cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsms@unisba.ac.id
Phone
+6282321980947
Journal Mail Official
bcsms@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28282205     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i2
Core Subject : Humanities, Health,
Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ISPA, JKN, Nyeri leher, Origin, Paritas, Pasien, Denyut Nadi, Imunisasi, Perawat, Phlebitis, PHBS, pneumonia Abortus Spontan, Pola Menstruasi, rumah sakit Pendidikan, Sektor Informal Pengetahuan, Shift kerja malam, sindrom koroner akut, Status Gizi Mahasiswa kedokteran, status sosio ekonomi, Tekanan Darah, Tingkat Stres, Troponin T , Type of occupation, ventrikel kiri, dan Wanita Premenopause. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 494 Documents
Kecemasan dapat Mempengaruhi Kualitas Tidur Teguh Rizal Aurora; Eka Hendryanny; Adjat R Rasjad
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6290

Abstract

Abstract. Anxiety is a situation of individual feelings when facing a situation that is considered to be self-threatening. New students have the opportunity to experience anxiety. Medical students are more prone to experiencing psychological anxiety than students of other majors. Medical students are considered to have high stressors, experiencing more pressure and tension. If this happens to students it will disrupt academic activities and cause a decrease in academic achievement. This study aims to determine the level of anxiety and sleep quality of students at the Faculty of Medicine level I, Bandung Islamic University for the 2021/2022 Academic Year and to analyze the relationship between these two factors. This research method used an analytic cross-sectional study with a simple random sampling technique. The samples obtained were 71 students and then crossed the anxiety data and sleep quality of the research subjects. Based on the cross-tabulation results, it was found that more students had very severe anxiety levels of 62% and more had poor sleep quality of 98.6%. Based on the results of the Spearman test, a significance value of 0.001 (<0.05) was obtained with a correlation coefficient of 0.400 which indicates that there is a moderate/sufficient relationship between anxiety levels and sleep quality in Level I Students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung, Academic Year 2021/2022. Anxiety in a person can cause stress hormones to interact with the brain and body so that it affects the quality of sleep. Keywords: Anxiety Level, Sleep Quality Abstrak. Kecemasan merupakan situasi perasaan individu ketika menghadapi situasi yang dianggap mengancam diri sendiri. Mahasiswa baru memiliki kesempatan untuk mengalami kecemasan. Mahasiswa kedokteran lebih rentan mengalami kecemasan psikologis dibandingkan mahasiswa jurusan lain. Mahasiswa kedokteran dianggap memiliki stressor yang tinggi, lebih banyak mengalami tekanan dan ketegangan. Jika hal ini terjadi pada siswa maka akan mengganggu kegiatan akademik dan menyebabkan penurunan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan dan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran tingkat I Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2021/2022 dan menganalisis hubungan antara kedua faktor tersebut. Metode penelitian ini menggunakan studi cross-sectional analitik dengan teknik simple random sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 71 siswa kemudian disilangkan data kecemasan dan kualitas tidur subjek penelitian. Berdasarkan hasil tabulasi silang, ditemukan lebih banyak mahasiswa yang memiliki tingkat kecemasan sangat berat sebanyak 62% dan lebih banyak lagi yang memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 98,6%. Berdasarkan hasil uji Spearman diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,400 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan sedang/cukup antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada Mahasiswa Tingkat I Fakultas Ilmu Budaya. Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Tahun Akademik 2021/2022. Kecemasan pada seseorang dapat menyebabkan hormon stres berinteraksi dengan otak dan tubuh sehingga mempengaruhi kualitas tidur. Kata kunci: Kualitas Tidur, Tingkat Kecemasan
Perbedaan Kualitas Tidur antara Mahasiswa yang Mengalami dan yang Tidak Mengalami Computer Vision Syndrome (CVS) Salman Faridy Febryan; Ike Rahmawaty Alie; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6320

