1) heterogenitas karya dalam sastra wabah berjudul Sepersejutamilimeter dari Corona, (2) representasi bahasa, (3) representasi pikiran, dan (4) representasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merindukan rumah, khususnya keselrasan dalam keluarga sebagai solusi saat menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini dipengaruhi oleh prespektif budaya masyarakat Indonesia yang menganggap keluarga sebagai pondasi keselarasan. Keselarasan keluarga merupakan keselarasan mikrokosmos yang diharapkan dapat memicu keselarasan masyarakat, atau keselarasan makrokosmos. Covid-19 dapat diselesaikan apabila terdapat keselarasan alam dan manusia
Identitas Etnis Tionghoa dalam Cerpen Kompas dan Jawa Pos Tahun 2022 Arisandi, Isep Bayu
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.032.10

Abstract

Tulisan ini berpijak pada empat judul cerpen yang terbit di koran Kompas dan Jawa Pos tahun 2022 yang memiliki keterkaitan narasi Tionghoa dalam teks cerpen. Perjalanan etnis Tionghoa di Indonesia yang panjang menjadi dasar keberadaan etnis Tionghoa, sehingga meendapatkan tempat sebagai bagian Indonesia. Keempat cerpen dikaji untuk mengungkap identitas etnis Tionghoa dalam cerpen Kompas dan Jawa Pos tahun 2022. Masing-masing dua judul cerpen terbit di Kompas, berjudul “Perang Siobak” dan “Bulan Ketujuh Kalender Lunar”; serta dua judul cerpen terbit di Jawa Pos berjudul “Rumah Itu, Rumah Opium” dan “Rumah Arwah”. Keempat cerpen dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis untuk mengungkap unsur-unsur identitas etnis Tionghoa dalam teks cerpen. Identitas Tionghoa dalam narasi teks cerpen meliputi dinamika yang terjadi dalam tradisi, budaya, dan kepercayaan etnis Tionghoa. Melalui keempat judul cerpen, narasi etnis Tionghoa mengalami pergeseran, dari representasi fisik ke psikis atas keberadaan identitas Tionghoa di Indonesia.
Lanskap Pariwisata Malang dalam Komik Si Juki Seri Jalan-Jalan Nusantara: Petualangan di Malang Bromo Tengger Semeru Karya Faza Meonk Windayanto, Riqko Nur Ardi
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.032.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membongkar penyajian lanskap pariwisata di Malang dalam komik petualangan di Malang karya Faza Meonk dan konteks politik yang melingkupinya.Kebaruan penelitian ini adalah menempatkan komik sebagai praktik diskursif. Naratologi komik dan konsep lanskap pariwisata digunakan sebagai teori. Secara metodologis, data dihimpun dengan penyimakan, pemindaian, dan dianalisis secara interpretatif. Hasil penelitian menempatkan praktik kepariwisataan, Malang memiliki lanskap wisata. Diawali wisata kampung (kota), wisata berbasis alam (kabupaten), dan wisata artifisial (Kota Batu). Tiap lanskap memiliki atraksinya masing-masing, yang dikunjungi oleh Juki, Mang Awung, dan Sam Ongis sebagai subjek wisatawan. Lanskap tersebut digambarkan dengan dua kode: realistis dan kartun. Kedua kode mengimplikasikan perjumpaan ideologis, yaitu informasi dan fakta pariwisata secara objektif yang berdampingan dengan cerita dan fiksi yang subjektif. Perjumpaan ini menempatkan komik sebagai modal budaya dalam kebijakan publik pariwisata sebagai konteks politik yang melingkupi produksinya.
Pemanfaatan Iluminasi Manuskrip Dalam Bidang Ekonomi Kreatif Aprianto, Hendra
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.032.09

Abstract

Manuskrip yang selama ini dipelajari atau dimanfaatkan secara teoretis ‒akademis ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan pemajuan kebudayaan dalam bidang ekonomi kreatif. Penelitian ini membahas mengenai pemanfaatan iluminasi manuskrip sebagai sumber referensi dalam penciptaan produk yang bernilai ekonomi. Proses pemanfaatan iluminasi manuskrip yaitu dengan mengalihmediakan iluminasi menjadi karya kreatif seperti desain kaos. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan Business Model Canvas yaitu pendekatan dengan strategi manajemen yang disusun untuk menjabarkan ide dan juga konsep sebuah bisnis ke dalam bentuk visual. Dalam penelitian ini akan menggali hubungan dan peluang iluminasi manuskrip dengan bidang ekonomi kreatif. Dikarenakan manuskrip merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk menjadi representasi sebuah bangsa dan harus diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal tersebut juga harus dilestarikan dan dijaga akan eksistensinya di tengah tingginya budaya dan pengaruh asing.
Kearifan Lokal: Representasi Tradisi Kawin Lari dalam Karya Sastra Saputra, Heru S.P.; Angelina, Dewi; Ramadhan Muhamad, Abu Bakar; Samosir, Meilani
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.032.03

