cover
Contact Name
Chrest Tupamahu
Contact Email
jurnalarrabona@gmail.com
Phone
+6282213152374
Journal Mail Official
jurnalarrabona@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kompleks Ruko Sentra Eropa Bloc C 46-49, Perumahan Kota Wisata Ciangsana Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arrabona
ISSN : 26225433     EISSN : 2962391X     DOI : https://doi.org/10.57058/juar
Jurnal Arrabona merupakan wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor. Jurnal Arrabona menerima artikel dari semua dosen, mahasiswa, dan alumni di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi, maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind-review. Focus dan Scope Jurnal Arrabona, yaitu: Biblika, Dogmatika, Misiologi, Apologetika, Historika, dan Praktika. Jurnal Arrabona terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus, serta menyediakan akses terbuka langsung ke isinya (content).
Articles 80 Documents
Pola Mentoring dalam Program Orang Tua Unit: Berdasarkan 2 Timotius 1:3-18 bagi Spiritualitas Mahasiswa Marselina Ruku; EDU ARTO SILALAHI
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 2 (2023): February
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v5i2.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola mentoring dalam program orang tua unit berdasarkan 2 Timotius 1 : 3-18 bagi spiritualitas mahasiswa. Pembahasan dimulai dengan menjelaskan pola mentoring yang benar sesuai dengan dasar Firman Tuhan berdasarkan masalah-masalah yang telah ditemukan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomonologis. Peneliti mengadakan wawancara dengan informan untuk pengumpulan data dan kemudian mengadakan analisis data. Temuan dalam penelitian ini adalah: 1). mentoring merupakan proses pendampingan terhadap mentee. 2). spiritualitas adalah dasar membangun sebuah relasi dalam proses mentoring. 3). kerjasama tim yang baik adalah hasil dari menerima kekurangan dan kelebihan setiap anggota dalam proses mentoring, dengan cara saling melengkapi. 4). proses mentoring dikatakan baik yaitu karena Firman Tuhan menjadi dasar pembimbingan. 5). kesibukan menjadi salah satu kendala proses mentoring tidak dapat berjalan dengan baik. 6). pertumbuhan dan perubahan yang baik dari setiap mentee adalah hasil dari proses mentoring efektif diatas dasar Firman Allah. 7). ketulusan mentor dalam membimbing para mentee dapat menjamin perubahan yang signifikan. 8). nasihat sesuai dengan kebenaran Firman Allah akan menghasilkan mentee yang berkarakter Kristus.
Beritakan Firman Baik atau Tidak Baik Waktunya: Signifikansi bagi Ibadah Online DESI NATALIA SBP; Ferdinan Samuel Manafe
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 2 (2023): February
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v5i2.75

Abstract

ABSTRACT Preaching the Word can be done through several forms and means, not just face-to-face. Increasingly advanced technology is an opportunity and means that can be used so that everyone can preach the Word and have a wider reach. Technology that supports the preaching of the Word is through social media. The outbreak of the Covid-19 virus has resulted in services that are held face-to-face being replaced with online worship which can be a means of preaching the Word to everyone so that everyone can hear the Good News under any circumstances and anywhere. But for some people, both preachers of the Word and those who listen to the Word, online worship is less effective because there are many distractions, internally and externally. The ordinances of worship which are limited by space and time as well as the solemn rules that have become the standard of the church have changed. There are even some God's servants who are concerned about the existing limitations, as well as the lack of tools used for online worship. Also, not a few servants and servants of God try to be able to preach as creatively as possible, so that the congregation faithfully follows their worship. This article which is written descriptively through a literature study seeks to describe the significance of preaching the Word of God based on 2 Timothy 4:2 for online worship so that both preachers, congregations, and churches can use the opportunity to spread the truth of the Gospel through social media and be a blessing not only to his own congregation but also for everyone who listens to sermons online.
Teologi Pastoral yang Relevan untuk Indonesia Masa Kini Yusmaliani Yusmaliani
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 2 (2023): February
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v5i2.76

