cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 245 Documents
Konfigurasi Ruang Permukiman Pulau Lakkang Berbasis Mitigasi Bencana Syarif , Edward
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.104

Abstract

Kampung Lakkang terletak di pesisir Sungai Tallo, Kota Makassar dan dikelilingi perairan. Meskipun dikelilingi perairan, namun Kampung Lakkang belum pernah mengalami bencana banjir, air bah maupun tsunami. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya bermukim masyarakat Lakkang telah mempengaruhi konfigurasi ruang permukimannya sehingga dapat beradaptasi dengan bencana alam. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh konfigurasi ruang permukiman tepi air Lakkang terhadap mitigasi bencana. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis spacesyntax dan didukung oleh konsep mitigasi bencana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara bermukim masyarakat Lakkang berkembang dari bermukim alami ke bermukim kolektif. Bermukim kolektif membentuk konfigurasi ruang yang lebih terintegrasi dari ruang yang dibentuk oleh bermukim alami. Budaya bermukim masyarakat Lakkang telah membentuk konfigurasi ruang terbuka dan membentuk ruang-ruang terintegrasi sehingga sesuai dengan konsep mitigasi bencana. Makalah ini dapat menjadi konsep pengembangan permukiman tepian air tanggap bencana berdasarkan kearifan lokal.
Boeh: Elemen Busana Penentu Hierarki Ruang Perempuan pada Masyarakat Budaya Padi Kasepuhan Ciptagelar Astutik, Puji; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 3 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i3.105

Abstract

Ketika berinteraksi dengan padi dan turunannya, masyarakat budaya padi (padi culture) Kasepuhan Ciptagelar selalu mengelola secara ritual dalam satu siklus yang terus berulang. Terdapat relasi signifikan antara waktu, pelaku dan aktivitas memperjalankan padi. Urutan konstelasi ini menghadirkan teritori dan ruang yang baik secara fisik maupun metafisik bagi laki-laki dan perempuan. Ruang perempuan hadir pada saat ritual padi dilaksanakan. Kehadirannya dikenali secara langsung dari busananya. Boeh, elemen busana dari relasi sakuren domain budaya busana menandakan pemakainya sebagai pemimpin ritual sekaligus entitas ke-3 dari relasi sakuren. Setiap realitas menunjukan hierarki ruang perempuan yang berjenjang. Dengan menggunakan metode kualitatif-eksplanatif melalui paradigma empiris, dengan hipotesis penelitian. Penelitian antropologi-arsitektur ini bertujuan untuk menguji teori domain budaya busana yang dipakai pada saat ritual sebagai penentu hierarki ruang perempuan. Hasil penelitian membuktikan dan memperkuat hipotesis, bahwa domain budaya busana yang menghadirkan boeh pada perempuan saat ritual menunjukan hierarki tertinggi dari ruang perempuan.
Singkretisme Islam – ‘to manurung’ pada Rumah Panggung Tiang Tunggal di Desa Limbung Enrekang Sir, Mohammad Mochsen; A. S., Zulkarnain
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 3 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i3.106

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya informasi maupun pengetahuan mengenai fenomena rumah tradisional yang hanya memiliki satu tiang utama dan dibangun di atas tanah adat Limbuang, serta secara visual pada fasad rumah tradisional tersebut menggunakan simbol-simbol Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui singkretisme islam dengan kepercayaan To Manurung pada Rumah Tradisional Tiang Tunggal baik yang bersifat tangible maupun intangible. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif, lokasi penelitian berada di Desa Limbuang Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan filosofi 1 (tunggal) dan 12 pada rumah ini, terletak pada tiang utama, jumlah anak tangga, kamar, jendela, atap dan bubungan rumah. Makna filosofi dari tunggal dalam pandangan Islam adalah ke-Esa-an Allah dan dalam pandangan adat dinisbatkan pada To Manurung, sedangkan angka 12 pada pandangan islam sebagai angka-angka yang terdapat dalam Alquran yang memiliki makna khusus, dan dalam pandangan adat angka 12 disimbolkan sebagai 12 jejak kaki (to manurung dengan 5 orang menterinya).
Tata Spasial Candi Bahal I, II dan III di Padang Lawas Utara, Sumatera Utara Siswanto, Ari; Ardiansyah; Wargadalem, Farida R.; Indriastuti, Kristantina
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 3 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i3.107

