cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Uji Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Herba Sambiloto dan Daun Sirih Hijau pada Mencit Aprillia, Peggy; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamida
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.743 KB)

Abstract

Tumbuhan sambiloto (Andrographis paniculata) dan daun sirih (Piper betle L.) memiliki aktivitas farmakologi yang dapat digunakan untuk pengobatan tradisional. Senyawa utama yang terdapat dalam tumbuhan sambiloto ini yaitu andrografolid, flavonoid, dan saponin. Senyawa utama yang terdapat dalam daun sirih hijau yaitu flavonoid, saponin, polifenol dan tanin.Aktivitas antidiabetes dari kombinasi ekstrak herba sambiloto dan daun sirih hijau telah diuji toleransi glukosa pada mencit putih diabetes yang diinduksi dengan D40. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari kombinasi ekstrak herba sambiloto dan ekstrak daun sirih hijau sebagai antidiabetes. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari maserasi, skrining fitokimia dan uji aktivitas antidiabetes pada mencit. Uji aktivitas antidiabetes pada mencit dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok positif, kelompok negatif, kelompok sirih, kelompok sambiloto dan kelompok kombinasi.hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari ekstrak herba sambiloto dan ekstrak daun sirih hijau dapat menurunkangula darah dalam darah pada mencit dengan dosis ekstrak sambiloto 280 mg/kg BB mencit dan daun sirih hijau dengan dosis 10,5 mg/kg BB mencit. Presentase penurunan kadar gula darah mencit yang diabetes setelah diinduksi dengan ekstrak daun sirih hijau (10,5 mg), ekstrak tanaman sambiloto (280 mg), dan kombinasi ekstrak daun sirih hijau + tanaman sambiloto (1:1)berturut-turut adalah 72,7% ± 1,49 ; 74,6%± 3,25 ; 76,6 % ± 0,75. Presentase penurunan dari Glibenklamid yaitu 78,1% ± 1,39. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kombinasi ekstrak herba sambiloto dengan ekstrak daun sirih hijau memiliki efek antidiabetik, tetapi tidak berbeda jauhdibanding dengan dosis tunggal ekstrak daun sirih hijau dan glibenklamid.
Umbi Kentang Hitam Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang Suparti, S; Yusron, Farid Nur
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.445 KB)

Abstract

Kentang hitam merupakan salah satu umbi-umbian lokal yang memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yakni 33,7 % sehingga dapat digunakan sebagai media alternatif PDA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram dan jamur merang. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor yaitu; faktor satu bentuk media meluputi ekstrak,bubur dan tepung.Faktor dua jenis jamur yaitu jamur tiram dan jamur merang. Rerata diameter miselium bibit F0 jamur merang pada media tepung, bubur dan ekstra, menunjukkan bahwa media tepung kentang hitam lebih baik dibandingkan dengan bubur dan ekstrak, yaitu 8.0 cm dan tebal. Sedangkan pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram pada media media tepung, bubur dan ekstra, menunjukkan bahwa media tepung kentang hitam lebih baik yaitu 2.15 cm dan tebal.
Efektivitas Ekstrak Daun Tembelekan dengan Penambahan Daun Cengkeh dalam Bentuk Spray sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Nyamuk Cahyani, Devita Nur; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.286 KB)

Abstract

Upaya pengendalian dan pemberantasan nyamuk saat ini banyak dilakukan, salah satunya dimulai dari tahap larva nyamuk dengan menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia secara berkelanjutan dapat memberikan dampak negatif bagi manusia dan bahkan dapat menyebabkan larva nyamuk menjadi resisten. Telah diketahui bahwa daun tanaman tembelekan mengandung flavonoid yang berpotensi menjadi insektisida. Selain itu, daun tanaman cengkeh juga berpotensi sebagai insektisida karena memiliki kandungan eugenol. Untuk membuktikan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Ekstrak Daun Tembelekan Dengan Penambahan Daun Cengkeh Dalam Bentuk Spray Sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Nyamuk Dengan Berbagai Konsentrasi. Penelitian eksperimen yang menggunakan rancangan acak lengkap ini dilakukan maserasi dengan etanol 70% dan 96 % dengan 3 konsentrasi, yaitu 25% : 75%, 50% : 50%, 75% : 25%., untuk kemudian di destilasi agar diperoleh ekstrak kental dilanjutkan dengan proses waterbath guna menghilangkan kandungan etanol. Jadi terdapat 6 perlakuan yang berbeda, yaitu
Kualitas Warna Alami Batik dari Daun dan Kulit Buah Beberapa Tanaman Dengan Variasi Lama Perendaman Suryani, Titik; Saputry, Agnes Rindi Dila A.; Prasetyo, Andika Dwi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.481 KB)

