cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 220 Documents
INTERAKSI JAMU JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia) DENGAN ANTIBIOTIK AMOKSISILIN TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Muhammad Sandy Ali Yafie; Arif Yahya; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.088 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Aterosklerosis dapat terjadi akibat infeksi kronis bakteri S. mutans yang dapat diterapi dengan amoksisilin. Jamu jati belanda sering digunakan sebagai obat antiaterosklerosis karena efek hipolipidemia dan antibakterinya antibakteri.  Kombinasi herbal dan antibiotik telah banyak diteliti namun, interaksi jamu jati belanda dan amoksisilin belum pernah dilakukan, sehingga sebab itu penelitian perlu dilakukan tentang interaksi antibakteri jamu jati belanda dengan amoksisilin terhadap bakteri S. mutans.Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium in vitro. Jamu jati belanda  dilarutkan dengan metanol hingga 5 variasi dosis 400×103 ppm, 200×103 ppm, 100×103 ppm, 50×103 ppm, dan 25×103 ppm. Zona hambat kombinasi jamu jati belanda dan amoksisilin 25 µg dilakukan dengan metode Kirby-Bauer Disk Diffusion Susceptibility Test dan diukur dengan jangka sorong. Nilai interaksi dilakukan dengan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Signifikansi ditentukan dengan p<0,05.Hasil: Dosis terbaik kombinasi jamu jati belanda dengan amoksisilin didapatkan hasil aditif pada dosis 400×103  ppm (28,11±3,43 mm). Untuk dosis yang lain interaksi bersifat not-distinguishable dengan amoksisilin. Hal ini terjadi karena semakin tinggi dosis ekstrak maka semakin tinggi zona hambat yang terbentuk.Kesimpulan: Dosis 400×103 ppm jamu jati belanda berinteraksi aditif dengan antibakteri amoksisilin terhadap bakteri S. mutans. Kata Kunci: Guazuma ulmifolia, Jamu, Amoksisilin, ZOI, Kombinasi Antibiotik dan Herbal
Systematic Literature Review: Pengaruh Penggunaan Proton Pump Inhibitor Jangka Panjang Terhadap Kadar Vitamin B12 Dicky Firmansyah; Hardadi Airlangga; Helmin Elyani
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.131 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Proton Pump Inhibitor (PPI) merupakan obat yang secara luas digunakan untuk penyakit yang berkaitan dengan lambung. Penggunaan PPI jangka panjang biasanya dilakukan pada penyakit-penyakit kronis seperti gastritis kronis. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan PPI jangka panjang dapat menyebabkan gastritis atrofik dengan penurunan kadar vitamin B12 serum yang signifikan. Terdapat juga data yang bertentangan dimana tidak terjadi defisiensi vitamin B12. Tujuan dari review ini adalah mengetahui efek dari penggunaan obat PPI jangka panjang terhadap kadar vitamin B12.Metode: Penelitian ini merupakan Systematic Literature Reviews (SLR). Penelitian menggunakan pencarian data menggunakan 3 database yaitu PUBMED, GOOGLE SCHOOLAR, WEB OF SCIENCE dengan memasukan keyword: PPI use, longterm, vitamin B12, cobalamin.Hasil: Dari 11 artikel, terdapat 10 jurnal yang menyebutkan PPI dapat menurunkan kadar vitamin B12 dan 1 jurnal tidak terdapat pengaruh antara PPI dengan kadar vitamin B12. Sepuluh jurnal tersebut, 5 diantaranya tidak valid.Kesimpulan: Penggunaan Proton Pump Inhibitor (PPI) jangka panjang berpengaruh dalam menurunkan kadar Vitamin B12. Kata Kunci : Proton Pump Inhibitor (PPI), vitamin B12, jangka Panjang, kobalamin
STUDI PUSTAKA SISTEMATIS: DELIMA MEMPERBAIKI KADAR NITRIC OXIDE PADA BERBAGAI KONDISI STRES OKSIDATIF Siti Norazizah; Nugroho Wibisono; Doti Wahyuningsih
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.966 KB)

Abstract

