cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 220 Documents
PERBANDINGAN EFEK PERASAN DAGING DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) DAN POVIDONE IODINE TERHADAP EKSPRESI VEGF DAN JUMLAH LUMEN PEMBULUH DARAH TIKUS WISTAR DENGAN LUKA SAYAT Moch. Saifudin; Merlita Herbani; Diah Andriana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.166 KB)

Abstract

Introduction: Incision wound is disorders of skin structure that causes sensory dysfunction and the delay in this process may cause increasing the patient’s morbidity. Some alternative treatment to increase wound healing is by using herb such as Aloe vera. Therefore, the study to know the effect of Aloe vera on wound healing process by measuring the VEGF expression and number of blood vessels is needed.Method: 24 male Wistar rats aged 2-3 months divided into 4 groups, (1). K + (povidone iodine) group, (2). The treatment group given the taste of aloe with 20% concentration (KP1), (3). 40% concentration (KP2) and (3). 80% concentration (KP3) at a dose of 0.5 gr/rat/day topically for 6 days. VEGF expressions are measured using immunohistochemistry (IHK) staining and blood vessels using Hematoxylin Eosin (HE). Data obtained by statistical analysis using SPSS version 17 with a signification level p < 0.05Result: Effect of Aloe vera juice on VEGF expression in KP+, KP1, KP2, KP3 goup were (1.41±1.79), (1.40±2.09), (1.42±1.24), and (1.44±1.52) with signification value (p>0,05). Effect of Aloe vera juice on the number of  blood vessel lumen in KP+, KP1, KP2, KP3 goup were (14.7±4,94), (17.16±4,67), (25.53±5.54), dan (33.9±11.82) with signification value (p<0,05).Conclusion: Aloe vera juice affect on the number of blood vessel lumen. Further research in need to know the active compound in Aloe vera that has wound healing effectKeywords: Incision Wound, Aloe vera L., vascular endoothelial growth factor (VEGF), Blood vessels
KORELASI STRES DAN MEKANISME KOPING SEL AMA PEMBELAJARAN DARING DENGAN PERFORMA AKADEMIK MAHASISWA PRE-KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG Asna Mufida Prajanti; Anggi Gilang Yudiansyah; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.533 KB)

Abstract

Pendahuluan: Performa akademik selama pembelajaran daring dipengaruhi oleh stres dan mekanisme koping. Penelitian tentang stres dan mekanisme koping saat pembelajaran daring di FK UNISMA belum pernah dilakukan sehingga perlu diteliti.Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 243 mahasiswa pre-klinik FK UNISMA dilakukan dengan menggunakan kuesioner Online Learning Perceived Stress Scale untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner Online Learning Brief Cope Scale untuk mengukur mekanisme koping. Nilai blok digunakan sebagai performa akademik. Tingkat stres dibagi menjadi 3 yakni ringan (0-13), sedang (14-26), berat (27-40) sedangkan mekanisme koping dibagi menjadi 3 yakni rendah (<57), sedang (57-76), tinggi (>76). Analisis univariat dan bivariat dilakukan untuk menilai perbedaan dan hubungan antara stres dan mekanisme koping terhadap performa akademik dengan nilai p<0,05 dianggap signifikan.Hasil: Tingkat stres mahasiswa keseluruhan adalah ringan (123), sedang (40), berat (80) sedangkan mekanisme kopingnya adalah rendah (71), sedang (45), tinggi (127). Didapatkan perbedaan yang signifikan pada uji komparasi antara tingkat stres dan mekanisme koping pada performa akademik mahasiswa pre-klinik FK UNISMA. Didapatkan korelasi negatif sangat tinggi (r -0,809, p 0,000) antara tingkat stres dengan performa akademik sedangkan untuk mekanisme koping korelasinya positif tinggi (r 0,779, p 0,000). Hal ini menunjukkan adanya korelasi antara tingkat stres dan mekanisme koping dengan performa akademik mahasiswa pre-klinik FK UNISMA.Kesimpulan: Stres dan mekanisme koping mahasiswa selama pembelajaran daring berkorelasi dengan performa akademik.Kata kunci: Online Learning Perceived Stress Scale, Online Learning Brief Cope Scale
PENGARUH KOMBINASI DEKOKTA RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum) DAN RIMPANG ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) TERHADAP KADAR NITRAT SERUM DAN NITRAT JARINGAN SINOVIAL TIKUS YANG DIINDUKSI COMPLETE FREUND’S ADJUVANT Mayvita Muntadiroh
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.092 KB)

