cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
jusindo.jsi@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
muhammadzidnal31@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Published by Publikasi Indonesia
ISSN : 27753077     EISSN : 27750892     DOI : 10.36418
Core Subject : Health,
Ruang lingkup dan fokus penelitian terkait bidang kajian dengan penekanan pada pendekatan, yang meliputi: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hyperkes), Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan), Ilmu Gizi, Epidemiologi, Teknik Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Olah Raga, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi), Ilmu Biomedis, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Olahraga ), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medis.
Articles 411 Documents
Heart Failure Caused by Incidentally Discovered Right Atrial Myxoma: A Rare Case Report Atikah, Rahmatulhusna; Meilus, Budi Patria
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.248

Abstract

Primary cardiac tumors, though uncommon, play a significant role in medical practice. Cardiac myxoma is the most common benign cardiac tumor, characterized by varying symptoms depending on the location and size of the tumor. We report the case of a 44-year-old woman with complaints of shortness of breath, upper abdominal pain, and leg oedema. Right atrial myxoma was incidentally found after an echocardiography examination, which is an essential tool for detecting and diagnosing cardiac tumors. The patient exhibited clinical improvement with inotropic therapy and antibiotics and was referred for surgical removal of the tumor. Cardiac myxoma surgical procedures generally have a favorable prognosis with a high survival rate. However, postoperative complications such as arrhythmias and infections require close monitoring. Thus, early diagnosis and appropriate management are essential in addressing cardiac myxoma.
Gambaran Tingkat Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pencegahan Infeksi Tb Dan Risiko Penularan di Panti Asuhan Riyaadlul Jannah Baiturrahman Pedurungan Semarang Tahun 2024 Hadipranoto, Ichsan; Afriansya, Roni; Rahayuni, Arintina
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, perilaku pencegahan, serta risiko penularan tuberkulosis (TB) di kalangan santri Panti Asuhan Riyaadlul Jannah Baiturrahman Pedurungan, Semarang, pada tahun 2024. Insidensi TB di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 mencapai 2261 per 100.000 penduduk, dengan Kota Semarang berada di peringkat keenam dalam tingkat Case Notification Rate. Hal ini menuntut upaya penanganan yang menyeluruh agar sesuai dengan target pemerintah dalam menurunkan insidensi TB. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari santri di Panti Asuhan Riyaadlul Jannah, dengan total sampel sebanyak 30 orang yang diambil menggunakan metode quota sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, serta bukti gambar mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku santri dalam pencegahan penularan TB. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara statistik dan dideskripsikan secara literatur untuk memberikan gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas santri memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan penularan TB yang sangat tinggi, serta faktor risiko total penularan TB pada lingkungan santri berada pada tingkat yang sangat rendah. Kesimpulannya, peningkatan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku santri terkait pencegahan TB berbanding terbalik dengan risiko penularan, di mana semakin baik tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku, semakin rendah risiko penularan TB di lingkungan panti asuhan tersebut. 
Gambaran Komplikasi Hipertensi di RSUD Cengkareng Tahun 2021-2022 Kusuma, Najwa Destiara; Ariwibowo, David Dwi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.267

Abstract

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan masalah kesehatan utama global. Hipertensi, dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, adalah pemicu kematian signifikan. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 34,1% pada 2018, naik dari 25,8% pada 2013. Tanpa gejala jelas, hipertensi sering disebut "pembunuh diam-diam" dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihata. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien hipertensi serta komplikasi yang terjadi di RSUD Cengkareng pada tahun 2021–2022. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional pada 252 sampel pasien hipertensi di RSUD Cengkareng. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia 56-65 tahun, jenis kelamin laki-laki, tidak obesitas, dan tanpa riwayat keluarga hipertensi. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah gagal ginjal (33,1%) dan gagal jantung (22,9%). Sebagian pasien mengalami lebih dari satu komplikasi. Mayoritas pasien hipertensi di RSUD Cengkareng mengalami komplikasi gagal ginjal dan gagal jantung. Untuk meminimalkan komplikasi, diperlukan pemantauan tekanan darah yang rutin serta edukasi masyarakat tentang pengelolaan hipertensi. Penelitian prospektif dengan pendekatan yang lebih mendetail disarankan untuk memperkaya data tentang faktor risiko dan komplikasi hipertensi.
Analisis Komunikasi dan Peran Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Prolanis di Pekanbaru Ayuningtiyas, Ratih; Susanti, Lasiah; Siagian, Dewi Sartika
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.269

