cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023)" : 10 Documents clear
Ekstensi local genius berbasis diseminasi pembelajaran dalam mengatasi krisis pendidikan karakter di era digital Farah Lailatul Nur Alifiyah
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The cultural transformation caused the character of the youth to undergo a very significant change. it needs to get attention in learning because lifestyle changes in the era of society 5.0 affect the mindset and behavior of youth. Requires the dissemination of learning that leads to local genius in its principles and application. The research method used is to use library research with a narrative review design. Data analysis in this study used Miles and Huberman's interactive analysis model, namely data reduction, data analysis, and drawing conclusions. The results showed that the digital age affects the character of youth who are more focused on smartphones than the more realistic environment and social life. The crisis of character education is caused by learning that has been more focused on cognitive knowledge without paying attention to the local geniuses that exist in the environment and society. The crisis of character education can be overcome through the dissemination of learning that has a local genius point of view in constructing behavior. The presence of local genius in learning makes cultural acculturation can influence the character of youth in a better direction so that local cultural wisdom is not lost due to the influence of foreign cultures. Transformasi budaya menyebabkan karakter pemuda mengalami perubahan yang sangat signifikan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian dalam pembelajaran, karena perubahan gaya hidup di era society 5.0 mempengaruhi pola pikir dan perilaku pemuda. Hal tersebut membutuhkan diseminasi pembelajaran yang mengarah ke local genius dalam prinsip dan penerapannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan library research dengan desain narrative review. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model analysis interactive Miles and Huberman yaitu reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital mempengaruhi karakter pemuda yang lebih terfokus pada smartphone daripada lingkungan dan kehidupan sosial yang lebih nyata. Krisis pendidikan karakter diakibatkan oleh pembelajaran yang selama ini lebih terfokus kepada pengetahuan kognitif tanpa memperhatikan local genius yang ada pada lingkungan dan masyarakat. Krisis pendidikan karakter dapat diatasi melalui diseminasi pembelajaran yang memiliki sudut pandang local genius dalam mengkonstruksi perilaku. Kehadiran local genius dalam pembelajaran menjadikan akulturasi budaya dapat mempengaruhi karakter pemuda ke arah yang lebih baik, sehingga kearifan lokal budaya tidak hilang akibat pengaruh budaya asing.
Konstruksi sosial wisata religi makam Sunan Bonang di Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Ranu Eko Raharjo; Sukamto Sukamto; Siti Malikhah Towaf; I Nyoman Ruja; Devy Yuliana Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe: (1) the characteristics of religious tourists at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency, (2) the process of carrying out the pilgrimage of religious tourists at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency, (3) social construction tourists to the meaning of religious tourism at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency. The approach and type of research used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that: (1) the characteristics of tourists who make pilgrimages are mostly male with an age range of 27-61 years. The tourists include working as entrepreneurs and the majority are currently studying at Senior High School (SMA). Religious tourists are dominated by people from outside Tuban; (2) the process of carrying out the pilgrimage includes taking ablution, greeting the tomb, sending Al-Fatihah prayers to Rasulullah and addressed to Sunan Bonang, reading the Qur'an, Al-Fatihah, Tahlil, Yasin, Sholawat, and closing. with a personal prayer to God through the intermediary of the tomb of Sunan Bonang; (3) tourists interpret the tradition of pilgrimage at the tomb of Sunan Bonang due to the influence of parents (ancestors), culture, and the environment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) ciri khas wisatawan religi di Makam Sunan Bonang, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, (2) proses pelaksanaan ziarah wisatawan religi di Makam Sunan Bonang Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban, (3) konstruksi sosial wisatawan terhadap makna wisata religi di Makam Sunan Bonang Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ciri khas wisatawan yang berziarah sebagian besar memiliki jenis kelamin laki-laki dengan rentan usia antara 27-61 tahun. Para wisatawan diantaranya bekerja sebagai wiraswasta dan mayoritas sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Wisatawan religi didominasi oleh masyarakat yang berasal dari Luar Tuban; (2) adapun proses pelaksanaan ziarah diantaranya dimulai dengan mengambi wudhu, mengucapkan salam masuk makam, berikirim doa Al-Fatihah kepada Rasulallah dan ditujukan kepada Sunan Bonang, membaca Al-Qur’an, Al-Fatihah, Tahlil, Yasin, Sholawat, dan ditutup dengan do’a pribadi kepada Allah lewat perantara makam Sunan Bonang; (3) wisatawan memaknai tradisi ziarah di makam Sunan Bonang dikarenakan pengaruh dari orangtua (leluhur), budaya, dan lingkungannya.
