cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Formulasi Permen Jeli Kulit Buah Naga Dengan Ekstrak Stevia; Uji Vitamin C, Kadar Air dan Kadar Abu Satria, Zahrial; Handayani, Novi; Indriasih, Andini; Harismah, Kun
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.562 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi permen jeli kulit buah naga dengan ekstrak stevia. Penelitian ini bertujuan menenetukan kadar air, kadar abu dan vitamin c terhadap permen jeli kulit buah naga dengan ekstrak stevia. Permen jeli merupakan sebagai makanan semi basah yang terbuah dari sari buah-buahan dan penambahan bahan gelatin. Tak hanya gelatin, penggunaan pemanis juga harus di perhatikan. Stevia merupakan bahan pemanis dengan tingkat kemanisan 200-300 kali dari gula tebu diperoleh dari ekstrak stevia. Variasi formulasi pada sukrosa dengan ekstrak stevia dengan perbandingan adalah 0:3, 1:2, 2:1 dan 3:0 dengan sari kulit buah naga yaitu 150mL dan gelatin 20g. Parameter yang dianalisis adalah vitamin c, kadar air dan kadar abu. Kadar Air ditentukan dengan metode oven dengan hasil 82,6%, 73,66%, 72,9%, 65,13% dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kadar air semakin meningkat pada dengan bertambahnya ekstrak stevia. Kadar abu ditentukan dengan metode Dry Ashing dengan hasil 0,2180%, 0,12%, 0,5390%, 0,134% kadar abu mengalami penurunan dengan bertembahnya ekstrak stevia dan vitamin c ditentukan dengan metode Iodometri dengan hasil 0,44mg, 0,264mg, 0,264mg, 0,088mg pada vitamin c mengalami penaikan dengan bertambahnya ekstrak stevia menghasilkan permen jeli dengan vitamin c yang baik.
Keanekaragaman dan Status Konservasi Aves di Jalur Cekik - Ambyasari dan Tegal Bunder - Prapat Agung Taman Nasional Bali Barat Santoso, Robby Firman; Achhlam, Divany Hunaimatul; Kumaini, Nanda Amalia; Amin, Muhammad Hilman Fu'adil
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.864 KB)

Abstract

Aves merupakan satwa liar yang mudah ditemukan pada setiap lingkungan bervegetasi (Hadinoto dkk. 2012). Secara geografis Taman Nasional Bali Barat (TNBB) merupakan kawasan penangkaran atau konservasi spesies endemik yakni burung jalak Bali (Leucopsar rohtschildi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan status konservasi aves di jalur Cekik - Ambyasari dan Tegal Blunder - Prapat Agung Taman Nasional Bali Barat. Metode yang digunakan yaitu Indices Ponctuel d’Abundance (IPA) merupakan metode pengamatan burung dengan mengambil sampel dari komunitas burung dalam waktu dan lokasi tertentu. Status konservasi jenis burung ditentukan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi dan mengacu pada International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Pengambilan data dilakukan selama dua hari, yaitu tanggal 30 - 31 Januari 2018 pada pagi hari pukul 07.00 – 9.00 WITA dan sore hari pukul 15.00 - 17.00 WITA. Berdasarkan hasil pengamatan di jalur Cekik - Ambyasari dan Tegal Bunder – Prapat Agung Taman Nasional Bali Barat ditemukan total sebanyak 198 individu dengan 37 spesies burung yang teramati. Data jalur Cekik - Ambyasari didapatkan sebanyak 99 individu dengan 20 jenis burung yang teramati dan didapat indeks keanekaragaman sebesar 2,18% sehingga Menurut Lee, dkk. (1978) masuk dalam kategori sedang. Data yang diperoleh pada jalur Tegal Bunder - Prapat Agung ditemukan sebanyak 99 individu dengan 30 jenis burung yang teramati dan indeks keanekaragaman yang didapatkan sebesar 3,00 sehingga berdasarkan kriteria Lee, dkk. (1978) termasuk dalam kategori tinggi. Status konservasi jenis aves pada jalur Cekik - Ambyasari dan Tegal Blunder - Prapat Agung terdapat 6 spesies dilindungi dengan status Least Concern dan 1 spesies dilindungi dengan status Critically Endangered.
Efektivitas Antibakteri Ekstrak Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dan Daun Stevia Sebagai Obat Kumur Non Etanol Wulansari, Luthfia Dyah Puspita; Aliantrie, Shafira Putri; Astanto, Agung Rifai Windi; Harismah, Kun
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.287 KB)

