cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 278 Documents
Perbedaan Budaya Keseharian Taiwan dan Indonesia Muzakki, Achmad; Pratama, Gigih Caesar Wahyu; A. Muh Rezki Syahaf; Muzaki, Helmi
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i82024p898-906

Abstract

Kebudayaan merupakan kumpulan cara berpikir, perasaan, dan respons yang diwariskan dan disampaikan melalui simbol-simbol, serta mencerminkan karakteristik unik dari suatu masyarakat. Manifestasi kebudayaan terlihat dalam benda-benda kultural yang mengandung nilai-nilai dan ide-ide yang diwariskan secara historis. Budaya sangat erat hubungannya dengan sistem bahasa. Dalam konteks program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang memiliki peserta dari berbagai negara, penting untuk mencapai keseimbangan antara pengajaran bahasa dan pengenalan budaya Indonesia. Memahami budaya Indonesia akan memberikan kenyamanan kepada peserta BIPA dalam proses belajar, serta mencegah mereka mengalami gegar budaya ketika berada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan dalam keseharian pemelajar asal Taiwan dan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, dengan pengambilan data menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup pelajar Taiwan dan Indonesia sangat berbeda, terutama dalam budaya makan, minum, berinteraksi, dan berpakaian. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), memahami perbedaan tersebut menjadi sangat penting guna membangun toleransi dalam hubungan lintas budaya.
Tari Barapan Kebo Sumbawa Barat sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Grafis Cetak Tinggi Sangrani, Eet; Ponimin, Ponimin; Wisesa, Agnisa Maulani
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i72024p734-756

Abstract

Tari Barapan Kebo adalah jenis tari kreasi berbentuk permainan rakyat dari Sumbawa Barat yaitu permainan Barapan Kebo (karapan kerbau). Permainan tersebut dijadikan sebuah tari kereasi oleh Surdianah yang diambil gerakan-gerakan dalam permainan Barapan Kebo. Gerakan yang digunakan dalam Tari Barapan Kebo adalah gerakan khas Sumbawa Barat seperti gerak Ngomek Ngompeng, Merenjang dan Begerik yang telah dikembangkan dan disempurnahkan. Pada penelitian ini penulis menggunakan kesenian Barapan Kebo sebagai objek penciptaan dengan alasan ingin melestarikan kesenian ini melalui karya cetak tinggi, Tujuan penciptaan ini adalah  Mendepenelitiankan konsep dan proses karya seni grafis cetak tinggi Tari Berapan Kebo Sumbawa Barat sebagai objek ide penciptaan dan merepresentasikan visual Tari Berapan Kebo Sumbawa Barat menggunakan teknik grafis cetak tinggi. Penciptaan seni grafis cetak tinggi ini menggunakan metode penciptaan milik Gustami yang meliputi tahapan eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Kemu­dian tiga tahapan ini dikembangakan oleh penulis agar menyesuaikan proses penciptaan penulis. Hasil karya terdiri dari enam karya yang merupakan grafis cetak tinggi. Hasil karya tersebut berjudul: Ngumang, Ngomek Ngompeng, Barue’, Bagerik, Ngijik, Bakeja. Penulis berharap enam hasil karya tersebut dapat menjadi salah satu sarana dalam pengenalan kesenian lokal dan juga sebagai bentuk pelestarian.
Makna Kesendirian: Analisis Semiotika Roland Barthes pada Lirik Lagu Ruang Sendiri Karya Tulus Kuntanto, Kuntanto
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i72024p757-762