Abstract

Artikel ini bertujuan mendiskusikan kearifan lokal, khususnya tradisi kawin lari, yang terefleksi di dalam karya sastra. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Objek materialnya adalah novel Mangalua karya Idris Pasaribu, sedangkan objek formal berupa teori antropologi sastra dan teori representasi. Hasil kajian menunjukkan kuatnya nilai-nilai lokalitas dan dinamika peradaban. Hal tersebut merepresentasikan religi berupa aliran kepercayaan (Parmalim), agama samawi (Kristen), kearifan lokal berupa tradisi kawin lari (mangalua), dan refleksi multivalensi budaya. Dari berbagai tanda (bahasa dan warna lokal) dan konsep (dalam pikiran pengarang dan pembaca) tentang kawin lari, maka dapat dimaknai bahwa novel Mangalua merepresentasikan kisah kehidupan masyarakat Batak Toba masa lalu (masa kolonial Belanda), baik menyangkut religi maupun kearifan lokal. Dari perspektif budaya (antropologi), tradisi kawin lari mengandung nilai positif karena mampu mengakomodasi nilai-nilai kemanusiaan dalam menyelesaikan persoalan yang dialami oleh masyarakat di tanah Batak. Tradisi kawin lari menjadi alternatif solusi secara kultural yang bersifat fleksibel dan humanis.
Indonesia dalam Republik Wayang Karya N. Riantiarno: Wajah Kehidupan Sosial, Budaya, dan Politik Masa Reformasi (2001‒2014) Yoesoef, M.
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.032.01

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas dinamika sosial, budaya, dan politik di Indonesia dalam empat drama karya N. Riantiarno, yaitu “Republik Bagong” (2001), “Republik Togog” (2004), “Republik Petruk” (2009), dan “Republik Cangik” (2014). Keempat karya drama itu terdapat pada buku Republik Wayang (2016). Setiap karya menggunakan cerita wayang yang berkorelasi dengan situasi dan kondisi Indonesia pada masa Reformasi (2001—2014), yang erat kaitannya dengan dinamika sosial, budaya, dan politik. Pembahasan terhadap keempat drama menggunakan konsep struktural genetik yang membahas konektivitas antara teks sastra dengan berbagai peristiwa faktual dalam pada masa Reformasi sehingga tergambar relasi lintasan sejarah penting dalam kurun waktu masa reformasi itu di dalam teks sastra. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa di dalam keempat karya itu para tokoh panakawan menyuarakan realita sosial, budaya, dan politik di Indonesia antara tahun 2001--2014; tokoh punakawan dipakai sebagai simbol stereotip suara rakyat jelata, merepresentasikan para pengabdi yang kritis untuk menanggapi berbagai fenomena praktik relasi kuasa dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik yang terbangun di masa Reformasi setelah runtuhnya Orde Baru.
Rusli dan Nashar, Dua Maestro Pelukis Abstrak IKJ: Sistem Tanda Sosial Budaya Sungkar, Anna
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.032.05

Abstract

Artikel ini membahas tentang dua pelukis Jakarta: Rusli dan Nashar yang bersama-sama berjuang untuk kemerdekaan Indonesia melalui organisasi SIM di Madiun dan Yogyakarta. Setelah perang usai, mereka menciptakan karya-karya modernisme bergaya abstrak yang jauh berbeda dengan ideologi SIM yang beraliran realisme. Mereka kemudian membangun LPKJ di Jakarta, sebuah sekolah seni non konvensional yang mengutamakan kebebasan berekspresi, penghayatan atas alam, studi luar ruang dan lintas disiplin ilmu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui teknik observasi dengan beberapa studi kasus, yaitu menelaah gaya lukisan mereka dan menemukan kesamaan karakteristik dari karya-karyanya. Ternyata mereka mempunyai benang merah, yaitu kecintaan dan penghayatan atas alam demi mendapatkan esensinya. Pemikiran mereka itu kemudian diteruskan kepada para mahasiswa LPKJ (dan kemudian namanya diubah menjadi IKJ) serta menginspirasi generasi seniman Indonesia yang lebih muda.
Iklan Rokok Sampoerna Go a Head: dari Komersial ke Edukatif Wicaksono, Yoga Pradana; Macaryus, Sudartomo; Sudirman, Anselmus; Putri, Titis Kusumaningrum Witdaryadi
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.032.04

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan dinamika iklan rokok merespons pembatasan promosi produk berbahan tembakau. Di Indonesia, tema produk iklan rokok cenderung pada upaya mengedukasi masyarakat. Penelitian wacana ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa satuan lingual lisan dan tulis pada iklan rokok Sampoerna Go A Head, bertema “Kecil buat lo, besar buat semua”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana iklan rokok ini menampakkan kecenderungan isi yang bersifat edukatif khususnya berkaitan dengan isu kebersihan lingkungan. Formulasi ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan disampaikan secara tidak langsung dengan pola ungkapan berulang. Informasi verbal lisan dan tulis didukung unsur nonverbal yang mengikuti dan bersifat fungsional.