cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
The Effect Of Capital Expenditure On Financial Performance With Good Corporate Governance As A Moderating Variable Made Susilawati; Parlindungan Dongoran; Tita Safitriawati; Siti Hawa; Neneng Widayati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.1077

Abstract

This research is quantitative with an explanatory approach, namely an approach that has a fulcrum in previous research. The data used in this research is primary, which the researcher obtained from the annual report of the National Statistics Agency from 2015 to 2024. The data that the researcher obtained was analyzed using the smart PLS 4.0 analysis tool. The result in this article shows that the Capital Expenditure variable can have a positive relationship and an insignificant influence on Company Performance because the P-values are positive and below the 0.05 significance level, namely 0.063. These results are inconsistent with the second study. These results indicate no positive relationship between regional Capital Expenditure and good regional Financial Performance. Other relevant factors include Good Corporate Governance, Regional Original Income, etc. The second hypothesis in this article also shows a positive but insignificant relationship because the P-values are at 0.051, less than 0.05. Based on this, it can be concluded that this article's first and second hypotheses cannot be accepted.
Klasifikasi Indikator Kinerja Rantai Pasok Kesehatan Menggunakan Metode SCOR Mohamad Fismanda Shabari; Iwan Vanany
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1027

Abstract

Memastikan ketersediaan, dan ketahanan sistem layanan kesehatan maka dibutuhkan penilaian serta perkembangan pada kinerja rantai pasok kesehatan. Dengan banyaknya indikator kinerja ini, mengharuskan adanya pemahaman dari setiap indikator kinerja yang berkaitan agar strategi peningkatan dapat dilakukan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan indikator kinerja rantai pasok kesehatan menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Metode ini memiliki lima proses utama pada rantai pasok yaitu Plan, Source, Make, Delivery, and Return. Lalu dilakukan validasi indikator kinerja menggunakan fuzzy delphi Method hingga mendapatkan nilai crisp >0.8 agar indikator tersebut dapat dikatakan tervalidasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 27 indikator kinerja yang tersebar dalam 5 dimensi proses utama berdasarkan pendekatan SCOR dan mendapatkan rata-rata nilai crisp sebesar 0.851. Dengan demikian, pelaku kegiatan rantai pasok dapat lebih optimal apabila menggunakan 27 indikator kinerja tersebut sebagai pedoman.
Waste Assessment Model untuk Peningkatan Produktivitas dalam Bisnis Jasa Bengkel Sudiantoro, Rifqi Ariqoh; Singgih, Moses Laksono
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1044

Abstract

Produktivitas adalah indikator penting dalam mengukur kinerja di industri jasa perbengkelan, yang prosesnya rentan terhadap pemborosan (waste). Studi kasus pada Perusahaan XYZ menemukan inefisiensi dalam layanan perbaikan mesin kompresor, dengan nilai Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) awal hanya 47,1%, mengindikasikan bahwa lebih dari setengah waktu proses tidak memberikan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan merancang model peningkatan produktivitas menggunakan pendekatan Lean Thinking. Metodologinya mengintegrasikan Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan proses, Waste Assessment Model (WAM) untuk memprioritaskan waste, dan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar masalah. Hasil WAM menunjukkan Defect dan Overprocessing sebagai waste paling berpengaruh, dengan akar penyebab berupa kurangnya standarisasi diagnosis dan alur informasi kerja. Langkah perbaikan yang diusulkan berfokus pada kerangka 5S dan standardisasi proses, seperti implementasi SOP Diagnosis dan Formulir Order Perbaikan. Penelitian ini menghasilkan model perbaikan terstruktur dengan mengintegrasikan VSM, WAM, dan RCA, dimana proyeksinya mampu mengurangi waktu tidak bernilai tambah hingga 120 menit dan meningkatkan nilai MCE menjadi 53%. Model ini memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan bengkel serupa dan kontribusi ilmiah dalam penerapan WAM di sektor jasa.
Pengaruh Safety Culture Terhadap Kepatuhan Pekerja Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri di Industri Furniture Arby Yudha Maulana; Adithya Sudiarno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1046

