cover
Contact Name
Ika Kusumaningtyas
Contact Email
tyas.kusuma@ugm.ac.id
Phone
+628988833412
Journal Mail Official
bkm.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Bersama Jurnal, Lt. 2 Atas Kantin IKM, FK-KMK UGM Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berita Kedokteran Masyarakat
ISSN : 02151936     EISSN : 26148412     DOI : https://doi.org/10.22146/bkm.v37i2.2320
Core Subject : Health,
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope related to aspects of: - Epidemiology - Infectious diseases control - Clinical Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health - Healthy City - Public Health and Primary Health Care - School of Health Promotion - Healthy lifestyles - Health promotion - Health and Social Behavior - Tobacco and smoking - Adolescent Health - Public Health Nutrition - Maternal and Child Health - Reproductive Health - Population Health - Health of Vulnerable People - Social Determinants of Health - Water, Sanitation and Hygiene - Human Resource Management
Articles 1,528 Documents
Hubungan pola konsumsi natrium dan kalium dengan kejadian hipertensi di puskesmas Paccerakkang Makassar Saharuddin Saharuddin; Safrullah Amir; Marwana Said; Rosmina Rosmina
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.907 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35451

Abstract

Latar belakang: Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang risikonya linear dengan pertambahan usia. Kenaikan tekanan pada dinding arteri hingga nilai ekstrim berpotensi memicu berbagai komplikasi kardiovaskular. Tingkat konsumsi natrium dan kalium menunjukkan asosiasi yang cukup berarti dengan kejadian hipertensi. Keduanya menunjukkan efek antagonis dalam menentukan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah. Tujuan: Penelitian ini dikembangkan untuk mengobservasi korelasi antara konsumsi natrium dan kalium dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan individu berusia ≥ 30 tahun yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Paccerakkang. Sebanyak 78 responden diikutsertakan dalam penelitian ini dengan teknik penarikan secara accidental sampling. Tingkat konsumsi diobservasi menggunakan instrumen penelitian berupa food recall untuk menggambarkan asupan natrium dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menggambarkan asupan kalium. Analisis bivariat dilakukan untuk memahami hubungan konsumsi garam mineral dengan kejadian hipertensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan beban hipertensi pada populasi target mencapai 51,3%. Konversi hasil survei konsumsi mengindikasikan masih adanya responden sebanyak 39,7% yang mengonsumsi natrium melebihi batas aman yang direkomendasikan. Namun, tingkat konsumsi natrium yang tinggi masih dapat diimbangi dengan konsumsi kalium yang cukup dengan persentase mencapai 65,4%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi yang berarti antara pola konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Makassar (p-value=0,018), berbeda dengan konsumsi kalium yang tidak mencapai level signifikansi dengan kejadian hipertensi (p-value=0,133). Simpulan: Hanya konsumsi natrium yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Makassar. Sementara konsumsi kalium meskipun menunjukkan adanya perbedaan, namun tidak menemui kemaknaan yang berarti.
Evaluasi Sistem Surveilans Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Berbasis Posbindu di Kabupaten Sleman Tahun 2017 Erna Yati Renyaan; Theodola Baning Rahayujati; Isa Dharmawidjaja
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.279 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35457

Abstract

Latar belakangWHO mencatat 36 juta jiwa pertahun (63%) penyebab kematian didunia adalah penyakit tidak menular (PTM). Riset Kesehatan Dasar 2007 dan 2013 menunjukkan 61% dari total kematian karena PTM. Profil Kabupaten Sleman tahun 2017 tercatat penyakit hipertensi mencapai 83.000 kasus dan Diabetes Mellitus 33.987 kasus. Tujuan evaluasi untuk melihat pelaksanaan sistem surveilans faktor risiko penyakit tidak menular (FR-PTM) berbasis Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di Kabupaten Sleman tahun 2017.MetodeDesain penelitian adalah observasional. Dilaksanakan Januari-Februari 2018. Responden adalah penanggungjawab surveilans PTM Posbindu di 17 puskesmas. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Evaluasi sistem surveilans terkait struktur sistem, fungsi inti, fungsi pendukung dan kualitas surveilans berdasarkan pedoman WHO. Instrumen menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara deskriptif.Hasil136 posbindu yang tersebar di 17 puskesmas dan yang aktif melapor 95 posbindu. Dari struktur sistem menunjukkan 82,38% belum mengetahui tentang legal aspek pelaksanaan sistem surveilan PTM. Pada segi fungsi inti diketahui 76,47% deteksi kasus masih dilakukan oleh kader dengan supervisi dokter karena keterbatasan tenaga. Sebanyak 82,35% tidak dapat melakukan analisis dan interpretasi data FRPTM. Dari fungsi dukungan sebanyak 23,53 responden belum mengikuti pelatihan portal Web PPTM, sedangkan pada kualitas surveilans diketahui 82,35% data tidak lengkap dan tidak tepat waktu.SimpulanPerlu penguatan pada penanggungjawab PTM Posbindu di puskesmas melalui sosialisasi legal aspek, pembuatan format sederhana, pelatihan analisis dan interpretasi data serta pelatihan portal Web PPTM untuk meningkatkan kualitas sistem pelaporan PTM.
Pendidikan infeksi menular seksual untuk remaja laki-laki Yogyakarta Nadia Rahmawati; Elsi Dwi Hapsari; Wiwin Lismidiati; Nuring Pangastuti
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 9 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.261 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35477