Abstract

Introduction: Osteoarthritis (OA) is a chronic degenerative disease associated with inflammatory processes and free radical formation. It causes damage to the joint cartilage progressively. The rhizome of red ginger and cogon grass (RRGC) have anti-inflammatory and antioxidant properties. The present study reported the potency of the herbals combination to reduce serum and synovial nitric oxide (NO) in OA rats. Nitrate (a stable form of NO) are measured in serum and synovial tissue of rats.Method: Male Wistar rats aged 4 months divided into 5 groups, namely; positive group, negative group, treatment 1 (doses 9 + 40 mg/day), treatment 2 (doses 18 + 40 mg/day) and treatment 3 (doses 36 + 40 mg/day). Rats were induced with 0.1 ml Complete Freund's Adjuvant (CFA) in intraarticular (IA) of the right knees. The decoction of RRGC combination was given at day 10 post induction (after edema was measured) for 10 days. Synovial and serum nitrate were examined using Nitric Oxide Colorimetric Assay Kit. Serum nitrate data were analyzed by Kruskal-Wallis continued with Mann-Whitney and synovial nitrate data using One Way ANOVA continued with Post Hoc. Result were considered to be significant if p<0,05.Results: The decoction of RRGC combination in treatment 1 (4,29±0,55) and treatment 3 (3,64±0,70) decrease serum nitrate levels of OA rats (p<0,05). The decoction of RRGC combination in treatment 1 (2,99±1,18), treatment 2 (2,87±0,41) dan treatment 3 (2,79±1,09) decrease synovial tissue nitrate levels of OA rats (p<0,05).Conclusion: The given doses reduce nitrat levels of synovial tissue (p<0,05). The herbals combination at dose 1 and 3 reduce both nitrat serum and synovial level. The combination of decoction of red ginger and cogon grass rhizome may have potential to be developed as anti-osteoarthritis agent.Keywords: Osteoarthritis, Red Ginger rhizome, Cogon Grass rhizome, Nitric Oxide, Nitrate
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : PENGARUH DELIMA (Punica granatum L.) TERHADAP KADAR MATRIX METALLOPROTEINASE-9 PADA KONDISI INFLAMASI Fidurroty Baidho; Yoyon Arif Martino; Doti Wahyuningsih
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.468 KB)

Abstract

Pendahuluan: Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) merupakan suatu enzim yang dilaporkan meningkat pada keadaan radang akut maupun kronis. Beberapa penelitian melaporkan, peningkatan kadar MMP-9 dalam tubuh akan menyebabkan komplikasi pada organ vital. Delima (Punica granatum L.) dilaporkan memiliki sifat anti inflamasi sehingga mampu menurunkan kadar MMP-9. Zat aktif ellagitannin, punicalagin, punicalin, ellagic acid, punicid acid dan luteolin dilaporkan mampu menurunkan kadar MMP-9 pada kondisi inflamasi. Tinjauan ini melaporkan pengaruh delima terhadap kadar MMP-9 pada kondisi inflamasi akibat infeksi dan non infeksi dalam penelitian in vivo dan in vitro.Metode: Systematic literature review mengenai pengaruh delima terhadap kadar MMP-9 pada kondisi inflamasi dilakukan dengan melakukan pencarian data pada Google Scholar, PubMed Central, dan PubMed. Kata kunci yang digunakan adalah “punica granatum AND inflammation AND MMP-9”. Dari 953 jurnal, sebanyak 931 jurnal dikecualikan dan terpilih 22 jurnal sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan antara lain tahun terbit antara 2007-2020, original article, terindeks SCOPUS dan dapat diakses secara full text.Hasil: Zat aktif delima ellagitannins, punicalagin, punicalin, ellagic acid, punicid acid, dan luteolin dilaporkan mampu menurunkan kadar MMP-9 pada kondisi inflamasi. Mekanisme hambatannya yaitu hambatan pada jalur NF-kB, jalur TIMPs, jalur MAPK dan jalur PI3K, serta mampu menurunkan sekresi mediator inflamasi TNF-α dan memicu terjadinya autofagi dan apoptosis.Kata Kunci: Punica granatum, Inflammation, MMP-9
Efek Ekstrak Etanol Bawang Lanang (Aliium sativum L.) terhadap Paralisis dan Kematian Cacing Dewasa Ascaris suum, Goeze M. Zainul Fikri; Reza Hakim; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.554 KB)