Abstract

Setelah merebaknya wabah covid-19 membuat pemimpin gereja memikirkan bagaimana teologi pastoral tetap menjawab kebutuhan umat di tengah sistuasi yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya. Sebelum pandemi gereja-gereja telah memiliki panduan organisasi gereja yang mapan, kini harus bertransisi untuk menyajikan penatalayanan serta pelayanan patoral secara berberda dengan sebelumnya. Kebiasaan dan kebijakan baru harus segera dibuat menyikapi kondisi yang sungguh berbeda. Pemberlakuan pembatasan sosial dan pshyscal distancing serta penutupan sementara rumah ibadah secara publik telah membuka pola baru dalam interaksi secara daring atau virtual. Walaupun pandemi berangsur membaik namun dampaknya telah mengubah cara gereja berteologi dalam pelayanan. Hal ini telah menjadi fenomena tersendiri dalam proses komunikasi gereja pada media online yang disebut internet, walau tidak dapat dipungkiri bahwa manusia dengan latar belakang agama apapun masih menjadi makluk sosiologis. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menemukan bagaimana teologi pastoral yang relevan pada masa kini, pasca pandemi Covid-19.
Peran Keluarga dalam Pertumbuhan Gereja di Era Digital Nunuk Novianti; Sang Putra Immanuel Duha
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 2 (2023): February
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v5i2.77

Abstract

In the digital era like today, which is marked by the birth of various innovations and technologies, of course, it is very influential for the growth of a church and the role of a family. The influence of the digital era also affects a family, especially Christian families. The researcher conducted an analysis with a literature review from relevant sources found in previous studies as well as literature, books and other reference sources in digital media. All of these sources are analyzed by looking at the relationship, relevance and suitability of the title of this research, namely the Role of the Family in the growth of the church in the digital era. The results obtained can then be used as a family concept so that it has a positive impact on church growth in the digital era.
Meretas Polarisasi Doktrin Kehidupan Jemaat Mula-Mula dan Implementasinya bagi Pendidikan Agama Kristen Keluarga Masa Kini Remegises danial Yohanis Pandie; Sozawato Telaumbanua; Samuel Siringo ringo; Mariyanti Adu; Yeheskiel Obehetan
Jurnal Arrabona Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v6i1.81

Abstract

The objective of this article is to delve into the underlying meanings within the lives of the early congregation and to link them with their relevance in the lives of contemporary Christian families. Within this article, an analysis is conducted on the concepts of life during the era of the apostles, with the intention of elucidating how the early congregation maintained resilience amidst challenging circumstances and provided a profound perspective for modern Christian families. The analysis of the lives of the early congregation is anticipated to provide valuable insights for Christian families. The inquiries addressed within this study are how the concepts of the early congregation's life can be actualized through Christian religious education within the milieu of modern Christian families, along with the model of Christian religious education that can be embraced by these families. To address these inquiries, a qualitative research methodology is employed, encompassing the analysis of pertinent literature including books, articles, and journals. The research findings ascertain that the principles of the early congregation's life remain pertinent and can be applied in the contemporary context through elements of hope, steadfast faith, and love. As such, Christian families are urged to comprehend and implement God's messages in confronting the challenges of daily life.   Tujuapenulisan artikel ini adalah bertujuan untuk menggali makna yang terkandung dalam kehidupan jemaat mula-mula yang masih relevan dengan kehidupan jemaat masa kini. Pembahasan artikel ini mengetengahkan ulasan konsep-konsep Paulus dalam mengajari jemaat mula-mula untuk tetap kuat dalam tekanan dan diyakini memberi pemaknaan lebih kepada keluarga Kristen masa kini. Evaluasi dari kehidupan jemaat mula-mula diharapkan memberikan masukan bagi keluarga Kristen masa kini agar menjadi lebih baik. pertanyaan yang berusaha dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi konsep kehidupan jemaat mula-mula melalui pendidikan agama Kristen keluarga dalam kehidupan keluarga masa kini? Model pendidikan agama Kristen seperti apa yang bisa digunakan untuk diterapkan dalam keluarga?. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Dalam Kajian ini, peneliti menemukan bahwa Konsep hidup jemaat mula-mula masih relevan dan dapat diimplemetasikan dalam konteks masa kini melalui hidup dalam pengharapan, kokoh dalam iman dan hidup dalam kasih. Keluarga Kristen perlu menyadari dan memahami maksud Tuhan dalam setiap tantangan hidup yang datang silih berganti.
Reaktualisasi Kepemimpinan Gembala Sidang Bagi Pertumbuhan Jemaat Daud Alfons Pandie; Deny Fery Supit; Sonny Langingi; Jafar Jack Ishak
Jurnal Arrabona Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v6i1.83

