cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,007 Documents
ANALISIS PENGGUNAAN KOMIK EDUKASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Sri Ayu Lestari; Wiwin Widiyawati; Rio Putra Yunanto; Dine Trio Ratnasari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan komik edukasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV sekolah dasar. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya minat dan kemampuan siswa dalam memahami bacaan, sehingga dibutuhkan media pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik belajar anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis dokumen, yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik edukasi mampu meningkatkan motivasi belajar, memudahkan siswa memahami informasi, serta memperkuat kemampuan mereka dalam mengidentifikasi ide pokok, alur, dan isi bacaan. Guru menilai komik efektif karena sesuai dengan kebutuhan siswa dan mendukung pembelajaran berbasis literasi, sementara siswa merespons positif karena penyajian materi lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Selain itu, komik terbukti selaras dengan karakteristik belajar konkret siswa SD serta tuntutan Kurikulum Merdeka. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa komik edukasi efektif digunakan sebagai media pembelajaran membaca pemahaman, meskipun masih memerlukan pengembangan bahan ajar yang lebih variatif. Penelitian ini menyarankan integrasi komik secara konsisten dalam pembelajaran serta pengembangan komik tematik yang relevan dengan kompetensi dasar.
ANALISIS PENERAPAN GAMES BASED LEARNING (GBL) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT PRIBADI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Talitha Fadhilah Rosani; Sifa Rahayu; Shifa Salsabila; Dine Trio Ratnasari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4301

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis surat pribadi siswa SD, khususnya dalam aspek penyusunan struktur, pengembangan ide, dan ekspresi personal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan Games Based Learning (GBL) dalam pembelajaran menulis surat pribadi, menganalisis dampaknya terhadap pemahaman struktur dan isi surat, serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai model pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis hasil tulisan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GBL melalui permainan “Kotak Pesan Rahasia” dan “Susun Kartu Struktur Surat” mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta pemahaman siswa secara bertahap terhadap struktur dan isi surat pribadi. Siswa menjadi lebih antusias, aktif dalam diskusi kelompok, dan mampu mengidentifikasi serta menyusun bagian surat secara lebih runtut. Analisis pra-tes dan pasca-tes menunjukkan peningkatan kualitas tulisan terutama dalam kelengkapan struktur, koherensi ide, dan penggunaan bahasa. Evaluasi keseluruhan mengonfirmasi bahwa GBL efektif mendukung proses menulis melalui mekanisme permainan yang interaktif, kolaboratif, dan memfasilitasi scaffolding sehingga siswa lebih percaya diri dan terarah dalam menulis surat pribadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GBL layak dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran menulis di sekolah dasar dan disarankan untuk diterapkan secara konsisten dengan variasi permainan yang relevan guna meningkatkan kualitas keterampilan literasi siswa.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA GAUL OLEH SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA MEDIA SOSIAL TIKTOK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Eliana Novianti; Hanny Hidayati; Harya Sandika; Dine Trio Ratnasari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4304

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan bahasa gaul oleh siswa sekolah dasar di era media sosial TikTok serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Studi literatur ini mengkaji berbagai penelitian terdahulu yang membahas perkembangan bahasa gaul di kalangan anak, faktor penyebabnya, serta dampaknya terhadap kemampuan berbahasa formal. Hasil analisis menunjukkan bahwa TikTok menjadi salah satu media yang berpengaruh besar dalam menyebarkan kosakata gaul, termasuk akronim, singkatan, kata serapan, dan ekspresi viral yang kemudian diadopsi oleh siswa dalam interaksi sehari-hari. Penggunaan bahasa gaul dipengaruhi oleh intensitas penggunaan media sosial, pengaruh teman sebaya, budaya populer, dan minimnya pendampingan literasi digital dari keluarga maupun sekolah. Fenomena ini memiliki dua sisi: di satu sisi meningkatkan kreativitas berbahasa dan keberanian berkomunikasi, namun di sisi lain menurunkan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa baku, memahami struktur kalimat formal, serta menulis teks sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang adaptif dengan memasukkan literasi digital, pemahaman ragam bahasa, dan penguatan kemampuan berbahasa baku dalam proses pembelajaran. Selain itu, kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi penting untuk mengontrol paparan media sosial dan memastikan perkembangan bahasa anak tetap seimbang. Studi ini memberikan landasan konseptual bagi penelitian lanjutan terkait hubungan penggunaan TikTok dan kompetensi berbahasa formal siswa sekolah dasar.
ANALISIS PENERAPAN MEDIA VISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF SEDERHANA SISWA SEKOLAH DASAR ANALISIS PENERAPAN MEDIA VISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF SEDERHANA SISWA SEKOLAH DASAR Tiara Nuramalia; Tiara Qurotul Ain; Qori Oktaviani; Dine Trio Ratnasari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4318

