cover
Contact Name
Akhmad Mahbubi
Contact Email
akhmad.mahbubi@uinjkt.ac.id
Phone
+628567081343
Journal Mail Official
shagribisnis.journal@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta, Jl. Lkr. Kampus UIN, Cemp. Putih, Kec. Ciputat Tim., Kota Tangerang Selatan, Banten 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Sharia Agribusiness Journal
ISSN : 27982300     EISSN : 27982068     DOI : 10.15408/saj
Sharia Agribusiness Journal is an academic journal published by Department of Agribusiness, Faculty of Science and Technology, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This scientific periodical focused on agribusiness studies particularly with Islamic perspective published twice a year (May and November). Sharia Agribusiness Journal specializes on agricultural management, economic, technology, social including sharia perspective such as halal food and empowerment by Islamic institution (Masjid and Pesantren).
Articles 67 Documents
Strategi Pengembangan Kacang Hijau Kabupaten Demak Jawa Tengah Sri Suhartini; Iwan Aminudin; Elpawati Elpawati
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i1.32888

Abstract

The main production centre for mung beans in Indonesia is Demak Regency. Mung bean in Demak Regency is a plant grown in paddy fields with the methuk system before the rice harvest by spreading the seeds. Mung bean planting is carried out from the end of May, and mung bean production starts from August to November. Mung beans have been planted, used for food and beverage needs, and exported to Asian countries since 2015. Statistical data for 2012-2021 shows an increase in the harvested area of 4.32% and production of 4.88%, but productivity has decreased by 2.30%. This decrease indicates that the development of green beans is not going well. This research was conducted to analyse green bean development strategies and formulate appropriate procedures for implementation in Demak Regency. The IFE and EFE matrices obtained values of 2.612 and 2.958, resulting in an Automatic meeting point in cell V. Based on the SWOT Matrix, the strategy for developing green bean agribusiness in Demak Regency is a hold and maintain or stabilization strategy. QSPM shows that the right approach is to increase the quality of mung beans by increasing the skills of farming actors and using the latest agricultural machinery (Strategy 3). Utilizing the potential of the land in collaboration between Stakeholders for production in other seasons (Strageti 4). Application of cultivation according to technology recommendations by using technology and information to increase production (Strategy 1). Carry out routine maintenance of normalization of irrigation canals to reduce sediment build-up (Strategy 2) Keywords: Mung Bean, IE, SWOT, QSPM AbstrakSentra produksi utama kacang hijau di Indonesia adalah Kabupaten Demak. Kacang hijau di Kabupaten Demak merupakan tanaman yang ditanam di persawahan dengan sistem methuk sebelum panen padi dengan menyebarkan bijinya. Penanaman kacang hijau dilakukan mulai akhir Mei, dan produksi kacang hijau dimulai pada Agustus hingga November. Kacang hijau telah ditanam, dimanfaatkan untuk kebutuhan makanan dan minuman, serta diekspor ke negara-negara Asia sejak tahun 2015. Data statistik tahun 2012-2021 menunjukkan peningkatan luas panen sebesar 4,32% dan produksi sebesar 4,88%, namun produktivitas mengalami penurunan sebesar 2,30% . Penurunan ini menandakan bahwa perkembangan kacang hijau tidak berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi pengembangan kacang hijau dan merumuskan prosedur pelaksanaan yang tepat di Kabupaten Demak. Matriks IFE dan EFE diperoleh nilai 2,612 dan 2,958, sehingga terdapat titik temu otomatis pada sel V. Berdasarkan Matriks SWOT, strategi pengembangan agribisnis kacang hijau di Kabupaten Demak adalah strategi hold and maintain atau pemantapan. QSPM menunjukkan bahwa pendekatan yang tepat adalah meningkatkan kualitas kacang hijau dengan meningkatkan keterampilan pelaku pertanian dan menggunakan mesin pertanian terkini (Strategi 3). Memanfaatkan potensi lahan hasil kerjasama antar Stakeholder untuk produksi pada musim lainnya (Strageti 4). Penerapan budidaya sesuai anjuran teknologi dengan memanfaatkan teknologi dan informasi untuk meningkatkan produksi (Strategi 1). Melaksanakan pemeliharaan rutin normalisasi saluran irigasi untuk mengurangi penumpukan sedimen (Strategi 2) Kata Kunci : Kacang Hijau; IE; SWOT; QSPM
Strategi Pengembangan BUMDes Insan Barokah di Desa Ellak Laok Nur Winda Dewi Agustina; Isdiana Suprapti
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i1.32695

