Articles
212 Documents
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI DUSUN TANJUNG BETUNG DESA SEROMBOU INDAH KECAMATAN RAMBAH HILIR KABUPATEN ROKAN HULU
Andriana;
Yuyun Bewelli Fahmi;
Handayani, Eka Yuli;
Evi Kristina;
Mardiah
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2958
ASI adalah sumber nutrisi yang baik untuk bayi. ASI mengandung kolostrum yang kaya antibodi karena ASI mengandung protein untuk daya tahan tubuh bayi dan bisa membunuh kuman dalam jumlah tinggi cara untuk melancarkan asi dapat dilakukan dengan pemijatan yang disebut dengan pijat oksitoksin. Pijat oksitosin dapat memberikan refleks down dan juga dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga dapat mempertahankan produksi ASI sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan aman pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Dusun Tanjung Betung Desa Serombou Indah Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu. Desain penelitian Kuantitatif menggunakan metode Pra-Eksperiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu teknik sampling jenuh dimana semua populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel yaitu sebanyak 10 responden. Berdasarkan hasil uji statistik T-Dependent didapatkan nilai p = 0,000. Dengan demikian, p-value (0,000) < 0,05 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pijat oksitoksin Terhadap pengeluaran ASI Pada ibu nifas di Dusun Tanjung Betung Desa Serombou Indah Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu. Kesimpulannya ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi asi pada ibu nifas di Dusun Tanjung Betung Desa Serombou Indah Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu. Saran Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat digunakan sebagai sumber bahan dasar untuk mengembangkan penelitian selanjutnya sehubungan dengan pengaruh pijat oksitoksin terhadap produksi ASI pada ibu nifas.
PEMBERIAN KOMPRES HANGAT REBUSAN JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI DESA RAMBAH TENGAH HILIR
Sepduwiana, Heny;
Raihana Farras;
Sri Wulandari;
Romy Wahyuny;
Yesti, Herma
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2980
Kehamilan merupakan rangkaian kejadian yang hanya terjadi ketika sel telur dibuahi dan kemudian tumbuh menjadi janin yang sudah berkembang sempurna. Kehamilan mengalami banyak transformasi fisik dan psikologis. Perubahan dalam tubuh menyebabkan ketidaknyamanan. Sekitar 60-80% ibu hamil mengalami nyeri punggung di beberapa titik selama kehamilan mereka, terutama pada trimester ketiga. Metode non-farmakologis seperti menggunakan kompres hangat yang direndam dengan rebusan jahe meningkatkan sirkulasi darah, yang mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kompres hangat yang direndam dengan rebusan jahe terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil Desa Rambah Tengah Hilir yang berada pada trimester ketiga. Dengan desain one-group pretest-posttest, penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif berdasarkan teknik Pra-Eksperimen. Dua puluh lima responden dimasukkan dalam teknik sampel lengkap yang digunakan dalam penelitian ini, dan uji statistik T-Dependent dilakukan untuk menganalisis data. Nilai p yang diperoleh dari uji statistik adalah 0,001, yang lebih kecil dari 0,005. Kesimpulannya, nyeri punggung pada trimester ketiga pada ibu hamil di Desa Rambah Tengah Hilir dapat dikurangi secara signifikan dengan menggunakan kompres hangat yang dicampur dengan rebusan jahe. Disarankan bagi para dokter untuk memberikan kompres hangat yang terbuat dari rebusan jahe kepada ibu hamil yang mengalami nyeri punggung.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR BAYI DI BPM WANTI
Mardha, Muthia Sari;
Syafitri , Endriyani;
Marsaulina, Ivansri;
Harefa, Yulia Siskaherawati
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2981
Kualitas tidur bayi yang kurang baik dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga anak menjadi mudah sakit. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur bayi, termasuk faktor lingkungan, pola makan, dan kondisi kesehatan, banyak orang tua melaporkan masalah tidur pada bayi mereka, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan bayi serta orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur bayi di BPM Wanti. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan cara pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi yang terdaftar di klinik Bpm Wanti dari usia 3- 10 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 30 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chis square. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara pijat bayi dengan kualitas tidur bayi dengan nilai p-value 0,002. Terdapat hubungan antara usia bayi dengan kualitas tidur bayi dengan p-value 0,000. Terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas tidur bayi dengan p-value 0,019. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa ada hubungan antara pijat bayi, usia bayi dan jenis kelamin bayi dengan kualitas tidur bayi di Klinik BPM Wanti Tahun 2024. Diharapkan kepada petugas kesehatan yang ada di klinik untuk memberikan informasi, mengenai manfaat dari kualitas tidur bayi
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI 0-6 BULAN
Danawati, Ni Kadek Ayu Sri;
Budiani, Ni Nyoman;
Erawati, Ni Luh Putu Sri
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v13i1.2982
