cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,007 Documents
PERAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR Muhamad Nurdiansah; Masnnaeni Masnnaeni; Muhamad Ifan Saepani; Dine Trio Ratnasari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran orang tua dalam mendukung efektivitas proses belajar mengajar (PBM) di tingkat Sekolah Dasar (SD). Dukungan orang tua di rumah merupakan variabel krusial yang secara signifikan memengaruhi motivasi, sikap, dan capaian akademik siswa. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan orang tua, guru, dan beberapa siswa, serta observasi partisipatif di lingkungan keluarga dan sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua tidak terbatas pada penyediaan fasilitas belajar, melainkan mencakup tiga dimensi utama: 1) Peran sebagai Motivator, yaitu menciptakan lingkungan emosional yang positif dan menumbuhkan semangat belajar; 2) Peran sebagai Fasilitator dan Pendamping Belajar, yaitu membantu memahami tugas, mengatur waktu belajar, dan menjembatani kesulitan konsep pelajaran; dan 3) Peran sebagai Mitra Komunikasi Sekolah, yaitu aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolah dan menjalin komunikasi konstruktif dengan guru. Hasil studi ini menggarisbawahi perlunya kolaborasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan antara sekolah dan keluarga. Implikasi praktisnya adalah perancangan program pelatihan orang tua yang berfokus pada strategi pendampingan belajar yang efektif dan peningkatan kesadaran akan pentingnya keterlibatan emosional dalam pendidikan anak usia SD. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai keterlibatan keluarga dalam pendidikan, khususnya dalam konteks PBM di sekolah dasar.
METODE ATIK SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN KONKRET DALAM STIMULASI KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI KB SELENDANG SUTERA Annisa Fadhilah; Wyanita Setya Husnaeni; Siti Khuwaida Zilaaniah Al Mumtazah; Dwi Adji Dilliani; Sri Watini
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4543

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan aspek perkembangan yang memerlukan stimulasi optimal sejak usia dini melalui pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan karakteristik anak. Salah satu pendekatan yang relevan adalah Model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan) yang dikembangkan oleh Sri Watini dan telah banyak diimplementasikan dalam pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Model ATIK dalam menstimulasi kemampuan kognitif anak di KB Selendang Sutera. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok bermain. Kegiatan pembelajaran difokuskan pada aktivitas membuat minuman rasa coklat sebagai pengalaman belajar konkret yang memungkinkan anak mengamati, meniru, dan mengerjakan secara langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian unjuk kerja. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak pada setiap siklus, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan anak dalam mengikuti instruksi, memahami urutan kegiatan, serta menunjukkan kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya yang menegaskan efektivitas Model ATIK dalam menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Model ATIK efektif dalam menstimulasi kemampuan kognitif anak usia dini.
PEMBELAJARAN ASYIK BERBASIS NEUROSCIENCE DALAM MEMBANGUN REGULASI EMOSI ANAK USIA DINI: STUDI KUALITATIF Sri Watini; Sekar Pinilih; Kurnia Rahayu; Dian Nur Rachmawati; Yunita Yunita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4546

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan fundamental yang berperan penting dalam kesiapan belajar dan perkembangan sosial anak usia dini. Perspektif neuroscience menegaskan bahwa lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan bebas stres sangat menentukan optimalisasi fungsi otak anak, khususnya pada sistem limbik dan korteks prefrontal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pembelajaran ASYIK berbasis neuroscience dalam membangun regulasi emosi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di PAUD Bougenville. Subjek penelitian meliputi anak usia dini dan guru yang menerapkan Pembelajaran ASYIK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan hasil data lapangan, wawancara, dan dokumentasi sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran ASYIK mampu menciptakan iklim belajar yang aman dan menyenangkan, sehingga mendukung perkembangan regulasi emosi anak. Temuan persentase perkembangan menunjukkan bahwa 45% anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik, 35% Berkembang Sesuai Harapan, 20% Mulai Berkembang, dan 0% Belum Berkembang. Anak menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali emosi, mengendalikan impuls, menunggu giliran, serta merespons konflik secara lebih adaptif. Temuan ini mengindikasikan bahwa Pembelajaran ASYIK berkontribusi terhadap penguatan fungsi eksekutif dan regulasi emosi melalui pengalaman belajar yang positif dan bermakna. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Pembelajaran ASYIK berbasis neuroscience merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dan kontekstual dalam mendukung perkembangan regulasi emosi anak usia dini. Model ini berpotensi menjadi alternatif pembelajaran berbasis otak (brain-based learning) yang aplikatif dalam praktik pendidikan anak usia dini.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI UJUNG TEBU Atikah Atikah; Iis Sutiawati; Rini Ratna Ningsih Ningsih; B.Herawan Hayadi; Mutoharoh Mutoharoh
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4548