Abstract

BUMDes Insan Barokah has several village potentials that are quite likely to be developed into profitable business units. However, the village's potential has not been utilized optimally due to the limited ability of BUMDes administrators and several other problems. The purpose of this study is to determine internal and external factors in BUMDes Insan Barokah, formulate alternative BUMDes Insan Barokah development strategies, and find out the priority development strategies for BUMDes Insan Barokah. The analytical methods used are IFE and EFE matrix, IE matrix, SWOT matrix, and QSPM analysis. The results showed that there were 12 internal factors and 11 external factors from BUMDes Insan Barokah. Based on the results of the IE matrix, the strategic position of BUMDes Insan Barokah is in quadrant V (defensive strategy). Then there are 10 alternative strategies resulting from the SWOT matrix analysis. Based on the QSPM analysis, the strategy that is the top priority is the WO1 strategy (Improving BUMDes business management and human resource performance to improve village potential management). Therefore, there is a need for awareness and commitment from BUMDes management Insan Barokah to really improve BUMDes management.Keywords: BUMDes; Strategy management; SWOT; QSPMAbstrak:BUMDes Insan Barokah memiliki beberapa potensi desa yang cukup berpeluang untuk dikembangkan menjadi unit usaha yang menguntungkan. Namun, potensi desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan kemampuan pengurus BUMDes dan beberapa permasalahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor internal dan eksternal pada BUMDes Insan Barokah, merumuskan alternatif strategi pengembangan BUMDes Insan Barokah, dan mengetahui prioritas strategi pengembangan BUMDes Insan Barokah. Metode analisis yang digunakan yaitu matriks IFE dan EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 faktor internal dan 11 faktor eksternal dari BUMDes Insan Barokah. Posisi strategi dari BUMDes Insan Barokah berdasarkan hasil matriks IE yaitu berada pada kuadran V (strategi bertahan). Kemudian terdapat 10 alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis matriks SWOT. Berdasarkan analisis QSPM, strategi yang menjadi prioritas utama yaitu strategi WO1 (Memperbaiki manajemen usaha dan kinerja sumber daya manusia BUMDes untuk meningkatkan pengelolaan potensi desa). Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan komitmen dari pengurus BUMDes Insan Barokah untuk benar-benar memperbaiki manajemen BUMDes.Kata Kunci: BUMDes, Manajemen strategi, SWOT, QSPM
Pengendalian Kualitas Produksi Tahu Segitiga Goreng di UMKM Raf Kota Serang Zulfa Fitriana; Eny Dwiningsih; Agustina Senjayani
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i1.33233