Diarrhea is a symptom of infection in the intestinal tract, which can be caused by various bacterial, viral, and parasitic organisms. Many factors influence the occurrence of diarrhea in infants, one of which is the lack of exclusive breastfeeding. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of diarrhea in infants aged 0-6 months in the working area of Banjarangkan I Community Health Center. This research uses a correlational analytical study design where the principle is to compare the risk of disease between groups exposed and not exposed to the research factor. The research approach used is cross-sectional. The study was conducted at the Banjarangkan I Community Health Center, Banjarangkan District, Klungkung Regency, with a total of 66 respondents consisting of infants aged 0-6 months in April 2024. Data collection was carried out using questionnaires and analyzed using univariate analysis, bivariate analysis, and Odds Ratio (OR) with SPSS Version 25 software. The results of the analysis showed that the incidence of diarrhea in babies who were exclusively breastfed was 5 respondents (13,9%) compared to babies who were not exclusively breastfed as many as 13 respondents (43.3%) and this difference was significant with an Odds Ratio (OR) value of 0.211 and the p value of 0.008 < 0.05. There is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of diarrhea in babies 0-6 months. Breastfeeding reduces the incidence of diarrhea in infants.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERILAKU ISTRI DALAM DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
Puspadewi, Gusti Agung Mas;
Purnamayanti, Ni Made Dwi;
Senjaya, Asep Arifin
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v13i1.2983
Cervical cancer is a significant health concern for women, especially in developing countries, where it is a leading cause of mortality. Understanding the behavior of wives in detecting cervical cancer early is crucial in addressing this public health issue. This study aims to determine the relationship between knowledge level and husband's support with wife's behavior in early detection of cervical cancer in Negari Banjarangkan Village. This is a quantitative study using a cross-sectional approach. The sample size used was 153 people using the proportional sampling method. Data collection was done using questionnaires, and data analysis was performed using the Chi-square test. The test was conducted at a significance level of 5%. The results showed that the majority of the knowledge level about early detection of cervical cancer in Negari Banjarangkan Village in 2024 was in the moderately good category (75.8%). The majority of husband's support about early detection of cervical cancer in Negari Banjarangkan Village in 2024 was in the supportive category (50.3%). The majority of wife's behavior in early detection of cervical cancer in Negari Banjarangkan Village in 2024 was in the category of never doing early detection of cervical cancer (55.6%). Concluded there is a significant relationship between the level of knowledge and the wife's behavior in early detection of cervical cancer in Negari Banjarangkan Village in 2024.
HUBUNGAN PEMBERIAN KURMA DENGAN KADAR HB PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 PAGARAN TAPAH KABUPATEN ROKAN HULU
Eka Yuli Handayani;
Ariska, Armia;
Ismail, Muhammad Arif;
Yanti, Nina Surya Fitri
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2984
Anemia adalah suatu kondisi medis dimana kadar hemoglobin pada darah kurang dari ambang batas normal. Tingginya kejadian anemia pada remaja putri disebabkan kekurangan zat besi. Zat besi dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hemoglobin pada sel darah merah. Kandungan hemoglobin yang rendah menjadi indikator terhadap penyakit anemia. Kurma memiliki kandungan zat besi yang tinggi sehingga dipercaya dapat meningkatkan kadar Hemoglobin dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui hubungan pemberian kurma terhadap kadar hemoglobin (Hb) pada remaja di SMAN 1 Pagaran Tapah, Kabupaten Rokan Hulu. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain penelitian Pra eksperimen dengan rancangan one group pre test and post tes design. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklis sedangkan analisis data menggunakan uji T- Dependen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata kadar Hb remaja putri di SMAN 1 Pagaran Tapah Kabupaten Rokan Hulu sebelum pemberian buah kurma sebesar 12,107 dengan standar deviasi 0,6638. Rata-rata kadar Hb remaja putri di SMAN 1 Pagaran Tapah Kabupaten Rokan Hulu setelah pemberian buah kurma sebesar 13,563 dengan standar deviasi 1,0074. Terlihat bahwa selisih rata-rata sebelum dan sesudah pemberian buah kurma sebesar 1,4567 dengan standar deviasi 1,5876. Artinya ada kenaikan kadar Hb setelah dilakukan pemberian buah kurma. Ada efektifitas pemberian buah kurma pada remaja putri di SMAN 1 Pagaran Tapah Kabupaten Rokan Hulu, dengan p-value = 0,000. Diharapkan kepada remaja putri untuk dapat menggunakan kurma dalam meningkatkan Hb dalam mencegah anemia.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINDAKAN IBU MENYUSUI TENTANG PENYIMPANAN SERTA PEMBERIAN ASI PERAH DI UPTD PUSKESMAS BLAHBATUH I
Pertiwi, Kadek Fani Yunika;
Ariyani, Ni Wayan;
Suindri, Ni Nyoman
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v13i1.2996
ASI adalah air susu yang dihasilkan oleh ibu dan mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ibu menyusui jika meninggalkan bayi atau pergi keluar rumah dapat memberikan ASI dengan cara memerah atau memompa ASI lalu menyimpannya dalam freezer atau lemeri pendingin dan jika bayi ingin ASI bisa diberikan ASI perah, sehingga bayi tetap mendapatkan ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat penetahuan dan tindakan ibu menyusi tentang penyimpanan serta pemberian ASI perah di UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusi yang mempunyai bayi usia 1 sampai 9 bulan yang berada di Puskesmas Blahbatuh I dengan jumlah sampel 70 orang. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik umur ibu didapatkan sebagian besar berusia produktif 20-35 tahun, sebagian besar memiliki pendidikan menengah, sebagian besar ibu menyusui bekerja, dan status paritas yaitu multigravida. Sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang penyimpanan serta pemberian ASI perah. Sebagian besar ibu memiliki tindakan yang kurang tentang penyimpanan serta pemberian ASI Perah.
