cover
Contact Name
Nurman Hidaya
Contact Email
bchs@borneo.ac.id
Phone
+6282378768648
Journal Mail Official
bchs@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No. 1, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, , Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Community Health Sevice Journal
ISSN : -     EISSN : 28076621     DOI : https://doi.org/10.35334/neotyce.v1i1
Borneo Community Health Sevice Journal, yang merupakan jurnal multidisiplin bidang kesehatan yang berfokus pada hasil karya pengabdian masyarakat dibidang kesehatan yang meliputi : Keperawatan, kebidanan, kedokteran, kesehatan masyarakat, psikologi, gizi dan bidang kesehatan yang lain.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025" : 20 Documents clear
Pemberdayaan Ibu Menyusui dan Keluarga untuk Mencegah Stunting: Implementasi Media Edukasi SMART ASIK di Tanjungpinang Marella, Marella; Ridayani, Rita; Harianja, Ristina Rosauli; Batubara, Kartika Sri Dewi
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.6017

Abstract

This study focuses on the high prevalence of stunting in Tanjungpinang City, reaching 15.7% based on the 2022 SSGI data. The low rate of exclusive breastfeeding, at only 58%, significantly contributes to this issue. The objective of this community service project is to enhance the knowledge and skills of breastfeeding mothers through educational media in the form of flashcards called SMART ASIK. The research method includes providing education and training to breastfeeding mothers and posyandu cadres about the importance of exclusive breastfeeding and the technique of oxytocin massage. Results indicate an increase in mothers' knowledge to 90%, with exclusive breastfeeding practices rising to 75%. Cadres' skills also improved by 85%. The discussion highlights the necessity of ongoing support from posyandu cadres and community involvement in the educational process. The conclusion of this study is that the SMART ASIK program is effective in improving the knowledge and skills of breastfeeding mothers, which in turn can reduce the prevalence of stunting in the area. Future plans include regular monitoring and evaluation to ensure the sustainability of the program
Edukasi Dan Skrining Pencegahan Stunting Sejak Dini Pada Remaja Melalui Pembentukan Kelompok Remaja Peduli Stunting Mansyur, Tri Novianty; Kainde, Yuliana Yacinta; Agustina Siregar, Neny san; Sumarni, Sumarni
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.5889

Abstract

Abstrak.Stunting merupakan permasalahan akibat gizi yang dapat mengancam kualitas hidup seorang generasi bangsa. Pemerintah mencanangkan Gerakan Nasional Aksi Bergizi untuk memperbaiki status kesehatan sejak remaja gerakan ini dilakukan untuk mencegah anemia pada remaja sebagai upaya pencegahan peningkatan kejadian stunting. Salah satu upaya yaitu  pemberian peer education atau pembelajaran teman sebaya yang memiliki peran dalam membentuk karakter siswa melaui teman. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam skrining pencegahan stunting sejak dini dengan pembentukan kelompok remaja PENTING (Peduli Stunting) di SMA Negeri 1 Mimika. Metode dilakukan dengan pemberian edukasi dan keterampilan dan skrining kesehatan pada 10 peserta yang akan menjadi peer educator  dan kemudian dievaluasi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilakukan pada 10 peer educator untuk memberikan edukasi masing-masing pada 2 peserta. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dimana rata-rata nilai quisioner pre test diperoleh rata-rata nilai jawaban benar 6.4000 dan setelah kegiatan diperoleh nilai post test sebesar 8.4000 dengan nilai pvalue 0,0001 yang menjelaskan terjadi peningkatan pengetahuan tentang pencegahan stunting sejak dini pada remaja. Kata Kunci: Stunting; Peer Education; AbstractBeing a nutritional problem, stunting threatens the quality of life of a generation. The government has launched the National Action for Nutrition Movement to improve the health status of teenagers. This movement was carried out to prevent anemia in teenagers as an effort to, in turn, curb the increase in stunting. To that end, providing peer education or peer learning is carried out to shape students’ character through friends. This community service aims to upgrade students’ knowledge and skills in awareness of stunting prevention since an early age. An example of this community service is PENTING (Peduli Stunting), a youth group at SMA Negeri 1, Mimika. The method employed is as follows. Education and skills in health screening is provided to 10 participants who will become peer educators and then an evaluation by pre-test and post-test follows. This was carried out by 10 peer educators and every educator provided education to 2 participants. The results of this activity were an increase in knowledge where the average pre-test questionnaire score was obtained with an average correct answer score of 6.4000 and after the activity the post-test score was 8.4000 with a pvalue 0.0001 which explains that there was an increase in knowledge about preventing stunting from an early age for teenager Keyword: Stunting; Peer Education;
Terapi Bermain pada Anak dalam Program Internasional Volunter Chapter Malaysia Gumilar, Karismatika Surya; Ediyono, Suryo
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.6092

