cover
Contact Name
Rachmat Somanjaya
Contact Email
rachmat.somanjaya@unma.ac.id
Phone
+6285211900033
Journal Mail Official
agrivet@unma.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka, Jawa Barat, Indonesia 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Agrivet: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian dan Peternakan
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 23546190     EISSN : 25416154     DOI : https://doi.org/10.31949/agrivet.
Core Subject : Agriculture,
Aim: Agrivet journal aims to publish original research results and reviews on tropical Agricultural and Animal Sciences. Scope: Agrivet Journal receives manuscripts encompassing a broad range of research topics in tropical Agricultural and Animal Sciences : Agribusiness, Agrotechnology, Animal Production, Animal Reproduction, Animal Nutrition, Sosio-economic of Livestock, and Livestock Product and environment.
Articles 193 Documents
KOMBINASI POC SABUT KELAPA DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) Miftah Dieni Sukmasari; Silvi Gustiani; Adi Oksifa Rahma Harti
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.868 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1804

Abstract

Salah satu strategi efisiensi dalam budidaya sayuran adalah menekan biaya produksi pada setiap usaha taninya dengan menggunakan pupuk yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan optimal. Salah satu upaya pemupukan berimbang menggunakan Kombinasi POC sabut kelapa dan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kombinasi POC sabut kelapa dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan april sampai bulan agustus 2020 di desa kertabasuki, kecamatan maja, kabupaten majalengka. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan sembilan perlakuan dengan tiga kali ulangan. Faktor kombinasi pupuk yang diaplikasikan yaitu : A (0 ml POC + 0g NPK), B (50 ml POC + 5g NPK), C (50 ml POC + 0g NPK), D (100 ml POC + 5g NPK), E (100 ml POC + 0g NPK), F (150 ml POC + 5g NPK), G (150 ml POC + 0g NPK), H (200 ml POC + 5g NPK) dan I (200 ml POC + 0g NPK). Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi POC sabut kelapa dan NPK berpengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Kombinasi 200 ml POC tanpa NPK memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman 9 mst diameter dan bobo buah cabai.
IDENTIFIKASI POTENSI PRODUK ORGANIK DI KECAMATAN KEBONPEDES Fadilah Muntaha; Amalia Nur Milla; Neneng Kartika Rini
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.257 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1812

Abstract

Kecamatan Kebonpedes merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki produk organik. Meskipun demikian, potensi produk pertanian organik di Kecamatan Kebonpedes belum tergali sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk pertanian organik apa saja yang berpotensi di Kecamatan Kebonpedes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik sampling yang digunakan yaitu snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 24 petani di Kecamatan Kebonpedes yang sudah melakukan kegiatan menuju pertanian organik yang berupa komoditas padi, sayur, peternakan kelinci dan ayam arab petelur yang masing-masing terdiri dari 10 orang petani padi, 12 orang petani sayuran dan 2 orang peternak. Luas lahan yang digunakan peternakan ayam arab petelur lebih besar dibanding luas lahan komoditas lainnya. Satu orang petani sayur dan satu orang petani padi telah memiliki sertifikat untuk lahan pertanian dan produk organik, bahkan telah ada petani yang melakukan pengolahan produk berupa nasi liwet instan kemasan 250 gr yang telah dipasarkan secara online dan offline. Sedangkan 22 orang lainnya baru mengarah ke pertanian organik dan belum memiliki sertifikat untuk lahannya. Harapannya dengan semakin tingginya pengetahuan tentang produk pertanian organik dari konsumen menjadikan semangat bagi para petani untuk mendaftarkan lahannya agar tersertifikasi oleh lembaga sertifikasi organik, sehingga pertanian organik dapat menjadi daya saing yang akan meningkatkan nilai jual dari produk/komoditas yang yang mereka tanam.
ANALISIS BASIS KOMODITAS KUNYIT DENGAN MENGUNAKAN TEKNIK LQ (LOCATION QUENTIENT) DI KABUPATEN SUKABUMI Sandi Agustian; Reny Sukmawani; Ema Hilma Meilani
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.869 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.1877

