cover
Contact Name
Chrest Tupamahu
Contact Email
jurnalarrabona@gmail.com
Phone
+6282213152374
Journal Mail Official
jurnalarrabona@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kompleks Ruko Sentra Eropa Bloc C 46-49, Perumahan Kota Wisata Ciangsana Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arrabona
ISSN : 26225433     EISSN : 2962391X     DOI : https://doi.org/10.57058/juar
Jurnal Arrabona merupakan wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor. Jurnal Arrabona menerima artikel dari semua dosen, mahasiswa, dan alumni di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi, maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind-review. Focus dan Scope Jurnal Arrabona, yaitu: Biblika, Dogmatika, Misiologi, Apologetika, Historika, dan Praktika. Jurnal Arrabona terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus, serta menyediakan akses terbuka langsung ke isinya (content).
Articles 80 Documents
PRINSIP PENANAMAN GEREJA: BELAJAR DARI PAULUS MENURUT ROMA 15:14-21 Susanto Sulianus
Jurnal Arrabona Vol. 4 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.478 KB) | DOI: 10.57058/juar.v4i2.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat landasan teologis penanaman gereja menurut Paulus (Roma 15:14-21). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode literatur, dengan teknik pengumpulan data melalui buku-buku, artikel terkini dan berbagai sumber lainnya yang dapat menopang dan memperkaya penelitian. Hasil penelitian, menemukan bahwa dasar penanaman gereja adalah kasih karunia, pelayan Kristus yang setia, pelayanan pemberitaan Injil; sasaran: Yahudi dan non Yahudi atau orang-orang yang belum mendengar dan belum percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat; proses penanaman gereja: memberitakan Injil yang sepenuhnya Injil Kristus, melakukannya secara terhormat; target: yang belum pernah menerima dan melihat, yang tidak pernah mendengar dan mengerti.
PENTINGNYA PENDIDIKAN TEOLOGI BERDASARKAN EZRA 7:10 DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAYANAN HAMBA TUHAN Ariance Fallo
Jurnal Arrabona Vol. 4 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.345 KB) | DOI: 10.57058/juar.v4i2.63

Abstract

Artikel ini merupakan uraian mengenai pentingnya Pendidikan Teologi bagi seorang yang terpanggil menjadi hamba Tuhan. Ditulis dalam bentuk eksegesis dari kitab Ezra 7:10. Pendidikan teologi sangat penting bagi hamba Tuhan, yakni bagaimana seorang hamba Tuhan memiliki komitmen untuk meneliti, melakukan dan mengajarkan kebenaran Firman Tuhan. Penelitian dan pengajaran Firman Tuhan dapat diterima melalui studi teologi secara formal, maupun non formal. Eksegesis kitab Ezra 7:10 menjadi sebuah cara untuk menemukan dasar atau pijakan pengembangan pentingnya pemahaman teologi dimiliki oleh seorang hamba Tuhan yang notabene berperan sebagai pengajar, atau pendeta dan misionaris. Karena itu, artikel ini direkomendasikan untuk semua hamba Tuhan dalam peran apa pun untuk dapat memiliki dasar teologi yang sehat berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.
Signifikansi “Penolong Yang Sepadan” Menurut Kejadian 2:18 Bagi Istri Gembala Jemaat Masa Kini Sherly Mudak; Winda Sulistia Ningsih Mendrofa
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.794 KB) | DOI: 10.57058/juar.v5i1.64

Abstract

Perempuan diciptakan sebagai penolong yang sepadan bagi laki-laki (Kejadian 2:18), dalam arti diciptakan untuk mendukung, melengkapi tugas dan panggilan suaminya. Begitupun halnya ketika menjadi istri dari seorang gembala jemaat. Istri gembala jemaat dalam kehidupannya harus berkenan kepada Tuhan, memiliki karakter yang sesuai dengan firman Tuhan serta menjadi pribadi yang bijaksana, sehingga menjadi kesaksian yang patut diteladani oleh orang lain dan memuliakan Tuhan. Selain memiliki karakter yang baik, harus memiliki kedewasaan rohani yang memadai sehingga dapat mengimbangi pelayanan suami dan kualitas kerohanian suami, keluarga dan pelayanan suami di gereja. Tujuan dari penulisan ini untuk menjelaskan mengenai makna “Penolong Yang Sepadan” menurut Kejadian 2:18, supaya istri gembala jemaat masa kini memperoleh pemahaman yang benar sebagai seorang penolong dan signifikansi bagi para istri gembala jemaat Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode deskriptif dan ditindaklanjuti dengan mengumpulkan data-data literatur. Penulis menemukan bahwa ada istri gembala jemaat yang tidak hidup sungguh- sungguh takut Tuhan, membuat dirinya tidak hidup didalam kekudusan Allah, seperti istri selingkuh bahkan membunuh suaminya sendiri. Penulis memberi saran istri gembala jemaat harus memiliki pengenalan yang baik akan Tuhan, sehingga apa yang dilakukan sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Istri gembala jemaat harus terus meng-upgrade diri baik secara pengetahuan, kecakapan dalam hal-hal praktis yang diperlukan dalam pelayanan, dan keterampilan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan pelayanan
Teori Operant Conditioning Menurut Burrhusm Frederic Skinner Yuliana Lu; Yeni Ana Hamu
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.233 KB) | DOI: 10.57058/juar.v5i1.65

