cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 220 Documents
PENGARUH MENYIKAT MENGGUNAKAN KOMBINASI SIWAK (Salvadora persica) DAN PASTA GIGI TERHADAP Streptococcus mutans Khalfia Abdan Firani; Rio Risandiansyah; Arif Yahya
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.459 KB)

Abstract

Latar Belakang: Tingkat populasi Streptococcus mutans pada rongga mulut memiliki potensi terhadap kesehatan secara sistemik seperti plak ateroma, endokarditis infektif dan aterosklerosis. Sodium Lauryl Sulfat (SLS) dan flouride pada pasta gigi berfungsi sebagai antibakteri. Benzyl isothiocyanate (BITC) yang terdapat pada siwak memiliki fungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mangamati pengaruh menyikat menggunakan kombinasi siwak (Salvadora persica) dan pasta gigi terhadap bakteri Streptococcus mutans pada saliva dan gingiva.Metode: Penelitian eksperimental dengan desain pre dan post test group. Sejumlah 36 responden dibagi menjadi 2 kelompok, menyikat menggunakan pasta gigi dan menyikat menggunakan kombinasi pasta gigi dan siwak selama 10 hari. Sampel dari saliva dan mukosa gingiva diambil sebelum dan setelah perlakuan dan ditumbuhkan pada media Sucrose Agar. Data dianalisa dengan uji wilcoxon signed ranks test.Hasil: Penyikatan dengan pasta gigi setelah perlakuan meningkatkan jumlah bakteri Streptococcus mutans pada saliva sebesar 3% dan menurunkan pada gingiva sebesar 64%. Penyikatan dengan kombinasi pasta gigi dan siwak setelah perlakuan meningkatkan jumlah bakteri Streptococcus mutans pada saliva 48% dan meningkatkan pada gingiva sebesar 24%.Kesimpulan: Kombinasi menyikat dengan menggunakan siwak dan pasta gigi selama 10 hari tidak mampu menurunkan jumlah bakteri Streptococcus mutans pada sampel saliva dan gingiva.Kata Kunci: Salvadora persica, pasta gigi, Streptococcus mutans
Perbandingan Isolasi DNA Bakteri Escherichia coli dengan Metode Heat Treatment dan Filter Based Kit Berdasarkan Nilai Limit of Detection dan Limit of Quantification Brillian Nur Muhammad; Zainul Fadli; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.111 KB)