Abstract

AbstractQuality of product is one of the primary factors determined business succesfulness, yet it still become a major challenge for Food Small Medium Entreprises (SMEs) to address. UMKM Raf is one of the food SMEs  produces fried triangular tofu and has plans to develop its business in order to reach a wider market segmentation through product quality improvement. With a product defect rate of 16.4 percent which is above the company's tolerance value for defective products of 5% it indicates that the quality and consistency of tofu quality control in UMKM Raf has not been achieved. This research are aimed  to study the quality control of fried tofu production; to identify the defect in fried tofu product wether it is controllable or not; to identify the major/ dominant defect in fried tofu product; to analysis factors caused the defect and propose recommendation for improvement in RAF, a prominent fried tofu manufacturer, a food SME in Serang Regency. Data collected through observation on product, process and field, checksheet forms filling, and interviews, deployed using Statistical Quality Control (SQC) approach. The population in this study is fried tofu triangle, which is 215,040 pieces with a multistage cluster random sampling. The results showed that the control of product quality was in an uncontrolled state with the values of UCL, CL and LCL respectively 0.3658; 0.1756 and 0 are out of control because there are 2 points that are above the UCL value, namely at the 8th and 27th points. The dominant type of defect is the size is not suitable and the tofu gembos has a cumulative percentage value of 51.3% and 74.0%, respectively, with the factors causing the defect are raw materials, labor, methods, machinery and the environment.Keywords : Quality Control; SQC; Control Chart p; Pareto Chart Kualitas produk merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha, namun masih menjadi tantangan utama bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) Pangan. UMKM Raf merupakan salah satu UKM makanan yang memproduksi tahu segitiga goreng dan berencana untuk mengembangkan usahanya guna menjangkau segmentasi pasar yang lebih luas melalui peningkatan kualitas produk. Dengan tingkat kecacatan produk sebesar 16,4 persen yang berada di atas nilai toleransi perusahaan untuk produk cacat sebesar 5% menandakan kualitas dan konsistensi pengendalian mutu tahu di UMKM Raf belum tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengendalian mutu produksi tahu goreng; mengidentifikasi cacat pada produk tahu goreng apakah masih dapat dikontrol atau tidak; mengidentifikasi cacat utama/dominan pada produk tahu goreng; menganalisis faktor-faktor penyebab cacat dan mengusulkan rekomendasi perbaikan di RAF, produsen tahu goreng terkemuka, sebuah UKM makanan di Kabupaten Serang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi produk, proses dan lapangan, pengisian formulir checksheet, dan wawancara, yang disebar dengan pendekatan Statistical Quality Control (SQC). Populasi dalam penelitian ini adalah tahu goreng segitiga sebanyak 215.040 buah dengan multistage cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian mutu produk dalam keadaan tidak terkendali dengan nilai UCL, CL dan LCL masing-masing 0,3658; 0,1756 dan 0 tidak terkendali karena ada 2 titik yang berada di atas nilai UCL yaitu pada titik ke-8 dan ke-27. Jenis cacat yang dominan adalah ukuran tidak sesuai dan tahu gembo memiliki nilai persentase kumulatif masing-masing sebesar 51,3% dan 74,0%, dengan faktor penyebab cacat adalah bahan baku, tenaga kerja, metode, mesin dan lingkungan. Kata kunci : Quality Control; SQC; Peta Kendali p; Bagan Pareto
Daya Saing dan Trend Ekspor Teripang Indonesia P., Rahma Ayunda
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i1.33116

