cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 237 Documents
Jalur Evakuasi pada Permukiman Pesisir Pantai Rawan Bencana Arthur Harris Thambas; Pingkan Peggy Egam; Leidy Magrid Rompas
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.79

Abstract

Karakter permukiman pesisir pantai secara periodik mengalami hantaman angin dan gelombang pasang, maka permukiman yang berada di sepanjang pesisir pantai Malalayang juga mengalami hal serupa. Tujuan penelitian yaitu menganalisis jalur evakuasi dalam permukiman sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Metode yang digunakan yaitu mix-method. Kerangka analisis diarahkan pada karakteristik permukiman berkaitan dengan bencana angin dan gelombang pasang, analisis jalur sirkulasi, posisi, bentuk dan orientasi permukiman. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan arah dan posisi jalur evakuasi. Kemudahan akses merupakan pertimbangan utama dalam penentuan jalur evakuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jalur evakuasi yang terhubung langsung dengan jalan utama. Jalur evakuasi utama berada ditengah permukiman dengan posisi tegak lurus terhadap jalan utama. Adaptasi permukiman terhadap bencana angin di lakukan melalui penataan bangunan hunian dengan merapatkan posisi perletakan serta penempatan vegetasi menghadap pesisir pantai.
Analisis Perubahan Permukiman Akibat Pariwisata di Kawasan Wisata Situ Cileunca Kabupaten Bandung Aqilah N. K. Latif; Wiwik D. Pratiwi; Samsirina
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.70

Abstract

Sektor pariwisata di Indonesia masih menduduki peranan yang sangat penting dalam menunjang pembangunan nasional sekaligus merupakan salah satu faktor yang sangat strategis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa Negara. Meningkatnya sektor pariwisata mendorong perubahan guna lahan yang mempengaruhi perubahan permukiman di sekitar kawasan pariwisata. Seperti yang terjadi di Situ Cileunca di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Metode untuk artikel ini bersifat eksploratif dengan pengambilan data secara observasi langsung terhadap perubahan permukiman Situ Cileunca. Baik dari kondisi fisik bangunan kawasan maupun perumahan warga yang berada di sekitar kawasan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan baik perubahan fungsi lahan, perumahan masyarakat, maupun bangunan di kawasan Situ Cileunca akibat pariwisata.
Bottom Ash: Pengganti Agregat Halus dalam Pembuatan Beton Hardiana; Nasruddin Junus; Pratiwi Mushar
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.109

Abstract

Penggunaan batubara sebagai sumber energi pada PLTU menghasilkan limbah padat berupa bottom ash dan fly ash dari hasil pembakaran. Pemanfaatan limbah bottom ash khususnya yang dihasikan oleh PLTU Jeneponto masih belum optimal. Besarnya jumlah limbah dapat mencemari lingkungan sekitar, jika limbah tersebut langsung dibuang ke lingkungan lambat laun akan membentuk gas metana yang sewaktu-waktu dapat terbakar atau meledak dengan sendirinya, selain berbahaya bagi lingkungan limbah hasil pembakaran batubara membutuhkan fasilitas pembuangan yang relatif mahal. Tujuan pembahasan adalah membandingkan kuat tekan antara beton normal dengan beton yang menggunakan bottom ash sebagai agregat halus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yakni uji laboratorium dengan menganalisis hubungan sebab akibat antara satu sama lain dan membandingkan hasilnya. Masing-masing benda uji dirawat dengan metode dry curing dan wet curing, jumlah benda uji beton sebanyak 48 buah, dengan variasi umur beton 3 hari,7 hari, 14 hari dan 28 hari. Hasil penelitian ini menyatakan limbah bottom ash dapat difungsikan sebagai pengganti agregat halus. Nilai hasil pengujian pada umur 28 hari menunjukan hasil rata-rata kuat tekan beton normal dry curing lebih tinggi 13,28% dari beton bottom ash yang dirawat dengan metode dry curing. Pada metode wet curing, nilai kuat tekan beton normal lebih tinggi 40.17% dari beton bottom ash.
Analisis Komparasi Kinerja Termal Ruang Luar terhadap Ragam Tipe Pekarangan (Natah) pada Permukiman Tradisional di Provinsi Bali Eka Susanti; Desak Putu Damayanti
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.103

