cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 735 Documents
Analisis Six Big Losses terhadap Efektivitas Operasional Proses Unloading BBM Solar Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Oil Pump House Dimas Faatihah dimas; Ikhsan Romli; Dwi Irwati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1975

Abstract

Mulia Industrindo Tbk merupakan perusahaan manufaktur kaca yang memerlukan sistem pendukung energi yang andal untuk menjaga kontinuitas proses produksi. Salah satu fasilitas pendukung yang memiliki peran penting adalah Oil Pump House (OPH), yang berfungsi sebagai tempat penerimaan dan proses unloading BBM solar sebelum didistribusikan ke unit produksi. Permasalahan yang ditemukan pada proses unloading BBM solar berupa tingginya waktu tunggu, penghentian singkat, aktivitas penyesuaian operasional, dan kehilangan waktu yang berpotensi menurunkan efektivitas operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas operasional menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi faktor dominan penyebab kehilangan waktu berdasarkan Six Big Losses, serta memberikan usulan perbaikan melalui pendekatan Total Productive Maintenance (TPM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan aktivitas operasional selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebesar 88,33%, yang telah melampaui standar world-class OEE sebesar 85%. Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa kategori Idling and Minor Stoppages merupakan penyumbang kehilangan waktu terbesar sebesar 45,82%, diikuti Setup and Adjustment Losses sebesar 25,02%, Breakdown Losses sebesar 16,66%, dan Reduced Yield Losses sebesar 12,50%. Berdasarkan hasil analisis Pareto, kedua kategori utama tersebut menyumbang 70,84% dari total kehilangan waktu operasional sehingga menjadi prioritas dalam kegiatan perbaikan. Usulan perbaikan dilakukan melalui penerapan Total Productive Maintenance yang meliputi preventive maintenance, autonomous maintenance, inspeksi rutin peralatan, standardisasi prosedur operasional, dan peningkatan kompetensi operator. Implementasi perbaikan tersebut diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan efektivitas operasional proses unloading BBM solar secara berkelanjutan.
Penerapan Metode SMED dan DMAIC Untuk Mereduksi Waktu Changeover Pada Mesin Filling Otomatis No. 2 Novanda Eko Prasetiyo; Hana Silvia Dwi Putri; Ghina Farhah Azizah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1978

Abstract

PT. XYZ menghadapi permasalahan tingginya waktu changeover pada Mesin Filling Otomatis No. 2, khususnya pada pergantian produk dari warna putih ke warna transparan. Kondisi aktual menunjukkan waktu changeover mencapai 63 menit, sedangkan standar perusahaan adalah 30 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama keterlambatan changeover serta memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED) dan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, pengumpulan data waktu proses, serta analisis aktivitas internal dan eksternal. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama penyebab lamanya changeover adalah proses flushing, belum adanya standar kerja yang jelas, dan sistem satu line selang serta pompa untuk berbagai base produk. Usulan perbaikan dilakukan melalui konversi aktivitas internal menjadi eksternal, penerapan dual line selang, pembuatan OPL, serta control plan untuk menjaga keberlanjutan hasil perbaikan.
Analisis Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Menggunakan Metode RULA Dan Job Safety Analysis (JSA) Pada Pegawai Divisi FAT: (Studi Kasus : PT. Adi Jaya Nusantara Perkasa) Hilal Maulana; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1979

Abstract

Aktivitas kerja statis dengan durasi panjang pada pekerjaan berbasis komputer berpotensi menimbulkan gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko ergonomi serta potensi bahaya kerja pada pegawai Divisi Finance, Accounting, and Tax (FAT) di PT. Adi Jaya Nusantara Perkasa menggunakan metode Nordic Body Map (NBM), Rapid Upper Limb Assessment (RULA), dan Job Safety Analysis (JSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,67% pegawai mengalami risiko MSDs kategori tinggi dan 33,33% kategori sedang berdasarkan NBM. Analisis RULA menghasilkan skor akhir 5 yang termasuk kategori risiko sedang (action level 3) sehingga memerlukan perbaikan dalam waktu dekat. Analisis JSA menunjukkan bahwa aktivitas kerja memiliki potensi bahaya utama berupa postur tidak ergonomis, kerja statis berkepanjangan, serta gerakan repetitif yang dapat menyebabkan cedera otot. Usulan perbaikan meliputi penyesuaian workstation, perbaikan postur kerja, serta penerapan micro break. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi metode ergonomi dan K3 mampu memberikan solusi yang lebih komprehensif dalam menurunkan risiko cedera kerja serta meningkatkan produktivitas pegawai.
Analisis Potensi Bahaya Kerja pada Proyek Rehabilitas NPK 3 Dinding menggunakan JSA dan HIRA Friscilla Diva Christy Indriarko; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1986