Abstract

Indonesian waters as a country that has large areas of coral reefs, so that Indonesia has a variety of marine products, one of which has high economic value, namely sea cucumbers. Production of sea cucumbers in Indonesia continues to increase but only relies on marine catches causing unstable sea cucumber production. The stipulation of COP 18 CITES which regulates the protection, preservation and utilization of several types of sea cucumbers whose circulation is restricted based on volume. One of them is the black milk sea cucumber (Holothuria whitmaei) which can be found in Indonesian waters.This study analyzes the export competitiveness of sea cucumbers to the main destination countries, namely China, Hong Kong, South Korea, and Singapore and analyzes the export trend of Indonesian sea cucumbers for forecasting the next 10 years. The scope of research includes sea cucumbers with HS code 160561. The methods used are RCA, EPD and linear trend.The results of research using the RCA method in China have an average value of 1.27 which has a comparative advantage and Hong Kong, South Korea and Singapore do not have a comparative advantage. The EPD method shows that Indonesian sea cucumbers are in the Falling Star position in the four main destination countries. In the linear trend analysis, the export value of Indonesian sea cucumbers has increased (positive) and the export value of Indonesian sea cucumbers is predicted to continue to increase. The trend value is positive and indicates a positive development cycle movement which means that Indonesia's sea cucumber exports still have the opportunity to increase for the next ten years.AbstrakPerairan Indonesia memiliki wilayah terumbu karang yang luas, sehingga Indonesia memiliki keanekaragaman hasil laut, salah satunya yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu teripang. Produksi teripang di Indonesia terus meningkat namun hanya mengandalkan hasil tangkap laut menyebabkan produksi teripang tidak stabil. Ditetapkannya COP 18 CITES yang mengatur perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan beberapa jenis teripang tangkap laut dibatasi peredarannya berdasarkan volume. Salah satunya terdapat teripang susu hitam (Holothuria whitmaei) yang dapat ditemukan di perairan Indonesia .Penelitian ini menganalisis daya saing ekspor teripang ke negara tujuan utama yaitu China, Hongkong, Korea Selatan, dan Singapura serta menganalisis trend ekspor teripang Indonesia untuk peramalan 10 tahun kedepan. Ruang lingkup penelitian mencakup teripang dengan kode HS 160561. Metode yang digunakan adalah RCA, EPD dan trend linier.Hasil penelitian dengan metode RCA pada negara China nilai rata-rata 1,27 memiliki keunggulan komparatif dan pada Hongkong, Korea Selatan, dan Singapura tidak memiliki keunggulan komparatif. Metode EPD menunjukan teripang Indonesia terdapat pada posisi Falling Star pada ke empat negara tujuan utama. Pada analisis trend linier nilai ekspor teripang Indonesia meningkat (positif) dan nilai ekspor teripang Indonesia diramalkan akan terus meningkat. Nilai trend yang positif dan menunjukkan pergerakan siklus perkembangan yang positif yang berarti ekspor teripang Indonesia masih berpeluang meningkat untuk sepuluh tahun kedepan. 
Analisis Tataniaga Ubi Kayu (Studi Kasus: Gapoktan Mandiri Jaya, Desa Cikarawang) Yuli Wiyanti; Junaidi Junaidi; Titik Inayah
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i1.32889

Abstract

 Abstract Cassava commodity is placed as one of the main food crop commodities that needs to be continuously developed. Cikarawang village in Bogor is one of the cassava production centers. However, there are problems related to fluctuating selling prices, disproportionate selling prices with increases in input prices, and high margins in the cassava trade system that must be faced by cassava farmers there, especially Gapoktan Mandiri Jaya. These problems are the implications of the length of the commerce channel and the many commerce institutions involved. From these problems, this study aims to determine the variations in the commerce formed and determine the efficient cassava trading channel in Gapoktan Mandiri Jaya by using the analysis of commerce margin, farmer's share, and profit to cost ratio. This research was conducted by taking samples from cassava farmers in Gapoktan Mandiri Jaya and using other data taken from supporting stakeholders, namely traders, collectors, wholesalers, and retailers. The results of this study indicate that the trading institutions involved are farmers, collectors I, traders collectors II, wholesalers, retailers, and consumers (households and industries). These institutions formed 6 variations of the cassava commerce. The most efficient commerce channel is the 5th commerce consisting of farmers, collector I (village), retailers, and end consumers with the smallest margin of Rp. 2,250 and the highest profit and cost ratio of 4.79. Keywords: Commerce; cassava; efficiency AbstrakKomoditas ubi kayu ditempatkan sebagai salah satu komoditas utama tanaman pangan yang perlu terus dikembangkan. Desa Cikarawang di Bogor menjadi salah satu sentra produksi ubi kayu. Namun, terdapat permasalahan terkait harga jual yang fluktuatif, tidak sebandingnya harga jual dengan kenaikan harga input, dan tingginya marjin tataniaga ubi kayu yang harus dihadapi petani ubi kayu di sana, khusunya Gapoktan Mandiri Jaya. Permasalahan-permasalahan tersebut adalah implikasi dari panjangnya saluran tataniaga dan banyaknya lembaga tataniaga yang terlibat. Dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi saluran tataniaga yang terbentuk dan menentukan saluran tataniaga ubi kayu yang efisien di Gapoktan Mandiri Jaya dengan menggunakan analisis margin tataniaga, farmer’s Share, dan rasio keuntungan terhadap biaya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sample dari petani ubi kayu di Gapoktan Mandiri Jaya dan menggunakan data-data lain yang diambil dari stakeholder pendukung yaitu pedagang, pengumpul, grosir, dan pengecer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga tataniaga yang terlibat adalah petani, pedagang pengumpul I, pedagang pengumpul II, pedagang grosir, pedagang pengecer, dan konsumen (rumah tangga dan industri). Lembaga-lembaga tersebut membentuk 6 variasi saluran tataniaga ubi kayu. Saluran tataniaga yang paling efisien adalah saluran tataniaga ke-5 yang terdiri dari petani, pedangang pengumpul I (desa), pedagang pengecer, dan konsumen akhir dengan marjin terkecil yaitu, Rp2.250 dan rasio keuntungan dan biaya paling tinggi sebesar 4,79. Kata Kunci : tataniaga; ubi kayu; efisiensi 
Preferensi Konsumen Produk Susu Cair dalam Kemasan di Kota Depok Abdur Rauf
Sharia Agribusiness Journal Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v4i1.38477

