cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Optimalisasi Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Pembelajaran Sainsmelalui Discovery Learning Berwawasan Lingkungan Herianingtyas, Nur Luthfi Rizqa; Harmawati, Ruri Eko
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.129 KB)

Abstract

Optimalisasi Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Pembelajaran Sains Melalui Discovery Learning Berwawasan Lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan langkah-langkah implementasi discovery learning berwawasan lingkungan pada muatan pelajaran sains; (2) Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada muatan pelajaran sains melalui implementasi discovery learning berwawasan lingkungan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian yaitu siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 2 (dua) pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi discovery learning berwawasan lingkungan dilaksanakan dengan langkah-langkah: (a) Orientation; (b) Problem Statement; (c) Data Collection; (d) Data Processing; (e) Verification dan(f) Generalization, (2) Implementasi discovery learning berwawasan lingkungan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada muatan pelajaransains, terbukti hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya, siklus I hasil tes mencapai 73,33% termasuk dalam kategori baik. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 86,67% termasuk dalam kategori amat baik. Pada siklus III hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa kembali mengalami meningkat hingga 93,33% dan termasuk kategori amat baik. Dengan demikian, kemampuan berpikir kreatif siswa sudah menunjukan ketercapaian pada indikator keberhasilan yang diharapkan yaitu ≥85%.
Keefektifan DSLM Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa Terhadap Materi Hidrolisis Garam Awaliyah, Nurratul
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.1 KB)

Abstract

Hidrolisis adalah reaksi yang melibatkan pemecahan ikatan dalam molekul yang menggunakan air. Reaksi dapat terjadi antara ion dan molekul air dan sering mengubah pH larutan. Karakteristik yang dimiliki materi hidrolisis garam adalah konsep konkrit dan konsep terdefinisi.Pemahaman kimia membutuhkan kemampuan berpikir dengan menggunakan tiga tingkat yang berbeda namun saling berkaitan yaitu representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik.Ada beberapa penelitian yang mengungkapkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi pada materi hidrolisis garam. Miskonsepsi yang dialami siswa sebagai berikut: 1) siswa menganggap semua larutan garam bersifat netral 2) pada akhir reakai netralisasi, siswa menyatakan bahwa tidak ada ion H+ dan ion OH- dalam larutan yang dihasilkan.Penyebab terjadinya kesalahan pemahaman dalam belajar kimia dapat ditinjau dari segi pengajar, penyebab terjadinya kesalahan pemahaman kemungkinan terletak pada metode dan pendekatan belajar yang digunakan. Salah satu model pembelajaran remedial yang berdasarkan pada tiga perspektif ontologi, epistimologi, dan motivasi adalah Dual Situated Learning Model (DSLM). DSLM merupakan suatu model yang dapat memberikan perubahan konsep dengan menciptakan disonansi dengan persepsi awal siswa.
Corak Motif Flora Sarung Tenun Buton sebagai Pembelajaran Berbasis Lingkungan (Studi Etnobotani terhadap masyarakat Buton) Slamet, Agus
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.213 KB)

Abstract

Sarung tenun Buton sangat beraneka ragam baik corak, motif maupun ragam hiasnya. Corak dan motif tenun Buton adalah salah satu hasil belajar dari alam yang berlangsung melalui sosialisasi ataupun enkulturasi.Belajar dari alam merupakan sumber inspirasi untuk mewujudkan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untukmenginventarisasi dan mendeskripsikan corak dan motif sarung tenun Buton khususnya motif flora sebagai hasil pembelajaran berbasis lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnometodologi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dihimpun kemudian direduksi, diurutkan, diklasifikasikan, dideskripsikan dan diinterpretasikan sehingga diperoleh kesimpulan yang menyeluruh. Terdapat 27 motif tenun Buton yang terinspirasi dari flora baik meliputi organ daun, bunga, buah, biji, umbi maupun perawakan flora itu sendiri. Interpretasi flora menggambarkan keagungan objek dan dapat dijadikan sebagai pedoman memahami lingkungan. Sarung Buton adalah ungkapan jiwa yang berisi harapan dan doa, yang dipintal oleh ketekunan tangan dan imajinasi akan keindahan. Bagi masyarakat Buton, alam (flora) dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menentukan corak dan motif sarung tenun Buton dan merupakan proses pembelajaran berbasis lingkungan.
Mind Map dalam Pembelajaran Berbasis Masalah: Tantangan bagi Guru pada Abad 21 Djumadi, D; Aloysius, Duran Corebima; Suwono, Hadi; Syamsuri, Istamar
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.43 KB)

