cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 735 Documents
Evaluasi Kebijakan Pemesanan Material Menggunakan Metode Min–Max Inventory Dengan Kendala Kapasitas Gudang: Pendekatan Eksperimental : (Studi Kasus: PT PLN (Persero) UP3 Teluk Naga) Riska Riantini; Rizki Revianto Putera
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1935

Abstract

Tingginya stockout, rendahnya fill rate, dan ketidakefisienan utilisasi gudang merupakan permasalahan utama dalam sistem logistik material PT PLN (Persero) UP3 Teluk Naga. Penelitian ini mengevaluasi kebijakan Min–Max Inventory berbasis kapasitas gudang dengan mengintegrasikan klasifikasi ABC, karakteristik permintaan ADI–CV², karakteristik fisik material, serta kapasitas tiga tipe gudang. Eksperimentasi numerik dilakukan menggunakan data pemakaian, pemesanan, lead time, dimensi material, dan kapasitas gudang periode 2022–2024 dalam 10 skenario kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Skenario 10, dengan target cycle service level sebesar 96% untuk kelas A, 94% untuk kelas B, dan 90% untuk kelas C, mampu menurunkan total inventory cost sebesar 26,19%, jumlah stockout sebesar 95,36%, dan frekuensi stockout sebesar 78,72%, serta meningkatkan fill rate dari 87,79% menjadi 98,85%. Pada kondisi persediaan maksimum sebagai worst-case scenario, utilisasi gudang tertutup dan semi terbuka masing-masing mencapai 99,92% dan 95,18%, sedangkan utilisasi gudang terbuka menurun dari 661,11% menjadi 56,34%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi kebijakan persediaan, karakteristik permintaan, dan strategi penempatan material dapat meningkatkan kinerja persediaan meskipun dihadapkan pada keterbatasan kapasitas gudang.
Implementasi Metode Six Sigma Dmaic Untuk Cacat Misrun Pada Proses LPDC Cylinder Head 160cc Di Industri Manufaktur Otomotif Zidan Gymnastiar; Syarah Rizkia Feriaty; Gusman Simon
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1936

Abstract

Industri manufaktur otomotif dituntut menghasilkan produk berkualitas tinggi untuk menjaga daya saing perusahaan. Salah satu proses yang digunakan dalam produksi cylinder head adalah Low Pressure Die Casting (LPDC), namun masih ditemukan cacat misrun yang menyebabkan produk tidak memenuhi standar kualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab cacat misrun dan menyusun usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Penelitian menggunakan data produksi periode Agustus–Oktober 2024 yang dianalisis melalui perhitungan DPU, DPO, DPMO, yield, dan sigma level, serta analisis akar penyebab menggunakan Diagram Pareto, Fishbone Diagram, dan metode 5 Why. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat misrun merupakan cacat dominan dengan jumlah 626 unit atau sebesar 47,42% dari total cacat. Faktor penyebab utama meliputi ketidakstabilan suhu aluminium cair, suhu preheating dies yang tidak konsisten, fluktuasi tekanan pengisian, kondisi sistem venting yang kurang optimal, serta penerapan SOP yang belum seragam. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi standarisasi SOP, peningkatan monitoring parameter proses, kalibrasi alat ukur, pelatihan operator, dan perbaikan sistem venting untuk mengurangi cacat misrun pada proses LPDC cylinder head 160cc.
Peramalan Permintaan Brightening Cream Menggunakan Metode ARIMA dan Metode Double Exponential Smoothing di Industri Kosmetik  Evi Aprilia Sumarsono; Hafidz Akbar Halim; Retno Purwani Setyaningrum
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1937

