cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Perencanaan Tata Letak pada Klik-Bi Sekolah Vokasi IPB syakira, salmaaufa; Respati Budiningrum, sekar; Fawazah, Gina; Hidayat, Yasmin; Nurkholis, Afif; Husyairi, Khoirul Aziz; Nur Ainun, Tina
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i2.376

Abstract

KlikBi adalah platform konsultasi bisnis yang menghubungkan mahasiswa, alumni, dan mitra usaha dalam lingkungan Sekolah Vokasi IPB serta UMKM lainnya yang berfokus pada bidang agribisnis dan non-agribisnis. KlikBi bertujuan untuk memfasilitasi perencanaan dan pengembangan bisnis bagi para mahasiswa, alumni, mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta UMKM, dengan memberikan solusi terhadap permasalahan bisnis yang mereka hadapi. Saat ini, tata letak KlikBi belum optimal dalam mendukung operasionalnya, sehingga diperlukan penataan ulang tata letak menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Total Closeness Rating (TCR). Berdasarkan hasil perhitungan TCR, kontainer diprioritaskan sebagai fasilitas utama karena memiliki nilai TCR tertinggi sebesar 120. Tata letak yang strategis dapat memberikan manfaat jangka panjang, seperti meningkatkan efektivitas penggunaan ruang, sumber daya manusia, dan peralatan. Dengan penerapan tata letak yang baik, operasional akan lebih mudah dijalankan dan kenyamanan pelanggan akan meningkat
Evaluasi Optimal Pemilihan Pemasok Limbah Botol PET untuk Mitra Bank Sampah Menggunakan Metode AHP dan Taguchi Loss Function: (Studi Kasus : PT Anugrah Alam Manunggal) Alfakhri, Afrizal; Suseno, Suseno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i3.377

Abstract

Pemilihan pemasok optimal merupakan strategi kunci dalam mengurangi biaya pembelian dan menekan biaya operasional, seperti yang dialami oleh Induk Bank Sampah PT AAM Gstc. Bank Sampah ini menghadapi beberapa kendala dalam pemilihan pemasok, termasuk lokasi yang sulit dijangkau, jarak yang jauh, dan ketidaksesuaian harga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memilih pemasok terbaik berdasarkan kriteria Harga, Kualitas, Lokasi, Biaya Transportasi, dan Tingkat Pelayanan. Dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), penelitian ini berhasil mengidentifikasi pemasok yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan Bank Sampah PT AAM Gstc. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa pemasok III merupakan pilihan terbaik. Selain itu, analisis tambahan menggunakan Taguchi Loss Function mengungkapkan total kerugian dari setiap pemasok berdasarkan kinerja mereka, di mana pemasok III memiliki tingkat kerugian paling rendah sebesar 13%, diikuti oleh pemasok V (17%), pemasok I (19%), dan pemasok II (22%), sementara pemasok IV menunjukkan kerugian tertinggi sebesar 28%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan pemasok III, yang didukung oleh AHP, tidak hanya memenuhi semua kriteria evaluasi namun juga meminimalkan potensi kerugian. Studi ini memberikan landasan yang kuat bagi Induk Bank Sampah PT AAM Gstc dalam pengambilan keputusan yang lebih efektif terkait pemilihan pemasok guna mengoptimalkan efisiensi biaya dan operasionalnya.
Optimalisasi Persediaan Bahan Baku Menggunakan Material Requirement Planning: Strategi Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Industri Aska Nadila Septyani; Arini Anestesia Purba; Christopher Davito Prabandewa Hertadi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i3.391

Abstract

UMKM X di Kota Balikpapan merupakan produsen kerupuk koin yang menghadapi tantangan dalam pengendalian persediaan bahan baku. Permasalahan yang dihadapi meliputi overstock bahan baku yang mengakibatkan kerupuk koin tidak habis terdistribusi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku di UMKM X dengan menggunakan pendekatan Material Requirement Planning (MRP). Teknik yang digunakan meliputi lot sizing dengan metode Fixed Order Quantity (FOQ) dan Period Order Quantity (POQ), serta perhitungan safety stock dan reorder point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MRP mampu menekan total biaya persediaan hingga Rp 396.543.717,56 berdasarkan metode POQ. Frekuensi pemesanan yang optimal ditetapkan untuk berbagai bahan baku, seperti minyak goreng dengan interval 6 minggu, plastik kemasan 26 minggu, tepung terigu 5 minggu, bawang putih 4 minggu, garam 5 minggu, dan MSG 5 minggu. Selain itu, waktu pemesanan kembali (reorder point) ditetapkan saat stok bahan baku mencapai jumlah minimum tertentu, seperti minyak goreng 552 liter, plastik kemasan 73.573 gram, tepung terigu 1.121.855 gram, bawang putih 412.711 gram, garam 17.944 gram, dan MSG 15.791 gram. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi permasalahan pengendalian persediaan di UMKM X.
Strategi Pengendalian Persediaan Bahan Baku: Analisis Komparatif Metode Continuous Review System (CRS) dan Periodic Review System (PRS) Salsabilla Kusumawardani; Widya Setiafindari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i3.400