Abstract

Pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan mind map memiliki tujuan yang paralel, keduanya didasarkan pada psiswangan pembelajaran konstruktivis.PBL dan mind map perlu diterapkan bersamaan sebagai model pembelajaran utama. PBL terdiri dari masalah yang dirancang dengan cermat yang menantang siswa untuk menggunakan pemikiran kritis,strategi pembelajaran mandiri,keterampilan partisipasi tim, teknik penelitian, dan pengetahuan disipliner.Mind map dapat digunakan sebagai alat pembelajaran untuk membantu pemikiran kritis dalam pembelajaran dengan mendorong siswa untuk mengintegrasikan informasi yang telah ditunjukkan untuk memfasilitasi memori. Keuntungan dari menggunakan mind map dalam pembelajaran adalah bahwa strategi ini dapat mengambil manfaat lebih banyak siswa dengan gaya belajar yang beragam.Tantangan terbesar dengan PBL adalah bagaimanaupaya guru dapat memfasilitasi dari banyak kelompok kelas pada saat yang sama. Dalam PBL, guru memandu proses kelompok dengan mengamati, mengajukan pertanyaan, dan intervensi saat yang tepat. Integrasi mind map dalam sintak PBL akan melengkapi kekurangan pada sintaknya (Beasley dan Ford, 2014). Dengan integrasi mind map ke dalam sintak PBLagar supaya dalam aktivitas pemecahan masalah secara berkelompok dapat terarah dan efisien mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan sejak awal dengan bimbingan guru, mengingat pembelajaran dengan model PBL memerlukan waktu yang lama. Mind map merupakan visual outline sehingga memudahkan guru untuk memberikan masukan atau arahan dengan cepat dari hasil pemecahan masalah masing-masing kelompok.
Penyebaran Pencemar Udara di Kota Yogyakarta Cahyono, Waluyo Eko
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.482 KB)

Abstract

Pencemaran udara di kota–kota besar telah menyebabkan menurunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Untuk mengetahui penyebaran pencemar udara di kota Yogyakartatelah dilakukan pengkuran di permukaan dan pemantauan dengan satelit sebagai pembanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengontrol seberapa besar pencemar udara yang terjadi di kota Yogyakarya bila dibandingkan dengan baku mutu kualitas udara yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarya (DIY). Pencemar udara yang dianalisis meliputi konsentrasi sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida(NO2) periode 2006-2015 hasil pengukuran BLH DIY serta data satelit OMI 2008 dan2015 dari NASA.Analisis yang dilakukan adalah analisis non-parametrik. Nilai konsentrasi SO2 yang diperoleh dari 21 lokasi di kota Yogyakarta selama Maret 2006 hingga Agustus 2015, tertinggi berada di Perempatan Mirota Kampus dengan nilai mencapai 0,026 ppm. sedang nilai terendah di Simpang lima Karang Nongko Wates, Kulon Progo dengan nilai sebesar 0,004ppm. Konsentrasi NO2nilai tertinggi berada di Depan Ruko Janti dengan nilai mencapai 0,033 ppm, sedangkan nilai terendah berada di Simpang lima Karangnongko Wates, Kulon Progo dengan nilai sebesar 0,013 ppm.Nilai konsentrasi SO2 dan NO2 masih dalam batas aman ( dibawahbakumutu). Konsentrasi NO2 dari satelit OMI pada Maret 2008 dan Maret 2015 di kota Yogyakarta menunjukkan konsentrasi NO2 pada Maret 2015 relatif lebih tinggi dibandingkan Maret 2008.
Pengaruh Intensitas Pembelajaran melalui Praktikum dengan Menerapkan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatan Hasil Belajar Kognitif pada Materi Plantae dan Animalia Kelas X SMA Nurningsih, Dwinda; Musthofa, Royan Mahmud
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.826 KB)

Abstract

Perbaikan mutu dalam dunia pendidikan merupakan suatu hal yang harus selalu diupayakan oleh pendidik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran tertentu yang relevan dengan jenis materi ajar. Hal tersebut dimaksud untuk memperbaiki proses pembelajaran, sehingga dapat berdampak pada pemahaman dan peningkatan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang cocok diterapkan dalam pendidikan biologi adalah model inkuiri terbimbing. Dengan inkuiri terbimbing siswa dituntut untuk berinteraksi langsung dengan objek kajian yang dipelajarinya, sehingga bisa memberikan pengalaman dan pemahaman yang lebih baik untuk siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk melihat pengaruh intensitas pembelajaran praktikum dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi Plantae dan Animalia dengan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menampilkan data hasil penelitian melalui tabel dan diagram. Penelitian dilakukan di kelas X.2 SMA Negeri 10 Pekanbaru pada 6 Februari s.d. 4 April 2014 dengan intensitas pertemuan sebanyak 9x pembelajaran di kelas dan 7x praktikum di laboraturium sekolah yang terbagi dalam 2 siklus pembelajaran. Subjek penelitian sebanyak 36 siswa (19 siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki). Proses pendalaman materi pembelajaran dalam penelitian menitik beratkan pada kegiatan praktikum yang dilaksanakan dengan menerapkan sintaks model pembelajaran inkuiri terbimbing. Data hasil belajar kognitif dihimpun dari nilai penugasan (PR), kuis tertulis (QT), dan ujian blok (UB) disetiap akhir siklusnya. Selanjutnya, ketiga jenis data yang terhimpun tersebut diakumulasikan untuk memperoleh daya serap berupa persentase pencapaian hasil belajar kognitifnya. Diketahui daya serap hasil belajar kognitif siswa sebelum dilakukan PTK sebesar 72,68%, setelah dilakukan PTK pada siklus ke-1 daya serap siswa mengalami peningkatan menjadi 75,57% dan pada siklus ke-2 daya serap siswa menjadi 80,34%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peningkatan intensitas kegiatan praktikum menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi plantae dan animalia dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA (Khususnya Materi Biologi) dengan Menggunakan Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning) dalam Materi Pencemaran Lingkungan “Cintai Lingkungan, Aku Selamatkan Dunia” Agustina, Ria Rista
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.03 KB)

