cover
Contact Name
Rachmat Somanjaya
Contact Email
rachmat.somanjaya@unma.ac.id
Phone
+6285211900033
Journal Mail Official
agrivet@unma.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka, Jawa Barat, Indonesia 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Agrivet: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian dan Peternakan
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 23546190     EISSN : 25416154     DOI : https://doi.org/10.31949/agrivet.
Core Subject : Agriculture,
Aim: Agrivet journal aims to publish original research results and reviews on tropical Agricultural and Animal Sciences. Scope: Agrivet Journal receives manuscripts encompassing a broad range of research topics in tropical Agricultural and Animal Sciences : Agribusiness, Agrotechnology, Animal Production, Animal Reproduction, Animal Nutrition, Sosio-economic of Livestock, and Livestock Product and environment.
Articles 193 Documents
PENGUJIAN BERBAGAI FORMULASI PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L) PADA LAHAN KERING MASAM Adi Oksifa Rahma Harti; Ina Ilmayanti; Acep Atma Wijaya
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.364 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1702

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) contains various important vitamins and minerals, while melon consumption in Indonesia is still far below the standard. The increase in melon production every year has not met the needs of melons. Intensification of acid dry land is one of the efforts to increase melon production, because of the vast potential of the land, but it is necessary to improve the soil properties. The purpose of this study was to test the formulations on the growth and yield of melon plants on acid dry land. The study was conducted in a greenhouse using a non-factorial Randomized Block Design (RBD), with 8 treatments, namely: (A) without Lime + Phonska NPK Fertilizer (100%); (B) without Lime + Phonska NPK Fertilizer + Cow Manure (50%:100%); (C) without Lime + Phonska Npk Fertilizer + Petrobio Fertilizer (50%:100%); (D) without Lime + Phonska NPK Fertilizer + Cattle Fertilizer + Petrobio Fertilizer (50%:50%:50%); (E) with Lime + Phonska NPK Fertilizer (100%); (F) with Lime + Phonska Npk Fertilizer + Cow Manure (50%:100%); (G) with Lime + Phonska Npk Fertilizer + Petrobio Fertilizer (50%:100%); (H) with Lime + Phonska Npk Fertilizer + Cow Manure + Petrobio Fertilizer (50%:50%:50%) with 4 replications. Data analysis used Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the fertilizer formulation with additional lime had a significant effect on fruit weight, fruit diameter, and fruit harvest age. Fertilization formulation without the need for high doses of organic fertilizer to achieve optimal yields.
TINGKAH LAKU KAWIN ENTOG CIAYUMAJAKUNING PADA SYSTEM PEMELIHARAAN INTENSIF Dini Widianingrum; Tuti Widjastuti; Asep Anang; Iwan Setiawan
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.839 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1722

Abstract

Muscovy duck development can be influenced by reproductive performance, including mating behavior. The purpose of the study was to obtain the quantitative characteristics of the Ciayumajakuning Muscovy duck mating and to obtain the best antog in its mating characteristics. The research method was carried out experimentally using a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. The parameters observed were mating frequency, mating duration, mating time, and mating location. The results showed that the quantitative characteristics of the antog Kuningan showed a significant difference in the frequency of mating with the drake and duck and the duration of mating was higher than that of the Cirebon, Indramayu, and Majalengka Muscovy duck. This is supported by data on the frequency of mating with 7.4 drake and duck 2 times/day, and the mating duration is 119.4 seconds. The mating time of the Cirebon, Indramayu, Majalengka, and Kuningan Muscovy duck did not show a significant difference, namely more in the first and second quarters at 06.01-12.00 WIB and 12.01-16.00 WIB. The mating location is in zone 1 in the area near the place of feed and drinking water. In conclusion, Muscovy duck Kuningan has the best marital characteristics.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN EFISIENSI PEMASARAN JAMUR MERANG (Volvariella volvacea) DI KABUPATEN KARAWANG Suhaeni
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.94 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1748

