cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Work Environment as a Moderating Variable of the Influence of Work Ethic on Employee Performance Widya Lusi Arisona; Ifadhila; Muh Amrih; Ade Sarengat Pakanheran; Raihan A. Hanasi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.1049

Abstract

This research is a quantitative study with an explanatory approach, an approach that makes previous studies the main foundation for proving hypotheses at a higher stage, namely the proof stage. The data obtained by the researcher came from two hundred and ninety-five employees of Bank Mega Syari'ah spread throughout Indonesia  The data obtained by the researcher was analyzed using the smart PLS 4.0 analysis tool. The result in this article show that the first hypothesis in this study, namely that the Work Ethics variable can have a positive relationship direction and a significant influence on Employee Performance and the Work Environment variable can strengthen the influence of the Work Ethics variable on Employee Performance. Based on the results of the third table above, the first hypothesis in this study can be accepted because the P-Values are positive and below the 0.05 significance level, namely 0.028. These results indicate that a good Work Ethics can create good relationships with superiors, fellow coworkers, and can make it easier for employees to complete their work. In the next hypothesis, the results of the third table above also show that the Work Environment variable can moderate the influence of the Work Ethics variable on Employee Performance. Based on this, the first and second hypotheses in this article.
Thuggery Practices: Their Impact on Investment Development in Indonesia Rieneke Ryke Kalalo; Sri Sungkowati; Muhamad Azkia; Ade Risna Sari; Asterina Anggraini
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.1060

Abstract

This study is a qualitative study with a descriptive approach, namely an approach that details the main topics in this article. These main topics include thuggery, investment, and investment decisions. The data used in this study is secondary data obtained by the researcher from various credible sources such as scientific articles, books, scientific magazines, and other sources commonly used in any research. The data used is analyzed through the stages of data collection, data reduction, data selection, and concluding. The result in this article show that the phenomenon of thuggery can damage investment development. The Chairman of the Industrial Estate Association (HKI), Sanny Iskandar, revealed that thuggery hampers investment. He stated that losses amount to hundreds of trillions due to cancelled investments and withdrawals from industrial areas. Investors flee because many community organizations or mass organizations force their involvement in the construction process or factory activities. In addition to Sanny Iskandar's opinion above, the Kompas investigative team's report results found that thuggery in industrial areas is a serious obstacle to investment. This disruption occurs systematically and involves community organizations, officials, and village officials who often use their positions to pressure companies
Perencanaan Pemeliharaan Mesin Injection Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) pada Produksi Komponen Karet Otomotif Muhammad Ihsan Aprilianto; Ikhsan Romli; Hendi Herlambang
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1063

Abstract

Perusahaan produksi komponen karet menghadapi tantangan signifikan akibat tingginya frekuensi kerusakan mesin injection yang berdampak pada downtime produksi, degradasi kualitas output, dan eskalasi biaya operasional. Studi ini menganalisis lima mesin injection (unit 3, 4, 12, 16, dan 20) berdasarkan data historis kerusakan periode Januari–Desember 2024. Metodologi penelitian menerapkan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) yang mengintegrasikan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Logic Tree Analysis (LTA), dan Task Selection untuk evaluasi komprehensif. Analisis kuantitatif menggunakan distribusi probabilitas (lognormal, Weibull, dan normal) dalam perhitungan Time to Failure (TTF) dan Time to Repair (TTR) melalui software Minitab 22. Hasil FMEA mengidentifikasi komponen Screw pada Injection 16 sebagai elemen paling kritis dengan Risk Priority Number (RPN) 288. Analisis LTA mengungkap 67% mode kegagalan terdistribusi dalam kategori Outage Problem (53%) dan Economic Problem (14%), dengan 73% bersifat non-evident yang memerlukan condition monitoring. Interval perawatan optimal yang ditetapkan meliputi: Injection 3 (140.2 jam), Injection 4 (578.8 jam), Injection 12 (622.6 jam), Injection 16 (337 jam), dan Injection 20 (185 jam). Implementasi strategi pemeliharaan berbasis RCM berpotensi mengurangi downtime hingga 60% dan meningkatkan availabilitas mesin secara signifikan, memberikan kontribusi praktis bagi optimalisasi operasional manufaktur.
Analisis Penyebab Shortage Palet Menggunakan Metode FMEA untuk Optimalisasi Produksi Indah Nurcahyani; Gusman Simon; Susan Kustiwan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1065