Abstract

This research on the analysis of the turmeric commodity base in Sukabumi Regency aims to determine the results of the base analysis using the LQ (Location Quentient) technique. The source data in this study is secondary data that has been obtained and then a comparison analysis of turmeric is carried out from year to year during the last five years in all sub-districts in Sukabumi Regency. The LQ analysis carried out in this study was based on data on the area of ​​​​the turmeric plant spread in the sub-districts of Sukabumi Regency. The LQ value obtained for the turmeric commodity in Sukabumi Regency in the last five years (2016-2020) has fluctuated every year. The results of the research conducted show that turmeric in Sukabumi Regency is a non-basic commodity, meaning that turmeric has not been able to become a leading commodity competitively and comparatively with an LQ result of 0.8 for the 2016-2020 period. The increase in the amount of production and harvested area of ​​turmeric in the Sukabumi Regency area was due to turmeric having a large market and promising prices, while the decline was due to the unstable and unpredictable climate and weather resulting in crop failure.
KAPASITAS TEKNIS PETANI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALI HAMA TERPADU (PHT) PADA BUDIDAYA CABAI MERAH (Capsicum annum L) DI KECAMATAN CIDADAP KABUPATEN SUKABUMI Ai Risa Susilawati Susilawati; Reny Sukmawani; Ema Hilma Meilani
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.61 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2245

Abstract

Cabai merah merupakan komoditas hortikultura utama yang dibudidayakan oleh petani dan menjadi sumber matapencaharian di Kecamatan Cidadap. Permasalahan dalam teknis budidaya cabai merah, salah satunya adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menyebabkan turunnya angka produksi. Penerapan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan terutama pada masalah pengendalian hama terpadu (PHT) pada budidaya cabai merah belum optimal karena petani sangat ketergantungan dengan pestisida kimia. Kapasitas petani merupakan salah satu faktor krusial berhasilnya usahatani budidaya cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas teknis petani dalam penerapan teknologi PHT pada budidaya cabai merah di Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan metode kuantitatif, data yang diperoleh dari lapangan, kemudian dilakukan analisis secara deskriptif. Pengolahan data menggunakan Microsoft Exel, adapun teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian, pengolahan data dan pembahasan menunjukan kapasitas teknis petani dalam penerapan teknologi pengendalian hama terpadu di Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi rata-rata masih rendah dengan skor 2,30. Untuk meningkatkan kapasitas teknis petani khususnya dalam penerapan teknologi PHT diperlukan adanya kerjasama besipat kontinuitas antara seluruh stakeholder yang berkaitan dengan dunia pertanian.
STRATEGI PENGEMBANGAN SARANA PRODUKSI DALAM BUDIDAYA SORGUM STUDI KASUS DI KELURAHAN BABAKAN KECAMATAN CIBEREUM KOTA SUKABUMI Fahmi Wijaya putra; Reny Sukmawani; Ema Hilma Meilani
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.597 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2288

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelompok Wanita Tani Selakaso yang berlokasi di Kelurahan Babakan Kecamatan Cibereum Kota Sukabumi sejak 20 Mei hingga 26 Juni 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan strategi saran budidaya sorgum dalam Kelompok Perempuan Tani Selakaso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yang merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran atau deskripsi situasi secara objektif yang berkaitan dengan masalah yang dipelajari (Prasko, 2016). Berdasarkan hasil analisis SWOT pada pembahasan strategi pengembangan sarana produksi budidaya sorgum pada Kelompok Wanita Tani Selakaso yang berlokasi di Kelurahan Babakan Kecamatan Cibereum Kota dapat disimpulkan: (1). Pengawasan berkala oleh penyuluh. (2) Pembinaan rutin untuk memantau kegiatan produksi sorgum dan menghasilkan sorgum berkualitas. (3) Buat variasi metode konstruksi agar mudah dipahami dan dipahami. (4) Memberikan edukasi dari lembaga kesehatan tentang dampak penggunaan pupuk kimia terhadap kesehatan. Fasilitas produksi merupakan aspek penting dalam upaya peningkatan produksi, fasilitas produksi tidak hanya tentang pupuk tetapi membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang baik, pengalaman bertani, modal, tingkat kesuburan lahan, penyediaan benih dan teknologi unggul, seperti yang dijelaskan dalam penelitian sebelumnya tentang komoditas kedelai di Kabupaten Serdang Bedagang.
PENGARUH DOSIS PUPUK KCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Maryono; Nugraheni Hadiyanti; Supandji
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.563 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2389