Abstract

Kurikulum 2013 yang sedang diimplementasikan di sekolah–sekolah menuntut agar dalam pembelajaran terjadi aktivitas aktif dimana nantinya siswa mampu menyelesaikan permasalahan yang bersifat kontekstual dan nyata. Namun, permasalahan yang terjadi saat ini selama proses pembelajaran, siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir, selain itu perubahan materi dalam pembelajaran yang semakin luas cakupannya, menyebabkan siswa hanya dituntut untuk menghafal tetapi tidak dituntut untuk memahami dan menghubungkan materi yang telah dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) dalam meningkatkan hasil belajar IPA khususnya dalam materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilakukan di SMPIT AL HARAKI Depok tahun ajaran 2016/2017 dengan metode Penilitian Tindakan Kelas menggunakan desain penelitian adaptasi Model Hopkins. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 7 AN-NABA berjumlah 27 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 13siswa perempuan. Hasil pretest pada siklus I menunjukkan presentase siswa yang lulus KKM sebesar 29,63% (hanya 8 siswa lulus KKM), posttest pada siklus I menunjukkan presentase siswa yang telah lulus KKM sebesar 85,19% (23 siswa lulus KKM). Hasil pretest pada siklus II menunjukkan presentase siswa yang lulus KKM sebesar 59,26% (hanya 16 siswa lulus KKM), posttest pada siklus II menunjukkan presentase siswa yang lulus KKM sebesar 92,59% (25 siswa lulus KKM). Dari penilaian non tes berupa lembar observasi dan jurnal harian didapatkan hasil yang signifikan pada siklus II siswa sudah terlihat mulai berperan aktif dan bertanggung jawab terhadap project yang diberikan, pengetahuan siswa pun bertambah dengan pengalaman secara langsung mengamati lingkungan disekitar rumah yang sudah terkena dampak pencemaran lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar IPA khususnya materi biologi (pencemaran lingkungan) dengan menggunaan model pembelajaran Project Based Learning. Diharapkan dengan model pembelajaran Project Based Learning siswa lebih didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir serta memahami dan menghubungkan materi yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari.
Sains Transendental: Model Penanaman Nilai Rububiyyah Siswa dalam Konsep Cahaya Supriatna, Ajat
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.66 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan hasil survey terhadap 190 siswa di Madrasah Tsanawiyah, bahwa tingkat perkembangan religiusitas siswa menempati peringkat terendah dengan nilai 2,932 pada skala 1-5. Sementara tujuan pendidikan nasional, menjadikan peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia. Kurikulum madrasah, menyatakan bahwa salah satu tujuan pengajarannya adalah menyadari akan kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Kesenjangan antara temuan lapangan dan tujuan kurikulum pembelajaran sains ini akibat disintegrasi (disunity) pendidikan nilai dari pembelajaran sains. Untuk mengurangi kesenjangan tersebut, pendidikan nilai sebagai inti dari pendidikan umum, maka penelitian ini bertujuan menghasilkan satu produk dari strategi pendidikan nilai untuk menanamkan nilai-nilai rububiyah siswa pada pembelajaran sains di pendidikan menengah (studi di MTs dan SMP).Dengan alasan ini maka dipilih penelitian pengembangan, dilaksanakan secara berurutan pertama, studi pendahuluan yang ditujukan untuk melihat kondisi awal pelaksanaan pendidikan nilai pada pembelajaran sains yang sedang berjalan. Proses tahapan ini merupakan kolaborasi antara ahli dan praktisi pendidikan dipadukan dari hasil pemetaan studi pendahuluan yang dikaji secara teoretis sehingga menghasilkan rumusan-rumusan berupa rancangan produk model pengembangan strategi pendidikan nilai. Kedua, pengembangan strategi pendidikan nilai, dengan tahapan dari discovering- observasi faktual indrawi, receiving-abstraksi-rasional, meaning transendensi konseptual, integrating-internalisasi nilai. Efektifitas strategi penanaman nilai-nilai rububiyah siswa pada pembelajaran sains ini diukur menggunakan skala sikap sehingga tergambarkan signifikansi atau tingkat keterpentingan adanya nilai-nilai rububiyah pada sains bagi siswa. Berdasarkan perhitungan menggunakan uji beda diketahui bahwasecara signifikan perolehan hasil penanaman nilai-nilai rububiyah siswa lebih besar dicapai oleh kelompok eksperimen daripada oleh kelompok kontrol.
Perkembangan Konsentrasi Hormon Pertumbuhan untuk Metamorfosis Ulat Sutera (Bombyx Mori L.) Putro, Sulistyo Dwi Kartining; Lestari, Umie; Lukiati, Betty
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.58 KB)