Abstract

Pekerjaan rehabilitasi dinding pada Unit NPK 3 melibatkan rangkaian aktivitas berisiko tinggi, mulai dari persiapan material, pemotongan, pengeboran, dan fabrikasi, sandblasting dan painting, pemasangan scaffolding, pembongkaran dan pemasangan dinding, hingga pembongkaran scaffolding. Setiap tahapan pekerjaan tersebut berpotensi menimbulkan bahaya kerja yang dapat mengakibatkan kecelakaan apabila tidak dikendalikan secara sistematis. Penelitian Ini ditujukan untuk mengenali potensi bahaya serta mengukur tingkat risiko pada tiap tahapan paket pekerjaan dengan menerapkan metode Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification Risk Assessment (HIRA), serta merumuskan usulan tindakan pengendalian risiko. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan prosedur keselamatan kerja yang lebih efektif pada proyek sejenis.
Analisis Manajemen Risiko K3 Pemeliharaan PT. AJNP Pada Rehab Kolom Pillar Pipe Rack Di PT Petrokimia Gresik Menggunakan Metode HIRARC Dan FMEA Muchammad Bilal Nur Wahid; Moh. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menganalisis tingkat risiko, serta menentukan prioritas risiko tertinggi pada pekerjaan pemeliharaan Rehab Kolom Pillar Pipe Rack NPK oleh PT AJNP di PT Petrokimia Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan terintegrasi antara Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil analisis identifikasi bahaya melalui metode HIRARC menemukan 10 potensi risiko pada pelaksanaan pekerjaan tersebut, yang profilnya didominasi oleh kategori risiko tinggi (High Risk) dan ekstrem (Extreme Risk). Potensi bahaya tingkat ekstrem bersumber dari ancaman scaffolding roboh, struktur tidak stabil, dan material jatuh. Melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN) pada metode FMEA, diketahui bahwa "Material jatuh" merupakan potensi bahaya paling kritis dengan skor RPN tertinggi sebesar 250. Prioritas kritis selanjutnya adalah "Percikan api tidak terkendali" dan "Sling putus" dengan skor RPN masing-masing 180, serta "Sambungan retak" dengan skor 144. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan agar prioritas utama program K3 difokuskan pada pencegahan jatuhnya material, pengendalian area rawan api, serta inspeksi ketat pada peralatan angkat (lifting). Langkah pengendalian wajib diimplementasikan melalui penerapan prosedur kerja yang aman, inspeksi alat, pengawasan oleh personel kompeten, dan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
Redesain Kotak Tisu Berbahan Kardus Bekas Berbasis Voice of Customer Menggunakan Metode Nigel Cross dan Quality Function Deployment Nahdah Fadhilah; Sastika Amalia; Muhammad Khatami; Suci Ayu Lestari; Jihan Fatika; Ahmad Tarmizi; Robi Andini; Muhammad Fatih Nabil; T Mulia Daffa; Ghifari Ramadhan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1994