Abstract

AbstractThe aim of this research is to determine the characteristics of consumers, examine their preferences for packaged liquid milk products in Depok City, and find out what variables are the main considerations in purchasing these products.The survey method was carried out using a direct questionnaire to 100 selected respondents.The data was then analyzed using descriptive analysis for consumer characteristics and conjoint analysis for product preferences.The research results show that the majority of consumers of packaged liquid milk in Depok City are women aged 21–30 years, most of whom are private employees or students with an income of <Rp. 2,000,000.They tend to buy 3-4 medium-sized packages of liquid milk per month, with the Ultra Milk brand being the main choice.Purchases are generally made at supermarkets/minimarkets or stalls/shops.Based on conjoint analysis, consumer preferences tend to be products with well-known brands, chocolate flavor variations, UHT liquid milk types, nutritional content rich in vitamins and minerals, composition with >50% fresh milk, expiration date >6 months, and prices around Rp. 5,000–10,000.The variables most considered when purchasing are flavor variations, brand, price, type of liquid milk, nutritional content, composition and expiration date.Keywords: consumer preferences; milk; product variables; conjointAbstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen, mengkaji preferensi mereka terhadap produk susu cair kemasan di Kota Depok, serta mengetahui variabel apa yang menjadi pertimbangan utama dalam pembelian produk tersebut. Metode survei dilakukan dengan kuesioner langsung kepada 100 responden terpilih. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk karakteristik konsumen dan analisis conjoint untuk preferensi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen susu cair kemasan di Kota Depok adalah perempuan berusia 21–30 tahun, sebagian besar merupakan karyawan swasta atau pelajar/mahasiswa dengan pendapatan 50%, tanggal kedaluwarsa >6 bulan, dan harga berkisar Rp5.000–10.000. Variabel yang paling dipertimbangkan dalam pembelian adalah variasi rasa, merek, harga, jenis susu cair, kandungan nutrisi, komposisi, dan tanggal kedaluwarsa.Kata kunci: preferensi konsumen; susu; variabel produk; conjoint
Building an Entrepreneurship Development Model for Millennial Farmers Human Resources Heri Cahyo Agus Setiawan; Agus Prasetya; Ilham Ilham; Nuzulul Fatimah; Tatag Herbayu Latukismo
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i2.36022

