cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 735 Documents
Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk, Dan Kualitas Layanan Terhadap Niat Beli Ulang: (Studi Kasus: Imadji Coffee di Kota Denpasar) I Made Putra Theo Bagaskara; I Wayan Santika
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1696

Abstract

Pesatnya pertumbuhan industri coffee shop di Kota Denpasar menciptakan persaingan pasar yang sangat kompetitif, sehingga menuntut pelaku usaha seperti Imadji Coffee untuk memahami faktor-faktor yang mendorong loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek, kualitas produk, dan kualitas layanan terhadap niat beli ulang pelanggan Imadji Coffee di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain asosiatif dengan pendekatan kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 150 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Responden penelitian ini adalah pelanggan Imadji Coffee di Kota Denpasar. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel citra merek, kualitas produk, dan kualitas layanan masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli ulang pelanggan. Pengujian secara simultan (Uji F) juga menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,603. Hal ini mengindikasikan bahwa sebesar 60,3% niat beli ulang pelanggan dipengaruhi oleh sinergi antara citra merek yang kuat, kualitas produk yang konsisten, dan layanan yang memuaskan, sedangkan sisanya sebesar 39,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.
Dinamika Kualitas Udara dan Prevalensi Penyakit ISPA pada Masyarakat di Sekitar Pembangkit Listrik Berbasis Bahan Bakar Fosil Paiton Damarta Yulmida; Ratna Dewi; Budisantoso Wirjodirdjo
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1900

Abstract

Artikel ini membahas dinamika kualitas udara dan dampak sosial akibat aktivitas operasional PLTU Paiton Unit 1–2. Sebagai pembangkit berbahan bakar batu bara, PLTU berperan penting dalam menjaga pasokan listrik namun juga menghasilkan emisi yang berpotensi memengaruhi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan system dynamics untuk menganalisis hubungan antara konsumsi batu bara, emisi karbon, emisi SO2, kualitas udara ambien, kasus ISPA, dan biaya sosial secara terintegrasi. Model dikembangkan melalui lima sub-struktur utama, yaitu konsumsi batu bara dan emisi karbon, reforestasi dan carbon sink capacity, emisi SO2 dan Flue Gas Desulfurization (FGD), dampak kesehatan dan biaya sosial, serta dinamika demografi masyarakat sekitar PLTU. Simulasi dilakukan selama 10 tahun dengan membandingkan kondisi awal dan tiga skenario alternatif, yaitu optimasi Net Plant Heat Rate (NPHR) dan reforestasi, efisiensi FGD dan reforestasi, serta kebijakan terintegrasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario kebijakan terintegrasi memberikan hasil terbaik, dengan penurunan konsumsi batu bara sebesar 11,65%, stock emisi karbon 11,38%, kasus ISPA 12,57%, dan akumulasi biaya sosial 10,75%. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian dampak lingkungan PLTU lebih efektif apabila dilakukan melalui kombinasi kebijakan teknis dan ekologis secara bersamaan sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih berkelanjutan.
Peran Manajemen Visual Digital Berbasis Poka Yoke Dalam Mengurangi Human Error Pada Aktivitas Pergudangan Logistik Rantai Pasok: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Samuel Chandra Marciano Tambunan; Bambang Darmawan; Pebi Yuda Pratama
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1952

Abstract

Aktivitas pergudangan logistik merupakan komponen penting dalam sistem rantai pasok yang rentan terhadap human error. Kesalahan pada proses penerimaan, penyimpanan, pengambilan, dan pengiriman barang dapat menyebabkan ketidaksesuaian stok, keterlambatan pengiriman, serta penurunan tingkat layanan. Meskipun teknologi manajemen visual digital dan pendekatan poka-yoke telah banyak diteliti secara terpisah, kajian yang mengintegrasikan keduanya dalam konteks pergudangan logistik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis peran manajemen visual digital berbasis prinsip poka-yoke dalam memitigasi human error pada aktivitas pergudangan logistik. Penelitian menggunakan metode Narrative Literature Review dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan SINTA untuk publikasi tahun 2018–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 16 artikel dari 187 artikel teridentifikasi yang dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis menunjukkan bahwa teknologi yang paling banyak diterapkan meliputi Warehouse Management System (WMS) berbasis visual, RFID, digital kanban, pick-to-light, voice-directed picking, dan augmented reality. Berbagai studi melaporkan bahwa teknologi tersebut berkontribusi terhadap pengurangan human error, peningkatan akurasi inventaris, dan efisiensi operasional pergudangan, meskipun tingkat efektivitasnya dipengaruhi oleh karakteristik sistem dan konteks implementasi. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan implementasi manajemen visual digital berbasis poka-yoke. Temuan penelitian diharapkan menjadi rekomendasi bagi manajer logistik dan perancang sistem pergudangan dalam menerapkan manajemen visual digital yang terintegrasi dengan mekanisme deteksi dan pencegahan kesalahan berbasis poka-yoke.
Analisis Perankingan Supplier Sprocket Dengan Menggunakan Metode Fuzzy AHP Dan Topsis: (Studi Kasus: CV Twb Teknik) Achmad Zainul Hildan; Purwanto; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1987

