cover
Contact Name
Mukhibat
Contact Email
edukasiajurnal@gmail.com
Phone
+6289222090123
Journal Mail Official
edukasiajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Durian, Janggan, Poncol, Magetan,Indonesia
Location
Kab. magetan,
Jawa timur
INDONESIA
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27211150     EISSN : 27211169     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo
Core Subject : Education,
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran has two versions, namely print and online, all of which are registered with the ISSN established by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) e-ISSN 2721-1169 (online) and ISSN 2721-1150 (print). Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is a medium for publishing research results related to the thoughts and research of experts, scientists, practitioners and reviewers in the field of education and learning
Articles 1,797 Documents
Organizational Engineering In The 4.O Globalization Era In Islamic Educational Institutions Refi Syahputra; Agus Suryadi; Fahrul Sanawi; Mesiono Mesiono
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.228

Abstract

Industrial globalization, which is now characterized by 4.0, forces people to keep up with its rapid pace, therefore organizational studies must also align equipment in the form of mobile, marketing facilities, and no less importantly it needs to be operationalized so that elements are fulfilled and utilized through potential and professionalism in each work effectiveness that has been structured. The data used is qualitative. In each study, references and literacy explorations are appropriate for the object of study. its nature is to analyze and even try to synthesize findings, in the form of data, with the methods used through reduction and cross-checking of data, which have relevance. Then present the data, and conclude and check the results of the research continues in the research process. The findings in this research library include: 1) Organization is the work of each unit that shares common goals with a leader who is responsible for embodying the process and goals of the organization as a whole. 2) Organizational engineering is constructive renewal or innovation, which adapts to market and customer (society) demands in aligning the challenges of the globalization era so that organizational programs become effective and efficient. 3) The era of globalization 4.0 demands proficiency in the use and use of technology. Completion of various tasks, and increasing the competence of employees or subordinates, to make it easier for leaders to evaluate and reduce each work result. Therefore the development of the skills and competencies of people in the organization is a necessity. It is no exception in educational organizations, all education administrators must adapt to technological advances, as well as teachers who play a very important role as agents of transformation to strengthen human resources following the demands of the era of industrial globalization era 4.0. 4) The era of globalization 4.0 is the advancement of technological media so that job demands are fast and easy, minimizing time, and reducing effort. In implementing the 4.0 industrial revolution era, both from human capital, structural capital and collaborative capital with social connections, so that input, output and outcomes can be aligned.
Pembelajaran Sentra Pasar Dalam Menstimulasi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Lenny Andriani Shanty; Bachtiar Syaiful Bachri; Budi Purwoko
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.241

Abstract

This research is aimed to analyze the social and emotional development of young learners. It is necessary for balancing the cognitive aspects. Market day centers can be conducted at an early age in order to give them choices in their life instead of only focusing on cognitive aspects. Besides, it supports social and emotional development. Through this method, the entrepreneurship is introduced in basic level. The social emotional aspects learned in this methods are : (1) being calm during the turn (2) being patient in price agreement(3) accepting the agreement. The quantitative approach was used, namely Quasi Experimental with a nonequivalent control group model. Data collection was conducted through observation and documentation for secondary data. In line with the aim of the research, the result showed that there was a significant difference between the experiment and control group after the treatment. The experiment group became calm during the turn, showed more independence, and respected their peers e.g. price agreement. In conclusion, this method was able to stimulate the social and emotional development in group B Prima Cendekia Kindergarten Islamic School in Grogol, Kediri, Indonesia
Manajemen Alokasi Waktu Pendidikan Jasmani (PE) Untuk Mempertahankan Kebugaran Siswa Hendra Setyawan; Ismail Gani
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.242

