cover
Contact Name
Akhmad Mahbubi
Contact Email
akhmad.mahbubi@uinjkt.ac.id
Phone
+628567081343
Journal Mail Official
shagribisnis.journal@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta, Jl. Lkr. Kampus UIN, Cemp. Putih, Kec. Ciputat Tim., Kota Tangerang Selatan, Banten 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Sharia Agribusiness Journal
ISSN : 27982300     EISSN : 27982068     DOI : 10.15408/saj
Sharia Agribusiness Journal is an academic journal published by Department of Agribusiness, Faculty of Science and Technology, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This scientific periodical focused on agribusiness studies particularly with Islamic perspective published twice a year (May and November). Sharia Agribusiness Journal specializes on agricultural management, economic, technology, social including sharia perspective such as halal food and empowerment by Islamic institution (Masjid and Pesantren).
Articles 67 Documents
Pengaruh Sekolah Lapang Organik Terhadap Pengetahuan Dan Minat Petani Dalam Bertani Organik Di Kecamatan Tanara Ahmad Jazilil Mustopa
Sharia Agribusiness Journal Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v4i1.38661

Abstract

ABSTRACTApart from providing safe and healthy food, organic farming also has a conservation function because cultivation is environmentally friendly.Organic farming is currently one of the programs promoted by the Ministry of Agriculture through the Pro Organic Farmers Movement (Genta Organik).Genta Organic's derivative program is an organic farming thematic field school, one of which is implemented by the Tanara Agricultural Extension Center.This research tries to analyze the extent of the influence of field school activities on farmers' knowledge and interest in organic farming.Using 50 participants as research respondents, and a pre-experimental design method with one group pretest-posttest presented with descriptive quantitative analysis and hypothesis testing using inferential statistics.This research produces a significant influence from organic field schools on farmers' knowledge and interest in organic farming.Keywords: organic farming; field school; knowledge; interests ABSTRAKPertanian organik selain sebagai pemenuhan pangan yang aman dan sehat juga memiliki fungsi pelestarian karena budidaya yang ramah lingkungan. Pertanian organik saat ini menjadi salah satu program yang diusung Kementerian Pertanian lewat Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik). Bentuk program turunan Genta Organik adalah sekolah lapang tematik pertanian organik yang salah satunya dilaksanakan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Tanara. Penelitian ini mencoba menganalisis sejauh mana pengaruh kegiatan sekolah lapang terhadap pengetahuan dan minat petani dalam bertani organik. Menggunakan 50 peserta sebagai responden penelitian, dan metode pre-experimental design dengan one group pretest-posttest disajikan dengan analisis kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menghasilkan pengaruh yang signifikan dari sekolah lapang organik terhadap pengetahuan dan minat petani dalam bertani organik.Kata Kunci: pertanian organik; sekolah lapang; pengetahuan; minat
Analisis Peramalan Jumlah Produksi dan Konsumsi Bawang Putih di Indonesia May Sarah; Rizki Adi Puspita Sari; Dewi Rohma Wati
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i2.35816

Abstract

Currently, 80% of the national garlic demand is filled by imports. The aims of this research are: 1) To analyze the forecasting/ projection of garlic production in 2023-2032; 2) Analyze forecasting/projection of garlic consumption in Indonesia in 2022-2032. The type of data used in this research is secondary data which is quantitative. The quantitative data used is time-series data from 1996-2022 for garlic production and data from 1996-2020 for garlic consumption in Indonesia. The forecasting method used in this study is the ARIMA method and the Trend Analysis method. The results of this study indicate that forecasting garlic production in Indonesia during the 2023-2032 period tends to decrease with an average growth in forecasting the amount of Indonesian garlic consumption during the 2022-2031 period of -5.48% per year. Forecasting of garlic consumption in Indonesia during the 2022-2031 period tends to increase with an average growth in forecasting the amount of Indonesian garlic consumption of 1.69% per year. Keywords: forecasting; garlic production; consumption; ARIMA; Trend Analysis   ABSTRAK Pemenuhan kebutuhan bawang putih nasional untuk saat ini sebesar 80% berasal dari impor. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menganalisis peramalan/proyeksi jumlah produksi bawang putih tahun 2023-2032; 2) Menganalisis peramalan/proyeksi jumlah konsumsi bawang putih di Indonesia tahun 2022-2032. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang bersifat kuantitatif. Data kuantitatif yang digunakan yaitu data time-series dari tahun 1996-2022 untuk produksi bawang putih dan data tahun 1996-2020 untuk konsumsi bawang putih di Indonesia. Metode peramalan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ARIMA dan metode Proyeksi Trend. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peramalan produksi bawang putih di Indonesia selama periode 2023-2032 cenderung mengalami penurunan dengan rata-rata pertumbuhan pada peramalan jumlah konsumsi bawang putih Indonesia selama periode 2022-2031 adalah sebesar -5,48% per tahun. Peramalan konsumsi bawang putih di Indonesia selama periode 2022-2031 cenderung mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan pada peramalan jumlah konsumsi bawang putih Indonesia adalah sebesar 1,69% per tahun. Kata Kunci: peramalan; produksi bawang putih; konsumsi; ARIMA; Analisis Tren 
Mitigasi Risiko Produksi Anggur Di Pusat Bibit Dan Edukasi Budidaya Anggur Tangerang Selatan Muhammad Osama Dermawanov; Aditya Putra Sunardi; Hafizha Taqy Arifa; Azfa Rinaldi Annaba
Sharia Agribusiness Journal Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v1i1.38187