Abstract

Dalam era persaingan bisnis kosmetik yang ketat, peramalan permintaan menjadi komponen krusial bagi perusahaan untuk mengoptimalkan perencanaan produksi dan meminimalkan risiko ketidakseimbangan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode peramalan yang lebih baik untuk produk Brightening Cream di PT XYZ dengan membandingkan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Double Exponential Smoothing (DES) dari Holt. Data yang digunakan adalah data historis permintaan mingguan sebanyak 41 periode yang menunjukkan pola fluktuatif, tren dan musiman. Analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Minitab untuk menghitung tingkat kesalahan peramalan berdasarkan indikator Mean Square Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA (1,2,1) merupakan model terbaik karena telah memenuhi uji asumsi white noise dan normalitas, serta menghasilkan nilai kesalahan yang signifikan lebih rendah dibandingkan metode DES. Nilai MAPE dan MSE yang dihasilkan oleh metode ARIMA (1,2,1) adalah sebesar 23,513 % dan 7818, sedangkan metode DES menghasilkan sebesar 24,000% dan  8922. Oleh karena itu, metode ARIMA (1,2,1) direkomendasikan bagi PT XYZ sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian persediaan dan perencanaan produksi guna meningkatkan efisiensi operasional.
Optimalisasi Keandalan Robot Sealer Menggunakan Metode FMEA (Failure Mode And Effects Analysis) Dan RCM (Reliability Centered Maintenance) Di Line Body Shop Di Industri Otomotif Willy Rio Fernando; Hana Silvia Dwi Putri; Edora
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab penurunan keandalan robot sealer dan menentukan strategi pemeliharaan yang optimal pada Line Body Shop di industri otomotif. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Reliability Centered Maintenance (RCM), serta perhitungan Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus di PT XYZ, Cikarang. Peneliti memperoleh data penelitian dari data downtime, frekuensi breakdown, dan waktu perbaikan robot sealer selama periode Januari–Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nozzle clogging, servo motor overheat, sensor error, dan pneumatic leakage menjadi penyebab utama terjadinya breakdown pada robot sealer. Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa nozzle clogging memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sehingga menjadi prioritas utama dalam tindakan perbaikan. Selanjutnya, hasil analisis RCM menghasilkan rekomendasi strategi pemeliharaan berupa preventive maintenance, predictive maintenance, inspeksi berkala, dan monitoring kondisi komponen kritis. Strategi tersebut diharapkan mampu menurunkan frekuensi breakdown, meningkatkan keandalan robot sealer, serta mendukung efektivitas dan produktivitas proses produksi pada area Body Shop.
Pengaruh Viral Marketing, Online Consumer Review, dan Live Streaming Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Aerostreet Pada Platform TikTok  Bahtiar Maulana; Murry Harmawan Saputra; Hubi Rahmat Andika
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1940