Abstract

In industry 4.0, agricultural human resources, especially the millennial generation, are required to have an entrepreneurial spirit and technological capabilities in carrying out entrepreneurial activities in the agricultural sector. Not many studies that discuss farmers human resources millenial in Indonesia have been studied seriously, especially educational institutions that deal with the entrepreneurial agricultural sector (Setiawan, et.al, 2023). Sustainable development of agricultural human resources requires the development of farmers' own entrepreneurship. So it requires support from all parties, especially the world of education, which has a vision and mission and an orientation towards developing agricultural human resources. In Indonesia, one of the educational programs that educates agricultural human resources and millennial farmers has begun to grow, one of which is the Agripreneur Academy. This research aims to explore what is the human resource development model for millennial farmers with an entrepreneurial character? The research method used was qualitative by conducting in-depth interviews with millennial farmer informants who were participants in the agripreneur academy program. For validation, we also conducted a group discussion forum with informants from the management of the Agripreneur Academy, academics from university and agricultural figures from associations. This research produces the following results: (1) agripreneur academic institutions play a role in building the entrepreneurial mindset of millennial farmers' human resources that farmers must be able to become entrepreneurs in the agricultural sector; (2) the character of the formation of farmers with an innovative spirit, from being limited to traditional farmers transforming into millennial entrepreneurial farmers who are market-oriented and utilize technology in marketing the agricultural food products that are being developed.  Keywords: human resources; millennial farmer; agripreneur; entrepreneurship  ABSTRAK Dalam industri 4.0, sumber daya manusia pertanian khususnya generasi milenial dituntut memiliki jiwa wirausaha dan kemampuan teknologi dalam menjalankan kegiatan wirausaha di sektor pertanian. Belum banyak penelitian yang membahas tentang sumber daya manusia petani milenial di Indonesia yang dikaji secara serius, khususnya lembaga pendidikan yang bergerak di bidang wirausaha sektor pertanian (Setiawan, et.al, 2023). Pembangunan sumber daya manusia pertanian yang berkelanjutan memerlukan pengembangan kewirausahaan petani itu sendiri. Sehingga memerlukan dukungan semua pihak khususnya dunia pendidikan yang memiliki visi misi dan orientasi pada pengembangan sumber daya manusia pertanian. Di Indonesia, salah satu program pendidikan yang mendidik SDM pertanian dan petani milenial sudah mulai tumbuh, salah satunya adalah Agripreneur Academy. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana model pengembangan sumber daya manusia petani milenial yang berkarakter wirausaha? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap informan petani milenial peserta program agripreneur academy. Untuk validasi, kami juga melakukan forum diskusi kelompok dengan narasumber dari pimpinan Agripreneur Academy, akademisi dari universitas dan tokoh pertanian dari asosiasi. Penelitian ini menghasilkan hasil sebagai berikut: (1) institusi akademik agripreneur berperan dalam membangun pola pikir kewirausahaan sumber daya manusia petani milenial bahwa petani harus mampu menjadi wirausaha di bidang pertanian; (2) karakter terbentuknya petani yang berjiwa inovatif, dari yang semula hanya sebatas petani tradisional bertransformasi menjadi petani wirausaha milenial yang berorientasi pasar dan memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produk pangan pertanian yang dikembangkan.  Kata Kunci:     sumber daya manusia; petani milenial; agripreneur; kewirausahaan
Pengaruh Motivasi Dan Persepsi Terhadap Keputusan Pembelian Makanan Grabfood Di Jakarta Aulia Rahma Agusti
Sharia Agribusiness Journal Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v4i1.38496

Abstract

ABSTRACTThe rapid growth of internet users has led the culinary industry to innovate by adding online food sales services, called online food delivery. Grab is an application that provides online food delivery services, with one of its features, namely GrabFood. DKI Jakarta is an area that has dense activity. GrabFood can make it easier for Jakarta residents to order food, because it is considered easier and less time consuming on the road. The aim of this research is to analyze the influence of consumer motivation, perceptions and attitudes on online food purchasing decisions through the GrabFood application. This research was conducted through descriptive research with a qualitative and quantitative approach. The data used is primary data collected through filling out questionnaires. The data analysis method used is SEM-PLS analysis which is processed using SmartPLS software version 3.0. The research results show that consumer motivation and attitudes directly influence the decision to purchase food online via GrabFood in the community in DKI Jakarta, but consumer perceptions do not directly influence purchasing decisions. Apart from that, consumer motivation indirectly influences purchasing decisions with consumer attitude as an intervening variable, but consumer perception indirectly does not influence purchasing decisions with consumer attitude as an intervening variable. Keywords: motivation; perception; consumer attitudes; purchasing decisions ABSTRAKPesatnya pertumbuhan pengguna internet membuat industri di bidang kuliner melakukan inovasi dengan menambahkan layanan penjualan makanan secara online, dengan sebutan online food delivery. Grab merupakan salah satu aplikasi penyedia layanan online food delivery, dengan salah satu fiturnya yaitu GrabFood. DKI Jakarta merupakan wilayah yang mempunyai aktivitas padat. GrabFood dapat memudahkan masyarakat Jakarta dalam memesan makanan, karena dianggap lebih mudah dan tidak memakan waktu dijalan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh motivasi, persepsi, dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian makanan secara online melalui aplikasi GrabFood, Penelitian ini dilakukan melalui riset deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SEM-PLS yang diolah menggunakan software SmartPLS versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan sikap konsumen secara langsung berpengaruh terhadap keputusan pembelian makanan secara online melalui GrabFood pada Masyarakat di DKI Jakarta, namun persepsi konsumen secara langsung tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Selain itu motivasi konsumen secara tidak langsung berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan sikap konsumen sebagai variabel intervening, namun persepsi konsumen secara tidak langsung tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan sikap konsumen sebagai variabel intervening. Kata Kunci: motivasi; persepsi; sikap konsumen; keputusan pembelian
Analisis Rasio Keuangan dan Efisiensi Perusahaan Pakan Ternak di Indonesia
Sharia Agribusiness Journal Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v1i1.20070