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar membutuhkan penggunaan media yang menarik dan interaktif untuk merangsang motivasi siswa dan memfasilitasi pemahaman kurikulum yang sukses. Wordwall adalah media pembelajaran digital yang banyak digunakan saat ini. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan Wordwall sebagai alat pendidikan dalam pengajaran bahasa Inggris di tingkat dasar dan untuk mengetahui tanggapan siswa dan instruktur mengenai penerapannya. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam belajar, sekaligus memfasilitasi pemahaman mereka tentang bahasa Inggris. Selain itu, Wordwall membantu pendidik dalam menyampaikan konten pembelajaran dengan cara yang lebih beragam dan menarik. Akibatnya, Wordwall dapat berfungsi sebagai sumber daya pendidikan alternatif yang layak untuk pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI QUIZIZZ DALAM PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS HOTS Isnaini Rahmawati; Abdul Khakim Alfarizi; Fatchurrahman Fatchurrahman
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan, mengembangkan dan menguji tingkat kepraktisan dan validitas instrumen evaluasi pembelajaran tematik berbasis HOTS melalui Quizizz. Penelitian ini dilatarbelakangi penggunaan instrumen evaluasi pembelajaran kebanyakan masih berada pada level kognitif rendah (LOTS) dan level kognitif menengah (MOTS), kurang efisien dan kurangnya pemanfaatan teknologi. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono 10 (sepuluh) tahap. Akan tetapi pada penelitian ini dibatasi pada 7 (tujuh) tahap pengembangan yakni analisis potensi dan masalah, mengumpulkan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, serta revisi produk. Jumlah subyek penelitian adalah 34 siswa dengan rincian siswa kelas 4B MI Darussalam sebanyak 12 siswa dan 20 siswa kelas 4 MI Asyafi’iyah Jatirejo. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Jenis instrumen yang digunakan menggunakan angket, lembar validasi para ahli dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru sangat membutuhkan pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran tematik berbasis HOTS melaui Quizizz karena sangat membantu dan mempermudah proses evaluasi pembelajaran di masa pandemi baik dari sisi kepraktisan, ekonomis ataupun kemudahan dalam pelaksanaan; (2) Bentuk pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran menghasilkan produk instrumen evaluasi pembelajaran tematik berbasis HOTS melaui Quizizz dengan variasi dimensi kognitif C4 (menganalisa) dan C5 (mengevaluasi) sejumlah 25 soal.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SEBAGAI UPAYA MENDORONG MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Bongguk Haloho
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4566

Abstract

Salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam pembelajaran abad 21 adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis dianggap sebagai modal intelektual yang sangat penting bagi peserta didik, sebagai unsur kematangan berpikir yang esensial.  Mengajarkan keterampilan berpikir kritis bertujuan agar peserta didik dapat mempelajari cara mengatasi masalah secara terstruktur dan kreatif, sehingga mereka dapat menemukan berbagai alternatif solusi. Untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, diperlukan suatu model, strategi, atau pendekatan pembelajaran yang inovatif agar peserta didik merasa tertarik dan termotivasi selama mengikuti pembelajaran. Guru yang telah menerapkan model, strategi, atau pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, pasti akan lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). PBL adalah suatu model pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata yang kompleks sebagai sarana untuk mendorong: pemahaman konsep, pengembangan keterampilan berpikir kritis, kemampuan dalam memecahkan masalah, keterampilan komunikasi, kesempatan untuk berkolaborasi dalam kelompok, serta menemukan dan menilai bahan penelitian, dan belajar secara berkelanjutan.  Penulisan artikel ini merupakan jenis tulisan yang berfungsi sebagai tinjauan literatur dari jurnal ilmiah, atau studi pustaka. Data yang terdapat dalam artikel ini disajikan secara deskriptif, menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diterapkan lebih lanjut. Proses yang dilakukan dalam penulisan artikel ini mencakup pencarian, yaitu mencari sumber data dari buku, jurnal, tesis, dan artikel online yang relevan dengan masalah yang akan dikaji.
KREATIVITAS GURU DALAM MEMANFAATKAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMPERKUAT KARAKTER PESERTA DIDIK Bongguk Haloho
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4567