Abstract

Bermain merupakan inti dari masa kecil, menjadi aktivitas dinamis yang memungkinkan anak-anak untuk mengekspresikan diri, berinteraksi dengan sesama, dan bersosialisasi. Terapi bermain bertujuan untuk menangani masalah emosional dan perilaku pada anak-anak karena terapi ini sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka yang khas. Negara Malaysia merupakan salah satu negara yang menjadi salah satu negara yang paling diminati oleh Warga Negara Indonesia dalam mencari pekerjaan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Tidak sedikit para pekerja imigran di Malaysia memiliki anak yang kesulitan dalam mengakses pendidikan formal dan akses menuju pelayanan kesehatan di negara tersebut. Delegasi menjadi tim pengajar ke Malaysia untuk merancang program pembelajaran dan terapi bermain untuk anak-anak yang tidak mendapatkan akses pendidikan formal disana. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme luar biasa dari para siswa dan para pengelola sanggar.
Edukasi Pencegahan Penularan Tuberkulosis di Desa Sibedi, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi Febrianti, Nur; Rosita, Rosita; Iriani, indri
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.5969

Abstract

Tuberculosis sufferers are increasing, data in Sigi Regency is 0.40% who suffer from Tuberculosis so that to deal with this increase, it is necessary to provide education to the community to prevent the transmission of Tuberculosis. The purpose of carrying out community service for efforts to prevent Tuberculosis through providing education in Sibedi Village, Marawola District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province. Participants who took part in this activity were 20 people. The form of implementation of this community service activity is in the form of providing education about efforts to prevent Tuberculosis. the media used are power points and leaflets. This activity is carried out once. Results: the service was carried out on Thursday, July 27, 2023 at 03.00-05.00 PM. When the activity began, the community was very enthusiastic to listen to the materials we presented. During the material delivery session, it turned out that many residents did not know about Tuberculosis. This is reflected in the many questions asked regarding the disease. Of the 20 residents who attended, 4 people were found to have had signs and symptoms of Tuberculosis. conclusion: the community service was carried out smoothly, the community response was very good and it is hoped that this community service activity can be carried out routinely.
Edukasi Modul Sumping (Support Suami Pendamping) Sebagai Persiapan Persalinan Bagi Ibu Dan Calon Pendamping Persalinan Rullyni, Nurniati Tianastia; Dewi, Utami; Putri, Sabtini Ika
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.6029

Abstract

The presence of the husband as a labor companion plays a crucial role as it can create a sense of safety and comfort, boost the mother's confidence, reduce anxiety about the childbirth process, lessen labor pain intensity, decrease childbirth complications, and speed up the labor process. Therefore, efforts to improve the knowledge and attitude of husbands in labor companionship through the "SUMPING" (Support Suami Pendamping) Module are necessary. The goal of this community service activity is to enhance the knowledge and attitude of husbands in labor companionship. The method used involves providing education/counseling through the module, leaflets, video screenings, and proper labor companionship simulation/practice. The evaluation includes pre-tests and post-tests, as well as blood pressure checks for the mother. The target participants of this activity are 30 pregnant women and their husbands (prospective labor companions). The event will take place in Kelurahan Pinang Kencana, Puskesmas Batu 10. The time of implementation is from June to November 2024.Results: There was an increase in the knowledge of pregnant women and their husbands (prospective labor companions) before and after the education using the module. Suggestions: It is hoped that pregnant women and their husbands (prospective labor companions) will be able to prepare for childbirth by implementing the role of labor companion, utilizing the module as a medium to enhance knowledge, and increasing husband participation in childbirth accompaniment to prevent complications.
INTEGRASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI METODE WHOLE SCHOOL APPROCH SEBAGAI BENTUK PENGUATAN KARAKTER POSITIF REMAJA DI WILAYAH PESISIR KOTA TARAKAN Rahman, Nur Indah Noviyanti
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.6172

