cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 275 Documents
Proses Kreatif Penulisan Antologi Cerita Pendek Edicius Suoires Ulum, Hidayatul; Zahro’, Azizatuz
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i112023p1685-1697

Abstract

Karya sastra dan lingkungan memiliki keterkaitan erat. Karya sastra berwawasan lingkungan atau ekokritik dapat menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan yang ada. Kritik terhadap kondisi lingkungan yang mengkhawatirkan dapat disampaikan kepada pembaca melalui karya sastra berupa antologi cerpen berjudul Edicius Suoires yang menceritakan lingkungan pantai dan kawasan laut dengan berfokus pada penderitaan hewan laut akibat perbuatan manusia. Selain antologi cerita pendek Edicius Suoires bertema ekokritik, penulis juga menyusun proses kreatif untuk melengkapinya. Proses kreatif ini bertujuan memaparkan proses penulisan antologi cerita pendek Edicius Suoires. Model yang dirujuk dalam proses kreatif ini, yaitu tahapan-tahapan proses kreatif yang dijabarkan oleh Sumardjo dalam Catatan Kecil tentang Menulis Cerpen yang meliputi lima tahapan proses kreatif. Hasil dari proses kreatif ini, yaitu terdapat lima tahapan proses kreatif dalam menciptakan karya sastra berupa antologi cerita pendek berjudul Edicius Suoires. Tahapan-tahapan tersebut meliputi (1) tahap persiapan, (2) tahap inkubasi, (3) tahap inspirasi, (4) tahap penulisan, dan (5) tahap revisi. Kata kunci: ekokritik; proses kreatif; Edicius Suoires The Creative Process of Writing the Edicius Suoires Short Story Anthology Literary work and the environment are closely related. Eco-minded or ecocritical literary works can be a solution to existing environmental problems. Criticism of the alarming environmental conditions can be conveyed to the reader through a literary work in the form of an anthology of short stories entitled Edicius Suoires which tells the environment of the beach and sea area by focusing on the suffering of marine animals due to human actions. In addition to the anthology of Edicius Suoires short stories on the theme of ecocritic, the author also structured the creative process to complement it. This creative process aims to explain the process of writing the short story anthology of Edicius Suoires. The model referred to in this creative process, namely the stages of the creative process described by Sumardjo in a Catatan Kecil tentang Menulis Cerpen which includes five stages of the creative process. As a result, there are five stages of the creative process in creating a literary work in the form of a short story anthology entitled Edicius Suoires. These stages include (1) the preparation stage, (2) the incubation stage, (3) the inspiration stage, (4) the writing stage, and (5) the revision stage. Keywords: ecocritic; creative process; Edicius Suoires
Perancangan Brand Identity sebagai Upaya Rebranding SMK Walisongo 1 Gempol Abdullah, Mohammad Yusrin; Irawanto, Rudi; Arizal , Fariza Wahyu
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i42024p428-444

Abstract

SMK Walisongo 1 Gempol bersaing sengit dengan 10 SMK Swasta lain dalam banyak hal, terutama pembentukan citra branding yang dianggap penting Perancangan ini bertujuan untuk membuat brand identity SMK Walisongo 1 Gempol sebagai upaya rebranding. Perancangan menggunakan metode Double Diamond yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu 1). Discover, 2). Define, 3). Develop, 4). Deliver. Elemen brand identity mencakup logo, tipografi, elemen grafis pendukung, dan warna. Berdasar­kan elemen tersebut dirancang pula buku pedoman berupa Graphic Standard Manual sebagai edukasi, informasi, dan acuan. Hasil observasi menunjukkan bahwa SMK Walisongo 1 Gempol memiliki dua logo, yang pertama digunakan pada tahun 1985 hingga 2015 dan yang kedua pada tahun 2015-sekarang. Proses perancangan diawali dengan brainstorming menggunakan metode mind mapping untuk membentuk keyword yang merperesentasikan SMK Walisongo 1 Gempol, yaitu islamic, modern, professional, casual, playful, dan young. Logogram berasal dari studi visual yang berkaitan dengan walisongo dan islam secara historis. Kemudian logotype dirancang menggunakan font TT Commons yang termasuk dalam jenis Sans Serif. Elemen brand identity tersebut diaplikasikan dalam 6 kategori media, yaitu 1). stationary set, 2). media promosi cetak, 3). media promosi digital, 4) atribut almamater, 5). merchandise, dan 6). kendaraan.
Edukasi Batik di PKBM Darul Ulum Widang Untuk Meningkatkan Kreativitas Masyarakat Tuban Sun'an, Siti Habiballah; Hariyanto, Hariyanto; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i32024p295-313

