cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 220 Documents
PENGARUH EDUKASI BUKU ILUSTRASI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU HIGIENE DIRI SERTA PHBS SANTRI DI PONPES Baharudin Hadi Mustofa; Sasi Purwanti; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.895 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pelaksanaan PHBS di pondok pesantren kurang terlaksana dengan baik, terutama pada aspek higiene diri santri. Jika hal tersebut dibiarkan dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi parasit, diare, penyakit kulit, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan suatu promosi kesehatan dengan harapan adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku santri terhadap higiene diri dan PHBS santri di pondok pesantren.Metode: Desain studi menggunakan quasi eksperimental dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi dengan edukasi kesehatan melalui Buku Ilustrasi KREASI. Sedangkan untuk penilaian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku pada pretest dan posttest untuk mengukur hal yang sama. Kemudian, hasil tersebut dianalisa menggunakan uji beda (Uji Wilcoxon), uji beda lanjut (Uji Post Hoc LSD), dan uji korelasi (Uji Chi-Square)Hasil: Pada kelompok intervensi, variabel pengetahuan dan sikap mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberikan intervensi dengan hasil uji Wilcoxon kurang dari nilai p-value (≤ 0.05). Pada uji Post Hoc LSD, variabel pengetahuan dan sikap antar kelompok terdapat perbedaan yang siginifikan Sedangkan pada hasil analisa uji Chi-square yang dilakukan pada kelompok intervensi didapatkan variabel pengetahuan memiliki hubungan dengan sikap dengan nilai p-value ≤ 0.05.Kesimpulan: Pemberian intervensi Buku Ilustrasi KREASI tentang higiene diri dan PHBS hanya dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap responden. Hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor seperti usia, kebiasaan, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Sebaliknya, pada perilaku responden tidak didapatkan adanya perubahan setelah diberikan intervensi dikarenakan ada beberapa faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Higiene diri, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pondok Pesantren
EFEK DEKOKTA DAUN PULUTAN (Urena lobata) TERHADAP KADAR Superoxide Dismutase (SOD) dan Malondialdehyde (MDA) HEPAR IKAN ZEBRA (Danio rerio) FASE JUVENILE YANG DIPAPAR MALATHION KRONIK Devi Indri Cahyani; Yoyon Arif Martino; Yudi Purnomo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.463 KB)

Abstract

Pendahuluan: Malathion merupakan pestisida yang memiliki efek asetilkolinesterase inhibitor dan dimetabolisme menjadi malaoxon yang bersifat radikal bebas. Dekokta daun U. lobata pada beberapa studi menunjukan efek sebagai antioksidan, tetapi penghambatan terhadap efek negatif malathion belum banyak di laporkan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh dekokta daun U. lobata terhadap kadar superoxide dismutase (SOD) dan malondialdehyde (MDA) hepar Danio rerio yang dipapar malathion kronik.Metode: Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan desain control group post tes only. Ikan zebra dibagi menjadi 2 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan pemberian dekokta daun U. lobata dosis 125 mg/L, 250 mg/L, 500 mg/L. kadar SOD dan MDA hepar diukur menggunakan instrumen spektofotometer dengan panjang gelombang berturut turut 450 nm dan 532 nm. Analisa data menggunakan One way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD dengan tingkat signifikan (p<0,05).Hasil: Dekokta daun U. lobata pada dosis 125 mg/L, 250 mg/L, 500 mg/L menghambat penurunan kadar superoxide dismutasae (SOD) hepar berturut-turut 30%, 90% dan 70% dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Sedangkan kadar malondialdehyde (MDA) hepar diturunkan berturut-turut 40%, 60% dan 55% dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Pemberian malathion 2,5 mg/L akan meningkatkan kadar malondialdehyde (MDA) hepar dan menurunkan kadar superoxide dismutasae (SOD) hepar dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05).Kesimpulan: Pemberian dekokta daun Urena lobata menghambat penurunan kadar superoxide dismutasae (SOD) hepar dan menghambat peningkatan kadar malondialdehyde (MDA) hepar pada Danio rerio yang dipapar malathion kronik.Kata kunci : Malathion, Urena lobata, SOD, MDA, Danio rerio
SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI n-HEXANE DAUN PULUTAN (Urena lobata) Rahmadina Putri Meiviani; Fenti Kusumawardhani Hidayah; Yudi Purnomo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.182 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah terjadinya kerusakan oksidatif dan banyak didapatkan pada tanaman. Daun pulutan adalah salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai antioksidan karena kandungan zat aktif yang dimilikinya. Fraksi n-hexane daun Pulutan diketahui memiliki senyawa aktif non polar yang berpotensi sebagai antioksidan seperti golongan terpenoid, steroid dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat aktif dan aktivitas antioksidan pada fraksi n-hexane daun Pulutan.Metode: Eksperimental laboratorium untuk menganalisis kandungan senyawa aktif dan aktivitas antioksidan yang terdapat pada fraksi n-hexane daun Pulutan. Identifikasi senyawa aktif dilakukan dengan menggunakan metode skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl- 1-picrylhydracyl radical) dengan beta karoten sebagai standar. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan pengulangan sebanyak tiga kali, kemudian data dinyatakan dengan persen inhibisi ( ) dan nilai IC50 yang dihitung dari persamaan linier.Hasil: Fraksi n-hexane daun Pulutan memiliki kandungan zat aktif alkaloid dan steroid serta aktivitas antioksidan kategori lemah dengan nilai IC50 sebesar 173.43 μg/mL dibandingkan dengan beta karoten (IC50 = 16.31 μg/mL) kategori sangat kuat. Aktivitas antioksidan fraksi n-hexane daun pulutan kekuatannya lebih lemah sepuluh kali dibandingkan dengan beta karoten.Kesimpulan: Fraksi n-hexane daun Pulutan memiliki aktivitas antioksidan lemah dibandingkan dengan standar pembandingnya yaitu beta karoten.Kata kunci: fraksi n-Hexane, daun Pulutan, senyawa aktif, aktivitas antioksidan
POTENSI SENYAWA AKTIF BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) SEBAGAI ANTI-ADHESI DALAM MENGHAMBAT PROTEIN TARGET FimH DAN PapG BAKTERI Escherichia coli Eko Hari Prasetyo; Rio Risandiansyah; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.282 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penghambatan infeksi Escherichia coli dapat dilakukan dengan memhambat penempelan dari bakteri pada sel inang. Senyawa aktif bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) yang memiliki potensi sebagai anti-adhesi pada bakteri E. coli, namun masih belum diketahui senyawa aktif dan mekanisme yang bekerja. Pada penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi senyawa aktif bunga rosella sebagai anti-adhesi dengan mekanisme penghambatan protein Adhesin FimH dan PapG secara in silico.Metode: Penelitian dilakukan secara penambatan molekul. Afinitas senyawa aktif bunga rosella terhadap protein FimH dan PapG diukur menggunakan website docking server dengan parameter energi ikatan bebas, luas permukaan, konstanta inhibisi dan residu asam amino. Kontrol terhadap FimH adalah Methyl alpha-D-mannopyranoside dan kontrol terhadap PapG adalah D-Galactose.Hasil: Pada hasil kontrol Methyl alpha-D-mannopyranoside didapatkan nilai energi ikatan bebas (∆G) -5,20 kkal/mol, luas permukaan 435.852 Å, konstanta inhibisi 182,10 µM serta 11 residu asam amino. Hasil kontrol D-Galactose didapatkan ∆G -7,08 kkal/mol luas permukaan 343,949 Å, konstanta inhibisi 6,43 µM serta 4 