Abstract

AbstractGrape cultivation is one of the agricultural sectors that has great potential in providing significant economic and social benefits. However, the production of wine is an activity that has several risks that can affect the quality of the fruit, where various factors ranging from pests and diseases to high operational costs can affect its success. One of the grape seed production centers facing this challenge is located in Tangerang Selatan, namely Pusat Bibit dan Edukasi Budidaya Anggur Tangerang Selatan. These risks are the main focus of the center's operations, threatening the sustainability of quality grape seed production. The purpose of this study is to identify risk events and risk causes to calculate the value of risk in grape cultivation and provide recommendations related to risk mitigation efforts or strategies that occur during the grape cultivation process. Then, the House of Risk (HOR) method is carried out to determine the priorities of risk agents and provide proposals for risk mitigation strategies. The results identified 19 risk events and 19 risk agents. There are 12 proposed risk mitigation strategies that can be implemented in the company based on the seven main strategic priorities of risk mitigation.Keywords : Production Risk; House of Risk; Risk Mitigation; Grape Cultivation AbstrakBudidaya anggur merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi besar dalam memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan. Namun, pada produksi anggur merupakan kegiatan yang memiliki beberapa risiko yang dapat mepengaruhi kualitas buah, di mana berbagai faktor mulai dari serangan hama dan penyakit hingga biaya operasional yang tinggi dapat memengaruhi keberhasilannya. Salah satu pusat produksi bibit anggur yang menghadapi tantangan ini terletak di Tangerang Selatan, yaitu Pusat Bibit dan Budidaya Anggur Tangerang Selatan. Risiko-risiko tersebut menjadi fokus utama dalam operasional pusat ini, mengancam keberlanjutan produksi bibit anggur yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kejadian risiko dan penyebab risiko untuk menghitung nilai risiko pada budidaya tanaman anggur dan memberikan rekomendasi terkait upaya-upaya atau strategi mitigasi risiko yang terjadi selama proses budidaya tanaman anggur. Kemudian, metode House of Risk (HOR) dilakukan untuk menentukan prioritas agen risiko dan memberikan usulan strategi mitigasi risiko. Hasil penelitian mengidentifikasi sebanyak 19 kejadian risiko dan 19 agen risiko. Terdapat 12 usulan strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan di perusahaan berdasarkan tujuh prioritas strategi utama mitigasi risiko.Kata Kunci: Risiko Produksi; House of Risk; Mitigasi Risiko;  Budidaya Anggur
Mitigasi Risiko Rantai Pasok Produk UMKM Makanan Olahan Beku di PT. Mahakarya Sayur Indonesia Shafira Al Zahra
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i2.36018