Abstract

Sebagai warisan budaya Indonesia, batik memiliki nilai historis dan artistik yang penting serta perlu dijaga keberlanjutannya. Batik bukan hanya sekadar kain bermotif indah, tetapi juga identitas bangsa dan simbol kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Menyadari pentingnya melestarikan batik, PKBM Darul Ulum Widang, sebuah lembaga seni ternama di Tuban, berupaya melestarikan seni batik dan meningkatkan kreativitas masyarakat. Lembaga ini menyediakan fasilitas dan tenaga pengajar kompeten untuk pembelajaran seni batik. Penelitian ini berfokus pada sistem pembelajaran yang diterapkan di Pusat Edukasi Batik PKBM Darul Ulum Widang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara dengan instruktur dan peserta pelatihan, serta dokumentasi yang mencakup pengkajian dokumen tertulis, catatan pribadi, catatan resmi, catatan sejarah, serta gambar atau video yang mendokumentasikan proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran batik yang diterapkan di PKBM Darul Ulum Widang sangat berhasil dalam melestarikan seni batik dan meningkatkan kreativitas masyarakat. Peserta pelatihan tidak hanya belajar teknik membatik tetapi juga memahami filosofi dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap motif batik yang mereka buat. Dengan demikian, PKBM Darul Ulum Widang berperan sebagai pusat pembelajaran dan penjaga warisan budaya yang berharga ini.
Ritual Tari Seblang Banyuwangi sebagai Sumber Inspirasi Karya Batik Lukis Naisca, Naisca Aufa Olivia; Ponimin, Ponimin; Rini , Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i42024p365-383

