cover
Contact Name
Intan Maulina
Contact Email
intanmaulina1509@gmail.com
Phone
+6281377776163
Journal Mail Official
ielektiese@gmail.com
Editorial Address
Jl. Setia Luhur LK V No.18 A Medan Helvetia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro
ISSN : 20866933     EISSN : 28303512     DOI : https://doi.org/10.47709/elektriese
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro merupakan Jurnal Nasional yang mempublikasikan karya ilmiah terbaik berdasarkan proses seleksi di bidang sains dan teknologi yang berfokus pada penerbitan makalah berkualitas. Artikel yang diserahkan akan ditinjau oleh komite teknis Jurnal. Semua artikel yang dikirimkan harus berupa laporan asli atau hasil kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, eksperimental atau teoritis, dan akan diulas oleh mitra bestari. Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro memiliki tema penelitian bidang Sains, Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, IPA, dan Teknik Elektro, Sipil, Mesin, Lingkungan, Arsitek, Industri.
Articles 159 Documents
Penggunaan APD terhadap Kecelakaan Kerja pada Pekerjan Bertegangan Listrik di PT PLN Persero Pemalang Lemi Josie Zanuba; Adhi Kusmantoro
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4819

Abstract

Masalah kesehatan bersifat kompleks dan terhubung dengan berbagai faktor selain kesehatan itu sendiri, termasuk perilaku, keturunan, lingkungan, dan layanan kesehatan. Kesehatan lingkungan ialah kondisi lingkungan yang ideal untuk mencapai kesehatan optimal. Penerapan keselamatan kerja ialah salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, memastikan keselamatan individu di tempat kerja, baik ketika bekerja atau dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja. Tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja ialah menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan nyaman. Studi ini memakai pendekatan deskriptif untuk memberi gambaran yang jelas dan menyelesaikan masalah meliputi penetapan lokasi, objek penelitian, alat dan bahan, metode penghimpunan data, serta analisis data. Hasil wawancara di PT. PLN (Persero) Area Pemalang memperlihatkan  mereka sudah menerapkan penggunaan APD untuk semua karyawan, terutama di bagian PDKB. APD itu meliputi helm, kacamata, sepatu tahan pukul, sarung tangan isolasi, dan sabuk. Meski PP No. 50 Tahun 2012 sudah dicabut, PT. PLN Area Pemalang masih menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang sesuai dengan standar internasional. Penelitian memperlihatkan  penerapan APD sesuai dengan peraturan yang ada, memberi manfaat seperti mencegah kecelakaan kerja, meningkatkan kualitas produksi, dan mengurangi kehilangan jam kerja akibat cedera. Proses pengendalian risiko mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko, penetapan prioritas, dan pengendalian. PT. PLN (Persero) Area Pemalang juga sudah mengembangkan prosedur kerja dan komunikasi terkait penggunaan APD.
Uji Daya Hambat Air Rebusan Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Secara in Vitro Siti Juariah; Fardhan subahan
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4833

Abstract

Cacing tanah (Lumbricus rubellus) dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan berbagai asam amino yang bermanfaat, serta senyawa aktif seperti Lumbricin-I yang menunjukkan aktivitas antibakteri, Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antimikroba dari air rebusan cacing tanah terhadap bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro, sejalan dengan kebutuhan untuk menemukan alternatif terhadap resistensi antibiotik yang semakin meningkat. Peneliitian ini menggunakan metode experimental laboratory dengan menggunakan metode uji antibakteri difusi cakram Kirby-Bauer. Menggunakan konsentrasi 60%, 80% dan 100%. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan konsentrasi 60%, 80%, dan 100% didapatkan hasil yang bervariasi yaitu 6 mm, 6,33 mm dan 7 mm. Zona hambat yang dihasilkan oleh air rebusan cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap bakteri Staphylococcus aureus termasuk kategori daya hambat sedang.
Penggunaan Cat Reflektif Surya pada Atap Bangunan untuk Menurunkan Suhu Ruang pada Bangunan Sekolah Sandra Eka Febrina; Tri Woro Setiati; M Bagas Wahyu Pratama; Syaidah Kurnia
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4847