Abstrak : Nitric Oxide (NO) merupakan suatu radikal bebas. Peningkatan kadar NO didapatkan pada berbagai kondisi stres oksidatif. Pemberian ekstrak delima dilaporkan dapat memperbaiki kadar NO dalam kondisi stres oksidatif karena adanya kandungan antioksidan pada delima terutama senyawa polifenol. Penelitian menggunakan metode studi pustaka sistematis bertujuan mengetahui pengaruh delima (Punica granatum) terhadap kadar Nitric Oxide (NO) pada serum, plasma, jaringan hepar, otak, limfe, usus, ginjal dan endotel yang diperoleh dari penyakit yang patofisiologinya melibatkan stres oksidatif (injury, toksisitas, inflamasi dan infeksi). Bagian delima yang dipelajari pada penelitian ini adalah buah, kulit, biji dan bunga. Studi pustaka sistematis. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui sumber PubMed, dan Google Scholar dengan kata kunci Punica granatum, Antioxidant, dan Nitric Oxide. Melalui proses screening didapatkan data berupa 14 artikel memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Senyawa antioksidan yang terdapat dalam ekstrak buah, kulit, bunga, dan biji delima terbukti mampu memperbaiki nilai NO dengan menurunkan kadar NO pada jaringan hepar, otak, usus, limfe, ginjal dan meningkatkan NO pada jaringan endotel pada kondisi stres oksidatif. Melalui 14 jurnal yang ditelaah, mekanisme antioksidan utama ekstrak delima dalam memperbaiki nilai NO adalah melalui peningkatan antioksidan dan pembersihan radikal bebas. Pemberian ekstrak buah, biji, kulit, dan bunga delima (Punica granatum) dapat memperbaiki kadar radikal NO pada kondisi stres oksidatif.Kata Kunci : Punica granatum, Antioxidant, Nitric Oxide
Systematic Literature Review: Pengaruh Penggunaan Proton Pump Inhibitor Jangka Panjang Terhadap Kadar Vitamin B12 Dicky Firmansyah; Hardadi Airlangga; Helmin Elyani
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.339 KB)

Abstract

Pendahuluan: Proton Pump Inhibitor (PPI) merupakan obat yang secara luas digunakan untuk penyakit yang berkaitan dengan lambung. Penggunaan PPI jangka panjang biasanya dilakukan pada penyakit-penyakit kronis seperti gastritis kronis. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan PPI jangka panjang dapat menyebabkan gastritis atrofik dengan penurunan kadar vitamin B12 serum yang signifikan. Terdapat juga data yang bertentangan dimana tidak terjadi defisiensi vitamin B12. Tujuan dari review ini adalah mengetahui efek dari penggunaan obat PPI jangka panjang terhadap kadar vitamin B12.Metode: Penelitian ini merupakan Systematic Literature Reviews (SLR). Penelitian menggunakan pencarian data menggunakan 3 database yaitu PUBMED, GOOGLE SCHOOLAR, WEB OF SCIENCE dengan memasukan keyword: PPI use, longterm, vitamin B12, cobalamin.Hasil: Dari 11 artikel, terdapat 10 jurnal yang menyebutkan PPI dapat menurunkan kadar vitamin B12 dan 1 jurnal tidak terdapat pengaruh antara PPI dengan kadar vitamin B12. Sepuluh jurnal tersebut, 5 diantaranya tidak valid.Kesimpulan: Penggunaan Proton Pump Inhibitor (PPI) jangka panjang berpengaruh dalam menurunkan kadar Vitamin B12.Kata Kunci : Proton Pump Inhibitor (PPI), vitamin B12, jangka Panjang, kobalamin
STUDI IN SILICO AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI SENYAWA BIOAKTIF Tetraselmis chuii MELALUI PENGHAMBATAN PROTEIN DEFORMYLASE Muhammad Askar Arroisy Zawa; Muhammad Zainul Fadli; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.099 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik memerlukan upaya penemuan obat baru atau target baru. Salah satu target adalah enzim protein deformylase (PDf) yang berperan peran penting dlam sintesis protein. Penelitian ini melakukan skrinning secara insilico pada senyawa aktif Tetraselmis chuii terhadap PDf pada bakteri gram negative dan gram positif. Metode: Penambatan senyawa aktif T. chuii terhadap PDf pada bakteri gram negative (Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli) dan