Articles
200 Documents
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING SDN PANTAI MAKMUR 02 TARUMAJAYA
Kori Sundari;
Sari Mutiah
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2020): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/pedagogik.v8i1.2211
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas V SDN Pantai Makmur 02 Tarumajaya. Hal ini dapat diidentifikasi dari kurangnya kemampuan siswa dalam menjelaskan atau mendefinisikan sebuah konsep, ragu dalam memberikan kesimpulan, kesulitan dalam membuat rangkuman. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran IPS melalu metode pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung selama dua siklus, pada setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pantai Makmur 02 Tarumajaya dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa. Pada tindakan penelitian siklus I memperoleh presentase ketuntasan klasikal sebesar 60% dengan perolehan nilai rata-rata 73,3. Pada tindakan siklus II memperoleh presentase ketuntasan klasikal sebesar 90% dengan perolehan nilai rata-rata 81. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui model Student Facilitator and Explaining (SFE) dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas V SDN Pantai Makmur 02 Tarumajaya Bekasi Utara.
PENGARUH MODEL BRAIN BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN DALAM MEMBACA PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV DI SD ISLAM DARUSSALAM BEKASI
Rima Rikmasari;
Dewi Oxtaviana Sari
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2020): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/pedagogik.v8i1.2213
Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SD Islam Darussalam Bekasi. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yang hanya menggunakan model konvensional (ceramah, tanya jawab dan penugasan) sehingga siswa kurang mampu menemukan pokok-pokok pikiran yang terdapat dalam teks dan siswa masih sulit menjawab pertanyaan terkait teks bacaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruh membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SD Islam Darussalam Bekasi menggunakan model Brain Based Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Quasi Experimental Design dengan menggunakan Nonequivalent Pretest Posttest Control Group Design. Pada kelas eksperimen menggunakan Model Brain Based Learning. Sedangkan pada kelas kontrol menggunakan Model Konvensional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Purposive Sampling. Sampel penelitian memiliki jumlah siswa sama pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu sebanyak 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berbentuk uraian. Hasil penelitian menunjukan pretest kelas eksperimen sebesar 57 dan posttest sebesar 78. Kelas kontrol menunjukan pretest sebesar 50 dan posttest sebesar 60. Analisis uji-t di peroleh thitung 2.02 dengan taraf signifikansi 0.05 dan diperoleh ttabel 1.68. Ini berarti, thitung > ttabel. (2.02 > 1.68) maka Ho ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh model Brain Based Learning terhadap membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SD Islam Darussalam Bekasi.
PENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)
Aningsih -;
Saepudin Mahmud
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2020): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/pedagogik.v8i1.2214
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan pada pemahaman konsep siswa yang masih rendah dalam pembelajaran IPS kelas V. Adapun masalah yang dihadapi siswa kesulitan dalam menjelaskan ulang apa yang dijabarkan gurunya dan siswa kurang mampu dalam membuat kesimpulan. Dengan demikian peneliti memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams bames tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung selama dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI Nurul Amal Bantargebang yang berjumlah 28 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes tertulis berbentuk uraian dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, ketuntasan klasikal pemahaman konsep siswa pada siklus I sebesar 57% dengan nilai rata-rata 71, dan pada siklus II ketuntasan klasikal pemahaman konsep siswa meningkat menjadi 86% dengan nilai rata-rata 83. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Nurul Amal Bantargebang.
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI DI BIDANG NON AKADEMIK KELAS IV SDN CIPELANG GEDE KOTA SUKABUMI
Ika Mei Oktaviani;
Iis Nurasiah;
Dyah lyesmaya
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2020): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/pedagogik.v8i1.2215
Penelitian ini berjudul “Analisis Gaya Belajar Pada Siswa Berprestasi Di Bidang Non Akademik Kelas IV SDN Cipelang Gede Kota Sukabumi. “ penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses gaya belajar siswa berprestasi akademik maupun non akademik terbaik yang berada dikelas maupun di lingkungan rumahnya dan untuk mengetahui langkah seorang guru dalam menerapkan pembelajaran yang dianggap efektif terhadap proses gaya belajar siswa yang sangat berprestasi. Penelitian di laksnakan di SDN Cipelang Gede dan di rumah subjek penelitian. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. alat pengumpul data yang di gunakan adalah, wawancara, lembar angket , dan observasi pengolahan data dilakukan dengan angket hasil penelitian menunjukan bahwa siswa di kelas IV memiliki gaya belajar kinestetik, auditori, dan visual akan tetapi kebanyak siswa di kelas IV ini lebih condong ke dalam gaya belajar visual.