Abstract

Komunikasi adalah elemen krusial dalam interaksi sosial yang memungkinkan manusia untuk menyampaikan pesan dan menciptakan pemahaman antar individu. Dalam era teknologi komunikasi yang berkembang pesat, media komunikasi telah beragam, termasuk musik yang menjadi salah satu media yang sangat diminati untuk mengekspresikan perasaan melalui lirik lagu. Lirik lagu mengandung pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh penyanyi kepada pendengarnya, memungkinkan mereka untuk turut merasakan dan memahami apa yang dirasakan oleh penyanyi melalui lagu yang dibawakan. Penelitian ini fokus pada makna kesendirian yang terwujud dalam lirik lagu. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dan metode kualitatif interpretatif, artikel ini menggali makna denotatif, konotatif, dan mitos dari lirik lagu "Ruang Sendiri" karya Tulus, khususnya dalam konteks hubungan pribadi seperti hubungan pasangan kekasih. Hasil penelitian memberikan pemahaman yang mendalam tentang makna kesendirian, mengung­kapkan lapisan emosional dan budaya yang tersemat dalam lirik lagu tersebut. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang bagaimana makna-makna kompleks dalam lirik lagu dapat mencerminkan dan mempengaruhi dinamika hubungan manusia, serta memperluas wawasan terhadap peran musik sebagai media ekspresi dan komunikasi yang kuat dalam menyampaikan nilai-nilai dan pengalaman manusia.
Perkembangan Kemasan Pertunjukan Festival Nasional Reyog Ponorogo Di Kabupaten Ponorogo Tahun 2016-2022 Renza, Elsava Viola; Hartono, Hartono; Gusanti, Yurina
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i82024p808-821

Abstract

Perkembangan terjadi akibat adanya pemikiran baru oleh generasi muda yang berjiwa seni tanpa mengubah tradisi yang sudah ada. Festival Nasional Reyog Ponorogo mengalami perkembangan setiap tahunnya, mencakup gerak, penari, tata rias, busana, properti tari, tata lampu, sistem suara, dan tempat pertunjukan. Penelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan perkembangan Festival Nasional Reyog Ponorogo secara sistematis, faktual, akurat, dan sesuai fakta. Penulisan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan hasil berupa deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung dengan narasumber, yaitu: Marji (seniman reyog dan komposer), Afif Kurniawan (koreografer), Rizal Pahlevi (koreografer muda), Ikke Fislela M.J. (penari), dan Mila Pranesti (penari). Hasil penelitian meliputi: 1) sejarah Reyog Ponorogo; 2) perkembangan Festival Nasional Reyog Ponorogo; 3) Festival Nasional Reyog Ponorogo tahun 2016-2019 periode pertama (sebelum COVID-19); 4) Festival Nasional Reyog Ponorogo tahun 2020-2021 periode kedua (masa COVID-19); 5) Festival Nasional Reyog Ponorogo tahun 2022 periode ketiga (sesudah COVID-19); dan 6) faktor yang mempengaruhi perkembangan kemasan pertunjukan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mendeskripsikan secara lebih mendalam dan rinci, agar dapat memperkaya referensi bacaan bagi peneliti di masa depan.
Optimalisasi Visual Identity dalam Memperkuat Eksistensi NYCKI Group Krisdianto, Nova; Pahlevi, Andreas Syah
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i82024p850-865

Abstract

Nycki Group adalah sebuah agensi yang termasuk dalam salah satu UMKM sub sektor Desain Komunikasi Visual (DKV) yang bergerak di bidang ekonomi kreatif di Kota Malang. Berdiri pada tahun 2020 oleh Elmiyadi Novia Farma, Nycki Group terdiri dari tiga divisi, yaitu Nycki Studio, Nycki Store, dan Nycki Animation. Selama dua tahun berkiprah di industri kreatif, Nycki Group telah mengerjakan berbagai proyek. Namun demikian, Nycki Group belum banyak dikenal oleh audiens, bahkan di kota domisilinya. Hal ini disebabkan karena mereka selalu menggunakan bendera Event Organizer (EO) untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, Nycki Group mulai mengembangkan sistem dan branding mereka. Salah satu langkah yang diambil adalah mendaftarkan diri sebagai CV. Setelah menjadi CV, perancangan visual identity sangat diperlukan untuk menyampaikan eksistensi Nycki Group, atau dengan kata lain, untuk mendapatkan kesadaran dari konsumen. Perancangan ini bertujuan untuk mengkomunikasikan nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh perusahaan kepada konsumennya. Perancangan ini menggunakan metode kualitatif dengan model perancangan oleh Alina Wheeler. Hasil dari perancangan ini berupa GSM (Graphic Standards Manual) dan turunannya yaitu Brand Identity, Stationary, Logo Placement, dan Signage.
Kritik Formalistik Lukisan Trespassers Karya James Jean Alfahrezal, M. Febian; Prasetyo, Abdul Rahman
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i82024p833-839

