cover
Contact Name
Joko Malis Sunarno
Contact Email
jurnalpolibara@gmail.com
Phone
+6285291975050
Journal Mail Official
jurnalpolibara@gmail.com
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Banjarnegara Jl Raya Madukara Km. 2 Kenteng Banjarnegara, Jawa Tengah, 53482
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Medsains
ISSN : 24428752     EISSN : 29638542     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Medsains merupakan media untuk publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan bidang kesehatan secara luas, dalam Bahasa Indones
Articles 97 Documents
PENINGKATAN KASUS MALARIA DI WILAYAH PUSKESMAS PUNGGELAN 2 KABUPATEN BANJARNEGARA Agung Puja Kesuma; Nova Pramestuti; Tri Wijayanti
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 2 No 1 (2016): Edisi September
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.45 KB)

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, beberapa provinsi masih menjadi daerah endemis malaria baik rendah, sedang maupun tinggi. Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi dengan Annual Parasite Incidence (API) rendah yaitu 0,04/1000 penduduk (tahun 2013). Salah satu Kabupeten endemis di Jawa Tengah adalah Banjarnegara. Pada Januari 2015 di Puskesmas Punggelan 2 Kabupaten Banjarnegara terjadi peningkatan kasus malaria yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan kasus malaria di wilayah Puskesmas Punggelan 2 Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Survei yang dilakukan adalah survei entomologi yaitu penangkapan nyamuk pada pukul 18.00-06.00, dan survei perkembangbiakan pada pukul 07-12.00. Mass Fever Survey (MFS) dilakukan pada penduduk yang menunjukkan gejala klinis malaria serta wawancara mendalam dilakukan kepada penderita malaria. Hasil MFS mendapatkan 5 orang positif malaria (SPR 3,5%) dengan stadium Plasmodium falsiparum ring, Plasmodium falsiparum gamet dan Plamodium vivax ring. Tersangka vektor yang ditemukan adalah Anopheles balabacencis, An. maculatus dan An. aconitus. Aktivitas malam di luar rumah yang berisiko adalah mengambil nira, ronda, mencari rumput dan mengunjungi tetangga. Kesimpulan penelitian ini adalah terjadi penularan setempat baik di luar maupun dalam rumah, dan nyamuk Anopheles tersangka vektor ditemukan.
IDENTIFIKASI TELUR TOXOCARA CATI DARI FESES KUCING DI KECAMATAN BANJARNEGARA, BAWANG DAN PURWAREJA KLAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARA Corry L.J Sianturi; Dwi Priyanto; Novia Tri Astuti
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 2 No 1 (2016): Edisi September
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.227 KB)

Abstract

Toxocariasis merupakan penyakit zoonosis parasiter yang disebabkan oleh infeksi larva Toxocara. Toxocara cati merupakan parasit yang paling umum ditemukan pada kucing. Manusia merupakan accidental host tetapi infeksi larva menyebabkan penyakit Visceral Larva Migran dan Ocular Larva Migran. Manusia terinfeksi jika secara tidak sengaja memakan telur infektif atau mengkonsumsi makanan yang mengandung larva (hospes paratenik). Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi telur Toxocara cati dari feses kucing yang ditemukan di lingkungan rumah penduduk di Kecamatan Banjarnegara, Bawang dan Purwareja Klampok. Pemeriksaan dilakukan dengan melakukan pengapungan terhadap 30 sampel feses yang ditemukan. Hasil pemeriksaan diperoleh 5 sampel (16,6%) positif mengandung telur Toxocara cati.
GAMBARAN KADAR KOLINESTERASE PADA PETANI KENTANG DI DESA KEPAKISAN KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARA Dwi Atin Faidah; Joko Malis Sunarno
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 2 No 1 (2016): Edisi September
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.683 KB)

Abstract

Penggunaan pestisida sebagai pembasmi hama pada tanaman kentang menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan produktivitas hasil pertanian kentang. Penggunaan pestisida bisa mengontaminasi pengguna secara langsung sehingga mengakibatkan keracunan. Deteksi dini mengenai keracunan pestisida sangat perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan yang kronis dan mematikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran kadar kolinesterase pada petani kentang di Desa Kepakisan Kecamatan Batur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua petani kentang yang berada di Desa Kepakisan Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Sampel diambil sebanyak 76 responden. Cara pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoice dan berat badan menggunakan timbangan serta pengukuran kadar kolinesterase darah menggunakan Livibond Cholinesterase Test Kit. Wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dilakukan kepada responden untuk mengetahui karakteristik dan praktek penggunaan pestisida. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan penyajian distribusi frekuensi dari variabel yang diteliti dan disajikan secara deskriptif dalam bentuk grafik dan tabel untuk mengetahui proporsi masing-masing variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan jumlah petani yang mengalami penurunan aktivitas enzim kolinesterase (keracunan ringan) sebanyak 53,9%. Sosialisasi atau penyuluhan mengenai penggunaan APD dalam proses pengelolaan pestisida yang baik mulai dari tahap persiapan, aplikasi dan pembuangan sisa pestisida diperlukan untuk mencegah penurunan kadar enzim kolinesterase pada petani kentang.
STRATEGI PENGUATAN KADER DALAM MENDETEKSI PENYAKIT GOUT/HIPERURISEMIA Saryono; Endo Dardjito; Atikah Proverawati
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 2 No 1 (2016): Edisi September
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.85 KB)