Abstract

Adolescent boys' knowledge and health education needs about sexually transmitted infections (STIs) Purpose: To determine the knowledge of adolescent boys and the need for health education about STIs in Yogyakarta Special Region.Methods: This research is a descriptive study with cross sectional design, with a total sample of 418 male students of class XII high school. This research was conducted in the Yogyakarta Special Region High School in September-November 2017. This study used univariate, bivariate and multivariate analysis. Results: The results showed that the average age of respondents 17 years as much as 61.5%, the most sources of information were lessons at school by 67.2%, 90.7% of students living with parents and the results of knowledge of adolescent boys in DIY bad by 52.4% and good by 47.6%. External variables related to knowledge are sources of information with p = 0.001 (p <0.05), the material that young boys want to know about health education about STIs is prevention done by 81.8% and 54.8% choosing media video as the desired method.Conclusions: The role of the world of education has a very big influence in providing information about STI to boys, the collaboration between the government and related parties will increase the knowledge of boys. One effort that can be done is by educating schools, especially on preventing STIs and using audiovisual media, besides that the role of the community and family, especially parents, will greatly influence the knowledge of adolescent boys.
Bagaimana Motivasi Berhenti Merokok Mahasiswa Di Kampus Kesehatan Yogyakarta? Heni Trisnowati; Eka Santi Sabariah; Yelli Yani Rusyani
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.292 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35494

Abstract

Latar Belakang :  Masalah rokok sudah menjadi masalah nasional bahkan menjadi masalah internasional. Lebih dari 60 juta penduduk Indonesia mengalami ketidakberdayaan akibat dari adiksi nikotin rokok, dan kematian akibat mengkonsumsi rokok tercatat lebih dari 400 ribu orang per-tahun. Sebagai salah satu upaya membantu perokok untuk berhenti merokok diperlukan informasi mengenai gambaran motivasi berhenti merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi perokok pada responden penelitian dan untuk mengetahui motivasi berhenti merokok pada mahasiswa di kampus kesehatan Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendektan cross sectional. Jumlah  Populasi penelitian 274 orang sementara sample diambil dengan menggunakan accidental sampling sebanyak 163 orang. Data tentang karakteristik dan gambaran motivasi berhenti merokok mahasiswa diperoleh dari kuesioner Richmount Test kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan sistem komputer  Hasil: Jumlah mahasiswa yang merokok sebanyak 20 orang (12.3%) sementara proporsi perokok laki-laki 4 kali lebih besar dibanding perokok wanita dan semua perokok mempunyai keinginan berhenti merokok. Pada kelompok laki-laki, terdapat 15 orang (32.6%) yang merokok sementara pada kelompok perempuan ada 5 orang (4.3%) yang merokok. Gambaran motivasi berhenti merokok sebagai berikut : mahasiswa yang sangat tertarik untuk berhenti merokok sebanyak 12 orang (60%); Jumlah mahasiswa yang akan berhenti merokok 7 orang (35%) sementara ada 9 orang (45%) kemungkinan akan menjadi non perokok. Kesimpulan: Semua responden yang merokok memiliki motivasi untuk berhenti merokok. Hal ini memberi peluang bagi promotor kesehatan dan penggiat tobacco control untuk membantu perokok berhenti merokok dalam bentuk edukasi atau layanan berhenti merokok.   
Penanganan kasus abortus inkomplit pada puskesmas PONED di Kabupaten Sumbawa Barat Kurniaty Kurniaty; Djaswadi Dasuki; Abdul Wahab
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.453 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35562

