cover
Contact Name
Nilma Zola
Contact Email
zola@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
sajts@konselor.org
Editorial Address
Jl. Bunda I No. 19 Padang - West Sumatera - Indonesia 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Southeast Asian Journal of Technology and Science
ISSN : 27231151     EISSN : 2723116X     DOI : https://doi.org/10.29210/810149700
Southeast Asian Journal of Technology and Science ISSN: 2723-1151(Print) ISSN 2723-116X (Electronic) is a peer-reviewed journal and scientific journal publish by Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy. Southeast Asian Journal of Technology and Science a multi-disciplinary, peer-refereed open-access international journal which has been established for the dissemination of state-of-the-art knowledge in the field of Technology, Technology in education, Education, General Science (Physics, Chemistry, Maths,…), Telecommunications, Electricity and Electronics, Industrial Computing (Digital, Analogic, Robotics, Ergonomics), Aerospatial (aircraft design and building, engines, materials), Automotive (automotive materials, automobile emissions, biology, chemistry, physics, as well as some applications of computer science and engineering.
Articles 129 Documents
Analisis Pemberian Reward Terhadap Kemandirian Anak Usia Dini di PAUD Garuda Penancangan Baru Sotyaningtyas, Dyah; Mutoharoh, Mutoharoh; Rusmalina, Euis
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 6 No. 2 (2025): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810680000

Abstract

Kemandirian anak usia dini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter, kemampuan adaptasi, serta kesiapan anak dalam menghadapi tahap perkembangan berikutnya. Kemandirian merupakan aspek fundamental dalam perkembangan anak usia dini yang perlu distimulasi melalui strategi yang tepat, salah satunya melalui pemberian reward. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pemberian reward oleh pendidik dan respons anak terhadap kemandirian di PAUD Garuda, Kota Serang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi pada anak didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas anak (84,3%) berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Reward verbal (pujian) dan simbolik (stiker) terbukti efektif meningkatkan kemandirian fisik dan kepercayaan diri anak. Namun, pada aspek pengelolaan emosi, ketergantungan pada reward eksternal masih terlihat. Pendidik mempersepsikan reward sebagai instrumen pedagogis yang harus diberikan secara kondisional untuk menghindari ketergantungan materi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reward yang diberikan secara proporsional dan konsisten menjadi penguat eksternal yang efektif dalam membentuk kebiasaan mandiri pada anak usian dini.
Tensile and viscoelastic characterization of magnetorheological elastomers with varying carbonyl iron particle concentration Mohd Fauzi Mohd Yunus; Izwan Ismail; Syarifah Nur Aqida Syed Ahmad
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810685300

Abstract

Magnetorheological elastomers (MREs) are smart composite materials whose mechanical properties can be tuned under magnetic fields, making them ideal for adaptive vibration control. This study examines the viscoelastic behavior of MREs containing 0%, 10%, 20% 30%, 40% and 50% carbonyl iron particles (CIPs) through uniaxial tensile testing. Key mechanical parameters, including tensile stress at 0.2% strain, modulus, and load at yield, were evaluated across twelve samples. The storage modulus was determined using both Rubber Elasticity Theory and the Maxwell–Kelvin viscoelastic model to compare their predictive accuracy. Results revealed that the storage modulus increased with CIP content up to 30% (1.5 MPa, Rubber Elasticity Theory) before slightly declining at 50% (0.6 MPa), likely due to particle agglomeration. The Rubber Elasticity Theory consistently predicted higher moduli than the Maxwell–Kelvin model. Qualitatively, damping improved with higher CIP content, indicated by greater load at yield. These findings highlight the crucial role of filler concentration in tailoring MRE stiffness and damping performance, while emphasizing the need for dynamic mechanical testing to validate energy dissipation mechanisms. The study provides insights into optimizing MRE formulations for engineering applications such as vibration isolation and adaptive control systems.
Peran guru bimbingan dan konseling islami dalam mendukung siswa neurodivergen di madrasah ibtidaiyah: systematic literature review Seliah Rindiani; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810708900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) Islami dalam menangani siswa dengan gaya belajar neurodivergent di madrasah ibtidaiyah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai artikel jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan mengenai bimbingan dan konseling Islam, pendidikan inklusif, serta karakteristik siswa neurodivergent. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa neurodivergent, seperti siswa dengan ADHD, disleksia, disgrafia, dan diskalkulia, memerlukan layanan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Guru BK Islami berperan sebagai konselor, fasilitator, mediator, dan motivator dalam membantu siswa mengatasi hambatan belajar serta mengembangkan potensinya. Layanan yang diberikan meliputi identifikasi kebutuhan siswa, konseling individu maupun kelompok, kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua, serta penguatan nilai-nilai Islam. Integrasi nilai-nilai keislaman dalam layanan BK terbukti mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan spiritual siswa. Oleh karena itu, guru BK Islami memiliki peran strategis dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung perkembangan optimal siswa neurodivergent di madrasah ibtidaiyah.
Tren global penelitian konseling bagi penyandang disabilitas: suatu tinjauan literatur sistematis Ika Nurbaiti Rifri Yanti; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810709700