Abstract

Batik merupakan seni menggambar di atas kain dan kerajinan asli Indonesia yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Pewarna alami dari daun dan kulit buah beberapa tanaman dapat dimanfaatkan sebagai pewarna kain batik yang ramah lingkungan.Daun mengandung pigmen tanin yang dapat digunakan sebagai pewarana alami , sedangkan kulit buah mengandung pigmen warna bervariasi tergantung kulit buah tanaman . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas warna alami batik dari daun) dan kulit buah beberapa tanaman dengan variasi lama perendaman. Jenis penelitian ini ekperimen dengan rancangan acak lengkap pola faktorial 2 faktor, faktor 1 : daun (sirih, putri malu ,randu dan jarak) dan kulit buah (kopi,manggis, mahkota dewa,kelapa/sabut kelapa), sedang faktor 2 : variasi lama perendaman (25menit dan 35menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas wana kain batik dari semua organ daun dengan lama perendaman 25 menit dan 35 menit baik (nilai 4-5). Ektrak daun alpukat menghasilkan warna kain batik yang pekat, sedangkan daun sirih menghasilkan warna yang tidak pekat (mendekati putih). Kualitas warna kain batik dengan terbaik dari kulit buah kopi arabika dan kulit buah manggis dengan lama perendaman 25 menit dengan nilai 4-5 ,sedangkan kualitas warna kain batik terbaik dari kulit buah manggis dan sabut kelapa dengan lama perendaman 35 menit yaitu nilai 4-5.
Desain Teknologi Akresi Mineral untuk Upaya Konservasi Bambu Laut Secara Eksitu Widyanto, Salasi Wasis; Ma'muri, M
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.616 KB)

Abstract

Nilai ekonomis bambu laut (Isis hippuris) sebagai bahan baku farmasi dan bahan campuran pembuatan keramik porselin sehingga banyak diperdagangkan dan diekspor ke Eropa, Amerika, dan sebagian Asia terutama Cina (Tiongkok) memicu terjadinya eksploitasi biota ini secara masif. Imbasnya, ancaman kerusakan terumbu karang dan menurunnya populasi bambu laut pun terjadi, sehingga perlu upaya konservasi terhadap biota ini. Seirama dengan hal tersebut, teknologi akresi mineral terbukti bisa memberi kontribusi signifikan dalam mempercepat pertumbuhan karang. Kesamaan sifat yang dimiliki oleh material pembentuk terumbu karang dan material hasil dari teknologi akresi mineral menyebabkan struktur ini cocok digunakan sebagai media pertumbuhan buatan untuk terumbu karang. Berdasarkan latar belakang ini, maka dibuatlah rumusan tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu membuat desain teknologi akresi mineral pada skala eksitu sebagai upaya konservasi bambu laut melalui penyiapan bibit bambu laut dengan struktur yang kokoh sebelum ditanam di laut. Metode penanaman biota ini dilakukan melalui dua tahap yaitu penanaman bibit pada struktur katoda teknologi akresi mineral bentuk puzzle di akuarium dan penanaman bibit hasil perlakuan tahap pertama di laut lepas. Instalasi substrat beton bentuk puzzle ditambahkan untuk memperkuat struktur dimana biota tersebut ditanam. Seluruh metode tersebut dilakukan berdasarkan tahapan-tahapan baku dalam kegiatan perekayasaan sesuai petunjuk teknis jabatan fungsional perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Hasil yang diperoleh berupa desain teknologi akresi mineral untuk upaya konservasi bambu laut secara eksitu yang terdiri dari desain konseptual, desain power supply, desain anoda dan katoda, dan desain substrat. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu desain teknologi akresi mineral untuk upaya konservasi bambu laut secara eksitu telah berhasil dibuat dengan menggunakan anoda platina, katoda besi bentuk puzzle, dan keluaran power supply berupa tegangan listrik sebesar 12 Volt atau 24 Volt dan arus listrik sebesar 2,3 Ampere.
Konten dan Aktivitas Diklat Untuk Guru Ilmu Pengetahuan Alam dalam Mengembangkan Pembelajaran Berpikir Kritis Sulaeman, Asep Agus
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.518 KB)