Abstract

Selain pasta gigi produk obat kumur juga dapat digunakan dalam meningkatkan kebersihan rongga mulut. Untuk membuat obat kumur diperlukan bahan halal tanpa etanol (alkohol), sehingga dipilih bahan alternatif untuk menggantikan peranan etanol berupa bahan alami yaitu tanaman stevia dan jeruk nipis. Stevia selain bermanfaat sebagai pemanis rendah kalori juga mempunyai kemampuan antibakteri karena mengandung senyawa steviosida dan rebaudiosida. Sedangkan jeruk nipis mengandung flavonoid yang mempunyai kemampuan dapat menurunkan indeks plak pada gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak daun stevia dan jeruk nipis menjadi sediaan obat kumur non etanol yang memenuhi persyaratan pH dan menguji perbedaan aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu variasi ekstrak daun stevia (F1= 40, F2= 50 dan F3= 60 bagian) dan menambahkan ekstrak jeruk nipis. Uji pH menggunakan pH meter Ohaus sedangkan uji antibakteri menggunakan metode difusi dari Kirby-Bauer tes sebagai kontrol positif digunakan kloramfenikol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak daun stevia dan jeruk nipis mempunyai pH yang masuk dalam range pH obat kumur herbal yaitu 5-7. Aktivitas antibakteri Streptococcus mutans pada F1 menghasilkan zona hambat sebesar 1,20 mm, F2= 2,00 mm dan F3= 3,10 mm. Dapat disimpulkan bahwa sediaan obat kumur jeruk nipis dan ekstrak stevia memenuhi persyaratan fisik dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Semakin banyak ekstrak daun stevia yang ditambahkan maka semakin besar zona hambatnya.
Kekayaan Spesies Ektoparasit pada Ikan Brek (Puntius orphoides) Hasil Tangkapan di Sungai Banjaran Purwokerto Banyumas Rokhmani, R; Riwidiharso, Edy; Utami, Prasetyarti
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.239 KB)

Abstract

Sungai Banjaran merupakan salah satu sungai yang cukup besar, yang mengalir sepanjang tahun, melewati daerah pedesaan dan perkotaan Purwokerto Kabupaten Banyumas. Sungai Banjaran, yang dimanfaatkan penduduk untuk kepentingan sehari-sehari yaitu untuk mandi-cuci-kasus (MCK) dan untuk membuang sampah. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kekayaan spesies Ektoparasit pada ikan Brek hasil tangkapan di sungai Banjaran Purwokerto Banyumas. Metode penelitian ini adalah survei. Prevalensi ektoparasit yang ditemukan pada ikan Brek yang tertangkap di Sungai Banjaran adalah 100%. Jenis ektoparasit yang ditemukan adalah hanya protozoa spesies Ichtyobodosp. Dengan jumlah yang sangat banyak, sampai 20protozoa per-ikan.
Uji Sensoris Kertas Karton dengan Bahan Dasar Serbuk Gergaji Kayu Jati dan Daun Gajahan dengan Penambahan NaOH dan Pewarna Alami Astuti, Utami Widi; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.728 KB)

Abstract

Serbuk gergaji kayu jati dan daun gajahan merupakan bahan alternative yang mengandung serat dan selulosa tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui uji sensoris kertas karton dari serbuk gergaji kayu jati dan rumput gajahan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan dua factor perlakuan yaitu Faktor 1: Kombinasi serbuk gergaji kayu jati dan daun rumput gajahan (A). A1= 50% : 50%, A2= 70% : 30%. Faktor 2: konsentrasi ekstrak kunyit (B). B1= 0%, B2 = 25%, dan B3 = 50%. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil uji sensoris terhadap tekstur kertas tertinggi pada perlakuan A2B3 dengan nilai 2.45, kenampakan serat tertinggi pada perlakuan A1B1 dengan nilai 2.0, nilai warna tertinggi yaitu perlakuan A2B3 dengan nilai 2.15 dan nilai terhadap daya terima tertinggi pada perlakuan A2B3 dengan nilai sebesar 2.1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat perbedaan kualitas kertas dari kombinasi bahan serbuk gergaji kayu jati dan daun gajahan dengan penambahan NaOH dan ekstrak kunyit yang berbeda.
Desain Prototipe Antifouling pada Pengembangan Teknologi Pemantauan untuk Budidaya Laut di Wakatobi Widyanto, Salasi Wasis; Ma'muri, M; Prasetiawan, Nanda Radhitia
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.13 KB)