Abstract

Abstract. The government is trying to switch learning methods to online as to prevent the spread of COVID-19. Computer Vision Syndrome (CVS), also known as Digital Eye Strain (DES) emits a blue light spectrum that indirectly disrupts circadian rhythms, disrupting sleep quality. This study aims to analyze differences in sleep quality between students of the Faculty of Medicine at the Islamic University of Bandung class of 2019 who experienced and did not experience Computer Vision Syndrome (CVS) during the COVID-19 pandemic period. This study is an observational analytic study with a cross-sectional design using a comparative study approach. The sample for this research was 95 people using a random sampling technique in Unisba Faculty of Medicine students class of 2019 from June–December 2022. The data for the study were obtained by filling out the Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaires. Data analysis used the chi-square test to compare the two categorical groups. The results of this study showed that 82% of subjects did not experience CVS, while those who experienced CVS were 18%, and the percentage of poor sleep quality was 64%, while 36% had good sleep quality. The statistical test results obtained a value of p = 0.005 which showed that there was a significant difference in sleep quality between those who experienced and those who did not experience Computer Vision Syndrome (CVS in students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University Class of 2019). Abstrak. Pemerintah mengupayakan peralihan metode pembelajaran menjadi daring sebagai pencegahan penyebaran COVID-19. Computer Vision Syndrome (CVS), dikenal juga sebagai Digital Eye Strain (DES) memancarkan blue light spectrum secara tidak langsung mengganggu irama sirkadian yang berakibat gangguan pada kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kualitas tidur antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019 yang mengalami dan yang tidak mengalami Computer Vision Syndrome (CVS) selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional menggunakan pendekatan komparatif studi. Sampel penelitian ini adalah 95 orang dengan teknik random sampling pada mahasiswa FK Unisba angkatan 2019 selama bulan Juni–Desember 2022. Data penelitian ini diperoleh dengan pengisian kuesioner Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji chi-square untuk membandingkan kedua kelompok kategorik. Hasil penelitian ini menunjukkan subjek yang tidak mengalami CVS sebanyak 82% sedangkan yang mengalami CVS sebanyak 18% dan persentase kualitas tidur buruk sebanyak 64% sedangkan kualitas tidur baik sebanyak 36%. Hasil uji statistika didapatkan nilai p=0,005 yang menunjukkan terdapat perbedaan bermakna kualitas tidur antara yang mengalami dan yang tidak mengalami Computer Vision Syndrome (CVS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019).
Hubungan Tingkat Depresi pada Fungsi Kognitif pada Lansia di Panti Wreda Salam Sejahtera Kota Bogor Kaka Maulana; Widayanti; Rizki Perdana
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6426

Abstract

Abstract. Depression is the most common psychiatric disorder in the elderly worldwide. The incidence of depression in the elderly is often undetected and late-onset forms of depression are strongly associated with cognitive impairment, risk of disease, disability and lower quality of life. This study aims to determine the relationship between the level of elderly depression and cognitive function in the elderly at the Salam Sejahtera Nursing Home, Bogor City in 2022. This study used a cross-sectional method with the Pearson chi-square analysis test with a total of 73 elderly respondents. Cognitive function in this study was assessed using the MMSE (Mini Mental State Examination) and the level of depression using the GDS (Geriatric Depression Scale). Bivariate analysis of this study showed that there were 62 elderly who were not currently experiencing depression with a distribution of 30 elderly having normal cognitive function, 22 having probable cognitive impairment, 10 elderly having definitive cognitive impairment, while there were 11 elderly with possible depression with a distribution of 5 elderly having cognitive function. normal cognitive, 4 elderly people have probable cognitive impairment, and 2 elderly people have definitive cognitive impairment. So that a p value of 0.979 is obtained and it can be concluded that there is no significant relationship between the level of depression and cognitive function. Abstrak. Depresi adalah gangguan psikiatri yang paling sering ditemukan pada usia lanjut di seluruh dunia. Insiden depresi pada usia lanjut sering tidak terdeteksi dan bentuk depresi onset lambat sangat terkait dengan gangguan kognitif, risiko penyakit, kecacatan, dan kualitas hidup yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi lansia dengan fungsi kognitif pada lansia di Panti Wreda Salam Sejahtera Kota Bogor tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan uji analaisis pearson chi-square dengan total responden sebanyak 73 lansia. Fungsi Kognitif pada penelitian ini dinilai menggunakan MMSE (Mini Mental State Examination) dan tingkat depresi menggunakan GDS (Geriatric Depression Scale). Analisis Bivariat penelitian ini menunjukkan sebanyak 62 lansia yang sedang tidak mengalami depresi dengan distribusi sebanyak 30 lansia memiliki fungsi kognitif normal, 22 memeliki probable gangguan kognitif, 10 lansia memilki definitive gangguan kognitif, sedangkan terdapat 11 lansia dengan kemungkina depresi dengan distribusi sebanyak 5 lansia memiliki fungsi kognitif normal, 4 lansia memiliki probable gangguan kognitif, dan 2 lansia memiliki definitive gangguan kognitif. Sehingga didaptkan nilai p sebesar 0,979 dan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat depresi dengan fungsi kognitif.
Perbandingan Gambaran Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Wistar (Rattus Novergicus) Menggunakan Bubuk Kopi dengan Bubuk Kafein Muhammad Rifky Dzikrillah; Hendro Sudjono Yuwono; Tryando Bhatara
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6462