Abstract

Tukangsayur.id is an application for shopping that provides daily needs. Tukangsayur.id collaborates with traditional market, MSME, and distributor that called mitra Tukangsayur.id. There is a supply chain that contains some activities especially for frozen food products. Supply chain activities are closely related to emerging risks. The occurrence and causes of the risk need to be prevented. This research aims to identify the occurrence and causes of supply chain risks, measure and map the level of risk, and recommend the risk mitigation strategies. This research was conducted through explanatory and descriptive research and used qualitative and quantitative approaches. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and literature study. The respondents are the owner and two employees of Prettymoms Food, a warehouse staff, a merchant staff, a customer service, and three change the capitalization Tukangsayur.id. The research methods used are the SCOR model, HOR 2 Phase, and Pareto Chart. The results showed that there are 23 risk events with 34 causes and 27 risk priority strategies to handle 20 risk priority agents at supplier level. There are 25 risk events with 28 risk causes and 36 risk priority strategies to handle 27 risk priority agents at the marketplace level. There are 15 risk events with 20 risk causes and 16 priority strategy risks to handle 14 risk priority agents at the distributor.  Keywords: Supply Chain; Risk Mitigation; SCOR; Pareto Chart; HOR 2 Phase  ABSTRAK Tukangsayur.id merupakan aplikasi belanja yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Tukangsayur.id bekerja sama dengan pasar tradisional, UMKM, dan distributor yang disebut mitra Tukangsayur.id. Terdapat rantai pasok yang memuat beberapa aktivitas khususnya untuk produk makanan beku. Aktivitas rantai pasokan erat kaitannya dengan risiko yang muncul. Terjadinya dan penyebab risiko perlu dicegah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kejadian dan penyebab risiko rantai pasok, mengukur dan memetakan tingkat risiko, serta merekomendasikan strategi mitigasi risiko. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian eksplanatori dan deskriptif serta menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket dan studi pustaka. Respondennya adalah pemilik dan dua orang karyawan Prettymoms Food, seorang staf gudang, seorang staf merchant, seorang customer service, dan tiga mitra Tukangsayur.id. Metode penelitian yang digunakan adalah model SCOR, HOR 2 Phase, dan Pareto Chart. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 kejadian risiko dengan 34 penyebab dan 27 strategi prioritas risiko untuk menangani 20 agen prioritas risiko di tingkat pemasok. Terdapat 25 kejadian risiko dengan 28 penyebab risiko dan 36 strategi prioritas risiko untuk menangani 27 agen prioritas risiko di tingkat pasar. Terdapat 15 kejadian risiko dengan 20 penyebab risiko dan 16 risiko strategi prioritas untuk ditangani 14 agen prioritas risiko di tingkat distributor. Kata Kunci: Rantai Pasok; Mitigasi Risiko; SCOR; Diagram Pareto; dan Model HOR 2 Fase.   
Risk Mitigation for Catfish Farming at PT Ikan Bangun Indonesia (Iwa-ke Oishi) Rezania Eka pratiwi; Adethiya Putri; Rifqi Ramadhani; Muhammad Heqel Abrar
Sharia Agribusiness Journal Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v4i1.38188

Abstract

AbstractCatfish is one type of freshwater fish that has a very high economic value so that catfish is one of the fishery commodities that is very popular with the public. PT Ikan Bangun Indonesia is a place that cultivates and sells catfish with a biofloc cultivation system and is located in Cimanggu, Bogor, West Java. The purpose of this case study is to identify risk events and risk agents found in the cultivation of catfish at PT Ikan Bangun Indonesia to be evaluated and find the most ideal risk mitigation. The research method used is qualitative. The data sources used come from primary and secondary data. Risk identification is carried out by interview and direct observation to the relevant division so that there are 14 risk events and 41 causative agents of risk events. Based on the HOR 1 measurement, the ARP value is obtained which shows that A17 (Catfish seeds fail to adapt) occupies the first priority position with its ARP value of 3,420. From the results of the HOR 2 calculation, it can be concluded that the most ideal mitigation to be carried out is controlling the pond irrigation equipment regularly, selecting incoming seeds and not accepting sick seeds, and using water reservoirs to settle impurities from water sources.Keywords : Farming; Catfish; Risk Mitigation; House of RiskAbstrakIkan lele adalah salah satu jenis dari ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi sehingga ikan lele menjadi salah satu komoditas perikanan yang sangat digemari oleh masyarakat. PT Ikan Bangun Indonesia merupakan tempat yang membudidayakan dan memperjualkan ikan lele dengan sistem budidaya bioflok dan berlokasi di Cimanggu, Bogor, Jawa Barat. Tujuan dari studi kasus ini adalah mengidentifikasi kejadian risiko (risk event) dan agen penyebab kejadian risiko (risk agent) yang terdapat pada budidaya ikan lele di PT Ikan Bangun Indonesia untuk dapat dievaluasi dan menemukan mitigasi risiko paling ideal. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Sumber data yang digunakan berasal dari data primer dan sekunder. Menggunakan House Of Risk untuk melakukan analisis risiko. Identifikasi risiko dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung kepada divisi yang berkaitan sehingga terdapat 14 kejadian risiko dan 41 agen penyebab kejadian risiko. Berdasarkan pengukuran HOR 1 didapatkan nilai ARP yang menunjukkan bahwa A17 (Benih lele gagal beradaptasi) menempati posisi prioritas pertama dengan nilai ARP nya adalah 3.420. Sedangkan A5 menempati posisi prioritas ke 41 atau terakhir dengan nilai ARP 3. Dari hasil perhitungan HOR 2, dapat disimpulkan bahwa mitigasi yang paling ideal untuk dilakukan yaitu melakukan kontrol terhadap peralatan pengairan kolam secara rutin, melakukan seleksi benih yang masuk dan tidak menerima benih yang sakit, dan penggunaan penampungan air untuk mengendapkan kotoran yang berasal dari sumber air.Kata Kunci: Budidaya; Ikan Lele; Mitigasi Risiko; House of Risk 
Mitigasi Risiko Rantai Pasok Melon Premium Pada PT Villa Tani Indonesia Dita Pramestia
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i2.36019