Abstract

Cat reflektif surya adalah salah satu material penutup permukaan yang dapat digunakan untuk memantulkan sinar matahari yang dapat mengurangi suhu ruangan di bawah atap. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banya penurunan suhu ruangan ketika menggunakan cat reflektif surya pada bangunan sekolah satu lantai tanpa penghawaan buatan. Metode yang digunakan adalah eksperimental yang dilakukan pada bangunan dengan membandingkan data suhu ruangan yang diambil selama 3 hari sebelum dan sesudah dilakukannya pengecatan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat penurunan lebih kurang 2? pada suhu ruangan setelah dilakukan pengecatan. Penurunan suhu ini memberikan dampak penambahan kenyamanan termal terhadap pengguna ruangan yang berakibat kepada peningkatan fokus dalam melakukan kegiatan. Penerapan penggunaan cat reflektif surya mempengaruhi penurunan suhu ruangan sehingga standar kenyamanan thermal dapat lebih mudah dicapai. Namun seperti banyaknya variabel yang mempengaruhi kenyamanan thermal, maka tidak hanya suhu ruangan yang berkontribusi. Kelembaban relatif yang tinggi juga mempengaruhi kenyamanan termal. Pengurangan kelembaban relatif dapat dilakukan dengan memberikan panas yang cukup atau angin.
Sistem Informasi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Menggunakan Metode Personal Extreme Programming Afrizal Zein; Fordiana Ekawati
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4864

Abstract

Perancangan sistem Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menggunakan metode Personal Extreme Programming (PXP) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan dana BOS di sekolah. Dalam era digital saat ini, banyak sekolah menghadapi tantangan dalam mendokumentasikan dan melaporkan penggunaan dana yang efektif. Metode PXP dipilih karena pendekatannya yang fleksibel dan berfokus pada kolaborasi antara pengembang dan pemangku kepentingan, memungkinkan penyesuaian yang cepat terhadap kebutuhan pengguna. Dalam penelitian ini, kami melakukan analisis kebutuhan dan perancangan prototipe sistem berbasis web yang mengintegrasikan fitur pengajuan, persetujuan, dan pelaporan penggunaan dana BOS. Dengan menggunakan praktik PXP, proses pengembangan melibatkan iterasi yang sering, umpan balik langsung dari pengguna, serta pengujian berkelanjutan untuk memastikan kualitas dan keandalan sistem. Hasil dari perancangan ini menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan mampu mempermudah pengelolaan dana BOS, mengurangi kesalahan administrasi, dan meningkatkan akuntabilitas. Dengan implementasi sistem ini, diharapkan sekolah-sekolah dapat lebih transparan dalam pengelolaan dana serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan dana pendidikan. Penelitian ini juga memberikan wawasan untuk pengembangan lebih lanjut dalam konteks teknologi pendidikan di Indonesia.
Pengaruh Penambahan Serbuk Ban terhadap Berat dan Daya Absorbsi pada Conblok Balok Persegi Empat Adinda Juwita Nasution; Rizky Rahmadsyah Sinulingga
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4912

Abstract

Conblok merupakan salah satu elemen yang sering ditemukan dalam struktur bangunan, karena conblok mudah untuk dicetak, diaplikasikan dan dirawat. Conblok yang dicampur dengan serbuk ban mempunyai berat yang lebih ringan sehingga tidak menambah beban struktur pada suatu konstruksi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbandingan massa dan daya absorbsi/daya serap air dengan menggunakan campuran serbuk ban dengan persentase sebesar 0%, 10%, 20% dan 30% dari volume aggregat halus/pasir. Adapun conblok yang menjadi objek pembuatam dan pengujian ini berbentuk balok persegi empat. Hasil penelitian menunjukkan bawa semakin tinggi persentase campuran kandungan serbuk ban pada suatu conblok membuat massa dari conblok tersebut menjadi semakin ringan dan membuat daya absorbsi/daya serap air menjadi lebih rendah. Perbandingan persentase campuran serbuk ban yang digunakan pada pembuatan benda uji pada penelitian ini yaitu 0%, 10%, 20% dan 30% terhadap volume aggregat halus/pasir. Jumlah limbah ban terus meningkat setiap tahun. Limbah ban merupakan material yang tidak dapat diuraikan oleh organisme. Limbah ban yang diolah menjadi serbuk ban diharapkan menjadi material yang membuat conblok  menjadi lebih ringan dan memiliki daya absorbsi yang rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, yaitu metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk ban terhadap berat dan daya absorbsi pada conblok balok persegi empat. Persentase 30% material serbuk ban terhadap aggregat halus yang terkandung dalam sebuah conblok menyebabkan penurunan berat basah dan berat kering tertinggi dalam pengujian. Semakin tinggi material serbuk ban yang terkandung dalam sebuah conblok membuat massa conblok tersebut semakin ringan dan membuat daya absorbsi semakin rendah.
Radio Frequency Energy Harvesting pada Antena Mikrostrip Array Frekuensi 2100 MHz Sri Indah Rezkika; Sari Novalianda; Panangian Mahadi Sihombing
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4914