Abstract

Introduction: One simple and rapid DNA isolation method is by heat treatment. However, it unknown whether the result of this method has the same quality compared to the more commonly used filter based kit. This research aims compare heat treatment and filter based kit DNA isolation methods based on its limit of detection (LOD) and limit of quantification (LOQ) from DNA isolation yield from E. coli.Method: This research is an in vitro laboratorium experimental research method. The E. coli concentration in this study is obtained through purposive samplingwith a concentration of 101 – 104 CFU/ml. Heat treatment and filter based kit method are DNA isolation methods used in this study. The data analysis uses ANOVA and Least Significant Diference (LSD) test.Result: Optimal yield of heat treatment method was found at a bacterial concentration of 10.000 CFU/ml (p=0.000) and 1000 CFU/ml (p=0.002). While the optimal yield of filter based kit was found at 10.000 CFU/ml (p=0.003), 1000 CFU/ml (p=0.009) and 100 CFU/ml (p=0.033). The purity value of both heat treatment and filter based kit method did not reach 1,7-2,0. The heat treatment's LOD was 2,39 ng/µl, while the filter based kit's LOD was 4,06 ng/µl. The heat treatment's LOQ was 6, 43 ng/µl, while the filter based kit's LOQ was 8, 10 ng/µl.Conclusion: According to limit of detection, the heat treatment method has the minimum bacterial concentration of 1000 CFU/ml. Whereas, the filter based kit method has the minimum bacterial concentration of 10 CFU/ml. Based on the method comparison, filter based kit method has higher yield than heat treatment method. Keyword: DNA isolation, heat treatment, filter based kit, Escherichia coli
ADIKSI INTERNET DAN PROKRASTINASI AKADEMIK SELAMA PEMBELAJARAN DARING SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERFORMA AKADEMIK MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN Livia FitriYanti; Fancy Brahma Adiputra; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.435 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Selama pandemi Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) melaksanakan proses pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Salah satu dampak negatif pembelajaran daring yaitu adiksi internet dan prokrastinasi akademik yang dapat mempengaruhi performa akademik mahasiswa. Evaluasi pembelajaran daring di FK UNISMA masih belum dilakukan sehingga dilakukan penelitian untuk menilai tingkat adiksi internet dan prokrastinasi akademik mahasiswa selama pembelajaran daring serta pengaruh terhadap performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi adiksi internet dan prokrastinasi akademik serta faktor mana yang paling mempengaruhi performa akademik mahasiswa FK UNISMA.Metode: Penelitian deskriptif analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Total responden sebanyak 245 mahasiswa FK UNISMA (Tingkat 1, 2 dan 3). Pengambilan data melalui kuesioner Internet Addiction Test untuk mengukur tingkat adiksi internet sedangkan untuk mengukur tingkat prokrastinasi akademik menggunakan kuesioner Procrastination Assessment Scale Students yang kami sebarkan secara online. Nilai blok digunakan sebagai data performa akademik yang kemudian dianalisa statistik dengan Uji Spearman dan Regresi Logistik didapatkan nilai p < 0,05.Hasil: Tingkat adiksi internet mahasiswa tingkat 1, 2, dan 3 berdasarkan kategori adalah ringan 51, sedang 126, dan parah 68 mahasiswa sedangkan tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa berdasarkan kategori adalah sangat rendah 6, rendah 70, sedang 104, tinggi 64, dan sangat tinggi satu mahasiswa. Hasil uji korelasi spearman adiksi internet dan prokrastinasi akademik didapatkan nilai p  0,000 artinya terdapat korelasi terhadap performa akademik. Pada uji regresi logistik didapatkan nilai B adiksi internet 4,126 dan prokrastinasi akademik 3,021 yang artinya adiksi internet lebih berpengaruh terhadap performa akademik.Kesimpulan: Adiksi internet dan prokrastinasi akademik berpengaruh terhadap performa akademik mahasiswa. Adiksi internet adalah faktor yang paling mempengaruhi performa akademik mahasiswa FK UNISMA.Kata Kunci: Performa Akademik, Pembelajaran Daring, Pendidikan Dokter
Efek Penambahan Fraksi Semi Polar Ekstrak Metanolik Herba Phyllanthus niruri, L. terhadap Daya Hambat Amoxicillin dan Chloramphenicol pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Wigdio Almadany Susilo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.97 KB)

Abstract

Introduction: One method to increase the effect of antibiotics is to combine it with a herb that is suspected have an antibiotics activity, such as Phyllanthus niruri, L. The crude extract of Phyllanthus niruri, L. was found have an antagonistic and synergistic effect with amoxicillin against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. This study aims to separate the herb compounds using fractionation, and then phytochemical test, Zone of Inhibition (ZOI) test on the semi-polar fractions (F14-18) with amoxicillin and chloramphenicol on S. aureus and E. coliMethods: The effect of herbal combination with antibiotic was measured with ZOI test using the Kirby-Bauer method. The clear zone formed was measured with a ruler, and the results were interpreted based on the Ameri-Ziaei Synergic Test for Double Antibiotic (AZDAST) method. Phytochemical tests were carried out to compare the active compound of the herbal fraction using the Thin Layer Chromatography (TLC).Results: All semi-polar fractions (F14-F18) of methanolic extract of Phyllantus niruri L. formed a clear zone against S. aureus, but not E. coli. The ZOI measurements’ mean of  F16 combined with amoxicillin against S. aureus was 11 ± 1 mm, and it was greater than the antibiotic and herb mean which is 2,33 ± 4,04  and 9,33 ± 0,57. Phytochemical test results showed F16, 17, and 18 might contain saponin or alkaloid as an active antibiotics compound.Conclusion: Semi-polar fractions (F14-18) methanolic extract of Phyllanthus niruri, L. had antibiotics activity againts S. aureus, but not E. coli. Combination with F16 had a synergistic effect which was increased the effects of amoxicillin. F16 might contains saponin.Keywords: Phyllanthus niruri, L., Amoxicillin, Chloramphenicol, Phytochemical Test, ZOI, Combination of Antibiotics and Herb
Potensi Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona Muricata Linn.) Sebagai Pengaktif LDL Receptor Dan Penghambat HMG-CoA Reductase Secara Insilico Nabila Ainur Rochim; Reza Hakim; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.215 KB)