Abstract

This article examines the relationship between pastoral leadership and church growth. This research uses a qualitative method which involves exploring various literature reviews such as books, articles, and writings related to the topics discussed in this article. The results and discussion of this study indicate that an effective pastor must have leadership qualities that support the growth of the congregation. Some of these qualities include high self-discipline, perseverance in facing challenges and obstacles, missionary spirit, and having a vision for the growth of the quality of life for God's congregation. High self-discipline is an important quality for a pastor because effective leadership requires strong commitment and dedication. A disciplined pastor will be able to manage his time, energy and resources well to lead the congregation. Apart from that, a pastor must also be tenacious and stand the test in facing various challenges and obstacles that may arise in church ministry. This perseverance and resilience allows them to stay focused on the goals of church growth and not give up easily in the face of difficulties. Missionary zeal is also an important quality in pastoral leadership. A pastor who has a missionary spirit will see the congregation not only as a member to be served, but also as a mission to reach and influence others outside the church. This missionary vision will encourage church growth by inspiring church members to be active in spreading the gospel and inviting others to join the faith community. The strong leadership of a pastor will result in a growth in the quantity of congregations, namely an increase in the number of souls being saved in the church.   Artikel ini membahas mengenai hubungan antara kepemimpinan gembala sidang dan pertumbuhan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan eksplorasi berbagai kajian pustaka seperti buku, artikel, dan tulisan terkait dengan topik yang dibahas dalam artikel ini. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang gembala sidang yang efektif harus memiliki kualitas kepemimpinan yang mendukung pertumbuhan jemaat. Beberapa kualitas tersebut antara lain adalah disiplin diri yang tinggi, ketekunan dalam menghadapi tantangan dan hambatan, semangat misioner, dan memiliki visi pertumbuhan kualitas kehidupan jemaat Tuhan. Disiplin diri yang tinggi menjadi kualitas penting bagi seorang gembala sidang karena kepemimpinan yang efektif memerlukan komitmen dan dedikasi yang kuat. Gembala sidang yang disiplin akan mampu mengatur waktu, energi, dan sumber daya dengan baik untuk memimpin jemaat. Selain itu, seorang gembala sidang juga harus ulet dan tahan uji dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang mungkin muncul dalam pelayanan gereja. Ketekunan dan ketahanan ini memungkinkan mereka untuk tetap fokus pada tujuan pertumbuhan jemaat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. Semangat misioner juga menjadi kualitas penting dalam kepemimpinan gembala sidang. Seorang gembala sidang yang memiliki semangat misioner akan memandang jemaat bukan hanya sebagai anggota yang harus dilayani, tetapi juga sebagai misi untuk menjangkau dan mempengaruhi orang lain di luar gereja. Visi misioner ini akan mendorong pertumbuhan jemaat dengan menginspirasi anggota jemaat untuk aktif dalam memberitakan Injil dan mengundang orang lain untuk bergabung dalam komunitas iman. Kepemimpinan yang kuat seorang gembala sidang akan menghasilkan pertumbuhan kuantitas jemaat, yaitu peningkatan jumlah jiwa yang diselamatkan dalam gereja.
Teologi Sosial dan Lingkungan Hidup: Membangun Kesadaran Ekologis dalam Masyarakat Toraja Masa Kini Heni Maria Heni; Jondri Josua; Darmi Tampang; Deril Randa Sosang
Jurnal Arrabona Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v6i1.84

