cover
Contact Name
Novi Anoegrajekti
Contact Email
arif.jurnal@unj.ac.id
Phone
+6281584654042
Journal Mail Official
arif.jurnal@unj.ac.id
Editorial Address
Jl. Rawamangun Muka Barat No.11, RT.9/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
ISSN : 28303296     EISSN : 28078608     DOI : https://doi.org/10.21009/Arif.031
Jurnal ARIF bertujuan menyediakan ruang publikasi bagi peneliti bidang humaniora dalam konteks budaya Indonesia. Publikasi difokuskan pada kajian budaya, sastra, dan kearifan lokal yang meliputi bidang sosial, seni, bahasa, politik, ritual, tradisi lisan, mitos, dan identitas kelolakan Nusantara. Publikasi sebagai media komunikasi dan internalisasi nilai untuk menumbuhkan pemahaman, penghayatan, dan pemilikan bersama. Internalisasi nilai menjadi ruang bertumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mempertahankan, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai budaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan harmoni sosial
Articles 100 Documents
Eksplorasi Nilai Moral dari Sudut Kebudayaan dalam Interaksi Karakter Novel Lelaki Langit Karya Usman Arrumy Ratnasari, Hesty; Safitri; Mustofa, Muhamad; Ghufroni; Nisa, Hany
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi representasi nilai-nilai moral dalam novel Lelaki Langit karya Usman Arrumy. Novel tersebut merepresentasikan perjalanan spiritual tokoh utama yang sarat dengan konflik batin dan pencarian eksistensial terhadap makna kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk mengidentifikasi elemen-elemen moral yang terkandung dalam teks. Data dikumpulkan dari narasi, dialog, dan kutipan tokoh yang relevan dengan aspek nilai moral. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Lelaki Langit memuat berbagai nilai moral, antara lain ketulusan, keikhlasan, tanggung jawab, kebijaksanaan, dan kasih sayang. Nilai-nilai tersebut direpresentasikan melalui refleksi tokoh utama serta interaksinya dengan lingkungan sosial. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa karya sastra dapat berfungsi sebagai instrumen edukatif dalam membentuk karakter dan etika pembaca. Oleh karena itu, novel ini tidak hanya memiliki nilai estetika sebagai karya sastra, tetapi juga berperan sebagai medium penyampaian nilai-nilai moral yang relevan dalam konteks kehidupan kontemporer.
Ritual Memberi Makan Buaya Gaib: Makna, Pelaksanaan, dan Peranannya dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Banjar Hasby, Nazar; Misrita, Misrita; Ridhani, Akhmad Rizkhi; Nurhasanah, Nurhasanah; Hakim, Arif Rahman
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.08

Abstract

Ritual Manyampir Buhaya, upacara tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, memiliki nilai spiritual dan ekologis yang mendalam. Ritual ini menghormati buaya gaib yang diyakini sebagai penjaga sungai dan pelindung masyarakat. Namun, dalam era globalisasi, banyak ritual tradisional seperti ini terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis makna simbolis serta relevansi sosial dan ekologis ritual tersebut. Dengan pendekatan etnografi, penelitian melibatkan dokumentasi, wawancara mendalam, dan survei online dengan masyarakat Banjar. Temuan menunjukkan bahwa ritual ini bukan hanya penghormatan kepada buaya gaib, tetapi juga mekanisme pelestarian lingkungan yang mengajarkan masyarakat untuk menjaga sungai sebagai sumber kehidupan. Ritual ini mempererat ikatan sosial dan memperkenalkan nilai ekologis untuk generasi mendatang.
Manuskrip Tambun Bungai sebagai Arsip Sastra Tradisional Dayak: Analisis Isi dan Fungsi Sosial Budaya Dilla Sintia; Misrita
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.04

Abstract

Penelitian ini mengkaji Manuskrip Tambun Bungai sebagai arsip sastra tradisional Dayak Ngaju dengan fokus pada isi naratif dan fungsi sosial budayanya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis metode filologi dan analisis sastra tradisional, penelitian ini melibatkan transliterasi, terjemahan, dan interpretasi tematik serta simbolik. Hasil kajian menunjukkan bahwa manuskrip ini tidak hanya berisi kisah kepahlawanan tokoh Tambun Bungai, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai adat, struktur sosial, dan kosmologi lokal masyarakat Dayak. Manuskrip ini berfungsi sebagai media edukasi adat, pelestarian nilai moral, serta penguat identitas budaya. Di tengah arus globalisasi, Manuskrip Tambun Bungai memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran karakter berbasis kearifan lokal dan media revitalisasi budaya melalui alih wahana ke bentuk digital dan visual. Kajian ini menegaskan pentingnya pelestarian naskah lokal sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.
Quo Vadis Lokalitas Bahasa-Sastra Indonesia dalam Globalitas Dunia? Marwata, Heru
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.02