Abstract

Proses membimbing siswa di sekolah yang dilakukan oleh guru tidak saja secara akademik tetapi juga membimbing siswa untuk memiliki sikap dan karakter yang baik. Oleh karena itu guru perlu tahu metode yang tepat untuk proses pembimbangan kepada siswa. Teori Skinner adalah salah satu motode untuk menolong guru dalam membimbing siswa karena dalam teori Skinner terdapat penguatan (reinforcement), hukuman (punishment), pembentukan (shaping). Tetapi terkadang masih banyak guru yang hanya memberikan hukuman saja kepada siswa yang bermasalah tanpa memberikan penguatan dan pembentukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui arti dari teori B.F. Skinner supaya guru-guru di sekolah dapat menerapkan teori ini untuk membimbing siswa di sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian dekriptif, yang ditindaklanjuti dengan penelitian lapangan dengan cara mengumpulkan data dan melakukan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian penulis, masih banyak guru-guru yang belum memahami teori Skinner ini dan ada juga guru yang masih beranggapan bahwa memberikan hukuman itu wajib sedangkan penguatan dan pembentukan tidak perlu.
Peran Orang Tua Dalam Peningkatan Sosial Emosional Anak Usia 4-6 Tahun Dan Implementasinya Bagi Orang Tua Masa Kini Elvin Paende; Felisya Florensya; Risart Pelamonia
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.564 KB) | DOI: 10.57058/juar.v5i1.66

Abstract

Perkembangan sosial emosioal merupakan aspek perkembangan yang menunjukkan kemampuan anak untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik dan mampu mengerti aturan-aturan yang berlaku dilingkungan sekitar dengan kemampuan dalam mengungkapan perasaan. Perilaku dan sikap sosial emosional anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Pembentukan dan peningkatan sosial emosial anak merupakan tugas dan tanggung jawab orang tua. Namun pada kenyataannya masih ditemukan orang tua yang kurang berperan atau bahkan tidak berperan dalam perkembangan dan peningkatan sosiol emosional pada anak, sehingga berakibat anak menjadi pemurung, agresif, kasar, tidak mampu mengontrol emosi, sulit mengungkapkan keinginan, sulit berinteraksi dan bersosialisasi, dan bertampak terhadap perilaku anak. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif, yang ditindaklanjuti dengan penelitian literatur. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran atau pun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran yang benar dari suatu objek. Berdasarkan dari pemaparan hasil penelitian yang ditemukan dari berbagai sumber, menjelaskan bahwa: Peran orang tua dalam peningkatan sosial emosional anak usia 4-6 tahun sebagai pendidik pertama dan merupakan cerminan anak dalam segala aspek baik perilaku, emosional dan cara bersosialisasi masih ditemukan orang tua yang kurang atau bahkan yang tidak berperan dalam peningkatan sosial emosional anak.
Pola Penginjilan Lintas Budaya oleh Tenaga Utusan Gereja (TUG) berdasarkan Kisah Para Rasul 8:26-40 di Gereja POUK Ichtus Bumi Dirgantara Permai Bekasi Edu Arto Silalahi; Yaret Nesimnasi
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.201 KB) | DOI: 10.57058/juar.v5i1.67

Abstract

The church exists because there is a mission. Therefore, the living church should remain focused on the mission of evangelism. Evangelism is a top priority that must be done by the church in a wide dimension, to the ends of the earth. In reality, there are many churches that are not active in the worldwide evangelistic missionary movement. Why? Is it because the church doesn't want to be involved in the mission or because the church doesn't know about missions? Evangelism must be an ongoing movement. Evangelism is carried out cross-culturally both within the country itself and abroad where neglected tribes (STA) are still found. In an effort to maximize cross-cultural evangelism, the church needs to hold congregational member development continuously. Coaching is intended to change and equalize perspectives or perspectives on cross-cultural evangelism missions. Based on observations and interviews conducted with several church missionaries (TUG) of the POUK Ichtus Bumi Dirgantara Permai Bekasi, it was found that the obstacles to cross-cultural evangelism were not primarily the ethnic groups to be served, but the readiness of the envoys who would serve cross-culturally. These obstacles are mainly related to language, culture and life values ​​that should be studied carefully before serving in these neglected tribes. By referring to the Bible, Acts 8:26-40, the principles and patterns of cross-cultural evangelism are found by studying the profile of Philip who preached the gospel across cultures. Key Words: Evangelism, Cross-cultural, messenger, church
Self Directing Bagi Pertumbuhan Rohani Anggota Komunitas Dalam Menghadapi Covid 19 Yatmini; Lilis Suryani Hutahaean; Rio Janto Pardede
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.89 KB) | DOI: 10.57058/juar.v5i1.68