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan media visual dalam meningkatkan kemampuan menulis paragraf sederhana siswa kelas V SDN 2 Muara Ciujung Timur. Masalah utama yang ditemukan pada observasi awal ialah rendahnya kelengkapan ide, kohesi–koherensi, dan variasi kosakata dalam tulisan siswa akibat keterbatasan media pembelajaran dan kurangnya motivasi menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, analisis dokumen tulisan siswa, dan dokumentasi untuk menggali proses pembelajaran serta perubahan kemampuan menulis setelah penggunaan berbagai media visual seperti gambar tunggal, gambar berseri, infografis, ilustrasi digital, video pendek, dan media interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media visual membantu siswa mengembangkan ide lebih jelas, memperkaya kosakata, serta menyusun paragraf yang lebih runtut dan padu. Respons siswa juga meningkat, ditandai dengan antusiasme, keterlibatan dalam diskusi, dan kemudahan memahami alur melalui bantuan visual. Analisis dokumen menunjukkan adanya perbaikan pada aspek kelengkapan ide, keterpaduan kalimat, serta ketepatan struktur paragraf. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi media visual efektif meningkatkan kemampuan menulis paragraf sederhana siswa. Oleh karena itu, guru disarankan memanfaatkan media visual secara konsisten dan variatif, sementara sekolah perlu menyediakan dukungan sarana yang memadai untuk pembelajaran menulis yang lebih kreatif dan bermakna.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V SD INPRES 6/75 MANURUNGE KECAMATAN TANETE RIATTANG KABUPATEN BONE Sudirman Sudirman; Sitti Rahmi; Hardianty Hamzah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-efficacy dengan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas V SD Inpres 6/75 Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD Inpres 6/75 Manurunge, sedangkan sampel terdiri atas 46 siswa kelas V yang dipilih melalui teknik multistage cluster sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket self-efficacy dan dokumentasi hasil belajar IPAS. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa self-efficacy siswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor 88,78, sementara hasil belajar IPAS berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 77,72. Analisis inferensial menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,500 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan hasil belajar IPAS. Hubungan tersebut berada pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan self-efficacy sebagai salah satu faktor yang dapat mendukung pencapaian hasil belajar siswa di tingkat sekolah dasar.
PENGARUH PENERAPAN MODEL RADEC BERBANTUAN MEDIA CANVA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Winni Alawiyah; Arifin Ahmad; Feby Inggriyani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4424

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas IV di SDN 226 Arcamanik Endah Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model RADEC berbantuan media Canva terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model RADEC berbantuan media Canva dan kelas kontrol yang tidak menggunakannya. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda, lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, Mann-Whitney, gain ternormalisasi, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model RADEC berbantuan media Canva menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan. Keterlibatan peserta didik meningkat dalam aktivitas membaca, diskusi, dan presentasi di kelas. Nilai gain ternormalisasi sebesar 0,4608 menunjukkan peningkatan kategori sedang. Namun, hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas (Asymp. Sig. 0,693 > 0,05), dan effect size sebesar 0,0042 termasuk kategori sangat rendah. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa model RADEC berbantuan media Canva belum memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar secara statistik, namun tetap memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran di kelas. Model ini dapat menjadi alternatif pendekatan yang mendorong keterlibatan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran membaca pemahaman yang lebih menyenangkan.
SINTESIS EFEKTIVITAS MODEL PROYEK DAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN SISTEM PERNAPASAN DI SEKOLAH DASAR Elin Marcelina; Enji Najiyyah; Fatahilah Mulia; Dine Trio Ratnasari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4491

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan sintesis temuan-temuan empiris mengenai efektivitas model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) yang terintegrasi dengan media audio visual dalam meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap materi sistem pernapasan manusia. Studi ini dilatarbelakangi oleh tingginya kesulitan siswa dalam memahami konsep abstrak IPA, yang menuntut adanya solusi inovatif. Pendekatan yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) terhadap jurnal-jurnal ilmiah yang relevan dalam 5 tahun terakhir. Temuan kunci dari sintesis ini menunjukkan bahwa media audio visual berfungsi sebagai jembatan kognitif untuk visualisasi konsep(Mayer, 2024) , sementara PjBL bertindak sebagai wadah aplikasi pengetahuan dan pendorong keterampilan abad ke-21. Kombinasi kedua strategi ini terbukti efektif secara konsisten dalam berbagai penelitian terkait IPA SD, dengan hasil berupa peningkatan rata-rata pemahaman, kemampuan berpikir kritis (Media et al., 2025) serta retensi pengetahuan(Wibowo et al., 2022). Simpulan dari tinjauan ini memberikan kerangka kerja teoretis untuk implementasi kurikulum IPA yang lebih kontekstual dan berbasis teknologi.
A QUALITATIVE DESCRIPTIVE ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF ANTI-VIOLENCE PROGRAMS IN ELEMENTARY SCHOOLS FOR BULLYING PREVENTION Tiara Panduwinata; Dika Wulandari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4513

