cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 220 Documents
DIABETES MELITUS TIPE 2 MENYEBABKAN PERUBAHAN HASIL URINALISA PADA INDIVIDU DENGAN USIA DAN GENDER YANG SAMA DI MALANG RAYA Winanda Putri Utami; Reza Hakim; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.192 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Angka kejadian Diabetes Melitus tipe 2 (DM tipe 2) dengan komplikasi Nefropati Diabetik (ND) terus meningkat. Prevalensi DM tipe 2 antara laki-laki dan perempuan berbeda. Usia turut mempengaruhi fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran DM tipe 2 pada hasil pemeriksaan urinalisa individu dengan usia dan gender yang sama di Malang Raya.Metode: Penelitian dengan studi cross sectional dilakukan pada  responden penelitian yang dibagi menjadi kelompok sehat (n=28) dan kelompok DM tipe 2 (n=32). Pemeriksaan HbA1c dilakukan dengan metode spektrofotometri dan urinalisa dengan semi-automatic urine analyzer. Data dianalisa dengan uji Mann-Whitney dan uji Chisquare, dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman. Hasil dianggap signifikan bila p<0.05.Hasil: Hasil uji komparasi urinalisa kelompok sehat dan DM tipe 2 pada kadar glukosa urin signifikan (p=0.022) dan tidak signifikan pada kadar protein urin (p=0.089). Hasil Berat Jenis (BJ) urin kelompok sehat dan DM tipe 2 adalah 1.022± 0.007 dan 1.019± 0.007 (p=0.205), untuk pH urin adalah 5.9± 0.6 dan 5.7± 0.59 (p=0.205). Hasil uji korelasi didapatkan HbA1c berkorelasi dengan glukosa urin (r=0.466, p=0.000). Kesimpulan: DM tipe 2 berperan pada peningkatan kadar glukosa urin namun tidak pada BJ, pH, dan protein urin. Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Berat Jenis Urin; pH Urin; Protein Urin; Glukosa Urin; HbA1c
PENGARUH JUMLAH PASIEN DALAM RUANG RAWAT INAP KELAS VIP DAN KELAS III TERHADAP JUMLAH KOLONI BAKTERI PADA GAGANG PINTU DAN GAGANG TEMPAT TIDUR PASIEN DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI KOTA MALANG Silvia Candra Devy
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.814 KB)

