cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2022)" : 58 Documents clear
PENGARUH EKSTRAK AIR DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP APOPTOSIS SEL β PANKREAS DAN PERUBAHAN MORFOLOGI ISLET LANGERHANS TIKUS MODEL OBESITAS Dinda Dwi Anggita; Aris Rosidah; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pemberian diet tinggi lemak tinggi fruktosa (TLTF) akan menyebabkan obesitas yang akan memicu terbentuknya radikal bebas, dan akhirnya menginduksi terjadinya kerusakan ada sel β pankreas dan perubahan morfologi islet Langerhans. Daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan sebagai pertahanan terhadap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak air daun sirsak (EADS) terhadap jumlah apoptosis sel β, dan perubahan morfologi (struktur, bentuk, ukuran) islet Langerhans pankreas tikus dengan induksi TLTF.Metode: Diberikan induksi diet TLTF dan EADS selama 10 minggu pada hewan coba yang dibagi menjadi 5 kelompok secara in vivo, yaitu kelompok normal (KN), kelompok positif (KP) dan EADS dosis I (100 mg/kgBB), II (200 mg/kgBB) dan III (400 mg/kgBB) (n=6 ekor). Dilakukan pengambilan sediaan organ pankreas dengan pengecatan Hematoxylin Eosin untuk mengetahui jumlah apoptosis sel β, dan perubahan morfologi islet Langerhans, lalu diamati dengan mikroskop dotSlide dengan perbesaran 200x. Analisa statistik menggunakan One Way ANOVA dan uji LSD (p<0,05).Hasil: Pemberian EADS dosis II dan III secara signifikan menurunkan jumlah apoptosis sel β pankreas sekitar 22% dan 30% dibandingkan kontrol positif (p<0,05), sedangkan pada perubahan struktur islet Langerhans secara signifikan dapat menurunkan sekitar 17% dan 24% (p<0,05), dan pada perubahan bentuk islet Langerhans secara signifikan dapat meningkatkan sekitar 80% dan 95% (p<0,05). Pemberian EADS dosis I, II dan III secara signifikan meningkatkan luas ukuran sekitar 57%, 47%, dan 62% dibandingkan kontrol positif (p<0,05).Simpulan: Pemberian EADS dosis II dapat menurunkan jumlah apoptosis sel β pankreas, menghambat perubahan struktur, dan meningkatkan perbaikan perubahan bentuk. Sedangkan EADS dosis I dapat meningkatkan luas ukuran islet Langerhans. Kata Kunci: Daun Sirsak, Diet TLTF, Obesitas, Apoptosis, Morfologi Islet Langerhans 
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI MELALUI EDUKASI BUKU ILUSTRASI “KREASI” Yusuf Satrio Nugroho; Sasi Purwanti; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Prevalensi Skabies di kota Malang cukup tinggi dengan angka kejadian sebesar 89,9% terutama di lingkungan pondok pesantren. Hal ini dapat dikurangi dengan pemberian edukasi yang baik melalui buku ilustrasi Kreasi kepada santri. Namun, efek penggunaan buku ilustrasi Kreasi pada pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan Skabies santri belum diketahui sehingga perlu diteliti.Metode: Uji quasi eksperimental jenis pre-test and post-test control group design dengan responden santri laki-laki yang dibagi dalam kelompok kontrol (n=42) dan kelompok intervensi (n=46). Kelompok intervensi mendapatkan pendidikan kesehatan melalui media buku ilustrasi “Kreasi”. Pre-test dan post-test menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan penyakit Skabies dilakukan pada kedua kelompok tersebut. Hasil pre-test dan post-test dianalisa dengan uji Wilcoxon dan uji Post Hoc LSD (dengan p < 0.05 dianggap signifikan).Hasil: Persentase responden yang mendapat nilai pre-test kategori kurang pada kelompok kontrol (pengetahuan 38,1%, sikap 0%, dan perilaku 16,7%) dan pada kelompok intervensi (pengetahuan 47,8%, sikap 0%, dan perilaku 16,7%). Persentase responden kelompok intervensi yang mendapat nilai post-test kategori kurang masing-masing pengetahuan 10,9%, sikap 0%, dan perilaku 17,4%. Uji Wilcoxon didapatkan perbedaan signifikan pada pengetahuan kelompok intervensi (Sig = 0,00). Uji post hoc pada nilai post-test pengetahuan antar kelompok (Sig = 0,001). Intervensi buku hanya bisa merubah pengetahuan, tapi sikap dan perilaku tidak bisa berubah dalam waktu 2 minggu (sikap Sig =0,183, perilaku Sig=0,765).  Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui buku ilustrasi dapat meningkatkan pengetahuan namun tidak merubah sikap dan perilaku santri tentang pencegahan Skabies.Kata kunci: Skabies, santri, pengetahuan, sikap, perilaku, buku ilustrasi
POTENSI SENYAWA AKTIF BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) SEBAGAI ANTI-ADHESI DALAM MENGHAMBAT PROTEIN TARGET FimH DAN PapG BAKTERI Escherichia coli Eko Hari Prasetyo; Rio Risandiansyah; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penghambatan infeksi Escherichia coli dapat dilakukan dengan memhambat penempelan dari bakteri pada sel inang. Senyawa aktif bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) yang memiliki potensi sebagai anti-adhesi pada bakteri E. coli, namun masih belum diketahui senyawa aktif dan mekanisme yang bekerja. Pada penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi senyawa aktif bunga rosella sebagai anti-adhesi dengan mekanisme penghambatan protein Adhesin FimH dan PapG secara in silico.Metode: Penelitian dilakukan secara penambatan molekul. Afinitas senyawa aktif bunga rosella terhadap protein FimH dan PapG diukur menggunakan website docking server dengan parameter energi ikatan bebas, luas permukaan, konstanta inhibisi dan residu asam amino. Kontrol terhadap FimH adalah Methyl alpha-D-mannopyranoside dan kontrol terhadap PapG adalah D-Galactose.Hasil: Pada hasil kontrol Methyl alpha-D-mannopyranoside didapatkan nilai energi ikatan bebas (∆G) -5,20 kkal/mol, luas permukaan 435.852 Å, konstanta inhibisi 182,10 µM serta 11 residu asam amino. Hasil kontrol D-Galactose didapatkan ∆G -7,08 kkal/mol luas permukaan 343,949 Å, konstanta inhibisi 6,43 µM serta 4 residu asam amino. Senyawa aktif memiliki afinitas yang terbaik terhadap FimH antara lain Quercetin-3-rutinoside dengan ∆G -9,61 kkal/mol, Leucoside(kaempferol-3-O-sambubioside) ∆G -9,12 kkal/mol, Kaempferol-3-glucoside ∆G -8,17 kkal/mol. Senyawa aktif memiliki afinitas yang tinggi terhadap PapG antara lain Quercetin-3-rutinoside ∆G -9,24 kkal/mol, Leucoside(kaempferol-3-O-sambubioside) ∆G -9,09 kkal/mol, Kaempferol-3-O-rutinoside (Nicotiflorin) ∆G -8,66 kkal/mol. Ketiga senyawa terbaik memiliki luas permukaan lebih tinggi dari kontol, memiliki konstanta inhibisi lebih kecil dibandingkan kontrol serta memiliki kesamaan residu asam amino  sama dibandingkan kontrol.Kesimpulan: Senyawa aktif bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) derivat quercetin dan kampferol diprediksi dapat menghambat adhesi E. coli dengan berikatan pada sisi aktif protein FimH dan PapG.Kata Kunci : Anti-adhesi; Hibiscus sabdariffa; in silico.                                         
PEMBERIAN EDUKASI BUKU ILUSTRASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN RISIKO KEHAMILAN REMAJA DI PONDOK PESANTREN Khazni Aghnia Indartatih; Rizki Anisa; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pondok pesantren amasih tabu dalam membicarakan masalah kesehatan reproduksi. Hal tersebut menyebabkan kurangnya informasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) pada santri. Edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja belum terlaksana dengan baik di lingkungan pondok pesantren, sehingga peneliti ingin mengetahui pengaruh edukasi buku