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 termasuk penyakit yang umumnya berlangsung lama yaitu satu tahun atau lebih yang memerlukan perawatan medis berkelanjutan. Menurut data Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014, penyakit ini termasuk penyebab kematian tertinggi yaitu di urutan ke-3 pada diabetes melitus tipe 2 dan urutan ke-5 pada hipertensi. Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berupaya untuk menurunkan risiko komplikasi dan angka kematian yaitu dengan membuat sebuah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Pelayanan Rujuk Balik (PRB). Berdasarkan data BPJS Kesehatan Provinsi Riau Februari 2020, jumlah pasien Prolanis di Wilayah Kota Pekanbaru memiliki jumlah terbanyak di Provinsi Riau sebanyak 10.114 pasien. Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pasien, faktor keluarga juga turut berperan. Menurut teori model McMaster, bahwa fungsi keluarga mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis anggota keluarga. Keluarga dengan komunikasi yang efektif dapat membantu meningkatkan keterlibatan anggota keluarga dalam pengobatan pasien. Keluarga juga memiliki peran pengasuhan, mengidentifikasi masalah kesehatan, membuat janji perawatan kesehatan, dan menjaga kepatuhan terhadap pengobatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi dan peran keluarga dengan kepatuhan konsumsi minum obat pada pasien Prolanis di Wilayah Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kota Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sebanyak 108 sampel. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ditemukan adanya hubungan komunikasi dan peran keluarga dengan kepatuhan konsumsi minum obat pada pasien Prolanis di Wilayah Kota Pekanbaru dengan nilai p-value 0,006 dan  0,025. Sehingga dapat disimpulkan komunikasi dan peran keluarga berhubungan dengan kepatuhan minum obat.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Siklus Haid pada Remaja Putri SMKN 1 Karawang Aryana, Shalsabiela Putri; Yapri, Julius Chandra
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.160

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator status gizi yang berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi, termasuk keteraturan siklus menstruasi. Obesitas pada remaja putri dapat meningkatkan risiko gangguan siklus akibat ketidakseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan siklus menstruasi pada remaja putri di SMKN 1 Karawang. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional, dengan pengumpulan data yang dilakukan pada Januari 2024. Sampel terdiri dari 161 responden yang dipilih melalui teknik non-random sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.. Hasil penelitian ini terdapat adanya hubungan yang signifikan antar Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi (oligomenore) remaja putri di SMKN 1 Karawang. Diperoleh nilai p = 0,000 dimana angka ini lebih kecil dari α = 0,05.  Disimpulkan bahwa peningkatan frekuensi Indeks Massa Tubuh yang berlebih (overweight) akan meningkatkan frekuensi terjadinya gangguan siklus menstruasi (oligomenore).
Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Handgrip Strength pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022 Maharani, Faadhilah Indira; Setiadi, Tjie Haming
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.161

Abstract

Penggunaan gawai (smartphone, tablet) yang berlebihan di kalangan mahasiswa dapat mempengaruhi kesehatan fisik, termasuk kekuatan genggaman tangan (handgrip strength). Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan handgrip strength pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional atau potong lintang. Subjek pada studi ini merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022 yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data durasi penggunaan gawai dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu, penggunaan tinggi (≥ 7 jam/hari) dan penggunaan rendah (< 7 jam/hari), berdasarkan kuesioner Handgrip strength diukur menggunakan hand dynamometer CAMRY. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan handgrip strength antara kedua kelompok. Total 130 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Rata-rata handgrip strength tangan dominan untuk kelompok penggunaan tinggi adalah 22,79 ± 6,80 kg, sedangkan untuk kelompok penggunaan rendah adalah 29,38 ± 7,91 kg. Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam handgrip strength antara kedua kelompok (U = 951,500, p < 0,001). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dengan durasi penggunaan gawai yang lebih tinggi memiliki handgrip strength yang lebih rendah.
Sebaran Nilai INR pada Pasien Stroke Iskemik dengan Atrial Fibrilasi di RSUD Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2017-2023 Meganindita, Frisca; Priyana, Andria
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.162

Abstract

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling umum, dengan fibrilasi atrium sebagai faktor risiko utama karena dapat menyebabkan pembentukan thrombus yang berujung pada embolisasi dan stroke iskemik. Pasien stroke iskemik dengan atrial fibrilasi menerima terapi antikoagulan oral dengan warfarin serta melakukan pemantauan INR (International Normalized Ratio). INR merupakan pemeriksaan penting untuk dilakukan yang berguna untuk menilai risiko atau status koagulasi dari pasien. Penelitian ini memperoleh data dari rekam medis pada pasien rawat inap yang terdiagnosa stroke iskemik dengan atrial fibrilasi yang ada di RSUD Cengkareng. Didapatkan 51 pasien rawat inap dengan rerata usia 63.98 tahun dan mayoritas pasien yang terdiagnosa stroke iskemik berusia <65 tahun yaitu 23 (45.1%) serta jenis kelamin laki – laki lebih banyak daripada perempuan sebanyak 29 (56.9%) laki – laki dan 22 (43.1%) perempuan. Penghitungan rerata nilai INR didapatkan hasil 1.5531. Berdasarkan nilai INR normal yaitu 2 – 3, pasien rawat inap yang terdiagnosa stroke iskemik dengan atrial fibrilasi di RSUD Cengkareng nilai INR nya 4 (7.8%) tercapai dan 47 (92.2%) tidak tercapai nilai normal. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai capaian nilai INR di setiap kunjungan rawat inap pasien stroke iskemik dengan atrial fibrilasi sehingga dapat menjadi pertimbangan data evaluasi terapi pasien.
Uji Kapasitas Antioksidan Pada Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Dengan Metode DPPH, FRAP Asyraf, Muhammad Zain Alwi; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.165