Abstract

Introduction: Southeast Asia has a high prevalence of 10%. Indonesia has a prevalence of 7.1% that can increased morbidity and mortality. There are theories about bed occupancy can impact on bacterial transmission, where door handles and bed rail are the highest transmission. This study aims to see whether the number of patients can affect the number of bacterial colonies on door handle and bed rail of patient.Methods: This research is in vitro study, using a post-test observational analytical design by comparing the number of bacteria colonis in the door handles and bed rail of patient with the number of patient. Sample has been taken with swab by steril cotton swab in door handle and bed rail. The bacteria in the samples were inoculated on NA, BAP, and MacConkey media to determine the number of bacterial colonies. Culture is done for 24 hours.Results: There were no significant differences between the number of bacterial colonies in the door handle and bed rail of the VIP and class III room (P>0.05). The number of patients did not correlate with the number of bacterial colonies in the door handle and bed rail (P>0.05) .The most commonly found bacteria is Staphylococcus spp.Conclusion : There is no difference between of number colonies in door handle and bed rail and there is no effect of bed occupancy on the of the number colonies
KOMBINASI Momordica charantia DENGAN KLINDAMISIN ATAU AMOKSISILIN PADA PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Muhamad Hudaya Setio Utari; Yoni Rina Bintari; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.007 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Obat Herbal Terstandar (OHT) buah pare (Momordica charantia) merupakan salah satu produk obat herbal yang diklaim bermanfaat sebagai terapi antidiabetes, namun juga memiliki potensi antibakteri yakni sebagai adjuvan antibiotik. Terapi kombinasi herbal dan antibiotik dapat menimbulkan interaksi farmakokinetik seperti sinergis, aditif, potensiasi, not-distinguishable, dan antagonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri pada kombinasi produk OHT M. charantia dengan klindamisin dan amoksisilin pada koloni Staphylococcus aureus.Metode: Penelitian dilakukan secara in vitro yang mengkombinasikan herbal dengan antibiotik terhadap koloni S. aureus. Produk OHT M. charantia dilarutkan dengan metanol berdasarkan lima variasi dosis: 200.000, 100.000, 50.000, 25.000 dan 12.500 ppm. Kemudian melakukan uji kombinasi dengan klindamisin 2 µg atau amoksisilin 25 µg pada koloni S. aurues menurut metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Analisis data menggunakan uji One-Way Anova  yang dilanjutkan dengan post-test Least Significant Difference (LSD) untuk uji OHT M. charantia dengan klindamisin dan uji Kruskal-Wallis dengan post-test Mann-Whitney untuk uji OHT M. charantia dengan amoksisilin berdasarkan tingkat signifikansi P<0,05.Hasil: Diameter ZOI kombinasi OHT M. charantia dengan amoksisilin 25 µg berinteraksi aditif pada dosis 200.000, 100.000, 50.000, 25.000 dan 12.500 ppm adalah 51,07 ± 1,97; 51,57 ± 1,44; 50,33 ± 1,17; 50,47 ± 2,20 dan 50,80 ± 0,80 mm pada koloni S. aureus. Sedangkan diameter ZOI kombinasi OHT M. charantia dengan klindamisin 2 µg berinteraksi aditif pada dosis 200.000, 100.000, 50.000 dan 25.000 ppm adalah 40,85 ± 1,20; 41,57 ± 2,00; 37,93 ± 2,48 dan 38,73 ± 1,64 mm namun berinteraksi not distinguishable pada dosis 12.500 ppm 35,07 ± 1,01 mm pada koloni S. aureus.Kesimpulan: Kombinasi OHT M. charantia baik dengan amoksisilin 25 µg maupun dengan klindamisin 2 µg berpotensi meningkatkan aktivitas antibiotik dalam menghambat koloni S. aureus.Kata Kunci: Momordica charantia, Adjuvan Antibiotik, Kombinasi Herbal dan Antibiotik
EFEK DEKOKTA DAUN PULUTAN (Urena lobata) TERHADAP KADAR Superoxide Dismutase (SOD) JARINGAN OTAK DAN MOTILITAS IKAN ZEBRA (Danio rerio) FASE JUVENIL YANG DIPAPAR MALATHION SECARA KRONIS Alvian Nur Firdaus; Ariani Ratri Dewi; Yudi Purnomo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.399 KB)

