cover
Contact Name
Rahmi Fitria
Contact Email
rahmifitria@upp.ac.id
Phone
+6285356872104
Journal Mail Official
rahmifitria@upp.ac.id
Editorial Address
Jl.Tuanku Tambusai Jl. Raya Kumu, Rambah, Kec. Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau 28558
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
ISSN : 23020806     EISSN : 28095731     DOI : https://doi.org/10.30606/jmn.v10i01
Core Subject : Health, Science,
The scope of this journal includes, but is not limited to the research results of: -Maternal Health -Pregnancy -Labor -Post Partum -Child Health -Family Planning -Reproduction Health -Adolenscent Health -Pre-Conception Period -Pre Menopause - Elderly Health -Pathology -Emengency nursing -Maternity nursing -Mental health nursing -Nursing soul -Medical sugery nursing community nursing -Holistic Nursing -Geriatric Nursing -Pediatric Nursing -Public health
Articles 212 Documents
SARI KACANG MERAH LEBIH EFEKTIF MENINGKATKAN KADAR HB REMAJA DIBANDING SARI KACANG HIJAU Idhayanti, Ribkha Itha; Firdayanti, Dewi; Dewi, Christin Hiyana Tungga; Masini; Munayarokh; Mundarti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i1.3257

Abstract

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul karena kekurangan zat besi sehingga pembentukan sel-sel darah merah dan fungsi lain dalam tubuh terganggu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan sari kacang merah dan sari kacang hijau pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain two Group Pretest-Posttest Design.. Jumlah populasi 70 remaja putri usia 15-17 tahun di Brondong Lamongan, Teknik sampling purposive sampling jumlah sampel 20 responden pada kelompok sari kacang merah dan 20 responden pada kelompok sari kacang hijau. Uji analisa data independent t-test Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberian pada kelompok sari kacang hijau dan sari kacang merah sama – sama menunjukkan kadar heboglobin yang sama yakni sebesar 12 g/dl. Kenaikan kadar Hb terjadi setelah diberikan intevensi pada kelompok sari kacang merah kadar Hb 13,7 g/dl dan kelompok sari kacang hijau kadar Hb 13,3 g/dl Ada perbedaan kadar hemoglobin setelah intervensi pada kelompok sari kacang merah 0,63 g/dl dan kelompok sari kacang hijau yaitu 0,35 gr/dl artinya sari kacang merah dan kacang hijau sama sama berpengaruh meningkatkan kadar Hb namun hasil analisis menggunakan uji independent t-test diperoleh nilai p = 0,026 artinya sari kacang merah lebih efektif untuk meningkatkan kadar Hb remaja. Disarankan bagi remaja putri mengkonsumsi sari kacang merah untuk meningkatkan kadar Hb terutama saat menstruasi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GAGALNYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMBAH SAMO I KABUPATEN ROKAN HULU Andria; Herawati, rika; Junita, Elvira; Nurlela; Hasibuan, Darma Afni
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2023): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v11i2.3508

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik, dan merupakan makanan pertama serta paling utama untuk bayi, namun cakupan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Rambah Samo I pada tahun 2022 yaitu 57%. Survei pendahuluan yang dilakukan terhadap 10 orang ibu yang memiliki bayi usia 6 - 12 bulan, diperoleh informasi bahwa 6 orang ibu sudah memberikan MP-ASI pada bayinya sebelum bayi berusia 6 bulan Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gagalnya pemberian ASI eksklusif. Jenis penelitian survey deskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6 – 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rambah Samo I berjumlah 65 orang, dengan pengambilan sampel secara total sampling.. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji chi-square dengan CI 95 % dan α 0,05. Hasil univariat diketahui 55,4 % responden memiliki sikap negatif, (15,4 %) sosial budaya kurang baik, (43,1 %) memperoleh dukungan yang kurang baik dan 43,1 % gagal dalam pemberian ASI eksklusif. Hasil bivariat diketahui ada hubungan sosial budaya (p = 0,004) dan dukungan keluarga (p = (0,000) dengan gagalnya pemberian ASi eksklusif, dan tidak ada hubungan sikap dengan gagalnya pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Rambah Samo I (p = 0,132). Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan gagalnya pemberian ASI eksklusif adalah sosial budaya dan dukungan keluarga. Saran kepada petugas agar melakukan kunjungan rumah dan memberikan penyuluhan serta motivasi pada ibu menyusui untuk memberikan ASI secara eksklusif, sehingga sikap mereka tentang ASI eksklusif juga berubah menjadi lebih baik..
PENGARUH PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU TERHADAP KADAR HB REMAJA PUTRI DI MTS NURUL IMAN MAHATO KABUPATEN ROKAN HULU Eka Yuli Handayani; Fitri, Anisah; Fahmi, Yuyun Bewelli; WULANDARI, SRI
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3503