Abstract

Success rate in handling incomplete abortion in EmOC primary health care in West SumbawaPurposeThis study explored the success of incomplete abortion in EmOC PHC in West Sumbawa.MethodThis research used descriptive analytic design with mix method approach. Quantitative research with cross sectional design and qualitative research with multiple-case study approach. The quantitative research sample is mother with incomplete abortion and qualitative research sample that is midwife, doctor and head of Puskesmas. Quantitative data analysis used chi-square test and logistic regression. Qualitative data collection using indepth interview method.ResultsHandling of successful incomplete abortus was 63,3% and most of EmOC PHC was complete 67,3%. There is a significant correlation between the success of incomplete abortion handling with the completeness of EmOC PHC. The likelihood of successful completion of incomplete abortion cases in complete EmOC PHC was 4.1 times greater than that of incomplete EmOC PHC. There was a significant relationship between maternal gestational age at abortion with successful incomplete abortion treatment (OR = 7,1; CI95% 1.27-40,2). Qualitative results show that EmOC teamwork can influence the success of handling incomplete abortion cases.ConclusionCompleteness of EmOC PHC has relationship with handling of incomplete abortus case. Increased knowledge and competence of health workers in the handling of incomplete abortion, so that in case management is more prepared and competent.
WAJIB SKRINING TES HIV PRA-NIKAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN HIV DALAM KELUARGA Fahrurrajib Fahrurrajib
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.99 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35579

Abstract

Latar Belakang: HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sejenis virus yang menyerang atau menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh. Salah satu faktor risko penularan HIV adalah penularan dari suami pengidap HIV kepada istri atau sebaliknya. Penularan lain juga bisa ditularkan dari ibu pengidap HIV kepada anak, baik selama kehamilan, persalinan maupun selama menyusui. Kejadian HIV tertinggi berdasarkan pekerjaan masih didominasi oleh ibu rumah tangga. Salah satu faktor penyebabnya yaitu ketidaktahuan pasangan bahwa dalam dirinya sudah terinfeksi HIV sebelumnya. Inilah yang menjadi masalah utama kenapa sampai saat ini kasus HIV pada ibu rumah tangga semakin meningkat tiap tahun. Mengingat banyaknya kasus HIV yang terjadi pada ibu rumah tangga, maka pemerintah perlu merubah arah kebijakan untuk mencegah penularan HIV dalam lingkup keluarga dengan mewajibkan tes HIV pra-nikah. Mewajibkan test HIV pra-nikah adalah salah satu upaya yang paling efektif untuk mencegah terjadi penularan HIV dalam lingkup keluarga karena dengan mengetahui status HIV lebih awal maka banyak upaya yang dilakukan untuk menghindari penularan HIV dalam keluarga, seperti resiko penularan kepada pasangan melalui hubungan seksual dapat dicegah dengan penggunaan kondom dan pasangan yang telah terinfeksi HIV bahkan tetap dapat memiliki keturunan dengan aman melalui program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA/PMTCT). Calon orang tua dapat menekan risiko penularan HIV pada anak dengan mengetahui status HIV sejak dini. Diagnosis dini HIV memiliki potensi untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas serta tingkat penularan HIV. Oleh karena itu mewajibkan test HIV pra-nikah adalah salah satu upaya yang efektif dan sangat bermanfaat untuk melindungi keluarga dari infeksi HIV.Tujuan: Penulisan artikel ini bertujuan untuk menunjukan metode yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penularan HIV dalam lingkup keluarga
“Merasa malu” dan “kurang kesadaran berpartisipasi”: tantangan wanita usia subur dalam screening kanker serviks melalui tes inspeksi visual dengan asam asetat Sarah Asifa; Endang Sutisna Sulaeman; Heni Hastuti; Ari Natalia Probandari
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 7 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.079 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35584