Abstract

Pendahuluan: Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) mengandung berbagai macam senyawa aktif yang memiliki efek antihiperlipidemia. Namun, mekanisme dari senyawa aktif daun sirsak sebagai antihiperlipidemia belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur afinitas dari penambatan molekul antara senyawa aktif Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap aktivasi LDL receptor dan penghambatan HMG-CoA reductase dengan studi In silico.Metode: Studi eksperimental in silico dengan metode molecular docking antara ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap protein LDL receptor dan HMG-CoA reductase dibandingkan dengan kontrol obat Simvastatin dalam menentukan afinitas senyawa aktif menggunakan parameter nilai energi bebas, konstanta inhibisi, interaksi permukaan, dan residu asam amino.Hasil: Rutin memiliki nilai afinitas terbaik dari 10 senyawa aktif yang mampu mengaktifkan LDL receptor. Sedangkan Quercetin 3-O-neohesperidoside memiliki nilai afinitas terbaik diantara 5 senyawa aktif yang mampu menghambat HMG-CoA reductase dibandingkan dengan kontrol obat simvastatin. Senyawa Rutin dan Quercetin 3-O-neohesperidoside dengan nilai energi bebas berturut-turut -9.05 kcal/mol dan -9.56 kcal/mol, nilai konstanta inhibisi 232.27 x 10-3 μM dan 97.88 x 10-3 μM, nilai interaksi permukaan 728,057 Å dan 601.156 Å serta persentase jumlah kesamaan residu asam amino dengan kontrol sebesar 71% dan 67%.Kesimpulan: Senyawa aktif ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata Linn.) memiliki potensi yang tinggi sebagai antihiperlipidemia pada protein target LDL receptor dan HMG-CoA reductase.Kata Kunci : Antihiperlipidemia, Daun Sirsak, LDL receptor, HMG-CoA reductase in silico, energi bebas, konstanta inhibisi, luas permukaan, residu asam amino.
POTENSI ANTILIPEMIKA SENYAWA AKTIF KOMBUCHA DAUN SIRSAK (Annona Muricata Linn.) TERHADAP PROTEIN TARGET PPAR-α DAN LIPOPROTEIN LIPASE DENGAN STUDI IN SILICO Fatwa Zulva Vastiani; Rosaria Dian Lestari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.198 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL), trigliserida, serta penurunan kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Kandungan flavonoid dari kombucha daun sirsak dapat meningkatkan aktivitas PPAR-α dan Lipoprotein lipase yang memegang peranan penting dalam metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk untuk membuktikan mekanisme perbaikan profil lipid dari senyawa aktif kombucha daun sirsak melalui prediksi afinitas yang terjadi antara senyawa aktif flavonoid kombucha daun sirsak dengan protein target PPAR-α dan Lipoprotein Lipase dengan fenofibrat sebagai kontrol obat secara in silico, serta memprediksi fisikokimia, farmakokinetik, toksisitas senyawa aktif kombucha daun sirsak.Metode: Penelitian ini menggunakan metode in silico dengan menambatkan senyawa aktif flavonoid kombucha Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap protein target PPAR-α dan Lipoprotein lipase (LPL) dengan menggunakan fenofibrat sebagai kontrol. Untuk memprediksi nilai fisikokimia, farmakokinetik dan toksisitas senyawa aktif kombucha daun sirsak digunakan pkCSM online tool.Hasil: Berdasarkan uji molecular docking, epicatechin gallate merupakan senyawa aktif dengan afinitas yang paling tinggi terhadap protein target PPAR-α. Adapun senyawa aktif yang memiliki afinitas terhadap lipoprotein lipase dari yang paling tinggi secara berurutan adalah epicatechin gallate, cumoric acid, dan homoorientin. Analisa pkCSM menunjukkan senyawa homoorientin, epicatechin gallate, dan cumoric acid efektif dijadikan kandidat obat peroral yang berpotensi sebagai anti lipemika.Kesimpulan: Senyawa aktif homoorientin, epicathecin gallate, cumoric acid dari kombucha daun sirsak (Annona muricata Linn) berpotensi sebagai agen anti lipemika.
PERBANDINGAN DAN HUBUNGAN WILAYAH GEOGRAFIS DAN SARANA KESEHATAN PADA INSIDENSI SERTA PREVALENSI LEPRA DI KEPULAUAN MADURA Eryta Deka Wulan Agustin; Sri Herlina; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.103 KB)