Abstract

Biofouling adalah penempelan dan akumulasi organisme hidup pada permukaan substrat yang terbenam di laut. Organisme ini dapat saja melekat sementara maupun permanen pada permukaan material yang ditempelinya. Secara alami kehadirannya adalah peristiwa yang wajar dan tidak dianggap sebagai gangguan jika menempel pada substrat alami. Namun kenyataannya penempelan tersebut tidak hanya terjadi pada substrat alami, tetapi juga terjadi pada berbagai sarana kepentingan manusia seperti kapal, dermaga, dan objek lain yang dibenamkan di laut seperti perangkat statis untuk keperluan pemantauan dan pengawasan, baik berbentuk purwarupa (prototype) maupun produk jadi (finish goods). Diantara piranti pemantauan yang terkena imbas negatif dari biofouling adalah prototype hasil perekayasaan teknologi pemantauan untuk budidaya laut yang diaplikasikan di pesisir pantai Desa Waha, Kabupaten Wakatobi. Penempelan biofouling pada prototype ini dalam waktu yang relatif singkat menyebabkan kinerja visualisasi kamera dan sistem sensor terganggu. Menjawab latar belakang tersebut, maka dibuatlah desain prototype baru sebagai tujuan penelitian ini untuk meminimalisasi pertumbuhan biofouling, sehingga permasalahan dapat tereduksi dan lebih memberikan jeda signifikan bagi frekuensi maintenance. Alat dan bahan dalam penelitian ini adalah perangkat terdahulu yang terkontaminasi biofouling berupa piranti sensor parameter kualitas air laut, IP Camera, dan acrylic housing dari kedua piranti utama tersebut, serta bahan lamun yang digunakan sebagai bahan pelapis casing. Metode yang diterapkan meliputi metodologi perekayasaan secara umum yang terdiri dari desain konseptual, eksplorasi, observasi, desain awal, dan desain rinci. Hasil desain menggambarkan prototype baru yang telah dilengkapi perangkat berupa wiper untuk menghalau microfouling dari kepala sensor dan mata kamera serta bahan yang bisa memperlambat dan melindunginya dari penempelan biofouling berupa tumbuhan lamun yaitu bahan ramah lingkungan dengan perlakuan sedemikian rupa, sehingga dapat difungsikan sebagai bahan cat antifouling untuk melindungi casing. Kesimpulannya adalah desain yang dibuat memungkinkan teratasinya gangguan kinerja dari visualisasi kamera dan sistem sensor karena telah tersedianya perangkat dan bahan yang bisa meminimalisasi perkembangbiakkan elemen-elemen dari biofouling.
Pendekatan Permodelan Untuk Program Reintroduksi Tumbuhan Langka Terancam Kepunahan Yudaputra, Angga
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.237 KB)

Abstract

Program penyelamatan dan pengembalian tumbuhan langka yang terancam punah telah banyak dilakukan saat ini. Upaya ini dilakukan guna mengembalikan populasi tumbuhan yang hampir atau telah punah ke habitat aslinya. Namun, pengembangan pendekatan kuantitatif maupun permodelan dalam upaya reintroduksi tumbuhan langka terancam kepunahan belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai metodologi kuantitatif dan permodelan yang dapat digunakan dalam mendukung program reintroduksi tumbuhan langka yang terancam punah. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber literatur mengenai pendekatan permodelan yang dapat digunakan dalam program reintroduksi tumbuhan langka. Beberapa pendekatan permodelan yang dapat digunakan dalam mendukung program reintroduksi tumbuhan langka yaitu model kesesuaian habitat, model autekologi, model dinamika populasi, model dispersal dan model analisis keterancaman habitat. Model tersebut telah tersedia dalam bentuk "library" atau "package" yang dikembangkan dalam bahasa pemrograman R dan Python. Kedua bahasa pemrograman tersebut telah banyak digunakan dalam penelitian ekologi dan konservasi. Pengembangan permodelan tersebut diharapkan mampu menjadi informasi penting dan acuan dalam program reintroduksi tumbuhan langka terancam kepunahan di Indonesia.
Pengaruh Media MS dan VW Terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis L. Blume) Setelah Transplanting Istiqomah, Azura Muzdalifah; Setiari, Nintya; Nurchayati, Yulita
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.971 KB)

