IJCOSIN : Indonesian Journal of Community Service and Innovation
1. Peningkatan kualitas masyarakat agar dapat mewujudkan kemandirian bangsa dan berdaya saing nasional dengan tetap memperhatikan kearifan lokal. 2. Pengoptimalan potensi daerah pedesaan untuk peningkatan industri kreatif dan perekonomian masyarakat di pedesaan. 3. Pemanfaatan teknologi hasil penelitian yang berwawasan HATS (Healthcare, Agro-industry, Tourism, dan Small Medium Enterprise) agar mampu meningkatkan kemandirian masyarakat.
Articles
76 Documents
Sosialisasi Literasi Digital dan Pelatihan Google Form Bagi Guru SDN Kertaharja 02 untuk Meningkatkan Wawasan Teknologi Digital
Novian Adi Prasetyo;
Muhammad Azrino Gustalika
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/ijcosin.v3i1.609
Perkembangan teknologi saat ini banyak memberikan efek positif bagi segala aspek kehidupan, namun teknologi juga dapat memberikan efek negatif jika implementasi tidak sesuai kebutuhan. Pendidikan merupakan salah satu aspek penting untuk mewujudkan dan mengarahkan manusia berpikir kritis dan idealis. Pendidikan bisa juga disebut mata rantai dalam kehidupan. SDN Kertaharja 02 yang berada di kecamatan Pagerbarang kota Tegal, berada jauh dari pusat perkotaan. Kemampuan guru menggunakan teknologi di SDN Kertaharja 02 terbatas, tidak ada laptop, komputer dan peralatan yang mendukung pemanfaatan teknologi yang baik. Guru terbatas hanya menggunakan smartphone pribadi masing-masing. Sehingga perlu dilakukan pengenalan tentang literasi digital untuk para guru agar terhindar dari efek negatif teknologi dan dilakukan pengenalan platform google form untuk mempermudah kegiatan yang dilakukan di area lingkungan sekolah. Bersarkan hasil survei kepuasan yang dilakukan setelah kegiatan ini selesai data tersebut menunjukan dampak pengabdian masyarakat yang dilakukan bahwa para guru merasa puas dan memberikan komentar positif kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh dosen Institut Teknologi Telkom Purwokerto bersama mahasiswa kampus mengajar 3
Implementasi Teknologi Media Pembelajaran Microsoft Office Pada Sekolah Dasar 1 Muhammadiyah Kota Bengkulu
Wildo Zen;
Ariska Dimas Wic;
Geovano Defry;
Topan Samudra;
Sandhy Fernandez
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/ijcosin.v3i1.623
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dewan guru dalam media pembelajaran untuk melakukan proses belajar mengajar pada SDN 1 muhammadiyah Kota Bengkulu, dengan melakukan pelatihan pemanfaatan teknologi media pembelajaran microsoft office terkhususnya microsoft Powerpoint untuk membuat presentasi pembelajaran. Kegiatan pelatihan media pembelajaran yang dilakukan SDN 1 Muhammadiyah Kota Bengkulu, Terjadi Peningkatan kemampuan guru-guru tentang microsoft office Powerpoint secara umum, para peserta telah mengetahui dasar-dasar Powerpoint dan telah mampu menerapkan hasil dari pelatihan dalam pembuatan bahan ajar dengan lebih bervariasi untuk dapat menarik perhatian para peserta didik dengan tampilan yang disajikan pada Powerpoint, serta dapat menambah motivasi guru-guru dalam membuat bahan ajar yang menarik dengan teknologi yang diharapkan dapat lebih mempermudah dalam penyampaian materi kepada siswa. Pada Pengabdian kali ini dilakukan praktik dari apa yang sudah disampaikan pada saat pelatihan, peserta diwajibkan praktek membuat media pembelajaran menggunakan Powerpoint menurut mata pelajaran masing-masing guru, setelah praktik dilakukan dapat dilihat bahwa 80% guru perta dapat membuat media bahan ajar dengan Powerpoint untuk satu mata pelajaran
Pelatihan Google Class Room Offline untuk Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMP Darrosta Jakarta
Kursehi Falgenti;
Witriana Endah P
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/ijcosin.v3i1.716
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan dukungan google classroom di SMP Darrosta menghadapi dua kendala. Pertama, siswa memiliki akses internet yang terbatas dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru di google classroom. Kedua, Guru-guru belum memanfaatkan fasilitas google classrom offline (luring) untuk mempermudah siswa mengakses materi dan tugas di google classroom. Untuk efektivitas PTM terbatas di SMP Darrosta maka perlu dilakukan pelatihan google classroom offline. Metode pelatihan terdiri dari tahap persiapan yaitu survei lokasi kegiatan untuk menggali permasalahan yang dihadapi, tahap pelaksanaan yaitu pelatihan pengaturan google classroom offline secara hybrid dan tahap monitoring dan evaluasi untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan dan kemampuan guru-guru SMP Darrosta. Program pelatihan google classrooom offline menghasilkan output meningkatnya pengetahuan dan keterampilan guru SMP Darrosta menggunakan google classroom. Guru memiliki pengetahuan dan keterampilan menjadikan materi dan tugas yang diberikan dalam google classroom diakses secara offline. Siswa dapat mengakses materi dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dari perangkat handphone tanpa koneksi internet.