Abstract

Introduction : Leprosy is chronic infection caused by Mycobacterium leprae which can cause long-term disability. Paucibacillary (PB) and Multibacillary (MB) leprosy has high prevalence and incidence especially in Madura Island.  One of the factor that influence isgeographical area that can make many patients not covered by health services that provide health facilities and medical professionals. The effect of geographic area to prevalence and incidence of leprosy in Madura Islands has never been studied.Method : Cross-sectional study with secondary data acquired from Health Profile of Sumenep Regency. Sample in this research were collected from data leprosy patien in 2014 – 2018 in Sumenep Regency and Poteran Island that taken by  purposive sampling method. Results : There was comparison between health facilities and health workers in Sumenep and Poteran p=0,000. There was relation between health facilities and MB leprosy prevalence in Poteran 2014-2018 p=0,029. Health facilities and health workers had no relation with incidence and leprosy prevalence in Sumenep p=0,070 and p=0,099.Conclusion : There was relation between health facilities and MB leprosy prevalence in Poteran 2014-2018. There was relation between health workers in MB leprosy prevalence in Poteran Island at 2014-2018. Further research is needed to find other factors which affected on prevalence and incidence of leprosy. Keywords: Leprosy, Geographic Area, Incidence, Prevalence
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIGIENE SANTRI TERHADAP PENCEGAHAN DAN PENULARAN COVID-19 SELAMA MASA NEW NORMAL DI PONDOK PESANTREN KOTA MALANG Lutfiyanto Nurhidayat; Ramadi Satryo Wicaksono; Syifa Mustika
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.115 KB)

Abstract

Pendahuluan : Coronavirus disease (COVID)-19 adalah penyakit menular global atau pandemi dengan mortalitas yang tinggi di wilayah padat penduduk. Pondok pesantren merupakan tempat berisiko tinggi penularan COVID-19 karena sifat kegiatan santri dalam pondok yang padat dengan interaksi sosial yang tinggi. Penularan infeksi COVID-19 dipengaruhi banyak faktor antara lain pengetahuan dan higiene perorangan yang pengaruhnya di Pondok Pesantren wilayah Kota Malang belum pernah diteliti.Metode : Penelitian berbasis deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya pada santri di Kota Malang. Pengukuran pengetahuan dan perilaku santri menggunakan kategori baik, cukup dan buruk. Pencegahan dan penularan COVID-19 diukur dengan rapid test antibody yang didapatkan dari data sekunder Satgas NU Peduli COVID-19 Malang Raya.Hasil : Sampel pada penelitian ini sejumlah 294 santri sebagian besar dari jenis kelamin laki-laki (68,7. Rata-rata usia responden adalah 15,00±1,5 tahun dengan tingkat pendidikan terdiri dari SD (19,0%), SMP (36,1%) dan SMA (44,9%). Tingkat pengetahuan santri adalah cukup (61,2%) dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pencegahan dan penularan COVID-19 (p=0,39). Sedangkan perilaku higiene santri adalah baik (41,8%) dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pencegahan dan penularan COVID-19 (p=0,652)Kesimpulan : Tingkat pengetahuan dan perilaku higiene santri terhadap COVID-19 tidak memengaruhi pencegahan dan penularan COVID-19 di Pondok Pesantren Kota Malang.Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Santri, Pencegahan, Penularan, COVID-19
Efek Paparan Subkronik Dekokta Daun Nimba (Azadirachta indica) terhadap Hiperplasia Lamela Insang dan Perubahan Kecepatan Berenang Ikan Zebra (Danio rerio) Juvenile Ineke Romadina Evi N
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.134 KB)