Abstract

“Embarrassment” and “lack of awareness”: challenges for reproductive women in cervical cancer screening through visual inspection with acetic acid testPurpose: This study aims to explore the challenges for reproductive women in cervical cancer screening through visual inspection with acetic test in Surakarta.Method: A survey was conducted involving distribution of questionnaires to 382 women aged 16-49 years from 5 public health centers.Results: Most respondents were 21-30 years old (40,1%), married (97,1%), as a housewife (59,2%), and had higher school education (60,5%). Had no sex education (OR: 2,00; 95%CI: 1,04-3,86) and low awareness (OR: 3,07; 95%CI: 1,25-7,49) were significantly associated with the low coverage of VIA Test. On the other hand, had no embarrassment (OR: 0,63; 95%CI: 0,41-0,99) was negatively associated with the low coverage of VIA Test.Conclusion: Awareness, sex education, and embarrassment were associated with the VIA Test Coverage at community health center in Surakarta. Specific strategies and programs that addresses these factors are needed to increase the coverage of VIA Test.
Efektivitas instalasi pengelolaan air limbah komunal program Usri 2014 di Kecamatan Depok Sleman Noor Rosyidah Amini; Sarto Sarto
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 8 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.645 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35597

Abstract

Purpose: To find out the relationship of capacity design toward effectiveness of Waste Water Treatment Plant (WWTP) Methods: This study was an observational study, using a cross-sectional design. Method of sampling of waster water is done by grab sampling method. The data analysis used a descriptive analysis. Results: The results showed that the highest level of effectivity of BOD and TSS are 91,09% and 97,50%. The level of MPN coliform and MPN E.coli are >1600x102 MPN/100ml, it means exceeded the quality standard of waste water. Suitability of capacity design with operational of WWTP including discharge, number of users, level of BOD and TSS, level of MPN Coliform and MPN E.coli are more appropriate, the effectiveness in processing both of BOD and TSS also increased. Conclusion: there is a trend between the design capacity of WWTP to the effetiveness of BOD and TSS levels. The more appropriate the design with operational, the higher the level effectiveness of BOD and TSS levels.
PENGARUH KARAKTERISTIK ORGANISASI TERHADAP PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI WILAYAH PUSKESMAS HELVETIA MEDAN Riri Astika Indriani; Zulfendri Zulfendri; Surya Utama
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.507 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35600

Abstract

Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) menjadi salah satu strategi penting dalam mengendalikan trend penyakit tidak menular yang terus meningkat. Puskesmas Helvetia merupakan salah satu puskesmas di Kota Medan dengan persentase kelurahan yang menjalankan Posbindu PTM terendah yaitu sebesar 28,57%. Pada tahun 2016, cakupan kegiatan Posbindu PTM di wilayah Puskesmas Helvetia sangat rendah yaitu dibawah 1%. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengaruh karakteristik organisasi (perilaku petugas kesehatan, perilaku kader, fasilitas pelayanan, kegiatan Posbindu PTM) terhadap pemanfaatan POSBINDU PTM di wilayah Puskesmas Helvetia.Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Helvetia Tengah dan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan. Jenis penelitian adalah penelitian survai dengan tipe explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat berusia 15 tahun keatas. Sampel berjumlah 100 orang yang diambil dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku petugas kesehatan (p value= 0,000), perilaku kader (p value= 0,000), fasilitas pelayanan (p value= 0,000) berpengaruh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM, sedangkan kegiatan Posbindu PTM (p value= 0,413) tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM. Diperkirakan perilaku petugas kesehatan mempunyai kontribusi yang paling besar (0,636) terhadap pemanfaatan POSBINDU PTM. Kemampuan variabel perilaku petugas kesehatan, perilaku kader dan fasilitas pelayanan untuk menjelaskan pemanfaatan POSBINDU PTM sebesar 91%. Secara umum pemanfaatan POSBINDU PTM akan semakin meningkat apabila perilaku petugas kesehatan, perilaku kader dan fasilitas pelayanan ditingkatkan. Disarankan dalam peningkatan upaya pencegahan dan penanggulangan PTM agar membentuk Posbindu PTM di setiap kelurahan di wilayah puskesmas Helvetia, petugas kesehatan diharapkan lebih ramah, sigap, perhatian dalam melayani masyarakat di Posbindu PTM, memberikan pelatihan terhadap kader Posbindu PTM, melengkapi sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan Posbindu PTM dan menerapkan sistem lima meja agar kegiatan Posbindu PTM dapat berjalan lebih teratur dan efisien.
PERILAKU BERESIKO PADA LANSIA “ENDONG-ENDONG” DI PASAR INDUK SAYUR DAN BUAH GIWANGAN YOGYAKARTA : STRATEGI PENGUATAN BURUH GENDONG MELALUI POS UPAYA KESEHATAN KERJA Ribia Tutstsintaiyn
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.135 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35637