Abstract

The purpose of this study was to determine the performance of financial ratios and efficiency of animal feed companies in Indonesia based on financial reports. This type of research is a quantitative research with research methods using financial ratio analysis and Data Envelopment Analysis (DEA). The data used are the annual financial statements for the period 2017-2019 from animal feed companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The calculation results show; 1) analysis of the current ratio of all companies able to meet short-term obligations, 2) Debt to Assets Ratio analysis shows that on average all companies are quite good and able to pay their long-term obligations, 3) Debt to Equity Ratio analysis shows that only PT Charoen Pokphand Tbk has achieved The best ratio figure is below the ratio of 100 percent and below the industry average value, 4) Total Assets Turn Over Ratio analysis shows that all companies achieve a fairly good ratio value, 5) Analysis of Return On Investment Ratio (ROI) and Return On Equity The ratio (ROE) shows that there are 2 companies whose value is below the industry average, namely PT. Malindo Feedmill Tbk and PT. Sierad Produce Tbk, 6) analysis of the average gross margin of the animal feed industry during the study period was in the range of 10.05 percent to 21.19 percent with an average of 11.21 percent, and 7) analysis of the efficiency tests of PT Charoen Pokphand Tbk and PT Sierad Produce Tbk which are efficient whose value reaches 100%, while other companies PT Japfa Comfeed Tbk and PT Malindo Feedmill Tbk are not yet efficient because the numbers do not reach 100%. Based on the results of financial ratio analysis and company efficiency tests, it was found that there was only one company that had excellent and efficient financial performance, namely PT Charoen Pokphand Tbk. While the other three companies, namely PT. Japfa Comfeed Tbk, PT. Malindo Feedmill Tbk and PT. Sierad Produce Tbk, in terms of financial ratios, is quite dynamic. Keywords: Financial Ratios, Efficiency, Animal Feed Companies ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja rasio keuangan dan efisiensi perusahaan pakan ternak di Indonesia berdasarkan laporan keuangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian menggunakan analisa rasio keuangan dan Data Envelopment Analysis (DEA). Data yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan periode tahun 2017-2019 dari perusahaan pakan ternak yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil perhitungan menunjukkan; 1) analisa current rasio seluruh perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, 2) analisa Debt to Assets Ratio secara rata rata seluruh perusahaan cukup baik dan mampu membayar kewajiban jangka panjangnya, 3) analisa Debt to Equity Ratio hanya PT Charoen Pokphand Tbk yang mencapai angka rasio terbaik di bawah angka rasio 100 persen dan di bawah nilai rata-rata industri, 4) analisa Total Assets Turn Over Ratio seluruh perusahaan mencapai nilai rasio yang cukup baik, 5) analisa Return On Investment Ratio (ROI) dan Return On Equity Ratio (ROE) ada 2 perusahaan yang nilainya di bawah rata-rata industri yaitu PT. Malindo Feedmill Tbk dan PT. Sierad Produce Tbk, 6) analisa gross margin rata-rata industri pakan ternak selama periode penelitian berada di kisaran 10.05 persen sampai 21.19 persen dengan rata-rata 11.21 persen, dan 7) uji efisiensi menggambarkan PT Charoen Pokphand Tbk dan PT Sierad Produce Tbk yang efisien karena nilainya mencapai angka 100%, sedangkan PT Japfa Comfeed Tbk dan PT Malindo Feedmill Tbk belum efisien karena angkanya tidak mencapai 100%. Berdasarkan hasil analisa rasio keuangan dan uji efisiensi perusahaan ditemukan bahwa hanya ada satu perusahaan yang secara kinerja keuangan sangat baik dan efisien yaitu PT Charoen Pokphand Tbk. Sedangkan tiga perusahaan lainnya yaitu PT. Japfa Comfeed Tbk, PT. Malindo Feedmill Tbk dan PT. Sierad Produce Tbk secara rasio keuangan angkanya cukup dinamis. Kata kunci: Rasio Keuangan, Efisiensi, Perusahaan Pakan Ternak 
Pengaruh Media Sosial Instragram terhadap Kesadaran Merek Studi Kasus: Produk SMM Amalia Hikmayanti; Nunuk Adiarni
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i2.36068