Abstract

Introduction: Neem leaves (Azadirachta indica) has many benefits including antibacterial, antifungal and antimalarial. Toxicity tests need to be carried out to determine the effects and safety of using neem during growth and development. Exposure neem 60 mg / L in the early stages of Cyprinus carpio L life induces focal separation and gill lamellae edema. The aim of this study is to determine the effect of neem leaves subchronic exposure to gill lamellar hyperplasia and swimming speed of D.rerio juvenilee.Method: Juvenilee zebrafish of 1.5 months old were exposed to Neem leaf decoction (DDN). To observe gill lamella hyperplasia, D.rerio juvenilee was exposed for 15 days to DDN dose of 50 mg / L, 132 mg / L, and 410 mg / L. On the 16th day, gill tissue was taken and stained them using Hematoxylin Eosin (HE). Gill lamella cell was counted using binocular microscope with 1000x magnification. To observe swimming speed changes, D.rerio juvenilee was exposed to DDN for 30 minutes and analyzed using tracker software. Data were analyzed using One-way analysis of variance (ANOVA) continued with Least Significant Difference (p <0.05).Results: Subchronic exposure of D.rerio juvenilee to DDN doses 132 mg / L and 410 mg / L increase gill secondary lamella hyperplasia significantly compared to controls (p <0.05) but insignificant in dose 50 mg / L. All three doses do not induce swimming speed change compared to the control group (p> 0.05).Conclusion: Subchronic exposing of D.rerio juvenilee to DDN doses of 132 mg / L and 410 mg / L did not induce changes in the swimming speed of D.rerio juvenilee. The three doses were able to increase hyperplasia of gill lamellae.
INTERAKSI ANTAGONIS SIPROFLOKSASIN DENGAN FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI AIR UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP Escherichia coli Fatma Kartika Aryanti Mursid; Zainul Fadli; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.934 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Escherichia coli adalah salah satu flora normal yang dapat berubah menjadi patogen yang dapat menyebabkan penyakit infeksi. Dilaporkan bahwa E. coli mengalami resistensi terhadap siprofloksasin dengan kasus tertinggi di Italia sebesar 40,5%. Penggunaan kombinasi antibiotik dan tanaman herbal dapat digunakan sebagai metode penanganan resistensi. Namun, belum tersedia data yang cukup tentang interaksi kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana, etil asetat, dan air umbi Allium sativum L. terhadap E. coli.Metode: Penelitian eksperimental laboratoris secara in vitro menggunakan kombinasi siprofloksasin dengan fraksi-fraksi dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. terhadap E. coli. Pengujian dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer Disk Difussion Susceptibility Test dan hasil interaksinya dianalisa berdasarkan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Hasil analisa diuji dengan Kruskall WallisHasil: Fraksi n-Heksana, etil asetat, dan air tunggal maupun ganda tidak mampu menghambat E. coli. Zona hambat kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana 24,92±1,88 mm dan tidak didapatkan perbedaan signifikan dengan siprofloksasin tunggal ataupun ganda. Zona hambat kombinasi siprofloksasin dengan fraksi etil asetat dan fraksi air masing-masing 25,40±0,52 mm dan 24,33±1,15 mm. Zona hambat tersebut lebih kecil dibandingkan dengan siprofloksasin tunggal ataupun ganda serta didapatkan perbedaan yang signifikan.Kesimpulan: Interaksi kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana bersifat not distinguishable, sedangkan dengan fraksi etil asetat dan air bersifat antagonis.Kata kunci: Siprofloksasin, Escherichia coli, Kombinasi antibiotik dan fraksi Allium sativum L., Daya hambat

Page 11 of 22 | Total Record : 220