Abstract

Guru IPA perlu terampil mengajarkan IPA yang membekalkan keterampilan berpikir kritis kepada siswa karena mereka akan menghadapi tantangan dan masalah kehidupan yang lebih kompleks. Salah satu kendala rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa Indonesia adalah fasilitasi yang dilakukan guru IPA yang belum berorientasi pada keterampilan tersebut. Berdasarkan kebutuhan tersebut, saat ini perlu dikembangkan desain konten dan aktivitas diklat untuk melatihkan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran IPA yang berpikir kritis, terutama untuk topik pembelajaran nonpraktikum di laboratorium. Kajian ini dilakukan melalui telaah literatur dari artikel-artikel hasil penelitian yang termuat di jurnal. Berdasarkan hasil kajian dapat dirumuskan konten diklat terdiri atas konten yang bertujuan untuk: 1) memahamkan konsep berpikir kritis dan pentingnya untuk dilatihkan kepada siswa; 2) mengidentifikasi karakteristik pembelajaran yang efektif dalam melatihkan berpikir kepada siswa; 3) mengembangkan pembelajaran dan penilaiannya; 4) mengimplementasikan pembelajaran; 5)melaporkan dan merefleksikan proses dan hasil belajar. Adapun strategi diklat yang digunakan adalah pemodelan agar guru dapat lebih mudah dalam mempelajari dan mempraktikannya di kelas. Setelah mengikuti proses diklat diharapkan guru dapat mengimplementasikan pembelajaran IPA yang membekalkan keterampilan berpikir kritis bagi siswanya.
Catatan Musim Berbunga, Berbuah dan Perkecambahan Biji Rouvolfia serpentina (L.) Benth Astuti, Inggit Puji
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.609 KB)

Abstract

Rouvolfia serpentina atau nama lokalnya pule pandak, adalah tumbuhan herba yang berasal dari Asia Selatan yang kemudian tersebar di kawasan Asia Tenggara. Jenis ini merupakan anggota Suku Apocynaceae dengan status konservasinya (IUCN) masuk dalam golongan terancam (vurnareble). Namun demikian, dalam atauran tatacara dunia perdagangan (CITES)R.serpentina hanya tergolong Appendix II yang artinya kondisinya di alam tidak tergolong terancam kepunahan. Masyarakat memanfaat R.serpentina sebagai bahan baku tanaman obat yang dimanfaatkan sebagai obat antidiare, antikanker, antidisentri, depresan sistem syaraf pusat, dan untuk obat gigitan reptil yang beracun. Di alam R.serpentina tumbuh meliar, upaya pembudidayaannya masih terbatas, mengingat secara konvensional R.serpentina diperbanyak hanya dengan biji dan stek batangnya dimana prosentase keberhasilan tumbuhnya sangat rendah. Musim berbunga dan berbuah R.serpentina berlangsung sepanjang tahun, dengan puncak musim berbunga pada bulan Juni sampai Agustus. Bunga berbentuk terompet, putih –merah jambu, kelompak berwarna merah.Sedangkan puncak musim berbuah pada bulan September sampai Oktober. Buah masak pada akhir bulan Oktober sampai awal bulan Desember. Buah tunggal – dua bergandengan, bulat, hijau saat muda dan menjadi hitam keunguan saat masak,berisi 1biji. Biji, membulat, coklat. Perkecambahan biji tanpa perlakuan yang ditanaman pada media pasir memerlukan waktu 1 - 2 bulan untuk berkecambah dengan prosentase perkecambahan rendah. Biji yang diperlakukan dengan perendaman selama 1 jam dalam larutan campuran air cucian beras dan kulit bawang yang telah dimasak, menunjukkan hasil perkecambahan yang lebih baik dan waktunya lebih cepat sekitar 15 hari.
Pengaruh Pengadukan, Konsentrasi, dan Jenis Pelarut Kitosan terhadap Karakterisasi Nanopartikel Kurkumin Dari Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dengan Metode Gelasi Ionik Syahbani, Pratiwi Ayu; Wibowo, Windy Aprilia Putri; Farinda, Ataya Azura; Abdillah, Hamid
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.363 KB)