Abstract

Pemanfaatan limbah kardus bekas sebagai bahan baku produk rumah tangga merupakan salah satu upaya mendukung konsep keberlanjutan melalui peningkatan nilai guna material yang telah digunakan. Namun, sebagian besar produk kotak tisu yang beredar di pasaran masih berfokus pada fungsi utama sebagai wadah penyimpanan tisu tanpa mempertimbangkan kebutuhan konsumen secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan merancang ulang kotak tisu berbahan kardus bekas yang berorientasi pada kebutuhan konsumen menggunakan metode Nigel Cross dengan pendekatan Quality Function Deployment (QFD). Tahapan penelitian meliputi identifikasi kebutuhan konsumen, clarifying objectives, establishing function, setting requirement, determining characteristics menggunakan House of Quality, generating alternatives, dan evaluating alternatives. Data diperoleh melalui brainstorming dan penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang menjadi prioritas konsumen meliputi kekuatan produk, desain yang menarik, kemudahan penggunaan, dimensi yang sesuai, dan harga yang terjangkau. Berdasarkan hasil QFD, kebutuhan konsumen diterjemahkan menjadi karakteristik teknis yang menjadi dasar dalam pengembangan desain. Produk akhir memiliki dimensi 22 × 13 × 12,5 cm dengan material utama berupa kardus bekas yang dipadukan dengan elemen dekoratif sehingga menghasilkan produk yang lebih fungsional, estetis, ekonomis, dan ramah lingkungan. Integrasi metode Nigel Cross dan QFD menghasilkan proses perancangan yang sistematis serta mampu meningkatkan kesesuaian desain dengan kebutuhan konsumen.
Analisis Potensi Bahaya dan Penilaian Risiko Keselamatan Kerja Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) pada Aktivitas Fabrikasi dan Pengelasan: (Studi Kasus: PT Akasa Raya Teknik) Achmad Zainur Ramadhan; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1998

Abstract

PT Akasa Raya Teknik merupakan perusahaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) skala kecil yang bergerak pada konstruksi dan fabrikasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Observasi April–Mei 2026 mencatat 12 kecelakaan kerja di workshop fabrikasi, meliputi tersandung, cedera mata, luka sayat, luka bakar ringan, dan gangguan pernapasan akibat asap. Walaupun Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) telah banyak digunakan, integrasi keduanya pada perusahaan EPC skala kecil di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan merumuskan rekomendasi pengendalian pada aktivitas fabrikasi dan pengelasan menggunakan integrasi JSA–HIRARC berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan simultan kedua metode dalam konteks EPC skala kecil. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan total sampling terhadap empat pekerja aktif, yaitu satu HSE Coordinator, satu welder, dan dua helper. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan penilaian risiko ditentukan melalui konsensus responden atas parameter likelihood dan severity. Hasil penelitian mengidentifikasi 17 potensi bahaya pada proses awal, produksi/pengelasan, dan finishing. Terdapat sembilan bahaya berisiko tinggi (RR=8–9) dan delapan bahaya berisiko sedang (RR=4–6). Aktivitas pengelasan memiliki risiko tertinggi karena percikan api, asap las, dan cahaya las. Rekomendasi pengendalian disusun berdasarkan Hierarchy of Controls, mencakup substitusi bahan kimia, engineering controls, pengendalian administratif, dan alat pelindung diri. Integrasi JSA–HIRARC menghasilkan analisis risiko lebih komprehensif serta peta bahaya sebagai dasar pengembangan SMK3. Temuan ini juga relevan bagi perusahaan fabrikasi sejenis yang menghadapi keterbatasan sumber daya keselamatan operasional harian nyata.
Kualitas Dataset dan Strategi YOLO untuk Deteksi Cacat Jahitan Berukuran Kecil: Tinjauan Literatur Sistematis menuju Inspeksi Bordir Real-Time Eko Ari Wibowo; Widyastuti; Lazuardi Fatahillah Hamdi; Eka Samsul Ma’arif
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2002