Abstract

This journal discusses the importance of building ecological awareness in contemporary Toraja society through a social theology approach. Toraja is a community in South Sulawesi, Indonesia, which is rich in unique traditions and culture. However, with economic growth and rapid social change, Toraja people are also facing challenges in maintaining the sustainability of their environment. This article presents a theological study of the relationship between humans and nature in the context of Toraja society. Through understanding social theology, we can gain insight into how religious beliefs and values ​​can influence attitudes and actions towards the environment. Furthermore, this journal describes the current environmental situation in Toraja, including the threats and challenges faced by the community in maintaining the sustainability of their ecosystem. The research methods used in this journal are literature studies, field research, and interviews with religious leaders and members of the Toraja community. The results of the research show that understanding social theology and fostering ecological awareness through religious education can influence people's behavior and actions in maintaining environmental sustainability.   Penelitian ini membahas mengenai pentingnya membangun kesadaran ekologis dalam masyarakat Toraja di masa kini melalui pendekatan teologi sosial. Toraja adalah sebuah komunitas di Sulawesi Selatan, Indonesia, yang kaya akan tradisi dan budaya yang unik. Namun, dengan adanya pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial yang pesat, masyarakat Toraja juga menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup mereka. Artikel ini menyajikan kajian teologis tentang hubungan antara manusia dan alam dalam konteks masyarakat Toraja. Melalui pemahaman teologi sosial, kita dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana keyakinan dan nilai-nilai agama dapat mempengaruhi sikap dan tindakan terhadap lingkungan hidup. Selanjutnya, penelitian ini menggambarkan situasi lingkungan hidup di Toraja saat ini, termasuk ancaman dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah studi literatur, penelitian lapangan, dan wawancara dengan pemimpin agama dan anggota masyarakat Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman teologi sosial dan pembinaan kesadaran ekologis melalui pendidikan agama dapat mempengaruhi perilaku dan tindakan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Spritualitas Ugahari dalam Mengatasi Fenomena Flexing Pemuda Kristen di Era Revolusi Industri 4.0 Harif Patasik; Asniati; Nopen Lungan
Jurnal Arrabona Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v6i1.88

Abstract

The development of science and technology is currently experiencing very significant developments. This development affects all groups in society, especially Christian youth at this time. One of the impacts of the development of science and technology that is commonly found in society at this time is the many flexing phenomena as a result of the industrial revolution 4.0. Therefore, people must apply religious spirituality. The research method used in this paper is a qualitative research method and through literature study with various existing literature. The results of this study are humble spirituality, which means that Christian youth need an adequate life at this time to minimize the phenomenon of flexing or a culture of showing off both in the real world and on social media. Apart from that, through humble spirituality, we invite all Christian youths to always be grateful and live simply, even though the development of the industrial revolution 4.0 is increasing.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Perkembangan tersebut menjangkit semua kalangan dalam masyarakat terutama pemuda Kristen pada saat ini. Salah satu dampak dari perkembangan IPTEK yang banyak ditemui dalam masyarakat pada saat ini ialah banyaknyafenomena flexing sebagai akibat dari revolusi industri 4.0. Oleh sebab itu masyarakat harus menerapkan spritualitas ugahari. Metode Penelitian yang digunakan dalam tulisan ini ialah metode penelitian kualitatif dan melalui studi pustaka dengan berbagai literatur yang ada. Hasil dari penelitian ini ialah spritualitas ugahari yang berarti hidup bercukupan sangat diperlukan oleh pemuda kristen pada saat ini untuk meminimalisir fenomena flexing atau budaya pamer baik di dunia nyata maupun media sosial. Selain itu melalui spritualitas ugahari mengajak semua pemuda Kristen untuk selalu bersyukur dan hidup sederhana meskipun perkembangan revolusi industri 4.0 semakin meningkat.
Memberitakan Injil Tanpa Upah berdasarkan 1 Korintus 9:18 bagi Pelayanan Hamba Tuhan Yohanes Telaumbanua
Jurnal Arrabona Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v6i1.90

