cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
lppm@ars.ac.id
Phone
+62227-100124
Journal Mail Official
redaksi@ars.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/et
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : 25282239     DOI : https://doi.org/10.51977/j.kep
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan BSI Terbit pertama kali pada 2013. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai isu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan September. Jurnal Keperawatan BSI sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas, situs Jurnal Keperawatan BSI menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi. Jurnal Keperawatan BSI menerima artikel ilmiah dengan area penelitian pada: Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Manajemen Keperawatan
Articles 190 Documents
HUBUNGAN MOTIVASI MENJADI MAHASISWA PERAWAT DENGAN PRESTASI BELAJAR DI KAMPUS “X” DI TANGERANG Teresa Teresa; Rina Milawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar merupakan hal penting yang ingin diperoleh mahasiswa dalam melakukan aktivitas belajar yang dapat ditunjukkan oleh perasaan dan sikap. Seseorang akan melakukan suatu kegiatan karena ada motivasi dalam dirinya. Motivasi menjadi mahasiswa perawat merupakan hal yang menarik untuk diketahui. Prestasi belajar hingga saat ini masih menjadi tolak ukur kompetensi mahasiswa di bidang ilmunya masing-masing, oleh sebab itu banyak institusi kerja yang menggunakan indeks prestasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan motivasi menjadi mahasiswa perawat dengan prestasi belajar mahasiswa di kampus “X” di Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menggunakan cross sectional. Penelitian cross sectional. Sample pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa perawat yang kuliah pada institusi pendidikan berjumlah 136 . Analisis bivariat pada variabel motivasi menjadi mahasiswa perawat dengan prestasi belajar menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian diperoleh nilai p 0,02 yang menunjukkan bahwa korelasi antara motivasi dan prestasi belajar mahasiswa keperawatan bermakna, dan nilai koreasi 0,541 menunjukkan adanya korelasi yang cukup kuat. Dari hasil diatas, diperoleh nilai p 0,02 yang menunjukkan bahwa korelasi antara motivasi dan prestasi belajar mahasiswa keperawatan bermakna, dan nilai koreasi 0,541 menunjukkan adanya korelasi yang cukup kuat. Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar mahasiswa keperawatan bermakna Beberapa indikator timbulnya motivasi dalam diri seseorang adalah adanya hasrat dan keinginan berhasil dalam hal ini lulus menjadi seorang perawat.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM PEMBERIAN OBAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Wempi Eka Rusmana; Rida Amelia; Anita Putri Wijayanti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika kualitas pelayanan medis yang mereka terima memenuhi atau melebihi harapan mereka, pasien akan bahagia, begitu pula sebaliknya. Harapan klien dan komunikasi perawat berbeda, yang menyebabkan ketidakpuasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik pada saat pemberian obat dengan tingkat kepuasan pasien RS X. Penelitian ini menggunakan metodologi cross-sectional dan strategi analitis korelatif. Populasi penelitian adalah 53 pasien yang menerima perawatan di Rumah Sakit X. Sedangkan sampel penelitiannya berjumlah 48 pasien. Pengambilan sampel nonprobabilitas yang dikombinasikan dengan metodologi pengambilan sampel kuota merupakan strategi pengambilan sampel yang digunakan. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan Spearman Rank dengan α = 0,05 digunakan untuk analisis. Di antara 28 orang dalam penelitian yang memiliki komunikasi terapeutik yang tidak memadai, 14 pasien (atau 50%) melaporkan merasa kurang puas, 13 pasien (46,4%) melaporkan merasa cukup puas, dan 1 pasien (atau 3,6%) melaporkan merasa puas. Uji Spearman Rank menunjukkan nilai ρ = 0,001 < α=0,05 yang menunjukkan adanya hubungan antara komunikasi terapeutik pada saat pemberian obat dengan kepuasan pasien di rumah sakit.