Konstruksi sosial Siraman Gong Kyai Pradah di Blitar Laili Fitri Astutik; Sukamto Sukamto; Agus Purnomo; I Nyoman Ruja; David Golddra Pamungkas Bramantya
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap budaya lokal memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang membedakannya. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kepercayaan yang diwarisi dari nenek moyang dan diturunkan dari generasi ke generasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konstruksi sosial masyarakat berbasis tradisi SGKP di Desa Kalipan. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Proses pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil konstruksi sosial disajikan melalui tiga momen: eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi. Momen eksternalisasi menunjukkan bahwa masyarakat desa Kalipan mengetahui bahwa tradisi ini berasal dari orang tua (leluhur) dan lingkungannya, sebuah momen objektifikasi untuk mencoba, dan tradisi ini menjadi kebiasaan masyarakat desa Kalipan. Selain itu, momen internalisasi menunjukkan bahwa masyarakat percaya bahwa tradisi SGKP memberkati kehidupan mereka dan air yang digunakan untuk mandi GKP dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Nilai-nilai religius dalam tradisi Bersih Nagari di Kabupaten Tulungagung Febria Ayu Fitri Nur Fatmawati; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja; Bintang Muhammad Sahara Efendi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the religious values contained in the Clean Nagari tradition in Tulungagung Regency. The research location is in Tulungagung Regency. The results of the study show that: first, the religious values contained in this tradition are expecting the pleasure of God Almighty by making pilgrimages to the tombs of the ancestors and praying for the ancestors. Second, the recitation of prayers at the closing of the main event of Bersih Nagari. This prayer is led by one of the elders of the Clean Nagari tradition. Prayer activities as a form of expression of gratitude to God Almighty. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius yang terkandung dalam tradisi Bersih Nagari di Kabupaten Tulungagung. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, nilai-nilai religius yang terkandung dalam tradisi ini adalah mengharapkan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa dengan melakukan kegiatan ziarah ke makam para leluhur dan mendo’akan para leluhur. Kedua, pembacaan do’a yang dilakukan pada saat penutupan acara inti Bersih Nagari. Berdo’a ini dipimpin oleh salah satu sesepuh tradisi Bersih Nagari. Kegiatan berdo’a sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Digitalisasi pengembangan kompetensi kepribadian guru Nurul Annisa Zulmi; Daeng Ayub Natuna
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To adapt to their students' demands, instructors must always be up-to-date, master technology and information advancements, and be proficient with technology. In addition to technological gadgets and other teaching aspects that contribute to achieving educational objectives, the teacher's personality is a crucial factor in the success of education. Because interpersonal contact may foster connection and warmth between instructors and students, technological advances do not inherently render this interaction obsolete or even obsolete. Whether or whether the communication is effective is generally decided by both parties; yet, because teacher learning is paramount, effective communication mostly depends on the instructor's personality. When utilizing technology, instructors must use network apps for communication. Network apps maintained by educators should be stocked with student-friendly and valuable content. For example, they create online character-building groups with students based on widely accepted norms. Untuk menyesuaikan dengan tuntutan siswanya, pengajar harus selalu up-to-date, menguasai kemajuan teknologi dan informasi, serta mahir dalam teknologi. Selain gadget teknologi dan aspek pengajaran lainnya yang berkontribusi dalam pencapaian tujuan pendidikan, kepribadian guru merupakan faktor penting dalam keberhasilan pendidikan. Karena kontak interpersonal dapat menumbuhkan hubungan dan kehangatan antara instruktur dan siswa, kemajuan teknologi tidak secara inheren membuat interaksi ini menjadi usang atau bahkan usang. Apakah komunikasi itu efektif atau tidak, umumnya diputuskan oleh kedua belah pihak; namun, karena pembelajaran guru adalah yang terpenting, komunikasi yang efektif sebagian besar tergantung pada kepribadian instruktur. Saat memanfaatkan teknologi, instruktur harus menggunakan aplikasi jaringan untuk komunikasi. Aplikasi jaringan yang dikelola oleh pendidik harus diisi dengan konten yang ramah siswa dan berharga. Misalnya, mereka membuat kelompok pembentukan karakter online dengan siswa berdasarkan norma yang diterima secara luas.