bakteri gram positif (Staphylococcus aureus dan Enterococcus faecalis) yang di evaluasi secara In silico menggunakan docking server dengan actinonin sebagai kontrol secara berurutan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa aktif 2,6,10-trimethyl dan Phytol-1 dalam T. chuii memiliki potensi dalam menghambat PDf pada bakteri. Pada senyawa 2,6,10-trimethyl mempunya energi ikatan bebas ∆G E. coli -7.13 kcal/mol; ∆G P. aeruginosa -7.48; ∆G E. faecalis -7.13; ∆G S. aureus -6.8), sedangkan pada phytol 1 yaitu ∆G E. coli -6.88; ∆G P. aeruginosa -7.3; ∆G E. faecalis -7.03; ∆G S. aureus -6.51. Ikatan yang terjadi antara actinonin dengan senyawa aktif T. Chuii terjadi pada jenis asam amino yang sama pada semua bakteri. Kesimpulan: Senyawa aktif T. chuii yang diduga memiki kemampuan sebagai PDf-inhibitor yaitu - 2,6,10- trimethyl dan Phytol-1, sehingga pada kedua senyawa tersebut diduga memiliki kemampuan antibakteri secara Broad-spectrum Kata Kunci: Antibakteri, Tetraselmis chuii, protein deformylase , In silico
STUDI IN SILICO: POTENSI ANTIBAKTERI SENYAWA AKTIF Cladophora sp. terhadap PBP 2 dan PBP2a Staphylococcus aureus Riza Ma’rufin; Rio Risandiansyah; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.962 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Resistensi antibiotik terhadap S. aureus meningkat akibat mutasi Penicillin Binding Protein (PBP) 2 menjadi Penicillin Binding Protein (PBP) 2a. Sehingga dilakukan pencarian antibiotik baru. Cladophora sp. mengandung senyawa antibakteri, tapi belum diketahui mekanisme dan potensinya. Penelitian ini memprediksi potensi senyawa aktif Cladophora sp. terhadap protein target PBP2 dan PBP2a S. aureus menggunakan metode in silico dengan pendekatan moleckular docking serta prediksi farmakokinetik dan fisikokimia menggunakann pkCSM.Metode : Penambatan senyawa aktif Cladophora sp. terhadap protein target menggunakan docking server. Profil fisikokimia dan farmakokinetik melalui web pkCSM. Analisa data dilakukan secara deskriptif analitik.Hasil : Penambatan kontrol dengan PBP2 memiliki binding affinity -5.03 kcal/mol di ikatan Hidrogen dengan residu asam amino LEU219, GLU224. Beta sitosterol glucoside, Hexadecatetraenoic acid, Dihydroactinidiolide berpotensi lebih baik dibanding kontrol, nilainya -6.87 kcal/mol, -6.76 kcal/mol, -6.62 kcal/mol. Hexadecatetraenoic acid memiliki kesamaan titik seperti kontrol di GLU224. Penambatan kontrol PBP2a memiliki binding affinity -5.16 kcal/mol di ikatan Hidrogen dengan residu asam amino ASP56, ASN57. Palmitic acid, Myristic acid, Beta sitosterol glucoside berpotensi lebih baik dibanding kontrol, nilainya -7.29 kcal/mol, -7.28 kcal/mol, -7.16 kcal/mol. Palmitic acid dan Myristic acid memiliki kesamaan titik seperti kontrol di ikatan ASN57. Fisikokimia senyawa Cladophora sp. yang memenuhi Lipinski adalah Hexadecatetraenoic acid, Dihydroactinidiolide, Myristic acid. Senyawa Cladophora sp. memiliki profil farmakokinetik yang berpotensi kandidat antibakteri.Kesimpulan : Senyawa pecladophorA SPnghambat PBP2 adalah Beta sitosterol glucoside, Hexadecatetraenoic acid, Dihydroactinidiolide. Senyawa penghambat  PBP2a adalah Palmitic acid, Myristic acid, Beta sitosterol glucoside. Senyawa yang memenuhi Lipinski dan ADMET Hexadecatetraenoic acid, Dihydroactinidiolide dan Myristic acidKata Kunci : Cladophora sp., Amoxicillin Clavulanate, PBP2a.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Metanol Rimpang Jahe Merah dan Lengkuas Merah Juliana Ayu Nugraha; Ike Widyaningrum; Muhammad Zainul Fadli
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.243 KB)

