cover
Contact Name
Teuku Salfiyadi
Contact Email
atjeh1983@gmail.com
Phone
+628116822215
Journal Mail Official
atjeh1983@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Kampus Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh Kab Aceh Besar
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JEUMPA
ISSN : -     EISSN : 29646731     DOI : https://doi.org/10.30867/jeumpa.v1i2.123
JUEMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dengan nomor (e-ISSN: 2964-6731), merupakan jurnal ilmiah hasil kegiatan pengabdian yang dialkukan dosen, mahasiswa dan masyarakat yang diterbitkan oleh Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes KemeLembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Aceh. Jurnal ini membahas beberapa permasalahan umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan ke masyarakat. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang dilakukan dosen yang telah dicapai dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini fokus pada masalah yang berhubungan dengan layanan masyarakat. terkait dengan Topik-Topik berikut: Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat, Pelatihan Kader Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bidang Kesehatan, KKN Mahasiswa, Kebencanaan dan Pengembangan Ilmu Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2023): EDISI II" : 6 Documents clear
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pentingnya Pemahaman Keluarga Tentang Kondisi Fisik Rumah Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Pada Balita Fathimi, Fathimi; Hilma Yasni; Asmanidar; Orisinal; Asri Jumadewi
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.323

Abstract

The causing ARI; host (smoking, ability of host to transmit infection, immunity, nutritional status, previous infection/concurrent infection with other pathogens, general health condition). Characteristics of the pathogen (mode of transmission, infectivity, virulence, number, dose, inoculum size). Environmental conditions (air pollutants, density of family members, temperature, humidity, cleanliness, ventilation, season). Availability of health services (vaccines, access to health services, capacity of isolation rooms). Humans are exposed to air pollution through eye contact and respiratory tract, particulates enter the body through breathing and settle in the lungs to the alveoli. Particulate impacts can occur directly or indirectly. Directly causes: eye, nose, throat irritation, headache, nausea, muscle aches, asthma and flu. After several years of exposure: decreased lung function, heart, lung cancer can be fatal. The importance of raising awareness and understanding of the community, especially those who have toddlers through health counseling efforts for the physical environment of the house.
Pelatihan Kader Kesehatan Gigi Dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Pada Masa Resiliensi Pasca Covid-19 Di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh 2022 Wirza; Febriani, Henny
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.354

Abstract

Pelatihan kader kesehatan gigi dalam meningkatkan kesiapsiagaan penularan Covid-19 pada Kader dapat menumbuhkan komitmen dari masyarakat dalam penerapan patient safety dan pengendalian infeksi yang mutlak tidak boleh diabaikan. Kader Kesehatan sebagai ujung tombak masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan dan membantu upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Kader ini harus diberikan penyuluhan/pelatihan yang berkesinambungan dan terprogram. Selain sebagai pelaksanaan rutin, kader juga bertugas memberikan penyuluhan terkait kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu, Kader harus menguasai berbagai keterampilan dan pengetahuan teknis. Dalam kegiatan ini dilakukan pelatihan bagi para relawan dengan harapan para Kader dapat mentransfer ilmu yang diterima untuk disampaikan kembali kepada masyarakat khususnya pada kelompok yang berisiko tinggi terhadap penyakit gigi dan mulut. Kegiatan yang dilakukan lebih mengarah pada pelayanan promotif, preventif yang dilakukan dalam upaya kesehatan berbasis masyarakat, yaitu suatu bentuk kegiatan dimana peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan dikelola oleh kader dengan sasaran seluruh masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adanya peningkatan yang signifikan sesudah dilaksanakan pelatihan kader di kecamatan baiturrahman. Dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan terhadap materi kesehatan gigi dan mulut, ketrampilan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan tehnik menyikat gigi yang baik dan benar.
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam rangka Menurunkan Indeks Plak pada murid SDN 1 Ajun Jeumpet Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Reca, Reca; Salfiyadi, Teuku; Cut Aja Nuraskin; Srirahayu, Eka; Nurhaida
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.357