Abstract

ABSTRACT This study aims to: (1) Identify risk events and risk causes; (2) Measure the level of risk; (3) Map out the risks; and (4) Formulate risk mitigation strategies for the premium melon supply chain at PT Villa Tani Indonesia. The research analysis method is conducted using the SCOR model, HOR phase 1, Pareto Diagram, and HOR phase 2. The data used are primary and secondary data collected through observation, interviews, questionnaire filling, and literature study. The sources of information at the farmer level are Arshi Farm's owner, and at the PT Villa Tani Indonesia level, it includes the CEO, inventory & packing staff, purchasing staff, and marketing staff. The results of this study reveal that there are 25 risk events and 43 risk causes at the farmer level, and 27 risk events and 42 risk causes at the PT Villa Tani Indonesia level. Based on the processing of the HOR phase I table and Pareto diagram, it is known that at the farmer level, there are 16 priority risk causes, while at the PT Villa Tani Indonesia level, there are 28 priority risk causes. Based on these priority risk causes, there are 18 mitigation strategies at the farmer level and 20 mitigation strategies at the PT Villa Tani Indonesia level. Keywords: risk mitigation, supply chain, premium melon, SCOR model, HORABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi kejadian risiko dan penyebab risiko; (2) Mengukur tingkat risiko; (3) Memetakan risiko; dan (4) Merumuskan strategi mitigasi risiko rantai pasok melon premium pada PT Villa Tani Indonesia. Metode analisis penelitian dilakukan menggunakan model SCOR, HOR fase 1, Diagram Pareto, dan HOR fase 2. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pengisian kuesioner, dan studi pustaka. Narasumber tingkat petani adalah owner Arshi Farm dan pada tingkat PT Villa Tani Indonesia adalah CEO, staff inventory & packing, staff purchasing dan staff marketing. Hasil penelitian ini diketahui bahwa terdapat 25 kejadian risiko dan 43 penyebab risiko pada tingkat petani, dan 27 kejadian risiko dan 42 penyebab risiko pada tingkat PT Villa Tani Indonesia. Berdasarkan pengolahan tabel HOR fase I dan diagram pareto diketahui pada tingkat petani, terdapat 16 penyebab risiko prioritas, sedangkan pada tingkat PT Villa Tani Indonesia, terdapat 28 penyebab risiko prioritas. Berdasarkan penyebab risiko prioritas tersebut, terdapat 18 strategi mitigasi pada tingkat petani dan 20 strategi mitigasi pada tingkat PT Villa Tani Indonesia. Kata kunci: mitigasi risiko, rantai pasok, melon premium, model SCOR, HOR  
Factors Influencing Entrepreneurial Interest In Agriculture (Case Study: Young Generation In Tinada District, Pakpak Bharat Regency) Manik, Helmida
Sharia Agribusiness Journal Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v4i2.38934