Abstract

Tujuan:Untuk mengetahui gambaran kesehatan endong-endong yang berkaitan dengan perilaku kerja yang tidak ergonomis dan upaya penanggulangan risiko PAK (penyakit akibat kerja) dan KAK (kecelakaan akibat kerja ).Konten:Terciptanya kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua usia adalah salah satu fokus SDGs. Namun, hal ini belum terlaksana secara menyeluruh di Indonesia. Endong-endong, atau wanita yang berprofesi mengangkut barang di pasar dengan menggendong menggunakan kain jarik. Sejumlah 60 orang diantaranya merupakan lansia, dimana mereka setiap harinya menggendong buah dan sayur seberat 25-98 kg dalam satu kali angkut dengan frekuensi 15 kali atau lebih. Mereka bekerja tanpa memperhatikan faktor ergonomis seperti berat beban maksimal untuk wanita, frekuensi angkat maksimal dalam sehari kerja, teknik mengangkat beban, waktu kerja, dan tidak memperhatikan jarak tempuh mengangkut beban.Perilaku tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan terutama PAK (penyakit akibat kerja) yaitu nyeri pada sistem muskuloskeletal seperti otot-otot punggung, pinggang, juga nyeri pada tangan, lutut, dan kaki. Masalah yang sering dialami lansia endong-endong adalah keluhan low back pain (nyeri punggung bawah). Selain itu, kelelahan akibat kerja akan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan akibat kerja. Risiko masalah kesehatan ini semakin tinggi terlebih pada lansia mengingat bahwa lansia wanita memiliki daya tahan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan wanita usia produktif.  Dari hasil penggalian data, sebagian besar lansia endong-endong mengalami keluhan nyeri pada punggung bawah dan kaki. Dimana keluhan nyeri punggung bawah ringan sebesar 31,5%, sedang 57,5% dan berat 11%. Hal tersebut terjadi karena semakin berat beban yang dibawa seseorang setiap kali menggendong maka tekanan pada tulang belakang menjadi semakin besar, sehingga kemungkinan terjadinya nyeri juga semakin besar terlebih ini terjadi pada lansia. Lainnya juga mengalami kecelakaan akibat kerja seperti terjatuh dan terpeleset karena kelelahan dan lingkungan kerja yang licin saat mengangkat beban.Sebagai pekerja sektor informal, kelompok ini tidak secara khusus mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan. Sehingga upaya penanggulangan yang dapat diterapkan adalah Pos UKK yang menyelenggarakan upaya pemberian pelayanan kesehatan bagi pekerja informal dengan pendekatan utamanya promotif dan preventif  didukung dengan upaya kuratif dan rehabilitatif sederhana bersumberdaya masyarakat (UKBM). Didalam Pos UKK, terdapat upaya-upaya pencegahan penyakit dan kecelakaan kerja serta upaya pengobatan dan terapi pemulihan sederhana untuk buruh gendong yang beroperasi di Pasar Giwangan Anggota paguyuban sebelumnya diberikan pelatihan upaya pencegahan, pengobatan, dan terapi sebagai kader kemudian keahlian yang didapat tersebut diterapkan pada anggota kelompok Pos UKK Buruh Gendong.