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pemanfaatan terhadap aktivitas senyawa pada tanaman yang tumbuh di Indonesia sehingga dilakukan kombinasi antibakteri untuk meningkatkan aktivitas dari salah satu senyawa tunggalnya serta untuk mengoptimalkan fungsi obat.Metode: Penelitian ini merupakan Laboratory research yang bertujuan untuk membandingkan ekstrak kombinasi herbal pada Alpinia purpurata dan Zingiber officinale dengan amoksisilin dan asam nalidiksat dengan menggunakan metode maserasi kinetik dengan perbandingan konsentrasi ekstrak herbal (25%:75%, 50%:50%, 75%:25%), kemudian diuji ZOI nya terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram dimana hasilnya nanti dibandingkan dengan amoksisilin dan asam nalidiksat.Hasil: Ekstrak kombinasi metanol jahe merah dan lengkuas merah konsentrasi 1000 ppm terhadap bakteri Escherichia coli dengan perbandingan jahe dan lengkuas (25%:75%) didapatkan hasil 7,13±0,75 mm, (50%:50%) 7,36±0,56 mm, dan (75%:25%) 7,06±0,85 mm. Ekstrak kombinasi metanol jahe merah dan lengkuas merah konsentrasi 1000 ppm terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan perbandingan jahe dan lengkuas (25%:75%) didapatkan hasil 7,4±0,3 mm, (50%:50%) hasilnya 7,26±1,45 mm, dan (75%:25%) hasilnya 7,93±1,06 mm dimana tidak ada perbedaan yang signifikan bila dibandingkan antara kombinasi herbal dan berbeda signifikan bila dibandingkan dengan amoksisilin yaitu 43,43±1,19 mm dan asam nalidiksat sebesar 13,8±2,12 mm. Kesimpulan: Kombinasi ekstrak metanol lengkuas merah ( Alpinia purpuratata) dan jahe merah (Zingiber officinale) dengan konsentrasi 1000 ppm memiliki daya hambat sedang dan tidak menunjukkan perbedaan bermakna terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Kata kunci: Kombinasi herbal; jahe merah; lengkuas merah; Eschericia coli; Staphylococcus aureus
LAJU FILTRASI GLOMERULUS MENURUN PADA WANITA LANSIA SEHAT DI KOTA MALANG TANPA PERUBAHAN KADAR KREATININ URIN Riki Nur Taufiq; Fitria Nugraha Aini; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.084 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia cukup tinggi. Salah satu perubahan pada proses menua adalah perubahan struktur dan fungsi ginjal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan laju filtrasi glomerulus (LFG), kreatinin urin dan kreatinin serum pada lansia dan dewasa muda sebagai deteksi dini penyakit pada ginjal yang belum dilakukan sehingga peneliti perlu melakukan penelitian.Metode: Studi Cross Sectional dengan sampel wanita usia dewasa muda dan lansia. Pengambilan sampel darah tepi dan urin digunakan sebagai bahan untuk mengukur kadar kreatinin urin dan kreatinin serum yang diukur dengan metode Jaffe reaction, pemeriksaan LFG dikalkulasi dengan rumus Cockroft and Gault.Hasil dan Pembahasan: Rata – rata LFG dewasa muda dan lansia adalah 108.93±19.94 vs 68±17 (p=0,000). Rata – rata kreatinin urin dewasa muda dan lansia adalah 142,29±91,37 vs 101,61±68,83 (p=0,181). Rata – rata kreatinin serum dewasa muda dan lansia adalah 0,73±0,11 vs 0,80±0,12 (p=0,017).  Hubungan tidak searah kuat didapatkan pada usia dan LFG r=-0,686 (p=0,000), lemah pada usia dan kreatinin urin r=-0,153 (P=0,181). Hubungan searah kreatinin serum dan usia dengan kekuatan lemah r=0,205 (p=0,017). Hal ini menunjukan adanya penurunan fungsi ginjal yang terjadi akibat perubahan pada nefron seiring dengan bertambahnya usia.Kesimpulan: Penuaan berpengaruh pada nilai laju filtrasi glomerulus namun tidak berpengaruh pada kreatinin urin wanita sehat di kota Malang. Kata Kunci: Usia, Penuaan, Laju Filtrasi Glomerulus, Kreatinin Urin, Kreatinin Serum
STUDI PUSTAKA SISTEMATIS: PENGARUH DELIMA TERHADAP SUPEROXIDE DISMUTASE DAN MALONDIALDEHYDE DALAM KONDISI STRES OKSIDATIF Dewi Intan Putri Dwiyanti; Fifin Pradina Duhitatrissari; Doti Wahyuningsih
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.763 KB)

Abstract