Sinergi Kualitas Ruang dan Manusia dalam Mengembangkan Potensi UMKM di Wilayah Banyumas Melalui Creative Placemaking
Tenia Wahyuningrum;
Galih Putra Pamungkas;
Gilang Ramadhan
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/ijcosin.v3i1.887
Creative placemaking merupakan kombinasi seni dan budaya dalam pengoptimalan lahan dan pembangunan ekonomi. Upaya yang dilakukan untuk peningkatan ekonomi berkelanjutan dan pengembangan kawasan Kota Lama Kabupaten Banyumas, maka dibentuklah satu aktivitas creative placemaking yang dinamakan Peken Banyumasan. Kegiatan pengabdian secara umum dilaksanakan dengan metode planning, design dan evaluation. Hasil tahapan planning dilakukan dengan observasi awal dilakukan melalui pengamatan objek, menemukan gagasan yang akan dikembangkan. Hasil tahapan design merupakan rancangan tempat, peserta, baik tenant dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal maupun insan seni. Hasil tahapan evaluation melalui hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa kepuasan pengunjung sebesar 81% atau dapat dikatakan sangat baik. Persentase indeks kepuasan terbesar ada pada luas lahan dan kenyamanan parkir, serta keramahan panitia dan penyelenggara acara. Sedangkan indeks kepuasan terendah yaitu kemudahan dalam mendapatkan informasi. Pengembangan ke depan, kegiatan creative placemaking akan menyasar variasi jenis produk dan pertunjukan seni, serta meningkatkan kriteria-kriteria yang masih dianggap rendah, dengan melakukan perbaikan strategi dalam penyebaran informasi
Pelatihan Peningkatan Strategi Pemasaran Produk Wedang Uwuh Pada Unit Usaha Saking Griya
Restu Rakhmawati;
Anggit Ferdita Nugraha;
Bayu Nadya Kusuma;
Dewi Anisa Istiqomah;
Surya Tri Atmaja Ramadhani;
Vikky Aprelia Windarni
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/ijcosin.v3i1.897
Unit usaha Saking Griya merupakan salah satu bidang usaha minuman tradisional dengan produk utama yang ditawarkan adalah wedang uwuh. Wedang uwuh merupakan minuman tradisional yang menyegarkan dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Sayangnya, di era modern seperti sekarang ini, eksistensi dari wedang uwuh mulai terkikis dan bahkan banyak dari generasi sekarang justru belum mengenal wedang uwuh. Hal tersebut dimungkinkan proses untuk memperkenalkan wedang uwuh seringkali dilakukan secara tradisional dan manual secara mulut ke mulut dan tidak mencakup sampai dengan lintas generasi. Sedangkan adanya teknologi komunikasi dan internet memiliki potensi yang besar untuk dapat membawa wedang uwuh agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Kegiatan pengabdian masyarakat pada unit usaha Saking Griya dimulai dari proses identifikasi permasalahan mitra, dan menemukan masalah yakni proses pemasaran produk yang masih tradisional, serta pemanfaatan media sosial untuk promosi yang belum maksimal. berdasarkan hasil identifikasi dan wawancara dirumuskan adanya solusi dalam bentuk pemaparan dan pendampingan kepada mitra guna meningkatkan strategi pemasaran dan promosi produk wedang uwuh Saking Griya. Selain itu, evaluasi terhadap logo dan pengemasan produk juga dilakukan agar menambah kesan modern dan menarik ketika digunakan sebagai konten promosi melalui media sosial. Berdasarkan proses pemaparan dan pendampingan yang dilakukan kepada mitra, dihasilkan berbagai konten promosi produk wedang uwuh Saking Griya yang dapat digunakan pada media sosial instagram yang nampak modern dan menarik bagi pelanggan yang membuat engagement media sosial instagram saking griya meningkat dan diiringi dengan bertambahnya jumlah followers beberapa waktu setelah strategi pemasaran dilakukan
Sosialisasi Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Gadget Serta Media Sosial di Kalangan Anak-anak dan Remaja
Emy Setyaningsih;
Dwi Setyowatie
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/ijcosin.v3i1.919
