Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

The evaluation of authentic assessment implementation of Curriculum 2013 in Elementary School Wangid, Muhammad Nur; Mustadi, Ali; Senen, Anwar; Herianingtyas, Nur Luthfi Rizqa
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.45 KB) | DOI: 10.21831/pep.v21i1.15779

Abstract

This research was aimed to evaluate the implementation of authentic assessment of elementary school in Province of Yogyakarta and also to know the obstacles of its implementation. This was an evaluative research by a Stake's evaluation model approach. The results of observation in compare to the standard of assessment should be criteria to determine the succeed. This research subjects were elementary teachers in Province of Yogyakarta. Observation, interview, and documentation were used to gather data. The research showed that: (1) Planning (antecedents) stage or understanding towards authentic assessment planning has not been fulfilled the standard to be categorized as Good with percentage of 68.75%; (2) Process (transaction) or implementation stage that obtained 63.41% in percentage was classified in Good category; (3) Outcome stage or authentic assessment report showed 68.48% in percentage and should be categorized Good. The implementation of authentic assessment in Province of Yogyakarta elementary schools have not 100% met the standard. Therefore, results from this research finding were expected to be tools to improve performance from all stakeholders.
Penerapan Scientific Approach Dalam Group Investigation Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Sunaryati, Titin; Rizqa Herianingtyas, Nur Luthfi
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.179 KB) | DOI: 10.23971/jpsp.v1i1.2820

Abstract

Penerapan scientific approach dalam group investigation untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SD Ploso I. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis ssiwa melalui penerapan scientific approach dalam group investigation. Penelitian ini merupakan penelitian tindakna kelas menggunakan desain model Kemmis & Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif komparatif. Pembelajaran dilaksanakan dengan langkah-langkah:  (1) Goals, (2) Motivation, (3) Planning Activities; (4) Materials; (5) Group Activities; (6) Closure; (7) Appraisal and Feedback; and (8) Reflection. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan scientific approach dalam group investigation dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA. Diketahui Presentase keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya. Pada siklus I skor rata – rata 23,4 dengan presentase 68,57% berada dalam kategori Cukup. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus II yaitu mencapai 29,5 dengan presentase ketercapaian 85,71% dalam kategori Amat Baik. Pada siklus III terus mengalami peningkatan menjadi 32,5 atau 91,42% dalam kategori Amat Baik.  Dari hasil tes tersebut diketahui bahwa keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dan telah mencapai target yang diinginkan yaitu ≥80%.
Implementasi Digital Game Play Learning (DGPL) di Sekolah Dasar Septian Mukhlis; Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas
PUCUK REBUNG: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe and interpret the implementation of Digital Game Play Learning (DGPL) in elementary schools. This study used a qualitative approach. The data were collected by using in-depth interviews, participant observation, field notes, and documentation. The data validity was determined through sources and techniques triangulation. The subjects were elementary school teachers in SD IT Nurul A’raaf. The data were analyzed by using Interactive Analysis Model from Miles and Huberman. The results show: 1) the planning of Digital Game Play Learning (DGPL) program has been coordinated by the board of DGPL team. This team was to be responsible for planning, implementing, and evaluating DGPL program; 2) DGPL has been implemented in online class in three phases, namely planning, doing, and reflecting. Besides, DGPL  is oriented to build fun learning based digital game play for teachers and students in the pandemic of covid-19. and 3) the evaluation of DGPL implementation has been conducted by the team who has implemented online class of DGPL thoroughly in intensive discussion of reflection.
Penerapan Scientific Approach Dalam Group Investigation Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Titin Sunaryati; Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jpsp.v1i1.2820

Abstract

Penerapan scientific approach dalam group investigation untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SD Ploso I. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis ssiwa melalui penerapan scientific approach dalam group investigation. Penelitian ini merupakan penelitian tindakna kelas menggunakan desain model Kemmis & Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif komparatif. Pembelajaran dilaksanakan dengan langkah-langkah:  (1) Goals, (2) Motivation, (3) Planning Activities; (4) Materials; (5) Group Activities; (6) Closure; (7) Appraisal and Feedback; and (8) Reflection. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan scientific approach dalam group investigation dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA. Diketahui Presentase keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya. Pada siklus I skor rata – rata 23,4 dengan presentase 68,57% berada dalam kategori Cukup. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus II yaitu mencapai 29,5 dengan presentase ketercapaian 85,71% dalam kategori Amat Baik. Pada siklus III terus mengalami peningkatan menjadi 32,5 atau 91,42% dalam kategori Amat Baik.  Dari hasil tes tersebut diketahui bahwa keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dan telah mencapai target yang diinginkan yaitu ≥80%.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas V SDN Cililitan 02 Melalui Brain Writing dengan Media Audio Visual Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas; Septian Mukhlis
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2021): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.22 KB) | DOI: 10.15408/elementar.v1i1.20888

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran brain writing dengan media audio visual dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V, (2) Mengetahui peningkatan keterampilan menulis puisi kelas V. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas V SDN Cililitan 02. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian siklus I adalah 83% untuk guru dan 82,5% untuk siswa. Pada siklus II hasil observasi guru sebesar 87,5% dan observasi siswa mencapai 86,5%. Pada siklus III guru mencapai 92,5% dan siswa mencapai 90%. Dilihat dari kemampuan menulis puisi siswa diketahui bahwa pada siklus I terdapat 18 siswa yang telah menyelesaikan KKM yang ditentukan sebesar 72%. Pada siklus II ketuntasan mencapai hasil 84% atau 21 orang, dan pada siklus III mencapai 100% siswa yang mencapai KKM ≥75.
Penguatan Literasi Sains Siswa MI/SD melalui Pengembangan E-Modul dengan Instrumen Asesmen berbasis Higher Order Thingking Skills Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 1 (2022): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1580.929 KB) | DOI: 10.15408/elementar.v2i1.28353