Abstract

Situs percandian Bahal di Padang Lawas Utara yang terdiri dari tiga kompleks yang berdekatan memberikan gambaran pola tata spasial yang terkait dengan lingkungannya. Masing-masing kompleks percandian memiliki tata spasial yang berbeda karena jumlah massa yang berbeda. Tujuan penelitian adalah mengkaji tata spasial kompleks percandian Bahal I, II dan III serta menganalisis keterkaitannya dengan karakteristik candi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan melalui kegiatan observasi, pengukuran, penggambaran dan wawancara di lapangan. Layout candi Bahal I, II dan III membentuk konfigurasi massa dan spasial yang jelas. Ketiga kompleks percandian tersebut menunjukkan axis yang kuat serta hierarkhi yang jelas berdasarkan pada jumlah massa candi Perwara dan dimensi candi utama. Axis yang terbentuk dari pola tata spasial telah mempertegas candi sebagai bangunan suci yang memiliki formalitas dan keseimbangan yang sangat kuat.
Pendampingan Desain Pemanfaatan Lahan Terlantar di Kompleks Perumahan melalui Pendekatan Komunitas Dewiyanti, Dhini; Natalia, Tri Widianti; Aditya, Nova Chandra
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 3 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i3.108

Abstract

Fenomena adanya lahan kosong yang tidak terawat dalam sebuah lingkungan perumahan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu karena dianggap sudah tidak diawasi oleh pemilik tanah yang sah, seringkali terjadi. Jika terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama, terkadang pemanfaat lahan tersebut membuat duplikasi sertifikat dengan cara ilegal yang di kemudian hari akan terjadi sengketa dengan pemilik tanah yang sah. Kegiatan pendampingan masyarakat ini dilakukan pada lahan milik Rukun Warga di lingkungan Perumahan Dosen UNPAD, Cigadung, Bandung, yang memiliki beberapa lahan “hilang” status karena diakui oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Lahan yang akan digarap, sementara ini terlihat tidak terawat dan dikhawatirkan akan diakui oleh pihak lain apabila tidak segera dimanfaatkan. Melalui pendekatan komunitas, mahasiswa yang dilibatkan pada kegiatan pengabdian ini, melakukan aktivitas mulai dari pengukuran, pemetaan, wawancara kepada sejumlah tokoh masyarakat, serta warga. Kegiatan ini memberikan sebuah kesadaran mengenai pentingnya sebuah kerjasama dan komunikasi yang terjalin antar generasi, mengingat komunitas warga memiliki rentang usia yang beragam.
Strategi Adaptasi Model Rumah Panggung Permukiman Tepi Sungai Musi Palembang Wicaksono, Bambang; Anwar, Widya Fransiska Febriati; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 3 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i3.109

Abstract

Bentuk eksistensi rumah di tepi sungai Musi berupa rumah-rumah panggung. Perkembangan rumah panggung tepi Sungai Musi di pengaruhi peranan eksistensi sungai Musi. Pilihan membangun rumah panggung merupakan bentuk adaptasi masyarakat yang tinggal dan menetap pada permukimannya. Berbagai strategi adaptasi oleh masyarakat tidak terlepas dari kondisi tanah dan kondisi geografi sungai Musi yang selalu tergenang air. Ketinggian tiang rumah tersebut merupakan salah satu strategi adaptasi terhadap pasang-surut air sungai Musi pada musim hujan. Kondisi sungai Musi mengalami perubahan oleh geografi sungai cenderung membuat masyarakat berupaya mengatur kondisi tersebut (Adjustment) agar dapat memenuhi kebutuhan penghidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya dari kecenderungan masyararakat permukiman tepi sungai Musi dalam beradaptasi dengan lingkungan yang di atur oleh alam dan upaya merubah lingkungan sebagai cara mempertahankan lingkungan permukiman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur. Analisis dilakukan secara kualitatif pada variabel bangunan, masyarakat, dan produk dari identifikasi permukiman tepi sungai. Hasilnya menunjukkan bahwa rumah di tepi sungai mengalami perubahan fisik pada bangunan, baik dari segi fungsi maupun bahan bangunan.
Studi Identifikasi Sebaran Permukiman Etnik Di Ternate Asriany, Sherly; Raffel, Anthonius F.; Munir, Arham; Harbelubun, Muh.Muzni; Ridwan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 3 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9e3.110

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai keragaman etnis terbesar di dunia, dengan 931 suku, 600 bahasa daerah, dan jenis kekayaan budaya lainnya. Permukiman sebagai salah satu hasil fisik kebudayaan masyarakat Indonesia. Peran nilai-nilai solidaritas yang ada pada masyarakat menunjukkan bahwa permukiman etnik tidak terlepas dari pengaruh sosial budaya. Elaborasi bentuk sosial dan budaya ke dalam lingkungan tercermin dari identitas bentuk fisik ruang. Ada saling keterkaitan antara fisik, sosial, dan budaya dalam membentuk morfologi permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran permukiman etnik yang ada di Ternate, Maluku Utara. Penelitian ini berada dalam paradigma naturalistik. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan antara lain melalui: survei, observasi, wawancara, fotografi dan skeksa, serta kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi (triangulation analysis). Adapun temuan dari penelitian ini adalah sebaran permukiman etnik di Ternate. Sedangkan benteng Fort Oranje, Masjid Sultan, dan Kadaton Sultan sebagai pengikat diantara permukiman etnik yang ada di Ternate.
Identifikasi dan Pola Hubungan Karakteristik Pejalan Kaki Dengan Alasan Berjalan di Sepanjang Jalan Braga Natalia, Tri Widianti; Rohmawati, Tatik
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.64