ilustrasi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja di pondok pesantren.Metode:  Study Quasi experimental design pretest postest with control group. Intervensi menggunakan edukasi buku ilustrasi Kreasi. Responden terdiri dari santri putri kelompok kontrol (n=37) dan kelompok intervensi (n=43). Pretest-postest diukur dengan instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja. Data statistik dianalisa menggunakan uji Wilcoxon dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD dimana keduannya dikatakan signifikan apabila Sig < 0,05.Hasil: Mayoritas responden berusia 13 tahun dengan jumlah 39 santri (48,75%). Distribusi respondem berdasarkan kelas yaitu kelas7 berjumlah 41 orang (51,25%), kelas 8 berjumlah 24 orang (30%), dan kelas 9 orang (18,75%). Hasil uji beda pretest-postest pengetahuan kelompok kontrol (Sig = 0,005) dan kelompok intervensi (Sig = 0,009). Pada variabel sikap kelompok kontrol (Sig = 0,083) dan kelompok intervensi (Sig = 0,224). Pada varibel perilaku kelompok kontrol (Sig =0.005) dan kelompok intervensi (Sig = 0,317). Hasil uji post hoc LSD hanya variabel pengetahuan yang terdapat perbedaan pada saat dibandingkan postest terhadap kedua kelompok.Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui buku Kreasi dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan risiko kehamilan remaja. Namun, tidak dapat meningkatkan sikap dan perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja.Kata kunci: Risiko kehamilan remaja, santri, pengetahuan, sikap, perilaku, edukasi buku Kreasi.
HIGH STAKES ASSESSMENT DAN DAMPAK TERHADAP PEMBELAJARAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Garlina Hita Ganjarani; Sri Herlina; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: High Stakes Assessment di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan merupakan tolak ukur untuk memastikan kualitas lulusan. Semakin baik kualitas lulusan diharapkan suatu negara memiliki derajat pelayanan kesehatan yang baik dan sebaliknya. Peneliti ingin melihat macam macam implementasi high stakes assessment di fakultas kedokteran dan kesehatan didunia dan dampaknya terhadap perilaku belajar mahasiswa.Metode: Penelitian ini merupakan kajian sistematik literatur dengan menggunakan metode PRISMA yaitu melalui proses identifikasi, skrining, cek eligibilitas dengan membaca keseluruhan isi literatur dan melakukan critical appraisal (Jadad Score, Health Evidence dan MMAT 2018) dan inklusi. Databased rujukan dari EBSCO, Science Direct, PMC, Proquest, Wiley Online Library, dan Google Scholar.Hasil: Beberapa praktik high stakes assessment ditemukan pada enam negara yaitu, United Kingdom (UK), English Caribbean, United State (US), Canada, China, dan Indonesia. Asesmen sumatif cenderung mendorong perilaku belajar mahasiswa kearah surface learning, namun terdapat faktor lain sehingga perilaku belajar yang muncul berbeda tiap individunya.Kesimpulan: Praktik high stakes assessment dilakukan dibanyak negara dan Indonesia namun tidak disebutkan dampak pada perlaku belajarnya. Asesmen sumatif dapat mendorong perilaku belajar mahasiswa menjadi surface learning, namun selain itu ada faktor lain yang mendorong perilaku belajar yaitu motivasi, tujuan, tingkat konsekuensi, jenis asesmen, umpan balik, dan tekanan waktu. Kata Kunci: mahasiswa kedokteran dan kesehatan; dampak asesmen high stakes; perilaku belajar; dampak terhadap pembelajaran