Abstract

CV Twb Teknik menghadapi kendala kualitas produk sprocket yang tidak sesuai pesanan akibat kurangnya pertimbangan kriteria kualitas dalam pemilihan pemasok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan perankingan alternatif supplier sprocket terbaik berdasarkan kriteria terukur di CV Twb Teknik. Metode yang diterapkan adalah integrasi Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) untuk penentuan bobot prioritas kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk perankingan alternatif pemasok. Hasil perhitungan Fuzzy AHP menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku menjadi kriteria paling utama dengan bobot sebesar 0,38. Sementara itu, berdasarkan hasil analisis TOPSIS, Supplier C menempati peringkat pertama dengan nilai kedekatan 0,747, diikuti oleh Sakura Bearing dengan nilai 0,693, dan Tri Teknik Perkasa dengan nilai 0,310. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tali Agung merupakan mitra terbaik yang direkomendasikan kepada pihak manajemen perusahaan untuk diprioritaskan dalam pemesanan sprocket guna mengoptimalkan efisiensi rantai pasok dan kualitas produk..
Evaluasi dan Rekomendasi Perbaikan Kinerja Supplier Berdasarkan Ketidaksesuaian Kuantitas Barang Menggunakan Metode Root Cause Analysis (RCA): (Studi kasus: PT Jidoka Result Indonesia) Revan Raymoundu; Syarah Rizkia Feriaty; Andriani S
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1999

Abstract

Ketidaksesuaian kuantitas barang antara Purchase Order (PO) dan Delivery Order (DO) merupakan salah satu permasalahan dalam proses pengadaan yang dapat memengaruhi akurasi persediaan dan kelancaran operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat ketidaksesuaian kuantitas barang, mengevaluasi kinerja supplier menggunakan Key Performance Indicator (KPI), serta mengidentifikasi penyebab permasalahan menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Penelitian menggunakan data PO dan DO periode Januari–Maret 2025 yang diperoleh dari bagian Purchasing dan Warehouse PT Jidoka Result Indonesia. Evaluasi dilakukan menggunakan KPI, sedangkan analisis akar penyebab menggunakan Fishbone Diagram dan teknik 5 Why’s. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat under supply dan over supply pada beberapa supplier. Evaluasi KPI menunjukkan adanya perbedaan tingkat kinerja antar supplier, sementara analisis RCA menunjukkan penyebab utama berasal dari belum optimalnya sistem pengendalian pengadaan, seperti belum adanya SOP verifikasi kuantitas dan evaluasi supplier secara berkala. Perusahaan disarankan menerapkan SOP verifikasi kuantitas, evaluasi supplier berbasis KPI, serta meningkatkan sistem informasi pengadaan.
Studi Eksperimen Pengembangan Material Komposit Serat Sabut Buah Pinang Sebagai Penguat Material Alternatif Pembubutan Suhersan Panggalo; Musa Bondaris Palungan; Nitha
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2015