Abstract

Karya seni lukis James Jean menawarkan konsep yang unik dan penuh fantasi, dengan makna tersembunyi yang memerlukan eksplorasi mendalam untuk me­mahami asal-usul karakter-karakter yang dibangun. Lukisan ini, seperti Trespassers, menampilkan karakter yang misterius dan ceria namun dengan elemen-elemen yang sulit ditebak, termasuk berbagai makhluk—manusia, hewan, dan objek alam. Trespassers menggambarkan seorang bocah pekerja keras dan berani, yang kontras dengan karakter bocah perkotaan yang seringkali dianggap manja dan tergantung pada gadget. Kritik formalistik diterapkan untuk mendeskripsikan visual serta nilai-nilai tersembunyi dalam lukisan ini, menjawab pertanyaan tentang makna yang mendasari karya tersebut. Metode kritik formalistik yang digunakan meliputi empat tahap: (1) Deskripsi, (2) Analisis Formal, (3) Interpretasi, dan (4) Evaluasi. Hasil dari kritik formalistik ini memperlihatkan perbedaan mencolok antara karakteristik anak-anak pedesaan dan anak-anak perkotaan. Anak-anak milenial, sebagaimana diilustrasikan dalam lukisan, menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan kehidupan anak-anak di desa, menyoroti ketidaksejajaran antara realitas sosial dan representasi visual dalam karya seni. Manfaat dari penelitian ini terletak pada kemampuannya untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang perbedaan sosial dan budaya yang digambarkan dalam karya seni, serta bagaimana representasi visual dapat mencerminkan dan mengkritisi realitas sosial. Penelitian ini juga dapat membantu dalam mengevaluasi cara seni dapat digunakan sebagai alat untuk memahami pergeseran dalam karakteristik anak-anak di berbagai lingkungan sosial, serta memberikan wawasan bagi pendidik, peneliti, dan pembuat kebijakan tentang bagaimana konteks sosial memengaruhi perkembang­an karakter dan perilaku anak.
Pola Gestikulasi McNeill dalam Film Guru-Guru Gokil (3G) Lasubu, Kalsum; Ardelia, Salsabila Magistra; Bidi, Venansius Sandro; Martutik, Martutik
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i82024p840-849

Abstract

Penelitian ini mengkaji gestikulasi dari para tokoh dalam film edukatif Guru-Guru Gokil (3G). Kajian ini didasarkan pada teori McNeill tentang gestikulasi, yang terdiri dari gestikulasi ikonik, metaforis, deiktik, dan ketukan. Gestikulasi muncul secara bersamaan dengan ujaran para tokohnya. Peran penting gestikulasi dalam film edukatif, salah satunya, adalah memudahkan penonton dalam memahami pesan yang disampaikan. Pengkajian gestikulasi ini bermanfaat dalam dunia pendidikan menengah dan pendidikan tinggi sebagai materi pengayaan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan serta menambah dan melengkapi kajian terhadap film 3G yang telah diteliti sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: (1) menyimak sekaligus mencatat gestikulasi berdasarkan dialog para tokoh, (2) mendokumentasi gestikulasi dengan melakukan tangkapan layar, dan (3) memberi kode pada data yang telah dikumpulkan serta menjelaskan konteks dan jenis gestikulasi. Melalui penelitian ini, ditemukan 64 gestikulasi yang terdiri dari 16 gestikulasi ikonik, 8 gestikulasi metaforis, 32 gestikulasi deiktik, dan 8 gestikulasi ketukan.
Pengembangan Media Pembelajaran Paint by Number pada Materi Batik Lukis Di SMK Sari, Vinda Aulia; Ratnawati, Ike; Prasetyo, Abdul Rahman
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i82024p866-881