Gadget bukanlah hal baru di kehidupan generasi milenial. Gadget dapat memudahkan anak-anak dan remaja berkomunikasi dengan keluarga maupun teman-temannya serta dapat dijadikan teman untuk mengisi waktu luang. Adanya akses internet dalam penggunakan gadget juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Penggunaan gadget juga memiliki dampak negatif bagi anak-anak dan remaja baik dari segi pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Hasil kegiatan sosialisasi dampak positif dan negatif penggunaan gadget serta media sosial di kalangan anak-anak dan remaja khususnya di Wilayah Tegal Pasar RT 8 RW 20 Banguntapan Bantul Yogyakarta teridentifikasi 46% telah terdampak, 39% cukup terdampak dengan penggunaan gadget dan media sosial, dan hanya 15% yang tidak terdampak. Salah satu cara untuk mencegah meluasnya efek negatif dari penggunaan gadget dan media sosial adalah dengan memberikan digital detox melalui kegiatan sosialisasi tersebut. Kegiatan ini berhasil digunakan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak dan remaja bagaimana caranya membatasi penggunaan gadget dan media sosial. Tujuannya adalah supaya anak-anak dan remaja kembali berpijak pada kehidupan nyata dan meminimalisasi penggunaan gadget untuk aktifitas di luar kegiatan yang mendukung sekolah. Selain itu, kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman kepada orang tua agar selalu memberikan pendampingan serta meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak
Peningkatan Kapasitas Pemahaman Warga Desa Melung Terhadap Pemasaran Melalui Internet
Kholidiyah Masykuroh;
Ummi Athiyah;
Irmayatul Hikmah;
Andreas Rony Wijaya
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/ijcosin.v3i1.941
Internet merupakan hal penting yang tidak terelakkan lagi, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Masyarakat cenderung membutuhkan internet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baik itu sebagai media komunikasi melalui jaringan komunikasi elektronik maupun sebagai media pemenuhan mata pencaharian pokok. Desa melung merupakan desa wisata dan memiliki banyak UMKM yang dikelola oleh masyarakat desa. Masyarakat Desa Melung memiliki permasalahan yaitu belum memiliki pemahaman mengenai pemanfaatan internet secara maksimal terutama dalam hal melakukan pemasaran untuk desa wisata dan pemasaran produk UMKM masyarakat. Belum maksimalnya pemahaman warga desa melung dalam memanfaatkan internet serta kurangnya pemahaman warga mengenai internet terutama dalam hal pemasaran, melatar belakangi kegiatan sosialisasi dalam pengabdian masyarakat ini. Metode yang digunakan adalah workshop, dengan materi mengenai literasi teknologi, pengenalan internet, dan internet marketing. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dan juga hasil survei, diperoleh kesimpulan bahwa pemahaman masyarakat sesudah dilaksanakan workshop menunjukan baik sekali, ditunjukan dengan nilai rata-rata pemahaman 4.3 dari skala 1-5 dan terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang pemasaran menggunakan internet ditunjukan dengan kenaikan persentase kenaikan pemahaman masyarakat berkisar dari 10 – 24 % dan rata-rata peningkatan sebesar 17.2%, peningkatan persentase terkecil yaitu pada pernyataan ketiga sebanyak 10% tentang keaktifan masyarakat dalam menggunakan internet, sedangkan peningkatan persentase terbesar pada penyataan keempat sebanyak 24% tentang pemahaman internet dapat digunakan dalam proses pemasaran. Dengan demikian, warga masih perlu diberikan sosialiasi dan pelatihan mendalam sehingga masyarakat Desa Melung dapat menggunakan internet untuk pemasaran
Peningkatan Kapasitas Pokdarwis Pada Tata Kelola Desa Wisata Kampung Tudung Di Desa Grujugan Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen
Halim Qista Karima;
Novanda Alim Setya Nugraha;
Siti Khomsah;
Sena Wijayanto
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/ijcosin.v3i1.943