Abstract

Industri furnitur di Indonesia berkembang pesat dan berkontribusi pada ekonomi, namun memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi yang diakibatkan oleh mesin, bahan kimia, dan debu kayu. Kepatuhan pekerja dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) masih rendah, dipengaruhi oleh budaya keselamatan kerja (safety culture). Penelitian ini bertujuan (1) mengukur kematangan safety culture di PT XYZ, (2) menganalisis pengaruhnya terhadap kepatuhan penggunaan APD, dan (3) merancang strategi perbaikan berbasis Safety Model Canvas (SMC). Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei dan observasi pada pekerja produksi. Safety culture diukur dengan model SMC (sembilan dimensi), sementara kepatuhan APD dianalisis berdasarkan teori Lawrence Green (faktor predisposisi, pendukung, penguat). SEM (Structural Equation Modeling) digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan safety culture PT XYZ pada tingkat calculative (nilai 3,715). risk perceived (3,670) terendah, sementara Engagement & Involvement (3,774) tertinggi. SEM mengidentifikasi 10 dari 13 hubungan hipotesis signifikan secara positif. Strategi perbaikan SMC memprioritaskan risk perceived untuk meningkatkan budaya keselamatan. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan budaya keselamatan guna meningkatkan kepatuhan APD, mengurangi kecelakaan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Pengendalian Kualitas Dan Analisis Produk Margarine Blue Team Dengan Menggunakan Peta Kontrol Dan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Guna Meminimalkan Produk Cacat: (Studi Kasus: Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit) Rahmat Fachrizal; Moh. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1070

Abstract

Dalam sektor industri, salah satu hal yang diperhatikan oleh konsumen ketika memilih produk adalah mutu produk. PT. ABC adalah yang salah satu pabrik pengolah minyak kelapa sawit mentah dan menghasilkan banyak produk turunan, salah satunya adalah margarin Blue Team yang diekspor ke banyak negara. Untuk tetap kompetitif di pasar global, PT. ABC terus menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan menerapkan sistem pengendalian kualitas yang ketat. Penelitian ini bermaksud guna meminimalkan kecacatan dan menyusun prioritas perbaikan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) serta Peta Kendali P. Metode FMEA digunakan untuk menghitung Risk Priority Number (RPN) dari setiap mode kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk koyak mempunyai nilai RPN teratas sebesar 232, diikuti dengan produk keluar dari kardus sebesar 82, produk terkontaminasi bakteri sebesar 71, dan plastik produk rusak sebesar 23. Selanjutnya, Peta Kendali digunakan untuk mengatur proporsi barang-barang yang tidak sesuai syarat kualitas atau rasio dari produk yang gagal dalam suatu proses. Berdasarkan hasil analisis, strategi perbaikan difokuskan pada peningkatan pelatihan operator, program pemeliharaan, dan pengecekan secara berkala, dengan pendekatan ini, perusahaan diharapkan mampu menurunkan taraf kecacatan dan mengembangkan mutu produk margarin Blue Team secara kontinu.
Analisis Ergonomi Lingkungan Kerja pada UMKM Sablon: (Studi Kasus: Tonight Sablon) Muhammad Nur Wahyu Hidayah; Galih Mahardika Munandar; Sawiji; Imam Samsul Maarif
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ergonomi lingkungan kerja pada UMKM Tonight Sablon dengan fokus pada tiga parameter utama, yaitu suhu, tingkat kebisingan, dan intensitas pencahayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi langsung dan pengukuran empiris menggunakan alat termometer digital, pengukur tingkat suara, dan lux meter. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban pada beberapa ruang produksi berada di luar ambang batas yang direkomendasikan yaitu suhu diatas 28 derajat celcius dan kelembaban diatas 60%, yang berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan dan stres panas pada pekerja. Tingkat kebisingan di ruang sablon melebihi nilai ambang batas 85 dB, sehingga berisiko terhadap kesehatan pendengaran dan menurunkan produktivitas. Selain itu, pencahayaan di seluruh area kerja juga tidak memenuhi standar minimum 500 lux untuk pekerjaan agak halus, yang dapat mempengaruhi ketelitian kerja dan kesehatan mata. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip ergonomi dan K3 dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan sistem ventilasi, penggunaan alat pelindung diri, serta optimalisasi pencahayaan buatan.
Optimasi Proses Pirolisis Pada Sampah Plastik LDPE (Low Density Polythylene) Menggunakan Pendekatan RSM (Response Surface Methodology) Menjadi Bahan Bakar Minyak Ainun Nadiya Alya Salsabila; Kusmiyati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1078

Abstract

Penelitian ini mengombinasikan LDPE, katalis zeolit alam, dan optimasi proses menggunakan Response Surface Methodology (RSM) berbasis Central Composite Design (CCD) untuk memaksimalkan yield minyak pirolisis melalui laju pemanasan (10–30 °C/menit) dan berat katalis (10–30 g). Kondisi optimal tercapai pada laju pemanasan 10 °C/menit dan berat katalis 24,04 g, menghasilkan 523,83 mL atau 52,38% yield terhadap masa umpan. Analisis GC-MS menunjukkan dominasi methyl ester of ricinoleic acid (39,44%), oleic acid (16,22%), dan 9-octadecenoic acid, methyl ester (10,25%) dengan karakteristik fraksi yang umum ditemukan pada solar. Model kuadratik signifikan (R²= 0,9394) membuktikan efektivitas RSM dalam optimasi konversi LDPE.
An Ambidextrous AI Governance Framework for Smart Cities to Enhance IT Governance and Data Security Agustinus Fritz Wijaya; A’ang Subiyakto; Adhe Ronny Julians; Merryana Lestari; Gloria Batseyba Warella
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.1082