Abstract

Jamur merang merupakan salah satu komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Karawang. Pertumbuhan konsumsi jamur selalu meningkat setiap tahunnya. Permintaan per hari mencapai 4-10 ton, sementara penawarannya hanya berkisar 4-7 ton. Dengan demikian, komoditas ini sangat potensial untuk meningkatkan pendapatan pelaku agribisnis jamur merang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan yang diterima petani, pola saluran pemasaran dan efisiensi pemasaran jamur merang di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik penelitian survei. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sampel ditentukan dengan cara non probabilistik dengan entry point adalah pelaku usaha utama (petani jamur), kemudian dilakukan penelusuran ke depan dan ke belakang (forward and backward) dengan menggunakan snowball sampling untuk mendapatkan sampel pada titik berikutnya. Metode Analisis yang digunakan adalah analaisis pendapatan, marjin pemasaran, keuntungan, farmer share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 pola saluran pemasaran jamur merang. Pelaku yang terlibat terdiri dari petani, bandar, pedagang besar, pengecer dan konsumen. Hasil analisis usahatani jamur merang menunjukkan bahwa nilai R/C sebesar 1,98. Nilai R/C >1 menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan oleh petani jamur merang layak untuk diusahakan. Ditinjau dari marjin pemasaran, keuntungan, farmers’s share, efisensi pemasaran, semua saluran pemasaran dikategorikan efisien.
STRATEGI PEMASARAN MANGGA GEDONG GINCU KABUPATEN SUMEDANG Kosasih Sumantri; Ida Marina; Dinar; Eni Kurniati
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.11 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1749

Abstract

Penelitian ini dilakukani di Desa Palabuan Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang yang bertujuan mengetahui kondisi pemasaran, faktor internal dan eksternal yang terdiri dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Penelitian dilakukan pada usaha mangga di Desa Palabuan yang menjadi satu-satunya tempat pengumpul mangga gedong gincu di Kecamatan Ujungjaya. Metode yang digunakan melalui wawancara dan observasi.. Data yang diperoleh selanjutnya menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Responden pada penelitian ini berjumlah 5 orang .Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa usaha Mangga Gedong Gincu menggunakan Strategi yang diperoleh dari analisis matriks SWOT yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan di lingkungan eksternal maupun kekuatan dan kelemahan yang dimiliki lingkungan internal perusahaan. Hasil ini menunjukan nilai skor IFE 2,656 menunjukan posisi internal yang kuat, nilai skor EFE 2,507 menunjukan bahwa perusahaan merespon peluang untuk terus dipertahankan dan terus dipelihara. Oleh karena itu CV Anugerah Sejahtera perlu mengembangkan usaha mangga Gedong Gincu di Desa Palabuan.
CORAK BUDIDAYA JENIS AVIFAUNA OLEH MASYARAKAT KOTA MANOKWARI DI PAPUA BARAT, INDONESIA Deny Iyai; Yusak Sada; Dwi Nurhayati; Yubelince Y Runtuboi; Eliieser V Sirami; Melisa Warobah; Aisyah Bauw; Hans Mamboai
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.99 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1751

Abstract

Masyarakat masih memanfaatkan jenis-jenis avifauna secara berlebihan. Teknik budidaya dari jenis avifauna dan bagaimana pemanfaatannya, merupakan focus dari kajian ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei. Pengambilan sampel secara acak menggunakan metode wawancara dan observasi. Sebanyak 10 kepala keluarga sebagai responden dipilih dari masyarakat yang memiliki hobi memelihara satwa liar di kota Manokwari. Obyek pengamatan adalah proses domestikasi informasi dasar memelihara satwaliar di kota Manokwari. Obyek pengamatan adalah proses domestikasi informasi burung yang dipelihara, kegiatan berburu pemanfaatan avifauna, sistim perkandangan, makanan, tanda-tanda estrus, penyakit dan pencegahan dan aspek sosial ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pemelihara untuk kelompok hewan avifauna didominasi oleh kelompok umur 22-44 tahun. Pekerjaaan para pemelihara satwa avifauna di Manokwari didominasi oleh ASN dan TNI/Polri sebanyak 2 orang diikuti oleh kelompok wiraswasta, pelajar dan petani sebanyak 10%. Pemelihara memiliki pendidikan sekolah menengah atas (50%), diikuti oleh sekolah menengah pertama (40%) dan perguruan tinggi (10%). Jenis avifauna yang dibudidaya adalah nuri, kakatua, cenderawasih, mambruk, rangkok, elang dan kasuari. Mambruk dan kasuri mulai terasan sulit ditemukan yang dikategorikan statusnya menjadi near threatened dan least concern. Bahan kandang yang digunakan sebagai dinding kandang adalah berupa kayu (100%), atap kandang terbuat dari seng (100%), serta lantai kandang yang digunakan bervariasi yaitu bambu, kayu, semen dan besi beton. Satwa avifauna diperoleh dengan cara di beli dan berburu. Pemanfaatan avifauna meliputi pemeliharaan hewan kesayangan, hiasan dan konsumsi. Penjinakkan dilakukan dengan memandikan hewan, diberikan makanan (sisa dapur), memberikan air liur dan juga dengan meletakkan hewan tersebut di dalam kandang. Lama waktu menjinakkan adalah 4.8 bulan (1-24 bulan). Masyarakat menjadikan avifauna sebagai hewan hiburan dana tau hiasan yang memiliki nilai estetika.
EVALUASI PERKANDANGAN KAMBING PERAH LAKTASI DI PETERNAKAN ALAM FARM MANGLAYANG KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG Raden Febrianto Christi; Lia Budimulyati Salman; Hermawan; Ajat Sudrajat
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.522 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1758