GAMBARAN POLA KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PADA ANAK KELAS V DI SDN 071 SUKAGALIH Maidartati Maidartati; Nurul Iklima; Herlina Rosmayanti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia sekolah dasar cenderung lebih banyak jajan dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Dengan banyaknya jajan, orang tua tidak dapat mengontrol apa yang dikonsumsi oleh anaknya seperti halnya makanan kariogenik. Dampak dari konsumsi makanan kariogenik yang berlebihan menyebabkan karies gigi pada anak. Karies gigi adalah kerusakan pada gigi akibat demineralisasi jaringan keras seperti enamel, dentin, dan sementum yang disebabkan oleh banyak faktor yaitu mikroorganisme, gigi, waktu, dan pola makan kariogenik pada anak kelas V SDN 071 Sukagalih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran pola konsumsi makanan kariogenik. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/siswi kelas V SDN 071 Sukagalih sampel yang digunakan sebanyak 43 anak. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling.Analisa data menggunakan analisis univariat menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar (69,8 %) atau 30 anak berjenis kelamin laki-laki, sebagian besar (69,8 %) atau 30 anak berusia 11 tahun, dan sebagian besar (65,1%) atau sebanyak 28 anak mempunyai pola konsumsi makanan kariogenik yang kurang baik. Dari hasil penelitian pola konsumsi makanan kariogenik masih kurang baik diharapkan orang tua lebih memperhatikan kebiasaan makan anak disekolah dan bagi guru dan pihak UKS bisa memberikan edukasi pada anak usia sekolah dasar mengenai dampak mengkonsumsi makanan kariogenik.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN DIABETES SELF MANAGEMENT Hudzaifah Al Fatih; Tita Puspita Ningrum; Hani Handayani
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan yang timbul akibat diabetes mellitus (DM) dapat dikendalikan apabila penderita DM menerapkan self management. Literasi kesehatan merupakan keadaan dimana individu memiliki kapasitas untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi kesehatan dasar yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat tentang kesehatan. Literasi kesehatan yang tidak memadai dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk. Selain literasi kesehatan, pengambilan keputusan yang tepat terhadap perawatan diri juga dipengaruhi oleh kepercayaan diri pasien atau yang dikenal dengan istilah self-efficacy. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Literasi Kesehatan dan Self Efficacy dengan Kepatuhan Diabetes Self Management pada penderita DM tipe 2. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 70 orang, dengan tekhnik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup. Analisa secara univariat menggunakan rumus prosentase dan bivariat menggunakan chi- square. Hasil penelitian ini didapatkan kepatuhan diabetes self management tinggi sebagian besar 49 (70%) dan diketahui ada hubungan antara literasi kesehatan dengan kepatuhan diabetes self management (p value = 0,000). Dan ada hubungan juga antara self efficacy dengan kepatuhan diabetes self management (p value = 0,000). Simpulannya ada hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan kepatuhan diabetes self management dan ada pula hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan diabetes self management. Kepatuhan terhadap diabetes self management dapat ditingkatkan melalui peningkatan literasi kesehatan dan self efficacy penderita DM.
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HALUSINASI DI PUSKESMAS CIGADUNG BANDUNG Erna Irawan; Purwo Suwignjo; Mery Tania; Umi Khasanah; Susi Sundayanti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku dan dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Kepatuhan minum obat merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan masalah yang sering dialami pada pasien gangguan halusinasi. Angka proporsi pengobatan dengan anggota rumah tangga gangguan jiwa halusinasi yang rutin berobat selama 1 bulan terakhir yaitu sebesar 48,9% dan untuk yang tidak rutin minum obat sebesar 51,1% pada pasien halusinasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis “Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Halusinasi di Puskesmas Cigadung Bandung. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelian dalam penelitian ini berjumlah 45 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kusioner kepatuhan minum obat MMAS-8 (Medication Morisky Adherence Scale 8). Hasil penelitian menunjukan gambaran kepatuhan minum obat pada pasien halusinasi di Puskesmas Cigadung rendah dengan jumlah responden sebanyak 45 orang. Hampir seluruhnya klien halusinasi memiliki kepatuhan minum obat yang rendah (66,67 %). Penelitian ini hanya mengidentifikasi gambaran kepatuhan minum obat pada pasien halusinasi di Wilayah Kerja Puskesmas Cigadung. Evaluasi yang berkelanjutan sangat diperlukan dalam memperbesar peluang klien untuk disiplin minum obat serta dapat mengontrol halusinasinya.