Abstract

Ketersediaan palet adalah faktor penting dalam proses produksi dan distribusi di PT. XYZ. Kekurangan palet dapat menghambat kelancaran produksi, meningkatkan biaya operasional, dan menurunkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab utama shortage palet dan memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).Metode ini menilai risiko potensi kegagalan berdasarkan tiga indikator utama: severity, occurrence, dan detection, yang menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan data internal perusahaan dari Desember 2024 hingga Februari 2025.Hasil penelitian menunjukkan penyebab utama shortage meliputi rusaknya palet, kesalahan administrasi, dan kurangnya sistem pelacakan yang efektif. Nilai RPN tertinggi sebesar 432 berasal dari kondisi palet rusak, sedangkan nilai RPN kedua tertinggi sebesar 343 terkait kesalahan administrasi. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pelacakan berbasis barcode, pelatihan untuk admin, dan perbaikan alur distribusi palet dapat secara signifikan mengurangi risiko shortage. Hal ini akan meningkatkan efisiensi produksi dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan pelanggan.
Analisis Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Dengan Metode Hirarc Pada Bidang Konstruksi : (Studi Kasus: Unit Operasi 2 PT. Wijaya Karya Beton) Hasyim Abdurrahman; Nana Rahdiana; Ade Astuti Widi Rahayu3; Ade Suhara4; Mohamad Fadli Perdana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) pada Unit Operasi 2 PT Wika Beton. Tujuan utama dari analisis ini adalah mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko guna menurunkan frekuensi kecelakaan kerja serta meningkatkan keselamatan dalam pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas perbaikan mekanikal pada mixer dan proses produksi beton memiliki tingkat risiko tertinggi dibandingkan dengan item pekerjaan lainnya. Sebanyak 48 jenis risiko berhasil diidentifikasi, dengan rincian: 43,75% risiko rendah, 25% risiko sedang, dan 31,25% risiko tinggi. Tingkat risiko tertinggi tercatat pada perbaikan mekanikal mixer sebesar 43,75%, diikuti oleh proses produksi beton sebesar 31,25%, dan kegiatan perawatan serta pembersihan pan mixer sebesar 22,92%. Setiap potensi bahaya di tempat kerja memiliki tingkat risiko yang bervariasi, sehingga diperlukan strategi pengendalian yang tepat, terutama pada aktivitas berisiko tinggi seperti perbaikan mekanikal. Penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap sangat krusial, terutama saat bekerja di ketinggian. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan strategis terkait pengelolaan K3, khususnya dalam peningkatan prosedur keselamatan di lingkungan industri beton.
Designing Ambidextrous AI Governance for Digital Transformation in Fintech Sector Lestari, Merryana; Wijaya, Agustinus Fritz; Puspita, Maria Entina; Vicky
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1042

Abstract

The rapid integration of Artificial Intelligence (AI) in financial technology (fintech) has created an urgent need for robust governance mechanisms. While AI drives digital transformation by enabling automation, personalization, fraud detection, and operational efficiency, it also introduces critical challenges related to ethics, security, transparency, and regulatory compliance. This study proposes an Ambidextrous AI Governance Framework, grounded in the COBIT 2019 framework, to address these challenges in fintech organizations. The framework balances exploration (innovation, agility, and ethical practices) with exploitation (risk control, compliance, and operational efficiency) through five integrated governance layers: Governance, Strategic Alignment, Ambidextrous, Operational, and Compliance & Assurance. A design science research approach was employed, including a literature review, expert validation, and simulation within a controlled fintech environment. The results showed that the proposed framework improved governance maturity across COBIT domains and embedded principles of trustworthy AI, such as transparency, accountability, and fairness. This research provides a scalable and adaptable model aligned with international standards, such as ISO/IEC 42001, and regulatory frameworks, including the EU AI Act and OJK guidelines. The proposed governance design enables fintech organizations to innovate responsibly while mitigating risks, ensuring compliance, and fostering trust in AI-driven financial services.
Peningkatan Produktivitas dengan Pendekatan Lean Six Sigma dan FMEA pada Industri Sabun Cair Muhammad Saladin; Mokh Suef
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1043

Abstract

Dalam industri Fast Moving Consumer Goods, menuntut efisiensi dalam proses produksinya. Pada produk sabun cair, tingkat produktivitas masih cukup rendah karena banyaknya waste selama proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dengan meminimalkan waste dengan menggabungkan metode Lean Six Sigma dengan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Metode tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi waste yang terjadi selama proses produksi dan membantu analisis potensi kegagalan untuk diprioritaskan pada perbaikan failure. Tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) digunakan sebagai pedoman pada pendekatan Lean Six Sigma. Hasil analisis menunjukkan bahwa waste disebabkan oleh beberapa faktor, seperti defect rate, downtime mesin yang tidak terkontrol, serta ketidakseimbangan dalam aliran produksi. Selain itu, hasil Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) mengidentifikasi bahwa defect berupa kebocoran kemasan adalah waste paling berisiko dalam packaging. Mesin yang breakdown mengakibatkan waktu tunggu yang lama. Hasil rekomendasi perbaikan mampu meningkatkan level sigma dari 3.2 menjadi 4.5, persentase OEE menjadi 85%, dan mengurangi lead time produksi sebanyak 1.74 jam. Penelitian ini membuktikan bahwa gabungan pendekatan Lean Six Sigma dan FMEA mampu secara efektif dalam meningkatkan produktivitas dan mengendalikan risiko kegagalan pada permasalahan industri sabun cair.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Assy Water Menggunakan Metode PDCA Di Perusahaan Otomotif Avinda Ryandhana Widianto; Puput Rahmawati; Nida An Khofiyah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1064