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the factors that influence the entrepreneurial interest of the younger generation in the agricultural sector in Tinada District, Pakpak Bharat Regency. This type of research is quantitative in nature. The population of this research is the young generation in Tinada District with the sampling technique used, namely engineering proportional stratified random sampling. The questionnaire measurement scale uses a Likert scale which has been tested for validity and reliability. The results of the research show that the t test carried out proves: 1) the existence of a negative and significant influence of the family environment on entrepreneurial interest in the agricultural sector (tcount-6,411> ttable1.663 and significance 0.000 < 0.05), 2) there is a positive and significant influence of income expectations on entrepreneurial interest in agriculture (tcount7, 792 > ttable1.663 and a significance of 0.000 < 0.05), 3) there is a negative and significant influence of the level of education on interest in entrepreneurship in the agricultural sector (tcount-6,179 > ttable1.663 and significance 0.000 < 0.05). For the F test, this research shows that there is a positive and significant influence of family environment, income expectations, level of education on entrepreneurial interest in agriculture (Fcount 45,812 > Ftable 2.72 and significance 0.000 < 0.05). Meanwhile onadjusted r square shows that the joint results between the dependent variables in this study were 61.3% and the remaining 38.7% of the increase was influenced by other variables or factors that were not explained by this thesis research.Keywords: interests; entrepreneurship; generation; family; education   ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha generasi muda di sektor pertanian di Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah generasi muda di Kecamatan Tinada dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik proporsional stratified random sampling. Skala pengukuran kuesioner menggunakan skala likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji t yang dilakukan membuktikan: 1) adanya pengaruh negatif dan signifikan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha di sektor pertanian (t hitung-6,411 > t tabel 1,663 dan signifikansi 0,000 < 0,05), 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan harapan pendapatan terhadap minat berwirausaha di sektor pertanian (t hitung7,792 > t tabel 1,663 dan signifikansi 0,000 < 0,05), 3) terdapat pengaruh negatif dan signifikan tingkat pendidikan terhadap minat berwirausaha di sektor pertanian (t hitung-6,179 > t tabel 1,663 dan signifikansi 0,000 < 0,05). Untuk uji F, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan keluarga, harapan pendapatan, tingkat pendidikan terhadap minat berwirausaha di bidang pertanian (F hitung 45,812 > F tabel 2,72 dan signifikansi 0,000 < 0,05). Hasil gabungan antar variabel dependen dalam penelitian ini sebesar 61,3% dan sisanya sebesar 38,7% peningkatannya dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain yang tidak dijelaskan oleh penelitian tesis ini.Kata Kunci: minat; kewirausahaan; generasi; keluarga; pendidikan
Strategi Pengembangan Agro-edukasi Berbasis Budidaya Jamur Tiram YOKO, BUDI; Najib, Fikri Fathul; Kusnaman, Djeimy
Sharia Agribusiness Journal Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v4i2.39506

Abstract

ABSTRACTThis study explores the development strategy of Jamur Borobudur, a micro, small, and medium enterprise (MSME) engaged in oyster mushroom cultivation and agro-education in the Borobudur area, Magelang, Indonesia. As the popularity of agrotourism increases, Jamur Borobudur has transitioned from a traditional farming operation to an agro-educational site offering visitors insights into mushroom cultivation. This transformation aims to enhance business sustainability and capitalize on its strategic location near Borobudur Temple, a key tourist destination. A SWOT analysis was employed to assess internal and external factors impacting the enterprise’s growth. Key strategies identified include strengthening partnerships with local businesses, increasing production efficiency through modern techniques, and expanding digital marketing efforts. The novelty of this study lies in its emphasis on integrating mushroom farming with agro-educational tourism, providing a unique business model that enhances both economic resilience and environmental awareness. Keywords: oyster mushroom; agro-education; agrotourism; SWOT analysis; borobudurABSTRAKPenelitian ini mengkaji strategi pengembangan UMKM Jamur Borobudur, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang budidaya jamur tiram dan agro-edukasi di kawasan Borobudur, Magelang, Indonesia. Seiring dengan meningkatnya popularitas agrowisata, Jamur Borobudur telah bertransformasi dari usaha pertanian tradisional menjadi wahana agro-edukasi yang memberikan wawasan kepada pengunjung tentang budidaya jamur. Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dan memanfaatkan lokasinya yang strategis dekat Candi Borobudur, salah satu destinasi wisata utama. Analisis SWOT digunakan untuk menilai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. Strategi kunci yang diidentifikasi meliputi penguatan kemitraan dengan bisnis lokal, peningkatan efisiensi produksi melalui teknik modern, dan perluasan pemasaran digital. Unsur kebaruan dari penelitian ini terletak pada penekanan integrasi antara budidaya jamur dan wisata agro-edukasi, yang memberikan model bisnis unik untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan kesadaran lingkungan. Kata Kunci: jamur tiram; agro-edukasi; agrowisata; analisis SWOT; borobudur
Analysis Of Factors Influencing Consumer Decisions In Buying Trademarked Tempe In Langsa City Tika, Nuri Hidayah; Alham, Fiddini; Rosalina, Rosalina
Sharia Agribusiness Journal Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v4i2.40452