GAMBARAN PREVALENSI DISMENORE DAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMK BHAKTI KENCANA TASIKMALAYA Hilman Mulyana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diketahui prevalensi kasus dismenore tersebar hampir di seluruh dunia terdapat 15,8% - 89,5%, seperti di Bangladesh 59,8%, Mesir 34%, Korsel 0,9%, dan Italia 84,1%, Berdasarkan epidemiologi di Indonesia untuk prevalensi dismenore dan anemia belum diketahui pasti. Terdapat hasil penelitian tahun 2019 di kota Denpasar, terdapat prevalensi 74,42% dengan proporsi paling tinggi pada usia 14 - 16 tahun serta pada remaja putri 90%, dibandingkan dewasa 25%. Penelitian terbaru tahun 2023 pada mahasiswi yang mengalami dismenore kategori nyeri berat terdapat 27%, kategori sedang 42%, dan kategori ringan 31%. Kemudian prevalensi kasus anemia sebesar 32%, ini menunjukan 3 - 4 dari 10 remaja menderita anemia. Menunjukan kasus prevalensi dismenore dan anemia masih menjadi masalah kesehatan system reproduksi pada wanita atau remaja. Metode penelitian deskriptif. Populasi dan sampel penelitian adalah kelompok remaja putri di SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya, sebanyak 16 orang dengan metode total sampling. Peneliti melakukan analisis pada skala nyeri dismenore dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), serta kadar Hemoglobin dengan Hemoglobin Testing System Quick Check Set. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran prevalensi kasus dismenore meliputi usia dan kategori skala nyeri, prevalensi anemia dan kategori anemianya. Diketahui gambaran karakteristik umur siswi yang mengalami dismenore paling banyak berada di rentang usia 16 tahun sebanyak 21 (65.6%) orang, diketahui bahwa skala nyeri dismenore yang dialami kelompok remaja putri tersebut yang mengalami nyeri dismenore kategori paling banyak adalah kategori sedang sebanyak 8 (50%) orang, dan diketahui bahwa kadar Hemoglobin pada kelompok remaja putri menunjukan remaja yang mengalami anemia kategori ringan sebanyak 5 (31.3%) orang, remaja yang mengalami anemia kategori sedang sebanyak 1 (6.3%) orang, serta tidak ada yang mengalami anemia berat. Diketahui gambaran siswi yang mengalami dismenore berada di usia 16 tahun sebanyak 11 orang, skala nyeri yang dialami paling banyak kategori sedang sebanyak 8 orang, dan kadar Hemoglobin yang menunjukan anemia kategori ringan sebanyak 5 orang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya dan sebagai tambahan wawasan ilmu pengetahuan tentang gambaran dan penatalaksanaan disemnore dan anemia khusunya di kalangan remaja atau sekolah bagi guru.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE PADA BALITA DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA Cantika, Cici; Mita, Mita; Pramana, Yoga
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare merupakan penyebab kematian nomor dua pada anak di bawah lima tahun. Ancaman paling parah yang ditimbulkan oleh diare adalah dehidrasi. Seseorang dengan diare mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan tubuh. Setiap tahun diare membunuh sekitar 525.000 pada balita. Kejadian diare dapat dihindari jika seorang ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang diare karena pengetahuan baik yang dimiliki ibu tentunya akan mempengaruhi perilakunya ketika melakukan pencegahan serta penanganan penyakit diare pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang diare pada balita di kecamatan Pontianak Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Adapun Subjek pada penelitian ini berjumlah 94 ibu di wilayah kerja Puskesmas Khatulistiwa Pontianak Utara. Hasil menunjukan bahwa dari 94 reponden, ibu yang pengetahuan baik merupakan kategori yang paling banyak dimiliki oleh ibu yaitu berjumlah 73 orang (78%), kategori pengetahuan cukup berjumlah 21 orang (22%). Pentingnya peningkatan pengetahuan ibu tentang diare merupakan hal yang harus diperhatikan oleh pelayanan kesehatan guna menurunkan angka kejadian serta mencegah komplikasi diare pada balita.