RETRACTED: Kewirausahaan masyarakat perkebunan Dieks Afdeling Malang Kasimanuddin Ismain; Moch Nurfahrul Lukmanul Khakim; Liska Novianti Paramitaswari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Following a rigorous, carefully concerns and considered review of the article published in Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) to article entitle “Kewirausahaan masyarakat perkebunan Dieks Afdeling Malang” Vol. 3, No. 1 (2023), DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um063v3i12023p29-39. This paper has been found to be in violation of the Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) publication principles and has been retracted. The article contained redundant material, the editor investigated and found that the paper published in International Journal of Social Sciences and Education, Vol. 3, No. 2 (2022), DOI: https://doi.org/10.26858/ijosse.v3i2.42450. The document and its content has been removed from Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) and a reasonable effort should be made to remove all references to this article.
Studi fertilitas pada akseptor KB dan non akseptor di DESA Golo Pongkor, Kecamatan Komodo Kornelia Sastri; Singgih Susilo; Ifan Deffinika
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population problems are often caused by the increasing population. One of the factors related to this problem is fertility. The study aimed to analyze differences in fertility between acceptor and non-acceptor fertile age couples (unmet need) in Golo Pongkor Village. The populations were 181 fertile-age couples consisting of 115 acceptors and 66 non-acceptors. The study used probability sampling technique. The samples were 53 acceptor respondents and 40 non-acceptor respondents. The data sources were obtained through observation, interviews with the help of instruments (questionnaires), as well documentation. In addition, data analysis used was inferential analysis of different test using a non-parametric statistical test, namely Mann Whitney U test. The results showed that fertile age couple family planning acceptors had an average number of children born alive as many as 3 children, the majority of the age at first marriage was 15-19 years and 20-24 years, the majority had an elementary education level, the majority had informal jobs and the majority had income less than Rp.1,950,000. Meanwhile, non-acceptor PUS have an average of 2 children born alive, the majority of them are 20-24 years old at first marriage, the majority of the education level is elementary school, the majority of the types of work are not working and the majority of the income is less than Rp.1,950,000. The results of Mann Whitney U show that Asymp. Sig (2-tailed) is 0.001 which is smaller than 0.05, which means that there is a significant difference between fertility rates in acceptors and non-acceptors of childbearing age in Golo Pongkor Village. Masalah kependudukan sering kali terjadi akibat jumlah penduduk yang terus meningkat. Salah satu faktor yang berkaitan terhadap permasalahan tersebut adalah fertilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan fertilitas pada pasangan usia subur akseptor dan non akseptor (unmet need) di Desa Golo Pongkor. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 181 pasangan usia subur yang terdiri dari 115 akseptor dan 66 non akseptor. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling. Sampel dalam penelitian ini ditemukan 53 responden akseptor kb dan 40 responden non akseptor. Sumber data pada penelitian ini yaitu diperoleh melalui observasi, wawancara terkait informasi yang dibutuhkan dengan bantuan instrumen (kuisioner) dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis inferensial uji beda dengan menggunakan uji statistik non-parametrik yaitu uji Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukan bahwa PUS akseptor kb memiliki rata-rata jumlah anak lahir hidup sebanyak 3 anak, mayoritas usia kawin pertama 15-19 tahun dan 20-24 tahun, mayoritas tingkat pendidikan terakir SD, mayoritas memiliki pekerjaan informal dan mayoritas pendapatan kurang dari Rp.1.950.000. Sedangkan PUS non akseptor rata-rata memiliki anak lahir hidup sebayak 2 anak, mayoritas usia kawin pertama 20-24 tahun, mayoritas tingkat pendidikan terakhir SD, mayoritas jenis pekerjaan yaitu tidak bekerja dan mayoritas pendapatan kurang dari Rp.1.950.000. Hasil Mann Whitney U menunjukan bahwa Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,001 yaitu lebih kecil dari 0,05, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat fertilitas pada pasangan usia subur akseptor dan non akseptor di Desa Golo Pongkor.