Abstract

Kabupaten Banyuwangi memiliki salah satu ritual terkenal yang disebut Tari Seblang. Ritual ini merupakan ekspresi rasa syukur masyarakat atas keberhasilan masa panen dan telah menjadi bagian integral dari budaya Banyuwangi. Tari Seblang terdiri dari dua jenis ritual, yaitu Olehsari dan Bakungan, masing-masing dengan karakteristik dan keunikan tersendiri. Dalam pelaksanaan ritual Tari Seblang, seni menjadi medium utama yang berfungsi sebagai perantara spiritual dan budaya. Salah satu bentuk ekspresi seni ini adalah melalui karya batik lukis. Pada penelitian penciptaan ini, peneliti bertujuan untuk menciptakan sebuah karya Batik Lukis yang terinspirasi dari Tari Seblang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan memperkenalkan kepada masyarakat tentang keunikan dan nilai budaya dari Ritual Tari Seblang melalui media batik lukis. Metode penciptaan yang diguna­kan dalam penelitian ini mengikuti teori penciptaan yang digagas oleh Gustami, yang terdiri dari tiga tahapan utama: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi melibatkan pengumpulan data dan inspirasi dari berbagai aspek Tari Seblang, termasuk gerakan, kostum, dan makna simbolis yang terkandung di dalamnya. Tahap perancangan mencakup proses meran­cang motif dan desain batik yang akan dibuat, sementara tahap perwujudan adalah proses finalisasi karya batik lukis tersebut. Hasil dari penelitian ini menghasilkan enam karya batik lukis yang diberi judul Ison Seblang 1-6. Setiap karya batik ini merepresentasikan gerakan tari dari penari Seblang dengan menggunakan teknik pewarnaan Colet dan jenis pewarna Remazol. Karya-karya ini tidak hanya menampilkan keindahan visual tetapi juga men­ceritakan kisah dan filosofi di balik Tari Seblang. Hasil akhir dari pembuatan batik ini telah dipamerkan di Universitas Negeri Malang sebagai pengenalan dan memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk lebih akrab dan menghargai warisan budaya Banyuwangi melalui seni batik lukis.
Libido sebagai Energi Kreatif Husein Widiya Menciptakan Kumpulan Puisi Penyair Jalang Setiawan, Jodi
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i22024p188-200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Husein Widiya secara kreatif menggambarkan libido sebagai sumber energi kreatif dalam karyanya. Dengan menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud sebagai kerangka teoritis, yang menggambarkan konsep id, ego, dan superego sebagai komponen utama dalam perilaku manusia, termasuk libido sebagai bagian dari id. Libido seksual, menurut Sinurya merupakan dorongan untuk mencapai kepuasan seksual dan minat terhadap seks. Hal ini mendorong peneliti untuk menjalankan kajian terhadap kreativitas dalam karya sastra yang mengeksplorasi tema libido. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, yang memungkinkan peneliti untuk memberikan deskripsi dan penggambaran yang jelas terhadap data yang terkumpul. Objek penelitian adalah teks puisi dari buku "Penyair Jalang" karya Husein Widiya, khususnya pada subbab Eros, Asmaragama, Jalang, dan Nonsens. Data yang diperoleh dari buku puisi ini dianalisis dengan membaca secara berulang, mengidentifikasi, memilih, dan mengklasifikasikan baris-baris yang mengandung unsur libido seksual. Baris-baris tersebut kemudian diinterpretasi dan dilengkapi dengan bukti kutipan untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Husein Widiya menciptakan puisi-puisi yang mengandung unsur libido seksual, seperti deskripsi kegiatan masturbasi, hubungan seksual, atau bahkan penggunaan kata-kata yang merujuk pada bagian tubuh dan organ reproduksi manusia. Dengan demikian, kajian ini mengungkapkan bagaimana libido dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengarang dalam menciptakan karya sastra yang kreatif dan beragam.
Spiritualitas sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Ilustrasi Dark Art Pramodana, Ahmad Faiz Fuady; Widodo, Triyono; Prasetyo, Abdul Rahman
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i62024p576-590

Abstract

Spiritualitas dalam diri manusia sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Melalui spiritualitas, seseorang dapat mengenali sifat baik dan buruk, serta memperoleh pengalaman dalam proses mencari makna, tujuan, moralitas, dan kesejahteraan. Hal ini mencakup hubungan dengan diri sendiri, orang lain, realitas kehidupan, dan hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Meskipun spiritualitas yang baik dapat diperoleh dengan mempelajari ilmu agama, stigma buruk dari masya­rakat sering menjadi hambatan utama, terutama bagi mereka yang memiliki penam­pilan yang terkesan urakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses penciptaan karya ilustrasi Dark Art yang terinspirasi dari pengalaman spiritualitas penulis. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan Gustami, yang terdiri dari tiga tahap: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasilnya adalah enam ilustrasi Dark Art yang digambar secara manual menggunakan pensil putih di atas kertas hitam. Karya seni ini bersifat kontemporer dan cenderung horor, namun mengandung nilai-nilai kehidupan, pesan moral, serta makna dan tujuan hidup. Melalui karya-karya ini, penulis ingin menunjukkan bahwa ilustrasi Dark Art tidak selalu bermakna negatif, dan bahwa ada pesan mendalam yang bisa disampaikan melalui estetika yang gelap dan intens. Dengan demikian, penulis berusaha mengubah persepsi publik terhadap seni Dark Art dan memperluas pemahaman serta apresiasi terhadap jenis seni ini. Karya-karya ini tidak hanya mencerminkan perjalanan spiritual penulis, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna dan tujuan hidup mereka sendiri, ter­lepas dari penampilan atau stigma sosial yang ada.
Relief Candi Jago sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Batik Lukis dengan Karakter Subkultur Black Metal Ahmad Daffa, Reyhan; Arimbawa, Anak Agung Gde Rai; Sidyawati, Lisa
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i62024p623-642