Abstract

Berkembanganya teknologi memberikan banyak kemudahan bagi siswa. Namun sayangnya, kemudahan tersebut juga memiliki dampak negatif yang perlu dicegah dengan memainkan peran pendidikan jasmani yang memiliki ciri khusus aktivitas gerak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi terkait kurang idealnya pengelolaan alokasi waktu dalam pendidikan jasmani yang dapat berdampak terhadap berbagai masalah kebugaran dan kesehatan akibat perilaku kurang gerak bagi siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang mengkaji berbagai literatur seperti jurnal, buku, website dan artikel ilmiah yang relevan. Kesimpulannya yaitu PE yang selama ini dilakukan 1 kali perminggu belum mampu mengatasi permasalahan kesehatan dan kebugaran peserta didik. Perlu adanya perbaikan program PE dengan pendistribusian alokasi waktu PE secara terukur agar dapat memberikan sumbangan dalam meningkatkan kebugaran dan perilaku hidup aktif. Indikasi rendahnya tingkat kebugaran jasmani siswa dapat diakibatkan pelajaran PE yang tidak memperhatikan alokasi waktu. Pendistribusian alokasi waktu PE yang dilaksanakan 4 x seminggu dengan waktu 35 menit akan dapat memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan hanya 1 x seminggu dengan waktu 140 menit. Oleh karena itu, program kebugaran jasmani yang realistic pada kondisi ini perlu menjadi pertimbangan kebijakan pemerintah dalam memberikan alokasi waktu yang ideal pada PE. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu intervensi dan pertimbangan pemerintah dengan memberikan kebijakan pendistribusian waktu yang dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas aktivitas fisik pelajaran PE di sekolah. Perubahan pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani dari 1 kali per minggu dengan waktu 3 x 45 menit atau 135 menit, menjadi 4 kali pertemuan per minggu dengan waktu 45 menit per tatap muka merupakan jalan keluar dari permasalahan kurangnya aktivitas fisik dan menurunnya tingkat kebugaran jasmani siswa. PE memiliki peran yang dapat dimainkan dalam memenuhi kebutuhan aktivitas fisik harian remaja yang direkomendasikan, serta berbagai manfaat kesehatan masyarakat lainya. Dengan demikian, diantara cara untuk mengurangi penyakit akibat kurang gerak bagi para siswa adalah dengan meningkatkan durasi pelajaran PE di sekolah pada semua jenjang pendidikan.
Pemahaman Pemain Tenis Yunior Yogyakarta Tentang Kode Etik Tenis Lapangan Ismail Gani; Sudiro Sudiro; Hendra Setyawan
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v3i1.243