Abstract

The Instagram is known as the popular network for socialization compare to others such as Facebook, Google+, Twitter, LinkedIn and in the fourth position most frequently used in Indonesia with 38 Million active users. Instagram has interesting features such as followers, photo uploading effects, photo titles, labels, hashtags, geotagging, comments, direct massages, likes and even IG live. For such reason, Instagram is used for marketing activities to inform, build brand awareness, and empowering brand. In addition, the branding is the whole activity to create a superior brand refers to the brand value, the product benefits, and embedded the brand into the minds of consumers through consumer Brand Awareness. The operationalization of Instagram social media coverages context, communication, collaboration and connection (4C). This research aims to determine influence of 4 C on brand awareness of products, using Multivariate MANOVA Methodology and managing Instagram.The results show a significant influence of 4 C on brand awareness with context having a significant influence on top of mind, communication related to recognition, collaboration and connection have a positive influence on brand recall. In managing the Instagram in SMM product embodied with involvement of content and message creators; decision maker for optimization, evaluating by evaluator and organize by administrator.Keyword:  Instagram Management; Brand Awareness; Context; Communication; collaboration; Connection  ABSTRAK Instagram dikenal sebagai jaringan sosialisasi yang populer dibandingkan dengan Facebook, Google+, Twitter, LinkedIn dan berada di posisi keempat paling sering digunakan di Indonesia dengan 38 Juta pengguna aktif. Instagram mempunyai fitur-fitur menarik seperti follower, efek upload foto, judul foto, label, hashtag, geotagging, komentar, direct message, like bahkan IG live. Oleh karena itu, Instagram digunakan untuk kegiatan pemasaran untuk menginformasikan, membangun kesadaran merek, dan memberdayakan merek. Selain itu, branding merupakan keseluruhan aktivitas untuk menciptakan merek yang unggul mengacu pada nilai merek, manfaat produk, dan menanamkan merek ke dalam benak konsumen melalui Kesadaran Merek konsumen. Operasionalisasi media sosial Instagram mencakup konteks, komunikasi, kolaborasi, dan koneksi (4C). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 4 C terhadap kesadaran merek produk, menggunakan Metodologi MANOVA Multivariat dan pengelolaan Instagram.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan 4 C terhadap kesadaran merek dengan konteks mempunyai pengaruh signifikan terhadap top of mind, komunikasi terkait pengenalan, kolaborasi dan koneksi mempunyai pengaruh positif terhadap ingatan merek. Dalam pengelolaan Instagram pada produk SMM diwujudkan dengan keterlibatan pembuat konten dan pesan; pengambil keputusan untuk optimalisasi, evaluasi oleh evaluator dan pengorganisasian oleh administrator. Kata Kunci:  Manajemen Instagram; Kesadaran Merek; Konteks; Komunikasi; Kolaborasi; Koneksi