Abstract

Candi Jago adalah salah satu candi Buddha yang berada di desa Tumpang Kabupaten Malang, terletak pada 22 kilometer arah timur Malang. Nama Candi Jago berasal dari nama ‘Jajaghu’ yang berarti ‘keagungan’, istilah yang digunakan untuk penyebutan tempat suci. Relief yang terdapat pada Candi Jago memiliki arti tersendiri dan memuat banyak pesan moral. Pada era modern ini,kesadaran  akan hal tersebut masih terbilang rendah. Pernyataan ini didukungoleh hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan penulis kepada beberapa generasi penerus. Penulis memilih skripsi penciptaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna relief Candi Jago, mendeskripsikan proses visualisasi ide menjadi karya batik lukis, dan mendeskripsikan hasil, serta gelar karya penciptaan batik lukis yang bersumber dari relief Candi Jago. Pada penciptaan karya ini, penulis menggunakan metode penciptaan dari SP. Gustami.  Metode ini mempunyai tiga tahapan, yaitu:  (1) eksplorasi; (2) perancangan dan perwujudan; dan (3) penilaian dan evaluasi. Ketiga tahapan ini penulis kembangkan hingga menjadi enam hasil karya batik lukis yang bergaya subkultur Black Metal, karya yang mengandung falsafah hidup, pesan moral dan nilai - nilai budaya. Enam hasil karya tersebut, antara lain Tantri I, Tantri II, Ogal-Agil, Kawah Tambradimuka, Drupadi, dan Arjunawiwaha.  Setiap karya yang melibatkan pelestarian relief candi Jago dan berasal dari masyarakat sekaligus penikmat seni batik lukis akan disajikan dalam bentuk pameran.
Humor dalam Novel Resign! Karya Almira Bastari Rabita, Cinda; Siswanto, Wahyudi
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i62024p591-603

Abstract

Kitab Ta’limul Muta’allim adalah kitab klasik yang membahas etika pelajar dalam menuntut ilmu, ditulis oleh Syekh Az-Zarnuji. Kitab ini berisi nasihat-nasihat dan syair-syair yang mengajarkan akhlak terpuji dalam proses belajar antara seorang pelajar dengan teman sebaya, pengajar, dan ilmu yang dipelajari. Hampir setiap pesantren dan lembaga pendidikan tradisional di Indonesia saat ini masih mengkaji dan menggunakan kitab Ta’limul Muta’allim. Di lembaga pendidikan formal, kitab ini mulai dikenal setelah diterbitkan versi terjemahannya, meskipun masih relatif sedikit. Penelitian ini ber­tujuan untuk mengeksplorasi proses penciptaan dan mewujudkan karya seni lukis yang terinspirasi dari kitab Ta’limul Muta’allim. Prosesnya dimulai dengan mendes­kripsikan ide gagasan, dilanjutkan dengan proses penciptaan, dan diakhiri dengan hasil karya lukis. Penciptaan karya lukis ini menggunakan prosedur metode penciptaan Alma Hawkins, yang mencakup tiga tahapan: tahap eksplorasi, tahap improvisasi, dan tahap perwujudan. Melalui ketiga tahapan ini, dikembangkan enam karya lukis yang ter­inspirasi dari kitab Ta’limul Muta’allim. Karya-karya ini kemudian disajikan dalam bentuk pameran seni lukis. Proses eksplorasi melibatkan penelaahan mendalam ter­hadap isi kitab, memahami nilai-nilai etika dan akhlak yang diajarkan. Tahap improvisasi memungkinkan penulis untuk menginterpretasikan pesan-pesan tersebut dalam bentuk visual, sementara tahap perwujudan adalah proses konkretisasi ide-ide tersebut ke dalam karya seni yang nyata. Pameran ini tidak hanya menampilkan hasil karya lukis, tetapi juga menjadi medium untuk menyebarkan dan memperkenalkan nilai-nilai etika yang diajarkan dalam kitab Ta’limul Muta’allim kepada khalayak yang lebih luas, termasuk mereka yang mungkin belum mengenal kitab ini sebelumnya.
Kesenian Jaran Dor Malang sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Tulis Sandang Wahyuningtyas, Dinda Nastiti; Ponimin, Ponimin; Sidyawati, Lisa
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i62024p549-566