Abstract

Pemahaman terhadap kode etik dalam tenis lapangan merupakan hal penting bagi pemain yunior. Selain terampil dalam bermain, pemain tenis yunior diharapkan dapat menunjukkan perilaku yang menjunjung tinggi nilai etis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman pemain tenis yunior DIY terhadap kode etik tenis lapangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membagikan angket (kuesioner) Sampel dalam penelitian ini diambil dengan sistem Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sejumlah 30 pemain yunior di DIY. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa frekuensi pemahaman kode etik paling banyak ada 11 atlet (36,7%) terdapat pada interval 33–34, sedangkan paling sedikit ada 1 siswa (3,3 %) terdapat pada interval 37-38. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah skor total variabel pemahaman kode etik adalah 997 dan skor kriterium Variabel pemahaman kode etik adalah 1170. Kemudian nilai variabel pemahaman kode etik dinalisis menggunakan rumus presentase untuk menentukan kategorinya, sehingga telah didapatkan kategori sangat tinggi. Adapun pada item pertanyaan pemahaman kode etik sebagian besar berada pada kategori sangat tinggi. Nilai item pertanyaan pemahaman kode etik yang termasuk kategori tertinggi dengan skor 1,00 atau 100 %. Nilai item pertanyaan pada variabel pemahaman kode etik yang terendah pada item pertanyaan nomor 18 dengan butir/indkator. Hal ini memberikan gambaran bahwa siswa atau pemain tenis lapangan harus memiliki pemahaman kode etik yang sangat baik ketika latihan ataupun bertanding.
Penguatan Evaluasi Budaya Literasi Pembelajaran PJOK Kurikulum 2013 SMP Di Indonesia Hendra Setyawan; Ismail Gani
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan evaluasi budaya literasi dan faktor-faktor penghambatnya pada pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan (PJOK) Kurikulum 2013 jenjang SMP di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi model concurrent embedded, dengan metode kuantitatif sebagai metode primer dan metode kualitatif sebagai metode sekunder. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan sistem purpose sampling. Sampel penelitian kuantitatif yakni 105 responden guru PJOK SMP di delapan propinsi yang mewakili deskripsi penguatan budaya literasi pembelajaran PJOK di sekolah masing-masing. Adapun untuk sampel kualitatif adalah 6 partisipan yang terdiri dari 2 kepsek, 3 wakil kurikulum, dan 1 guru PJOK senior SMP. Data kuantitatif diambil dengan kuesioner skala likert 1-4, sedangkan data kualitatif diambil dengan wawancara semiterstruktur. Analisis data kuantitaif menggunakan statistik deskriptif, sedangkan analisis data kualitatif dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa penguatan evaluasi budaya literasi pada pembelajaran PJOK SMP kurikulum 2013 dalam kategori baik dengan nilai 84.76 %. Hal ini di dukung dengan data kualitatif yang menyatakan bahwa evaluasi budaya literasi pada pembelajaran PJOK kurikulum 2013 sudah berjalan dengan baik. Adapun faktor-faktor penghambat penguatan penguatan budaya literasi pada pembelajaran PJOK kurikulum 2013, yakni: sebagian siswa kurang suka membaca informasi terkait materi olahraga/pjok, kurangnya kesadaran siswa dalam pembiasaan budaya literasi, kurang motivasi dari orang tua, kurangnya pemahaman guru PJOK pada penerapan literasi pembelajaran, keterbatasan ketrampilan tenaga pendidik, serta minimnya literasi sejak pembelajaran daring masa pandemi covid 19 khususnya pada PJOK. Selain itu guru juga cukup kesulitan dalam mengevaluasi penilaian budaya literasi karena proses pembelajaran berlangsung secara daring, hasil sering tidak relevan dengan perencanaan, serta keadaan siswa yang tidak serius dalam mengikuti pembelajaran
Kualitas Empirik Soal Pilihan Ganda Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar Di Yogyakarta Ismail Gani; Ilham Eryk Pratitis Robinson; Rheina Pu Tri Faylia; Hendra Setyawan
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v3i2.245

Abstract

Kualitas soal pilihan ganda yang digunakan dalam proses pengukuran merupakan hal yang penting dalam rangkaian proses pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar. Kualitas empirik dapat diketahui melalui proses analisis setelah soal tersebut dikerjakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas empirik Soal Penilaian Tengah Semester gasal tahun 2022 mata pelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dokumen sebagai data yang dikumpulkan berupa soal PTS Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani dan juga lembar jawaban peserta didik di Sekolah Dasar Kota Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan bantuan software TAP. Analisis dengan bantuan software TAP untuk mengetahui tingkat kesukaran dan daya beda setiap butir soal. Hasil dalam penelitian ini menggambarkan bahwa; 1) Tingkat kesukaran soal PTS mata pelajaran PJOK di 5 Sekolah Dasar Kota Yogyakarta dengan kategori mudah sejumlah 36 soal dengan persentase sebesar 48%, kategori sedang sejumlah 27 soal dengan persentase 36%, dan kategori sulit sejumlah 12 dengan persentase sebesar 16%, 2) Tingkat daya beda soal PTS mata pelajaran PJOK di 5 Sekolah Dasar Kota Yogyakarta dengan kategori sangat baik sebanyak 29 soal dengan persentase sebesar 38, 67%, soal baik sebanyak 5 soal dengan persentase sebesar 6,67%, soal perlu revisi sebanyak 10 soal dengan persentase 13,33%, dan soal tidak baik sejumlah 31 soal dengan persentase sebesar 41.33%. Guru pendidikan jasmani hendaknya menyajikan soal yang memenuhi kriteria yang baik dan layak digunakan berdasarkan analisis empirik, baik tingkat kesukaran dan daya beda soal.
Pembelajaran Pendidikan Jasmani Melalui Permainan Pickeball di Sekolah Dasar Ismail Gani; Rheina Putri Faylia; Irfan Widayanto; Hendra Setyawan
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v3i3.246