Abstract

Fokus kajian diarahkan untuk mengukur tingkat pengaruh viral marketing, online consumer review, serta live streaming terhadap variabel keputusan pembelian produk sepatu Aerostreet pada platform TikTok. Operasionalisasi riset bersandar pada pendekatan kuantitatif dengan instrumen metode survei. Kelompok Generasi Z di Kabupaten Purworejo yang mengonsumsi merek tersebut diposisikan sebagai subjek pengamatan. Instrumen kuesioner secara online via Google Form bertindak sebagai saluran penghimpun data primer. Pengukuran keterkainan antar-variabel dieksekusi dengan rumus regresi linear berganda berbantuan aplikasi SPSS. Uji kausalitas menetapkan viral marketing sebagai determinan yang berdampak positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Stimulus ini bekerja efektif melalui penayangan konten kreatif bermuatan tren untuk menarik perhatian publik. Karakteristik searah juga ditunjukkan oleh variabel online consumer review. Kontribusinya teruji memicu eskalasi keputusan pembelian secara positif dan signifikan. Penilaian objektif pembeli terdahulu berfungsi sebagai stimulus penguat kepercayaan publik atas kualitas produk Aerostreet. Hasil regresi menetapkan live streaming sebagai determinan dengan pengaruh paling dominan. Kapasitas ini dipicu oleh efektivitas interaksi tatap muka digital, rincian spesifikasi barang, dan penawaran program promosi secara instan. Pengujian secara simultan memvalidasi bauran ketiga strategi tersebut andal dalam memicu keputusan pembelian konsumen. Pola ini mengonfirmasi tingginya ketergantungan digital Generasi Z dalam pemenuhan kebutuhan transaksi daring.
Analisis Pengendalian Kualitas Untuk Mengurangi Defect Pada Proses Painting Menggunakan Metode Seven Tools Di Perusahaan Fabrikasi Baja Nova Amelia Ma'rufa; Anita Akhirruddin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas pada proses painting di industri fabrikasi baja guna mengurangi tingkat kecacatan (defect) produk. Proses painting memiliki peranan penting dalam menentukan kualitas akhir produk karena berfungsi sebagai pelindung terhadap korosi sekaligus meningkatkan nilai estetika. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini menerapkan rangkaian Seven Tools mencakup check sheet, histogram, Pareto diagram, control chart, scatter diagram, fishbone diagram, dan flowchart sebagai instrumen analisis untuk mengkategorikan tipe cacat dan mengungkap akar penyebabnya. Temuan mengungkapkan bahwa sejumlah cacat spesifik menjadi persoalan utama dalam  proses painting, yaitu orange peel, sagging, blistering, peeling, dan pinholes. Faktor penyebab defect berasal dari aspek material, metode kerja, lingkungan kerja, serta surface preparation yang kurang optimal. Berdasarkan analisis yang dilakukan, usulan perbaikan difokuskan pada peningkatan standar operasional kerja, pengendalian lingkungan kerja, serta peningkatan kualitas material dan keterampilan operator. Dengan penerapan pengendalian kualitas yang terukur diproyeksikan mampu menurunkan frekuensi cacat dan meningkatkan standar kualitas produk secara menyeluruh.
Analisis Penyebab Dan Usulan Perbaikan Cacat Silver Pada Proses Injection Molding Dengan Metode Root Cause Analysis (RCA) Dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Tya Oktovia; Tri Ngudi Wiyatno; Firda Anisah Firda Anisah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1946

Abstract

PT XYZ menghadapi permasalahan tingginya jumlah cacat silver pada produk battery case yang diproduksi melalui proses injection molding, dengan persentase defect berkisar 0,13%–0,43% dan melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 0,25%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab cacat silver dan menyusun prioritas usulan perbaikan. Metode yang digunakan meliputi diagram Pareto untuk menentukan cacat dominan, Root Cause Analysis (RCA) melalui fishbone diagram untuk mengidentifikasi akar penyebab, dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil RCA mengidentifikasi lima faktor penyebab, yaitu material, machine, method, man, dan environment. Hasil FMEA menunjukkan bahwa material lembab merupakan faktor risiko tertinggi dengan RPN 384, diikuti lingkungan produksi lembab dengan RPN 288. Usulan perbaikan difokuskan pada pengendalian kelembaban material dan lingkungan produksi melalui perbaikan standar penyimpanan, pengecekan material sebelum digunakan, serta optimasi sistem ventilasi area produksi.
Kesesuaian Pekerjaan Berbasis DEI: Systematic Literature Review menuju Rantai Pasok Berkelanjutan Seldhan Jannet Adeva; Niniet Indah Arvitrida
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1949

Abstract

Penelitian tentang keberlanjutan rantai pasok selama ini lebih banyak membahas aspek lingkungan dan ekonomi, sementara aspek sosial seperti kesesuaian pekerjaan dalam perspektif Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) masih jarang diteliti. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur sistematis mengenai kesesuaian pekerjaan rantai pasok berdasarkan prinsip DEI. SLR dilakukan terhadap 208 artikel yang dipublikasikan dalam rentang waktu 10 tahun, yaitu dari tahun 2016 hingga 2026. Data dikumpulkan dengan menganalisis abstrak, isi artikel, dan kata kunci. Analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan artikel berdasarkan tahun publikasi, jenis publikasi, metode pengukuran, serta validitas dan reliabilitas alat ukur kesesuaian pekerjaan dalam perspektif DEI. Hasilnya menunjukkan bahwa studi-studi yang ada masih terbatas dalam mengukur kesesuaian pekerjaan secara sistematis terutama dalam perspektif DEI. Hasil tinjauan literatur ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pola kesesuaian pekerjaan dalam perspektif DEI khususnya pada industri yang ketimpangan DEI-nya terlihat serta menjadi masukan untuk mengembangkan instrumen pengukuran kesesuaian pekerjaan rantai pasok yang lebih baik dan lebih berorientasi pada prinsip DEI dalam penelitian di masa mendatang.
Analisis Strategi Gudang Suku Cadang Transmisi Berbasis AHP–TOPSIS untuk Mendukung Keandalan Sistem: (Studi Kasus: PT PLN (Persero)) Andri Setiawan; Erwin Widodo
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1950