Abstract

This study proposes an ambidextrous AI governance framework grounded in COBIT 2019 to guide the deployment of artificial intelligence in smart city infrastructures while ensuring robust IT governance and data security. The framework blends exploration‑exploitative governance strategies to support innovation in smart urban management, while maintaining accountability, risk control, and regulatory compliance. State‑of‑the‑art review includes AI governance adaptations of COBIT 2019. The study achieved measurable improvements in governance maturity, with notable increases such as a 69.2% enhancement in DSS05 (Manage Security Services) and a 60.7% improvement in APO12 (Managed Risk). The literature review was based on a targeted analysis of peer-reviewed sources published between 2020 and 2025, ensuring relevance to AI governance in smart cities. Keywords are arranged from general to specific to improve indexing and clarity: AI Governance, Smart Cities, COBIT 2019, Ambidextrous Governance, Data Security.
A Mixed-Integer Linear Programming Model for the Rice Supply Chain in Karawang Regency to Minimize Costs Agus Mansur; Pratiwi, Annisa Indah; Prawibowo, Syafa Thania
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1083

Abstract

The rice supply chain in Indonesia plays a vital role in national food security, where efficient distribution ensures price stability and availability in the market. However, the complexity of multi-echelon systems often leads to inefficiencies in procurement, production, and distribution. This study aims to develop a Mixed-Integer Linear Programming (MILP) model to optimize the rice supply chain in Karawang Regency, focusing on cost minimization while integrating environmental and risk considerations. Using dummy data on supply, demand, production, distribution, labor, and emissions, the model was tested with Microsoft Excel Solver. The results show that procurement from farmer groups is the largest cost component (51.24%), followed by production (23.96%) and distribution (23.19%), with a total cost of USD 1,783,113,142. Optimization achieved a 13% cost reduction and a 9% emission reduction compared to non-optimized conditions, while risk assessment identified M2–J2 supply (RPN = 20) and J1 production (RPN = 16) as the most critical hazards. These findings suggest practical implications for Perum Bulog and policymakers, including strengthening procurement planning, optimizing warehouse allocation, and adopting cleaner production technologies to improve both efficiency and sustainability. The novelty of this study lies in integrating hazard-based risk assessment with MILP for a regionally strategic rice supply chain, while simultaneously considering cost efficiency and carbon emission constraints. This provides both theoretical contributions to sustainable supply chain optimization and practical strategies for policy driven food security.
Analisis Potensi Kecelakaan Kerja Pada Pabrik Tahu Dengan Menggunakan Metode HIRARC: (Studi Kasus: Pabrik Tahu BJ) Muhammad Hamzah Alawi; Nana Rahdiana; Karnadi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1089

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keselamatan pekerja di Berkah Jaya, sebuah industri pengolahan tahu, dengan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan mengembangkan saran manajemen. Metodologi yang digunakan adalah HIRARC. Dalam penelitian ini, kami mengidentifikasi bahaya dalam tujuh proses kerja kritis, mengevaluasi risiko berdasarkan probabilitas dan efek, serta menerapkan pengendalian menggunakan teknik, administrasi, dan APD. Sebagai dasar langkah-langkah pengendalian, Peneliti menggunakan sistem skor risiko untuk mengevaluasi setiap risiko yang terdeteksi dan mengklasifikasikannya. Temuan menunjukkan adanya bahaya yang signifikan bagi pekerja di seluruh proses berikut: pencucian, perendaman, penggilingan, perebusan, penggumpalan, pencetakan, dan pemotongan. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pengendalian berdasarkan substitusi, teknik, dan pengendalian administratif dapat menurunkan risiko yang awalnya tinggi ke kategori sedang dan rendah. Dengan adanya pengendalian tersebut, tingkat risiko di semua proses kerja yang diperiksa menurun, sehingga tempat kerja menjadi lebih aman bagi semua orang. Untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja di pabrik tahu, pendekatan HIRARC dan pengendalian berbasis teknik dan administrasi telah berhasil. Temuan penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai langkah-langkah pengendalian di masa mendatang yang juga dimaksudkan untuk membuat tempat kerja pabrik lebih aman, lebih sedikit rawan kecelakaan, dan lebih menyadari pentingnya keselamatan kerja.