Abstract

The use of KCl fertilizer in plant cultivation can improve soil fertility. KCl fertilizer can increase the growth and production of eggplant, both in quality and quantity. The purpose of this study was to determine the effect of the dose of KCl fertilizer on the growth and production of eggplant. This study is a one-factor trial using a completely randomized design (CRD). The factor tested was the dose of KCl fertilizer which consisted of 6 levels, namely: without KCl fertilizer (D0), 25 grams/plant (D1), 50 grams/plant (D2), 75 grams/plant (D3), 100 grams/plant (D4), 125 grams/plant (D5). Each treatment was replicated 4 times, and each replication consisted of 2 plants. The observation variables in this study were plant height, number of leaves, leaf area, number of fruits per plant, fruit length per plant, wet weight, and dry weight of the plant. Observations of plant height and number of leaves were carried out when the eggplant plants were 14 DAP with an interval of 7 days until the vegetative growth ended. The treatment dose of KCl fertilizer had a significant effect on the growth and production of eggplant plants. Dosage of KCl 125 gr/plant resulted in the best growth seen in plant height and a higher number of leaves, respectively 88.00 cm and 37.00 fruit. The highest eggplant production at the dose treatment KCl fertilizer 125 g/plant seen in the number of fruit, fruit length, wet weight, and dry weight of fruit per plant each of 7 pieces; 19.92 cm; 1,152.97 grams and 228.04 grams.
PENGARUH PEMBERIAN HERBISIDA SAFLUFENACIL 250 G/L + TRIFLUDIMOXAZIN 125 G/L TERHADAP PENGENDALIAN GULMA PADA PERTANAMAN Eucalyptus urophylla. Yayan Sumekar; Agus Susanto; Rama Adi Pratama; Ai Yanti Rismayanti; Siti Syarah Maesyaroh
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.486 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2562