Pengembangan bahan ajar digital Geografi berbasis STEM-E pada materi pengelolaan sumber daya alam Indonesia Dya Wahyu Kusumaningtyas; Budi Handoyo; Fatiya Rosyida; Djoko Soelistijo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The need for teaching materials in 21st century learning leads to the use of technology, information and digital media. The right geography learning method in the 21st century with a learning approach based on STEM-E (Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Ecology). The purpose of this study was to develop digital Geography teaching materials based on STEM-E (Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Ecology) in Indonesian natural resource management materials. The development of digital teaching materials is carried out using the ADD model. The feasibility of digital teaching materials is obtained from the results of validation carried out by material, media, and language experts using validation instruments. The subjects of the feasibility test for digital teaching materials were students of class XI IPS 1 and a teacher of Geography conducted at SMAN 5 Malang. The results of the feasibility of the validation and the test subjects were analyzed using a descriptive percentage technique. The results of the validation of material, media, and language experts obtained a total percentage of 94.33 percent. The results of the feasibility test on teachers and students obtained an average percentage of 76 percent and 88 percent, respectively. Based on the results of the study, the STEM-E-based digital Geography teaching materials on Indonesian natural resource management materials were declared suitable for use by class XI high school students. Kebutuhan bahan ajar pada pembelajaran abad 21 mengarah pada pemanfaatan teknologi, informasi dan media digital. Metode pembelajaran Geografi yang tepat pada abad 21 dengan pendekatan pembelajaran berbasis STEM-E. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan bahan ajar digital Geografi berbasis STEM-E (Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Ecology) pada materi pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Pengembangan bahan ajar digital dilakukan menggunakan model ADD. Kelayakan bahan ajar digital diperoleh dari hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi, media, dan bahasa dengan menggunakan instrumen validasi. Subjek uji kelayakan bahan ajar digital adalah peserta didik kelas XI IPS 1 dan guru Geografi dilakukan di SMAN 5 Malang. Hasil kelayakan validasi dan subjek uji coba dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil validasi ahli materi, media, dan bahasa memperoleh jumlah persentase 94,33 persen. Hasil uji kelayakan pada guru dan peserta didik memperoleh rata-rata persentase 76 persen dan 88 persen. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, bahan ajar digital Geografi berbasis STEM-E pada materi pengelolaan sumber daya alam Indonesia dinyatakan layak digunakan peserta didik kelas XI SMA.