Abstract

Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) untuk memetakan tren global penelitian konseling bagi penyandang disabilitas selama periode 2015–2025. Dengan menganalisis publikasi dari basis data Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Taylor & Francis, Wiley Online Library, dan Google Scholar, kami mengidentifikasi 127 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam publikasi penelitian disabilitas, khususnya dalam konteks konseling kejuruan dan kesejahteraan psikologis. Analisis mengungkapkan bahwa pendekatan person-centered counseling dan cognitive-behavioral therapy mendominasi intervensi bagi penyandang disabilitas. Penelitian didominasi oleh publikasi dari negara-negara berpenghasilan tinggi (Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia), sementara negara berkembang masih underrepresented. Tema dominan mencakup adaptasi sosial, self-efficacy, kualitas hidup, dan pemberdayaan psikosial. Meskipun terdapat kemajuan, terdapat research gap signifikan dalam konseling spiritual bagi penyandang disabilitas, aplikasi teknologi seperti telecounseling dan AI-assisted counseling, penelitian longitudinal, dan eksplorasi kompetensi multikultural konselor. Temuan ini mengakui kontribusi penelitian teoritis namun menekankan kebutuhan mendesak untuk penelitian empiris berbasis komunitas dan praktik klinis yang kontekstual. Studi ini menyarankan pengembangan framework integratif yang menggabungkan pendekatan rehabilitasi, person-centered values, dan competency-based training untuk meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas layanan konseling bagi penyandang disabilitas.
Healthy lifestyle patterns and mental health among university students: a systematic literature review Eldi Pratama; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810710100

Abstract

Mental health problems among university students have become a critical global public health concern. Unhealthy lifestyle behaviors are strongly associated with elevated psychological distress in this population. However, comprehensive synthesis examining the multidimensional relationship between healthy lifestyle patterns and student mental health remains limited. This systematic literature review aimed to (1) identify the most frequently studied components of healthy lifestyle in relation to university student mental health, and (2) synthesize evidence on the relationship between healthy lifestyle patterns and mental health outcomes, including psychological well-being, stress, anxiety, depression, and emotional well-being. A systematic search was conducted across PubMed, Scopus, Web of Science, and PsycINFO databases. Studies published between 2022 and 2025 were included. Inclusion criteria required empirical studies focusing on college or university students, healthy lifestyle components, and mental health outcomes. The PRISMA 2020 framework guided the review process, and thematic narrative synthesis was applied to analyze extracted data. Quality appraisal was conducted using JBI Critical Appraisal tools. Twenty peer-reviewed studies were included in the final synthesis. Six dominant lifestyle themes emerged: physical activity, sleep quality, diet and nutrition, social support, general health behaviors, and sedentary/screen time behavior. Physical activity and sleep quality were the most consistently studied components. Across RQ2, healthy lifestyle patterns demonstrated protective associations with psychological well-being, and significant inverse relationships with stress, anxiety, depression, and negative emotional states. Sleep quality emerged as the single most consistently influential factor across all mental health outcomes. Healthy lifestyle patterns, particularly regular physical activity, adequate sleep, balanced nutrition, and strong social support, are positively and consistently associated with better mental health outcomes among university students. Universities should integrate holistic health promotion programs addressing multiple lifestyle dimensions simultaneously.
Fenomena fear of missing out (fomo) dalam perspektif ilmu komunikasi: sebuah systematic literature review Rayhan Almufid Versi; Darmawati; Musfialdy; Reizki Maharani
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810710500