Page 54 of 153 | Total Record : 1528


Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 02 (2026) Vol 42 No 01 (2026) Vol 41 No 12 (2025) Vol 41 No 11 (2025) Vol 41 No 10 (2025) Vol 41 No 09 (2025) Vol 41 No 08 (2025) Vol 41 No 07 (2025) Vol 41 No 06 (2025) Vol 41 No 05 (2025) Vol 41 No 04 (2025) Vol 41 No 03 (2025) Vol 41 No 02 (2025) Vol 41 No 01 (2025) Vol 40 No 12 (2024) Vol 40 No 11 (2024) Vol 40 No 10 (2024) Vol 40 No 09 (2024) Vol 40 No 08 (2024) Vol 40 No 07 (2024) Vol 40 No 06 (2024) Vol 40 No 05 (2024) Vol 40 No 04 (2024) Vol 40 No 03 (2024) Vol 40 No 02 (2024) Vol 40 No 01 (2024) The 12th UGM Public Health Symposium Vol 39 No 12 (2023) Vol 39 No 11 (2023) Vol 39 No 10 (2023) Vol 39 No 09 (2023) Vol 39 No 08 (2023) Vol 39 No 07 (2023) Vol 39 No 06 (2023) Vol 39 No 05 (2023) Vol 39 No 04 (2023) Vol 39 No 03 (2023) Vol 39 No 02 (2023) Vol 39 No 01 (2023) Vol 38 No 12 (2022) Vol 38 No 11 (2022) Vol 38 No 10 (2022) Vol 38 No 09 (2022) Vol 38 No 08 (2022) Vol 38 No 07 (2022) Vol 38 No 06 (2022) Vol 38 No 05 (2022) Vol 38 No 04 (2022) Vol 38 No 03 (2022) Vol 38 No 02 (2022) Vol 38 No 01 (2022) Vol 37 No 12 (2021) Vol 37 No 11 (2021) Vol 37 No 10 (2021) Vol 37 No 09 (2021) Vol 37 No 08 (2021) Vol 37 No 07 (2021) Vol 37 No 06 (2021) Vol 37 No 05 (2021) Vol 37 No 04 (2021) Vol 37 No 03 (2021) Vol 37 No 02 (2021) Vol 37, No 1 (2021) PHS8 Accepted Abstracts PHS7 Accepted Abstracts Vol 36, No 12 (2020) Vol 36, No 11 (2020) Vol 36, No 10 (2020) Vol 36, No 9 (2020) Vol 36, No 8 (2020) Vol 36, No 7 (2020) Vol 36, No 6 (2020) Vol 36, No 5 (2020) Vol 36, No 4 (2020) Vol 36, No 3 (2020) Vol 36, No 2 (2020) Vol 36, No 1 (2020) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium Vol 35, No 11 (2019) Vol 35, No 10 (2019) Vol 35, No 9 (2019) Vol 35, No 8 (2019) Vol 35, No 7 (2019) Vol 35, No 6 (2019) Vol 35, No 5 (2019) Vol 35, No 4 (2019) Vol 35, No 3 (2019) Vol 35, No 2 (2019) Vol 35, No 1 (2019) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium Vol 34, No 12 (2018) Vol 34, No 11 (2018) Vol 34, No 10 (2018) Vol 34, No 9 (2018) Vol 34, No 8 (2018) Vol 34, No 7 (2018) Vol 34, No 6 (2018) Vol 34, No 5 (2018) Vol 34, No 4 (2018) Vol 34, No 3 (2018) Vol 34, No 2 (2018) Vol 34, No 1 (2018) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium Vol 33, No 5 (2017): Proceedings of the 1st UGM Public Health Symposium Vol 33, No 12 (2017) Vol 33, No 11 (2017) Vol 33, No 10 (2017) Vol 33, No 9 (2017) Vol 33, No 8 (2017) Vol 33, No 7 (2017) Vol 33, No 6 (2017) Vol 33, No 5 (2017) Vol 33, No 4 (2017) Vol 33, No 3 (2017) Vol 33, No 2 (2017) Vol 33, No 1 (2017) Vol 32, No 12 (2016) Vol 32, No 11 (2016) Vol 32, No 10 (2016) Vol 32, No 9 (2016) Vol 32, No 8 (2016) Vol 32, No 7 (2016) Vol 32, No 6 (2016) Vol 32, No 5 (2016) Vol 32, No 4 (2016) Vol 32, No 3 (2016) Vol 32, No 2 (2016) Vol 32, No 1 (2016) Vol 28, No 1 (2012) Vol 27, No 4 (2011) Vol 27, No 3 (2011) Vol 27, No 2 (2011) Vol 27, No 1 (2011) Vol 26, No 4 (2010) Vol 26, No 3 (2010) Vol 26, No 2 (2010) Vol 26, No 1 (2010) Vol 25, No 4 (2009) Vol 25, No 3 (2009) Vol 25, No 2 (2009) Vol 25, No 1 (2009) Vol 24, No 4 (2008) Vol 24, No 3 (2008) Vol 24, No 2 (2008) Vol 24, No 1 (2008) Vol 23, No 4 (2007) Vol 23, No 3 (2007) Vol 23, No 2 (2007) Vol 23, No 1 (2007) Vol 22, No 4 (2006) Vol 22, No 3 (2006) Vol 22, No 2 (2006) Vol 22, No 1 (2006) Vol 21, No 4 (2005) Vol 21, No 3 (2005) Vol 21, No 2 (2005) Vol 21, No 1 (2005) Vol 20, No 4 (2004) Vol 20, No 3 (2004) Vol 20, No 2 (2004) Vol 20, No 1 (2004) Vol 19, No 4 (2003) Vol 19, No 3 (2003) Vol 19, No 2 (2003) Vol 19, No 1 (2003) More Issue