Abstract

Keluhan nyeri sendi, pembengkakan dan gangguan saat berjalan merupakan keluhan yang umum pada lansia. Salah satu penyebab yang umum adalah kelebihan asam urat. Asam urat cenderung menumpuk di dalam persendian, membentuk kristal dan akan mengganggu pergerakan sendi sehingga menimbulkan rasa ketidaknyamanan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan di desa Gununglurah, Cilongok, Banyumas dalam upaya deteksi dini dan mengenali hiperuresemia. Metode yang digunakan adalah Participatory Rapid Appraissal (PRA). Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melakukan diskusi dan case study untuk mengenali tanda dan gejala kelebihan asam urat, mengidentifikasi riwayat mengkonsumsi makanan sumber asam urat dengan food model dan alih teknologi praktik pengukuran kadar asam urat dengan alat digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kader mampu mengenali tanda dan gejala hiperuresemia, mengidentifikasi makanan sumber tinggi asam urat dan dapat melakukan pemeriksaan kadar asam urat secara benar. Penguatan kader kesehatan dalam mendeteksi penyakit hiperuresemia atau Gout dapat dilakukan dengan model diskusi studi kasus dan praktik pengukuran kadar asam urat.
HUBUNGAN UMUR DAN STATUS PERKAWINAN DENGAN KEJADIAN GONORE DI PUSKESMAS MADUKARA I KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 Ratih Subekti
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 3 No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.62 KB)

Abstract

Gonore (GO) merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Nisseria gonorrheae, suatu bakteri diplokokus gram negatif. Infeksi umumnya terjadi pada aktivitas seksual secara genitor-genital, namun dapat juga kontak seksual secara oragenital dan anogenital. Pada laki-laki umumnya menyebabkan uretritis akut dan pada perempuan menyebabkan servisitis yang mungkin saja asimtomatik. Kejadian gonore di Puskesmas Madukara I sebanyak 37 kasus dari 52 kasus IMS pada tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko responden yang terpapar Gonore di Puskesmas Madukara 1 Kabupaten Banjarnegara tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi dengan pendekatan crosss sectional. Pengambilan sampel berdasarkan Total Sampling dari keseluruhan responden yaitu seluruh penderita IMS berjumlah 52 orang. Hasil penelitian menunjukan responden didominasi oleh umur < 30 tahun sebanyak 19 (36,5%) serta didominasi dengan status “kawin” sebanyak 46 (88,4%). Penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara faktor risiko umur (p=0,031) dengan kejadian gonore dan tidak ada hubungan antara faktor risiko status perkawinan dengan kejadian gonore.
KARAKTERISTIK PENDERITA INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI PUSKESMAS MADUKARA I KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 Dewie Sulistyorini; Ratih Subekti
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 3 No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.959 KB)

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan salah satu infeksi saluran reproduksi (ISR) yang ditularkan melalui hubungan kelamin. Kuman penyebab infeksi tersebut dapat berupa jamur, virus dan parasit. Dampak penyakit menular seksual (PMS) pada perempuan dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PRP), kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) dan kemandulan/infertilities, menyebabkan berat badan bayi lahir rendah (BBLR), infeksi neonatal, keganasan anogenital dan bahkan kematian. Disamping itu, juga meningkatkan resiko penularan HIV melalui jalur seksual. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik penderita IMS di Puskesmas Madukara 1 Kabupaten Banjarnegara. Instrumen yang digunakan berupa tabel untuk rekapitulasi data penderita IMS yang diperoleh dari Rekam Medik (RM) Puskesmas. Jumlah sampel sebanyak 52 responden. Analisis data menggunakan analisis univariate. Jenis kelamin penderita IMS sebagian besar perempuan yaitu 44 orang (85%), umur penderita IMS sebagian besar usia lebih dari 30 tahun (resiko rendah) yaitu 33 orang (63%) dan status perkawinan penderita IMS sebagian besar sudah kawin yaitu 46 orang (88%).
KONSEPSI LOKAL TENTANG PEMBERIAN ASI (Sebuah Kajian Antropologi Kesehatan) Barni; Siti Munfiah
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 3 No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.325 KB)