Abstract

Konsep rumah tradisional Bali umumnya dikelan dengan sebutan Natah. Natah di bagi menjadi dua berdasarkan konfigurasi bangunannya, Tri Mandala yang bersifat linier dan Sanga Mandala yang bersifat kompak. Tiap konsep natah memiliki respon yang berbeda terhadap lingkungan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan komparasikan efek dari konsep konfigurasi bangunan terhadap kinerja termal luar ruangan. Pada kajian ini menggunakan metode pengukuran lapangan yang kemudian divalidasi dengan bantuan simulasi Envi-met untuk mencari hubungan sebab-akibat dari pola tata letak terhadap kinerja termal luar ruangannya. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep Tri Mandala mengalami fluktuasi Temperatur dan kecepatan angin lebih stabil dari konsep Sanga Mandala. Rata-rata temperature luar ruang pada konsep Tri Mandala cukup baik yaitu sebesar 24,33 oC dan kecepatan angin antara 0,5-1m/s. Konfigurasi yang bersifat linier pada konsep ini dapat mendistribusikan temperatur dan aliran angin secara merata, sehingga proses pendinginan temperaturnya lebih cepat.
Kenyamanan Termal Pada Koridor Kampus Institut Teknologi Bandung Dengan Analisis Rayman Melania A. Sumaryata; Charlie L. B. Afriesta; Mochamad D. Koerniawan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.95

Abstract

Kenyamanan termal dalam perancangan kawasan menjadi salah satu yang perlu diperhatikan. Ruang luar merupakan ruang yang perancangannya harus memperhatikan kenyamanan dari segi termal. Kawasan Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu kawasan yang memiliki ruang luar dalam menunjang kegiatan civitas akademik, salah satunya adalah koridor ITB. Koridor ITB merupakan salah satu area ruang luar paling aktif di kawasan kampus, hal ini dikarenakan koridor ini merupakan axis utama yang ada di kawasan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan preferensi kenyamanan termal pada koridor ITB. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran data dan wawancara. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis distribusi dan analisis menggunakan alat pengukuran Rayman model untuk mendapatkan PET, PMV, SET*, dan SVF. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kenyamanan termal dipengaruhi oleh metabolisme tubuh laki-laki dan perempuan, jenis kegiatan yang dilakukan, serta pakaian yang dipakai.
Kampung Jao : Kompleksitas dan Dinamika Kampung Kota Ika Mutia; Al Busyra Fuadi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 4 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v8i4.135

Abstract

Kampung kota memiliki pengaruh yang besar terhadap dinamika pertumbuhan sebuah kota, walaupun keberadaannya terkadang tidak diimbangi dengan perkembangan infrastruktur didalamnya. Dalam kesehariannya, kepadatan dalam kampung kota telah menuai permasalahan, baik yang berkaitan dengan lingkungan fisik maupun kondisi sosial budaya ekonomi penduduknya. Meskipun secara fisik kampung kota terlihat tidak teratur, tetapi sesungguhnya kampung kota memiliki kemampuan yang unik dalam mengikuti perubahan yang terjadi tersebut. Kampung Jao yang menjadi lokus dalam penelitian ini adalah merupakan salah satu wujud kampung kota yang terdapat di kota Padang. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini diharapkan dapat menemukan wujud komplekstitas dan dinamika Kampung Jao sebagai salah satu kampung kota yang masih bertahan di dalam kawasan kota Padang.
Penerapan Teknologi Augmented Reality 3D Berbasis Smartphone Sebagai Alat Visualisasi Arsitektur Festyagusti Hardikasari; Puspita Tunggo Dewi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 4 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i4.136

Abstract

Augmented Reality sebagai salah satu new media dirasa memiliki potensi untuk digunakan semagai media visualisasi arsitektur. Namun sayangnya penerapan teknologi augmented reality masih sangat minim di industri arsitektur. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kurangnya ketersediaan SDM dan terbatasnya pengetahuan mengenai teknologi AR itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi augmented reality sebagai media visualisasi arsitektur pada dunia kerja. Aplikasi AR yang digunakan adalah AR berbasis smartphone dengan objek arsitektur berupa bangunan bermasa tunggal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Dari hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan AR sebagai media presentasi mendapat respon positif dari responden. Sedangkan kelancaran pembuatan aplikasi AR sangat bergantung pada tingkat kerumitan model 3D bangunan.
Kajian Kenyamanan Termal Ruang Kelas Studio Perancangan Jurusan Teknik Arsitektur Di Kampus Ii Unkhair Sayyid Quraisy; Muhammad Rizal; Muhammad Tayeb
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 4 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i4.137