Abstract

Anggrek merupakan jenis tanaman hias yang memiliki bunga khas dengan mahkota indah dan warna menarik. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan bagian dari bunga nasional dan dijuluki “Puspa Pesona”. Ketersediaan Anggrek Bulan di alam mulai berkurang, sehingga diperlukan upaya konservasi. Pembiakan anggrek alam dapat dilakukan dengan teknologi tissue culture atau kultur jaringan biji. Salah satu metode penting dalam kultur jaringan yaitu proses transplanting. Tujuan transplanting agar planlet anggrek tersebut tetap terjaga pertumbuhannya. Penggunaan media tumbuh yang tepatmerupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan transplanting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuipertumbuhan Anggrek Bulan pada dua media berbeda, yaitu MS (Murashige and Skoog) dan VW (Vacin and Went). Metode yang digunakan adalah transplanting planlet Anggrek Bulan umur 1 tahun hasil kultur jaringan dari biji ke media perlakuan MS dan VW tanpa ZPT. Selanjutnya planlet tersebut dipelihara di ruang inkubasi dengan cahaya 1000 lux dan suhu 25℃.Parameter yang diamati yaitu pertambahan jumlah tunas, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan panjang akar. Pengamatan dilakukan setiap seminggu sekali. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa media MS meningkatkan jumlah tunas dan panjang akar, serta mempercepat munculnya tunas baru yaitu satu minggu setelah transplanting. Simpulan dari penelitian ini adalah pertumbuhan planlet cenderung lebih baik di media MS dibanding media VW.
Uji Produktivitas Jati (Tectona grandis L.f) Umur 6 Bulan di Gunung Kidul Yogyakarta Pudjiono, .Sugeng; Adinugraha, Hamdan Adma; Fauzi, Muhammad Anis
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.242 KB)

Abstract

Jati (Tectona grandis L.f) merupakan salah satu tanaman penghasil kayu yang banyak diminati untuk dikembangkan. Untuk mendapatkan kayu Jati yang mempunyai pertumbuhan unggul dilakukan salah satunya adalah dengan perbanyakan vegetatif kemudian diuji di lapangan. Pengujian klon unggul dilakukan dengan menguji dalam plot uji produktivitas. Pertumbuhan klon unggul yang ideal adalah dengan menanam klon tersebut ditengah-tengah pertanaman klon tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan klon-klon yang dikembangkan dengan melakukan uji produktivitas untuk mengetahui kinerja klon masing-masing. Uji produktivitas ditanam di daerah Playen Gunung Kidul. Metode penelitian dengan cara menanam 5 klon, terdiri dari masing-masing 4 blok dengan treeplot masing-masing 25 ramet tanaman, jarak tanam 5m x 5m. dalam bentuk square 5 tanaman x 5 tanaman. Lima klon tersebut adalah klon dari hasil uji klon di Wonogiri Jawa Tengah, klon hasil uji klon di Watusipat Gunung Kidul, Klon Jati Unggul Redteak, klon jati unggul Perhutani dan klon Jati unggul yang beredar di pasaran. Pengukuran parameter tanaman dilakukan pada umur 6 bulan setelah tanam adalah tinggi tanaman, diameter tanaman setinggi leher akar dan score cabang. Tanaman yang diukur adalah 9 tanaman dari 25 tanaman dalam treeplotnya yang berada di tengah-tengah treeplot tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman yang terbaik adalah klon Lokal setinggi 87,4cm, dan diameter yang terbaik adalah klon Watusipat Gunung Kidul dengan besar 13,2mm, sedangkan klon terbaik dari score cabang adalah klon redteak dengan score 4,9.
Penurunan Kadar Kromium (VI) pada Limbah Batik Desa Giriloyo Imogiri Menggunakan Serbuk Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Widaryanti, Barinta; Laksmitasari, Evika
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.154 KB)

Abstract

Limbah batik adalah air yang dihasilkan dari proses pewarnaan dan pembilasan kain batik. Limbah batik yang ada saat ini tidak disertai dengan pengelolaan yang baik sehingga dapat menyebabkan penurunan mutu lingkungan. Limbah batik mengandung logam kromium pada air dan sedimen. Salah satu cara mengatasi limbah batik adalah dengan adsorbsi menggunakan bagian tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serbuk eceng gondok terhadap penurunan kadar kromium (VI) pada limbah batik di Desa Giriloyo Imogiri. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 1.5 liter air limbah batik. Batang eceng gondok dikeringkan dan dihaluskan dan diayak. Optimasi berat serbuk eceng gondok dilakukan dengan variasi 100 mg, 200 mg, 300 mg dan 400 mg dalam 25 mg/L larutan kromium, Optimasi waktu kontak dilakukan pada larutan kromium 25 mg/L ditambah dengan 200 mg serbuk eceng gondok dengan variasi waktu 30, 60, 90 dan 120 menit. Penurunan prosentase kadar kromium pada limbah batik dilakukan dengan menambahkan 200 mg serbuk eceng gondok dalam 100 ml sampel air limbah yang diinkubasi selama 60 menit. Pengukuran kadar kromium (VI) dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian serbuk eceng gondok menyebabkan penurunan kadar kromium (VI) sebesar 0.066 mg/L.