Abstrak: Stres Oksidatif adalah keadaan ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas dan anti-oksidan. Delima (Punica Granatum L.) dilaporkan berperan sebagai scavenger bagi radikal bebas, sehingga dapat mengurangi stres oksidatif. Tujuan dari penelitian studi pustaka sistematis ini ada-lah untuk membuktikan hasil riset tentang kegunaan buah delima dalam mengatasi stres oksidatif dengan memeriksa kadar SOD dan MDA. Kondisi stres oksidatif dalam studi literature ini meliputi intoksisikasi karena penggunaan obat tertentu, diabetes militus, penyakit neurodegenerative dan polutan. Jenis ekstrak yang akan dipelajari adalah ekstark kulit, buah, bunga, daun, biji dan jus buah delima. Systematic Literature Review. Data penelitian dikumpulkan dari PubMed Central, PubMed, dan Google Scholar berdasarkan kata kunci pomegranate, stres oksidatif, SOD, dan MDA. Proses screening menghasilkan 100 artikel yang relevan. Yang memenuhi kriteria inklusi untuk ditelaah berjumlah 17 artikel. Ekstrak kulit, biji, bunga, daun, serta jus buah delima mampu menaikkan kadar SOD dan menurunkan kadar MDA. Jadi ekstrak dari delima mampu menaikkan kadar SOD dan menurunkan kadar MDAKata kunci: Delima, stres oksidatif, SOD dan MDA
PERBEDAAN ANSIETAS DAN PENDEKATAN BELAJAR SELAMA PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MAHASISWA KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG Ega Aprilia; Fenti Kusumawardhani Hidayah; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.096 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan Mahasiswa klinik memiliki tanggung jawab untuk tetap belajar meskipun tugas selama di rumah sakit masih berjalan, seperti bed-side teaching, tutorial klinik, laporan kasus, referat, serta ujian kasus skill. Masa pandemi COVID-19 mempengaruhi kegiatan pembelajaran mahasiswa klinik dimana seluruh kegiatan pembelajaran beralih dari luring ke daring, tentunya work load dan adaptasi pembelajaran di masa pandemi mempengaruhi kondisi psikis mahasiswa klinik sehingga perlu melakukan upaya identifikasi dan pencegahan gangguan psikis antara lain dengan menentukan pendekatan belajar yang sesuai sehingga mahasiswa dapat belajar dengan baik dan mencapai kompetensi mahasiswa klinik yang sudah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan ansietas dan pendekatan belajar (deep approach dan superficial approach) selama pembelajaran daring terhadap mahasiswa klinik.Metode Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 192 mahasiswa klinik FK UNISMA dilakukan dengan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale untuk mengukur tingkat ansietas dan kuesioner Revised Study Process Questionnaire 2 Factor untuk menilai pendekatan belajar. Data primer diambil dari hasil kuesioner dan wawancara. Analisa data menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan tingkat ansietas antara mahasiswa klinik tingkat awal dan tingkat akhir dengan nilai probabilitas Sig 0.000 dan  hasil untuk perbedaan pendekatan belajar juga menunjukkan nilai probabilitas Sig 0.000. Hal ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada ansietas dan pendekatan belajar antara mahasiswa klinik tingkat awal dan tingkat akhir. Rerata peringkat untuk tingkat ansietas pada tingkat akhir (113,10) lebih tinggi dibandingkan tingkat awal (72,75) dan hasil pendekatan belajar juga ditemukan rerata peringkat tingkat akhir (130,40) lebih tinggi dibandingkan tingkat awal (48,01).Kesimpulan Mahasiswa tingkat akhir dan tingkat awal cenderung mengalami tingkat ansietas tingkat rendah. Mahasiswa klinik tingkat akhir lebih banyak mengadopsi deep approach learning, sedangkan mahasiswa tingkat awal cenderung menggunakan surface approach learning. Kata kunci: Ansietas, Pendekatan Belajar, Mahasiswa Klinik, Pembelajaran Daring