Abstract

Pembelajaran batik di SMKN 2 Malang mengalami kendala karena latar belakang sekolah yang berfokus pada pariwisata, di mana batik hanya diajarkan di kelas peminatan batik. Hal ini menyebabkan banyak peserta didik yang masih awam dan kurang memahami prosedur, motif, serta jenis batik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran baru yang efektif pada materi batik di SMKN 2 Malang, guna meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam bidang pengetahuan dan mengukur efektivitas media pembelajaran batik lukis paint by number. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). Teknik analisis data menggunakan metode campuran (mixed method), dengan teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, serta tes pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran paint by number pada materi batik lukis berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik, dengan rata-rata nilai naik menjadi 97,5 poin dari sebelumnya 61,9 poin, sehingga persentase kenaikan hasil belajar peserta didik adalah 36,5 persen. Berdasarkan angket pengguna, kelompok kecil memperoleh persentase nilai sebesar 85 persen dan kelompok besar sebesar 92,7 persen. Kesimpulannya, media pembelajaran batik lukis paint by number layak digunakan sebagai media pembelajaran penunjang pada materi batik di SMKN 2 Malang.
The Uniqueness of Sichuan Brocade and Batik Solo Artwork Aurora, Natasya; Chrysoberyl, Tania; Rudiansyah, Rudiansyah
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i102024p1074-1083

Abstract

This essay discusses two rich traditional cultural heritages: Chinese Shu Brocade and Indonesian Batik Solo. Shu Brocade is a textile product from the Sichuan region of China, while Batik Solo is a cloth characterized by distinctive patterns made in Solo, Indonesia. This writing employs qualitative methods and relies on supporting literature, such as books, journals, and articles. The essay explores the history, characteristics, manufacturing techniques, and cultural values of both Shu Brocade and Batik Solo. First, it examines the origins of Shu Brocade and its significance in Chinese culture. The author explores the unique weaving techniques used to create brocade, highlighting the quality materials and beautiful motifs that make Shu Brocade so special. Additionally, the essay discusses the development of the Shu Brocade industry and the efforts to preserve it. Second, the essay delves into Batik Solo, one of the most renowned types of batik in Indonesia. It traces the long history of Batik Solo, examining the typical motifs that reflect the richness of Indonesian culture, as well as the techniques involved in its production and dyeing processes. Furthermore, this essay emphasizes the importance of preserving and promoting these two cultural heritages. Both Shu Brocade and Batik Solo possess significant aesthetic and historical value, serving as vital expressions of cultural identity for their respective communities. By combining historical knowledge, production techniques, and cultural values, this essay provides a comprehensive understanding of Shu Brocade and Batik Solo.
Gawai dan Imajinasi: Desain Buku Cerita Bergambar untuk Anak Usia Dini Muviawan, Muhammad Naufal; Wibisono, Muhammad Nurwiseso
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i102024p1061-1073

Abstract

Buku cerita bergambar merupakan media yang terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral positif, membangun karakter, dan meningkatkan wawasan pengetahuan anak-anak melalui cerita dan gambar yang menarik serta bahasa yang mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan penggunaan smartphone atau gawai secara bijak pada anak berusia 6 hingga 8 tahun, sambil tetap memberikan manfaat bagi anak di luar kelompok umur tersebut. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah Design Thinking dengan pendekatan double diamond, yang terdiri dari empat tahap: 1) Discover, 2) Define, 3) Develop, dan 4) Deliver. Hasil dari perancangan ini adalah buku cerita bergambar berukuran 19 x 17 cm dengan total 36 halaman, yang mencakup 2 halaman sampul dan 34 halaman isi. Kertas yang digunakan untuk sampul adalah art paper 210 gram dengan laminasi doff panas, sedangkan kertas halaman isi menggunakan art paper 150 gram. Selain itu, perancangan ini juga menghasilkan media pendukung berupa merchandise, seperti gantungan kunci, stiker, gelas mug, dan pembatas buku, yang dapat meningkatkan pengalaman belajar anak.