STUDI IN SILICO AFINITAS SENYAWA AKTIF BIJI KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris) TERHADAP PROTEIN SIRTUIN-1 (SIRT-1) DAN NUCLEAR RELEATING FACTOR-2 (NRF2) UNTUK MENCEGAH ALZHEIMER M Josie Yusuf; Anita Puspa Widiyana; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Protein Sirtuin-1 (SIRT-1) dan Nuclear Releating Factor-2 (NRF2) berperan dalam mekanisme terjadinya Alzheimer. Secara empiris kacang merah (Phaseolus vulgaris) mengandung senyawa aktif untuk menghambat Alzheimer, namun mekanismenya terhadap SIRT-1 dan NRF2 belum pernah diteliti. Penelitian dilakukan untuk mengetahui mekanisme kacang merah mencegah Alzheimer melalui aktivasi SIRT-1 dan NRF2.Metode: Penelitian dilakukan secara In Silico dengan menggunakan docking server untuk menilai afinitas senyawa aktif biji kacang merah terhadap protein SIRT-1 dan NRF2. Uji farmakokinetik, fisikokimia dinilai dengan pkCSM (Predicting Small-Molecule Pharmacokinetic and Toxicity Properties). Analisa dilakukan dengan diskriptif analitik dengan melihat hasil afinitas senyawa aktif terhadap SIRT-1 dan NRF2 dibandingkan obat kontrol.Hasil: Didapatkan 5 senyawa aktif (beta sitosterol, sianidin, glisitein, biokanin A, dan genistein) dari 8 senyawa aktif yang diteliti memiliki afinitas tinggi terhadap protein SIRT-1 dan 5 Senyawa aktif (beta sitosterol, biokanin A, genistein, glisitein, dan formononetin) dari 20 senyawa aktif yang didockingkan memiliki afinitas yang tinggi terhadap protein NRF2. Hasil prediksi parameter fisikokimia seluruh senyawa aktif memenuhi hukum 5 Lipinski. Hasil Prediksi sifat farmakokinetik β-sitosterol adalah senyawa yang memiliki nilai paling baik.Kesimpulan: senyawa aktif biji kacang merah mempunyai potensi sebagai pencegahan alzheimer dengan mengaktifkan SIRT-1 dan NRF2 yaitu beta sitosterol. Beta sitosterol juga mempunyai afinitas, fisikokimia, farmakokinetik yg baik dan tidak bersifat toksik sehingga dapat menjadi kandidat kuat obat pencegahan Alzheimer melalui peningkatan SIRT-1 dan NRF2.Kata Kunci : Alzheimer; Phaseolus vulgaris; in silico
PENURUNAN KADAR HEMOGLOBIN TANPA PERUBAHAN KADAR ZAT BESI SERUM PADA WANITA LANSIA SEHAT DI KOTA MALANG Nurbella Sannyngtyas; Yeni Amalia; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Anemia Defisiensi Besi (ADB) adalah penurunan kadar Hb karena kurangnya zat besi serum yang sering terjadi di Indonesia. Lansia memiliki resiko anemia lebih besar dibanding usia muda terutama wanita. Penelitian ini mengambil responden usia tua dan muda dengan gap kurang lebih 40 tahun untuk mengetahui perbedaan kadar zat besi serum dan Hb pada dua kondisi usia.Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif jenis Cross-sectional dengan responden wanita sehat yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok dewasa muda (n=40) dan lansia(n=40). Kadar zat besi serum diukur dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dan kadar Hb dengan menggunakan metode flow cytometry. Data zat besi serum dianalisis dengan uji Independent T-Test, sedangkan data Hb dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menilai hubungan antar variabel yang ada dengan p<0.05 dianggap signifikan.Hasil dan Pembahasan: Kadar zat besi serum dewasa muda dan lansia didapatkan 72.400±26.467 vs 82.700±21.670 (p=0.061). Kadar hemoglobin dewasa muda dan lansia didapatkan 13.905±1.671 vs 13.105±0.991 (p=0.008). Uji korelasi usia dengan kadar zat besi serum didapatkan r=0.246 (p=0.028), sedangkan hasil uji korelasi usia dengan kadar Hb didapatkan r=-0.137 (p=0.226). Hal ini menunjukkan penurunan kadar Hb lansia yang terjadi karena lansia mengalami penurunan fungsi ginjal, sehingga berdampak pada penurunan produksi hormon eritropoietin hingga membuat jumlah eritrosit dan kadar Hb ikut menurun.Kesimpulan: Penuaan berperan dalam penurunan kadar hemoglobin (Hb), namun tidak mempengaruhi kadar serum zat besi.Kata Kunci : Usia, Penuaan, Serum Zat Besi, Hemoglobin (Hb).