Abstract

Inspeksi cacat bordir berbasis computer vision memerlukan dataset yang konsisten dan model yang mampu mendeteksi pola kecil, tipis, memanjang, serta berkontras rendah. Penelitian ini menyintesis praktik kualitas dataset dan strategi You Only Look Once (YOLO) untuk deteksi cacat tekstil sebagai dasar pengembangan inspeksi bordir real-time. Tinjauan dilakukan berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Pencarian Scopus menghasilkan 284 dokumen dan menyisakan 82 dokumen setelah penyaringan tahun, jenis dokumen, bahasa, dan akses terbuka. Sebanyak 61 artikel dinilai berdasarkan naskah lengkap, dan 34 studi primer disertakan dalam sintesis, sedangkan sumber lain yang relevan digunakan sebagai bukti pendukung. Data diekstraksi berdasarkan sumber dataset, akuisisi, anotasi, pembagian data, augmentasi, arsitektur YOLO, strategi small-object detection, dan kinerja komputasi. Hasil menunjukkan dominasi pendekatan model-centric berupa attention mechanism, multi-scale feature fusion, lightweight architecture, loss function optimization, operator konvolusi khusus, dan small-object detection head. Sebaliknya, definisi operasional kelas, pedoman anotasi bounding box, quality control label, metadata akuisisi, dan pencegahan data leakage masih terbatas. Kerangka terintegrasi diusulkan untuk menghubungkan definisi cacat, akuisisi, kurasi, anotasi, pengembangan YOLO, serta validasi akurasi, kecepatan, dan robustness sebagai landasan penelitian cacat bordir pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Optimalisasi Parameter Laminating Pada Kartu Bank Menggunakan Metode Taguchi Iqbal Kurniawan; Tri Ngudi Wiyatno; Fibi Eko Putra
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2011

Abstract

Proses laminating merupakan tahapan krusial dalam produksi kartu bank di PT. XYZ, di mana ketidakstabilan parameter proses sering kali memicu timbulnya produk cacat seperti delaminasi dan gelembung udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan parameter proses laminating guna menurunkan persentase cacat dan meningkatkan kualitas produk serta efisiensi produksi menggunakan metode Taguchi. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini meliputi temperatur, tekanan, dan waktu laminasi. Berdasarkan hasil analisis nilai rata-rata dan Signal to Noise Ratio (S/N Ratio), ditemukan bahwa temperatur merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kualitas hasil laminating dengan nilai delta sebesar 6,66. Kombinasi parameter optimum yang direkomendasikan adalah A3B2C1, yang merepresentasikan pengaturan temperatur 150°C, tekanan 40 Bar, dan waktu laminasi 15 menit. Pada kondisi temperatur 150°C, ikatan antar lapisan PVC menjadi lebih sempurna, sementara tekanan 40 Bar memberikan distribusi tekanan yang merata tanpa mendegradasi material, dan waktu 15 menit mampu mencegah pemanasan berlebih (overheating). Implementasi kombinasi parameter optimal ini diprediksi dapat menghasilkan proses produksi yang lebih stabil, meminimalkan produk cacat secara signifikan, dan meningkatkan efisiensi proses produksi secara keseluruhan dibandingkan kondisi sebelum optimasi.
Perancangan Tata Letak Gudang Material Return Menggunakan Metode Dedicated Storage Berdasarkan Klasifikasi Frekuensi Penggunaan Barang Pada Gudang Muhammad Andika Surya Permana; Yanuar Pandu Negoro; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2012

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang tata letak penyimpanan material return pada Gudang 5 PT XYZ menggunakan metode Dedicated Storage berdasarkan klasifikasi frekuensi penggunaan barang. Penelitian dilakukan terhadap 15 jenis material return dengan menggunakan data penerimaan dan pengeluaran material periode Maret–Mei 2026. Analisis dilakukan melalui perhitungan throughput (Tj), space requirement (Sj), dan rasio Tj/Sj untuk menentukan prioritas lokasi penyimpanan. Material dengan nilai Tj/Sj tertinggi ditempatkan pada lokasi yang memiliki jarak paling dekat terhadap area input dan output gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material Mur Baut dan Ring M20 memiliki nilai Tj/Sj tertinggi sebesar 10, diikuti Mur Baut Oring sebesar 7 dan Studbolt M30 x 3P x 50 x 200L sebesar 6,5. Berdasarkan perhitungan jarak slot dan jarak tempuh material diperoleh total jarak tempuh sebesar 6.132,5 meter. Penerapan metode Dedicated Storage mampu menghasilkan susunan penyimpanan yang lebih sistematis sehingga mempermudah proses pencarian, pengambilan, dan pengendalian material di Gudang 5 PT XYZ.