residu asam amino. Senyawa aktif memiliki afinitas yang terbaik terhadap FimH antara lain Quercetin-3-rutinoside dengan ∆G -9,61 kkal/mol, Leucoside(kaempferol-3-O-sambubioside) ∆G -9,12 kkal/mol, Kaempferol-3-glucoside ∆G -8,17 kkal/mol. Senyawa aktif memiliki afinitas yang tinggi terhadap PapG antara lain Quercetin-3-rutinoside ∆G -9,24 kkal/mol, Leucoside(kaempferol-3-O-sambubioside) ∆G -9,09 kkal/mol, Kaempferol-3-O-rutinoside (Nicotiflorin) ∆G -8,66 kkal/mol. Ketiga senyawa terbaik memiliki luas permukaan lebih tinggi dari kontol, memiliki konstanta inhibisi lebih kecil dibandingkan kontrol serta memiliki kesamaan residu asam amino  sama dibandingkan kontrol.Kesimpulan: Senyawa aktif bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) derivat quercetin dan kampferol diprediksi dapat menghambat adhesi E. coli dengan berikatan pada sisi aktif protein FimH dan PapG.Kata Kunci : Anti-adhesi; Hibiscus sabdariffa; in silico.                                         
PENGARUH JAMU DAUN KELOR (Moringa oleifera) PADA AZITROMISIN TERHADAP Staphylococcus aureus Al Fareza Farhan Pradista Irgi Putra; Yoni Rina Bintari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.791 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Daun kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman herbal yang tumbuh di Indonesia dan sering digunakan dalam sediaan jamu untuk mengobati osteoarthritis (OA) dan memiliki aktivitas antibakteri. Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab artritis septik yang merupakan penyulit OA. Azitromisin merupakan antibiotik yang digunakan untuk terapinya. Terapi kombinasi herbal dan antibiotik dapat menimbulkan interaksi farmakologis seperti sinergis, aditif, potensiasi, not-distinguishable, dan antagonis. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi kombinasi antara jamu Moringa oleifera dengan Azitromisin dalam menghambat S. aureus. Metode: Penelitian in vitro ini menggunakan campuran larutan jamu M. oleifera dengan etanol dengan lima variasi dosis yaitu 400.000, 200.000, 100.000, 50.000 dan 25.000 ppm. Uji interaksi larutan etanol jamu bersama azitromisin 25 µg sesuai dengan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Data dianalisis menggunakan One-Way Anova dilanjutkan dengan post-test Tamhane’s T2 dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Hasil: Diameter zone of inhibition (ZOI) kombinasi azitromisin dengan jamu M. oleifera pada dosis-dosis yang digunakan (dari tertinggi ke terendah) adalah 33,35 ± 1,77, 34,50 ± 1,77, 34,03 ± 1,50, 33,83 ± 0,21 dan 32,90 ± 0,87 mm. Azitromisin secara tunggal memiliki ZOI dengan rentang 31,33 ± 0,55–32,53 ± 0,57 mm. Perbedaan signifikan (p<0,05) antara kombinasi dengan antibiotik tunggal didapatkan pada dosis 50.000 ppm saja. Secara tunggal, jamu tidak memiliki ZOI terhadap S. aureus.Kesimpulan: Kombinasi jamu M. oleifera dengan azitromisin berpotensi menghambat S.aureus.Kata Kunci : Kombinasi, Jamu, Antibiotik, S.aureus
PENGARUH JENIS PENGALAMAN BELAJAR TERHADAP PERFORMA AKADEMIK PRAKTIKUM ANATOMI DAN RETENSI MAHASISWA KEDOKTERAN SELAMA PEMBELAJARAN DARING Salsa Bella Firdausy Intania; Reza Hakim; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.076 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Selama masa pandemi COVID 19 mahasiswa kedokteran melakukan praktikum anatomi secara daring sehingga mereka menghadapi kesulitan untuk memahami ilmu anatomi manusia. Salah satu ilmu dasar kedokteran yang penting bagi mahasiswa kedokteran adalah anatomi sistem reproduksi perempuan. Pemanfaatan media belajar anatomi seperti modul praktikum, naskah power point, pengantar kuliah, aplikasi anatomi tiga dimensi, atlas anatomi, rekaman kuliah atau penelusuran sumber di internet dapat dijadikan sebagai pilihan media belajar anatomi. Berbagai media tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda-beda antara lain: verbal, visual, terlibat dan berbuat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis pengalaman belajar yang tepat agar performa akademik mahasiswa dan kemampuan retensi mahasiswa tetap baik.Metode: Desain penelitian adalah deskriptif anatilik dengan pendekatan cross sectional dengan responden mahasiswa prodi pendidikan dokter FK UNISMA tingkat dua sejumlah 85 responden. Instrumen untuk mengukur retensi berupa soal-soal tentang anatomi sistem reproduksi. Data sekunder yakni performa akademik mahasiswa berupa nilai responsi praktikum. Kuesioner daftar media pembelajaran yang digunakan untuk persiapan tes dan dikategorikan sesuai jenis pengalaman belajar. Analisa statistika digunakan untuk menghubungkan jenis pengalaman belajar dengan nilai retensi belajar mahasiswa dan skor responsi praktikum anatomi menggunakan regresi multivariat dengan SPSS versi 16.0 dan nilai p kurang dari 0,05 dianggap signifikan.Hasil: Mahasiswa dengan jenis pengalaman belajar secara visual (melihat dan membaca) paling banyak terdapat dalam penelitian ini dibandingkan verbal, terlibat dan berbuat. Jenis pengalaman belajar berpengaruh signifikan baik pada performa akademik (p  0,015) maupun retensi belajar mahasiswa (p  0,003).Kesimpulan: Jenis pengalaman belajar kategori melakukan berpengaruh baik terhadap performa akademik dan meningkatkan retensi belajar mahasiswa sarjana kedokteran selama pembelajaran daring.Kata Kunci: pengalaman belajar, praktikum anatomi, pembelajaran daring.
POTENSI SARI BIJI KEDELAI (Glycine max), SARI RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) DAN KOMBINASINYA TERHADAP KADAR MALONDIALDEHIDA (MDA) DAN DIAMETER GLOMERULUS GINJAL PADA TIKUS MODEL DIABETES TIPE II Daksa Wiladipta; Amelia Pramono; Yudi Purnomo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.96 KB)

Abstract

Pendahuluan: Nefropati diabetik adalah bentuk komplikasi mikrovaskuler yang ditandai kerusakan fungsi ginjal secara progresif akibat Diabetes Mellitus (DM). Rimpang jahe (Zingiber officinale) dan biji kedelai (Glycine max) adalah herbal yang digunakan sebagai alternatif antidiabetes dan komplikasinya, namun penelitian tentang kombinasi keduanya masih sedikit dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek biji kedelai, rimpang jahe, dan kombinasinya terhadap diabetik nefropati dengan mengamati kadar malondialdehida ginjal dan diameter ginjal pada tikus DM.Metode: Penelitian ini menggunakan tikus sprague dawley dibagi menjadi 2 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan. Hewan coba diinduksi dengan diet tinggi lemak fruktosa (DTLF) dan streptozotocine 25 mg/kgBB intraperitoneal (i.p) multiple dose. Sari biji kedelai 5000 mg/kgBB, sari rimpang jahe 500 mg/kg BB, kombinasi kedelai jahe 1 (delja 1) 2500 : 250 mg/kgBB dan kombinasi delja 2 5000 : 500 mg/kgBB diberikan per oral selama 30 hari. Kadar MDA Ginjal diukur dengan MDA microplate reader dan diameter glomerulus diukur mengunakan mikroskop trinokuler dengan panjang garis tengah glomerulus. Analisis data menggunakan one way ANOVA dan uji LSD dengan nilai signifikansi p<0,05.Hasil: Pemberian sari biji kedelai, rimpang jahe, kombinasi delja 1 dan 2 menurunkan kadar malondialdehida ginjal berturut-turut sekitar 60%, 20%, 10% dan 50% dibandingkan kelompok kontrol positif (p<0,05). Diameter glomerulus diturunkan sekitar 10-20% pada kelompok kedelai, jahe, delja 1 dan delja 2 dibandingkan kelompok kontrol positif (P<0,05). Sementara induksi DM pada kelompok kontrol positif meningkatkan kadar malondialdehida ginjal dan diameter glomerulus berturut-turut sekitar empat kali lipat dan 30% dibandingkan kelompok kontrol normal (p<0,05).Kesimpulan: Pemberian sari biji kedelai, rimpang jahe dan kombinasinya menurunkan kadar malondialdehida ginjal dan diameter glomerulus tikus model DM tipe II.Kata Kunci: Kedelai, jahe, kombinasi, MDA ginjal, diameter glomerulus, diabetes.