Abstract

Introduction: Malathion is a pesticide that could inhibit cholinesterase’s action on acetylcholine and also producing free radicals that can affect the nervous system. Decocta of Urena lobata leaves has antioxidant and neuroprotective potential. This study aims to prove the effect of Urena lobata leaf decocta on superoxide dismutase (SOD) levels and swimming speed of juvenile Danio rerio exposed to chronic malathion.Method: This is an in vivo experimental laboratory study with a post-test only control group design using Danio rerio on 40 days old divided into 2 control groups and 3 treatment groups (n = 5). The fishes exposed to malathion for 40 days in all groups except the negative control group. Decocta of Urena lobata leave was given to P1 at 125 mg / l), P2 250 mg / l, and P3 500mg / l. SOD levels were measured using WST-1 assay kit and swimming speed were observed with tracker software. Data for SOD was analyzed using Kruskall-Wallis while swimming speed using one way ANOVA with a significance level of p <0.05Results: Decocta of Urena lobata leaves at a dose of 125mg / l, 250mg / l and 500mg / l inhibits decrease of SOD levels about 30% in P1, 2-fold in P2 and 50% in P3 compared to positive control (p < 0,05), and also of swimming speed about 50% in P1, 60% in P2 and 80% in P3 compared to positive controls (p <0,05).Conclusion: Urena lobata leaves decocta was able to inhibit decrease of SOD levels and swimming speed of Danio rerio chronically exposed to malathion.Keywords: Urena lobata, malathion, SOD, motility
PENURUNAN JUMLAH ERITROSIT TANPA PERUBAHAN INDEKS ERITROSIT PADA WANITA LANSIA SEHAT DI KOTA MALANG Muhammad Dwiki Kevin Pribadi; Sasi Purwanti; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.719 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Jumlah penduduk lansia di Indonesia cukup tinggi. Penuaan diketahui menyebabkan perubahan pada jumlah eritrosit dan indeks eritrosit. Namun, pengaruh penuaan pada jumlah eritrosit dan indeks eritrosit yakni Mean Corpuscular Volume (MCV), Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), dan Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) belum pernah diteliti pada wanita sehat di Kota Malang sehingga perlu dilakukan.Metode: Penelitian studi Cross-sectional ini dilakukan pada individu wanita sehat yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok dewasa muda usia (19-23 tahun, n=40) dan lansia (usia 59-66 tahun, n=40). Kedua kelompok dilakukan pemeriksaan darah lengkap dengan Hematology Auto Analyzer untuk menilai jumlah eritrosit dan indeks eritrositnya. Data dianalisis dengan uji Independent T-Test/Mann Whitney. Selanjutnya dilakukan uji korelasi Pearson/Spearman dengan p <0.05 dianggap signifikan.Hasil dan Pembahasan: Rata-rata jumlah eritrosit dewasa muda dan lansia didapatkan 4.91±0.47 vs 4.66±0.38 (p=0.040). Rata-rata indeks eritrosit dewasa muda dan lansia pada MCV adalah 85.05±4.34 vs 86.94±4.24 ( p= 0.122), MCH 28.39±1.55 vs 28.55±1.70 (p= 0.525) , dan MCHC 33.32±1.10 vs 32.90±1.33 (p= 0.107). Uji korelasi antara usia dengan jumlah eritrosit  didapatkan r= -0.150 (p= 0.185) sedangkan uji korelasi antara usia dengan indeks eritrosit pada MCV r= 0.174 (p=0.123), MCH r= 0,157 (p=0.164), dan MCHC r= -0.078 (p= 0.493). Hal ini  menunjukkan penuaan menurunkan jumlah eritrosit yang diduga karena lansia mengalami permasalahan produksi dan destruksi eritrosit.Kesimpulan: Penuaan menurunkan jumlah eritrosit namun tidak mempengaruhi indeks eritrosit.Kata Kunci : Usia, Penuaan, Eritrosit, Indeks Eritrosit
Pengaruh Tingkat Konsumsi Diet Tinggi Natrium dan Lemak Dengan Prevalensi Hipertensi Pada Masyarakat di Kabupaten Malang Alisa Qotrunnada Kirom; Fitria Nugraha Aini; Erna Sulistyowati
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.884 KB)

Abstract

Pendahuluan : Konsumsi natrium dan lemak merupakan faktor risiko hipertensi yang dapat dimodifikasi. Konsumsi natrium yang berlebih menyebabkan meningkatnya volume cairan ekstraseluler sehingga menimbulkan hipertensi. Konsumsi makanan yang tinggi lemak akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga menimbulkan ateroskleorsis dan menyebabkan hipertensi. Di Kabupaten Malang hipertensi menempati posisi kedua sebagai penyakit dengan jumlah kasus terbanyak. Diperlukan penelitian untuk melihat pengaruh konsumsi tinggi natrium dan tinggi lemak terhadap kejadian hipertensi khususnya di Kabupaten Malang untuk pengendalian tekanan darah bagi masyarakat di Kabupaten Malang.Metode : Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Responden merupakan masyarakat Kabupaten Malang yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Food Frequency Quetionare (FFQ) untuk menilai frekuensi konsumsi diet tinggi natrium dan lemak. Data tekanan darah didapatkan dari data sekunder. Analisis data bivariat dilakukan dengan Chi-quare test. Analisa data kuantitatif menggunakan Spearmann Rho dan Mann Whitney U Test dengan tingkat signifikansi p<0,05.Hasil : Didapatkan jumlah responden sebanyak 126 responden yang dibagi menjadi kelompok normotensi sebanyak 54 responden dan kelompok hipertensi sebanyak 72 respoden. Responden berasal dari Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Bululawang, Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Wonosari. Terdapat hubungan signifikan konsumsi diet tinggi natrium dan lemak terhadap kejadian hipertensi p<0,05.Kesimpulan : Tingkat konsumsi diet tinggi natrium dan lemak mempengaruhi prevalensi hipertensi masyarakat di Kabupaten Malang.Kata Kunci : diet tinggi natrium dan lemak, hipertensi, Kabupaten Malang
EFEK KOMBINASI EKTRAK AIR DAUN JATI BELANDA, KEMUNING, MURBEI DAN RIMPANG BANGLE TERHADAP KADAR BUN DAN KREATININ SERUM PADA TIKUS WISTAR DENGAN DIET ATEROSKLEROSIS Deanurva Calista Prima
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.265 KB)