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala dalam pertanaman Eucalyptus urophylla. Gulma menurunkan kualitas dan kuantitas hasil pertanaman Eucalyptus urophylla sehingga gulma harus dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian herbisida Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l untuk mengendalikan gulma pada pertanaman Eucalyptus urophylla. Percobaan dilaksanakan di lahan pertanaman Eucalyptus urophylla Kampung Pasir Ucing, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada bulan Januari 2022 sampai April 2022. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Percobaan terdiri dari empat perlakuan herbisida berbahan aktif Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l dengan dosis A: 150 ml/ha, B: 200 ml/ha, C: 250 ml/ha, D: 300 ml/ha, E: perlakuan penyiangan manual dan F: perlakuan kontrol dengan tanpa pengendalian gulma. Hasil menunjukkan aplikasi herbisida berbahan aktif Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l dengan dosis B: 200 ml/ha dan dosis C: 250 ml/ha berpengaruh dan mampu menekan pertumbuhan gulma Imperata cylindrica dan gulma total sampai 8 minggu setelah aplikasi sedangkan gulma Cyperus kylingia, Ageratum conyzoides, Calopogonium mucunoides, Borreria latifolia, Stenochlaena sp. dan gulma spesies lain sampai 12 minggu setelah aplikasi serta tidak menimbulkan fitotoksisitas terhadap pertanaman Eucalyptus urophylla.
PEMBERIAN PUPUK KANDANG DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN JAGUNG PAKAN NK 212 PADA LAHAN KERING Rika Hari Lestari; Indriani; Muh. Irwan
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.236 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pupuk kandang dengan dosis berbeda pada pertumbuhan jagung pakan NK 212 yang ditanam pada lahan kering. Penelitian ini dirancang berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan K0 = kontrol,  K1 = 1 kg/10m2, K2 = 2 kg/10m2, K3 = 3 kg/10m2. Sidik ragam memperlihatkan bahwa pengaruh pemberian dosis pupuk kandang yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan jumlah klorofil jagung pakan NK 212. Hasil peneltian memperlihatkan rata-rata pertumbuhan tertinggi terdapat pada perlakuan K3; tinggi tanaman = 221,75 cm/btg, jumlah daun = 15,50 helai/btg, luas daun 3.354,50 mm2/helai. Pertumbuhan tertinggi jagung pakan pada perlakuan K3 dengan dosis pupuk kandang 3 kg/10m2.
PENGARUH MANFAAT SISTEM RESI GUDANG (SRG) DAN PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEBERHASILAN USAHATANI PADI (Survei Terhadap Petani di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Jadi Muljadi; Euis Dasipah; Karyana KS
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.556 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Manfaat Sistem Resi Gudang (SRG) dan Peran PPL terhadap penerapan teknologi dan dampaknya terhadap keberhasilan usahatani padi. Penelitian ini menggunakan metode survei petani padi sawah. Responden menetapkan sensus 70 petani. Bentuk penelitian dapat diverifikasi dan teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur dengan dua jalur. Tingkat pencapaiannya diperoleh 77,27% dari kriteria baik. Keberhasilan usahatani padi yang terdiri dari dimensi: produktivitas dan pendapatan (dalam konsep keuntungan) diperoleh 74,11% kriteria baik. Produktivitas tercatat sebesar 6,12 ton/ha dan pendapatan pertanian sebesar Rp 16.500.000/ha. Ada pengaruh manfaat Sistem Resi Gudang (SRG) dan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terhadap penerapan teknologi usahatani padi sawah. Besarnya pengaruh masing-masing adalah 13,88% dan 56,18%. Kontribusi peran PPL lebih besar dari manfaat SRG. Terdapat pengaruh manfaat Sistem Resi Gudang (SRG), peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan penerapan teknologi terhadap keberhasilan usahatani padi sawah dengan total pengaruh sebesar 81,13%. Kontribusi masing-masing variabel adalah 22,86%, 33,98% dan 24,29%.
PERBANDINGAN LEMAK, PROTEIN, LAKTOSA DAN pH SUSU SAPI FRIESIAN HOLSTEIN PADA PEMERAHAN PAGI DAN SORE DI CV BEN BUANA SEJAHTERA SUMEDANG Raden Febrianto Christi; Ajat Sudrajat; Nilawati Widjaja; Endah Yuniarti
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.369 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2609

Abstract

The chemical components of milk greatly determine the quality of milk produced from an animal. The purpose of this study was to determine the ratio of fat, protein, lactose and pH at morning and evening milking at CV Ben Buana Sejahtera (BBS Farm) Jatinangor District, Sumedang Regency. The research method used was paired t test with milk samples from 18 dairy cows with different lactation periods. 100 ml of milk samples were taken from each cow with different milking times, morning and evening, then put in a coolbox to test the chemical components of milk. in the Laboratory. The results showed that the average levels of fat, protein and lactose in milk in the morning were higher (P<0.05) than in the afternoon but the pH values ​​showed the same results. The conclusion shows that the comparison of the chemical quality of cow's milk in the morning and evening milking at CV BBS Farm gives a difference in the value of fat, protein, lactose content but does not affect the pH value and the nutritional components are still in normal conditions.

Page 4 of 20 | Total Record : 193