Abstract

Abstract. Coffee is a mixture of several complex chemicals that play a role in several bioactivities in coffee. Coffee can be used as a topical wound dressing for acute and chronic wounds, the content of caffeine and chlorogenic acid in coffee have anti-inflammatory and antioxidant effects that can suppress reactive oxygen species which has the effect of accelerating wound healing in the inflammatory phase. The research was conducted in August. This research is an experimental type research conducted in the laboratory with an in vivo preclinical experimental design that compares the appearance of wound healing in Wistar rats (Rattus novergicus) using robusta coffee powder and caffeine powder. The rats used in this study were about 24 rats. In this study, rats were divided into two coffee and caffeine treatment groups and two positive and negative control groups. In one group consists of 6 rats. The study was conducted for 1 week by assessing the description of wound healing through indicators; 1) dryness of the wound, 2) assessment of the wound edges (hyperemic or not), and 3) wound size. Data were obtained by observing the progress of wound healing in rats. Based on the results of statistical tests using one way ANOVA and Kruskall Wallis, the results showed that there was no significant difference in wound healing in the coffee and caffeine groups. This result is likely due to the influence of several factors such as; bandage sticking, stress, temperature, doses exceeding the LD50, excessive vasodilation, and disease in rats during the study period Abstrak. Kopi merupakan campuran beberapa bahan kimia kompleks yang berperan dalam beberapa bioaktivitas dalam kopi. Kopi dapat menjadi topical wound dressing untuk luka akut maupun kronis. Kandungan kafein, dan asam klorogenat dalam kopi memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat menekan dari reactive oxygen species yang efeknya mempercepat penyembuhan luka pada fase inflamasi. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus. Penelitan merupakan penelitian jenis eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan rancangan eksperimental preklinik in vivo yang membandingkan gambaran penyembuhan luka sayat pada subjek tikus wistar (Rattus novergicus) dengan menggunakan bubuk kopi robusta dan bubuk kafein. Tikus yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 24 ekor tikus. Dalam penelitian tikus terbagi menjadi dua kelompok perlakuan kopi dan kafein serta dua kelompok kontrol positif dan negatif. Dalam satu kelompok terdiri dari 6 tikus. Penelitian dilakukan selama 1 minggu dengan menilai gambaran penyembuhan luka melalui indikator; 1) kekeringan luka, 2) penilaian tepi luka (hiperemis atau tidak), dan 3) ukuran luas luka. Data diperoleh dengan memantau proses penyembuhan luka pada tikus. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan one way anova dan kruskall wallis di dapatkan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan pada penyembuhan luka pada kelompok kopi maupun kelompok kafein. Hasil ini kemungkinan dikarenakan pengaruh dari beberapa faktor seperti; perban menempel, stres, suhu, dosis yang melebihi LD50, vasodilatasi yang berlebih, dan penyakit yang menimpa tikus pada masa penelitian
Hubungan antara Indeks Masa Tubuh dengan Range Of Motion Sendi Panggul dan Lutut pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019 Tarisya Salsabila Putri Asmara; Mudjtahid Ahmad Djojosugito; Sandy Faizal
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6521