Desa wisata merupakan inovasi dalam pengembangan pariwisata di Indonesia, salah satunya desa wisata Kampung Tudung di Desa Grujugan Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Desa wisata Kampung Tudung diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Desa Grujugan. Kampung Tudung dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pringgondani. Saat ini desa wisata Kampung Tudung belum mempunyai tata kelola yang baik. Permasalahan penting yang dihadapi yaitu pemenuhan dokumen dan syarat-syarat pengajuan surat keputusan resmi sebagai desa wisata. Surat tersebut bisa didapat dengan mengajukan reviu ke pemerintah daerah Kabupaten Kebumen. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Pokdarwis Pringgondani dalam tata kelola desa wisata Kampung Tudung. Metode pengabdian berupa pelatihan dan pendampingan. Tahapan pelaksanaan meliputi observasi, persiapan, implementasi dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kapasitas Pokdarwis dibuktikan dengan dihasilkannya dokumen borang self assessment untuk pengajuan surat keputusan desa wisata. Dari self assessment tersebut, Pokdarwis dapat memprediksi skor kategori desa wisata Kampung Tudung, yaitu 80 poin atau masuk kategori desa wisata maju. Kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan Pokdarwis Pringgondani dalam mengelola desa wisata sebesar rata – rata 17,97%.
Penyuluhan Efek Penggunaan Smartphone Pada Anak Usia Dini
Wahyu Adi Prabowo;
Amalia Beladinna Arifa;
Yohani Setiya Rafika Nur
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/ijcosin.v3i2.1059
This community service activity aims to enhance the knowledge of parents and children regarding the use of smartphones in the teaching and learning process at Srambi Paud Center Purwokerto. The counseling sessions were conducted to assist parents in supervising their children's smartphone usage in their daily activities. The training took place in the auditorium of Srambi Paud Center Purwokerto and successfully improved the understanding of both parents and children regarding smartphone usage in general, as well as providing an understanding of the positive and negative effects that may arise from smartphone use. The participants also successfully applied the outcomes of the counseling sessions by seeking and utilizing more diverse and attention-grabbing learning media through smartphones. Additionally, this activity successfully enhanced the motivation of teachers to create engaging teaching materials by utilizing technology, thus facilitating the delivery of lessons to the children. During the counseling practice, participants were tasked with finding learning media through smartphones and creating teaching materials for subjects frequently taught by each teacher. The results of the practice showed that 95% of the teachers were able to create learning media for the children. Therefore, this activity succeeded in improving the knowledge of parents and children regarding smartphone usage and provided significant benefits for learning at Srambi Paud Center Purwokerto
Sosialisasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik pada Pengrajin Tempe Dage di Desa Ciberung, Ajibarang Banyumas
Ajeng Dyah Kurniawati;
Faizah Faizah;
Nurul Latifasari
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 3 No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20895/ijcosin.v3i2.1085
Dage is a popular processed product in Banyumas, made from fermented coconut or soybean pulp using Rhizopus sp. There are still several challenges regarding standard procedures due to a need for knowledge about food safety and hygiene in production. The socialization of Good Manufacturing Practices (GMP) aims to enhance the knowledge and understanding of dance producers about proper food production. In the Ciberung Village, socialization and education about GMP were conducted for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) involved in a stage production. The methods used included surveys, presentations, and discussions. The activities began with an observation and interview to identify problems in dage production. Then, a presentation on GMP was delivered by a speaker from Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Subsequently, a discussion was conducted to ensure the producers understood the presented material. This activity's results indicated that the dage production in Ciberung Village did not meet GMP standards. The problem identification revealed uncertainties in the production outcomes due to a lack of standard production processes. The socialization of GMP is crucial to improve the production process, enhance product quality, and increasing the producer's productivity. It is expected that through this education, the quality of dage products will improve and meet food safety standards