Abstract

Introduction: Single Garlic (Allium satuvum L.) can be an alternative cure for the Ascariasis disease because it has compound anti-helmintik like saponin, allicin, and flavonoid that can kill a worm contained in the human body.Method: This research uses the in vitro experimental laboratory. In the sample collection Ascaris suum , goeze used method of random purposive sampling. Ascaris suum , goeze roundworm used in this study amounted to 28 tail included in 7 groups tube which each canister contains 4 worms. 7 groups tube consist of the negative control group (NaCl 0.9 %), 5 group consist single garlic ethanol extract (0.5 % , 1 % , 2 % , 4 % , 8 % ) , and positive control group (pirantel pamoat 5 mg / ml).Result: The results obtained in the linear regression show significant impact (P>0,05) with the required PC50 0,81% to make the paralysis 50% of the total number of worms and it takes concentration Single Garlic extract LC50 2,09% to make the death of 50% of the total number of worms.Conclusion: Extract ethanol of Single Garlic is having an effect on anti-helmintik Ascaris suum, Goeze roundworms.Key Word: Single Garlic Extract, PC50 Paralysis, LC50 Death, Ascaris suum Goeze Adult Worm
POTENSI KOMBUCHA DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) DALAM MENGHAMBAT DPP4 DAN SDF-1 SEBAGAI ANTIDIABETES DENGAN STUDI IN SILICO Susiani Dian Novianty; Rosaria Dian Lestari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.251 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang diakibatkan disregulasi glukosa darah. Disregulasi glukosa darah diakibatkan oleh salah satunya peningkatan DPP4 dan SDF-1 akibat gaya hidup yang buruk. DPP4 dan SDF-1 dapat dihambat dengan kandungan flavonoid pada daun sirsak, sehingga mampu mencegah DM tipe 2. Flavonoid daun sirsak dapat ditingkatkan kadarnya dengan melalui proses fermentasi. Kombucha merupakan salah satu bentuk fermentasi, pada kombucha terdapat banyak kandungan asam organik dan tinggi flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk memprediksi afinitas yang terbentuk antara senyawa aktif kombucha daun sirsak dengan enzim DPP4 dan SDF-1 serta memprediksi sifat fisikokimia, Absorbsi, Distribusi, Metabolisme, dan Ekskresi (ADME), dan toksisitas senyawa kombucha daun sirsak.Metode: Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan menambatkan 11 senyawa aktif kombucha daun sirsak dan kontrol sitagliptin, dengan menggunakan docking server. Protein SDF-1, DPP4 diunduh melalui Protein Data Bank (PDB). Struktur 3D senyawa aktif kombucha daun sirsak dan kontrol sitagliptin diambil dari Pubchem. Analisa afinitas senyawa ligan terhadap enzim berdasarkan pada nilai energi bebas, konstanta inhibisi, interaksi permukaan, dan ikatan terhadap residu asam amino protein target. Analisa fisikokimia, ADME, dan toksisitas menggunakan pKCSM online toolHasil: Beberapa senyawa aktif daun sirsak mempunyai afinitas terhadap DPP4, namun diprediksi mempunyai efek yang berbeda dengan kontrol, kecuali homoorientin dan coumaric acid. Senyawa aktif kombucha daun sirsak yaitu quercetin dan homoorientin juga memiliki afinitas terhadap SDF-1, namun diprediksi memiliki efek yang berbeda dengan sitagliptin. pKCSM online tool menunjukkan coumaric acid merupakan senyawa aktif yang berpotensi bekerja optimal dalam ADME dan tidak menimbulkan toksisitas.Kesimpulan: Homoorientin dan coumaric acid merupakan senyawa aktif yang mampu menghambat DPP4 dengan potensi yang lebih rendah. Quercetin dan homoorientin memiliki afinitas terhadap SDF-1 namun tidak menghambat sisi aktif SDF-1. Coumaric acid dapat dikembangkan menjadi obat diabetes.Kata Kunci kombucha daun sirsak; molecular docking; in silico; pkCSM;antidiabetes
Pengaruh Tingkat Aktifitas Fisik Dengan Prevalensi Hipertensi Pada Masyarakat di Kabupaten Malang Dian Ilmaniar Istiqamah; Fitria Nugraha Aini; Erna Sulistyowati
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.62 KB)