Abstract

Guru pendidikan jasmani diharapkan mampu menyajikan proses pembelajaran yang menarik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi penerapan permainan pickleball dalam pembelajarn pendidikan jasmani Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui berbagai literatur seperti jurnal, buku, website dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik bahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Permaianan Pickleball sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar 2) permaianan pickleball sesuai dengan ruanglingkup pendidikan jasmani Sekolah Dasar, 3) permaianan pickleball sebagai media mencapai tujuan pendidikan jasmani, dan 4) sarana dan prasarana permainan pickleball sederhana, awet dan dapat dimodifikasi. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahawa permainan pickleball dapat dijadikan sebuah alternnatif untuk pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar.
Rekayasa Didaktis untuk Mengembangkan Flipbook Bangun Ruang dalam Rangka Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Uzlifatul Hasanah; Tatag Yuli Eko Siswono; Rooselyna Ekawati
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.247

Abstract

A whole attention in didactic situations that might occur/ influence is the strength of didactic engineering as a research design for the development of mathematics learning media. The results of the epistimological obstacle and didactic obstacle analysis of students' creative thinking abilities in geometric material showed a gap between expectations and reality. Based on the results of the a priori analysis, flipbook media is appropriate to be used as one of the media development innovations to improve elementary students' creative thinking skills. Armed with completeness and a clear structure, this media got implementation results that show valid, practical as learning media and and not yet effective because students need time to adapt a new media but it can be seen that there was an increase from the value of presentation student who pass the minimum learning completeness criteria from 0% up to 46%. Based on the results of the a posteriori analysis which is validated by the results of the a priori analysis, it showed that this media can be used to improve students' creative thinking skills in terms of learning outcomes and other didactic phenomena during and after using the media
TRANSFORMASI MODEL PENDIDIKAN PESANTREN BERBASIS KITAB KUNING KE DIGITAL PLATFROM (Studi di Pondok Pesantren Al-Ma’ruf Kendal, Dander, Bojonegoro) Agus Moh. Sholahuddin; Saeful Anwar
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.248

Abstract

The pesantren education model still maintains the tradition of learning the yellow book, the learning methods used are Sorogan, Bandongan and Weton. in the educational model so that it continues to exist in society, therefore Islamic boarding schools need to experience a shift in this research so that they can become examples of other Islamic boarding schools. The method used in this research is qualitative research. The purpose of this study was to describe the transformation of the yellow book-based Islamic boarding school education model into a digital platform at the Al-Ma'ruf Islamic boarding school, Kendal Village, Dander District, Bojonegoro Regency. This research was conducted on July 6, 2022. Data collection techniques used interviews to find out the transformation of the yellow book-based Islamic boarding school education model into a digital platform at the Al-Ma'ruf Islamic boarding school, as well as additional data in the form of observation and documentation. Data analysis in this research uses data triangulation. The results of this study examine the transformation of the Islamic boarding school education model based on the yellow book at the Al-Ma'ruf Islamic Boarding School, where formerly the kyai recited the yellow book, only carried out by students in the Islamic boarding school environment. the general public through digital platforms such as YouTube, Facebook, and Instagram. Factors that influence this transformation are the leadership of the kyai and modernization which is marked by the swift flow of information and the encouragement of students and alumni. The inhibiting factor is the conservative view of some people that the educational model applied is the best and does not need to be changed anymore
Model Pendidikan Karakter Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Muh. Shulthon Rachmandhani; Novita Sari; Masita Ayu Lestari; Mar'atus Kusnul Khoiriyah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.249

Abstract

Character Education for Children with Special Needs (ABK) plays an important role in helping them reach the door to success. The right character education process is believed to help them become independent individuals and socialize with the surrounding environment. So that the character education process carried out by the Ponorogo Integrated Aisiyah Orphanage is interesting to study. This study aims to find a model of character education applied by the Panti Asuhan Aisiyah Tunanetra Terpadu Ponorogo, using a qualitative research method of the case study. The results showed that the character education model applied by the orphanage was a model of habituation and tadzkirah based on humanist independence.

Page 19 of 180 | Total Record : 1797