Abstract

PT XYZ adalah produsen kain yang menghadapi tantangan overstock bahan baku, khususnya benang, dengan kelebihan sebanyak 1.061 karung pada bulan Agustus. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen persediaan dan meminimalkan biaya persediaan melalui penerapan metode Continuous Review System (CRS) dan Periodic Review System (PRS). Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode CRS menghasilkan pengurangan biaya yang signifikan, dengan total biaya persediaan minimal sebesar Rp39.608.727.959,14 dan penghematan mencapai Rp675.848.300,86 atau 1,68%. Proyeksi biaya persediaan untuk tahun 2024 dengan metode ini adalah Rp39.628.147.841,77. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi industri tekstil dalam penerapan strategi pengendalian persediaan yang efisien.
Analisis Penyebab Kecelakaan Kerja dalam Proses Pembuatan Medicine Trolley Menggunakan Metode HIRARC dan SCAT fajar, Moch akbar sulthan; yuamita, Ferida
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i2.411

Abstract

PT Mega Andalan Kalasan adalah perusahaan terkemuka di bidang peralatan rumah sakit di Indonesia. Dalam kegiatan produksi, berbagai potensi bahaya antara lain kecelakaan mesin, lantai licin, dan tidak adanya pengelolaan limbah yang baik. Faktor lingkungan seperti kebisingan, suhu tinggi, dan pencahayaan yang tidak memadai juga berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan metode HIRARC dan SCAT untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko kecelakaan kerja, sebagian besar disebabkan oleh kesalahan manusia karena penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak merata. Potensi bahaya termasuk ledakan, cedera gerinda, percikan bahan kimia, dan tergelincir. Hasil penilaian menunjukkan bahwa risiko keselamatan dan kesehatan kerja berada dalam batas aman dengan nilai R < 64, sehingga tidak diperlukan tindakan lebih lanjut. Namun, risiko lingkungan dari kegiatan pengelasan memerlukan penghentian kegiatan, isolasi area, dan tindakan pencegahan lebih lanjut karena nilai R = 8. Langkah-langkah pencegahan termasuk menggunakan sarung tangan, kacamata, sepatu bot, dan tas kerja dan mendesain ulang tempat kerja.
Analisis Variabilitas Permintaan dan Bullwhip Effect dalam Rantai Pasok Sayur Organik: Implikasi bagi Manajemen Persediaan Putri Bidari, Adinda; Ilham Robbani; Yulvania, Farah; Setiafindari, Widya
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.414

Abstract

Supply chain management dalam industri pertanian memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola ketidakpastian permintaan dan pasokan produk yang mudah rusak (perishable). Salah satu fenomena yang dapat terjadi adalah Bullwhip Effect, yaitu distorsi permintaan yang meningkat seiring dengan pergerakan rantai pasok dari hilir ke hulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Bullwhip Effect dalam rantai pasok produk sayur organik dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi tingkat distorsi permintaan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pihak terkait, serta dianalisis menggunakan perhitungan koefisien variasi antara permintaan dan pesanan di tingkat distributor dan retailer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi Bullwhip Effect sebesar 25% pada tingkat distributor dan 11% pada tingkat retailer. Distorsi permintaan yang lebih besar cenderung terjadi akibat selisih yang signifikan antara jumlah pesanan dan permintaan aktual, terutama karena strategi pengadaan yang melebihkan jumlah pesanan untuk mengantisipasi risiko produk rusak. Oleh karena itu, diperlukan penerapan metode peramalan yang lebih akurat serta integrasi sistem informasi dalam rantai pasok untuk mengurangi dampak Bullwhip Effect dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Implementasi Six Sigma Dan Fault Tree Analysis Dalam Peningkatan Kualitas Produk Tahu: (Studi Kasus : UMKM Bapak Sugiono) Rafi Pratama, Devonda; Al Faritsy, Ari Zaqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i3.451