Abstract

Kesenian Jaran Dor Malang merupakan seni pertunjukan etnik yang tumbuh subur dikalangan masyarakat Kota Malang. Seni pertunjukan ini memiliki keunikan tersendiri pada bentuk visual artefak dan gerak tariannya, namun banyak anak muda jaman sekarang tidak mengetahui akan keunikan pertunjukan tersebut karena sudah jarang dipertontonkan. Kegelisahan tersebut menjadikan latar bekalang penulis dalam menciptakan karya batik tulis sandang. Tujuan penciptaan ini adalah mendeskripsikan ide dan konsep batik tulis yang terinspirasi dari Kesenian Jaran Dor Malang, mendeskripsikan proses kratif batik tulis, dan mendeskripsikan hasil karya penciptaan. Penciptaan batik tulis tersebut menggunakan metode penciptaan seni kriya SP Gustami yang terdiri dari tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Ketiga tahapan ini kemudian dikembangkan penulis untuk melakukan penciptaan motif batik tulis pada bahan sandang. Hasil kreatif ini terdiri dari enam karya batik tulis dengan teknik colet yang diharapkan dapat diproduksi secara masal, kemudian dapat digunakan sebagai sandang sesuai dengan aspek ergonomis. Hasil karya tersebut berjudul: Pinasthi, Adigang Adigung Adiguna, Keseimbangan, Prasaja, Solah, dan Kapanjingan. Hasil penciptaan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pengenalan budaya lokal dan juga sebagai pelestarian budaya nasional.
Penggunaan Media Kartu Kata untuk Meningkatkan Kemahiran Membaca Siswa Kelas XI Setiawan, Muhammad Arif; Maziyah, Laily
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i12024p26-40

Abstract

This research aimed to explore the effectiveness of using word card media in enhancing the reading proficiency of grade XI students, specifically focusing on Arabic language reading skills. The study employed a classroom action research (CAR) design with a qualitative descriptive approach, conducted over two cycles, each comprising two sessions: planning, action, observation, and reflection. The participants were 14 students from class XI at SMAS Darul Quran Singosari Malang. Data collection methods included oral and written reading tests, interviews, observation, and documentation. Data analysis followed a descriptive approach involving data collection, reduction, presentation, and drawing conclusions. The results revealed a positive impact of word card media on students' Arabic reading proficiency across both cycles. In the pre-cycle assessment, students scored an average of 43.9. Following the implementation of word card media in cycle I, the average score increased to 68.9, with a classical completeness percentage of 64. In cycle II, students' reading proficiency further improved, with an average score of 82.8 and a completion rate of 92.8 percent. These findings suggest that the utilization of word card media effectively enhances Arabic reading skills among grade XI students. The study underscores the importance of innovative teaching strategies, such as word card media, in facilitating language learning and improving students' academic performance. These insights contribute to the ongoing discourse on pedagogical approaches to enhance reading proficiency in language education.