Abstract

Konsepsi lokal atau pengetahuan lokal dalam pembangunan seringkali dikesampingkan. Oleh karena itu tidak adanya perhatian terhadap konsepsi lokal sering menyebabkan kegagalan suatu program. Program pemberian ASI Esklusif dari pemerintah bergesekan dengan pola pemberian ASI yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsepsi lokal tentang pemberian ASI di Desa Kendaga. Penelitian terhadap ibu-ibu di Desa Kendaga Kecamatan Banjarmangu memperlihatkan suatu temuan yang menarik dari sudut Antropologi. Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan perilaku pemberian ASI khususnya ASI Esklusif belum berhasil maksimal karena masyarakat memiliki pengalaman yang berlainan dengan pola pikir pemerintah. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku pemberian ASI di masyarakat masih berlaku sejumlah anjuran dan larangan yang dipertahankan antar generasi. Beberapa anjuran dan larangan tersebut sejalan namun ada pula yang bertentangan dengan konsep kesehatan saat ini. Perbedaan persepsi antara masyarakat dan pemerintah menjadi titik tolak untuk melihat program pemberian ASI khususnya ASI Esklusif belum maksimal di masyarakat. Kajian ini menjadi temuan menarik bagi pembawa program untuk meluruskan konsep di masyarakat agar selaras dengan perkembangan dunia kesehatan saat ini.
PERLINDUNGAN MATA AIR DI DESA PAGEDONGAN DAN DESA GUNUNGJATI KECAMATAN PAGEDONGAN KABUPATEN BANJARNEGARA Joko Malis Sunarno; Dwi Atin Faidah
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 3 No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.81 KB)

Abstract

Kecamatan Pagedongan adalah salah satu wilayah di Banjarnegara yang terdiri atas perbukitan. Penyediaan air bersih merupakan salah satu permasalahan yang ada di wilayah tersebut. Ada dua desa yang sebagian warganya menggunakan mata air sebagai sumber air bersih. Permasalahan yang timbul adalah air keruh saat hujan dan tercemar. Kondisi tersebut memerlukan perlindungan mata air (PMA) untuk mencegah pencemaran fisik, kimia dan biologi. Pemberdayaan masyarakat merupakan metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat. Metode tersebut meliputi kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan pembangunan PMA. Hasil dari kegiatan adalah bangunan fisik PMA yang dibuat secara permanen. Sistem PMA meliputi bagian input, output, pelimpah, penguras dan manhole. Pemberdayaan masyarakat tercapai dengan baik dengan adanya dukungan penuh dari warga kedua desa tersebut sebagai mitra kegiatan pengabdian masyarakat.
STUDI KASUS LEPTOSPIROSIS DI KECAMATAN MIJEN KABUPATEN DEMAK Eva Lestari; Agung Puja Kesuma
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 3 No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.178 KB)

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit menular zoonosis yang disebabkan bakteri Leptospira interogans yang dapat menyerang manusia dan binatang. Kabupaten Demak telah diketahui terdapat kasus leptospirosis sejak tahun 2003 hingga 2013. Tahun 2014 terdapat laporan bahwa ada kasus leptospirosis di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak. Kajian kasus pada penderita leptospirosis dapat memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan rumah, kebiasaan dan pengetahuan responden tentang leptospirosis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil survei tikus menunjukkan trap success 15,49%. Spesies tikus yang didapat antara lain Rattus tanezumi, Rattus norvegicus dan Suncus murinus. Hasil pemeriksaan menggunakan metode PCR terhadap darah dan ginjal tikus tidak ditemukan adanya bakteri Leptospira yang menginfeksi tikus. Sedangkan sampel air yang diperiksa menunjukkan hasil positif bakteri Leptospira. Pengendalian leptospirosis bukan hanya pada tikus tetapi juga pada lingkungan.
PENGARUH UMUR DAN PENDIDIKAN IBU TERHADAP STIMULASI PERKEMBANGAN ASPEK BICARA-BAHASA DAN SOSIALISASI-KEMANDIRIAN ANAK PRASEKOLAH USIA 4-6 TAHUN DI DESA KARANGTENGAH KECAMATAN BATURRADEN Sumiyati
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 3 No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang sehat dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Perkembangan anak sesuai umur diharapkan setiap orang tua, stimulasi dalam keluarga melalui penyediaan alat bermain, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain akan meningkatkan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur dan pendidikan ibu terhadap stimulasi perkembangan aspek bicara-bahasa dan sosialisasi-kemandirian. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Variabel bebas penelitian ini umur dan pendidikan ibu, variabel terikat: stimulasi perkembangan aspek bicara-bahasa dan sosialisasi-kemandirian anak usia 4-6 tahun. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu dari anak prasekolah usia 4-6 tahun sebanyak 38 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan umur ibu dengan pemberian stimulasi perkembangan aspek bicara-bahasa dan sosialisasi-kemandirian anak prasekolah usia 4-6 tahun p=0,202, tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan pemberian stimulasi perkembangan aspek bicara-bahasa dan sosialisasi-kemandirian anak prasekolah usia 4-6 tahun p=0,224. Disarankan ibu tetap meningkatkan stimulasi perkembangan anak terutama aspek bicara-bahasa dan sosialisasi-kemandirian untuk mengetahui tingkat perkembangan anak selanjutnya.

Page 2 of 10 | Total Record : 97