PENGARUH PERILAKU BELAJAR MAHASISWA SEBELUM UJIAN KOGNITIF TERHADAP PRESTASI AKADEMIK Risalatul Khoirotunisa; Dewi Martha Indria; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.57 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Perubahan sistem ujian dimasa pandemi COVID-19 kerap menimbulkan dampak pada mahasiswa. Bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran daring  menyebabkan  adanya kekhawatiran kompetensi tidak tercapai dan proses belajar yang mengalami penyesuaian diri terutama dalam menghadapi ujian. Mahasiswa berorientasi persepsi mereka terkait model ujian  untuk pemilihan perilaku belajar mereka dalam mencapai tujuannya. Penerapan dalam perilaku belajar khususnya sebelum ujian nantinya akan mempengaruhi kompetensi dari mahasiswa dalam hal ini berupa prestasi akademik. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti ingin melihat secara diskripsi jenis perilaku belajar yang digunakan mahasiswa sebelum ujian pada masa pandemi dan apakah ada pengaruh perilaku belajar  sebelum ujian terhadap prestasi akademik pada mahasiswa kedokteran.Metode: Penelitian ini menggunakan survei deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Perilaku belajar diukur menggunakan kuesioner adaptasi yaitu Motivated Strategies for Learning Questionnaire, Study Process Questionnaire  Manual, serta kuesioner tema-tema dalam perilaku belajar. Analisa data menggunakan jalur Partial Least Squares dengan teknik Structural Equation Model menggunakan aplikasi Warp Partial Least Square  7.0.Hasil: Perilaku belajar dibentuk oleh variabel kualitas belajar ( P-value=0.041; Path Coefficient=0.114) dan variabel regulasi belajar (P-value=0.153; Path Coefficient=-0.067).Perilaku belajar berpengaruh terhadap prestasi akademik dengan Q2 =0.027 dan dijelaskan sebesar 1% dengan R2 = 0.01.Kesimpulan: Kualitas belajar memiliki pengaruh paling dominan terhadap prestasi akademik. Prestasi akademik dipengaruhi oleh  variabel kualitas belajar dan variabel regulasi belajar dengan kekuatan prediksi yang lemah. Kata kunci: Perilaku belajar, kualitas belajar, regulasi belajar, prestasi akademik
Efek Kombinasi Fraksi Akuades, Metanol, dan Etil Asetat Senyawa Fenolik Meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan Amoxicillin atau Chloramphenicol terhadap Daya Hambat pada Pertumbuhan Staphylococcus aureus Isna Aulia Zamzamy; Arif Yahya; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.204 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kombinasi herbal-antibiotik adalah salah satu upaya untuk mengatasi infeksi. Ekstrak kasar meniran (Phyllanthus niruri L.) yang diduga mengandung fenolik diketahui dapat meningkatkan efektivitas antibiotik pada bakteri S. aureus, sehingga berpotensi digunakan sebagai ajuvan terhadap antibiotik. Namun, isolasi kelompok senyawa fenolik tersebut belum dilakukan. Penelitian ini melakukan fraksinasi ekstrak fenolik dari meniran dan melihat interaksi kombinasi dengan Amoxicillin dan Chloramphenicol terhadap bakteri S. aureus.Metode: Isolasi fenolik meniran melalui maserasi menggunakan metanol, kemudian dilakukan pemisahan ekstraksi cair-cair dengan heksana dan mengumpulkan residunya. Residu diuapkan pada 55oC lalu dioven sampai menjadi pasta. Hasil ekstraksi difraksinasi dengan dilarutkan menggunakan akuades, metanol, dan etil asetat untuk mendapatkan tiga fraksi. Kemurnian dari hasil fraksi