MODEL MAKE A MATCH SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA SISWA SEKOLAH DASAR
Rima Rikmasari;
Faiza Kamaliah
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9 No 1 (2021): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/pedagogik.v9i1.2988
IPA disebut sebagai ilmu tentang alam dikarenakan mempelajari tentang gejala alam berupa fakta, konsep dan hukum yang telah teruji kebenarannya melalui suatu rangkaian penelitian. Agar tujuan pembelajaran IPA dapat tercapai sesuai hakikatnya maka dibutuhkan suatu pembelajaran yang ideal. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar tidak hanya diajarkan secara konvensional namun juga melalui berbagai praktek-praktek dimana siswa dapat memahami perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya pada siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang menganalisis dan mengkaji hasil dari penelitian sebelumnya yang memiliki tema yang relevan. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana proses analisis data lebih menekankan pada penyimpulan perbandingan tinjauan pustaka dari beberapa jurnal ilmiah. Penelitian ini bermaksud untuk menjabarkan tentang penerapan model kooperatif tipe Make A Match untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya siswa Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar IPA dalam tiga aspek yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. Model ini mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual agar siswa belajar dalam suasana yang menyenangkan sehingga dalam pembelajaran IPA siswa menjadi aktif, senang dan antusias karena berinteraksi dengan teman yang lain. Dengan demikian dapat disimpulkan pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi Gaya.
IMPLEMENTASI FLIPPED LEARNING MENGGUNAKAN MICROSOFT TEAM PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MASA PANDEMI COVID-19
Meilani Safitri;
M. Ridwan Aziz
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9 No 1 (2021): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/pedagogik.v9i1.2989
Pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini telah mengubah tatanan di berbagai bidang kehidupan termasuk pendidikan. Di bidang pendidikan, pandemi covid-19 memberi dampak revolusi pendidikan 4.0 yang semakin nyata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang implementasi flipped learning menggunakan Microsoft Team pada pembelajaran matematika di masa pandemic covid-19 serta dampaknya pada self regulated learning (SRL) siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa SMA di Boyolali. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebar melalui link google form dan wawancara terhadap guru maupun siswa melalui WhatasAp Grup dan Google Meet. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 79,31% siswa memiliki SRL dengan kategori baik.
MODEL PROBLEM POSING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR
Rini Endah Sugiharti;
Avfri Nurhidayah Ningsih
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9 No 1 (2021): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/pedagogik.v9i1.2990
Matematika adalah suatu proses interaksi belajar mengajar pelajaran matematika yang dilakukan antara siswa dan guru yang mana, proses tersebut merupakan sebagai suatu sarana atau wadah yang berfungsi untuk mempermudah berfikir didalam ilmu atau konsep-konsep abstrak. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan model Problem Posing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan proses analisis data lebih menekankan pada penyimpulan perbandingan tinjauan pustaka dari beberapa jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model Problem Posing dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dalam aspek kognitif, selain itu siswa diyakini mampu mengidentifikasi latihan-latihan soal yang siswa kerjakan, siswa mampu merumuskan masalah yang ada pada soal , siswa dapat menerapkan strategi dalam menyelesaikan soal tersebut, siswa dapat menjelaskan kembali soal yang telah dibuat kepada teman-temannya, dan siswa dapat menggunakannya secara bermakna. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Problem Posing dapat dijadikan sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar.