Abstract

Violence and bullying in school remain a critical issue within Indonesia’s educational system, despite the implementation of various anti-violence programs. This study aims to explore the dynamics of bullying practices and evaluate the effectiveness of anti-violence education from the perspectives of survivors, parents, and teachers. This study employs a qualitative descriptive approach supported by simple descriptive quantitative data. The qualitative data were obtained through in-depth interviews and documentation, while the quantitative data were drawn from a short descriptive questionnaire used to complement and strengthen the narrative findings. This design allows the researcher to describe participants’ experiences holistically while validating emerging patterns through basic numerical trends. The findings reveal that the most prevalent form of bullying is verbal abuse (40%), followed by social exclusion (30%), threats or intimidation (20%), and cyberbullying (10%). Thematic analysis indicates that victims often experience bullying because they are perceived as “different”—academically superior, introverted, or socially isolated—and that a permissive school culture and lack of empathy education contribute to the persistence of bullying. Approximately 80% of survivors reported intensified bullying after their parents lodged complaints, demonstrating the weakness of institutional empathy and protection mechanisms. These findings support the power imbalance theory (Olweus, 1993) and symbolic violence framework (Bourdieu, 1991), positioning bullying as a manifestation of social hierarchy and structural inequality within schools. The study underscores the need for empathic and restorative education that cultivates moral awareness rather than relying solely on administrative sanctions. Policy recommendations include the formation of school anti-violence task forces, integration of emotional literacy into the curriculum, and teacher training based on a humanistic pedagogical approach. Theoretically, this study contributes to the discourse on empathy-based anti-violence education, while practically it offers a conceptual model for developing a safe, inclusive, and humanizing educational ecosystem.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Muhamad Albar Nur Ar Rauf; Muhamad Sopian; Nursa’diyah Salsabila; Dine Trio Ratnasari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4522

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar memerlukan strategi dan media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif serta pemahaman siswa terhadap materi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengembangan media pembelajaran interaktif pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta buku referensi yang relevan dengan topik penelitian. Data dikumpulkan melalui penelusuran basis data ilmiah dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi konsep, bentuk media, model pengembangan, serta dampak penggunaan media pembelajaran interaktif. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif mampu meningkatkan motivasi belajar, keaktifan siswa, dan pemahaman materi Bahasa Indonesia, khususnya pada keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Berbagai model pengembangan, seperti ADDIE, 4D, dan Borg and Gall, terbukti efektif dalam menghasilkan media pembelajaran interaktif yang layak dan sesuai dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran interaktif merupakan inovasi pembelajaran yang penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA YANG MEMANFAATKAN CERITA RAKYAT DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SDN 1 CILADAEUN Sela Apriani; Neng Euis Yunisa; Rika Wulandari; Dine Trio Ratnasari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4523

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi peserta didik agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Salah satu dalam mengembangkan potensi pendidikan pada peserta didik adalah dengan menanamkan minat baca pada peserta didik. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa minat baca siswa sekolah dasar masih tergolong rendah. Lemahnya kemampuan membaca siswa sering kali disebabkan oleh rendahnya motivasi dan monotoninya metode pembelajaran Bahasa Indonesia, sehingga siswa kurang tertarik dalam memahami teks bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia yang memanfaatkan cerita rakyat dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan siswa kelas IV serta guru Bahasa Indonesia di SDN 1 Ciladaeun sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta analisis hasil tes membaca sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pemanfaatan cerita rakyat menggunakan bahasa Indonesia sangat efektif dalam meningkatkan minat baca siswa SDN 1 Ciladaeun, dilihat dari adanya peningkatan kemampuan membaca yang cukup signifikan, terutama dalam aspek mengidentifikasi ide pokok, memahami kosakata secara kontekstual, serta menangkap nilai moral dalam bacaan. Nilai rata-rata siswa mengalami kenaikan dari 62 menjadi 82, dengan persentase peningkatan mencapai 32,26%. Selain perkembangan kognitif, siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan keaktifan selama proses pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran berbasis cerita rakyat yang dipadukan dengan model CIRC dinilai efektif untuk menguatkan kemampuan literasi sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal.

Page 96 of 101 | Total Record : 1007