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dibanding nilai normal. Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan menderita anemia, khususnya pada remaja putri. Hal ini disebabkan karena pada remaja wanita mengalami menstruasi setiap bulannya. Sebanyak 30% penduduk dunia diperkirakan menderita anemia terutama remaja. Salah satu cara untuk mengatasi atau mencegah defisiensi zat besi adalah dengan melakukan fortifikasi makanan, yaitu penambahan zat gizi pada makanan dengan kadar lebih tinggi, khususnya pada zat besi. Salah satu makanan yang dapat meningkatkan kadar Hb pada remaja yaitu sari kacang hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kadar hemoglobin (Hb) remaja di MTS Nurul Iman Mahato Kabupaten Rokan Hulu. Metode penelitian ini adalah adalah Pra Eksperimen dengan pendekatan one group pre test and post test. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata kadar Hb remaja sebelum diberikan sari kacang hijau adalah sebesar 12,015 gr dan setelah diberikan sari kacang hijau rata-rata kadar Hb remaja adalah sebesar 12,,362. Berdasarkan hasil uji statistik T-dependent didapatkan bahwa terdapat pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kadar Hb remaja dengan p value = 0,000. Disarankan kepada MTS Nurul Iman Mahato Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2024 untuk memberikan edukasi kepada remaja bahwa sari kacang hijau dapat dijadikan alternatif untuk menaikkan kadar hemoglobin pada remaja.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI MA KHALIFA NUSANTARA KOTA DENPASAR Kusti Nanda Fitriani , Catur; Ariyani , Ni Wayan; Dewi, I Gusti Agung Ayu Novya
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3588

Abstract

Pada remaja sering terjadi ketegangan emosi yang meningkat sehingga mempengaruhi kinerja hormon dan keteraturan siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di MA Khalifa Nusantara Kota Denpasar. Metode yang digunakan adalah Analytic Observational dan menggunakan pendekatan Cross Sectional dan Teknik sampling yang digunakan adalah total sampel. Metode pengumpulan data primer dengan lembar PSS-10, kuesioner siklus menstruasi dan analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil dari analisa data menunjukkan nilai p value < 0,05 yaitu sebesar 0,002 yang menunjukkan nilai signifikan berarti terdapat hubungan antara tingkat stres dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di MA Khalifa Nusantara di Kota Denpasar. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara tingkat stres dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di MA Khalifa Nusantara Kota Denpasar.
HUBUNGAN PRAKTEK PERSONAL HYGIENE GENITALIA DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA DI SMP DWIJENDRA DENPASAR TAHUN 2024: PRAKTEK PERSONAL HYGIENE GENITALIA DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA DI SMP DWIJENDRA DENPASAR TAHUN 2024 Desy Intan Cahyani , Putu; Arifin Senjaya , Asep; Erny Astiti , Ni Komang
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3694