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI HAID SEBELUM DAN SETELAH TERAPI AKUPRESUR TITIK Li 4 DAN Ht 7 PADA REMAJA PUTRI
Sriani, Ni Luh;
Suindri, Ni Nyoman;
Utarini, Gusti Ayu Eka
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v13i1.3008
Menstrual pain or dysmenorrhea is known as cramping pain in the lower abdomen during menstruation that some women experience. Providing acupressure therapy can reduce menstrual pain. This study aims to determine the difference in the intensity of menstrual pain before and after acupressure therapy at the Li 4 and Ht 7 points in adolescent girls at SMP N 3 Abang, Karangasem district. The method used in this research is pre-experimental using one group pre- test and post-test design. The research sample was 34 junior high school students who experienced menstrual pain. Data was collected using the Numeral Rating Scale (NRS). The data was then analyzed using the Wilcoxon test and the results showed that there were differences in the intensity of menstrual pain before and after acupressure therapy was given. Testing the difference between the pre-test and post-test obtained p-value = 0.000 (< 0.05), so it can be concluded that there is a difference in the intensity of menstrual pain before and after the intervention is given.
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KELUARGA BERENCANA PASCA SALIN DI UPTD PUSKESMAS II DINAS KESEHATAN KECAMATAN DENPASAR SELATAN
Mardiah, Aynun Mardiah;
Tirtawati , Gusti Ayu;
Armini, Ni Wayan
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v13i1.3026
Indonesia is a country that is rapidly growing in population. In order to reduce population growth, the government has implemented a family planning program for the community. The aim of this research is to determine the characteristics and knowledge of pregnant women about postpartum birth control. This research is a quantitative descriptive research with a cross-sectional approach, the population in this study is pregnant women at Community Health Center II Denpasar Selatan with a sample of 49 people, according to the inclusion criteria, with a non-probability sampling technique. The research instrument is a questionnaire with 32 items. The results of the knowledge analysis showed that some respondents had sufficient knowledge (53.1%), good knowledge (34.7%) and poor knowledge (12.2%). The results of the analysis between age and knowledge show that respondents aged < 20 years have less knowledge (33.3%), respondents aged 20-35 years have good knowledge (94.1%), sufficient (92.3%) and less ( 66.7%). Respondents aged >35 years had good (5.9%) and sufficient (7.7%) knowledge. The results of the analysis between parity and knowledge showed that primiparous respondents had good (5.9%) sufficient (50.0%) and poor (66.7%) knowledge. Multiparous respondents had good (94.1%), sufficient (50.0%) and poor (33.3%) knowledge. The majority of pregnant women's knowledge about postpartum contraception has sufficient knowledge, knowledge based on age and parity is categorized as having good knowledge. Suggestions for promoting family planning programs and providing outreach to PUS to increase family planning knowledge
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON TERHADAP INTENSITAS EMESIS PADA IBU HAMIL
Pratiwi, Wayan Sasmita;
Arimini, Ni Wayan;
Dewi, I Gusti Agung Ayu Novya
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v13i1.3032
HCG (Human Chorionic Ganandotrophin) levels. Emesis gravidarum can cause various impacts on pregnant women, one of which is a decrease in appetite which results in changes in electrolyte balance and changes in body metabolism. This condition can turn into hyperemesis gravidarum if not treated immediately. The aim of this research was to determine the effect of giving lemon aromatherapy on the intensity of emesis in pregnant women. This research used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group, this research was conducted in two groups. One group was given treatment and another group as control, then observed before (pre-test) and after (post-test). This research was conducted on 56 pregnant women using a technique (consecutive sampling). This study obtained the results of the mean nausea and vomiting intensity score for the treatment group and the control group using the Mann-Whitney Test analysis, namely a p value of 0.000 < 0.05. It can be concluded that there is a difference in the intensity of nausea and vomiting in pregnant women between the treatment group and the control group, and it is proven that lemon aromatherapy can have a significant effect on reducing nausea and vomiting in pregnant women. Researchers suggest that midwives can use lemon aromatherapy as a non-pharmacological alternative to reduce nausea and vomiting in pregnant women