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK DI SDN 058 BANDUNG Wijayanti, Anita Putri; Maidartati, Maidartati; Billqie, Lizzy
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah perilaku yang tidak menyenangkan yang dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman atau terluka. Biasanya terjadi berulang kali, berat atau ringan dan pasti menyebabkan cedera. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan bahwa pada tahun 2023, terjadi empat insiden perundungan salah satunya Sekolah Dasar. Kejadian bullying di sekolah sekarang menjadi perhatian utama karena efeknya yang permanen pada korbannya. Perilaku bullying dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor dari dalam diri pelaku, dalam diri korban, keluarga, media, sekolah, kondisi linkungan serta faktor teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar di sekolah SDN 058 Babakan Ciparay Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dan menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel 112 siswa kelas 4,5 dan 6 yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisis menggunakan Uji Spearman dan diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti p < a sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar. Memahami peran teman sebaya dalam bullying dan mengembangkan program intervensi yang memperkuat peran positif mereka. Pihak sekolah dapat menerapkan program edukasi berkelanjutan dalam deteksi dan pencegahan bullying, serta mengevaluasi efektivitas program anti-bullying.
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA REMAJA DI SMAN 10 KOTA BANDUNG Tania, Mery; Irawan, Erna; Suwignjo, Purwo; Saputra, Anggi; Fuspita, Sri Rahayu Della
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan respon individu terhadap tekanan atau beban kehidupan. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya kesehatan jiwa seseorang. Remaja merupakan masa perkembangan transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa yang mencangkup beberapa perubahan seperti perubahan biologis, kognitif, dan sosial-ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat stress pada remaja di SMAN 10 Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan kepada siswa siswi kelas X dan XI Di SMAN 10 Kota Bandung dengan jumlah populasi sebanyak 864 siswa dan jumlah sampel sebanyak 226. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat stress pada remaja Di SMAN 10 Kota Bandung adalah memasuki kategori berat sebanyak 111 siswa (49,1%) dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 99 siswa (43,8%) dan jenis kelamin Perempuan sebanyak 127 siswa (56,2%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT TERHADAP BUNDLE VAP DI RUANG ICU Al Fatih, Hudzaifah; Iklima, Nurul; Kurniasih, Rosa
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh bermacam-macam agen infeksius, termasuk virus, bakteri dan mukoplasma. Pneumonia yang terjadi setelah 48 jam pemakaian ventilasi mekanik baik pipa endotracheal maupun tracheostomi didefinisikan Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Terdapat 7 bundle VAP untuk menurunkan VAP, namun kurangnya pengetahuan menjadi hambatan terhadap kepatuhan perawat terhadap bundle VAP serta mempengaruhi keefektifan dan keberhasilan bundle untuk mereduksi angka VAP. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat tentang bundle VAP di ICU Santosa Hospital Bandung Central. Desain penelitian berupa deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang ICU Santosa Hospital Bandung Central sebanyak 87 perawat yang direkrut menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan perawat ICU tentang VAP dan lembar observasi kepatuhan perawat terhadap bundle VAP. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan perawat tentang bundle VAP yaitu sebagian besar perawat ICU memiliki pengetahuan baik sebanyak 50 perawat (58,1%), kepatuhan perawat tentang bundle VAP yaitu 74 (85.1%) perawat ICU tidak patuh terhadap bundle VAP. Selanjutnya, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan perawat terhadap bundle VAP (r=0.086, p=0.429). Untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam melaksanakan bundle VAP, rumah sakit perlu memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan bundle VAP dan memberikan sanksi bagi mereka yang tidak patuh. Pelatihan tentang bundle VAP juga perlu dilakukan agar perawat mengetahui pentingnya bundle VAP dalam mengurangi angka kejadian VAP dan merasa memiliki tanggungjawab untuk melaksanakannya.