PENINGKATAN HASIL TIMED UP AND GO (TUG) TEST DAN MEAN ARTERIAL PRESSUREN (MAP) WANITA LANSIA SEHAT DI KOTA MALANG Qonitiya Nuriyah; fancy Brahma Adiputra; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penuaan adalah tahapan kehidupan yang menunjukkan adanya penurunan fungsi dan dimulai setelah usia 50 tahun dengan ditandai penurunan massa tubuh dan kekuatan fisik yang dapat dideteksi dengan  Timed up and-go (TUG) test. Selain penurunan aktivitas fisik, hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang terjadi pada lansia dan dapat diukur melalui pemeriksaan tanda-tanda vital. Penelitian ini dilakukan karena belum ada yang menilai perbedaan hasil TUG test dan perubahan tanda tanda vital pre dan post TUG test pada lansia dan usia dewasa muda sebagai kontrol.Metode: Penelitian Descriptive analytic studi Cross-sectional dilakukan pada dua kelompok penelitian yaitu wanita dewasa muda sebagai kontrol (n=40) dan wanita lansia (n=40). Responden diperiksa TUG dan tanda-tanda vital berupa tekanan darah, Mean Arterial Pressure (MAP) dan Heart Rate (HR) pre dan post TUG test. Data dianalisis dengan uji T-Test, Mann Whitney, Wilcoxon, Paired T-Test, dan Spearman Correlation. Nilai p<0.05 dianggap signifikan.Hasil: Nilai TUG test kelompok dewasa muda 9,32 ± 1,64 dan lansia 11,41 ± 1,52 (p=0.000). Nilai MAP kelompok dewasa muda 83,23 ± 6,37 dan lansia 97,70 ± 25,60 (p=0.000). Nilai HR kelompok dewasa muda 86,20 ± 10,21 dan lansia 83,30 ± 12,35 (p=0.000). Usia berkorelasi kuat dengan TUG test r=0.592 (p=0.000) dan MAP  r=0.652 (p=0.000), namun tidak berkorelasi dengan HR r=-0.200 (p=0.076). Hal ini menunjukkan penurunan mobiltas akibat penurunan kekuatan otot, penurunan fungsi vaskular akibat kekakuan arteri, dan penurunan penurunan aktivitas nodus sinoatrial myocytes.Kesimpulan: Penuaan meningkatkan hasil pemeriksaan TUG, MAP, namun menurunkan HR secara signifikan antara kelompok lansia dan kelompok dewasa muda sebagai kontrol.Kata Kunci : Penuan, TUG test, mean arterial pressure, heart rate
PENURUNAN KADAR ION KALSIUM DARAH DAN MASSA TULANG DENGAN PENGUKURAN BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS (BIA) PADA WANITA LANSIA SEHAT DI KOTA MALANG Luthfiyyah Dewi Heriyanto; fancy Brahma Adiputra; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Lanjut usia adalah individu berusia lebih dari 59 tahun yang jumlahnya terus meningkat. Penuaan  secara fisiologis dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif termasuk kelainan tulang dan sendi. Penurunan esterogen pada wanita menopause dapat menurunkan massa tulang dan mengganggu absorbsi kalsium di usus. Penelitian menggunakan Bioelectrical  Impedence Analysis (BIA) sebagai alat ukur massa tulang belum pernah dilakukan sebelumnya sehingga perlu diteliti.Metode: Penelitian metode Descriptive Analytic dengan pendekatan Cross