Abstract

Keandalan sistem transmisi tenaga listrik sangat bergantung pada ketersediaan suku cadang kritis untuk kegiatan pemeliharaan dan pemulihan gangguan. PT PLN (Persero) saat ini mengoperasikan jaringan gudang terdesentralisasi yang menghadapi permasalahan berupa duplikasi persediaan, akumulasi deadstock, distribusi stok yang tidak merata, serta risiko kehabisan persediaan (stockout). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi strategi gudang desentralisasi, sentralisasi, dan hybrid menggunakan kerangka Multi-Criteria Decision-Making (MCDM) yang mengintegrasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Penelitian dilakukan pada PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) dengan menggunakan data operasional gudang dan penilaian pakar. Evaluasi dilakukan berdasarkan enam kriteria, yaitu biaya logistik, tingkat pelayanan, lead time distribusi, risiko stockout, utilisasi kapasitas gudang, dan fleksibilitas operasional. Hasil menunjukkan bahwa risiko stockout (0,305) merupakan kriteria paling berpengaruh, diikuti tingkat pelayanan (0,262) dan lead time distribusi (0,186). Strategi gudang hybrid memperoleh nilai TOPSIS tertinggi (Ci = 0,650), sedangkan analisis sensitivitas menunjukkan konfigurasi 60% Hub–40% Buffer sebagai skenario terbaik. Penelitian ini menghasilkan kerangka pengambilan keputusan berorientasi keandalan untuk mendukung pemilihan strategi gudang suku cadang transmisi.
Analisis Biaya Incremental Gasifikasi Pembangkit Isolated dari BBM ke LNG dengan Pendekatan Equivalent Annual Cost dan Simulasi Monte Carlo Ady Rogo Priyono; Mar'atus Sholihah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1953

Abstract

Konversi pembangkit listrik berbahan bakar minyak menjadi gas atau Liquefied Natural Gas (LNG) merupakan strategi pengurangan biaya pokok produksi listrik pada rencana transisi energi nasional. Pada sistem isolated yang berkebutuhan energi rendah, memiliki tantangan biaya midstream yang tinggi dan keterbatasan alokasi volume Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Studi ini meneliti biaya dampak konversi energi primer ini pada PLTMG XYZ. Biaya tersebut dipengaruhi oleh harga gas, biaya midstream, porsi volume HGBT, dan harga gas non-HGBT dengan basis Indonesian Crude Price (ICP). Dampaknya, keekonomian program ini  mengalami ketidakpastian. Metode yang digunakan pada penelitian ini analisis biaya incremental dengan Equivalent Annual Cost (EAC) dan Incremental Net Present Value. Skenario porsi volume HGBT dan ketidakpastian ICP digunakan untuk menguji sensitivitas. Kesimpulannya, semua skenario deterministik menghasilkan Incremental NPV positif. Pada skenario 100% volume harga gas non-HGBT menghasilkan nilai Rp84,07 miliar, dan skenario 100% volume HGBT menghasilkan Rp783,56 miliar. Pada setiap penambahan 25% porsi volume HGBT, menurunkan biaya rata-rata Rp29,98 miliar per tahun. Dengan simulasi Monte Carlo skenario 100% harga gas non-HGBT menghasilkan risiko biaya tinggi, dengan rata-rata nilai Incremental NPV negatif Rp308,95 miliar. Sehingga keekonomian konversi bahan bakar pada pembangkit isolated dipengaruhi oleh harga gas plant gate, porsi alokasi HGBT, dan mitigasi risiko harga ICP.