Abstract

Serving God is a special calling for everyone. The response to the call is strongly influenced by the motivation of each individual. The motivation possessed by a person determines the goals to be achieved while serving. It cannot be denied that in this demanding era, every servant of God has a competitive lifestyle, namely: not wanting to be difficult, not wanting to be out of date. The motivation possessed by a person determines the goals to be achieved while serving. then the ministry of God's servant changed direction and motivation to serve. To overcome this problem, the author raises a Bible character named Paul, who is so persistent in serving God, that he says "I preach the gospel without reward" I Corinthians 9:18. The context is close to the text of verses 15-18, where Paul explains his rights to everyone at that time. In verse 12 Paul compares himself to other ministries that have the right to work, even though Paul already has a Climax of thought and calling as written in 1 Corinthians 9:18, The writer uses descriptive exegetical-qualitative method. Where the author will provide the correct interpretation of the preaching of the gospel as a reward for the results of exegesis. Thus answering the misunderstanding of the meaning of wages in service. So that God's servants get a new understanding of merit and return to serve God with pure motivation. The author concludes that it is very important for every servant of God to purify his motivation in serving, so that true, pure ministry is created in carrying out noble responsibilities, namely preaching the Gospel to everyone. our reward comes from God. Keep in mind, the wrong motivation in serving will damage the ministry.   Melayani Tuhan merupakan panggilan khusus bagi setiap orang. Respon terhadap panggilan tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang dimiliki oleh seseorang menentukan tujuan yang akan dicapainya selama mengabdi. Tidak dapat dipungkiri bahwa di zaman yang serba menuntut ini, terdapat gaya hidup kompetitif yang dimiliki setiap hamba Tuhan, yaitu: tidak mau susah, tidak mau ketinggalan zaman. Motivasi yang dimiliki oleh seseorang menentukan tujuan yang akan dicapainya selama mengabdi. kemudian pelayanan hamba Tuhan berubah arah dan motivasi melayani. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis mengangkat tokoh Alkitab yang bernama Paulus, yang betapa gigihnya ia dalam melayani Tuhan, hingga ia berkata “Aku memberitakan Injil tanpa upah” I Korintus 9:18. Konteks dekat dengan teks dari ayat 15-18, dimana Paulus menjelaskan hak-haknya kepada semua orang pada saat itu. Pada ayat 12 Paulus membandingkan dirinya dengan pelayanan lain yang mempunyai hak dari pekerjaannya, walaupun demikian Paulus telah memiliki Klimaks pemikiran dan panggilannya sebagaimana yang tertulis 1 Korintus 9:18, Penulis menggunakan metode deskriptif eksegetis-kualitatif. Dimana penulis akan memberikan tafsir yang benar mengenai pemberitaan injil sebagai imbalan dari hasil eksegesis. Demikian menjawab kekeliruan pemahaman mengenai makna upah dalam pelayanan. Agar para hamba Tuhan mendapat pemahaman baru tentang pahala dan kembali mengabdi kepada Tuhan dengan motivasi yang murni. Penulis menyimpulkan bahwa sangat penting bagi setiap hamba Tuhan untuk menyucikan motivasinya dalam melayani, sehingga tercipta pelayanan yang sejati, murni dalam melakukan tanggungjawab yang mulia, yaitu pemberitaan Injil kepada semua orang. pahala kita berasal dari Tuhan. Perlu di ingat, motivasi yang salah dalam melayani akan merusak pelayanan.
Pengangkatan Rahasia (Secret Rapture): Analisis Teologi Alkitabiah Refamati Gulo Chailys
Jurnal Arrabona Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v6i1.92