Abstract

Pada perkembangan telekomunikasi yang semakin berkembang pesat kebutuhan akan energi listrik juga semakin tinggi, untuk itu perlu digunakan energi alternatif untuk menutupi kebutuhan energi. Energi alternatif dapat memanfaatkan energi yang terdapat di bumi salah satunya yaitu gelombang elektromagnetik bebas dengan menggunakan sistem RF (Radio Frequency) energy harvesting. Salah satu komponen penting pada sistem RF (Radio Frequency) energy harvesting adalah antena. Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip array patch segiempat frekuensi 2100 MHz yang terdiri dari atas 4 susunan. Dari hasil pengukuran antena didapat nilai VSWR dan return loss yang terbaik sebesar 1,07 dan -29,25 dB pada frekuensi 2170 MHz. Tegangan keluaran dari antena mikrostrip yang diimplementasikan pada sistem RF energy harvesting adalah sebesar 17 mV untuk pengukuran daerah kota Medan, yaitu di Laboratorium Sistem Komunikasi Radio, 29 mV untuk pengukuran daerah kota Medan di Jalan Abdul Hakim dan 33 mV untuk pengukuran di Plaza Medan Fair. Dari implementasi yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan tegangan yang dipanen di dalam ruangan lebih kecil dibandingkan di luar ruangan.
Pendugaan Umur Simpan Lada Putih pada Berbagai Kemasan Menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Ernawati Jassin; Nur Laylah; Ilham Ahmad; Sri Rahayu
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4929

Abstract

Lada putih merupakan salah satu bumbu dapur yang memiliki aroma khas dan dihasilkan dari buah lada yang sudah matang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh jenis kemasan terhadap masa simpan lada putih dan mutu fisik lada putih selama penyimpanan terhadap jenis kemasan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan tiga faktor. Faktor pertama adalah lama pemasakan (A) yang terdiri atas dua taraf, yaitu pemasakan 5 menit (A1), pemasakan 10 menit (A2). Faktor kedua yaitu perendaman (B), terdiri dua taraf yaitu perendaman 5 hari (B1), perendaman 10 hari (B2). Faktor ketiga adalah jenis kemasan (C) terdiri dari 3 taraf yaitu karung goni (C1), karung plastik jenis HDPE (C2) dan karung plastik kedap udara (C3). Metode pendugaan umur simpan dengan ASLT. Data hasil penelitian diolah dengan Analysis of varians (ANOVA) menggunakan perangkat lunak SPSS v. 29.0.2.0 Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Pada penelitian ini dihasilkan perlakuan terbaik A1C3 dengan perlakuan pemasakan 5 menit dengan kemasan karung plastik kedap udara dengan kadar air 13,3 % dan B2C2 dengan perlakuan perendaman dengan kemasan karung plastik jenis HDPE dengan kadar air 11,6 % dan daya simpan selama 109 minggu. Pengaruh jenis kemasan dengan lama pemasakan dan perendaman terhadap mutu lada putih sangat berpengaruh karena pada hasil analisis sidik ragam dan uji duncan diperoleh nilai <0,05 sehingga interaksi ketiganya berpengaruh pada rendemen, kadar air, dan uji organoleptic.
Gambaran Perkembangan Jumlah Penderita Malaria di RSUD Kabupaten Batubara Deswidya S Hutauruk; Gloria Putri Sihombing; Ester Deslyn Ndururu; Putri Agnesia Pardede
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4955