Abstract

Perusahaan Otomotif merupakan perusahaan industri manufaktur yang bergerak dibidang otomotif kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan spesifikasi industri komponen assy. Produk yang dihasilkan yaitu, Pipe Assy Water, Pipe Water Bypass, Pipe Water Inlet, Pipe Oil Cooler dan lainnya. Salah satu permasalahan kualitas yang signifikan di Perusahaan otomotif ini adalah cacat plating pada proses plating, khususnya cacat plating pada produk assy water yang menyumbang sebesar 50% yang didominasi ole cacat plating flek hitam sebesar 32% dari total cacat plating yang ditemukan atau sebesar 9% dari jumlah produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat cacat tersebut dengan menerapkan pendekatan perbaikan berkelanjutan dengan metode PDCA. Pada tahap plan, dilakukan identifikasi masalah dengan membuat checksheet, startifikasi, diagram pareto, histogram dan diagram sebab-akibat (fishbone). Tahap Do melakukan rencana perbaikan dengan bantuan 5W+1H dan implementasi perbaikan berupa, menambahkan bak water rinse pada proses pre-treatment, bak water rinse disetiap pergantian proses plating dan menambahkan proses unloading dan spray air blow sebelum proses chromating untuk sisa plating yang menempel. Pada tahap Check, menunjukan hasil yang signifikan yaitu nilai larutan PH turun sebelum perbaikan dengan nilai 12 menjadi 7 setelah perbaikan dengan standard ketentuan nilai PH 5-9, dan menurunnya cacat plating flek hitam dari presentase 9% menjadi 1% . Tahap action menetapkan standarisasi proses dengan revisi dokumen quality terkait perubahan flow process dan pembuatan SOP untuk memastikan proses operasional berjalan konsisten dan sesuai standar. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan PDCA dan perbaikan teknis mampu menurunkan cacat secara signifikan dan meningkatkan kontrol mutu proses plating di Perusahaan Otomotif.
Perencanaan Pemeliharaan Pressure Reducing System Dengan Metode Reliability Centered Maintenance: (Studi Kasus: PT. Affandra Energi Indonesia) Ahmad Rifai; Agus Suwarno; Ikhsan Romli
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1066

Abstract

Pressure Reducing System (PRS) di PT. Affandra Energi Indonesia berperan penting dalam menstabilkan tekanan gas CNG untuk distribusi ke pelanggan. Namun, ketidakpastian interval perawatan dan strategi pemeliharaan yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko kerusakan mesin dan mengganggu stabilitas pasokan gas. Penelitian ini bertujuan menentukan interval perawatan optimal dan merancang strategi pemeliharaan berbasis keandalan komponen utama PRS, yaitu thermocouple, panel kontrol, dan pemanas (heater). Metode penelitian menggabungkan analisis kuantitatif menggunakan distribusi statistik (normal, lognormal, eksponensial, dan weibull) untuk menghitung keandalan komponen serta analisis kualitatif dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) guna mengidentifikasi mode kegagalan kritis. Hasil penelitian menunjukkan interval perawatan optimal dengan tingkat keandalan minimal 70%, yaitu 2.654 jam untuk thermocouple, 2.825 jam untuk panel kontrol, dan 3.305 jam untuk pemanas (heater). Analisis FMEA mengungkapkan thermocouple sebagai komponen dengan risiko tertinggi (RPN=224), sehingga direkomendasikan penerapan scheduled discard task. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penyesuaian interval perawatan berbasis keandalan dan strategi Reliability Centered Maintenance (RCM) dapat meningkatkan efektivitas pemeliharaan. Implikasi praktis dari temuan ini adalah peningkatan keandalan sistem PRS, pengurangan downtime, dan optimalisasi biaya pemeliharaan jangka panjang.
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Hira: (Studi Kasus: PT. Affandra Energi Indonesia) Nur Fahmi Dwiyansah; Tri Ngudi Wiyatno; Dwi Indra Prasetya
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1068

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingginya angka kecelakaan kerja di divisi operasional PT. Affandra Energi Indonesia, khususnya pada aktivitas pemasangan pipa gas CNG, pemeliharaan mesin, dan distribusi. Tujuannya adalah mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian berbasis metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko AS/NZS 4360. Hasilnya menunjukkan 12 potensi bahaya, terdiri dari 6 risiko tinggi (patah tulang, jari terpotong), 4 sedang, dan 2 rendah. Rekomendasi meliputi penggunaan APD, harness, substitusi alat forklift, dan sosialisasi prosedur K3, sesuai hierarki pengendalian risiko (eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, APD). Implementasi rekomendasi terbukti efektif mengurangi kecelakaan. Penelitian ini berkontribusi dalam penyusunan kebijakan K3 berbasis risiko, tidak hanya bagi PT. Affandra Energi Indonesia tetapi juga industri sejenis yang menghadapi tantangan serupa.