cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Taman alamanda III Blok T No.3 Karang Pule Mataram
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Innovation Research and Knowledge
Published by bajang Institute
ISSN : 27983471     EISSN : 27983641     DOI : 10.53625
Journal of Innovation Research and Knowledge, published by Bajang Institute. Published in two formats, print and online, print version of ISSN: 2798-3471 and the online version of ISSN: 798-3641, both of which are published every month. The scope of the journal studies broadly includes: Culture (a unique study of performing arts and classical culture, traditional from various regions in Indonesia, and modern cultural arts such as dance, fine arts, and music art also includes the study of Indonesian literature on classical and contemporary literary issues) Religion (Study of comparative religion, study of pluralism and religious diversity in Indonesia) Sociopolitical Science/State Administration Media (Cultural studies and media, New Media and Contemporary Societies) Gender (Urban Culture, Gender bias, and gender inequality) Public policy (extractive public policies, distributive public policies, and regulative public policies) Development (economic and social development, urban and regional development) Environment (customs, social and environmental, land and natural resource utilization) Disaster (local wisdom and social culture, disaster management, community empowerment, survival and humanity, disaster and social emergency response organizations) Tourism (ecotourism, tourism management, religious tourism, urban tourism, and cultural tourism) Agriculture Economics Health Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 123 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3: Agustus 2025" : 123 Documents clear
PERBANDINGAN PEMBERIAN BUBUR KACANG HIJAU DAN PISANG AMBON TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB REMAJA PUTRI ANEMIA DI TPMB NY. Y KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Nurhayani, Yayan; Salfia Darmi; Ratna Wulandari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Garut tahun 2022 kejadian anmeia pada remaja putri mencapai 856 remaja (51,2%) dari 1.672 remaja yang diperiksa. Puskesmas Limbangan pada tahun 2023 hasil pemeriksaan kadar hemoglobin terhadap siswa di sekolah-sekolah didapatkan 47,6% siswa putri memiliki kadar Hb <12 gr/dL. Anemia terjadi karena penurunan jumlah erosit atau kadar hemoglobin dalam darah. Penyerapan zat besi diberikan bersamaan dengan sumber makanan yang mengandung vitamin C seperti kacang hijau dan pisang ambon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian bubur kacang hijau dan pisang ambon terhadap peningkatan kadar Hb remaja putri anemia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada 2 remaja putri yang mengalami anemia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kenaikan HB pada informan yang diberi intervensi bubur kacang hijau sebesar 1,1 gr/dL dari 11 gr/dL menjadi 12,1 gr/dL dan juga terdapat kenaikan HB pada informan yang diberi intervensi pisang ambon sebesar 0,9 gr/dL dari 11 gr/dL menjadi 11,9 gr/dL. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh perbedaan antara informan 1 dan 2 dimana pemberian intervensi bubur kacang hijau lebih efektif dibandingkan pemberian pisang ambon dengan selisih kenaikan HB sebesar 0,2 gr/dL. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat membantu remaja dalam meningkatkan kadar hemoglobin secara mandiri dengan mengkonsumsi tablet Fe dengan bubur kacang hijau dan pisang ambon apabila mengalami anemia sekaligus mencegah terjadinya anemia dengan mengkonsumsi pada saat menstruasi.
PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN 7P DALAM PENINGKATAN PEMBIAYAAN MITRAGUNA BERKAH Nur, Ahlan; Rahma Nurzianti; Citra Particia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) dalam meningkatkan pembiayaan Mitraguna Berkah pada PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Putri Hijau. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen 7P telah diimplementasikan secara efektif. Produk Mitraguna Berkah disusun dalam berbagai skema pembiayaan sesuai kebutuhan nasabah, margin yang ditawarkan kompetitif dan transparan, distribusi dilakukan melalui kantor cabang strategis dan kanal digital, promosi bersifat edukatif, proses pengajuan cepat dan mudah, SDM memahami produk dan etika pelayanan syariah, serta lingkungan fisik kantor mendukung kenyamanan nasabah. Strategi ini tidak hanya efektif dalam meningkatkan realisasi pembiayaan, tetapi juga sejalan dengan prinsip pemasaran syariah seperti kejujuran, keadilan, dan keberkahan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi syariah, penguatan promosi digital, dan optimalisasi layanan berbasis aplikasi mobile guna memperluas jangkauan pasar.
TINJAUAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA TANTANGAN DAN PROSPEK (KASUS BATIK NUSNTARA Vs JAYA FESYEN STORE) Parningotan Malau; Agung Edy Wibowo; Rahmat A.K Purba; Andre Wijaya; Ni Putu Priscillia; Syamsul Bahari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intellectual Property Rights (IPR) serve as an essential legal instrument for fostering innovation, creativity, and economic growth within a nation. In Indonesia, the IPR legal framework has evolved over time, encompassing various aspects such as copyrights, patents, trademarks, and industrial designs. Nevertheless, the implementation and enforcement of IPR in Indonesia still face several challenges, including a high rate of infringement and a lack of public awareness. This article analyzes the IPR legal framework in Indonesia, identifies the main challenges in its implementation, and discusses the prospects for future development and strengthening of the IPR system
HUBUNGAN USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KASIHAN I BANTUL YOGYAKARTA Asmiwatty Zahra Uar; Dwi Ernawati; Sri Ratnaningsih
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a natural process that requires efforts to prepare the mental health of pregnant women, as it impacts their perception of well-being and quality of life. Maintaining mental health is essential at all stages of life. Pregnant women with mental health disorders may experience depression or stress, and in severe cases, this can contribute to maternal and infant mortality. The World Health Organization (WHO) reports that approximately 10% of pregnant women worldwide suffer from depression. Objective: This study aims to determine the relationship between age and education level with mental health among pregnant women at Kasihan I Public Health Center in Bantul, Yogyakarta. Method: This research used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling, resulting in a total of 71 respondents. Data were collected through interviews using the SRQ-20 questionnaire. Results: The results of the Chi-Square statistical test showed no significant relationship between age and education level with mental health among pregnant women, as the P-Values > 0.05, age (0.142) and education level (0.624). Conclusion: There is no relationship between age and education level with the mental health of pregnant women at Kasihan I Public Health Center in Bantul, Yogyakarta
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BERBAGAI METODE EKSTRAKSI KONVENSIONAL TERHADAP ISOLASI SENYAWA FENOLIK DARI BAHAN ALAM: TINJAUAN BERDASARKAN LITERATUR ILMIAH Muhammad Dhaiffullah; Adelia Ikrima; Akhmad Rizky Akbar; Anisa, Anisa; Annisa Normiani Putri; Harris Noorrahman; Muhammad Rizky; Nadia, Nadia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini memfokuskan pada Teknik ekstraksi konvensional yang umum di manfaatkan untuk mengambil senyawa fenolik dari bahan bahan alami. Senyawa fenolik, komponen bioaktif utama tumbuhan, memiliki kemampuan luar biasa untuk berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Serangkaian metode, termasuk maserasi, Maserasi bertingakat, refluks, perkolasi, digesti, infusa, dekokta, UAE dan Soxhlet, dievaluasi berdasarkan tingkat efisiensi, keuntungan operasional, dan keterbatasan teknisnya. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa metode konvensional dianggap memiliki kelebihan dalam hal biaya dan kemudahan penggunaan. Namun, metode ini memerlukan waktu ekstraksi yang agak lama dan berisiko menyebabkan kerusakan termal pada senyawa yang labil
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN HAY HIJAUAN TERHADAP KUALITAS SPERMA SAPI JANTAN DI BALAI INSEMINASI BUATAN (BIB) LEMBANG Meynaldi Prasetyawan; Adhona Bhajana Wijaya Negara
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan hay hijauan terhadap kualitas sperma sapi pejantan di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi spermatozoa (juta/ml), motilitas spermatozoa (%), dan morfologi normal spermatozoa (%). Sebanyak 20 ekor sapi pejantan Bos taurus berusia 3,5 tahun dibagi menjadi empat kelompok perlakuan: P0 (100% pakan konvensional), P1 (25% hay hijauan + 75% pakan konvensional), P2 (50% hay hijauan + 50% pakan konvensional), dan P3 (75% hay hijauan + 25% pakan konvensional). Penelitian berlangsung selama 60 hari dengan evaluasi kualitas sperma setiap minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hay hijauan secara signifikan meningkatkan kualitas sperma. Kelompok perlakuan P3 menunjukkan hasil terbaik dengan konsentrasi spermatozoa rata-rata 85,0 juta/ml, motilitas spermatozoa 97%, dan morfologi normal spermatozoa 89,4%. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa hay hijauan dapat memperbaiki kualitas sperma melalui penyediaan nutrisi esensial dan pengurangan stres oksidatif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan manajemen nutrisi dalam program inseminasi buatan, terutama melalui penggunaan hay hijauan sebagai alternatif pakan yang efektif. Namun, keterbatasan pada jumlah sampel dan durasi penelitian perlu diperhatikan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh jangka panjang hay hijauan serta kombinasi dengan bahan pakan lain guna meningkatkan efisiensi reproduksi sapi secara lebih menyeluruh.
REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI PANAS DAN EKSTRAKSI DINGIN Nor Tiara Sari; Aulia Azkia; Della Prastyka; Jenni Getbriela Tempati; Lidya Syahjiah; Mahabatul Hasanah; Nadila, Nadila; Rina Suspa Nita
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengisolasi metabolit sekunder dari bahan alam, biasanya digunakan ekstraksi. Proses ini bekerja dengan memisahkan senyawa kimia dari campurannya menggunakan larutan penyari atau pelarut yang sesuai. Tujuan utama ekstraksi adalah untuk menarik komponen kimia atau metabolit sekunder yang terdapat dalam sampel. Beberapa faktor krusial yang memengaruhi keberhasilan proses ekstraksi meliputi metode ekstraksi yang dipilih, jenis pelarut yang digunakan, ukuran partikel bahan yang diekstraksi, dan lama waktu ekstraksi berlangsung. Intinya, prinsip dasar ekstraksi adalah memisahkan komponen yang diinginkan dari bahan awal menggunakan pelarut spesifik yang memiliki kemampuan untuk melarutkan senyawa target tersebut. Ada dua kategori utama metode ekstraksi, yaitu ekstraksi dingin dan ekstraksi panas. Metode ekstraksi dingin mencakup perkolasi dan maserasi, sedangkan metode ekstraksi panas meliputi soxhletasi, digesti, refluks, dekokta, dan infusa.
TANTANGAN DALAM PROSES LEGAL DRAFTING DI INDONESIA Frans Borgias; Selamat Kristian Harefa; Meri Kristiani; Rika Enjelina
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara yang mewarisi tradisi hukum civil law mengembangkan sistem hukumnya melalui kodifikasi hukum yang berpegang pada perundang-undangan. Legal drafting dalam arti sempit merujuk pada proses perancangan peraturan perundang-undangan. Dalam menyusun satu naskah RUU membutuhkan legal drafter yang harus memiliki keahlian yang spesifik dan berwawasan luas. Kajian ini ditujukan untuk menginventarisir tantangan yang dihadapi dalam suatu proses legal drafting dan menyampaikan masukan yang dapat dipertimbangkan dalam mengelola tantangan dimaksud. Terdapat 3 (tiga) tantangan utama yang dihadapi seorang legal drafter dalam menyusun suatu naskah RUU: Perumusan dan Sinkrosnisasi terhadap Prolegnas, Kualitas Naskah Akademik serta Keterampilan Teknik dan Keahlian. Perlu adanya perubahan nyata dalam proses penyusunan suatu naskah RUU agar nantinya undang-undang yang dihasilkan mampu memiliki kualitas yang sangat baik
STUDI KASUS PROSEDUR PEMERIKSAAN HYSTEROSALPINGOGRAPHY DENGAN KLINIS INFERTILITAS PRIMER DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD TIDAR KOTA MAGELANG Fifi Fitriana Bahi; Fisnandya Meita Astari; Retno Wati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Hysterosalpingography is an important examination in diagnosing infertility, aimed at assessing the patency of the fallopian tubes and identifying causes of obstruction or abnormalities in the uterine cavity. The hysterosalpingography examination for primary infertility at the Radiology Installation of RSUD (Regional General Hspital) Tidar, Magelang City, utilizes plain AP pelvis projection, AP, and RPO post-contrast projections with a two-stage contrast media introduction. However, there are differences in projections and contrast media introduction compared to previous studies. This research aims to understand the procedure and the reasons for using AP and RPO projections without LPO, as well as the rationale for introducing 15 ml of contrast media in two stages: 10 ml for AP and 5 ml for RPO. Methods: This study employed a qualitative case study approach. The research was conducted at the Radiology Installation of RSUD Tidar, Magelang City, from August 2024 to January 2025. The subjects of the study included three radiographers and one radiology specialist. The object of the research was the hysterosalpingography examination. Data were collected through observations, interviews, literature studies, and documentation. Data analysis involved data reduction, data presentation, discussion, and conclusion drawing. Results: The hysterosalpingography examination procedure for primary infertility at the Radiology Installation of RSUD Tidar, Magelang City, included patient preparation, equipment and material preparation, contrast media introduction, and examination techniques. The reason for including only the RPO projection without LPO was that the right fallopian tube spill was