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the factors that influence consumer decisions to purchascing trademarked tempeh in Langsa City. The independent variables used in this research are price, brand image, quality and packaging. The dependent variable  is the consumers’ decision to buy trademarked tempeh. The sampling technique was detrermined used the nonprobability sampling method, namely, the accidental sampling method of 60 respondents. Primary and secondary data were used for a quantitative descriptive approach. The data analysis included multiple linear regression analyses. The results show that  price and quality variables (X1 and X3) have a significant effect on consumer decisions in buying trademarked tempeh, whereas brand image and packaging variables (X2 and X4) do not have a significant effect on consumer decisions in buying trade branded tempeh.Keywords: tempeh; consumer decisions; price; brand image; quality; packaging ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli tempe bermerek di Kota Langsa. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga, citra merek, kualitas dan kemasan. Variabel terikatnya adalah keputusan konsumen dalam membeli tempe bermerek. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling yaitu metode accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Data primer dan sekunder digunakan untuk pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga dan kualitas (X1 dan X3) berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli tempe bermerek, sedangkan variabel citra merek dan kemasan (X2 dan X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli tempe bermerek.Kata Kunci: tempe; keputusan konsumen; harga; citra merek; kualitas; kemasan
Risk Mitigation of Green Lettuce Production (Lactuca sativa L.) AT T.G.F CO., LTD, Nagasaki, Japan Yuniar, Ranieta Almanadhea
Sharia Agribusiness Journal Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v4i2.41108

Abstract

ABSTRACTThis research aims to: (1) Identify risk events and causes; (2) Knowing the level of risk; (3) Mapping risks; and (4) Recommend preventive strategies that can be implemented in controlling appropriate risks in the green lettuce production process at T.G.F Co., Ltd. Data analysis was carried out using the HOR phase 1, Pareto diagram and HOR phase 2 methods. The data used were primary data and secondary data collected through observation, interviews, filling out questionnaires, and literature study. The resource persons in this research were the head of production, deputy field leaders, and permanent employees of T.G.F Co., Ltd. The results of this research show that there are 18 risk events and 22 risk causes in the entire green lettuce production process at T.G.F Co., Ltd. Analysis of the phase 1 HOR model and risk mapping using the Pareto diagram, it is known that there are 9 priority risk causes (2 in sowing, 1 in planting, 4 in maintenance, and 2 in harvesting). To deal with the causes of these priority risks, 19 preventive actions or mitigation strategies were formulated in the green lettuce production process at T.G.F Co., Ltd.Keywords: risk mitigation strategy; fishbone diagram; HOR mode; pareto diagram   ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi kejadian dan penyebab risiko; (2) Mengetahui tingkat risiko; (3) Memetakan risiko; dan (4) Merekomendasikan strategi preventif yang dapat diterapkan dalam mengendalikan risiko yang tepat pada proses produksi selada hijau di T.G.F Co., Ltd. Analisis data dilakukan menggunakan metode HOR fase 1, Diagram Pareto, dan HOR fase 2. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pengisian kuesioner, dan studi pustaka. Narasumber pada penelitian ini adalah kepala produksi, wakil pemimpin lapangan, dan karyawan tetap T.G.F Co., Ltd. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat 18 kejadian risiko dan 22 penyebab risiko pada seluruh proses produksi selada hijau di T.G.F Co., Ltd. Berdasarkan hasil analisis model HOR fase 1 dan pemetaan risiko menggunakan diagram pareto, diketahui terdapat 9 penyebab risiko prioritas (2 pada penyemaian, 1 pada penanaman, 4 pada pemeliharaan, dan 2 pada pemanenan). Untuk menghadapi penyebab risiko prioritas tersebut, dirumuskan 19 aksi preventif atau strategi mitigasi pada proses produksi selada hijau di T.G.F Co., Ltd. Kata Kunci: strategi mitigasi risiko; diagram fishbone; metode HOR; diagram pareto