Abstract

Remaja putri adalah kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Masalah yang sering dialami dan paling berisiko menjadi persoalan bagi seorang remaja putri adalah keputihan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali menunjukkan, bahwa total kasus infeksi menular seksual (IMS) disertai gejala keputihan pada tahun 2015 sebanyak 5.698 orang. Data Dinas Kesehatan Kota Denpasar tahun 2018 menunjukkan kasus infeksi menular seksual (IMS) dengan disertai gejala keputihan tertinggi yaitu wilayah Denpasar Utara, yaitu 1.542 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara praktek personal hygiene genitalia dengan terjadinya keputihan pada remaja di SMP Dwijendra Denpasar tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah korelasional, dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportional random sampling. Jumlah responden penelitian ini adalah 82 orang siswi. Berdasarkan usia, responden terbanyak dengan usia 15 tahun yaitu 77 responden (93,9%), yang mengalami keputihan sebanyak 80 orang (97,6%), dan yang praktek personal hygiene nya dalam kategori baik sebanyak 42 orang (51,2%). Hasil uji fisher exact test menunjukkan nilai p: 1,000 (> 0,05). Simpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara praktek personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Saran yang dapat diberikan antara lain diharapkan agar pihak sekolah secara berkala melaksanakan penyuluhan-penyuluhan yang berkaitan tentang keputihan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN UNMET NEED PADA PASANGAN USIA SUBUR Falahayati, Alfitra Sekarayu; Sulistyoningtyas, Is
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3272

Abstract

Unmet need dalam perencanaan keluarga merupakan tantangan yang signifikan dalam kesehatan reproduksi, terutama pada pasangan usia subur (PUS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian unmet need pada PUS berdasarkan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah Literature Review dengan sumber dari tiga database utama, yaitu Google Scholar, PubMed, dan Publish or Perish, dengan rentang publikasi 2021-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap unmet need adalah tingkat pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan, faktor ekonomi, dukungan pasangan, dan stigma sosial. Perempuan dengan tingkat pendidikan rendah lebih rentan mengalami unmet need karena kurangnya informasi tentang metode perlindungan. Selain itu, keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan dan biaya kontrasepsi yang tinggi juga menjadi penghambat dalam penyediaan kebutuhan keluarga berencana. Dukungan pasangan, terutama suami, berperan penting dalam keputusan penggunaan kontrasepsi, di mana kesenjangan keterlibatan pasangan dapat meningkatkan angka unmet need. Oleh karena itu, intervensi yang melibatkan edukasi berbasis komunitas, peningkatan akses layanan kesehatan, serta kebijakan pemerintah yang mendukung perencanaan keluarga sangat diperlukan untuk menurunkan angka unmet need dan meningkatkan kesejahteraan reproduksi masyarakat.
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER III Simbala, Sri Novika; ilmiah, widia shofa
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3566

Abstract

Masalah tidur sering kali muncul pada ibu hamil trimester ketiga sebagai dampak dari berbagai perubahan fisik dan psikologis yang terjadi selama masa kehamilan. Salah satu pendekatan non-obat yang dianggap mampu membantu mengatasi gangguan tersebut adalah melalui kegiatan senam hamil. Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh senam hamil pada kualitas tidur ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sebanyak 15 ibu hamil dalam periode akhir kehamilan dipilih secara purposive sebagai sampel penelitian. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Modayag pada bulan Maret hingga April 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner kualitas tidur yang diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi, kemudian hasilnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik dengan nilai p = 0,003 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa senam hamil memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kualitas tidur. Sebagian besar ibu hamil mengalami perbaikan dari kualitas tidur agak buruk menjadi cukup baik dan sangat baik setelah mengikuti senam. Oleh karena itu, senam hamil direkomendasikan sebagai bagian dari program antenatal care untuk membantu Ibu hamil di periode akhir gestasi dalam meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan selama kehamilan.
HUBUNGAN ANTARA DEPRESI POST PARTUM DENGAN KELAHIRAN PREMATUR potabuga, prawita; ilmiah, widia shofa
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3567