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas pelaksanaan program "Integrasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi melalui metode Whole School Approach" di wilayah pesisir Kota Tarakan, yang bertujuan untuk memperkuat karakter positif remaja melalui pendidikan kesehatan reproduksi. Program ini melibatkan berbagai elemen sekolah, termasuk siswa, guru, orang tua, dan masyarakat, dalam upaya menciptakan lingkungan yang mendukung pemahaman dan kesadaran akan isu-isu kesehatan reproduksi. Selama pelaksanaan, diikuti oleh lebih dari 30 siswa, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 86%. Selain itu, 50 siswa terlatih sebagai Peer Educator untuk menyebarkan informasi kepada teman sebaya. Keterlibatan orang tua dan masyarakat juga meningkat, dengan partisipasi mencapai 70%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sikap positif siswa terhadap kesehatan reproduksi meningkat dari 75% menjadi 85% setelah program. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam pendidikan kesehatan reproduksi, yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun dukungan sosial yang diperlukan untuk keberhasilan program. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi pengembangan program serupa di daerah lain
EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA Hanifa, Fanni; Yolandia, Rita Ayu
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.5488

Abstract

The World Health Organization (WHO) reports that the prevalence of anemia worldwide ranges between 40 and 88%, and about 53.7% of teenage girls in poor countries experience it. Anemia is one of the global health problems that needs attention, especially in developing countries like Indonesia. Kemenkes RI (2018) that 32% of adolescents aged 15 to 24 suffer from anemia, or 3 in 10 adolescents. The proportion of anemia in women is quite high (27.2%). Anemia can also affect teenage girls' learning performance, as anemia can lower learning concentration. Teenage girls with anemia are 1,875 times more likely to lower learning performance than teenagers without anemia. The dedication will take place on December 23, 2023 through Zoom meetings. The activities will be conducted through discussions, lectures, and questions. Education can enhance youth awareness of anemia prevention efforts in adolescents, both before and after education. Teenagers with good knowledge increased from 58.8% to 82.5%, while sufficient knowledge fell from 32.5% to 15%, and less knowledge decreased from 7% to 2%. 
Edukasi Kesehatan dan Senam Vertigo untuk Meningkatkan Pengetahuan Lansia tentang Vertigo Tukan, Ramdya Akbar; Darni, Darni; Wahyudi, Donny Tri; Yulis, Rahma; Safitri, Dinda
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.5992

Abstract

Vertigo merupakan keluhan paling umum pada lansia, yang terkadang masih sulit dibedakan dengan nyeri kepala. Vertigo bisa mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia tentang vertigo, penyebab, gejala, penanganan dan senam vertigo. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari lima tahap. Tahap pertama dimulai dengan melakukan survei lapangan ke Panti Jompo untuk mengindentifikasi masalah. Tahap kedua, tim pengabdian melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pengelola panti untuk mendiskusikan solusi permasalahan. Tahap ketiga adalah persiapan peralatan dan materi edukasi oleh tim pengabdian masyarakat, yang mencakup: definsi, penyebab, gejala, penanganan dan senam vertigo. Tahap keempat pemberian edukasi dengan metode ceramah, power point, dan leaflet tentang Vertigo dan demonstrasi senam vertigo. Kegiatan ini dilaksanakan 15 Agustus 2024 di Panti Jompo Al-Marhamah, Kota Tarakan. Peserta yang berpartisipasi sebanyak 15 peserta. Diakhir kegiatan peserta diberikan kesempatan untuk bertanya terkait materi dan juga dilakukan senam vertigo bersama peserta. Tahap kelima penyusunan laporan kegiatan yang diserahkan ke pengelola panti dan LPPM universitas. Hasil evaluasi didapatkan bahwa topik yang diberikan menarik bagi peserta, diihat dari keaktifan peserta saat sesi tanya jawab. Selain itu senam vertigo menurut peserta dapat memberikan rasa nyaman dan membuat otot menjadi lebih rileks. Hal ini berarti kegiatan pengabdian masyarakat ini sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta
Pelatihan Dan Pendampingan Dalam Penggunaan Sistem Informasi Berbasis ODK Kobotoolbox Untuk Pengumpulan Data Kesehatan Di Posyandu Pradita, Riska; Kusumo, Retno
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.6098