Abstract

Abstract. Body mass index (BMI) is a metric currently used to define anthropometric height or weight characteristics in adults. The range of motion (ROM) is the full motion potential of the joint, usually the flexion range and extension. The hip joint is an inferior limb joint. While the knee joint is the largest joint and the superficial joint. It can be known that there is an influence of BMI on the ROM of a human being, especially on the joints of the hip and knees. It is also commonly known that medical students carry out their lecture activities in a sitting position for a long period of time. This can trigger weight gain, thus reducing the ROM of the student. This study aims to determine the connection between BMI and ROM of the hip and knee joints in UNISBA Medical Faculty students. This study is an observational study with a cross-sectional approach. Sampling in this study used the consecutive sampling method and respondent calculations were carried out using a correlation analytical formula, a minimum of 39 respondents were obtained by students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University and this study has received ethical approval 146 / KEPK-Unisba / V / 2022. This research data was taken from the primer in the form of questionnaires and measurements of degrees in the joints of each student who was a respondent. The results of the research were obtained based on statistical tests, the p value was 0.004 (p < 0.05), which means that there is a relationship between Body Mass Index and knee joint ROM in students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University Class of 2019.Abstrak. Indeks massa tubuh (IMT) adalah metrik yang saat ini digunakan untuk mendefinisikan karakteristik tinggi atau berat antropometrik pada orang dewasa. Range of motion (ROM) merupakan potensi gerakan penuh sendi, biasanya rentang fleksi dan ekstensi. Sendi panggul merupakan suatu sendi ekstremitas inferior. Sedangkan sendi lutut merupakan sendi terbesar dan sendi yang superfisial. Dapat diketahui terdapat pengaruh dari IMT ke ROM seorang manusia khususnya pada sendi bagian pinggang dan lutut. Biasa di ketahui juga mahasiswa kedokteran melakukan kegiatan perkuliahannya dengan posisi duduk dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat memicu penaikan berat badan sehingga mengurangi ROM dari mahasiswa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan ROM sendi panggul dan lutut pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode consecutive sampling dan dilakukan perhitungan responden menggunakan rumus analitik korelasi, didapatkan minimal responden sebanyak 39 mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Islam Bandung dan penelitian ini sudah mendapatkan persetujuan etik 146/KEPK-Unisba/V/2022. Data penelitian ini diambil dari dari primer berupa kuesioner dan pengukuran dari derajat pada sendi setiap mahasiswa yang menjadi responden. Hasil dari peneltian didapatkan berdasarkan dengan uji statistik didapatkan nilai p value ialah 0,004 (p < 0,05) yang berarti terdapat Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan ROM sendi lutut pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Covid 19 dengan Penggunaan Masker pada Siswa SMAN 1 Ciampel Jini Surya Aditia; Ismawati; Adjat S Rasjad
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6540