IMPLEMENTASI MODEL FLIPPED CLASSROOM MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
Sinthia Marlina Amperawati Turnip;
Wiputra Cendana
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9 No 1 (2021): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/pedagogik.v9i1.2991
Pada era pembelajaran daring, guru memiliki tantangan terkait manajemen kelas salah satunya dalam hal pengaturan waktu pada sesi sinkronus. Gangguan jaringan dapat menjadi penghambat keberhasilan RPP yang telah dirancang. Gangguan tersebut membuat pembelajaran menjadi tidak efektif. Model pembelajaran flipped classroom dapat menjadi solusi bagi masalah guru dalam hal manajemen waktu dan pembelajaran. Melalui model ini, siswa diberikan pengayaan di luar pembelajaran real time (sinkronus) sehingga pada sesi sinkronus siswa lebih difokuskan untuk membagikan dan menerapkan pemahamannya serta menerima umpan balik dan penekanan penjelasan dari guru. Model ini dapat didukung oleh metode mengajar yang menarik motivasi belajar siswa agar mereka mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna pada sesi tatap maya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara guru mengimplementasikan model flipped classroom yang didukung oleh metode diskusi serta memaparkan hasil analisis mengenai pengaruh metode diskusi terhadap efektivitas manajemen waktu dan pembelajaran. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Model flipped classroom dengan bantuan metode diskusi diimplementasikan pada sesi asinkronus dengan memberikan video pembelajaran terkait topik yang akan dipelajari pada sesi sinkronus. Sementara itu, pada sesi sinkronus guru akan mengadakan sesi diskusi sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk menerima umpan balik secara langsung atas tanggapan mereka. Metode diksusi terjadi pada setiap sesi yakni sesi penjelasan guru, permainan dan beberapa latihan terbimbing. Pada akhir pembelajaran, guru memberikan tugas kepada siswa berdasarkan topik yang telah dipelajari untuk mengecek pemahaman mereka terhadap konsep pelajaran. Saran penulis adalah agar guru dapat mengombinasikan beberapa metode berbeda untuk diterapkan dalam pembelajaran dengan model flipped classroom tergantung mata pelajaran atau topik yang hendak diajarkan.
MODEL PICTURE AND PICTURE SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI SIKLUS AIR SISWA SEKOLAH DASAR
Aningsih -;
Siti Sarah Agustina
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9 No 1 (2021): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/pedagogik.v9i1.2992
IPA merupakan salah satu mata pelajaran di SD yang mengajarkan berbagai fenomena alam yang ada di sekitar kita atau berada di lingkungan kita yang didasari oleh hasil penemuan, percobaan dan pengamatan langsung yang dilakukan oleh siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan proses analisis data lebih menekankan pada penyimpulan perbandingan tinjauan pustaka dari beberapa jurnal ilmiah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan jurnal referensi, data-data atau berita dari internet serta koleksi jurnal nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture siswa diyakini dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA, selain itu dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran picture and picture dapat dijadikan sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA di sekolah dasar.
MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INVIDUALIZATION SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
Kori Sundari;
Mira Oktaviani
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9 No 1 (2021): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/pedagogik.v9i1.2993
Berdasarkan jurnal dan hasil penelitian yang dijadikan rujukan dengan permasalahan hasil belajar matematika, secara umum ditemukan beberapa fakta yaitu rata-rata siswa mengalami kesulitan dalam memahami pembahasan materi pada mata pelajaran matematika, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah ditetapkan disekolah tersebut. Kebanyakan guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional disekolah yaitu metode ceramah, khususnya pada pembelajaran matematika. Guru merasa kesulitan dalam membuat media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa pada saat menyampaikan materi pembelajaran. Hal ini menjadi penyebab siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Dari permasalahan tersebut, rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika karena kurangnya variasi metode mengajar guru dalam penyampaian materi. Permasalahan di atas peneliti menawarkan solusi yaitu dengan menggunakan Model Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization, dengan sintak model pembelajaran sebagai berikut; 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) evaluasi. Prediksi hasil dengan menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization, siswa harapkan dapat meningkat hasil belajar atematikanya dalam indikator penilaian hasil belajar yaitu ranah kognitif dari kemampuan mengingat hingga (C1) hingga mencipta (C6).