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana anggota komunitas Yosua Ministry tetap mengalami pertumbuhan rohani walaupun harus melakukan ibadah/persekutuan secara mandiri. Pandemi covid 19 yang melanda dunia membawa dampak besar dan perubahan cara hidup manusia saat ini. Untuk mengatasi penyebaran virus maka pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan sosial/phisical distancing dimana masyarakat diharapkan dapat bekerja di rumah, sekolah di rumah dan beribadah juga di rumah. Bekerja, sekolah dan ibadah dilakukan dengan sistim daring menggunakan berbagai media yang tersedia saat ini. Penelitian dengan judul “self directing bagi pertumbuhan rohani anggota komunitas dalam menghadapi covid 19”, memiliki rumusan masalah pengaruh covid 19 terhadap tata ibadah gereja dan dampak bagi pertumbuhan rohani anggota komunitas Yosua Ministry. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan cara mengumpulkan data dalam bentuk angket/kuisoner. Kuisoner dibagikan kepada anggota komunitas Yosua Ministry dan ada 105 orang yang berpastisipasi dalam mengisi angket melalui googleform. Berdasarkan hasil temuan dari angket yang dibagikan melalui googleform maka dapat simpulkan: 1) self directing seseorang memiliki relasi yang kuat dalam mendorong seseorang memiliki kemampuan menghadapi tantangan dalam masa pandemi, 2) self directing memampukan seseorang untuk tetap bertumbuh dalam hal kerohanian sekalipun kurangnya perhatian dari gereja masing-masing. 3) Yosua Ministry dan pembina rohani, termasuk gereja atau permimpin Kristen harus mulai memikirkan cara bagaimana dapat menjangkau dan menolong jemaat yang tidak memiliki self directing dalam menjaga spiritualitas pribadinya.
Mempersiapkan “Arrow Generation” di Era Post Truth Berdasarkan Mazmur 127:1-5 Di Kota Wisata Batu - Jawa Timur Dina Elisabeth Latumahina; Chresty Thessy Tupamahu
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.521 KB) | DOI: 10.57058/juar.v5i1.69

Abstract

Menjadi orang tua adalah sebuah kepercayaan tetapi sekaligus sebuah tanggung jawab. Oleh sebab itu, fungsi keluarga menjadi sangat penting dan mendesak, sehingga anak-anak sebagai arrow generation yang dipercayakan Tuhan kepada kita kuat menghadapi tantangan zaman yang tidak mudah ini secara khusus era post truth yang kental dengan hoax, fake news dan kekuatan media social yang sudah dianggap sebagai “Tuhan” bagi generasi milenial masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dalam bentuk studi exegetis dan penelitian lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk memberi kontribusi bagi orang tua Kristen, siapapun kita, termasuk orang tua Kristen yang berdomisili di Kota Wisata Batu, bahwa keterlibatan kita dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa, masa depan gereja bukan lagi pilihan tetapi kewajiban, dan sangat mendesak.
Multiplikasi Murid Kristus Berdasarkan 2 Timotius 2:2 Di Gereja POUK Ichthus Bumi Dirgantara Permai Di Bekasi Noh Ruku; Ucok Trosmada
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.792 KB) | DOI: 10.57058/juar.v5i1.70

Abstract

Artikel ini memuat tentang sebuah penelitian yang dilakukan untuk menemukan Multiplikasi Murid Kristus dalam 2 Timotius 2:2 di Gereja POUK Ichthus Bumi Dirgantara Permai, dengan mengunakan paradigma naturalistis atau paradigma alamiah berdasarkan filsafat fenomologis dan metode penelitian kualitatif. Tema-tema yang ditemukan adalah bahwa: Amanat Agung ditujukan bagi semua murid Yesus yaitu menjadikan semua bangsa murid Tuhan Yesus; Proses ini tidak hanya berhenti ketika seseorang telah menjadi murid, tetapi seorang murid yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan murid lain agar dapat memuridkan lagi. Dengan cara ini maka akan terjadi multiplikasi murid Kristus. Dalam 2 Timotius 2:2, Rasul Paulus menunjukkan suatu model yang ideal agar terjadi multiplikasi, Paulus (generasi pertama) meminta muridnya yaitu Timotius (generasi kedua) agar mempersiapkan orang-orang yang dapat dipercayai (generari ketiga) untuk mengajar orang lain (generasi keempat). Tesis ini direkomendasikan kepada gembala jemaat, rohaniwan dan pelayan dengan latar belakang teologi, majelis, pengerja, pengurus gereja serta jemaat yang terlibat dalam penjangkauan dan pemuridan.
Kaum Kedar: Tanggung Jawab Orang Percaya Yeheskiel Obehetan
Jurnal Arrabona Vol. 5 No. 2 (2023): February
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v5i2.72

Abstract

This study aimed to explore the mission of believers in sharing the gospel to the Kedar communities. Using library research method, the analysis find out: 1) The responsibilities of believers (loving and praying); 2) Reaching Kedar as the proof of the responsibility (mobilization, regeneration, and facilitate; and 3) Responsible parties (Theological seminary, church, missionary organization, communities, and all believers) A comprehensive understanding and responsibilities as believers could enable the disciples to have a new perspective about Kedar, also taking part in contextual evangelism, so Kedar communities could accept the Good News.