Abstract

Artikel ini membahas arah dan masa depan lokalitas bahasa-sastra Indonesia di tengah arus globalisasi yang kian meluas. Pertanyaan kunci yang diajukan adalah quo vadis atau ke mana arah lokalitas bahasa-sastra Indonesia dalam menghadapi globalitas dunia. Globalisasi, dengan segala dampak positif dan negatifnya, membawa perubahan signifikan dalam penggunaan serta apresiasi bahasa dan sastra Indonesia. Artikel ini menyoroti bagaimana globalisasi mengancam keberadaan nilai-nilai lokal yang terkandung dalam bahasa-sastra, sekaligus membuka peluang baru untuk memperkenalkan kekayaan budaya bangsa Indonesia ke panggung internasional. Melalui pendekatan kritis, tulisan ini mengkaji tantangan yang dihadapi serta peluang yang dimiliki bahasa-sastra Indonesia dalam menjaga identitas lokal sambil beradaptasi dengan dinamika global. Kesimpulan yang diperoleh adalah keberlanjutan lokalitas bahasa-sastra Indonesia sangat bergantung pada kemampuannya untuk berinovasi dan beradaptasi. Selain itu, bangsa Indonesia perlu menyiapkan strategi kebudayaan yang mampu mengintegrasikan lokalitas dengan globalitas secara seimbang.
Transformasi Estetika dalam Festival Reyog Ponorogo: Negosiasi Tradisi dan Modernitas Nursilah, Nursilah; Tambunan, Shuri Mariasih Gietty; Setyani, Turita Indah; M. Yoesoef
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.01

Abstract

Artikel ini membahas permasalahan yang muncul akibat transformasi seni pertunjukan Reyog Ponorogo dalam Festival Nasional yang menggeser orientasi tradisional ke arah profesionalisme dan estetika modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami perubahan format dan elemen artistik dalam pertunjukan Reyog antara format Reyog Festival dan Reyog Obyog mempengaruhi kelangsungan nilai budaya tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan analisis teks. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan seniman dan pengelola festival, serta studi dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reyog Festival cenderung menekankan inovasi visual, perubahan koreografi dan kostum, serta komersialisasi seni pertunjukan. Sebaliknya, Reyog Obyog mempertahankan interaksi langsung dengan penonton serta unsur ritual dan adat yang kuat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun modernisasi menghadirkan tantangan terhadap nilai-nilai budaya tradisional, ia juga membuka ruang negosiasi antara pelestarian adat dan inovasi kontemporer. Oleh karena itu, strategi pelestarian yang adaptif dan kontekstual sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan identitas budaya Reyog Ponorogo.
Terapi Budaya: Putus Pengobatan pada Skizofrenia Paranoid Ulviena, Lulu; Frijanto, Agung; Agustina, Citra Fitri
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.10

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis dengan gejala positif, negatif, dan kognitif, dengan tipe paranoid paling sering dijumpai. Kekambuhan dialami sekitar 80% pasien, terutama akibat penghentian obat. Dilaporkan kasus pria 25 tahun dengan riwayat skizofrenia paranoid yang mengalami kekambuhan setelah 1 tahun putus obat. Gejala berupa halusinasi auditorik-visual, waham kejar dan pengendalian, perubahan perilaku, serta peniruan tokoh. Diagnosis ditegakkan sebagai F20.0 Skizofrenia Paranoid dengan GAF 51–60. Terapi diberikan risperidone 3 mg dua kali sehari serta edukasi kepatuhan. Diskusi menekankan bahwa kekambuhan umumnya dipicu putus obat, sehingga kepatuhan merupakan faktor kunci dalam pencegahan relaps. Optimalisasi terapi memerlukan kombinasi antipsikotik, intervensi psikososial, dan dukungan keluarga. Kasus ini menegaskan pentingnya terapi jangka panjang dan edukasi berkelanjutan untuk mempertahankan perbaikan gejala serta kualitas hidup pasien. Selain itu, terapi memerlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan lingkungan budaya.
Pemertahanan Tradisi Lisan Mahzani, Nyanyian Rakyat Orang Tombulu di Tomohon, Sulawesi Utara Manus, Jeane; Limbong, Priscila Fitriasih; Setyani, Turita Indah; M. Yoesoef
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.05