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat sebagai salah satu penyakit lingkungan. Secara global, terdapat 249 juta kejadian malaria pada tahun 2022, dan diperkirakan 608.000 orang meninggal karena penyakit tersebut, menurut World Malaria Report 2023. Penelitian observasional deskriptif, yang mengandalkan data yang telah ada sebelumnya untuk menggambarkan peristiwa tanpa keterlibatan langsung peneliti, adalah bentuk penelitian yang digunakan.Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh data pasien malaria yang dirawat di RSUD Kabupaten Batu Bara pada periode Mei 2023 sampai dengan April 2024. Terdapat 31 sampel dalam penelitian deskriptif retrospektif ini, yang kemudian dikategorikan berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis Plasmodium. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 20 sampel berjenis kelamin laki-laki (64,52%) dan 11 sampel berjenis kelamin perempuan (35,48%). Dua belas sampel (36,7%) berdasarkan usia <20 tahun, sembilan sampel (20,0%) berdasarkan usia 20–40 tahun, dan sepuluh sampel (32,2%) berdasarkan usia >40 tahun. Spesies Plasmodium yang paling umum adalah Plasmodium vivax, yang menyerang hingga 20 individu (64,5%), dengan 7 kasus terjadi pada wanita dan 13 pada pria. Dari individu yang terinfeksi Plasmodium falciparum, 11 (35,4%) adalah wanita, dengan masing-masing empat dan tujuh individu. Spesies Plasmodium yang paling umum adalah Plasmodium vivax, yang menyerang hingga 20 individu (64,5%), dengan 7 kasus terjadi pada wanita dan 13 pada pria. Dari individu yang terinfeksi Plasmodium falciparum, 11 (35,4%) adalah wanita, dengan masing-masing empat dan tujuh individu.
The Relationship between Pharmaceutical Services and BPJS Patient Satisfaction at the Wijaya Kusuma Clinic, Tangerang Ilham Arief; L.M. Zulfahrin UZ; Sulastri Sidabutar
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.5058

Abstract

The purpose of this research is to ascertain whether or not the Wijaya Kusuma Clinic's pharmaceutical services correlate with the level of pleasure its BPJS patients report. The data for this study was collected using a quantitative survey method. Outpatients who participated in BPJS Kesehatan at the Wijaya Kusuma Clinic in Tangerang were asked to fill out questionnaires using Google Forms. All patients receiving BPJS as outpatients made up the study population. We used a combination of the non-probability sampling technique and the purposive selection type to select 328 participants for the study. We processed the data using Ms. Excel 2010 and IBM SPSS Statistics version 29. The study's results revealed that the average age of BPJS patients treated in January 2024 was 26-55 years, with a majority of women at 62.5% and male patients at 37.5%. The patient satisfaction survey revealed that 2.1% of respondents were less satisfied, 43.0% were quite happy, 35.4% were satisfied, and 19.5% were delighted. Therefore, we can conclude that a significant proportion of patient satisfaction respondents fell into the "quite satisfied" category. There is a significant association between the pharmaceutical service variable and the patient satisfaction variable, as indicated by the significance value of 0.001 < 0.05, as determined by the Spearman rank test. With a level of 0.877, it is pretty powerful. The satisfaction of BPJS patients at the clinic is positively correlated with pharmaceutical treatments.
The Influence of Audit Independence, Experience and Accountability on Audit Quality Medan Public Accountant Office Jhon Piter; Melva Melany Sitompul; Mariska Sisilia
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.5106

Abstract

The object of the research is a public accounting company in the city of Medan. The selection of these objects is due to the higher quality of the audit. Audit quality is the result of the job's performance in producing a quality audit. The variables of the study are independence, auditor experience, and accountability. Independence is a mental attitude that is free from the influence of others and is not dependent on others. Experience is a learning process and increases the development potential of formal and informal education. Responsibility is a form of obligation to manage the authority entrusted to him to achieve the goals that have been set. The research population is 40 managers, senior auditors, and junior auditors in the Medan public accountant office, and the sample is 30 auditors. Primary data was collected using a questionnaire. Research data was analyzed using multiple linear regression analysis, simultaneous determination of coefficients (F-Test), and partial (T-Test). Sampling is done using the non-probability sampling method. The results of the hypothesis test in this study show that independence has a significant impact on audit quality, auditor experience has a significant effect on audit quality, and accountability has a substantial impact on audit quality. Based on the results of this study, independence, auditor experience, and accountability simultaneously have a significant impact on audit quality.

Page 8 of 16 | Total Record : 159