Abstract

Dental plaque is the most potential factor for dental disease. This community service aimsto conduct dental health counseling in reducing plaque index in SDN 1 students adjunct jeumpet kec. Darul Imarah Aceh Besar Regency. This community service is descriptive method, with the target being Class I and I1 students at SDN Ajun Jeumpet Aceh Besar Regency totaling 30 people. Data analysis using univariate analysis. The intervention provided was in the form of counseling, plaque index examination, and toothbrush. The results showed a decrease in plaque index before and after intervention (counseling) namely before intervention (counseling) (100%) with bad category namely (2.1-3.0), to (70%) plaque index with good category ie (0-1) after intervention (counseling). It can be concluded that there was a decrease in plaque index after counseling. It is recommended to the school that there is regular counseling to students about the importance of maintaining oral and dental health.
Program Pengendalian Tekanan Darah Melalui Implementasi Senam Hipertensi Reza Maulita, Firsilia; Afkarina, Dina; Rama Aji, Rizki; Susanto, Tantut; Kurdi, Fahruddin
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.371

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius baik di Indonesia maupun di Dunia Hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia. Usia produktif merupakan kelompok risiko yang rawan terkena hipertensi. Metode pengukuran dari intervensi ini menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimen dengan one-group pretest-posttest design dimana mengukur perbandingan antara sebelum dan sesudah diberikan treatment berupa senam hipertensi. Berdasarkan hasil kegiatan terjadi penurunan tekanan darah setelah dilakukan senam hipertensi sebanyak empat kali masing-masing satu kali per minggu. Penurunan rata-rata tekanan sistolik dari yang tertinggi 160 mmHg menjadi 125 mmHg dan tekanan diastolik tertinggi 100 mmHg menjadi 80 mmHg. Kata kunci: senam hipertensi, pengendalian, tekanan darah
Penyuluhan Kesehatan Tentang Upaya Pencegahan Stroke Melalui Pengelolaan Hypertensi di Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh Nurhayati; Ainal Mardhiah; Nurlaili Ramli; T. Alamsyah; Ratna Wilis
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.377

Abstract

Hipertensi menempati urutan pertama dengan persentase tertinggi pada setiap klasifikasi umur terkait Lansia, dan penyakit stroke  pada peringkat ke tiga dari sepuluh masalah kesehatan lanjut Usia. Kegiatan bertujuan agar lansia mampu melaksanakan upaya pencegahan stroke dengan pengelolaan hipertensi dengan jumlah responden 33 lansia yang terdiri dari 10 laki-laki dan 23 perempoan. Instrument berupa kuesioner  terdiri dari 20 pernyataan dengan dichotomi Choice untuk pengetahuan dan Multiple Choice untuk Perilaku. hasil diketahu terdapat kestabilan nilai tekanan darah sebanyak 22 responden (64%), dan penurunan nilai tekanan darah sebanyak 11 responden (33%). Peningkatan pengetahuan lansia berada pada kategori baik  meningkat saat postest sebanyak 91% dibanding saat pretes 67%. Demikian juga dengan perilaku Lansia saat pretes berada pada kategori baik sejumlah 55, dan meningka saat postest sebanyak 87%. Saran bagi Pengelola UPTD RSGS Ulee Kareng Banda Aceh untuk dapat mempertahankan kegiatan olah raga berupa senam lansia yang sudah dijalankan pada setiap hari kamis pagi dan dapat memotivasi warga lansia untuk selalu bersedia melakukan chek/pengukuran tekanan darah minimal 1 kali seminggu. 
Peran Masyarakat Dalam Bidang Pendidikan Kesehatan Kesehatan Gigi Untuk Mendukung Transformasi Kesehatan Salfiyadi, Teuku; Andriani; Elfi Zahara; Intan Liana
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.464

Abstract

Health education is important and the first step in increasing knowledge about health. The results of this service had a positive impact on cadres in increasing knowledge of dental health where the respondents' knowledge score before the intervention (pre-test) was in the sufficient category (62%), the largest distribution of respondents' knowledge immediately after the intervention (post test I) was in the good category (84%) and the largest distribution of respondents' knowledge one month after the intervention (post test II) was in the good category (100%). Shows that the largest distribution of respondents' practices before the intervention (pre-test) was in the sufficient category (64%). While the respondents' attitude scores after the intervention (post test I) were in the good category (92%), the largest distribution of respondents' practices one month after the intervention (post test II) was in the good category (96%). The conclusion is that the results of this service have succeeded in increasing cadres' knowledge of the importance of maintaining education from an early age. Apart from that, improving cadres' behavior will also increase the health of their families' teeth. With a regular and effective dental care routine, the risk of caries can be reduced.

Page 1 of 1 | Total Record : 6