cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 781 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) PADA MATERI KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA DI KELAS V SDN 066666 MEDAN DENAI Silitonga, Elvayana Br; Harahap, Rofiqoh Hasan; Harahap, Ardansyah Putra; Tarigan, Enda Jerina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.4035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas V SDN 066666 Medan Denai pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan menggunakan model Project Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas V SD. Instrumen pengumpulan data berupa observasi keaktifan siswa yang diukur melalui lima indikator utama, yakni bertanya, menjawab pertanyaan, diskusi kelompok, presentasi hasil diskusi dan penguasaan materi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus, dimana rata-rata skor keaktifan siswa meningkat dari 11,48 (45,92%) pada pra-tindakan menjadi 16,48 (66%) pada siklus I, dan mencapai 21,24 (84,96%) pada siklus II. Peningkatan ini membuktikan bahwa penerapan model PJBL efektif dalam mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran Project Based Learning direkomendasikan untuk digunakan sebagai strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
MENELISIK NILAI-NILAI MORAL DALAM BUKU LEGENDA SUNGAI TAPUNG KUMPULAN CERITA RAKYAT ROKAN HULU Fitri, Anisa; Suriana, Suriana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.4095

Abstract

Nilai moral dalam masyarakat Indonesia saat ini memerlukan perhatian lebih, terutama di kalangan generasi muda. Nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat daerah memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter bangsa yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan zaman Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral yang terdapat dalam buku Legenda Sungai Tapung: Kumpulan Cerita Rakyat Rokan Hulu. Metode penelitian dalam penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari buku Legenda Sungai Tapung Kumpulan Cerita Rakyat Rokan Hulu yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil analisis pada cerita rakyat yang berjudul Legenda Sungai Tapung, Asal Usul Wonosari, Asal Mula Sialang Rindang, Asal Usul Sungai Sorai, dan Asal Mula Desa Okak terdapat 23 nilai-nilai moral yang secara umum terbagi dalam 1) hubungan manusia dengan dirinya sendiri berupa nilai niat baik, rela berkorban dan pantang menyerah. 2) Hubungan manusia dengan manusia lainnya berupa nilai persahabatan, dorongan, pengabdian kepada orang tua, nasehat, kerjasama, dan sikap kekeluargaan. 3) Hubungan manusia dengan lingkungan alam berupa nilai memuji keindahan alam. 4) Hubungan manusia dengan Tuhannya berupa nilai ibadah, doa, syukur, dan memohon ampunan kepada Allah Swt.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA DI SD Najoan, Roeth A. O.; Tambingon, Christiane F. L.; Sumilat, Margareta O.
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.4105

Abstract

Penelitian ini diangkat dari permasalahan rendahnya hasil belajar siswa, bertolak dari masalah ini penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model problem based learning yang dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada pokok bahasan Aku dan Kebutuhanku siswa kelas IV SD Katolik Santa Maria Rurukan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas Oleh Kemmis dan Mc. Taggart yang meliputi empat tahap, yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi yang dilaksanakan dengan dua siklus. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Katolik Santa Maria Rurukan dengan jumlah siswa 6 orang, yaitu 5 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi yaitu dengan mengamati secara langsung pelaksanaan tindakan pembelajaran dan tes tertulis untuk mengetahui hasil belajar IPAS pokok bahasan Aku dan Kebutuhanku siswa dari dua siklus.. Hasil penelitian yang diperoleh pada siklus I mencapai 76% sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai 88% siswa sudah memahami dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Katolik Santa Maria Rurukan.
MENUMBUHKAN BERNALAR KRITIS DAN KEMANDIRIAN SISWA MELALUI PROJEK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA SISWA KELAS VI SD INPRES LINGGA TENGAH-KAB.DAIRI Sinulingga, Erdalina; Lisnasari, Srie Faizah; Jainab, Jainab; Datten, Datten
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.3347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan projek pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan karakter bernalar kritis dan kemandirian siswa sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan, yang dilaksanakan melalui pendekatan kontekstual yang memanfaatkan budaya lokal Batak sebagai sumber belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas 3 SD (Fase B) sejumlah 15 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, asesmen formatif dan sumatif berbasis rubrik P5, serta dokumentasi hasil karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa projek pembelajaran yang dirancang secara kontekstual dengan mengangkat budaya lokal mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam memahami informasi, menyusun langkah-langkah, dan menyelesaikan masalah sederhana. Selain itu, siswa menunjukkan perkembangan kemandirian yang terlihat dari tanggung jawab terhadap tugas dan keaktifan dalam kerja kelompok. Kegiatan ini juga memperkuat keterampilan kolaboratif dan rasa bangga terhadap budaya daerah. Dapat disimpulkan bahwa projek berbasis kearifan lokal efektif dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa sejak dini.  
STRATEGI GAMIFIKASI BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK PENGUATAN NUMERASI: PROYEK FASDA PERUBAHAN 2.0 DI KABUPATEN KARO Tarigan, Erniati Br.; Lisnasari, Srie Faizah; Jainab, Jainab; Sekali, Pelista Br. Karo
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.3350