Abstract

Antioksidan berperan sebagai pelindung dari kerusakan oksidatif, termasuk antioksidan eksogen yang bisa didapatkan dari bahan-bahan herbal. Salah satu contoh antioksidan eksogen alami yang banyak ditemukan di Indonesia adalah kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kapasitas antioksidan dari ekstrak kayu secang menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan FRAP (ferric reducing antioxidant power). Hasil uji kapasitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak kayu secang menunjukkan nilai IC50 sebesar 99,996 µg/mL, sementara dengan metode FRAP nilai IC50 yang diperoleh adalah 24,853 µg/mL. Berdasarkan nilai ini, kayu secang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat menurut metode FRAP (nilai IC50 ≤ 50 µg/mL) dan aktivitas antioksidan kuat menurut metode DPPH (nilai IC50 antara 50 – 100 µg/mL). Dengan demikian, kayu secang (Caesalpinia sappan L.) berpotensi dimanfaatkan sebagai antioksidan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Osteoarthritis pada Lansia di RSUD Pantura M.A Sentot Patrol Tahun 2021 - 2023 Safitri, Siva Eka; Ruslim, Daniel
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.167

Abstract

Indeks massa tubuh (IMT) merupakan alat ukur yang dilakukan untuk skrining obesitas dan risiko kesehatan yang ditimbulkannya. Semakin tinggi indeks massa tubuh, maka semakin tinggi risiko penyakit yang dapat dialami, salah satu penyakit yang timbul dari indeks massa tubuh tinggi atau obesitas ialah osteoartritis. Osteoartritis dapat terjadi diberbagai rentang usia, yang paling banyak terkena adalah kelompok lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian osteoartritis pada lansia di RSUD Pantura M.A sentot patrol. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross sectional dan pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis univariat. Hasil penelitian ini, dari 116 lansia yang mengalami osteoarthritis, mayoritas memiliki berat badan berlebih dengan 64 orang (55,2%). Namun, hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,933. Penelitian ini menyimpulkan bahwa IMT tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian osteoarthritis pada lansia di RSUD Pantura M.A Sentot Patrol.
Hubungan Persepsi Stres dengan Kerontokan Rambut pada Mahasiswa Tingkat Pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Kumalasari, Tesalonika Priska; Moniaga, Catharina Sagita
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.173

Abstract

Kerontokan rambut menjadi masalah yang mengkhawatirkan bagi banyak orang, karena rambut berperan penting dalam penampilan. Faktor-faktor seperti genetik, hormon, diet, konsumsi obat tertentu, penyakit, dan stres dapat memicu kerontokan rambut. Stres, sebagai respons tubuh terhadap tekanan, diyakini mempengaruhi kerontokan rambut, meskipun hasil penelitian mengenai hubungan keduanya masih beragam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai hubungan antara persepsi stres dengan kerontokan rambut pada mahasiswa tingkat pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan metode potong lintang dengan 131 responden. Responden yang didapat melakukan pengisian kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) sebagai instrumen untuk menilai persepsi stres dan dilakukan pemeriksaan hair pull test untuk menilai kerontokan rambut yang sedang terjadi. Lepasnya rambut >2 helai pada setiap tarikan menandakan hair pull test positif. Delapan puluh empat koma tujuh persen responden mengalami stres sedang dan 61.8% ini mengalami kerontokan rambut. Jumlah subjek yang memiliki persepsi stres sedang dan berat yang mengalami kerontokan rambut sebanyak 77 orang (67,0%). Setelah dilakukan uji chi-square didapatkan bahwa persepsi stres sedang dan berat memiliki hubungan yang bermakna dengan kerontokan rambut (p = 0.001). Penelitian ini mendapatkan nilai prevalence risk ratio sebesar 2.678 yang menunjukkan risiko seseorang yang memiliki persepsi stres sedang – berat untuk mengalami kerontokan rambut lebih tinggi 2.678 kali dari seseorang yang memiliki persepsi stres ringan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seseorang yang memiliki persepsi stres sedang dan berat dapat meningkatkan risiko kerontokan rambut.