Abstract

Introduction: Chronic hyperlipidemia leads to the excessive production of ROS (Reactive Oxygen Spesies) and the formation of atherosclerosis, in which both lead to kidney impairment. The administration of combined water extract of Jati Belanda, Kemuning, Murbei leaves and Bangle rhizome (JKMB) was traditionally used as anti-hyperlipidemia and antioxidant. This research aims to study the effect of JKMB water extract on serum BUN and creatinine levels of wistar rats with atherosclerosis diet.Methods : Laboratory experimental in vivo research method with post test control group only design. This research used 30 male wistar rats aged 2 months old which were divided into 5 groups: Negative Control (KN), Positive Control (KP), Group treated with Dose 1 (189mg/200gBB), Dose 2 (378mg/200gBB) and Dose 3 (756mg/200gBB). KP group and treatment groups are given with DTLM to induce atherosclerosis condition. DTLM was given along with the administration of JKMB for 12 weeks. A spectrophotometer with a wavelength of 600 nm and 510 nm is used for the examination of serum BUN and creatinine levels. Data analysis using SPSS version 16.Results: Induction of DTLM in KP did not increase the serum BUN and creatinine levels compared to KN. The combination of JKMB water extract increased serum BUN levels significantly (p <0.05) in D1 and D2 compared to KP, and D1 compared to D3. Whereas on creatinine level examination, the administration of JKMB water extract did not give any improvement (p> 0.05).Conclusion: Induction of DTLM did not increase serum BUN and creatinine levels in the KP group. The given JKMB water extract did not reduce serum BUN and creatinine levels in DTLM-induced wistar rats.
INTERAKSI ANTAGONIS KOMBINASI KOTRIMOKSAZOL DENGAN FRAKSI ETIL ASETAT DARI EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) PADA Escherichia coli RESISTEN KOTRIMOKSAZOL Muhammad Luthfi Rusydi; Arif Yahya; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.239 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: E.coli memiliki resistensi terhadap kotrimoksazol sebesar 81% yang dapat ditanggulangi dengan mengkombinasi antibiotik dengan herbal seperti Allium sativum L.. Ekstrak etanol Allium sativum L. memiliki potensi antibakteri. Namun interaksi fraksi fraksi ekstrak etanol umbi Allium sativum L. belum diketahui sehingga perlu diteliti.Metode: Penelitian dilakukan secara in vitro laboratorium pada E. coli resisten kotrimoksasol menggunakan ekstrak etanol umbi Allium sativum L. yang telah difraksinasi dengan air (FA), n-heksana (FNH) dan etil asetat (FEA). Efek antibakteri diuji dengan metode Kirby-Bauer sedangkan interaksi antibiotik dan herbal menggunakan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Hasil analisa diuji dengan Kruskal Wallis dengan nilai p<0,05 dianggap signifikan.Hasil: Kotrimoksazol dosis tunggal dan ganda tidak menghasilkan zona hambat yang menunjukan sifat resistensi kotrimoksazol E.coli. FA dan FNH tunggal tidak menghasilkan zona hambat sedangkan FEA tunggal sebesar 11,21 ± 1,15 mm (p=0.013). Zona hambat FA, FNH, FEA ganda berturut turut sebesar 9,92±0,19 mm, 11,04±1,13 mm, 13,23±1,74 mm (p=0.014). Zona hambat kombinasi kotrimoksazol dengan FA dan FNH sebesar 0 mm dan FEA 11,21 ± 1,15mm (p=0.014). hasil AZDAST menunjukkan FA, FNH not distinguishable dan FEA antagonis. Hal ini diduga terjadi karena resistensi kotrimoksazol dan kurangnya dosis masing masing fraksi ekstrak etanol umbi Allium sativum L.Kesimpulan: Interaksi kotrimoksazol dengan FEA bersifat antagonis, sedangkan dengan FA dan FNH bersifat not distinguishable terhadap E. coli.Kata Kunci: Allium sativum L., Kotrimoksazol, E. coli,  Daya hambat, Kombinasi antibiotik dan herbal.
Analisa Faktor Pengaruh Self-Regulated Learning Terkait Performance Goals terhadap Prestasi Akademik Safira Firdaus; Lutfi Rachman; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.688 KB)