Abstract

Abstract. Covid-19 is an infectious disease attacking the respiratory tract caused by severe Acute Respiratory Syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) which can cause mild to severe symptoms such as coughing, shortness of breath, and fever. The easy transmission of the virus causes faster spread and is influenced by several factors such as a lack of knowledge about Covid-19 and preventive behavior that has not been maximized. This study aims to determine the relationship between the level of student knowledge and the behavior of wearing masks at SMAN 1 Ciampel in 2022. Ciampel is a sub-district with a fairly high number of Covid-19 cases, with 917 confirmed patients in 2021. This type of research is an analytical study with the method cross-sectional. The research subjects were randomly selected sample Random Sampling in students of SMAN 1 Ciampel in 2022 and obtained 248 respondents, with an average value of knowledge of 70 in the sufficient category and an average value of behavior of 70 in the sufficient category. Analysis of the data using a test that squares with a value of 0.007 indicate that there is a significant correlation between knowledge and behavior in using masks. The conclusion of this research shows that a high level of knowledge is directly proportional to the level of behavior. After knowing about Covid-19, one can determine what to do, such as the behavior of using masks properly so that it can affect the effectiveness of the mask as personal protective equipment. Abstrak. Covid-19 adalah penyakit menular menyerang saluran pernafasan disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome corona virus 2 (SARS-CoV-2) yang dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat seperti batuk, sesak napas dan demam. Transmisi virus yang mudah menyebabkan penyebaran lebih cepat, dan dipengaruhi beberapa faktor seperti pengetahuan yang kurang mengenai Covid-19 dan perilaku pencegahan yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan siswa dengan perilaku penggunaan masker di SMAN 1 Ciampel pada tahun 2022. Ciampel merupakan kecamatan dengan kasus Covid-19 yang cukup tinggi yaitu terdapat 917 pasien terkonfirmasi pada tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah studi analitik dengan metode cross sectional. Subjek penelitian dipilih secara Simple Random Sampling pada siswa SMAN 1 Ciampel tahun 2022 dan didapatkan 248 responden, dengan nilai rata-rata pengetahuan 70 termasuk kategori cukup dan nilai rata-rata perilaku 70 dengan kategori cukup. Analisis data tersebut menggunakan uji chi square dengan nilai 0,007 menunjukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan masker. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan, tingginya tingkat pengetahuan berbanding lurus dengan tingkat perilaku. Setelah mengetahui tentang Covid-19 maka seseorang dapat menentukan apa yang akan dilakukan seperti perilaku penggunaan masker dengan baik sehingga dapat mempengaruhi keefektifan masker tersebut sebagai alat pelindung diri.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Mask-Induced Acne (Maskne) Berdasarkan Karakteristik Tenaga Kesehatan RSUD Sumedang di Masa Pandemi Covid-19 Safana Edisa; Herry Garna; Rika Nilapsari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6594

Abstract

Abstract. Until now, people's behavior around the world has changed due to the emergence of the COVID-19 pandemic, one of which is the obligation to wear masks. However, various side effects occur, especially on the skin when using a mask for a certain period of time, one of which is mask-induced acne (maskne). This study aims to analyze the risk factors for masks based on the characteristics of the subjects. This type of research is quantitative using observational analytic methods with a cross-sectional design. Subjects were selected using purposive sampling with a total of 110 people at Sumedang Regional General Hospital in March–September 2022. Data analysis used univariate and chi-square test for bivariate analysis. The results of the study found that most of the Sumedang Hospital health workers were women (34.5%) and had a history of suffering from acne (56%). Based on bivariate analysis, it was found that the value of p <0.05 for gender and history of suffering from acne, which means there is a relationship with the incidence of mask-induced acne (maskne). The use of masks is not the only cause of maskne, there are other factors such as heredity, hormones, and so on. In conclusion, there is a relationship between gender and a history of suffering from acne with the incidence of mask-induced acne (maskne). Abstrak. Sampai saat ini, perilaku hidup masyarakat di seluruh dunia berubah akibat munculnya pandemi COVID-19, diantaranya adalah kewajiban dalam penggunaan masker. Namun demikian, berbagai efek samping timbul terutama pada kulit apabila menggunakan masker dalam jangka waktu tertentu, salah satunya adalah mask-induced acne (maskne). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian maskne berdasarkan karakteristik subjek. Jenis penelitian adalah kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional. Subjek dipilih menggunakan purposive sampling dengan jumlah 110 orang di RSUD Sumedang pada bulan Maret–September 2022. Analisis data menggunakan univariat dan uji chi-square untuk analisis bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan RSUD Sumedang adalah wanita (34,5%) dan memiliki riwayat menderita akne (56%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan nilai p<0,05 untuk jenis kelamin dan riwayat menderita akne, yang artinya terdapat hubungan dengan kejadian mask-induced acne (maskne). Penggunaan masker bukan satu-satunya penyebab maskne, terdapat faktor lain seperti herediter, hormon, dan lain sebagainnya. Simpulan, terdapat hubungan antara jenis kelamin dan riwayat menderita akne dengan kejadian mask-induced acne (maskne).
Scoping Review: Hubungan Suplementasi Vitamin D dengan Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis pada Anak Alma Yulistia Fadhilah; Herry Garna; Wedi Iskandar
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6599