Abstract

Jalan Braga memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan Kota Bandung. Jalan Braga sangat populer di Kota Bandung sejak didirikan pada zaman Kolonial dan menjadi salah satu Jalan yang paling favorit di Kota Bandung. Hal ini meningkatkan aktivitas dan mobilitas pejalan kaki yang cukup tinggi di Jalan Braga. Aktivitas dan mobilitas yang cukup tinggi ini perlu diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Fasilitas yang disediakan tentunya harus didasarkan pada aktivitas para pejalan kaki. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi alasan berupa kegiatan yang dilakukan oleh pejalan kaki di sepanjang Jalan Braga serta melihat pola hubungannya dengan karakteristik sosiodemografi. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan metode analisis distribusi dan analisis cluster. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh pejalan kaki di trotoar Jalan Braga adalah menikmati suasana Jalan Braga dan alasan ini memiliki hubungan kedekatan dengan pejalan kaki laki-laki yang berjalan bersama keluarga dan pasangan.
Arsitektur Masjid Sunan Gunung Jati Cirebon sebagai Akulturasi Budaya Islam, Jawa, dan Cina Siswoyo, Suhandy; Nuryanto; Mardiana, Riskha
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.56

Abstract

Masjid berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah dan syiar, tetapi juga menjadi tempat untuk mengatur siasat perang melawan penjajah. Peranan Wali Sanga dalam proses menyebarkan agama Islam, ternyata memiliki hubungan yang sangat erat dengan arsitektur masjidnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan karakteristik bentuk arsitektur Masjid Sunan Gunung Jati Cirebon yang dipengaruhi oleh budaya Jawa berakulturasi dengan Cina. Lokasi yang diteliti fokus pada Masjid Sunan Gunung Jati di Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Kawasan masjid yang diteliti meliputi: Langgar Agung Karaton Kasepuhan, Masjid Dok Jumeneng, dan Masjid Pajlagrahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskripstif kualitatif dengan cara mengobservasi dan mendeskripsikan kembali kondisi Masjid Sunan Gunung Jati dan kawasannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya karakteristik arsitektur yang khas pada Masjid Sunan Gunung Jati, yaitu: (a) Bentuk denah dan tampak yang simetris; (b) Tata ruang luar atau lansekap yang khas Sunda, Jawa berpadu dengan Cina; (c) Material masjid yang semuanya berasal dari alam; (d) Ornamen atau ragam hias masjid sebagai akulturasi Budaya Hindu, Islam, Jawa, dan Cina; (e) Site plan masjid; (f) Struktur dan konstruksi, termasuk akulturasi Islam, Jawa, dengan Cina.
Teknologi Konstruksi Rumah Kayu Tradisional Mandailing Nasution, Irma Novrianty; Alvan, Syahreza; Hadibroto, Bambang; Sarwa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.49

Abstract

Sibanggor Julu merupakan perkampungan tradisional yang terletak di wilayah etnis Mandailing, Sumatera Utara. Perkampungan diwarnai oleh rumah-rumah kayu yang dibangun dengan keterampilan yang turun-temurun. Namun, keterampilan itu perlahan hilang oleh perubahan budaya dan ekonomi. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi, menginventarisasi teknologi dan keterampilan membangun rumah kayu tradisional guna mempertahankan eksistensinya. Kegiatannya antara lain membuat gambar teknis, mengidentifikasi bahan lokal dan keterampilan ketukangan. Metode yaitu eksperimental dan kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif analitik. Sumber data diperoleh dari pengamatan, wawancara, literatur, dan pengujian laboratorium. Hasil penelitian ditemukan bahwa bahan bangunan lokal dan cara membangun tradisional masih berlangsung hingga kini. Keberlanjutan teknologi dan keterampilan ketukangan dikhawatirkan berhenti karena ketersediaan bahan lokal dan pergeseran perekonomian masyarakat. Oleh karena itu perlu dilakukan perawatan, perbaikan, pelatihan tukang untuk keberlanjutan pengetahuan tradisonal. Disamping memilih bahan yang memiliki sifat dan kekuatan yang mirip kayu lokal, serta memberi perkuatan pada struktur sebagai upaya mempertahankan pengetahuan dan keterampilan ketukangannya.

Page 8 of 25 | Total Record : 245