Abstract

Fear of Missing Out (FoMO) telah berkembang menjadi fenomena komunikasi digital yang signifikan dalam ekosistem media sosial kontemporer. Artikel ini menyajikan hasil systematic literature review (SLR) terhadap penelitian FoMO dari perspektif ilmu komunikasi dengan menggunakan pedoman PRISMA 2020 dan kerangka PICO. Penelitian bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan utama: (1) faktor-faktor komunikasi apa yang memengaruhi munculnya FoMO pada pengguna media sosial, dan (2) bagaimana dampak FoMO terhadap perilaku komunikasi pengguna media sosial. Sebanyak 42 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2022 hingga 2026 dianalisis melalui proses sintesis tematik yang sistematis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa FoMO pada pengguna media sosial dipengaruhi oleh lima faktor komunikasi utama, yaitu intensitas penggunaan media sosial, social comparison dan self-presentation, need to belong dan fear of social exclusion, communication visibility dan social media exposure, serta engagement-oriented communication. Adapun dampak FoMO terhadap perilaku komunikasi mencakup peningkatan social media engagement, excessive checking behavior, perubahan pola self-disclosure dan online participation, problematic social media use, social media addiction dan dependency, serta transformasi pola komunikasi sosial secara menyeluruh. Temuan ini diinterpretasikan melalui lens teoretis Uses and Gratifications Theory, Social Comparison Theory, Media Dependency Theory, dan Computer Mediated Communication (CMC). Artikel ini berkontribusi pada pengembangan model konseptual yang menghubungkan faktor-faktor komunikasi, FoMO, dan transformasi perilaku komunikasi digital. Implikasi praktis dan agenda penelitian masa depan turut dirumuskan untuk mendorong literasi digital yang lebih sehat.
Efektivitas badan pengawasan keuangan dan pembangunan riau dalam menjalani fungsi pengawasan Ilham Khalib; Abdul Sadad
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810710800

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau dalam menjalani fungsi pengawasan internal serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur dengan enam informan yang dipilih secara purposif dan mewakili pihak BPKP maupun inspektorat daerah, serta dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking, sedangkan analisis mengikuti model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Efektivitas dianalisis menggunakan kerangka efektivitas organisasi Steers, yakni pencapaian tujuan, adaptasi, dan integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan tergolong cukup efektif: audit, evaluasi, supervisi, dan pembinaan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) telah berjalan sesuai program kerja dan memberikan dampak positif terhadap tata kelola, transparansi, akuntabilitas, serta kapabilitas APIP daerah. Akan tetapi, pengawasan dan pembinaan belum terlaksana secara optimal dan merata di seluruh pemerintah daerah. Empat faktor penghambat teridentifikasi: keterbatasan sumber daya manusia khususnya auditor fungsional, luasnya cakupan wilayah, keterbatasan kewenangan struktural terhadap komitmen pimpinan daerah, serta rotasi pegawai. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas pengawasan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemeriksaan, tetapi juga oleh keterlaksanaan tindak lanjut dan kesinambungan sumber daya manusia.
Pola asuh otoriter dan kepercayaan diri mahasiswa: tinjauan literatur sistematis Novira Wadyah; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810710900