Abstract

Persaingan teknologi manufaktur yang menuntut efisiensi biaya mendorong pengembangan material alternatif ramah lingkungan untuk proses pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi potensi penggunaan material komposit serat sabut buah pinang dengan matriks resin Epoxy DGEBA dan pengeras Polyamide sebagai material alternatif pembubutan konvensional pengganti teflon murni (Mechanical Grade PTFE). Menggunakan metode eksperimental (True Experimental Research), penelitian ini menguji pengaruh variasi fraksi volume serat (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat mekanik dan kualitas permukaan hasil proses bubut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat memengaruhi performa mekanik secara fluktuatif. Komposisi fraksi volume serat 30% terbukti menghasilkan performa mekanik yang paling optimal dengan kekuatan tarik sebesar 20,286 MPa, modulus Young sebesar 3667,5 MPa, dan energi impak sebesar 111 Joule. Sebaliknya, pada fraksi serat 50%, terjadi kegagalan akibat kekurangan matriks (matrix starvation) yang menurunkan kekuatan tarik secara drastis menjadi 4,1568 MPa dan ketangguhan impak menjadi 92 Joule. Dari segi kemampuan pemesinan, seluruh variasi komposit dapat dibubut, meskipun menghasilkan kekasaran permukaan (  4,055–13,953 µm) yang lebih tinggi dibanding teflon murni karena strukturnya yang heterogen. Secara keseluruhan, komposit serat sabut buah pinang dengan fraksi volume serat 30% merupakan komposisi optimum yang paling efisien secara teknis sebagai bahan alternatif pengerjaan bubut.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Kopling Terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius Single Stage Menggunakan Metode CFD habibi abyaz; Alviani Hesthi Permata Ningtyas
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2044

Abstract

Turbin angin Savonius merupakan salah satu turbin angin sumbu vertikal yang memiliki keunggulan dalam kemampuan beroperasi secara mandiri (self-starting) pada kondisi kecepatan angin rendah. Namun demikian, dibandingkan dengan beberapa tipe turbin angin lainnya, efisiensi aerodinamikanya masih relatif rendah sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan performanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi sudut kopling terhadap karakteristik kinerja turbin angin Savonius single stage tipe S dengan memanfaatkan metode simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Variasi sudut kopling yang ditinjau meliputi 0°, 30°, dan 60°, sedangkan kondisi operasi menggunakan kecepatan angin 2,5 m/s dan 3,5 m/s dengan variasi Tip Speed Ratio (TSR) sebesar 0,5 dan 0,81. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ANSYS Fluent 2023 dengan menerapkan model turbulensi k-ω Shear Stress Transport (SST). Parameter performa yang dianalisis meliputi coefficient of power (Cp), coefficient of moment (Cm), serta efisiensi turbin. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan nilai TSR dari 0,5 menjadi 0,81 mampu meningkatkan performa turbin pada seluruh variasi sudut kopling yang diuji. Pada kecepatan angin 2,5 m/s, konfigurasi sudut kopling 60° menghasilkan performa terbaik dengan nilai Cp sebesar 0,74 dan Cm sebesar 0,91. Sementara itu, pada kecepatan angin 3,5 m/s, kinerja optimum dicapai oleh konfigurasi sudut kopling 30° dengan nilai Cp sebesar 1,25, Cm sebesar 1,24, serta efisiensi sebesar 124,8%. Selain itu, analisis distribusi kontur kecepatan, tekanan, dan pola aliran menunjukkan bahwa konfigurasi sudut kopling 30° mampu menghasilkan karakteristik aerodinamika yang lebih baik sehingga proses konversi energi angin menjadi energi mekanik berlangsung lebih efektif dibandingkan konfigurasi lainnya.
Kajian Awal Potensi Energi Termal Manifestasi Air Panas Klayili Berdasarkan Karakteristik Geokimia Fluida dan Pendekatan Multi-Geotermometer Musa Tandiarrang; Atus Buku; Corvis Rantererung
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2061