Abstract

Numerasi merupakan keterampilan dasar yang penting untuk membantu siswa menganalisis dan menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Temuan dari Rapor Pendidikan 2024 menunjukkan penurunan capaian numerasi di Kabupaten Karo, sehingga diperlukan intervensi pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Penelitian ini mengkaji implementasi proyek FASDA Perubahan 2.0 yang mengintegrasikan strategi gamifikasi dengan pembelajaran berbasis lingkungan sekitar untuk memperkuat kemampuan numerasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan 27 sekolah dasar sasaran. Teknik pengumpulan data mencakup observasi terstruktur, asesmen formatif dan sumatif, dokumentasi karya siswa dan jurnal refleksi, serta wawancara terbatas dengan guru dan siswa. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari 75% sekolah berhasil mengembangkan dan menerapkan modul numerasi berbasis gamifikasi dengan memanfaatkan konteks lingkungan lokal. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi, partisipasi, kemampuan berpikir kritis, dan kemandirian dalam menyelesaikan tugas-tugas numerasi. Guru juga melaporkan peningkatan kreativitas dalam merancang pembelajaran yang relevan, menyenangkan, dan terhubung dengan budaya lokal. Pembelajaran numerasi berbasis gamifikasi lingkungan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar sekaligus memperkuat identitas lokal dan relevansi konteks. Model ini berpotensi direplikasi secara luas di daerah pedesaan atau wilayah yang menghadapi tantangan serupa dalam meningkatkan kompetensi dasar siswa.  
PENGARUH KURIKULUM MERDEKA TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V Resdayanti, Chantika; Dafit, Febrina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.3414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap keaktifan belajar siswa kelas V di SDN 10 Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional ex post facto, karena data dikumpulkan setelah peristiwa terjadi tanpa perlakuan langsung dari peneliti. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa yang dipilih secara acak dari kelas V. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang terdiri dari 13 item untuk variabel Kurikulum Merdeka dan 30 item untuk variabel keaktifan belajar siswa. Data dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 15,238 > t tabel 1,701. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Kurikulum Merdeka dan keaktifan belajar siswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 1,476 + 2,311X, yang berarti setiap peningkatan penerapan Kurikulum Merdeka akan diikuti oleh peningkatan keaktifan belajar siswa. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka terbukti memiliki pengaruh positif terhadap keaktifan belajar siswa. Hasil ini sejalan dengan prinsip pembelajaran aktif dan pendekatan konstruktivisme yang menekankan peran aktif siswa dalam proses belajar.  
MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE TERINTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Wiratman, Arwan; Jannah, Miftahul; Bungawati, Bungawati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.3636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline terintegrasi nilai-nilai keislaman untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas VI SDN 24 Temmalebba Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kebutuhan, desain rancangan, kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline terintegrasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline terintegrasi nilai-nilai keislaman peneliti menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian ini adalah 31 orang siswa kelas VI dan satu orang guru kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket, dan tes. Teknik analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa membutuhkan sebuah media pembelajaran yang diintegrasikan dengan video, audio, animasi, serta kuis Hasil validitas media menunjukkan skor dari ahli media sebesar 81,25%, ahli materi 89,29%, ahli bahasa 86,35%, dan ahli keagamaan 95% seluruhnya termasuk kategori sangat valid. Hasil angket kepraktisan menunjukkan kriteria sangat praktis oleh guru dengan skor 87,5% dan oleh siswa dengan skor 81,65%. Uji efektivitas siswa memperoleh nilai N gain setiap indikator berada di rentang 0,49-0,76, dengan kategori sedang hingga tinggi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Articulate Storyline untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas VI Sekolah Dasar valid, praktis, dan efektif, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran IPA.  
PENANAMAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PEMBELAJARAN IPA KELAS V UPT SDN 023 PANDAU JAYA Nurmala, Irma; Fitriyeni, Fitriyeni
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.3669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas V UPT SDN 023 Pandau Jaya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekolah, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan dan kurangnya partisipasi dalam menjaga kebersihan kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas V, dan enam orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman karakter peduli lingkungan dilakukan guru melalui integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi ekosistem. Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, sekaligus teladan dalam membentuk sikap peduli lingkungan siswa. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi perawatan lingkungan, pengurangan sampah plastik, pengelolaan sampah sesuai jenisnya, penanaman pohon, dan pemanfaatan barang bekas. Penanaman karakter ini dilakukan melalui pembiasaan, pemberian tugas, kegiatan proyek, serta penguatan sikap positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran IPA dapat menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik sekolah dasar.  
PENGEMBANGAN APLIKASI KUIS INTERAKTIF BERBANTUAN GENIALLY PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI SD NEGERI 7 KAMPUNGDALEM TULUNGAGUNG Dea Oftavia, Cindy; Janattaka, Nugrananda
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.3679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi kuis interaktif berbantuan Genially sebagai alternatif media pembelajaran yang menarik, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini. Fokus pengembangan ditujukan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya submateri peribahasa. Latar belakang penelitian ini adalah masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran interaktif di sekolah dasar, di mana proses pembelajaran masih banyak bergantung pada buku cetak dan metode ceramah yang kurang mampu menarik minat serta meningkatkan pemahaman siswa. Sementara itu, di era digital saat ini, anak-anak lebih akrab dan tertarik pada media berbasis teknologi seperti game daring. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Uji validitas dilakukan oleh ahli media, ahli materi, guru kelas, serta peserta didik. Hasil validasi menunjukkan bahwa aplikasi memperoleh skor 92,5% dari ahli media, 95% dari ahli materi, dan 100% dari guru kelas, yang semuanya termasuk dalam kategori "sangat valid". Uji coba terhadap 19 peserta didik juga menghasilkan skor 93%, menunjukkan tingkat validitas yang tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, aplikasi kuis interaktif berbantuan Genially dinyatakan sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Aplikasi ini mampu mendukung pembelajaran peribahasa secara lebih menarik, menyenangkan, dan interaktif, serta berpotensi meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA DIKELAS IV SDN 016 SUNGAI KUNJANG, SAMARINDA Haddar, Gamar Al; Atita, Atita; Tunru, Andi Alif
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.3892

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya peran guru dalam membangun kedisiplinan siswa kelas IV di SDN 016 Sungai Kunjang Samarinda. Fokus masalah pada penelitian ini adalah peran guru dan kedisiplinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisisis upaya yang dilakukan guru dalam menanamkan disiplin siswa kelas IV SD Negeri 016 Sungai Kunjang. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan berbagai peran penting dalam pendidikan. Sebagai sumber pendidik, guru memberikan teladan dan perhatian. Dalam perannya sebagai pengajar, guru mengulang pembelajaran dan membantu siswa dalam memahami konsep yang diajarkan. Sebagai sumber belajar, guru mengarahkan kedisiplinan dan mengajarkan pentingnya berdoa. Dalam peran sebagai pembimbing, guru menciptakan suasana belajar positif dan melibatkan siswa secara aktif. Sebagai penasehat, guru menenangkan siswa, memberikan teguran, dan menciptakan lingkungan yang aman. Sebagai motivator, guru memberikan nasehat dan pujian. Sebagai evaluator, guru melakukan evaluasi diri untuk memahami kemajuan siswa dan memberikan perhatian khusus kepada yang kurang disiplin