Sectional dengan responden wanita sehat di Kota Malang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu wanita dewasa muda usia 19-23 tahun dan lansia usia 59-66 tahun. Kadar ion kalsium darah diukur dengan Atomic Absorbtion Spectroscopi (AAS) dan massa tulang diukur  dengan  Bioelectrical Impadance Analysis (BIA). Hasil dianalisa dengan uji Mann-Whitney dan p<0,05 dianggap signifikanHasil dan Pembahasan: Kadar ion kalsium wanita dewasa muda dan lansia adalah 9.420±0.374 vs 9.670±0.329 (p=0.003). Nilai massa tulang wanita dewasa muda dan lansia adalah 2.1800±0.31801 vs 1.969±0.2901 (p=0.006). Hasil uji korelasi usia dengan kadar ion kalsium r=-0.276 (p=0.013) dan massa tulang r=-0.279 (p<0.012). Hal ini menunjukkan bahwa kalsium dan massa tulang akan menurun dengan proses penuaan yang diduga terjadi akibat penurunan absorbsi ion kalsium di usus dan peningkatan eksresi kalsium di ginjal serta tidak terjadinya remodeling tulang.Kesimpulan: Penuaan menurunkan kadar ion kalsium darah dan massa tulang pada wanita lansia sehat di Kota MalangKata Kunci : Usia, penuaan, kalsium darah, massa tulang
PERANAN PENGENDALIAN GLUKOSA PADA PARAMETER ZAT BESI SERUM DAN JUMLAH ERITROSIT PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI MALANG Rosa Falih Wiliyarizki; Yeni Amalia; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Pengendalian kadar glukosa pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 diduga dapat mengganggu homeostasis dan metabolisme zat besi (Fe) sehingga mengubah kadar Fe serum dan mempengaruhi jumlah eritrosit darah. Namun, penelitian kadar Fe serum dan jumlah eritrosit darah pasien DM type 2 di kota malang belum pernah diteliti sehingga perlu dilakukan.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional control group post test only menggunakan subyek pasien DM tipe 2 yang ada di Malang menggunkan teknik purposive sampling method (n=40 orang) yang dibagi dalam 2 kelompok yakni DM type 2 terkendali (n=15) dan tidak terkendali (n=25). Kadar Fe serum diukur dengan Atomic Absorption Spectrofotometry (AAS), dan jumlah eritrosit darah diukur dengan Hemato Analyzer. Data dianalisa dengan uji Mann Whitney dan uji korelasi Spearman dan p<0,05 dianggap signifikan.Hasil: Kadar Fe serum pasien DM dengan glukosa terkendali adalah 0,19 ± 0,15 mg/dL, dan 0,14 ± 0,11 mg/dL untuk kelompok DM tipe 2 yang tidak terkendali (p=0,150) dengan jumlah eritrosit 4,76±0,6x106/µL dan 4,85±0,73x106/µL (p=0,620). Perbedaan yang tidak signifikan ini diduga terjadi karena pengelompokan DM yang belum baik, dan jumlah subyek yang terbatas sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan.Kesimpulan: Kendali glukosa tidak berperan terhadap kadar zat besi (Fe) serum dan jumlah eritrosit pasien DM tipe 2 di kota Malang. Kata Kunci: diabetes melitus, kendali glukosa, serum Fe, jumlah eritrosit