Abstract

This research is an in-depth study aimed at analyzing the concept of the Secret Rapture from a theological perspective within the context of the Bible. The Secret Rapture is one of the debated topics in Christian theology, relating to views about when and how the rapture of believers will occur before the period of tribulation or the end times. In this study, a biblical approach is used to investigate key aspects of the Secret Rapture as presented in the Bible. First, the research will review relevant Bible texts to identify the theological foundations underlying the Secret Rapture. Furthermore, the interpretation of Bible prophecies about the end times, particularly in the Book of Revelation, will be examined to understand how the rapture is understood by prominent theologians. Moreover, this paper will also discuss different theological perspectives on the Secret Rapture and the arguments that underlie each viewpoint. Some theologians may view the Secret Rapture as a distinct event separate from the tribulation period, while others may see it as part of a sequence of events occurring during the end times. This research employs a literature review method, which involves gathering data from various sources, examining and analyzing the data to obtain information about the researched topic. Through literature-based research, accurate facts can be discovered. Please note that the translation provided is generated by AI and may require further review by a fluent English speaker to ensure its accuracy and coherence. The results of this analysis are expected to provide a deeper understanding of the theological significance of the Secret Rapture within the biblical context. Moreover, it is hoped that this journal will contribute to a broader theological discourse on this topic, helping to enlighten and enrich the understanding of Christian believers regarding their hope for the future. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Pengangkatan Rahasia (Secret Rapture) dari sudut pandang teologi dalam konteks Alkitabiah. Pengangkatan Rahasia ialah salah satu topik yang mendebatkan di dalam teologi Kristen, yang berkaitan dengan pandangan tentang kapan serta bagaimana pengangkatan orang percaya akan terjadi sebelum masa kesengsaraan atau akhir zaman. Dalam penelitian ini, pendekatan alkitabiah digunakan untuk menyelidiki aspek-aspek kunci dari Pengangkatan Rahasia seperti yang terdapat dalam Alkitab. Pertama, penelitian ini akan meninjau teks-teks Alkitab yang relevan untuk mengidentifikasi dasar-dasar teologi yang mendasari Pengangkatan Rahasia. Selanjutnya, penafsiran nubuat-nubuat Alkitab tentang akhir zaman, khususnya kitab Wahyu, akan diuji untuk melihat bagaimana pengangkatan tersebut dipahami oleh beberapa ahli teologi terkemuka. Selain itu, penelitian ini juga akan membahas perspektif teologis berbeda mengenai Pengangkatan Rahasia dan argumen-argumen yang mendasari masing-masing pandangan. Beberapa teolog mungkin memandang Pengangkatan Rahasia sebagai peristiwa yang nyata dan terpisah dari periode kesengsaraan, sementara yang lain mungkin melihatnya sebagai bagian dari suatu rangkaian peristiwa yang terjadi selama masamasa akhir zaman. Dengan menggunakan metode penelitian ini didasarkan pada penelitian kepustakaan yaitu mengumpulkan data dari literatur-literatur, menelaahnya dan menganalisis data tersebut untuk mendapatkan informasi-informasi mengenai topik yang diteliti. Melalui penelitian secara kepustakaan dapat menemukan fakta secara tepat. Hasil dari analisis ini diharapkan bisa memberi pemahaman yang mendalam tentang signifikansi teologis Pengangkatan Rahasia dalam konteks Alkitabiah. Selain itu, diharapkan pula jika jurnal ini akan menyumbang pada dialog teologis yang lebih luas mengenai topik ini, membantu mencerahkan serta memperkaya pemahaman umat Kristen tentang harapan mereka pada masa yang akan datang.