Abstract

Pendahuluan: Aktifitas fisik merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi yang dapat dikendalikan. Kurangnya aktifitas fisik dapat meningkatkan aktivasi sistem saraf simpatis yang kemudian menyebabkan aktivasi sistem renin angiotensin aldosteron (RAA) dan meningkatkan sekresi renin yang mengakibatkan peningkatan angiotensin II dan aldosteron sehingga terjadi vasokontriksi dan peningkatan volume intravaskuler yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah. Kabupaten Malang menduduki peringkat kedua tertinggi dengan kejadian hipertensi dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat aktifitas fisik dengan prevalensi hipertensi pada masyarakat Kabupaten Malang serta untuk mengetahui perbedaan tingkat aktifitas fisik pada kelompok normotensi dan hipertensi.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden adalah masyarakat di Kabupaten Malang. Responden dibagi menjadi dua kelompok, kelompok normotensi dan hipertensi. Pengambilan data menggunakan instrumen kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk menilai perilaku aktifitas fisik dengan hipertensi. Analisa korelasi menggunakan spearmann rho dan uji komparasi menggunakan uji mann whitney u test. Hubungan signifikan bila p<0,05 dan terdapat perbedaan bila p<0,05.Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat aktifitas fisik dengan hipertensi (p 0,000) dengan korelasi yang sangat kuat (0,764) dan terdapat perbedaan tingkat aktifitas fisik kelompok normotensi dengan kelompok hipertensi (p 0,000).Kesimpulan: Aktifitas fisik yang rendah dapat meningkatkan prevalensi hipertensi dan kelompok normotensi memiliki aktifitas fisik yang berbeda dengan kelompok hipertensi.Kata kunci: Aktifitas fisik, hipertensi, masyarakat Kabupaten Malang.
VALIDASI METODE PEWARNAAN SEDERHANA BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli DENGAN EKSTRAK METANOL DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) Ibrahim Ashri; Yoni Rina Bintari; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.213 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pewarna alami dapat menjadi solusi terhadap efek negatif yang ditimbulkan pewarna sintetik. Daun teh hijau (Camellia sinensis) sebagai pewarna alami telah sering digunakan pada pewarnaan industri tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas pewarnaan alami daun teh hijau dibandingkan dengan pewarna sintetik Methylene Blue pada pewarnaan sederhana bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, kemudian dilakukan validasi metode akurasi dan presisi.Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental in vitro. Pewarnaan sederhana dilakukan dengan menggunakan Methylene Blue sebagai kontrol positif (+) dan daun teh hijau (Camellia sinensis) konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5%. Jumlah bakteri dihitung dalam 5 lapang pandang menggunakan software ImageJ dan dilakukan perhitungan akurasi dan presisi. Dilakukan pula pengamatan deskriptif oleh tiga pengamat yang berbeda, dan dilakukan uji statistik metode Mann-Whitney.Hasil: Pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, di semua konsentrasi nilai yang diperoleh tidak memenuhi standar %Recovery (80-110%). Sama halnya dengan nilai presisi kedua bakteri tidak ada yang memenuhi standar Relative Standard Deviation (11%). Pada pengamatan deskriptif nilai tertinggi kedua bakteri diperoleh pada konsentrasi 7,5%.Kesimpulan: Pewarnaan sederhana bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan ekstrak metanol daun teh hijau (Camellia sinensis) memiliki tingkat akurasi dan presisi yang lebih rendah daripada Methylene Blue namun memiliki nilai pengamatan deskriptif yang baik pada konsentrasi 7,5%. Kata Kunci: Camellia Sinensis; Pewarnaan Sederhana; Staphylococcus aureus; Escherichia coli; Akurasi; Presisi