Abstract

Kegiatan manusia lebih banyak di dalam ruangan, sehingga mereka sangat membutuhkan kenyamanan di dalam ruangan guna melakukan aktivitas kegiatan dengan baik, tenang dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar energi yang dibutuhkan dalam suatu ruang yang berpengkondisian buatan untuk mendapatkan kenyamanan termal optimum yang dirasakan oleh pengguna ruang dengan membandingkan data ruang luar dan data ruang dalam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur yaitu hobo data logger untuk mendapatkan data fisik lingkungan termal. Kemudian data hasil pengukuran dianalisis menggunakan metode analisis kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa temperatur udara di dalam ruangan dengan kondisi kosong dan menggunakan ventilasi alami lebih tinggi dibandingkan temperatur udara yang ada di luar ruangan, di mana temperatur udara di dalam ruangan 28-30°C sedangkan temperatur udara di luar ruangan 27-28°C, sehingga untuk mendapatkan kenyamanan termal yang optimum maka digunakan pengkondisian udara buatan dengan memperhatikan energi yang digunakan dalam pemakaian pengkondisian buatan. Pengukuran survei kenyamanan termal menghasilkan suhu ruang rata-rata 29°C pada pukul 09.00, pukul 11.00, suhu ruang 30.05°C, pukul 13.00, suhu ruang 30.06°C, pada pukul 15.00 suhu ruang 29.38°C.
Distribusi Pencahayaan Alami pada Gedung Olahraga Lucky Suryawijaya Elfrid Amping; Muhammad Ramli Rahim; Nurul Jamala Bangsawan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 4 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i4.138

Abstract

GOR ASPOL adalah Gedung olah raga yang terdapat lapangan basket di dalamnya dan pada siang hari memanfaatkan cahaya alami. GOR diharuskan memiliki pencahayaan yang baik pada lapangan basket, dimana standar pencahayaan GOR menurut SNI 03-3647-1994 adalah 200 lux - 1000 lux . Pengambilan data dilakukan pada pukul 08.00, 12.00 dan 16.00 WITA dengan menggunakan Lux Meter. Pengambilan data pada kondisi eksisiting yang dilakukan pada pukul 08.00 dan 12.00 yaitu pada tanggal 23 Maret 2018, 2 April 2018 dan 3 April 2018, dimana besaran intensitas rata-ratanya sebesar 28,9 lux pada pukul 08.00 dan 31,25 lux pada pukul 12.00. Sementara pada pukul 16.00 dilakukan pada tanggal 23 Maret 2018, 26 Maret 2018 dan 28 Maret 2018 yaitu sebesar 28,17 lux. Pengambilan data untuk kondisi terpal penutup dibuka dilakukan pada tanggal 5 April 2018 yaitu 63,1 lux(08.00), 43,6 lux(12.00) dan 54,66 lux(16.00). Berdasarkan data pada kedua kondisi tersebut, intensitas pada lapangan tidak memenuhi standar, maka dilakukan perubahan pada dimensi dinding dengan menggunakan software Velux Visualizer. Pada simulasi dengan menggunakan software Velux Visualizer, dimensi dinding dikurangi hingga rata dengan tribun teratas (sisi barat, utara dan timur gedung) dan untuk sisi selatan, tinggi dimensi dinding dikurangi dari 525 cm dari lantai menjadi 325 cm. Dari simulasi tersebut didapatkan intensitas cahaya sebesar 173,5 lux - 397,9 lux(08.00), 539 lux - 681,2 lux (12.00) dan 196,5 lux - 418 lux(16.00).
Pengaplikasian Panel Akustik berbahan dasar Bulu Ayam sebagai Material penyerapan suara pada Ruang Gema Edo Subianto
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 4 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i4.139

Abstract

Karakteristik bulu ayam yang lembut serta berpori berpotensi menciptakan material baru penyerap suara. Studi ini akan menganalisa apakah penerapan material bulu Ayam dalam bentuk panel akustik dapat menyerap besar tekanan suara. Oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap perlakuan dan proses pengukuran panel bulu Ayam tersebut. Hasil studi ini didapatkan tekanan suara mula-mula dalam ruang adalah 48.2 dB untuk tekanan suara minimum, maksimum 55.5 dB dan Leq sebesar 49.3 dB. Setiap jenis suara memiliki tekanan suara yang berbeda-beda, mulai dari suara tembakan, white noise, pink noise, hingga suara berfrekuensi rendah sampai berfrekuensi tinggi. Melalui proses pengukuran daya serap material didaptkan bahwa penyerapan suara berbeda-beda, tergantung jenis suara apa yg diberikan pada saat pengujian, rata-rata penyerapan suara terhadap bulu ayam adalah sebesar 1 – 20 dB.

Page 10 of 24 | Total Record : 237