tersebut dilakukan uji fitokimia secara kualitatif. Untuk mengukur daya hambat terhadap S. aureus dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer. Sedangkan interaksi diukur dengan metode AZDAST (Ameri-Ziaei Double Antibiotic Sinergism Test).Hasil: Isolasi fenolik dari meniran menunjukkan adanya senyawa fenolik dan tidak terdeteksi kelompok senyawa lain yang diuji (alkaloid, terpenoid, dan steroid). Setelah fraksinasi, fenolik ditemukan pada fraksi akuades dan metanol, namun tidak ditemukan pada fraksi etil asetat. Uji daya hambat tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada semua fraksi dengan konsentrasi 1000 ppm (0­±0 mm). Penambahan fraksi akuades (F1), metanol (F2), etil asetat (F3) dengan Amoxicillin menunjukkan diameter zona hambat sebesar 18,45±0,80; 17,89±2,62; 17,62±3,10. Sedangkan dengan Chloramphenicol sebesar 31,33±0,58; 29,58±0,54; 26,24±1,49. Zona hambat Amoxicillin adalah 19,54±0,81 dan pada Chloramphenicol adalah 28,16±1,59. Kesimpulan: Interaksi fraksi akuades dari ekstrak fenolik dengan Chloramphenicol menunjukkan interaksi potensiasi.Kata Kunci: Fenolik Phyllanthus niruri L., Amoxicillin, Chloramphenicol, Staphylococcus aureus.
Pengaruh Metode Ekstraksi (Dekoktasi, Infudasi, dan Microwave) Terhadap Aktivitas Antioksidan Pada Rumput Laut Gracilaria verrucosa Fandaratsani Tsaqif Ibrahim; Zainul Fadli; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.988 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gracilaria verruccosa yang berasal dari perairan laut Ngemboh Gersik diduga memiliki aktivitas antioksidan. Namun, kadar antioksidan akan berbeda bergantung dari metode ekstraksi. Ekstraksi G. verrucosa dilakukan dengan berbagai variasi metode. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode yang paling efektif dalam memperoleh antioksidan dari G verruccosa.Metode: Penelitian eksperimental di laboratorium menggunakan G. verrucosa yang dilakukan secara in vitro. Ekstraksi G. verrucosa dilakukan dengan metode dekoktasi, infudasi, dan microwave. Uji senyawa aktif menggunakan metode fitokimia. Uji aktivitas antioksidan ekstrak G. verrucosa dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidradrazil (DPPH) yang diukur dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 517 nm. Uji struktur senyawa aktif dilakukan dengan menggunakan gas chomatography mass (GC-MS). Data dianalisis menggunakan one way anova dengan least signifikan difference (LSD) hasil dinyatakan bermakna bila p<0.05.Hasil: Hasil ekstraksi dekoktasi memiliki nilai rendemen tertinggi 60%. Uji fitokimia didapatkan senyawa metabolit sekunder meliputi flavonoid, alkaloid dan terpenoid. Uji one way anova didapatkan (p<0.05) terdapat perbedaan yang signifikan. Uji aktivitas antioksidan didapatkan Nilai IC50 metode dekoktasi 8,29 ppm, infudasi 21,62 ppm, microwave 10,402 ppm. Uji GC-MS ekstrak G. verrucosa dengan pelarut air terdeteksi adanya senyawa bezenedyccarboxylic acid, Octadeceonic Acid, Hexadeceonic Acid.Kesimpulan: Metode Ekstraksi dekoktasi menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi dibanding dengan metode infudasi dan microwave. Ekstrak G. verrucosa memiliki aktivitas penangkapan radikal DPPH dan uji GC-MS ekstrak G. verrucosa dengan metode dekoktasi menunjukkan adanya senyawa aktif berupa asam bezenedyccarboxylic.Kata kunci: Gracilaria verrucosa, Fitokimia, DPPH, Antioksidan, GC-MS.