Abstract

Peranan hormon dalam metamorfosis meliputi proses pengelupasan kulit larva, dan pembentukan pupa pada serangga holometabola. Hormon Juvenil menjadi salah satu kunci hormon yang berperan dalam mengatur aktivitas pertumbuhan serangga.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan isolasi 10kDa yang merupakan hormon juvenil sebagai pengatur utama hormon pertumbuhan dan prekursor utama diapause hormon.Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Materi hormon 10kDa diisolasi dari hemolympha ulat sutera (Bombyx mori L.) fase Instar 3, instar 4, instar 5, serta fase pupa menggunakan phosphate buffered saline kemudian di running menggunakan SDS-PAGE dan dikoleksi dengan elektroelusi. Karkterisasi hormon 10 kDa pada instar 3, 4, 5 dan pupa meliputi penentuan berat molekul melalui SDS-PAGE dan kandungan protein dengan metode nanodrop spectrophotometer.Hasil running isolat hormon menggunakan metode SDS-PAGE diperoleh pita protein hormon yang terdiri atas 5 pita dengan berat molekul 62,42; 39,10; 30,94; 15,34; dan 10,3 kDa. Kadar Isolat protein hormon 10 kDa diperoleh dengan purifikasi menggunakan metode elektroelusi. Kandungan protein dalam isolate protein hormon 10 kDa pada instar 3 sebesar sebesar 0,121 mg/ml, instar 4 sebesar 0,012 mg/ml, dan instar 5 sebesar 0,117 mg/ml.
Profil Kemampuan Representasi Peserta Didik SMP pada Materi Interaksi Mahluk Hidup dengan Lingkungan Chaifa, Dian Emma; Diantoro, Markus; Mahanal, Susriyati
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.433 KB)

Abstract

Konsep IPA dapat tersajikan dalam berbagai format representasi, seperti verbal, grafik, gambar, matematik, grafis, simulasi komputer dan demonstrasi nyata (Kohl & Finkelstein, 2006).Kemampuan multi-representasi artinya kemampuan peserta didik dalam menggunakan, menafsirkan dan memahami sebuah konsep dalam berbagai bentuk representasi. Kemampuan representasi penting dalam memahami dan menalar di bidang sains. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil kemampuan representasi peserta didik SMP pada materi interaksi mahluk hidup dengan lingkungan. Penelitian dilakukan di SMPN 2 MandeKabupaten Cianjur, pada kelas VIIC Tahun Pelajaran 2016/2017.Penelitian menggunakan instrumen tes multi-representasi yang terdiri dari 25 soal uraian dan modifikasi. Analisis jawaban peserta didikdidasarkan pada rubrik skoring dan hasil wawancara. Hasil skoring kemudian di golongkan ke dalam 4 kategori yaitu terampil, cukup terampil, kurang terampil dan tidak terampil. Kemampuan representasi yang diujikan meliputi indikator verbal/menulis, membuat grafik, menafsirkangrafik, memodifikasi grafik, membuat gambar, menafsirkan gambardan memodifikasi gambar. Berdasarkan rata-rata skor tes,kemampuan representasi peserta didiktermasuk kategori kurang terampil sebanyak 40,74% dan tidak terampil sebanyak 50,25%.Berdasarkan indikator representasi,peserta didik banyak mengalami kesulitan pada saat menafsirkan grafik, membuat grafik, memodifikasi grafik dan memodifikasi gambar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pada skor rerata yang sama, tidak selalu menunjukkan kemampuan yang sama pada semua indikator representasi. Kemampuan representasi peserta didik dipengaruhi oleh pengalaman yang pernah diterimanya. Keunikan peserta didik menjadi bahan kajian tersendiri untuk penelitian lebih lanjut. Pentingnya kemampuan representasi mengisyaratkan perlunya mengintegrasikan pembelajaran yang melatih kemampuan representasi.