Abstract

Kegiatan pengumpulan data Posyandu Remaja sangatlah penting, karena data tersebut yang akan digunakan untuk memantau status kesehatan setiap orang. Pengumpulan data Posyandu disesuaikan pada Sistem Informasi Posyandu (SIP), namun dalam pelaksanaannya Posyandu masih menggunakan sistem manual dalam pelayanan dan pengoperasiannya, mengakibatkan kader merasa kesulitan dalam melakukan pemantauan seluruh peserta akibatnya memperlambat kinerja para kader Posyandu. Penggunaan teknologi sistem informasi dapat membantu jalannya proses pekerjaan agar lebih cepat dan akurat. Aplikasi berbasis Open Data Kit (ODK) merupakan aplikasi pengumpulan data di lapangan berbasis mobile app, yang menggantikan formulir kertas yang digunakan dalam pengumpulan data berbasis survey, salah satunya aplikasi Kobo Toolbox. Urgensi pada kegiatan pengabdian masyarakat ini karena proses pengumpulan data oleh kader di Posyandu masih dilakukan secara manual, kader juga belum pernah dilakukan pelatihan terkait aplikasi pengumpulan data. Kegiatan ini bertujuan melakukan pelatihan dan pendampingan aplikasi Kobo Toolbox untuk pengumpulan data kesehatan. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu kader Posyandu Remaja Healthy Teenagers di Kel. Bengkong Indah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada tangggal 2 hingga 8 September 2024. Tim terdiri dari 2 orang dosen dan dibantu oleh 2 orang mahasiswa Program Studi D-3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, dengan peserta kader Posyandu Remaja sebanyak 8 orang. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi observasi dan wawancara kepada mitra untuk mengidentifikasi permasalahan, persiapan tim, perijinan, dan pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan ini antara lain pengetahuan kader Posyandu Remaja meningkat terhadap pentingnya tugas dan kewajiban mereka dalam pengumpulan dan pelaporan data kesehatan, memberikan informasi aplikasi berbasis digital kepada kader berupa agar pengumpulan data kesehatan lebih efektif dan efisien, serta kemampuan kader menggunakan aplikasi berbasis digital meningkat dalam mengelola data kesehatan di Posyandu. Kesimpulannya bahwa penggunaan aplikasi Kobo Toolbox dalam pengumpulan dan pelaporan data kesehatan di Posyandu secara digital dapat meningkatkan kinerja dan kemampuan para kader Posyandu Remaja lebih efektif dan efisien.
PENURUNAN KADAR GULA DARAH DAN RESIKO ULKUS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN SENAM KAKI DIABETES Muchtar, Rizki Sari Utami; Safitri, Galuh Eka; Muhti, Rahmadillah; Juliyanti, Shyna
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.6101

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus adalah suatu penyakit dengan peningkatan glukosa darah di atas normal. Indonesia merupakan negara menempati urutan ke 7 dengan penderita diabetes mellitus terbanyak secara global. Kasus diabetes di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meningkat. Angka penderita diabetes mellitus meningkat di Kepulauan Riau, sebanyak 250 ribu penderita maupun berisiko diabetes melilitus (Dinas Kesehatan Kepri, 2023). Di Kota Batam selama 4 bulan terakhir pada tahun 2024 sebanyak 2.961 kasus diabetes mellitus (Dinas Kesehatan Kota Batam, 2024) dan di Puskesmas Botania terdapat 929 penderita diabetes mellitus. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes mellitus, penatalaksanaan non farmakologi diabetes mellitus dengan senam kaki diabetes untuk mengurangi risiko terjadinya ulkus pada penderita Diabetes Mellitus. Metode yang digunakan pada pengabdian masyakarat adalah sosialisasi mengenai diabetes mellitus, pemeriksaan gula darah puasa dan tekanan darah serta demonstrasi senam kaki diabetes secara bersama-sama. Diharapkan bagi tenaga Kesehatan dan pemberi layanan Kesehatan pengabdian masyarakat ini dapat dijadikan rekomendasi dalam pemberian asuhan keperawatan terapi non farmakologi untuk mengurangi angka terjadinya ulkus pada penderita diabetes mellitus.Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Senam Kaki Diabetes, Kadar Gula, Resiko Ulkus, Puskesmas Botania ABSTRACTMellitus diabetes is a disease with above-normal increase in blood glucose. Indonesia is the 7th most world with the most diabetes mellitus globally. Diabetes in the riau islands province (kepri) is increasing. The number of diabetes mellitus increased in the riau islands, with as many as 250 thousand as well as with the risk of diabetes melilnitus (kepri health service, 2023). In the last 4 months of 2024, there were 2,961 cases of diabetes mellitus (batam city health service, 2024) and in the botanical center there were 929 with mellitus diabetes. The purpose of this community's devotion is to increase public knowledge about diabetes mellitus, the nonpharmacological rule of diabetes mellitus with diabetes leg exercises to reduce the risk of ulcers in diabetes mellitus. The method used for masyakarat's devotion is socialization on diabetes mellitus, fasting blood sugar tests and blood pressure and joint demonstration of leg diabetes exercises. It is hoped that these communities' health-care workers and health-care providers could be recommended in caregiving non-pharmacological therapists to reduce the number of ulcers in diabetes mellitus. Keywords : Diabetes mellitus, leg exercises, sugar levels, ulcer risk, botanical nodules

Page 1 of 2 | Total Record : 20