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengembangan E-modul Literasi dan Numerasi dengan Instrumen Asesmen Higher Order Thingking Skills untuk Siswa MI/SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan dengan metode Research and Development (R & D). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket untuk mendapatkan informasi terkait kebutuhan di lapangan terhadap e-modul literasi sains.  Data kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara dan angket dianalisis menggunakan teknik interactive analysis. Pengembangan E-Modul literasi sains dengan instrumen asesmen berbasis Higher Order Thingking Skills dikembangkan melalui tahapan: (1) Research and Information Collecting, mengkaji kebutuhan di lapangan guru madrasah khususnya guru kelas V (lima). (2) Planning, Perencanaan pengembangan produk dilakukan oleh peneliti dengan membuat kerangka modul, pemilihan media website yang akan digunakan, serta pengembangan asemen HOTS (3) Develop Preliminary Product, pada tahap ini dikembangkan e-modul literasi sains bagian modul meliputi bagian awal, bagian isi, bagian akhir.
Enhancing Elementary Preservice Teachers’ Scientific Literacy by Using Flipped Problem-Based Learning Integrated with E-campus Izzah Muyassaroh; Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 8, No 2: FEBRUARY 2023
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v8i2.21389

Abstract

This study aimed to enhance the elementary preservice teachers’ scientific literacy at Pelita Bangsa University by using flipped problem-based learning integrated with e-campus. This Classroom Action Research was done in three cycles and each cycle was conducted with planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 32 preservice teachers in the elementary teacher education program of Pelita Bangsa University in the academic year 2021-2022. Instruments and data collection techniques were observation, questionnaire, and test. The result of this study showed that the implementation of flipped problem-based learning integrated with e-campus improved elementary preservice teachers’ scientific literacy.
Penguatan Literasi Sains Siswa MI/SD melalui Pengembangan E-Modul dengan Instrumen Asesmen berbasis Higher Order Thingking Skills Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 1 (2022): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1580.929 KB) | DOI: 10.15408/elementar.v2i1.28353

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengembangan E-modul Literasi dan Numerasi dengan Instrumen Asesmen Higher Order Thingking Skills untuk Siswa MI/SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan dengan metode Research and Development (R & D). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket untuk mendapatkan informasi terkait kebutuhan di lapangan terhadap e-modul literasi sains.  Data kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara dan angket dianalisis menggunakan teknik interactive analysis. Pengembangan E-Modul literasi sains dengan instrumen asesmen berbasis Higher Order Thingking Skills dikembangkan melalui tahapan: (1) Research and Information Collecting, mengkaji kebutuhan di lapangan guru madrasah khususnya guru kelas V (lima). (2) Planning, Perencanaan pengembangan produk dilakukan oleh peneliti dengan membuat kerangka modul, pemilihan media website yang akan digunakan, serta pengembangan asemen HOTS (3) Develop Preliminary Product, pada tahap ini dikembangkan e-modul literasi sains bagian modul meliputi bagian awal, bagian isi, bagian akhir.
EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF SCIENCE LITERACY-BASED LEARNING IN MADRASAH IBTIDAIYAH Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas; Nafia Wafiqni
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 15 No. 1 (2023): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/albidayah.v15i1.1001

Abstract

This study was conducted to evaluate the implementation of science literacy-based learning in primary schools. The evaluative quantitative investigation used Stake's Countenance Model to measure the implementation of authentic assessments, including three critical stages, namely (1) Antecedent, (2) Process, and (3) Outcomes. A purposive sampling technique was used to select 20 Islamic Elementary Schools in West Java that participated in the Indonesian Madrasah Competency Assessment (AKMI) result follow-up training programs. Furthermore, data collection methods included observation, interviews, and questionnaires, which were analyzed using a percentage-based analytical approach. This allowed direct understanding into the information disclosed and the identification of specific aspects of the studied problem. Observation and interview data were analyzed using an interactive model, including data collection, display, and conclusion. The results showed that several aspects did not achieve the 100% standard. Planning (Atencedents) in the “Not Good” category with a percentage of 61.40%, while Implementation (Transaction) and Results (Outcomes) stages obtained 70.17% and 52.36% in the “Enough” and the “Very Not Good” categories. Keywords: evaluation; Madrasah Ibtidaiyah; science literacy
AUTHENTIC ASSESSMENT TEACHING AND LEARNING TRAJECTORY WITH E-STUDENT ACTIVITY SHEET (E-SAS) TO IMPROVE THE QUALITY OF LEARNING PROCESS Herianingtyas, Nur Luthfi Rizqa; Rohman, Chaerul; Widiyanto, Rohmat; Amarulloh, Reza Ruhbani
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 7, No 2 (2023): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32934/jmie.v7i2.602

Abstract

Traditional assessment in education primarily measures the academic performance of learners without reflecting the learning process. Many educators neglect to reflect on their teaching practices for continuous quality improvement. The authentic assessment instrument, Teaching and Learning Trajectory with E-Student Activity Sheet (E-SAS), can identify the profile of teaching and learning trajectories within the syntax of instructional models, enabling educators to determine appropriate corrective measures for each session. The development of this assessment instrument utilized the Research and Development (R&D) method, following the ADDIE model. The study involved 34 students enrolled in a Basic Science Concepts course. Fifteen authentic teaching and learning trajectory test items were developed for three sessions and were validated as "Valid" and achieved a "High" reliability category, with a Cronbach's Alpha reliability coefficient value of 0.68. The overall average student scores showed a significant improvement to 83.33 after the implementation of corrective actions. The quality of the learning process, employing Problem-Based Learning syntax, improved in each session following the educators' reflections based on the teaching and learning trajectory profiles.