not yet visible, while the left fallopian tube spill was already visible in the AP projection. The first stage of contrast media introduction involved 10 ml for the AP projection to visualize the uterine cavity and fallopian tubes, while the second stage involved 5 ml for the RPO projection to visualize the right fallopian tube and spill into the peritoneal cavity that was not yet visible in the first stage. Conclusions: The hysterosalpingography examination for primary infertility at the Radiology Installation of RSUD Tidar, Magelang City, was performed using AP and RPO post-contrast projections without LPO, as the left fallopian tube spill was already visible in the AP projection. The rationale for the two-stage contrast media introduction was to optimize the visualization of anatomy and the spill from the fallopian tubes into the peritoneal cavity
ANALISIS TINGKAT KEPATUHAN MAHASISWA DALAM PENERAPARAN SOP K3 DI LABORATORIUM JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK POLTEKKES PALEMBANG Zulfahmi Eko Saputra; Arie Tri Wahyudi; Dianita Ekawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is a critical aspect of laboratory activities, particularly in microbiology and hematology laboratories with high-risk environments. This study aimed to assess student compliance levels and analyze the influencing factors in implementing Standard Operating Procedures (SOPs) for OHS in the Laboratory of the Medical Laboratory Technology Department at Poltekkes Kemenkes Palembang. A quantitative cross-sectional approach was used with 60 student respondents. Data were analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. Results showed a generally high level of compliance, with 73.3% of students classified as compliant. However, 26.7% were non-compliant, indicating the need for continuous improvement efforts. Of the eight variables tested, only the use of personal protective equipment (PPE) showed a statistically significant relationship with compliance (p < 0.001; OR = 147), making it the strongest predictor in the multivariate model. In contrast, variables such as gender, knowledge, handling of chemical/infectious materials, use of heating equipment, accident response, supervision, and laboratory facilities showed no significant relationship. These findings suggest that student compliance is not solely influenced by individual or cognitive factors but also by systemic, environmental, and collective safety culture aspects. Strengthening institutional policies, regular supervision, and consistent safety education are essential to foster a sustainable culture of compliance

Page 8 of 13 | Total Record : 123


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026 Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026 Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026 Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 4 No. 12: Mei 2025 Vol. 4 No. 11: April 2025 Vol. 4 No. 10: Maret 2025 Vol. 5 No. 4: September 2025 Vol. 5 No. 3: Agustus 2025 Vol. 5 No. 2: Juli 2025 Vol. 5 No. 1: Juni 2025 Vol. 4 No. 9: Februari 2025 Vol. 4 No. 8: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: Mei 2024 Vol. 3 No. 11: April 2024 Vol. 3 No. 10: Maret 2024 Vol. 4 No. 7: Desember 2024 Vol. 4 No. 6: Nopember 2024 Vol. 4 No. 5: Oktober 2024 Vol. 4 No. 4: September 2024 Vol. 4 No. 3: Agustus 2024 Vol. 4 No. 2: Juli 2024 Vol. 4 No. 1: Juni 2024 Vol. 3 No. 9: Februari 2024 Vol. 3 No. 8: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: Mei 2023 Vol. 2 No. 11: April 2023 Vol. 2 No. 10: Maret 2023 Vol. 3 No. 7: Desember 2023 Vol. 3 No. 6: Nopember 2023 Vol. 3 No. 5: Oktober 2023 Vol. 3 No. 4: September 2023 Vol. 3 No. 3: Agustus 2023 Vol. 3 No. 2: Juli 2023 Vol. 3 No. 1: Juni 2023 Vol. 2 No. 9: Februari 2023 Vol. 2 No. 8: Januari 2023 Vol. 1 No. 12: Mei 2022 Vol. 1 No. 11: April 2022 Vol. 1 No. 10: Maret 2022 Vol. 2 No. 7: Desember 2022 Vol. 2 No. 6: November 2022 Vol. 2 No. 5: Oktober 2022 Vol. 2 No. 4: September 2022 Vol. 2 No. 3: Agustus 2022 Vol. 2 No. 1: Juni 2022 Vol. 1 No. 9: Februari 2022 Vol. 1 No. 8: Januari 2022 Vol. 1 No. 7: Desember 2021 Vol. 1 No. 6: Nopember 2021 Vol. 1 No. 5: Oktober 2021 Vol. 1 No. 4: September 2021 Vol. 1 No. 3: Agustus 2021 Vol. 1 No. 2: Juli 2021 Vol. 1 No. 1: Juni 2021 More Issue