Abstract

Kandang merupakan tempat tinggal untuk hewan yang dapat memberikan rasa nyaman bebas dari gangguan luar. Kandang yang baik memiliki ukuran yang sesuai serta bagian-bagian dalam kandang seperti ventilasi. Apabila kandang tidak sesuai dengan kebutuhan dari ternak itu sendiri maka dapat menyebabkan stress sehingga akan berdampak kepada performa produksi susunya. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi ukuran-ukuran kandang kambing perah laktasi yang meliputi panjang, lebar, tinggi serta tinggi dari permukaan tanah. Kegiatan penelitian dilakukan di Peternakan Kambing Perah Alam Farm Manglayang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung Jawa Barat. Penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif . Data sampel diperoleh dari 30 kandang kambing perah yang sedang laktasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran kandang kambing perah di Peternakan Kambing Perah Alam Farm menghasilkan rata-rata pada setiap kandang besar (A) 140,4 x 102 x181,5 cm, kandang (B) 121,6 x 105,5 x 170 cm, Kandang (C) 142 x101x175 cm, Kandang D 122x100x170 cm dengan rataan tinggi kandang dari permukaan tanah 73-81 cm sehingga koefisien variasi berkisar antara 0,000174-0,000467 dan masih dalam keadaan normal. Kesimpulan menunjukkan bahwa perkandangan kambing perah laktasi yang terdapat di Peternakan kambing perah Alam Farm Manglayang masih dalam kondisi yang relatif normal dan persyaratan kandang lainnya memenuhi standar.
UJI KUALITAS PAKAN KOMPLIT BERBASIS HIJAUAN SORGUM-INDIGOFERA UNTUK INDUK DOMBA PROLIFIK Rachmat Somanjaya; Aaf Falahudin
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.163 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan nilai kecernaan pakan komplit berbasis hijauan sorgum dan indigofera sebagai pengganti rumput lapangan untuk induk domba prolifik. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium melalui uji proksimat dan in vitro. Tiga komposisi pakan percobaan yaitu SI1 (60% silase hijauan Sorgum + 30% hay hijauan Indigofera + 10% dedak padi); SI2 (50% silase hijauan Sorgum + 40% Hay hijauan Indigofera + 10% dedak padi); SI3 (40% silase hijauan Sorgum + 50% Hay hijauan Indigofera + 10% dedak padi); dan RL (100% rumput lapangan) sebagai kontrol. Peubah yang diamati yaitu nilai kandungan nutrien dan kecernaan pakan. Data hasil uji proksimat yang diperoleh dianalisis dan diterjemahkan secara deskriptif dan dibandingkan berdasarkan acuan standar pakan untuk induk domba bunting dan menyusui dengan potensi kelahiran kembar dari NRC-Canada. Sedangkan, data nilai kecernaan dianalisis dengan uji ANOVA dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan nutrien pakan SI secara keseluruhan dapat mengimbangi RL. Bahkan, kandungan protein kasar dan energi bruto pakan SI lebih tinggi dari RL sesuai jumlah hay indigofera yang diberikan dalam ransum. Nilai kecernaan pakan SI lebih tinggi (p<0,05) dari RL, dan semua pakan yang diujikan memiliki kandungan nutrien lebih tinggi dari standar NRC. Dapat disimpulkan bahwa pakan komplit berbasis hijauan sorgum dan indigofera (SI) memiliki kualitas yang lebih tinggi dari rumput lapangan dan rekomendasi NRC untuk induk domba prolifik serta dapat dijadikan sebagai pensubstitusi rumput lapangan. Selain itu, komposisi pakan komplit SI1 (60% silase hijauan sorgum + 30% hay indigofera + 10% dedak halus) merupakan pakan komplit ideal untuk induk domba garut prolifik.
TINGKAT EFEKTIVITAS KEMITRAAN PADA KELOMPOK USAHA PENGOLAHAN EMPING JAGUNG Sri Umyati; Sri Ayu Andayani; Jaka Sulaksana; Kosasih Sumantri; Ida Marina; Dinar; Arif Hudal Mutakin
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.921 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1762