Abstract

Masyarakat Tombulu di Minahasa memiliki tradisi nyanyian rakyat dan dikenal sebagai tradisi mahzani yang sudah bertahan beberapa generasi. Nyanyian mahzani biasanya dilakukan dalam rangka praktik mapalus. Inti praktik mapalus adalah kerja sama warga (gotong royong antarwarga). Kerja gotong royong ini melibatkan warga dalam beberapa kegiatan seperti bekerja di kebun, membangun rumah baru, dan pekerjaan-pekerjaan berat lainnya yang membutuhkan tenaga manusia. Saat ini tradisi mahzani menghadapi masalah pemertahanan akibat pelakunya yang semakin menurut akibat usia. Tulisan ini membahas pemertahanan tradisi mahzani di Rurukan. Di lapangan, upaya-upaya pemertahanan sudah dilakukan oleh para pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, pelaku tradisi, dan pegiat tradisi. Penelitian tradisi mahzani ini bersifat kualitatif dengan pendekatan etnografis.
Sastra Kota Palembang: Representasi Identitas Budaya Palembang dalam Lagu Daerah Palembang (Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk) Permadini, Susan
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.06

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi identitas budaya Palembang dalam tiga lagu daerah Pempek Lenjer, Ya Saman, dan Cuk Mak Ilang sebagai bentuk sastra kota yang merekam cara masyarakat Palembang memaknai ruang hidup, tradisi, dan simbol budayanya. Ketiga lagu tersebut dipandang sebagai teks budaya yang menampilkan simbol-simbol khas Palembang seperti pempek lenjer, Sungai Musi, Batanghari Sembilan, Pulau Kemaro, serta penggunaan bahasa Palembang dan pola pantun tradisional. Penelitian ini menggunakan Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk yang mencakup struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial untuk menelusuri bagaimana lirik-lirik tersebut membentuk wacana identitas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pempek Lenjer merepresentasikan kebanggaan masyarakat terhadap kuliner lokal sebagai simbol kedekatan sosial dan identitas kota. Ya Saman menampilkan perpaduan ekspresi cinta, ruang geografis, dan budaya tepian Sungai Musi, yang merefleksikan cara masyarakat Palembang memaknai hubungan antara perasaan, ruang, dan identitas. Sementara itu, Cuk Mak Ilang menghadirkan nilai-nilai kolektif masyarakat melalui pantun jenaka yang mencerminkan pergaulan, etika, serta karakter sosial orang Palembang. Ketiga lirik lagu memperlihatkan bahwa karya lisan masyarakat dapat berfungsi sebagai medium sastra kota, yaitu sarana yang mendokumentasikan pengalaman budaya, memperkenalkan citra Palembang, dan memperkuat identitas lokal melalui bentuk-bentuk ekspresi yang hidup di tengah masyarakat.
Mitos Hantu Miyangga di Sungai Cijalu dan Bendungan Selis Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap Zahro, Alhasanah; Dyan Rizal Anugrah
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mitos hantu miyangga sebagai bentuk folklor. Selain itu, penelitian ini mengeksplor fungsi, nilai-nilai, dan bentuk kritik ekologi yang terkandung dalam mitos hantu miyangga di Kecamatan Majenang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutik. Lokasi penelitian adalah Sungai Cijalu dan Bendungan Selis di Dusun Lampeng, Desa Jenang, Kecamatan Majenang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap warga setempat dan informan yang dituakan oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mitos hantu miyangga berfungsi sebagai larangan dan peringatan. Kemudian, mitos hantu miyangga tersebut diciptakan sebagai cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam. Mengingat, Sungai Cijalu sendiri merupakan sumber air yang menghidupi dua kecamatan yaitu kecamatan Majenang dan Cimanggu. Selain itu, terdapat pula entitas hewan asli khas Sungai Cijalu yang perlu dilestarikan.
Makna dan Nilai Luhur Ritual Keagamaan Buka Luwur Makam Mbah Kyai Daren Harisma W, Eka; Kusuma, Dwi Linda
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.03

Abstract

Makalah ini berfokus pada analisis proses ritual Buka Luwur makam Mbah Kyai Daren untuk mengungkap makna dan nilai luhur yang terkandung dalam ritual Buka Luwur, baik dari aspek religius, sosial, maupun kultural. Buka luwur merupakan salah satu ritual keagamaan yang turun menurun dilaksanakan setiap tahun sebagai  bentuk ekspresi budaya dan spiritual masyarakat yang mengandung makna simbolik serta nilai-nilai luhur masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, yang memandang ritual sebagai teks budaya penuh makna. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama, juru kunci makam, dan masyarakat sekitar, serta dokumentasi kegiatan ritual. Dari hasil analisis data diperoleh simpulan bahwa ritual Buka Luwur dimaknai baik sebagai tradisi keagamaan maupun sebagai media internalisasi nilai-nilai luhur seperti penghormatan kepada leluhur, bentuk rasa syukur, keteladanan spiritual, serta pelestarian kearifan lokal. Ritual ini dipandang sebagai sarana peninggalan nilai-nilai religius dan moral kepada gerenasi muda.

Page 10 of 10 | Total Record : 100