Abstract

Dari total 12.180 unit yang diproduksi oleh UMKM Tahu Pak Sugino, terdapat 1.512 unit produk cacat. Masalah pengendalian kualitas ini menyebabkan penurunan tingkat kepuasan pelanggan dan kerugian bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi jumlah produk cacat dengan menerapkan strategi Six Sigma dan Analisis Pohon Kesalahan (Fault Tree Analysis/FTA). Tiga kategori cacat produk yang teridentifikasi adalah cacat ukuran unit (36,6%), cacat unit kotor (32,3%), dan cacat tekstur unit (31,0%). Tingkat sigma yang diperoleh berdasarkan perhitungan Six Sigma adalah 2,65 dengan DPMO (Defects Per Million Opportunities) sebesar 124.138 peluang per juta. Dengan memanfaatkan metode 5W+1H dan FTA pada ketiga jenis cacat tersebut, diusulkan rencana peningkatan kualitas produk.
Pengembangan Sistem Operasi Debian 12 Dengan Kemampuan Pembelajaran Interaksi Pengguna Untuk Peningkatan User Experience Rahman, Rakhmadi; Muhammad Arham Arsyad; Stepani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i3.467

Abstract

Sistem operasi (OS) adalah perangkat lunak sistem yang mengelola sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak serta bertindak sebagai penghubung bagi program komputer. Debian, pertama kali dikembangkan oleh Ian Murdock pada tahun 1993, merupakan OS berbasis paket perangkat lunak bebas dan terbuka. Penelitian ini berfokus pada pengembangan Debian 12 dengan kemampuan pembelajaran dari interaksi pengguna untuk meningkatkan pengalaman pengguna (user experience). Metode yang digunakan mencakup pengumpulan data log sistem secara real-time, penerapan algoritma Decision Tree untuk analisis data, serta evaluasi performa melalui pengujian sistem. Data log interaksi pengguna dikumpulkan, diproses, dan dianalisis menggunakan model pembelajaran mesin untuk memprediksi serta menyesuaikan pengaturan sistem secara dinamis. Hasil awal menunjukkan bahwa sistem ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan dan dapat diterapkan di berbagai platform dan perangkat lunak lain, membuka peluang bagi inovasi dalam pengembangan sistem adaptif yang responsif terhadap kebutuhan pengguna.
Analisis Pemilihan Supplier Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) pada Industri Ritel Sepatu Fauzan Ahmad; Syauqi B N, Naufal; Kurniawan, Dwiky; Pamungkas, Tri Atmaja
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.469

Abstract

Pemilihan pemasok merupakan aspek krusial dalam manajemen rantai pasok, terutama dalam industri ritel sepatu yang bergantung pada kualitas dan ketepatan pasokan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemilihan pemasok menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) guna menentukan pemasok terbaik berdasarkan berbagai kriteria yang relevan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak manajemen serta evaluasi terhadap beberapa pemasok yang bekerja sama dengan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AHP efektif dalam memberikan peringkat terhadap pemasok berdasarkan aspek kualitas, harga, ketepatan waktu pengiriman, dan kuantitas produk. Temuan studi ini mengindikasikan bahwa pemasok dengan skor tertinggi dalam kategori sepatu merek A memperoleh nilai 10 dan ditetapkan sebagai pemasok unggulan. Sementara itu, pemasok terbaik untuk merek B dan C masing-masing memperoleh skor 8,5 dan 8. Dengan penerapan metode AHP, perusahaan dapat mengoptimalkan proses pemilihan pemasok guna meningkatkan efisiensi rantai pasok dan kepuasan pelanggan.
Analisis Discrepancy Inventaris di Gudang Menggunakan Root Cause Analysis Yevita Nursyanti; Partisia, Rieke
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i3.478

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa dan produk water treatment, dengan fokus pada permasalahan selisih stok barang antara data sistem dan jumlah aktual di gudang. Pada Desember 2023, ditemukan selisih stok tertinggi, yaitu 60 barang dari total 550 barang dalam sistem, yang menunjukkan tingkat akurasi stok hanya 89%. Masalah ini berdampak signifikan terhadap operasional gudang, termasuk potensi gangguan pada proses pengiriman akibat kekurangan barang atau terjadinya stock out, yang berakibat pada ketidakmampuan memenuhi permintaan pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya selisih stok di gudang dengan menggunakan metode Root Cause Analysis yang didukung oleh alat bantu fishbone diagram dan analisis 5W+1H. Beberapa upaya perbaikan yang diusulkan untuk meminimalkan selisih stok di antaranya adalah: penerapan program briefing kedisiplinan dan tanggung jawab, pembuatan SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk cycle counting, penerapan teknologi barcode scanner untuk penghitungan barang, serta penjadwalan rutin pembersihan area penyimpanan gudang. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi stok dan efisiensi operasional gudang.