Abstract

Introduction: SRL (Self-Regulated Learning) is one of some factors influencing the college student’s academic achievement. By applying SRL well, academic performance will be improved, but, there are some difficulties to apply it such as setting the strategy of motivation. Some strategy of motivation formed by performance goals which includes good grade, employment prospect, and successful future. Hence, this study aims to observing the effect of performance goals forming the SRL and the  effect of SRL formed by performance goals to academic achievement.Methods: This research used analytical descriptive observational design with explanatory squencial mixed  method by collecting and analyzing data quantitatively with quitionairre and then qualitatively with focusec group disscusion. The sample is 175 college student of General Medicine in Malang Islamic University from the purpossive sampling counted by the amount of minimal criteria (Morgan and Kretjie Table), then analyzed the quality and relationship among the constructs by using PLS. After that, qualititative data was collected by the focused group disccusion with the 18 sample choosen by maximum variation (6 girls and 6 boys) and analyzed by content analysis.Result: In forming the SRL, performance goals show 0,985 for R square and >1,97 (P value 0)for T statistic so  it prove the significant effect. While in affecting academic achievement, the SRL formed by performance goals shows non-significant effect because the the R square is 0,006 dan the T statistic is <1,97 (P value 0,255).Conclusion: The motivation of achieving good grades, employment prospect, and successful future (performance goals) are factors that form SRL, while the SRL formed by those performance goals does not affect the academic achievement. Keywords: Self-Regulated Learning, performance goal, academic achievement, student of general medicine
PENGARUH BERSIWAK DAN MENYIKAT DENGAN PASTA GIGI TERHADAP FLORA NORMAL ANAEROB TAHAN ASAM (FNATA) TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT SANTRI AR-RAZI Fakhry Setiawan Haryadi; Arif Yahya; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.255 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Penyakit gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian pada tahun 2018 yaitu 51,9% pada orang dengan usia 15-24. Angka ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, salah satunya adalah kelompok bakteri Flora Normal Anaerob Tahan Asam (FNATA). Siwak diketahui memiliki efek berupa antibakteri, antiplaque, mengurangi deminerlisasi, dan memperbaiki jaringan yang rusak pada gigi dan rongga mulut. Hal ini menjadi alasan peneliti menggunakan kombinasi siwak dan pasta gigi untuk mengurangi pertumbuhan FNATA sehingga dapat meninkatkan kesehatan gigi dan mulut.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Klinis Non-Terapeutik dengan desain pre dan post group only. Pada penelitian digunakan sampel berupa hasil swab dari gusi dan saliva santri Pondok Pesantren Ar-Razi FK UNISMA dengan rentang usia 19-21 tahun yang akan menyikat gigi dengan pasta gigi dan siwak selama 10 hari. Selanjutkan dilakukan kultur bakteri pada media sukrosa agar dengan Phenol red untuk melihat pertumbuhan Koloni bakteri FNATA. Setelah didapat jumlah koloni FNATA, dilakukan uji signifikansi dan kompartif dengan SPSS.Hasil : Penggunaan pasta gigi menghasilkan perbedaan signifikan terhadap penurunan pertumbuhan FNATA pre dan post perlakuan pada gusi (p = 0,041) dan saliva ( p = 0,00). Penggunaan pasta gigi dan siwak menghasilkan perbedaan signikan terhadap penurunan pertumbuhan FNATA pre dan post perlakuan pada saliva ( p = 0,00).Kesimpulan : Penggunaan kombinasi Pasta gigi dan Siwak tidak menghasilkan perbedaan pengaruh terhadap pertumbuhan koloni bakteri FNATA dibandingkan dengan penggunaan Pasta gigi saja pada sampel gusi dengan p = 0,406 dan saliva dengan p =.0,143. Kata Kunci : Siwak, Pasta gigi, bakteri anaerob, normal flora, gigi dan mulut.

Page 9 of 22 | Total Record : 220