Abstract

elf-confidence merupakan kompetensi psikologis fundamental yang menentukan keberhasilan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan tinggi. Pola asuh otoriter, yang ditandai oleh kontrol tinggi dan kehangatan rendah, dihipotesiskan sebagai salah satu faktor keluarga yang berpengaruh terhadap pembentukan kepercayaan diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai hubungan antara pola asuh otoriter dan kepercayaan diri mahasiswa serta mengidentifikasi karakteristik penelitian yang telah dilakukan pada topik tersebut. Systematic Literature Review dilakukan mengacu pada protokol PRISMA 2020 dan kerangka PICO. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data internasional dan nasional. Skrining dan seleksi artikel dilakukan secara sistematis dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kualitas studi dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Sintesis dilakukan secara naratif tematik terhadap 21 studi yang memenuhi kriteria. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh otoriter secara konsisten berkorelasi negatif dengan kepercayaan diri dan self-esteem mahasiswa. Self-esteem teridentifikasi sebagai mediator utama. Konteks budaya berfungsi sebagai moderator penting, khususnya perbedaan antara budaya kolektivis dan individualis. Dampak terhadap penyesuaian psikososial mencakup prokrastinasi akademik, stres, dan maladjustment. Bukti empiris yang tersedia mendukung hipotesis bahwa pola asuh otoriter berkontribusi terhadap rendahnya kepercayaan diri mahasiswa, namun dengan catatan moderasi budaya yang signifikan. Diperlukan penelitian longitudinal dan multi-budaya untuk memperkuat sintesis ini.
Bimbingan kelompok teknik modifikasi musik untuk mencegah perilaku bullying dalam meningkatkan empati siswa sekolah dasar Mohammad Ilham Dwiputra; Nova Riswanti
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711000

Abstract

Perilaku bullying merupakan perilaku yang melebihi batas wajar yang dilakukan oleh anak-anak bisa berupa kekerasan fisik, verbal maupun melalui serangan digital yang dilakukan di lingkungan sekolah sehingga menurunkan sikap empati siswa. Oleh sebab itu, diperlukan pemahaman siswa untuk mencegah terjadi perilaku bullying di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis seberapa efektif bimbingan kelompok dengan teknik modifikasi musik dalam meningkatkan empati siswa SD dalam mencegah perilaku bullying di sekolah. Penelitian menggunakan rancangan pra-eksperimen one group pre-test–post-test dengan subjek 14 siswa kelas V SD Negeri 294 Maluku Tengah yang ditetapkan melalui total sampling setelah verifikasi kelengkapan data. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner pre-test dan post-test empati siswa berskala 1–4, materi pencegahan bullying, modifikasi lagu “Aksi Empati”, serta praktik menyanyikan lagu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan rencana uji beda pre-test–post-test (uji-t berpasangan/Wilcoxon) disertai uji normalitas, effect size, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif teknik modifikasi musik dalam bimbingan kelompok diterima baik oleh siswa, namun peningkatan empati pada tingkat kelompok tergolong dapat diabaikan (selisih rerata 0,27 dari skor maksimum 40; N-Gain kategori rendah) dengan pola antar indikator yang bervariasi, sehingga efektivitasnya belum dapat ditegakkan dan memerlukan pengujian lanjutan dengan rancangan yang lebih kuat.
Peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap implementasi manajemen dan pengembangan program bimbingan konseling di sekolah menengah atas melalui focus group discussion Ahlun Nazali; Melani Riskika; Fitri Aulia; Sari Hardianti; M. Jauhari Ramadhan; Doa Cutholy Berlian S; Azzahra Tsani Ariyanti; Risma Juliana; Siti Hidayatun Hasanah; Laela Fatini; M. Abdul Hafiz
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen dan pengembangan program Bimbingan dan Konseling (BK) di SMA serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, sekaligus menggambarkan efektivitas metode Focus Group Discussion (FGD) dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap praktik pengelolaan program BK secara nyata di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam dengan guru BK yang bertindak sebagai pemateri FGD, observasi proses pelaksanaan FGD, serta studi dokumentasi terhadap program BK sekolah. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen program BK di SMA telah berjalan melalui siklus perencanaan berbasis analisis kebutuhan, pengorganisasian peran, pelaksanaan layanan yang beragam, evaluasi sistematis, dan tindak lanjut yang terstruktur. Pelaksanaan FGD terbukti efektif memperdalam pemahaman mahasiswa tentang kompleksitas pengelolaan BK di sekolah menengah. Peluang pengembangan meliputi kebijakan Kurikulum Merdeka, teknologi digital, dan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental peserta didik, sementara tantangan utamanya mencakup rasio guru BK yang belum ideal, beban administrasi tinggi, keterbatasan sarana, serta stigma yang masih melekat pada layanan BK. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pemahaman mahasiswa serta mendorong inovasi dalam tata kelola program BK di sekolah.

Page 12 of 13 | Total Record : 129