Abstract

Abstract. Tuberculosis (TB) is an airborne infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis which affects humans and is the leading cause of death worldwide. In cases of children with TB, there are twenty-two countries with high boundries countries ranging 3–25% of cases. Vitamin D supplements can be given as a support for the prevention and treatment of TB. The purpose of this study was to assess the relationship between vitamin D supplementation with the prevention and treatment of tuberculosis in children based on research in the last 10 years. This study uses a scoping review study. The databases used are Pubmed, ScienceDirect, SpringerLink, and ProQuest. Search for selected articles in 2012–2022 using a randomized controlled trial (RCT) research design. From 9,570 articles filtered based on the inclusion criteria, there were 657 articles, then followed by filtering the exclusion criteria, 637 articles were obtained and there were 18 duplications of 18 articles so that there were 2 articles that met the eligibility criteria based on PICOS. The results in one of the articles stated that vitamin D supplementation did not significantly prevent the risk of tuberculosis infection and in one of the articles showed that vitamin D supplementation had an effect on the resolution of fever and cough. In conclusion, serum levels of vitamin D {25(OH)D} had an effect on the resolution of fever and cough but did not prevent the risk of tuberculosis. Abstrak. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular melalui udara yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang memengaruhi manusia dan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pada kasus anak dengan TB terdapat duapuluh dua negara dengan high boundries countries berkisar 3–25% kasus. Suplemen vitamin D dapat diberikan sebagai penunjang untuk pencegahan dan pengobatan TB. Tujuan penelitian ini adalah menilai bagaimana hubungan suplementasi vitamin D dengan pencegahan dan pengobatan tuberkulosis pada anak berdasarkan penelitian pada 10 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan studi scoping review. Database yang digunakan, yaitu Pubmed, ScienceDirect, SpringerLink, dan ProQuest. Pencarian artikel yang dipilih tahun 2012–2022 dengan desain penelitian randomized controlled trial (RCT). Dari 9,570 artikel dilakukan filtrasi berdasar atas kriteria inklusi terdapat 657 artikel, kemudian dilanjutkan dengan filtrasi kriteria eksklusi didapatkan 637 artikel dan terdapat duplikasi sebanyak 18 artikel sehingga artikel yang memenuhi kriteria kelayakan berdasar atas PICOS adalah 2 artikel. Hasil pada salah satu artikel menyatakan bahwa suplementasi vitamin D tidak signifikan mencegah risiko infeksi TB dan satu artikel lainnya menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D berpengaruh terhadap resolusi demam dan batuk. Simpulan, kadar vitamin D {25(OH)D} serum berpengaruh terhadap resolusi demam dan batuk, tetapi tidak mencegah risiko tuberkulosis.
Scoping Review: Hubungan Konsumsi Kafein Dengan Kejadian Nyeri Kepala Pada Orang Dewasa Chagieansyah Hadie Widjaya; Santun Bhekti Rahimah; Eka Nurhayati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6660