Abstract

Depresi postpartum adalah suatu bentuk gangguan suasana perasaan yang terjadi pada ibu pascapersalinan dan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan ibu, bayi, serta hasil persalinan. Salah satu komplikasi yang sering dikaitkan dengan kondisi ini yaitu perubahan atau gangguan fisiologis yang disebabkan oleh kelahiran prematur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keterkaitan antara depresi postpartum terhadap peristiwa kelahiran yang terjadi sebelum cukup bulan. Dalam penelitian ini diterapkan pendekatan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan dilaksanakan di RSUD Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada Desember 2024 hingga Mei 2025. Jumlah sampel sebanyak 30 ibu postpartum yang ditetapkan melalui penerapan teknik total sampling. Tahapan pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi dan pencatatan data sekunder dari rekam medis pasien. Data dianalisis melalui pendekatan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Kendall’s Tau-b. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara depresi postpartum dengan kelahiran prematur (p 0,000), memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,757 yang menunjukkan adanya hubungan kuat antara variabel yang diteliti menunjukkan kekuatan keterkaitan yang erat dan positif.
PENGARUH PEMBERIAN KURMA TERHADAP KENAIKAN KADAR HB PADA IBU NIFAS Yuliyanti, Yuliyanti; Rofikoch, Isnaeni
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3623

Abstract

Anemia pada wanita masa nifas (pasca melahirkan) terjadi, sekitar 10% dan 22% terjadi pada wanita post-partum. Data menunjukan angka kematian ibu sebanyak 830 wanita meninggal dan sekitar 75% dari angka tersebut pendarahan setelah melahirkan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi angka anemia post-partum adalah dengan cara meningkatkan kadar hemoglobin dengan mengkonsumsi kurma. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kurma terhadap kenaikan kadar Hb pada ibu nifas.Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kebumen II. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan rancangan non randomized pretest-postest control group design. Populasi penelitian adalah semua ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Kebumen II pada bulan April dan Mei 2025 sejumlah 36 orang. Jumlah sampel 30 teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji paired t-test.Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari pemberian kurma terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu nifas. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan untuk merekomendasikan penggunaan kurma kepada ibu hamil, ibu nifas, maupun remaja putri sebagai upaya pencegahan anemia.
Pengaruh Facial Wajah Terhadap Efek Samping (Jerawat) Penggunaan Kontrasepsi pada Ibu Akseptor KB Hormonal di Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu 2025 Zulkhoira, Zulkhoira; Andriana
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3654

Abstract

Kontrasepsi hormonal adalah metode pengendalian kelahiran menggunakan hormon estrogen dan progesteron untuk menghentikan terjadinya kehamilan. Namun kontrasepsi hormonal dapat menimbulkan efek samping berupa jerawat. Jerawat adalah kondisi kulit yang terjadi karena beberapa faktor. Biasanya bermula ketika terjadi ketidakseimbangan hormon seperti androgen, yang dapat menyebabkan produksi minyak berlebih. Kelenjar minyak di kulit memproduksi terlalu banyak sebum, dan sel - sel kulit di sekitar folikel rambut tidak terkelupas dengan baik, sehingga menyebabkan penyumbatan. Hal ini kemudian memicu reaksi peradangan, yang kemudian menyebabkan jerawat. Tindakan yang bisa dilakukan agar jerawat berkurang dengan melakukan facial wajah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh facial wajah terhadap efek samping (jerawat) penggunaan kontrasepsi pada ibu akseptor KB hormonal. Metode kuantitatif, menggunakan metode Pre-Eksperimen dengan pendekatan desain one group pretest-posttest. Menggunakan teknik sampling non probabilitas, yaitu pengambilan sampel dari populasi dengan pertimbangan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti sebanyak 10 orang ibu akseptor KB hormonal yang mengalami jerawat sedang. Hasil penelitian dari analisis rata – rata derajat jerawat sebelum di berikan facial wajah adalah 26.30, sedangkan rata – rata derajat jerawat sesudah diberikan facial wajah adalah 10.60. hal ini menunjukkan mean posttest lebih kecil dari mean pretest. Berdasarkan hasil uji statistik T-Dependent didapatkan p-value (0.000) < 0.05 yang artinya ada pengaruh antara pemberian facial wajah terhadap efek samping (jerawat) penggunaan kontrasepsi pada ibu akseptor KB hormonal di Desa Rambah Samo Barat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bahwa dengan melakukan facial wajah dapat mengurangi efek samping (jerawat) penggunaan kontrasepsi pada akseptor KB hormonal di Desa Rambah Samo Barat.