Abstract

Kemitraan usaha yang terjadi antara Kelompok Asri Rahayu dengan PT. Indoculinaire telah dilaksanakan sebagai upaya untuk mengatasi masalah pemasaran produk olahan jagung, terlebih saat pandemic Covid-19 saat ini. Maka dari itu, penelitian dilakukan untuk mengukur tingkat efektivitas kemitraan yang telah dijalankan tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik sampling yang digunakan adalah teknik sensus. Teknik analisis untuk menghitung hasil efektivitas kemitraan ini menggunakan metode likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas kemitraan pada indikator kejelasan program, kualitas fasilitator dan perkembangan usaha secara keseluruhan dalam katagori baik (77,63%). Indikator efektivitas kemitraan yang memiliki presentase paling tinggi adalah indikator perkembangan usaha yaitu sebesar 79,42 % sedangkan yang terendah adalah pada indikator kualitas fasilitator yaitu sebesar 76,52 %. Adapun indikator kejelasan program memiliki presentase sebesar 77,68 %.
SINERGISME INOKULASI B. japonicum dan MIKROBA PELARUT FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI Umar Dani; Syafrullah Salman
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.172 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergisme antara inokulasi B japonicum dan mikroba dan pelarut fosfat dan dosis optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Percobaan dilakukan di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Jawa Barat pada bulan Maret sampai dengan Juni 2021. Rancangan yang digunakan dalam Percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Pola Faktorial. Faktor pertama dosis inokulan B. japonicum (R) dan faktor kedua dosis Mikroba Pelarut Fosfat (P). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara sinergis Inokulasi B. japonicum pada dosis 5 g kg-1 benih dan mikroba pelarut fosfat 50 kg ha-1 dapat meningkatkan jumlah nodula efektif sebesar 110,48% dan nisbah pupus akar sebesar 13,83%. Dosis Inokulasi B. japonicum 5 g kg-1 benih menurunkan jumlah nodula tidak efektif sebesar 46,54%, meningkatkan diameter nodula efektif sebesar 1,75%, meningkatkan indek luas daun sebesar 14,69%, meningkatkan jumlah polong sebesar 16,04%, menurunkan jumlah polong hampa sebesar 3,62%, meningkatkan bobot polong per tanaman sebesar 17,20%, meningkatkan bobot 100 biji sebesar 1,55%, meningkatkan bobot biji per tanaman sebesar 17,20%, dan meningkatkan bobot bibi per petak sebesar 16,99%. Dosis 150 kg ha-1 dapat meningkatkan diameter nodula efektif hingga 0,98%, menurunkan jumlah polong hampa 29,82%.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI DETEKSI BIRAHI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN IB PADA SAPI POTONG Lili Adam Yuliandri; Ulfa Indah Laila Rahmah
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.676 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1799

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor karakteristik peternak yang mempengaruhi efektivitas penyuluhan, dan menganalisis efektivitas penyuluhan dalam penerapan teknologi deteksi birahi sebagai upaya meningkatkan keberhasilan IB pada sapi potong. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey, dan data diperoleh dari 30 orang respoden secara sensus yaitu teknik pengambilan data dengan mengikutsertakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Variabel yang diukur adalah umur peternak, pendidikan peternak, lama beternak dan jumlah ternak. Selanjutnya, data diolah dengan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, dan uji-t untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak termasuk dalam kategori cukup baik, rata-rata responden berusia produktif dan berpendidikan formal. Pengetahuan tentang reproduksi sapi meningkat (P<0,05) dipengaruhi oleh pendidikan dan lama beternak, sementara sikap peternak tanggap terhadap hasil penyuluhan meningkat (P<0,05) hanya dipengaruhi oleh lamanya beternak. Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum pengetahuan dan sikap peternak terhadap aplikasi teknologi birahi dominan dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan lama beternak, dan penyuluhan dinilai cukup efektif untuk meningkatkan penerapan teknologi tersebut. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor karakteristik peternak yang mempengaruhi efektivitas penyuluhan, dan menganalisis efektivitas penyuluhan dalam penerapan teknologi deteksi birahi sebagai upaya meningkatkan keberhasilan IB pada sapi potong. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey, dan data diperoleh dari 30 orang respoden secara sensus yaitu teknik pengambilan data dengan mengikutsertakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Variabel yang diukur adalah umur peternak, pendidikan peternak, lama beternak dan jumlah ternak. Selanjutnya, data diolah dengan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, dan uji-t untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak termasuk dalam kategori cukup baik, rata-rata responden berusia produktif dan berpendidikan formal. Pengetahuan tentang reproduksi sapi meningkat (P<0,05) dipengaruhi oleh pendidikan dan lama beternak, sementara sikap peternak tanggap terhadap hasil penyuluhan meningkat (P<0,05) hanya dipengaruhi oleh lamanya beternak. Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum pengetahuan dan sikap peternak terhadap aplikasi teknologi birahi dominan dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan lama beternak, dan penyuluhan dinilai cukup efektif untuk meningkatkan penerapan teknologi tersebut.

Page 3 of 20 | Total Record : 193