DIABETES MELITUS TIPE 2 MENYEBABKAN PERUBAHAN HASIL SHORT PHYSICAL PERFORMANCE BATTERY (SPPB) TEST DI MALANG RAYA Qurrotu Ainayya; Fitria Nugraha Aini; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.522 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit yang ditandai adanya kondisi hiperglikemia dan mampu mengakibatkan terjadinya sarkopenia dan frailty syndrome (sindroma kelemahan). Sarkopenia dan frailty syndrome ditandai adanya penurunan performa fisik yang dapat diukur dengan SPPB test. Efek DMT2 pada skor SPPB test individu di Malang Raya belum pernah dilakukan sehingga pengkajian lebih lanjut perlu dilakukan.Metode: Penelitian dilakukan secara descriptive-analitic menggunakan pendekatan cross-sectional dengan teknik non-probability sampling tipe purposive sampling pada 60 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok sehat (n=28) dan DMT2 (n=32). SPPB test diukur dengan tes keseimbangan, 4-m walking   test, dan chair stand test. Analisis data menggunakan uji komparasi, dilanjutkan uji korelasi dengan signifikansi p<0.05.Hasil dan Pembahasan: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada skor tes keseimbangan (p=0.203). Nilai 4-m walking test kelompok sehat 5,425 ± 1,107 dan DMT2 6,738 ± 1,862 (p=0.005). Nilai chair stand test kelompok sehat 14,769 ± 3,18 dan DMT2 12,958 ± 4,87 (p=0.140). Terdapat perbedaan signifikan pada skor total SPPB test (p=0.027). Hasil uji korelasi HbA1c dengan tes keseimbangan adalah r=-0.158 (p=0.227), dengan 4-m walking   test adalah r=0.451 (p=0.000), dengan chair stand test adalah r=-0.044 (p=0.736), dan dengan skor total SPPB test adalah r=-0.353 (p=0.006). Hal ini menunjukkan pada DMT2 terjadi penurunan performa fisik melalui SPPB test.Kesimpulan: DMT2 menurunkan 4-m walking test dan skor total SPPB test, tetapi tidak mengubah hasil tes keseimbangan dan chair stand test pada individu lansia di Malang Raya.Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2; Sarkopenia; Frailty Syndrome; SPPB test 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETIL ASETAT Alpinia purpurata DAN Zingiber officinale DENGAN METODE MASERASI KINETIK DIBANDING AMOKSISILIN DAN ASAM NALIDIKSAT Fatimah Zahra; Zainul Fadli; Ike Widyaningrum
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.304 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Lengkuas merah (Alpinia purpurata) dan jahe merah (Zingiber officinale) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, tanaman tersebut mengandung komponen kimia seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan fenol yang memberi efek farmakologi seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak Alpinia purpurata dan Zingiber officinale terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang dibandingkan dengan antibiotik amoksisilin dan asam nalidiksat. Metode: Ekstraksi menggunakan metode maserasi kinetik dan didispersikan dengan perhitungan konsentrasi 2000 ppm lalu dilakukan uji identifikasi skrining fitokimia. Uji zone of inhibition (ZOI) kombinasi ekstrak etil asetat jahe merah (Zingiber officinale) dan lengkuas merah (Alpinia purpurata) menggunakan metode difusi cakram dengan perbandingan konsentrasi 0:100, 25:75, 50:50, 75:25 dan 100.0 terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Hasil: Pada perbandingan 75:25 kombinasi ekstrak etil asetat jahe merah (Zingiber officinale) dan lengkuas merah (Alpinia purpurata) mendapat hasil rerata zona inhibisi tertinggi yaitu 11,9±2,2 mm pada Escherichia coli yang tidak berbeda signifikan dengan asam nalidiksat yaitu 13,3±0,7 mm dan 8,2±0,7 pada Staphylococcus aureus yang berbeda signifikan dengan ZOI pembanding yaitu 38,4±6,3 mm pada amoksisilin. Kesimpulan: Lengkuas merah (Alpinia Purpurata) dan jahe merah (Zingiber officinale) baik secara tunggal maupun kombinasi mempunyai potensi antibiotikan yang sama dengan asam nalidiksat terhadap bakteri Escherichia coli. Kata Kunci: Alpinia purpurata, Zingiber officinale, Asam nalidiksat, Amoksisilin, Staphylococcus aureus, Escherichia coli