Abstract

Nano teknologi merupakan sebuah teknologi yang menggunakan skala nano atau sepermilyar meter. Temulawak adalah tanaman obat asli Indonesia yang kaya khasiat. Rimpangnya mengandung kurkumin yang memiliki potensial klinik cukup besar. Untuk meningkatkan aplikasi potensialnya dalam hal klinis dilakukan salah satu strategi formulasi yaitu nanopartikel kurkumin temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Beberapa penelitian dalam kurun waktu tertentu telah banyak dilakukan dengan berbagai metode ultrasonikasi, cross linker, dan gelasi ionik. Dengan berbagai metode yang ada, metode gelasi ionik merupakan metode yang cukup sederhana. Penggunaan polimer dalam sebuah penelitian dapat memengaruhi sebuah reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakterisasi nanopartikel kurkumin apabila diberi beberapa perlakuan seperti, kecepatan dan lama pengadukan (300, 500, dan 700 rpm dengan waktu 60 menit) dan (30, 60, dan 90 menit dengan kecepatan 500 rpm). Variasi konsentrasi kitosan (0,02%; dan 0,03%), konsentrasi TPP (0,01%; dan 0,02%), dan perbandingan volume antara kitosan dan TPP (2,5:1, dan 5:1 ml). Variasi pelarutnya (asam asetat, asam format dan asam laktat) dan variasi konsentrasinya (0,02%; 0,03%; 0,04%; dan 0,06%). Kemudian karakterisasi nanopartikel kurkumin dilakukan dengan Particle Size Analyzer. Hasil dari pengujian didapatkan ukuran nanopartikel terbaik yaitu 79,4 nm dengan kecepatan pengadukan 500rpm selama 90 menit, dan menggunakan asam asetat sebagai pelarut kitosan dengan konsentrasi 0,02%. Lama pengadukan, konsentrasi kitosan : TPP yang tepat, dan asam asetat sebagai jenis pelarut kitosan dianggap mampu menghasilkan ukuran nanopartikel yang kecil.
Aktivitas Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Hijau dan Buah Asam Jawa Terhadap Candida albicans Secara Mikrodilusi Hidayat, Sherlyn Maulita; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamida
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.352 KB)

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle Linn) dan Asam Jawa (Tamarindus indica Linn) merupakan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai kesehatan tubuh salah satunya adalah antijamur. Kandungan antijamur dari daun sirih hijau dan buah asam jawa dihasilkan oleh senyawa - senyawa kimia saponin, flavonoid, alkaloid dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek kombinasi daun sirih hijau dan buah asam jawa terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari ekstraksi maserasi, skrining fitokimia dan uji aktivitas antijamur secara mikrodilusi. Kelompok uji terdiri dari ekstrak daun sirih hijau, ekstrak buah asam jawa dan kombinasi ekstrak daun sirih hijau dengan buah asam jawa (1:1). Data dianalisis secara deskriptif (KHM) dan (KBM) .Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih hijau, ekstrak buah asam jawa dan kombinasi ekstrak daun sirih hijau dan buah asam jawa (1:1) memiliki KHM berturut – turut adalah 1,25±0,0%; 1,25±0,0% dan 0,62±0,0%. Nilai KBM kombinasi ekstrak daun sirih hijau dan buah asam jawa (1:1) memiliki KBM adalah 20±0,0%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kombinasi ekstrak daun sirih hijau dan buah asam jawa (1:1) memiliki efek antijamur yang lebih baik dibandingkan ekstrak tunggal. Hal ini diduga terjadi interaksi secara sinergis.
Uji Formulasi Gel Hand Sanitizer Berbasis Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) dan Daun Stevia Sebagai Antiseptik Tangan Nurjanah, Bety Anisa; Ariningrum, Nurul; Maulana, Muhammad; Harismah, Kun
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.462 KB)

Abstract

Kehidupan modern saat ini, masyarakat memiliki kecenderungan untuk menggunakan produk antiseptik yang praktis dan efektif untuk mencegah penyakit infeksi dan menjaga kesehatan tubuh. Gel hand sanitizer berbasis alkohol telah banyakdigunakan masyarakat untuk kebersihan tangan. Penggunaan alkohol memberikan banyak dampak negatif pada kesehatan,maka diperlukan produk berbahan dasar alam. Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik adalah daun salam (Syzygium polyanthum). Senyawa kimia yang terkandung dalam daun salam salah satunya yaitu flavonoid yang digunakan sebagai antibakteri dan fenol sebagai antiseptik. Ekstrak daun stevia juga memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dari formulasi gel hand sanitizer kombinasi ekstrak daun salam dan stevia. Jenis penelitian eksperimental di laboraturium, penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial yaitu ekstrak daun salam (0; 0,25; 0,5; 0,75; dan 1,0 %) dan ekstrak stevia (1,0; 0,75; 0,5; 0,25; dan 0 %) dengan tiga kali pengulangan. Uji homogenitas dan daya sebar dengan menggunakan pengamatan langsung dan uji organoleptik dengan tanggapan responden meliputi bentuk, warna, dan bau. Hasil penelitian menunjukkanbentuk kental, warna hijau kecoklatan, dan bau khas ekstrak daun salam dan stevia. Semua formula sediaan memenuhi syaratuji daya sebar yang berkisar 5-5,4 cm dan homogenitas, serta telah memenuhi standar SNI-06-2588-1992.