Abstract

Abstract. Caffeine is a substance that can function as a stimulant in the central nervous system. Caffeine has good benefits in the body because it can modify and regulate neurotransmitters, as well as help bring out hidden potential in the body. This research aims to analyze the relationship between caffeine consumption and the occurrence of headaches in adults. The method used is a Scoping Review which consists of stages, namely: conducting a focusing review with the PICOS framework (Population, Intervening, Comparison, Outcome and Study), conducting literature searching using 3 databases, namely ScienceDirect, SpringerLink, Pubmed. Selecting relevant studies using inclusion and exclusion criteria; perform JBI critical appraisal to evaluate the quality of the literature, perform data extraction, analyze and report the results. The compilation procedure using the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) method was used to describe the literature search flow. The results were obtained as many as 8 international articles published in the period of 2013-2021, in all articles found the effect of caffeine on headaches. The conclusion that caffeine is related to migraine headache, Post Dural Puncture Headache (PDPH), and episodic-tension and caffeine can affect cognitive and physical performance. For the need to improve cognitive and physical performance, in addition to caffeine, herbal supplements can also be used. Abstrak. Kafein merupakan zat yang dapat berfungsi sebagai stimulan pada sistem saraf pusat. Kafein mempunyai manfaat baik dalam tubuh karena dapat memodifikasi dan mengatur neurotransmitter, serta membantu memunculkan potensi tersembunyi dalam tubuh. Metode yang digunakan adalah adalah Scoping Review yang terdiri dari tahapan-tahapan, yaitu: melakukan fokusing review dengan framework PICOS (Population, Intervening, Comparison, Outcome dan Study), melakukan literature searching menggunakan 3 database, yaitu ScienceDirect, SpringerLink, Pubmed. Menyeleksi studi yang relevan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi; melakukan JBI critical appraisal untuk menilai kualitas literatur, melakukan data ekstraksi, menganalisis dan melaporkan hasil. Prosedur penyusunan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) digunakan untuk menggambarkan alur pencarian literatur. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 8 artikel internasional yang dipublikasikan pada kurun waktu tahun 2013-2021, pada semua artikel ditemukan artikelnya ditemukan pengaruh kafein terhadap sakit kepala. Simpulan bahwa kafein berhubungan terhadap sakit kepala migrain, Post Dural Puncture Headache (PDPH), dan episodic-tension dan kafein dapat mempengaruhi performa kognitif dan fisik. Peningkatan performa kognitif dan fisik, selain kafein, dapat digunakan pula suplemen campuran tumbuh-tumbuhan.
Hubungan Masa Kerja dan Beban Kerja dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Perawat di Rumah Sakit Al-Ihsan tubagus ramadhan tubagus; Nurhalim shahib; Waya Nurruhyuliawati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6663

Abstract

Abstract. Working period and workload can negatively affect health if done continuously for years. Complaints of lower back pain as a manifestation of musculoskeletal health problems can arise which are triggered by static loading that accumulates on the lower back during long work periods. In addition, the condition of working with a heavy workload will certainly increase the risk of Low Back Pain, especially in jobs that are dominated by static positions. Ihsan Bandung. The research was conducted from July to August 2022. This research used an analytic cross-sectional method. The sample of this research is 28 samples. Data analysis was performed univariately and bivariately using the Chi Square test. The results of this study indicate that there is a relationship between length of service and workload of nurses with the incidence of Lower Back Pain in nurses at Al-Ihsan Hospital, Bandung with a p value of 0.002. This is because static loading on the back causes an increase in muscle contractions which produce waste products in the form of lactic acid which in turn causes pain in the lower back. It is hoped that those related to the hospital will be able to pay attention to the time and workload of nurses and provide special therapy or relaxation to help overcome complaints of lower back pain felt by nurses Abstrak. Masa kerja dan Beban Kerja dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan apabila dilakukan secara kontinyu selama bertahun-tahun. Keluhan Nyeri Punggung Bawah sebagai manifestasi gangguan kesehatan musculoskeletal dapat muncul yang dipicu dari pembebanan statis yang terakumulasi pada tulang punggung bagian bawah pada masa kerja yang panjang. Selain itu, keadaan bekerja dengan beban kerja yang berat tentu akan meningkatkan risiko Nyeri punggung Bawah, khususnya pada pekerjaan yang didominasi dengan posisi statis, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa kerja dan beban kerja perawat dengan kejadian Nyeri Punggung Bawah pada perawat di RS Al-Ihsan Bandung. Penelitian dilaksanakan pada Juli - Agustus tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode analitik cross sectional.Sampel berjumlah 28 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan masa kerja dan beban kerja perawat dengan kejadian Nyeri Punggung Bawah pada perawat di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung dengan p value 0,002. Hal tersebut dikarenakan pembebanan statis pada punggung menyebabkan peningkatan kontraksi otot yang menghasilkan produk sisa berupa asam laktat dan nantinya mengakibatkan nyeri pada punggung bawah.Diharapkan kepada yang terkait Rumah Sakit untuk dapat memperhatikan masa dan beban kerja perawat serta memberikan terapi atau relaksasi khusus untuk membantu mengatasi keluhan Nyeri Punggung Bawah yang dirasakan perawat.