Abstract

Kreativitas guru dalam memanfaatkan kearifan lokal memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat karakter siswa dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya setempat (seperti gotong royong, cerita rakyat, kesenian daerah) ke dalam proses pembelajaran melalui metode inovatif (proyek budaya, media digital, kemitraan dengan tokoh adat). Hal ini memungkinkan siswa untuk lebih mudah memahami, merasa memiliki, dan menginternalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, dan toleransi, sekaligus melestarikan budaya serta membangun identitas diri yang kuat dalam menghadapi era globalisasi. Dengan demikian, peserta didik merasa terhubung dengan materi dan menumbuhkan identitas budaya yang kuat. Penulisan artikel ini merupakan jenis tulisan yang bersifat literature review jurnal ilmiah, atau studi pustaka. Data dalam artikel ini disajikan secara deskriptif yang menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan lebih lanjut. Adapun proses yang dilakukan dalam penulisan artikel ini adalah mencari, yaitu mencari sumber data dari buku, jurnal, tesis dan artikel online yang sesuai dengan masalah yang akan dikaji. Selanjutnya data yang diperoleh dibaca, dianalisis, diolah, dan disimpulkan untuk menghasilkan kesimpulan.
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DI SD NEGERI PANGPAJUNG 01 Raudhatul Mukallalah; M. Fadlillah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4568

Abstract

Kompetensi pedagogik adalah salah satu komponen utama dalam profesi kependidikan yang harus dimiliki seorang guru. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan fundamental yang harus dimiliki guru dalam memahami peserta didik, merancang pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang mendidik, serta melakukan evaluasi hasil belajar secara autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengembangkan kompetensi pedagogik di SD Negeri Pangpajung 01 Bangkalan.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek Penelitian meliputi kepala sekolah, tiga guru kelas, dan tiga peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SD Negeri Pangpajung 01 Bangkalan telah menerapkan berbagai strategi dalam mengembangkan kompetensi pedagogik, diantaranya: melakukan observasi terhadap pemahaman peserta didik, merancang pembelajaran sesuai konteks kelas, melaksanakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, serta melakukan evaluasi berkelanjutan sebagai dasar perbaikan pembelajaran. Guru juga mengembangkan kompetensi melalui refleksi dan diskusi rutin, dengan dukungan kepala sekolah melalui supervise dan budaya kolaboratif. Secara keseluruhan, strategi tersebut efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
PENGARUH MOTIVASI DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI SISWA SEKOLAH DASAR Eni Yusnita Br Pardede; Karmila Bru Sebayang; Atria Swandi Manihuruk; Ernita Simatupang
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4569

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) menuntut keterlibatan aktif siswa baik secara fisik maupun mental. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran PJOK adalah motivasi belajar siswa serta penerapan model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar PJOK siswa kelas V SD Swasta HKBP Teladan Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V dengan jumlah sampel 26 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data meliputi angket motivasi belajar dan tes hasil belajar PJOK. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji-t menunjukkan nilai thitung sebesar 3,672 lebih besar dari ttabel sebesar 2,164, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar PJOK siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Jigsaw yang disertai dengan penguatan motivasi belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PJOK.
KERJASAMA KEPALA SEKOLAH DAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 11 KOTA JAMBI Sri Sudiarti; Ahmad Fikri; Nor Hafiz Zamani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerja sama antara kepala sekolah dan komite sekolah dalam meningkatkan Sarpras pembelajaran di SMAN 11 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara kepala sekolah dan komite sekolah belum berjalan secara optimal. Kendala utama yang ditemukan meliputi kurangnya pengelolaan sarana dan prasarana, lemahnya pengawasan, serta keterbatasan waktu untuk melaksanakan rapat dan pertemuan. Kondisi tersebut berdampak pada kurang maksimalnya perawatan fasilitas, terhambatnya koordinasi, serta tertundanya pengembangan sarana dan prasarana. Meskipun demikian, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, antara lain dengan meningkatkan pengelolaan dan pengawasan sarana dan prasarana, serta memanfaatkan komunikasi yang lebih fleksibel untuk mengatasi keterbatasan waktu. Penelitian ini menegaskan bahwa kerja sama yang efektif, komunikasi yang baik, serta pengelolaan Sarpras yang optimal sangat penting untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara maksimal.

Page 97 of 101 | Total Record : 1007