Pelatihan public speaking di LKSA Mambaul Ulum Bantur sebagai upaya bersaing menghadapi era society 5.0 Iftitah Dian Qumairoh; Muhammad Ilham Ananda Winhardianto; Devi Sintya Yuliastuty; Sri Untari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this service is to train children's public speaking skills at LKSA Mambaul Ulum Bantur. public speaking is a necessity to prepare skills to compete in the era of Society 5.0. Therefore, public speaking skills need to be trained from an early age. Although public speaking is easy, when it is practiced it often creates fear and trembling when speaking. This can happen because of a lack of self-confidence, as happened to the children of LKSA Mambaul Ulum Bantur. Unlike children in general who have families, children in LKSA Mambaul Ulum tend to feel inferior and have low self-confidence, this makes it difficult for them to communicate. From this problem, it became a method of service with the implementation of workshops related to public speaking, and direct implementation through speech competitions and lectures which were participated by LKSA Mambaul Ulum Bantur children. This series of public speaking skills training events resulted in the children of the LKSA Mambaul Ulum Bantur Foundation better understanding good public speaking techniques. In addition, their confidence level increased by 44 percent compared to before the training. This increase can be seen from the results of the pretest and posttest that were distributed during the service. Tujuan dari pengabdian ini untuk melatih keterampilan public speaking anak-anak di LKSA Mambaul Ulum Bantur. Keterampilan public speaking merupakan sebuah kebutuhan untuk mempersiapkan diri bersaing di Era Society 5.0. Oleh karena itu, kemampuan public speaking perlu dilatih sejak dini. Meskipun public speaking terlihat mudah, namun ketika dipraktikkan seringkali timbul rasa gugup dan gemetar ketika berbicara. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya rasa percaya diri, seperti yang terjadi pada anak-anak LKSA Mambaul Ulum Bantur. Tidak seperti anak-anak pada umumnya yang memiliki keluarga, anak di LKSA Mambaul Ulum cendurung merasa minder dan memiliki rasa percaya diri yang kurang, hal tersebut menyebabkan mereka sulit untuk berkomunikasi. Dari permasalahan ini menjadi metode kegiatan pengabdian dengan dilaksanakannya workshop terkait public speaking, dan pengimplementasian secara langsung melalui lomba pidato dan ceramah yang diikuti oleh anak-anak LKSA Mambaul Ulum Bantur. Serangkaian acara pelatihan skill public speaking ini menghasilkan anak-anak Yayasan LKSA Mambaul Ulum Bantur lebih memahami teknik public speaking yang baik. Selain itu, tingkat kepercayaan diri mereka naik sebesar 44 persen dibanding sebelum diadakannya pelatihan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest yang dibagikan saat kegiatan pengabdian berlangsung.
Upaya mengefektifkan pemilahan sampah dalam upaya pembangunan infrastruktur strategis dengan berbasis teknologi ramah lingkungan menuju Indonesia emas 2045 Alana Aryanta Muchlis; Erisa Rahmawati; Mahmud Zakariyah; Satti Wagistina
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper was written to discuss and analyze the problem of ineffective waste sorting, which causes environmental problems such as bad odors, dirty, unhealthy environment, and others. This paper is written with the aim of knowing the condition of the waste problem in Indonesia and knowing how to solve it, so that the right strategy can be found to overcome it by involving the active role of the millennial generation. To achieve this goal, this paper was written using a qualitative research type using data collection techniques in the form of a library study and using secondary data which is then sorted and processed into an analysis. The results obtained show that the waste problem in Indonesia is very real caused by the increasing population, lack of public awareness in protecting the environment, lack of socialization about clean and healthy living by trying to dispose of garbage in its place, and lack of facilities to dispose of garbage in public places. There are several ways to overcome this problem, namely sorting waste by type so that it can be processed into something useful, such as compost, plastic seeds, and handicrafts, which can reduce the amount of waste in the community. In addition, it can also apply the concept of a green city. Not only that, it also requires consistency and cooperation from various parties to solve it. Paper ini ditulis untuk membahas dan mengnalisis permasalahan kurang efektifnya pemilahan sampah kurang efektif, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan seperti bau tidak sedap, lingkungan menjadi kotor, tidak sehat, dan lain-lain. Dalam paper ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui kondisi permasalahan sampah di Indonesia dan mengetahui cara pemyelesaiannya, sehingga dapat diketahui strategi yang tepat untuk mengatasinya dengan melibatkan peran aktif generasi millennial. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, paper ini ditulis dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berbentuk studi Pustaka dan menggunakan data yang sekunder yang kemudian dipilah dan diolah hingga menjadi suatu analisis. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa permasalahan sampah di Indonesia sangat nyata yang disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, kurangnya sosialisasi pentingnya hidup bersih dan sehat dengan mengupayakan membuang sampah tidak sembarangan, dan kurangnya fasilitas untuk membuang sampah di tempat umum. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu memilah sampah berdasarkan jenisnya sehingga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti kompos, bibit plastik, dan kerajinan tangan, yang dapat mengurangi jumlah sampah di masyarakat. Selain itu, juga dapat menerapkan konsep green city. Tidak hanya itu, juga diperlukan konsisteni dan kerja sama berbagai pihak untuk menyelesaikanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10