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi energi termal manifestasi Air Panas Klayili, Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, berdasarkan karakteristik geokimia fluida dan pendekatan multi-geotermometer. Pengukuran lapangan menunjukkan temperatur fluida 49,0–51,0°C, debit 22,857 L/s, dan laju aliran massa 22,573 kg/s pada titik utama. Fluida bersifat netral hingga sedikit basa dengan pH 7,6–7,7 dan menunjukkan karakter bikarbonat dominan. Estimasi temperatur reservoir menggunakan geotermometer silika menghasilkan nilai 77,30–79,68°C, sedangkan geotermometer kation menghasilkan estimasi yang lebih tinggi. Skenario Na-K-Ca sebesar 144,77°C digunakan sebagai salah satu skenario representatif karena mempertimbangkan karakter kation fluida yang didominasi oleh Ca²⁺. Potensi energi termal aktual berdasarkan kondisi outlet diperkirakan sebesar 1,981 MWth, sedangkan potensi berbasis skenario temperatur reservoir mencapai 10,921 MWth. Hasil ini menunjukkan bahwa Air Panas Klayili berpotensi secara teoritis sebagai sumber energi panas bumi temperatur rendah hingga menengah pada skenario reservoir tertentu. Namun, estimasi tersebut masih bersifat awal karena belum didukung oleh data sumur, uji produksi, maupun survei geofisika bawah permukaan. Oleh karena itu, penelitian ini menyediakan informasi ilmiah awal mengenai karakteristik geokimia dan potensi energi termal sistem panas bumi non-vulkanik di Papua Barat Daya, serta menjadi dasar bagi kajian lanjutan terkait karakterisasi reservoir dan skenario pemanfaatan energi panas bumi temperatur rendah.
Analisis Pengendalian Kualitas Router Pada Jaringan Wifi Di Kali Ulu Menggunakan Metode PDCA Akbar Fauzi; Heru Darmawan; Yudi Prastyo
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2065

Abstract

Tingginya frekuensi kerusakan perangkat keras pada jaringan distribusi internet dapat menurunkan tingkat kepuasan pelanggan dan pembengkakan biaya operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengendalian kualitas pelayanan internet pada PT MIMO dengan meminimalkan kerusakan perangkat router Wi-Fi menggunakan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA). Data kerusakan dikumpulkan pada periode Januari hingga Maret 2025. Metode analisis yang digunakan meliputi Diagram Pareto untuk penentuan prioritas masalah, Diagram Fishbone untuk pemetaan akar penyebab gangguan, serta matriks 5W+1H untuk penyusunan rencana tindakan korektif. Hasil analisis Pareto menunjukkan bahwa masalah overheating akibat penempatan perangkat yang tidak tepat (37,5%) dan kerusakan adaptor/kabel daya (25,0%) menjadi penyebab paling dominan. Melalui implementasi standardisasi Standard Operating Procedure (SOP) pemasangan dan penjadwalan preventive maintenance setiap dua minggu sekali, efisiensi penurunan biaya kerugian operasional diproyeksikan mencapai 50,00% serta mampu memangkas waktu penanganan gangguan menjadi kurang dari 4 jam, sekaligus mendukung peningkatan kepuasan dan kepercayaan pelanggan terhadap stabilitas layanan Wi-Fi RT/RW Net PT MIMO.
Analisis Risiko Keselamatan Kerja Menggunakan Metode HIRARC pada Proses Produksi Tahu: (Studi Kasus: UMKM Tahu Mang Udung Tangerang Selatan) Lia Amalia; Syarah Rizkia Feriaty; Firda Anisah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2067

Abstract

UMKM Tahu Mang Udung di Tangerang Selatan merupakan industri pangan berskala kecil dengan tujuh tahapan produksi yang menyimpan berbagai potensi bahaya kerja belum terkelola secara sistematis. Data historis September 2025–Februari 2026 mencatat 57 kasus kecelakaan kerja, didominasi kelelahan kerja (20 kasus), percikan air panas (17 kasus), terjatuh akibat lantai licin (11 kasus), dan tergores alat produksi (9 kasus). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menyusun rekomendasi pengendalian pada setiap tahapan produksi menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan mixed method, melalui observasi, wawancara dengan 1 owner dan 7 pekerja, serta dokumentasi. Penilaian risiko menggunakan parameter likelihood dan severity. Hasil penelitian menunjukkan dari 24 potensi bahaya yang teridentifikasi pada tujuh tahapan produksi, terdapat 1 bahaya (4,2%) extreme risk, 3 bahaya (12,5%) high risk, 17 bahaya (70,8%) moderate risk, dan 3 bahaya (12,5%) low risk. Risiko tertinggi terdapat pada perebusan/pemasakan berupa paparan uap panas (nilai risiko 16, kategori extreme). Rekomendasi pengendalian disusun berdasarkan hierarki pengendalian meliputi pengendalian teknis, administratif, dan penyediaan APD.